Articles

Found 35 Documents
Search

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM PENGOLAHAN LIMBAH UNTUK INDUSTRI TAHL.! TEMPE Rosana, Dadan; Astono, Juli
INOTEKS Vol 3, No 1 (2001): Januari 2001
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5136.135 KB)

Abstract

Tujuan  dari  kegiatan  pengabdian   pada  masyarakat  yang dilaksanakan   oleh  tim   dosen Juresan  Pendidikan  Fisika  FPMIPA IKIP Yogyakarta  ini adaJah: pertama,   membantu  industri kecil tempe  benguk  dalam  merancang  dan membuat  sistem  pengolahan  Iimbah, kedua , untuk membuat  sarana  kegiatan   praktikum  dan penelitian  untuk mahasiswa  yang mengambil  mata kuliah    Fisika   Lingkungan    dan   Manajemen    Lingkungan,    melakukan    pengujian    secara kuantitatif    (uji   kualitas   Iimbah)   dan   kualitatif    (angket   untuk   mengetahui    kemanfaatan instalasi  Iimbah bagi lingkungan  sekitarnya).Metode  kegiatan  yang  dilaksanakan   dalam  kegiatan  pengabdian   ini  meliputi  metode: pertama,    untuk   mengetahui   pendapat   masyarakat   mengenai   adanya   instalasi   pengolahan limbah  melalui  wawaneara  dan angket  di lapangan.  Kedua,  untuk memberikan   keterampilan perancangan   dan  pembuatan   sistem  pengolahan   limbah dilakukan praktik  langsung  dengan menghadirkan  beberapa  pemilik industri  sejenis.Indikator   keberhasilan    program   ini  adalah   dengan   semakin   meningkatnya    kualitas lingkungan  di sekitar  industri  tempe  benguk  dengan  adanya  sistem  pengolahan  limbah.   Hasil Jain yang  didapat  adalah  telah  diraneang   dan  dibuat  sistem  pengolahan   limbah  yang  dapat dimanfaatkan    oleh   industri   kecil.   Kesimpulan    yang  didapat   ternyata   sisitem   pengolahan limbah  yang  dibuat  efektif  untuk  rnereduksi   tingkat  berbahayanya   limbah  bagi  lingkungan (dibuktikan   dengan  pengujian   dan  analisis   fisis  Iimbah).  Dari  hasil  wawaneara   dan  angket ditunjukkan   bahwa  masyarakat   serempat   merasakan   manfaat   keberadaan   instalasi  tersebut, limbah  yang asalnya  tergenang  menjadi  sumber  penyakit  dan bau dapat  teratasi  dengan  baik. Banvak   pengusaha   industri   yang  menyadari   pentingnya   instalasi   pengolahan   Iimbah  tapi sulitnya   finansial,   sehingga   perlu  lebih  dikembangkan    pola  pengabdian   untuk  pernbuatan sistern pengolahan  1imbah di industri  keeil. Kata  Kunci:  Limbah   Industri,
IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI MELALUI PENGEMBANGAN WIRAUSAHA OLAH DATA DAN ANALISIS STATISTIK Astono, Juli; Rosana, Dadan
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains No 2 (2006): Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Tahun XI
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.474 KB) | DOI: 10.21831/jpms.v11i2.12427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model implementasi kurikulum berbasis kompetensi pada materi perkuliahan di Jurusan Pendidikan Fisika, mengembangkan keterampilan olah data statistik dengan pendekatan konstektual, mendesain siklus pengembangan kewirausahaan dalam bentuk collaboration action research dan menginventarisasi kendala dalam pelaksanaannya. Rancangan riset dalam penelitian ini yakni action research yang lebih menekankan pada collaboration action research dimana subjek penelitiannya adalah dosen dan mahasiswa Pendidikan Fisika yang mengambil mata kuliah Teori dan Teknik Pengukuran. Teknik yang digunakan dalam pemantauan data terdiri atas angket di awal dan akhir kegiatan, performance assesment yang digunakan untuk kegiatan praktek mahasiswa dan kegiatan magang, catatan harian dan deskripsi pada saat kegiatan dan perkuliahan, demikian pula catatan harian pada saat workshop dan magang di industri olah data statistik. Workshop dilaksanakan di Laboratorium Komputer Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA UNY, dan tempat magang dilaksanakan di dua tempat yaitu di A&R research (Karangmalang) dan Nuansa Com (Jl. Moses Gatotkaca) dengan hasil yang didapatkan sebagai berikut. Pertama, terlaksananya desain program pembelajaran Teori dan Teknik Pengukuran dengan menggunakan media dan rancangan pembelajaran berbasis pengembangan life skills melalui proses pembelajaran workshop dan magang di industri olah data statistik. Kedua, adanya alternatif yang bisa ditempuh untuk peningkatan kualitas pembelajaran yakni melalui pengembangan program statistik lain seperti LISREL dan AMOS, peningkatan frekuensi diskusi antara mahasiswa, dosen, dan kolaboartor, peningkatan frekuensi magang dan workshop untuk memberikan pengalaman pada mahasiswa. Dan ketiga, kontribusi hasil penelitian ini dimana terdapat kegiatan magang di industri jasa olah data statistik telah dapat membangun kerjasama yang positif dan saling menguntungkan.Kata kunci: kurikulum berbasis kompetensi, magang, wirausaha
RANCANG BANGUN TEKNOLOGI MULTIFUNCTION EQUIPMENT BAGI PENYANDANG TUNA NETRA DAN TUNA RUNGU DALAM PRAKTIKUM SAINS REALISTIK Pujianto, Pujianto; Astono, Juli; Rosana, Dadan; Purwanta, Setia Adi
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 42, No 2: November 2012
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.088 KB) | DOI: 10.21831/jk.v42i2.1952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebermanfaatan kit praktikum multifunction equipment dalam eksperimen sains realistik; kegunaan modul eksperimen dan LKS bahasa Braille; jenis aktivitas siswa yang muncul   melalui penerapan model eksperimen sains dengan pendekatan konstruktivis; hasil evaluasi pembelajaran sains menggunakan model evaluasi yang telah dikembangkan; dan respon siswa terhadap implementasi perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan dalam mengoptimalkan aktivitas langsung bagi siswa penyandang tuna netra dan tuna rungu. Metode penelitian menggunakan desain penelitian pengembangan menurut Cennamo dan Kalk. Hasil yang telah dicapai adalah: 1) Kit praktikum menggunakan teknologi multifunction equipment telah dapat digunakan; 2) Modul eksperimen dan LKS bahasa Braille dapat mengakomodasi kebutuhan belajar; 3) Jenis aktivitas siswa yang muncul melalui penerapan model eksperimen sains dengan pendekatan konstruktivis meliputi menduga, mengukur, mencatat hasil, membuat daftar, menuliskan hasil dan melaporkan hasil; 4) Hasil evaluasi pembelajaran sains menggunakan model evaluasi yang telah dikembangkan menunjukkan nilai rerata 7,3; dan 5) Respon siswa terhadap implementasi perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan dalam mengoptimalkan aktivitas langsung bagi siswa penyandang tuna netra dan tuna rungu sangat baik. Hal ini terlihat dari peran aktif siswa dalam merespon implementasi perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan.
RANCANG BANGUN TEKNOLOGI MULTIFUNCTION EQUIPMENT BAGI PENYANDANG TUNA NETRA DAN TUNA RUNGU DALAM PRAKTIKUM SAINS REALISTIK Pujianto, Pujianto; Astono, Juli; Rosana, Dadan; Purwanta, Setia Adi
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 42, No 2: November 2012
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.086 KB) | DOI: 10.21831/jk.v42i2.2244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebermanfaatan kit praktikum multifunction equipment dalam eksperimen sains realistik; kegunaan modul eksperimen dan LKS bahasa Braille; jenis aktivitas siswa yang muncul   melalui penerapan model eksperimen sains dengan pendekatan konstruktivis; hasil evaluasi pembelajaran sains menggunakan model evaluasi yang telah dikembangkan; dan respon siswa terhadap implementasi perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan dalam mengoptimalkan aktivitas langsung bagi siswa penyandang tuna netra dan tuna rungu. Metode penelitian menggunakan desain penelitian pengembangan menurut Cennamo dan Kalk. Hasil yang telah dicapai adalah: 1) Kit praktikum menggunakan teknologi multifunction equipment telah dapat digunakan; 2) Modul eksperimen dan LKS bahasa Braille dapat mengakomodasi kebutuhan belajar; 3) Jenis aktivitas siswa yang muncul melalui penerapan model eksperimen sains dengan pendekatan konstruktivis meliputi menduga, mengukur, mencatat hasil, membuat daftar, menuliskan hasil dan melaporkan hasil; 4) Hasil evaluasi pembelajaran sains menggunakan model evaluasi yang telah dikembangkan menunjukkan nilai rerata 7,3; dan 5) Respon siswa terhadap implementasi perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan dalam mengoptimalkan aktivitas langsung bagi siswa penyandang tuna netra dan tuna rungu sangat baik. Hal ini terlihat dari peran aktif siswa dalam merespon implementasi perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan
ANALISIS BUTIR DAN IDENTIFIKASI KETIDAKWAJARAN SKOR UJIAN AKHIR SEKOLAH UNTUK STANDARISASI PENILAIAN Rosana, Dadan; Sukardiyono, -
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 45, No 2: November 2015
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.924 KB) | DOI: 10.21831/jk.v45i2.7490

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil kajian empirik tentang kualitas butir soalpada UAS Mata Pelajaran Fisika di Kabupaten Lombok Timur tahun 2015 dengan menggunakanteori respon butir dan sekaligus untuk mengidenti? kasi ketidakwajaran (inappropriateness) skor testersebut. Penelitian menggunakan metode deskriftif kuantitatif, ketidakwajaran skor dideteksi dengankorelasi person biserial (person-? t statistic) dan indeks kehati-hatian (caution index) dari Sato. Paketprogram yang digunakan untuk melakukan analisis butir adalah Quest, dengan elemen sentral RaschModel (RM). Subjek penelitian adalah 15 sekolah menengah atas sampel dari populasi 137 sekolah diKabupaten Lombok Timur, yang diambil secara purposive sampling. Soal UAS digunakan bersamaoleh 15 sekolah pada tahun ajaran 2014/2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas butirbaik karena memiliki tingkat kecocokan dengan model Rasch dengan nilai in? t meansquare-nya 0,77-1,30. Caution index dari Sato terdeteksi 3,01 persen sampel mempunyai ketidakwajaran, dan 9,68persen sampel yang diambil mempunyai tingkat ketidakwajaran yang tinggi
DEVELOPING PERFORMANCE ASSESSMENT INSTRUMENT FOR MEASURING SCIENTIFIC ATTITUDES Shinta, Debi; Rosana, Dadan
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 1, No 1: Juni 2017
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.354 KB) | DOI: 10.21831/jk.v1i1.8421

Abstract

This study was aimed at developing an instrument of performance assessment based on the 7E learning cycle model and finding out the result of students? scientific attitude measurement using the instrument. The study was conducted by adapting the Borg and Gall research method. The subjects of this study were students of grade eight of State Junior High School 2 Binangun, Cilacap, Central Java. Data were obtained from:  first, experts? judgements in determining the content validity of the instrument. Second, scores of the limited field try-out used in determining the reliability of the instrument, data collection instruments in the form of observation sheet, self assessment, and peer assessment. Third, students? scientific attitudes in field try-out used to show the result of the measurement using the instrument. Findings show that the developed instrument of performance assessment is valid and reliable; and feasible to be used for measuring scientific attittudes, with measurement results in the good category equally for the three data collection instrumentsPENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KINERJAUNTUK MENGUKUR SIKAP ILMIAHPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen performance assessment berbasis model learning cycle 7E yang layak digunakan dan mengetahui hasil pengukuran sikap ilmiah menggunakan instrumen yang telah dikembangkan. Penelitian ini dikembangkan dengan adaptasi model Borg and Gall. Subjek uji coba yaitu peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Binangun, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui: pertama, penilaian berdasarkan masukan para ahli, untuk menentukan validitas isi instrumen. Kedua, hasil uji coba terbatas untuk menentukan reliabilitas instrumen, instrumen pengumpulan data berupa lembar observasi, penilaian diri, dan penilaian antarteman. Ketiga, data hasil sikap ilmiah peserta didik pada uji coba lapangan digunakan untuk mengetahui hasil pengukuran dengan instrumen yang telah dikembangkan. Instrumen performance assessment berbasis model learning cycle 7E yang dikembangkan dinyatakan valid dan reliabel sehingga layak digunakan serta terbukti dapat digunakan untuk mengukur sikap ilmiah peserta didik dengan hasil ukur pada kategori baik yang setara pada ketiga instrumen pengumpulan data
PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DENGAN METODE BERMAIN DALAM MENGAJARKAN SAINS DI TAMAN KANAK-KANAK ROSANA, DADAN
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 30, No 1: Edisi Dies 2000
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8890.234 KB) | DOI: 10.21831/jk.v30i1.5115

Abstract

PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DENGAN METODE BERMAIN DALAM MENGAJARKAN SAINS DI TAMAN KANAK-KANAK
FIVE STRATEGIES OF ENTREPREUNEURSHIP LEARNING UNTUK MENGHASILKAN REAL ENTREPEUNEUR (MODEL PENDIDIKAN ENTREPREUNEURSHIP DI PERGURUAN TINGGI) Rosana, Dadan; ., Suwarna; A. Tiarani, Vinta
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 1 (2012): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI Februari 2012, Th. XXXI, No. 1
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.228 KB) | DOI: 10.21831/cp.v0i1.1468

Abstract

Abstrak. Five Strategies of Entrepreuneurship Learning untuk Menghasilkan Real Entrepeuneur (Model Pendidikan Entrepreuneurship di Perguruan Tinggi). Tujuan penelitian ini menghasilkan suatu model pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan entrepreuneur secara nyata pada mahasiswa melalui implementasi lima Strategies of Entreprueneurship Learing dalam kuliah kewirausahaan melalui pembentukan mid-set, attitude, skills, dan knowledge. Metode penelitian menggunakan Research and Development lewat lima Fase Perancangan Pengajaran Model Spiral diadaptasi dari ?Five phases of instructional design? dari Cennamo dan Kalk. Pengembangan dimulai dari fase definisi, desain, peragaan, pengembangan, dan penyajian yang pihak-pihak calon pengguna, ahli bidang yang dikembangkan, anggota tim dan instruktur, dan pembelajar. Hasil penelitian berupa model pembelajaran kewirausahaan yang terdiri atas lima strategi pembelajaran yang dilaksanakan secara terpadu, yaitu creative critical constructive imagination, entrepreneurial real life experience, educative disequilibrium conditioning, coaching and mentoring with collaboration and competition, dan community and market impact and involvement. Ujicoba terbatas menunjukkan adanya peningkatan proses dan hasil belajar dari aspek kognitif, afektif, dan keterampilan berwirausaha. Model hipotetik yang digunakan menunjukkan indikasi tercapainya hasil yang sesuai dengan rancangan awal, yaitu wirausaha baru berbasis ilmu pengetahuan. Bentuk usaha dikaitkan dengan kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan di antaranya bakso krokot (obat asam urat), minuman kesehatan adas manis (Miss Anis) yang sudah dilengkapi izin Depkes dan Deperindag, tas biji asam, dan keripik biji mahoni (minuman kesehatan). Kata Kunci: entrepreuneurship learning, real entrepeuneur, research and development
PERANAN RESEARCHAND DEVELOPMENT (R&D) DAN STRUCTURAL EQUATIONMODEL (SEM) DALAM PENELITIAN PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Rosana, Dadan
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 2, No 2 (2008): Cakrawala Pendidikan, Juni 2008, Th. XXVII, No. 2
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1617.558 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.8588

Abstract

A curriculum consistsof a number of interrelated complex components. Theschool-based curriculum has several components: curriculumand learningoutcomes, class-based evaluation, teaching-learning activities,and school-basedcurriculum organization. These are completedwith the establishment ofcurriculum networking, the development of curriculum supplements (e.g.syllabuses), professional trainings for educational practitioners,and thedevelopmentof curriculum information system. The school-based curriculumimplementationand development strategies should include all of them. Therefore,it is necessary to continuously conduct researchon the school-based curriculum,especiallywhen the curriculum starts to be implemented. There are two importantpoints in the school-based curriculum development research. The first includesdevelopingand validating all the instructional kits used in the school to ensure that- the kits are ready to use and effective, and the second involves the comprehensiveanalysisof all the variables influencing the success of education. For the first point,the.researchand development (R&D) approach is appropriate in the developmentand validation of curriculum supplements. For the second point, regarding causalcorrelations among variables in education, the structural equation modeling isappropriate. There are anumber of educational variables that cannot be directlymeasured; latent variablesmust be formulated through other measurable variables.If the variables cannot be directly measured,we have to form the variables bymeans of variable indicators that can be directly measured by using measurementmodeling. Analyzing causal correlations among latent variables,we can use thestructural equation modeling involvingpath analysis and measurement modeling
PENGUATAN KURIKULUM DENGAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN PEMBELAJARAN AKTIF UNTUK PENGEMBANGANKARAKTER BANGSA Rosana, Dadan
Jurnal Pendidikan Karakter No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Karakter Edisi Juni 2014, TH. IV No. 2
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.797 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i2.2791

Abstract

Abstrak: Penataan ulang kurikulum adalah sebuah kegiatan yang mendesak untuk segera dilaksanakan. Secara eksplisit, landasan yuridis penataan ulang kurikulum diungkapkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010. Pasal 67 Ayat (3) PP 17/2010 merumuskan tujuan pendidikan dasar sebagai membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang; (1) beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan berkepribadian luhur; (2) berilmu, cakap, kritis, kreatif, dan inovatif; (3) sehat, mandiri, dan percaya diri;dan (4) toleran, peka sosial, demokratis, dan bertanggung jawab. Ketetapan yang dirumuskan pada Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 ini jelas menunjukkan perlu ada penyempurnaan dan penguatan kurikulum. Penguatan kurikulum dengan pendidikan kewirausahaan tertuang secara jelas dalam Peraturan Pemerintanh No. 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014. Pembelajaran aktif menjadi penting dikembangkan karena tertuang dalam Intruksi Presiden Republik Indonesia No. 1 Tahun 2010 tentang percepatan pelaksanaan prioritas pembangunan nasional. Kata Kunci: penguatan kurikulum, pendidikan kewirausahaan, pembelajaran aktif, karakter bangsa STRENGTHENING THE CURRICULUM USING ENTREPRENEURSHIP EDUCATION AND ACTIVE TEACHING AND LEARNING TO DEVELOP THE NATION?S CHARACTER Abstract: Restructuring the curriculum is an activity that urgently needs execution. Legal basis for restructuring the curriculum is explicitly revealed in Act No. 20 of 2003 and Government Regulation No. 17 of 2010. Article 67 Verse (3) of the Government Regulation formulates the goal of basic education to build the foundation for developing the learners? potentials so that they can become humans beings who are (1) faithful and devoted to the One and Only God, having noble morality and respectable personality; (2) knowledgeable, intelligent, critical, creative, and innovative; (3) healthy, autonomous, and self-confident; and (4) tolerant, socially sensitive, democratic, and responsible. The decree formulated in the Government Regulation No. 17 of 2010 clearly shows the need for improving and strengthening the curriculum. Strengthening the curriculum by entrepreneurship education is explicitly mentioned in the Government Regulation No. 5 of 2010 on the Middle-Term National Development Plan of 2010-2014. Meanwhile, active teaching and learning needs to be developed as it is written in the Indonesian Presidential Instruction No. 5 of 2010 on the enhancement of the implementation of the national development priorities. Keywords: strengthening the curriculum, entrepreneurship education, active teaching and learning, the nation?s character