Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR PERSONAL PADA SUMBER KOMUNIKASI DALAM PENGELOLAAN TANAMAN OBAT KELUARGA DI JAWA BARAT Bakti, Iriana; Dewi, Evie Ariadne Shinta; Romli, Rosnandar; Budiana, Heru Ryanto
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.906 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v3i2.7403

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada upaya pemerintah melakukan penyebarluasan informasi tentang tanaman obat melalui saluran interpersonal dengan tujuan untuk membangun partisipasi masyarakat dalam pengelolaan tanaman obat. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui faktor: biologis, sosiopsikologis, dan sosiogenis yang melekat pada diri narasumber (komunikator). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang menggambarkan masalah berdasarkan sifat data kualitatif sehingga dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang masalah yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata narasumber (komunikator) memiliki posisi penting sebagai salah satu komponen komunikasi yang dapat membangun efektivitas komunikasi interpersonal dengan anggota masyarakat. Pentingnya keberadaan narasumber ini dapat dilihat dari faktor biologis yang meliputi alasan mengelola toga karena sesuai dengan latar belakang pendidikan, dan tugas pokok dan fungsi pekerjaan yang digelutinya. Adapun dilihat dari faktor sosiopsikologis, narasumber menyatakan toga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pertolongan pertama terhadap masalah kesehatan, bisa menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat, menjadikan pekarangan rumah indah, mengurangi biaya pengeluaran keluarga untuk obat, dan bisa dibuat makanan olahan, misalnya kripik bayem. Sedangkan faktor sosiogenis menanam toga bukan pengalaman baru, masyarakat merespon positif, sesuai dengan bidang ilmu, dan menjadi jaminan dalam bertugas. DOI: 10.24198/jkk.vol3n2.4
HUBUNGAN SOSIALISASI SOCIOPRENEURSHIP DENGAN PEMBENTUKAN SIKAP WIRAUSAHA PARTISIPAN PADA FORUM KREATIF JATINANGOR QONITA, ARINA; ROMLI, ROSNANDAR; BUDIANA, HERU RYANTO
Communication Vol 7, No 1 (2016): COMMUNICATION
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.072 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan sosial yang semakin kritis diJatinangor dengan adanya pembangunan usaha secara terus menerus yang berdampak terhadapkemiskinan dan ketidaksejahteraan masyarakat di Jatinangor. Forum Kreatif Jatinangor sebagaipihak yang peduli terhadap kondisi Jatinangor melakukan upaya dengan membuat kegiatanyang dapat mengatasi permasalahan sosial tersebut, antara lain dengan membentuk The LocalEnablers (Pemberdaya Lokal) berupa kegiatan pembentukan sikap wirausaha denganmenerapkan konsep Sociopreneurship didalam usahanya dan melakukan sosialisasiSociopreneurship pada setiap kegiatan Kamis Sharing Forum Kreatif Jatinangor. Upaya tersebuttidak terlalu berdampak positif dilihat dari belum banyaknya wirausaha yang benar-benarmenerapkan unsur sosial sehingga lebih terkesan seperti wirausaha bisnis saja. Tujuan dariJournal Communication Volume 7, Nomor 1 April 2016 89penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara SosialisasiSociopreneurship oleh Forum Kreatif Jatinangor dengan sikap partisipan kegiatan KamisSharing terhadap kewirausahaan di lingkungan Jatinangor, dan faktor apa saja yangmenyebabkan jalur sentral serta jalur periferal dalam menyampaikan pesan persuasi tersebuttidak menghasilkan sikap seperti yang diharapkan.Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional dengan pendekatankuantitatif dan paradigma positivisme. Teori yang digunakan adalah Teori ElaborationLikelihood Model (ELM) yang dikemukakan oleh Richard E. Petty dan John T. Cacioppo.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan angket, observasipartisipan, wawancara, dan studi pustaka. Penelitian ini mengambil sampel 77 orang yangdiperoleh dengan teknik sampling acak sederhana. Teknik analisis yang digunakan adalahanalisis deskriptif dan inferensial.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang cukup berarti antaraSosialisasi Sociopreneurship pada kegiatan Kamis Sharing dengan sikap partisipan terhadapkewirausahaan di lingkungan Jatinangor. Kesimpulan penelitian ini adalah jalur sentral dan jalurperiferal dalam Sosialisasi Sociopreneurship dapat membentuk hubungan terhadap sikapmasyarakat terhadap kewirausahaan di lingkungan Jatinangor. Saran yang dapat di berikanuntuk penelitian ini, yaitu pesan yang disampaikan dalam Sosialisasi sebaiknya dibentuk untuklebih dapat membentuk hubungan terhadap pengetahuan masyarakat karena aspek inilah yangmerupakan awal dari pembentukan sikap dan biasanya dapat memberikan efek yang mendalamyang menuntun komunikan untuk bereaksi terhadap objek sikap.
REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM FILM AYAT-AYAT CINTA Romli, Rosnandar; Roosdinar, Mella M.; Nugraha, Aat Ruchiat
Jurnal Komunikasi Global Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.663 KB) | DOI: 10.24815/jkg.v7i2.11239

Abstract

Film as part of mass communication has a considerable influence on the formation of opinions that occur in society. One of the best-selling films in 2008 was the film Ayat-Ayat Cinta. This research was carried out with assumptions about the existence of ideological battles that took place in a media discourse and representation of women in a film. The purpose of this research was to find out the representation of women in the film Ayat-Ayat Cinta through events in film stories that were commodified by cinematographers and audiences. The type of research method used is qualitative descriptive research analyzing media content with critical discourse analysis methods by Sara Mills. The research was conducted by dissecting the text in the film, looking at the subject-object position and the producer-reader position in climax scenes, to see how women are represented in the scenes. The results showed that the film still uses male perspectives in viewing the events; women are still represented more as objects than subjects; women are still viewed from the perspective of other parties (mostly men); the film leads the audience to identify themselves with male figures; and this film still affirms the patriarchal ideology
ANALISIS FAKTOR PERSONAL PADA SUMBER KOMUNIKASI DALAM PENGELOLAAN TANAMAN OBAT KELUARGA DI JAWA BARAT Bakti, Iriana; Dewi, Evie Ariadne Shinta; Romli, Rosnandar; Budiana, Heru Ryanto
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.906 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v3i2.7403

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada upaya pemerintah melakukan penyebarluasan informasi tentang tanaman obat melalui saluran interpersonal dengan tujuan untuk membangun partisipasi masyarakat dalam pengelolaan tanaman obat. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui faktor: biologis, sosiopsikologis, dan sosiogenis yang melekat pada diri narasumber (komunikator). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang menggambarkan masalah berdasarkan sifat data kualitatif sehingga dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang masalah yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata narasumber (komunikator) memiliki posisi penting sebagai salah satu komponen komunikasi yang dapat membangun efektivitas komunikasi interpersonal dengan anggota masyarakat. Pentingnya keberadaan narasumber ini dapat dilihat dari faktor biologis yang meliputi alasan mengelola toga karena sesuai dengan latar belakang pendidikan, dan tugas pokok dan fungsi pekerjaan yang digelutinya. Adapun dilihat dari faktor sosiopsikologis, narasumber menyatakan toga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pertolongan pertama terhadap masalah kesehatan, bisa menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat, menjadikan pekarangan rumah indah, mengurangi biaya pengeluaran keluarga untuk obat, dan bisa dibuat makanan olahan, misalnya kripik bayem. Sedangkan faktor sosiogenis menanam toga bukan pengalaman baru, masyarakat merespon positif, sesuai dengan bidang ilmu, dan menjadi jaminan dalam bertugas. DOI: 10.24198/jkk.vol3n2.4
PERSONAL BRANDING ANDREA GUNAWAN SEBAGAI LIFESTYLE INFLUENCER DI INSTAGRAM Furqon, Fadila Fitri; Romli, Rosnandar; Prastowo, Ari Agung
JIKA (Jurnal Ilmu Komunikasi Andalan) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul ?Personal branding Andrea Gunawan sebagai Life influencer di Instagram?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan personal branding Andrea Gunawan sebagai seorang Life influencer di Instagram melalui bagaimana kompetensi, standar, dan gaya yang bersangkutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan jenis data kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, studi pustaka, dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi yang dimiliki Andrea dalam personal branding-nya adalah Andrea merupakan seorang sexual health activist, independent image consultant dan date coach yang memiliki ketrampilan dalam berkomunikasi, fotografi, dan juga desain. Tujuan Andrea dalam menggunakan Instagram adalah untuk memberikan pengetahuan dan juga referensi bagi para followers nya. Standar yang diterapkan Andrea dalam personal branding-nya terbagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu standar teknis dan praktis. Gaya yang dimiliki Andrea dalam personal branding-nya dapat dikategorikan menjadi 2 (dua) bagian, yakni dalam penampilan dan kepribadian. Sedangkan yang menjadi pembeda Andrea Saran penulis dalam penelitian ini adalah Andrea perlu menambah pengetahuan dan juga ketrampilan untuk menunjang kompetensi nya sebagai seorang influencer, Standar yang ia terapkan juga harus mencakup penjadwalan untuk mengunggah postingan di Instagramnya. Peneliti kemudian menyarankan agar Andrea dalam mengatur tampilan konten di Instagramya dan memiliki jadwal khusus untuk mengunggah konten. Selain keunikan yang ditunjukkan dalam tampilan dirinya, Andrea juga perlu memberikan keunikan dalam berinteraksi dengan para followers nya, dan mempertahankan ciri khas nya sebagai seorang influencer.Kata Kunci : Personal branding, Instagram, Influencer.
STRATEGI COURTYARD BY MARRIOTT BANDUNG DAGO DALAM MENGKOMUNIKASIKAN BRAND PERSONALITY MELALUI INSTAGRAM Ono, Nisia Hikaru; Romli, Rosnandar; Nugraha, Aat Ruchiat
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.895 KB) | DOI: 10.35760/mkm.2019.v3i1.1984

Abstract

Ketika karakteristik manusia diasosiasikan dengan sebuah brand, maka akan terbentuk brand personality yang mampu membedakan satu brand dengan kompetitornya. Sifat media sosial yang personal kini membantu brand menonjolkan kepribadiannya serta menjadi lebih manusiawi. Penelitian ini menjelaskan strategi Courtyard by Marriott Bandung Dago dalam mengkomunikasikan brand personality melalui Instagram, yang terdiri dari proses Audit/Discovery & Research, Tracking & Monitoring, Distribution/Channel, Communication/Content Optimization, Engagement, dan Measurement. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses Audit/Discovery & Research dilakukan melalui Creative Meeting, namun belum sesuai dengan tahapan audit yang ideal. Tracking & Monitoring dilakukan dengan aplikasi HYP3R, fitur insight Instagram, dan pengamatan langsung terhadap perilaku followers. Diketahui bahwa publiknya adalah millennial usia 27-35 tahun dengan kelas ekonomi menengah ke atas. Pada Distribution/Channel, Courtyard by Marriott Bandung Dago memilih menggunakan Instagram, disesuaikan dengan profil target sasarannya. Communication/Content Optimization dilakukan melalui konten bertema aktivitas dan gaya hidup yang mengandung unsur manusia, serta melalui kerjasama dengan micro influencer. Proses Engagement dilakukan dengan menggunakan kalimat yang lebih personal dan manusiawi.