Rosmayati Rosmayati
Universitas Sumatera Utara

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

UJI BEBERAPA VARIETAS TOMAT (LYCOPERSICUM ESCULENTUM MILL.) TERHADAP SALINITAS Siregar, Luthfi Aziz Mahmud; Rosmayati, Rosmayati; Julita, Julita
Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.557 KB)

Abstract

Suatu kajian yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan beberapa varietas tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) untuk beradaptasi pada lingkungan salinitas tinggi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, dengan faktor pertama terdiri dari 3 (tiga) varietas tanaman tomat, yaitu varietas Permata, Monica dan Jelita. Faktor kedua terdiri dari konsentrasi garam NaCl, yaitu 150, 300, 450, 600 dan 750 ppm. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga, jumlah buah per tandan, jumlah  buah per tanaman, produksi per sample, produksi per plot, berat rata-rata buah dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan varietas berbeda berpengaruh nyata terhadap peubah amatan tinggi tanaman (2, 3, 4, 5 minggu setelah tanam), sedangkan pemberian garam NaCl berpengaruh nyata terhadap peubah amatan tinggi tanaman (4 dan 5 minggu setelah tanam), jumlah buah per tandan, jumlah buah per tanaman, produksi per sampel (g) dan produks per plot (g). Interaksi dari perlakuan varietas dan pemberian garam NaCl berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah amatan yang diamati. Kata kunci: Lycopersicum esculentum Mill., salinitas, varietas.
UJI DAYA KETAHANAN BEBERAPA VARIETAS CABE MERAH (CAPSICUM ANNUM L.) TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSE (GLOEOSPORIUM PIPERATUM ELL. ET. EV.) Rosmayati, Rosmayati
Jurnal Agrista Vol 12, No 2 (2008): Volume 12 Nomor 2 Agustus 2008
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.626 KB)

Abstract

Testing of Some Varieties to Antracnose Diseases (Gloeosporium piperatum Ell. et. Ev.)ABSTRACT. One of the limiting factors to develop chilly in Indonesian is antracnose disease. This fungi attacked either young or mature of pod chilly. It was caused by Gloeosporium piperatum. This study were carried out in green house, Faculty of Agriculture, University of North Sumatera. The objective of this research is to find the resistant varieties to antracnose disease and high yield performance. This study arranged in Randomized Block Design (RBD) with 3 replications, respectively. The result showed that varieties King, TM-999, Kingehili, and Taro were more resistant to antracnose disease. While, Northredstar expressed slightly resistant, Taro, Northrestar, King, Kingehili dan TM-999, produced the highest, while Laris produced the lowest yield.
RADIOSENSITIVITY AND THE INFLUENCE OF GAMMA RAYS IRRADIATION ON LOCAL SAMOSIR SHALLOTS Sinuraya, Mariati; Rosmayati, Rosmayati; Hasanuddin, Hasanuddin; Hanafiah, Diana Sofia
Proceedings of The Annual International Conference, Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Vol 5, No 2 (2015): Life Sciences
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.3 KB)

Abstract

Bulbs  of    localSamosir  Shallot  with  the  weight  ranging  from  1,3  to1,7  g  were  irradiated  by  several doses of gamma rays in order to investigate the radiosensitivity and the effects of irradiatons on the plants. Dry bulbs 2,5 months after harvest were exposed to gamma raysradiation ranging from 0 Gy to  20  Gy  to  determine  their  responses  to  radiation  stress  and  the  effective  radiation  dose  for identification of Lethal dose 50 (LD50). Percentage of shoot growth was measured on 35th days after planting. The variation in morphological and agronomic characters were also determined.  The results indicated  that  increasing  doses  of  gamma  irradiation  had  significant  effect  on  shoot  growth. Increasing  in  gamma  rays  doses  from  0  Gy  to  11Gy  had  little  effect  on  percentage  of  shoot growth.With  the  increase  in  radiation  dosesabove  11Gy,  agreat  reduction  in  percentage  of  shoot growth  was  observed  in  irradiated  bulbs  as  compared  to  control.  The  LD50  values  of  local  Samosir Shallot  determined  from  linear  regression  analysis  (using  Curve-fit  Analysis    software)  based  on percentage  of  regenerated  shoot  growth  was  11.60  Gy.  There  were  also siqnificantdifferenciesbetweenregenerated  plants  growth  from  irradiated  bulbs  and  control (unirradiated).Treated bulbs produced shorther plant lenght and less leave number
ANALISA PERTUMBUHAN VEGETATIF KEDELAI HIBRIDISASI GENOTIPA TAHAN SALIN DENGAN VARIETAS ANJASMORO UNTUK MENDUKUNG PERLUASAN AREAL TANAM DI LAHAN SALIN Rosmayati, Rosmayati; Rahmawati, Nini; Astari, Retno; Wibowo, Fachrina
Pertanian Tropik Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Pasca Sarjana FP USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.513 KB)

Abstract

Peningkatan produksi kedelai perlu terus diupayakan, salahsatunya dengan memanfaatkan lahan marginal seperti tanah salin. Pemuliaan tanaman sangat diperlukan untuk menghasilkan varietas unggul, salah satunya dengan hibridisasi dan seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan vegetatif hasil hibridisasi genotipa kedelai tahan salinitas dengan varietas anjasmoro untuk mendukung perluasan areal tanam di lahan salin. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan percobaan Fakultas Pertanian dengan menggunakan media tanam tanah salin dengantingkatsalinitas 5-6 mmhos/cm yang dilakukan pada bulan September 2014 sampai dengan Mei 2015. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan pertumbuhan vegetatif mulai F1 sampai F2. Penurunan pada F2 sangat berbeda nyata dengan tinggi tanaman, jumlah cabang masing-masing sekitar 33% dan 46%, sedangkan umur berbunga pada 31 hari, lebih cepat 4 hari dibandingkan dengan kondisi optimum. Penurunan kandungan klorofil a, b dan total sebesar masing-masing 26%, 12% dan 7,1%. Namun hanya kandungan klorofil a yang penurunannya berbeda nyata dengan kondisi optimum. Dengan nilai heritabilitas tinggi tanaman, jumlah cabang dan umur berbunga masing-masing 0,2; 0,9; 0,3; menunjukkan adanya potensi genetik tanaman untuk dikembangkan di lahan salin untuk mendukung perluasan areal tanam kedelai di lahan salin.Kata Kunci: Kedelai, Pertumbuhan Vegetatif, Hasil Hibridisasi,Tahan Salin
PROFIL KARAKTER TANAMAN PADI POPULASI BULK GENERASI F4 PADA KONDISI KAHAT HARA NPK Hatta, Muhammad; Rosmayati, Rosmayati
Jurnal Floratek Vol 10, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.636 KB)

Abstract

High dependence of rice farming on chemical fertilizers has an adverse impact on environment and the economy. Thus, it is necessary to develop varieties that are tolerant to low nutrient conditions. This experiment was arranged in a randomized block design with a total sample of 88 plants. The results showed that grain weight per panicle was the variable that has the highest diversity, followed by the number of leaf chlorosis per productive tillers and number of panicles. Plant height was a variable that has the lowest diversity. Moreover, the number of panicles showed significant positive skewness, which indicates that the number of panicles have complementary gene interaction. Plant height, number of leaf chlorosis per productive tiller, and number of panicles had positive kurtosis values, which indicate that these variables are controlled by a few genes. In contrast, grain weight per panicle, number of tillers, and the number of leaves had negative kurtosis values, which indicate that these variables are controlled by many genes. F4 bulk population gave 32 clusters, which indicate that this F4 population has a high variation among individuals. 
STUDI BIOLOGI PLEISISPA REICHI CHAP. (COLEOPTERA: CRHYSOMELIDAE) DI LABORATORIUM Bakti, Darma; Rosmayati, Rosmayati; Sufryiadi, Sufryiadi
Jurnal Agrista Vol 13, No 1 (2009): Volume 13 Nomor 1 April 2009
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1275.383 KB)

Abstract

Biological Study of Pleisispa reichi Chap. (Coleoptera: Crhysomelidae) in LaboratoryABSTRACT. Pleisispa reichi is a mein pest of coconut in Indonesia. This beetle attacked the young leaves. The objective of this research id to know the biological aspect of this beetle on coconut leaves. This studies were conducted in Laboratory of plant pest and disease, Faculty of Agriculture, North Sumatera level. The result showed that female produced 43.40±9.86 eggs with hatching 80.77±6.95%. Larvae had 3 instars with duration 22.80±0.79 days. The age of pupae 5.30±0.71 days. While the age of female and male, 70.90±4.55 and 73.90±4.55 days, respectively. Copulation occurred when imagoes age 13-14 days. The length and wide size of eggs were 5.90±0.56 and 1.95±0.20 mm. The length larvae of instar 1, 2, and 3 were 4.05±0.37, 6.00±0.53, and 9.05±0.55 mm. While the width were 0.95±0.16, 1.35±0.24, and 1.85±0.24 mm. The measure of length and width of pupa were 8.75±0.49 and 1.80±0.26 mm. While the length and width size of male was 8.35±0.58 mm and 1.90±0.21 mm and the female was 9.75±0.54 mm and 2.20±0.26 mm. In life table showed that the net of reproduction rate (Ro) = 11.02. While the intrincic rate of reproduction (r) was 0.070 and Tc was 34.30. It means that the beetle had survival rate was 34.30%.
PENDUGAAN PEWARISAN GENETIK KARAKTER MORFOLOGI HASIL PERSILANGAN F2TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merr. PADA CEKAMAN SALINITAS Wibowo, Fachrina Rina; Rosmayati, Rosmayati; Damanik, Revandy I.M.
Pertanian Tropik Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Pasca Sarjana FP USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.065 KB)

Abstract

Salinitas menjadi salah satu ancaman bagi sistem produksi bahan pangan, termasuk kedelai.Salah satu strategi untuk mengatasi dan mengeliminasipenurunan  produksi  kedelai  akibat  meluasnya salinitas adalah merakit varietas toleran  salinitas melalui persilangan.Seleksi merupakan tahap yang sangat menentukan keberhasilan tujuan pemulia dalam perakitan varietas unggul, dimana progeni yang terpilih berdasarkan mekanisme toleransi selanjutnya akandigunakan dalam perakitan varietas kedelai tahan salinitas dan berdaya hasil tinggi.Tujuan dari penelitian ini untuk menduga pewarisan genetik karakter morfologi hasil persilangan F2tanamankedelai pada cekaman salinitas. Penelitian dilaksanakan di Rumah kasa kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, pada bulan Februari 2015 sampai dengan November  2015. Benih yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh benih F2 kedelai dari dua hasil persilangan, Varietas Anjasmoro (A) dan Grobogan (G) sebagai tetua betina dan varietas Grobogan yang telah mengalami beberapa tahap seleksi teruji tahan salinsebagai tetua jantan (N1, N2, N3, N4, N5) sehingga didapatkan 9 kombinasi genotipe hasil persilangan yaitu: AxN1, AxN3, AxN4, AxN5, GxN1, GxN2, GxN3, GxN4, GxN5 selanjutnya benih F2 tetua Anjasmoro, Grobogan, dan tetua N. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah analisa Statistik Deskriptif, diman uji kenormalan sebaran data dan frekuensi genotipe generasi F2dilakukanuntuk masing-masing karakter dilanjutkan dengan uji heritabilitas. Hasil penelitian didapat pada hasil persilangan dari keempat karakter yang kemungkinan besar dapat terwariskan adalah karakter jumlah daun dan bobot biji per tanaman pada persilangan GxN.   Kata Kunci: Pewarisan genetik, kedelai, Salinitas, karakter morfologi
KEMAJUAN GENETIK, HERITABILITAS DAN KORELASI BEBERAPA KARAKTER AGRONOMIS PROGENI KEDELAI F3 PERSILANGAN ANJASMORO DENGAN GENOTIPE TAHAN SALIN Astari, Retno Puji; Rosmayati, Rosmayati; Basyuni, M.
Pertanian Tropik Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Pasca Sarjana FP USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.712 KB)

Abstract

Konsumsi kedelai di Indonesia terus meningkat sejalan dengan bertambahnya penduduk. Akan tetapi produksi kedelai di Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Peningkatan produksi kedelai perlu terus diupayakan. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan marginal seperti tanah salin. Pemuliaan tanaman sangat diperlukan untuk merakit tanaman tahan salin dan berproduksi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemajuan genetik melalui heritabilitas dan korelasi karakter agromonis pada progeni kedelai F3 tahan salin dalam upaya perakitan varietas tahan salin. Penelitian dilaksanakan di Lahan percobaan Fakultas Pertanian USU menggunakan media tanam tanah salin dengan tingkat salinitas 5-6 mmhos/cm yang dilakukan pada bulan Oktober 2015-Januari 2016.Hasil penelitian menunjukkan persentase tumbuh benih tanah salin rendah, pada progeni F3, tetua betina dan jantan masing-masing hanya sebesar 9.39%; 15% dan 15%. Keragaman fenotipe dan genotipe yang luas untuk tinggi tanaman (cm), jumlah ruas (buah), umur berbunga (hari), umur panen (hari), jumlah polong (buah), jumlah biji (butir) dan bobot 100 biji (g), sedangkan keragaman fenotipe sempit pada jumlah cabang (buah) dan bobot biji (g). Nilai dugaan heritabilitas antara 0.05-0.99, heritabilitas tinggi pada tinggi tanaman (cm), jumlah ruas (buah), umur panen (hari), jumlah polong (buah), jumlah biji (butir), bobot biji (g) dan bobot 100 biji (g) dengan kemajuan genetik antara 4,81%-81,04%. Korelasi bobot biji nyata hampir pada seluruh karakter kecuali umur panen. Hasil keragaman, heritabilitas dan korelasi menunjukkan seleksi pada F3 sudah dapat dilakukan karena memiliki keragaman tinggi yang didominasi oleh sifat genetik. Berdasarkan intensitas seleksi 20% terseleksi 10 tanaman F3 tahan salin.Kata kunci: Kemajuan genetik, heritabilitas, korelasi, kedelai progeni F3 tahan salin
UJI KETAHANAN KLON KARET IRR SERI 400 TERHADAP BEBERAPA ISOLAT PENYAKIT GUGUR DAUN COLLETOTRICHUM Pasaribu, Syarifah Aini; Rosmayati, Rosmayati; Sumarmadji, Sumarmadji
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 33, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v33i2.178

Abstract

Perakitan klondengan produktivitas tinggi, pertumbuhan jagur, resisten terhadap penyakit gugur daun serta memiliki daya adaptabilitas luas adalah tujuan pemulian karet.Klon IRR seri 400 merupakan calon klon unggul seri IRR berikutnya yang memiliki potensi produksi melebihi klon PB 260.Khusus untuk ketahanan penyakit, pendekatan dengan perakitan klon tahan juga telah dilakukan, yaitu  menyilangkan tetua yang memiliki potensi produksi tinggi dan tahan penyakit.  Penyakit gugur daun Colletothricum merupakan salah satu penyakit terpenting pada tanaman karet.Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Colletothricumgloeosporioides.Gangguan penyakit ini dapat menurunkan produktivitas kebun, tertundanya saat okulasi di pembibitan,dan dalam serangan yang berat mengakibatkan bibit cacat, kerdil bahkan mati. Oleh karena telah dilakukan penelitian di Balai Penelitian Sungei Putih di kebun Entres untuk mengetahui ketahanan 22 klon IRR seri 400 dan klon pembanding PB 260.Parameter yang diamati adalah intensitas serangan dan periode laten, kemudian untuk melihat sifat ketahanan, dicari nilai heretabilitas (h2) dengan membandingakan ragam genetik dan ragam lingkungan terhadap parameter pengamatan. Terseleksi enam klon yang memiliki tingkat ketahanan yang tinggi terhadap intensitas serangan Colletotrichumyaitu IRR 428, IRR 429, IRR 446, IRR 451 dan IRR 452. Tidak adanya interaksi antara isolat dengan klon karena jenis isolat yang digunakan adalah Colletotrhicumgloeosporioides.Tingkat ketahanan dipengaruhi oleh klon yang dicerminkan dari nilai heretabilitas tinggi yaitu >0,5. Diterima : 10 Juli 2015; Direvisi : 8 September 2015; Disetujui : 25 September 2015 How to Cite : Pasaribu, S. A., Rosmayati., & Sumarmadji. (2015). Uji ketahanan klon karet IRR seri 400 terhadap beberapa isolat penyakit gugur daun Colletotrichum. Jurnal Penelitian Karet, 33(2), 131-142. Retrieved from http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/178 
Self-Efficacy dan Konformitas dengan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Rosmayati, Rosmayati; Sunawan, Sunawan; Saraswati, Sinta
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-efficacy dan konformitas dengan prokrastinasi akademik mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Semarang baik secara parsial maupun secara bersama-sama. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional. Sampel yang digunakan berjumlah 125 dari populasi 284 mahasiswa dengan teknik pengambilan sampel simple random  sampling. Adapun teknik analisis data menggunakan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara self-efficacy dengan prokrastinasi akademik memiliki hubungan yang signifikan (R= 0,565, F(3,121) = 18,903, p = <0,01), kemudian antara konformitas dengan prokrastinasi akademik tidak memiliki hubungan yang signifikan (R= 0,030, F(5,116) = 1,265, p = >0,05). Sedangkan antara self-efficacy dan konformitas dengan prokrastinasi akademik memiliki hubungan yang signifikan (R = 0,595, F(18,903) = 7,957, p = <0,01). Berdasarkan hasil penelitian guru Bimbingan dan Konseling disarankan memberikan layanan BK untuk menurunkan prokrastinasi akademik melalui pengembangan self-efficacy dan konformitas.   This study aims to determine the relationship of self-efficacy and conformity with academic procrastination of students Guidance and Counseling State University of Semarang either partially or jointly. This research uses correlational quantitative design. The sample used is 125 from the population of 284 students with simple random sampling technique. The data analysis technique using regression. The results showed that between self-efficacy and academic procrastination had significant relationship (R = 0,565, F (3,121) = 18,903, p = <0,01), then between conformity with academic procrastination had no significant relationship (R = 0,030 , F (5,116) = 1,265, p = >0,05). While between self-efficacy and conformity with academic procrastination have significant relationship (R = 0,595, F (18,903) = 7,957, p = <0,01). Based om the results of research Guidance and Counseling teachers are advised to provide Guidance and Counseling services to decrease academic procrastination through the development of self-efficacy and conformity.