Umilia Rokhani
Jurusan Musik ISI Yogyakarta. Jln. Parangtritis Km. 6,5 Yogyakarta. Tel. 085643073010

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Musikalisasi Puisi “Hatiku Selembar Daun” B. Koapaha, Royke; Rokhani, Umilia; Farida, Nurul
RESITAL : JURNAL SENI PERTUNJUKAN Vol 10, No 2 (2009): Desember
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The musical poem of “Hatiku Selembar Daun”. Music and poetry have a signifi cant relationship; they bothhave an element of sound. This study discusses the relation of the transformation of poetry to musical poem in“Hatiku Selembar Daun” by Djoko Damono Sapardi. The study was conducted by means of the form of music andharmony through musicological studies, as well as the relationship between music and poetry in a musical poemitself. Based on the analysis we concluded that the dominant harmonious relationship between music and the meaningof the poem “Hatiku Selembar Daun” deals with the creative elements in it.
Konstruksi Identitas Tionghoa melalui Difusi Budaya Gambang Kromong: Studi Kasus Film Dikumenter Anak Naga Beranak Naga Rokhani, Umilia; Salam, Aprianus; Rochani-Adi, Ida
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 16, No 3 (2015): Desember 2015
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/resital.v16i3.1679

Abstract

Gambang kromong menjadi kesenian campur yang mampu bertahan di tengah pembatasanterhadap ruang gerak masyarakat Tionghoa. Keberadaan kesenian ini sekaligus menjadi atributbudaya yang mampu menjadi unsur pembangun identitas masyarakat Tionghoa. Identitas Tionghoamelalui kesenian gambang kromong memunculkan konstruksi yang berbeda terkait dengankebertahanan kesenian tersebut. Wacana ini muncul pada film dokumenter Anak Naga BeranakNaga. Konstruksi identitas ini dikaji dengan mempergunakan teori Bhabha tentang konsep ruangantara.Penelitian ini menggunakan pendekatan konstruktivisme sosial untuk melihat makna-maknasubjektif dari pengalaman-pengalaman subjek pelaku kehidupan masyarakat Tionghoa di Indonesia.Melalui pendekatan ini dapat diketahui bahwa konstruksi identitas masyarakat Tionghoa melaluikesenian gambang kromong bersifat heterogen. Konsep kehidupan berkesenian yang cair dan mampumenembus batas perbedaan terepresentasi pada bentuk instrumen, lagu-lagu yang dibawakan maupunfungsional dari pertunjukan itu sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa identitas masyarakat Tionghoajuga dikonstruksi secara cair oleh masyarakat, bukan hanya dalam menghadapi perbedaan danpermasalahan etnisitas tetapi juga kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman. Dengankonstruksi yang cair tersebut, konstruksi identitas masyarakat Tionghoa menjadi bersifat pragmatisdan dis-identifikasi.
EKSPLORASI ORGAN VOKAL DAN PROSES LATIHAN BEATBOX PADA KOMUNITAS BEATBOXING OF JOGJA DI TAMAN BUDAYA YOGYAKARTA Renanda, Dwi Okta; Suryati, Suryati; Rokhani, Umilia
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 1, No 1 (2017): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.534 KB) | DOI: 10.26887/lg.v1i1.248

Abstract

Beatbox adalah bentuk seni yang menggunakan organ vokal manusia untuk meniru suara beriramadan ketukan drum, alat musik, dan suara buatan lainnya. Organ vokal umumnya digunakan untuk berbicara atau berkomunikasi, sekarang dieksplorasi untuk meniru suara berbagai perkusi dan efek suara. Salah satu komunitas yang mewadahi pecinta beatbox adalah Beatboxing of Jogja (BeJo). Setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode analisis deskriptif dengan menggunakan data kualitatif, beatbox unik dalam hal proses memproduksinya. Banyak teknik yang ditemukan di beatbox, tidak hanya suara perkusi tapi juga efek suara. Dalam proses latihan, BeJo terbagi menjadi tiga kelas, masing-masing kelas memiliki standar penguasaan teknis tertentu. latihan akan dipimpin oleh koordinator dari masing-masing kelas untuk memberi contoh dan anggota akan meniru satu persatu. Beatbox is a form of art that uses the human vocal organs to imitate the rhythmic sounds and drum beats, musical instruments, and other artificial sounds. Vocal organs are generally used to speak or communicate, are now explored to imitate the sounds of various percussion and sound effects. One of community that embodies beatbox lovers is Beatboxing of Jogja (BeJo). .After research using analysis descriptive method by using qualitative data, beatbox is unique in terms of the process of producing it. Many of the techniques found in beatbox, not only percussion sounds but also sound effects. In the practice process, BeJo is divided into three classes, each class has a certain standard of technical mastery. The exercise will be led by a coordinator from each class to give examples and members will imitate one by one.