Articles

Found 19 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah

Pemetaan Tingkat Kerawanan Longsor Berdasarkan Curah Hujan dan Geologi Menggunakan Metode Fuzzy Logic Di Kecamatan Leupung Kabupaten Aceh Besar Lubis, Rasyid Alkhoir; Rusdi, Muhammad; Basri, Hairul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.29 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerawanan longsor di Kecamatan Leupung Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini dilakukan menggunakan SIG dengan Metode Fuzzy Logic. Curah Hujan dan Geologi sebagai variabel input dan tingkat kerawanan longsor sebagai variabel output metode fuzzy logic. Beberapa tahapan yang dilakukan dalam metode ini antara lain : fuzzyfication, inferensi dan defuzzyfication. Secara umum, tahapan penelitian persiapan, pra analisis data, analisis data dan output.. Penelitian ini dilakukan karena Kecamatan Leupung berbukit, berlereng, tersusun dari material sedimen termasuk batuan pegunungan dan memiliki curah hujan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kecamatan lainnya di lingkup Kabupaten Aceh Besar.Hasil penelitian memperoleh hasil bahwa Kecamatan Leupung didominasi dengan tingkat kerawanan longsor kategori rendah dan sedang. Tingkat kerawanan longsor rendah seluas 16.486,01 ha (97,97 %) dan tingkat kerawanan longsor sedang seluas 342,37 ha (2,03 %). Kedua faktor yaitu curah hujan dan geologi saling mempengaruhi sehingga membedakan nilai defuzzyfication serta kelas kerawanan longsor. Abstract. This study aims to determine the level of landslide vulnerability in Leupung District, Aceh Besar District. This research was conducted using GIS with Fuzzy Logic Method. Rainfall and Geology as input variables and landslide vulnerability as output variables fuzzy logic method. Some of the steps performed in this method include: fuzzyfication, inference and defuzzyfication. In general, the stages of preparatory research, pre-data analysis, data analysis and output. This research was conducted because the hilly Leupung District, the slopes, composed of sedimentary materials including mountainous rocks and had higher rainfall compared to other sub-districts in Aceh Besar .The result of this research is that Leupung District is dominated by low and medium category avalanche vulnerability. Low landslide vulnerability of 16,486.01 ha (97.97%) and moderate landslide vulnerability of 342.37 ha (2.03%). Both factors are rainfall and geology influence each other so as to distinguish the defuzzyfication value and the class of landslide vulnerability.
Sebaran Spasial Permeabilitas Tanah di Kecamatan Kota Jantho Kabupaten Aceh Besar Hakim, Maulana Abdul; Manfarizah, Manfarizah; Rusdi, Muhammad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.963 KB)

Abstract

Abstrak. Tanah, air, udara merupakan sumber daya alam utama yang sangat penting dalam kehidupan terutama dibidang pertanian. Oleh karena itu keadaan tanah harus selalu dijaga dan dilestarikan agar dapat dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya begitu juga dengan air dan udara yang berpengaruh terhadap pembentukan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat permeabilitas tanah terhadap erosi di Kecamatan Kota Jantho Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian menggunakan metode survei yang didasarkan pada hasil pengamatan di lapangan  dan analisis tanah di laboratorium, sedangkan analisis spasial menggunakan SIG dengan konsep Interpolasi. Hasil pengamatan di wilayah kajian didapatkan 4 kriteria tingkat permeabilitas yaitu sangat lambat, agak lambat, lambat, dan sedang.Spatial Distribution Of Land Permeability at Kota Jantho Sub-distrik Aceh BesarAbstract. Land, water, air are the most important natural resources in life, especially in agriculture. Therefore the condition of the soil should always be maintained and preserved in order to be utilized in accordance with its function as well as water and air that affect the formation of soil. This study aims to determine the level of soil permeability to erosion in Kecamatan Kota Jantho Kabupaten Aceh Besar. The research method used survey method based on field observation and soil analysis in laboratory, while spatial analysis using GIS with Interpolation concept. The result of observation in the study area found 4 criteria of permeability level that is very slow, somewhat slow, slow, and medium.
Analisis Penggunaan Lahan Basah Eksisting Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Kawasan Peri Urban Kota Banda Aceh (Studi Kasus: Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar) Sahputra, Desra; Rusdi, Muhammad; Sugianto, Sugianto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.178 KB)

Abstract

Abstrak. Penyimpangan penggunaan lahan sangat sering terjadi terhadap rencana tata ruang wilayah (RTRW). Daerah pinggiran kota merupakan wilayah yang banyak mengalami perubahan penggunaan lahan terutama perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi non pertanian. Adapun tujuan penelitian untuk menganalisis tingkat keselarasan penggunaan lahan basah eksisting di Kecamatan Darul Imarah berdasarkan RTRW. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survai. Sedangkan analisis data spasial menggunakan SIG dengan konsep extract, overlay dan reclassify. Hasil kajian menunjukkan sebesar 583,94 ha (86,68%) sawah eksisting di kawasan kajian telah selaras dengan RTRW dan yang tidak selaras yaitu sebesar 0,15 ha (0,02%). Sementara 89,57 ha (13,3%) sawah eksisting lainnya ditemukan belum selaras dengan RTRW Kabupaten Aceh Besar tahun 2012-2032.The Use of Existing Wetland Analysis Based On Spatial Planning in Peri Urban Area in Banda Aceh (Case study: Darul Imarah Subdistrict Aceh Besar Regency)Abstract. The deviation of land use is very frequent happened to spatial planning. Suburban areas are areas which undergo many changes in land use, especially changes in the use of agricultural land to non-agricultural. The purpose of the research is to analyze the aligned level of the existing wetland use in Darul Imarah sub-district based on spatial planning. The method used in this research was descriptive method with survey technique. While the spatial data analysis was using GIS with extract, overlay and reclassify concept. The result of the study showed that 583.94 ha (86.68%) of the existing fields in the study area were aligned with the RTRW and the non-aligned ones were 0.15 ha (0.02%). Meanwhile, 89.57 ha (13.3%) of other existing rice fields had not been aligned with the spasial planning of Aceh Besar Regency in 2012-2032.
Perubahan Lahan Pertanian dan Kehutanan di Kota Langsa dalam Kurun Waktu 10 Tahun (2007-2016) Rahmatika, Siti; Syakur, Syakur; Rusdi, Muhammad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.476 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan penggunaan lahan pertanian dan kehutanan yang terjadi di masing-masing Kecamatan yang ada di Kota Langsa dalam waktu 10 tahun, mulai dari tahun 2007 sampai 2016. Teknik yang digunakan yaitu digitasi pada citra satelit Kota Langsa masing-masing tahun 2007 dan 2016 pada aplikasi Arc.Gis 10.3. Hasil penelitian didapatkan ada empat kelas lahan pertanian dan kehutanan yaitu persawahan, perkebunan, tambak, dan kehutanan yaitu hutan mangrove dengan  total perubahan lahan keseluruhan di Kota Langsa yaitu 210,09 ha dengan rincian per kecamatan yakni Kecamatan Langsa Timur 47,19 Ha, Langsa Lama 35,68 ha, Langsa Barat 62,86 ha, Langsa Baro 48,87 ha, dan Langsa Kota 15,49 ha.The Changes of Agricultural and Forest Land Use in Langsa City During 10 years (2007 – 2016)Abstract. The research aim is to study the changes in agricultural and forest land use that occurred in each sub-district of Langsa City within 10 years, started from 2007 to 2016. The change of land use detected by observing and digitizing the satellite images of Langsa City in 2007 and 2016 with the Arc.Gis 10.3 application. The results showed that there were four classes of agricultural dan forest land namely rice fields, plantations, ponds, and forestry, namely mangrove forest, with total of land use changes in Langsa city is 210.09 ha i.e. Langsa Timur 47.19 ha, Langsa Lama 35.68 ha, Langsa Barat 62.86 ha, Langsa Baro 48.87 ha, and Langsa Kota 15.49 ha.              
Analisis Kecukupan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Berdasarkan Rencana Detail Tata Ruang Kota Bireuen Pohan, Danil Fahreza; Rusdi, Muhammad; Sugianto, Sugianto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.514 KB)

Abstract

Abstrak. Pesatnya pertumbuhan penduduk dan tingginya perkembangan pembangunan, menyebabkan banyaknya kawasan yang beralih fungsi menjadi kawasan yang bukan peruntukan yang sesuai yang telah ditetapkan oleh pemerintah termasuk ruang terbuka hijau (RTH) yang berfungsi untuk menunjang kualitas hidup masyarakat di dalam suatu kota baik dari segi lingkungan maupun kesehatan. Pesatnya perkembangan suatu kota tentu banyak menarik minat masyarakat untuk pindah menuju kota tersebut, semakin meningkatnya jumlah penduduk tentu juga meningkatkan kebutuhan akan oksigen. Untuk itu Kota Bireuen dituntut mampu menyediakan RTH untuk mengimbangi kebutuhan oksigen masyarakat kota itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung ketersediaan RTH yang direncanakan di dalam RDTR Kota Bireuen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada lah metode deskriptif dengan teknik survai. Sedangkan analisis kecukupan RTH menggunakan rumus berdasarkan luas daerah dibagi dengan RTH yang tersedia. Hasil perhitungan analisis RTH di dapat bahwasannya RTH Kota Bireuen sebesar 46,96%.Kata Kunci: Bireuen, RTH, RDTR Abstrack. The rapid growth of population and the high development of the developmental, causing the number of areas that switch functions to areas that are not appropriate designation established by the government including green open space (GOS) that serves to support the quality of life of people in a city both in terms of environment and health . The rapid development of a city would attract many people to move to the city, the increasing number of people of course also increases the need for oxygen. For that Bireuen City is required to provide GOS to compensate for the oxygen needs of the people of the city itself. This study aims to calculate the planned GOS availability in the DSP of Bireuen City. The method used in this research is descriptive method with survey technique. While the analysis of GOS adequacy using the formula based on the area divided by the available GOS. The calculation result of GOS analysis can be that the GOS of Bireuen City is 46.96%.Keyword: Bireuen, GOS, DSP
Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Kelapa Sawit Dari 2012 – 2016 di Kecamatan Langsa Lama Iqbal, Muhammad Husyaini; Helmi, Helmi; Rusdi, Muhammad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.132 KB)

Abstract

Abstrak. Kelapa sawit adalah komoditas pertanian yang populer saat ini. Indonesia sebagai negara pengekspor minyak sawit terbesar di dunia dengan Malaysia. Kondisi daerah yang relatief datar menjadikan Kecamatan Langsa Lama sebagai tempat yang cocok untuk perkebunan kelapa sawit. Kajian perubahan penggunaan lahan berkembang sangat cepat dan menghasilkan banyak pendekatan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung laju perubahan luas lahan kelapa sawit dari tahun 2012- 2016 di Kecamatan Langsa Lama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada lah metode deskriptif dengan teknik survai. Sedangkan analisis perubahan gunakan rumus/formula untuk menghitung laju perubahan kelapa sawit.  Hasil  perhitungan  analisis  di  dapat  bahwasannya  perubahan penggunaan  lahan  kelapa sawit di Kecamatan Langsa Lama 2012-2016 sebesar 81 Hektar.Analysis Of Changes In Palm Oil Land Use From 2012 to 2016 In Langsa Lama District Abstract. Palm oil is a popular agricultural commodity today. Indonesia is the largest palm oil exporter in the world with Malaysia. Regional conditions that are relatively flat make Langsa Lama District a suitable place for oil palm plantations. The study of land use change developed very quickly and produced many approaches. This study aims to calculate the rate of change in the area of oil palm from 2012-2016 in the District of Langsa Lama. The method used in this study is descriptive method with survey technique. While the change analysis uses a formula / formula to calculate the rate of change of oil palm. The results of the calculation of the analysis can be explained that changes in the use of oil palm in the District of Langsa Lama 2012-2016 amounted to 81 hectares.
IDENTIFIKASI TUTUPAN LAHAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT DI KAWASAN TAMAN BURU LINGGA ISAQ, KABUPATEN ACEH TENGAH Tawarnate, Putri; Moulana, Ryan; Rusdi, Muhammad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13752

Abstract

Abstrak.Taman Buru Lingga Isaq merupakan habitat bagi banyak satwa liar potensi yang ada didalam kawasan tersebut mulai dari hasil hutan kayu dan hasil hutan bukan kayu. Keberlangsungan kawasan Taman Buru Lingga Isaq dipengaruhi oleh keadaan tutupan lahan. Untuk mengidentifikasi tutupan lahan yang berada dikawasan Taman Buru dengan menggunakan citra satelit bing maps atau foto udara. Penelitiaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi tutupan lahan dan memetakan tutupan lahan. Metode yang digunakan yaitu interpretasi citra secara visual. Hasil klasifikasi tutupan lahan di kawasan Taman Buru Lingga Isaq didapati enam kelas tutupan lahan. Identification Of Land Cover Using Satellite Imagery In The Area Of The Lingga Isaq Park, Central Aceh DistrictAbstract. Lingga isaq park is a habitat for many potential wildlife in the area ranging from timber forest products and non-timber forest products. The sustainability of the isaq phallus hunting park area is influenced by the state of land cover. To identifty land cover within the hunting park area using satellite maps of bing maps or aerial photographs. This study aims to odentify land cover and map land cover. The method used is visual image interpretation. The results of the classification of land cover in area of the hurry lingga isaq park found six classes of land cover 
KLASIFIKASI VISUAL ON SCREEN CITRA SATELIT UNTUK PENGGUNAAN LAHAN (STUDI KASUS: KOTA LHOKSEUMAWE) Ulfayani, Ulfayani; Syakur, Syakur; Rusdi, Muhammad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v4i1.9933

Abstract

Abstrak.  Perencanaan dan penataan kembali penggunaan lahan diperlukan dengan pertumbuhan penduduk yang cepat. Penggunaan lahan yang bersifat dinamis serta pertumbuhan jumlah penduduk mendorong untuk dilakukannya perencanaan dan pemantauan pemanfaatan ruang di suatu lokasi daerah yang berdekatan dengan kota. Hal tersebut sangat mempengaruhi tingkat kepadatan penduduk dan perubahan penggunaan lahan yang terjadi. Adapun tujuan penelitian adalah untuk memetakan penggunaan lahan di Kota Lhokseumawe. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survey. Hasil kajian menunjukkan penggunaan lahan yang terbesar yaitu RTH (Ruang Terbuka Hijau) dengan luas 5.613,92 ha (38,64%) dan penggunaan lahan yang paling kecil yaitu PPI (Pangkalan Penampungan Ikan) dengan luas 3,23 ha (0,02%) dari luas keseluruhan wilayah.(Visual Classification on Screen Satellite Imagery for Land Use (Study Case: Lhokseumawe City)Abstract. Planning and realignment of land use is needed with rapid population growth, dynamic land use and population growth encourage planning and monitoring of spatial use in a location near the city. This greatly affects the level of population density and land use changes that occur. The research objective is to map the land use in Lhokseumawe City. The method used in this research is descriptive method with survey techniques. The results of the study show the largest land use namely green space with an area of 5,613.92 ha (38.64%) and the smallest land use namely fish shelter base with an area 3,23 ha (0,02%) of the total area.
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TAHUN 2005/2019 SETELAH TSUNAMI STUDI KASUS DI PULAU BUNTA Musliani, Sartika; Karim, Abubakar; Rusdi, Muhammad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13819

Abstract

Abstrak. Pulau Bunta menjadi salah satu kawasan dengan kerusakan terparah pasca bencana tsunami, hingga merusak semua bangunan pemukiman warga, fasilitas seperti dermaga dan jalan, serta lahan perkebunan warga dan sebagian vegetasi hutan pesisir. Pasca tsunami lahan di Pulau Bunta yang terkena bencana perlahan dilakukan rehabilitasi kembali. Pemanfaatan lahan tersebut dipengaruhi oleh kondisi alamiah maupun kebijakan Pemerintah terkait dengan potensi yang ada, termasuk pemanfaatan lahan pada kawasan pulau-pulau kecil seperti halnya Pulau Bunta.  Adapun perencanaan tata guna lahan pada kawasan pulau-pulau kecil diatur dalam Pasal 27 ayat (2) UU No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, 2010). Perubahan pada tata guna lahan Pulau Bunta dapat diamati dengan metode digitasi visual on screen terhadap peta Pulau Bunta tahun 2005 dan 2019. Hasil deskripsi digitasi peta Pulau Bunta tahun 2005 dan 2019 menunjukkan terdapat banyak perubahan dari kerusakan semua bangunan dan vegetasi pada tahun 2005 hingga terdapat rumah-rumah warga, kantor desa, beberapa fasilitas seperti balai, toilet umum, dermaga, bangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), serta vegetasi Pulau Bunta yang sudah banyak berkembang sesuai dengan formasi vegetasi pantai berpasir.Kata kunci: Pulau Bunta, Penggunaan lahan, Tsunami. Land Use Changes in 2005/2019 after the Tsunami on Case Study at Bunta IslandAbstract. Bunta Island became one of the areas with the most severe damage after the tsunami, to damage all residential buildings, facilities such as docks and roads, as well as residents' plantations and some coastal forest vegetation. After the tsunami the land on the affected island of Bunta was slowly rehabilitated. Land use is influenced by natural conditions and government policies related to existing potential, including land use in small island areas such as Bunta Island. The land use planning in the area of small islands is regulated in Article 27 paragraph (2) of Law no. 27 of 2007 concerning Management of Coastal Areas and Small Islands (Government Regulation of the Republic of Indonesia, 2010). Changes to the land use of Bunta Island can be observed by visual digitizing method on the map of Bunta Island in 2005 and 2019. The results of the digitization map of Bunta Island in 2005 and 2019 show that there are many changes from damage to all buildings and vegetation in 2005 until there are houses residents' houses, village offices, several facilities such as halls, public toilets, jetties, solar power building (PLTS), and vegetation of Bunta Island which has developed in accordance with the formation of sandy beach vegetation.                                                                                   Keywords: Bunta Island, land use, Tsunami.
ANALISIS SPASIAL TANAMAN KOPI ARABIKA BERDASARKAN KETINGGIAN TEMPAT DI KABUPATEN GAYO LUES Syalahuddin, Tada; Sugianto, Sugianto; Rusdi, Muhammad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v4i2.11039

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan luas dan sebaran tanaman kopi arabika berdasarkan ketinggian tempat di Kabupaten Gayo Lues. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan teknik survei yang terdiri dari empat tahapan yaitu tahapan persiapan, pra pengolahan citra satelit, survey lapangan dan analisis data spasial. Adapun hasil dari penelitian ini diketahui bahwa sebaran tanaman kopi arabika yang dibudidayakan diatas ketinggian 1200 ? 1400 m dpl memiliki luas 757,83 ha, sedangkan tanaman kopi arabika yang ditanam di atas ketinggian 1600 ? 1800 m dpl memiliki luas 0,48 ha.Spatial Analysis of Arabica Coffee Plants Based on Altitude Place  in Gayo Lues RegencyAbstract. This study aims to map out the area and distribution of arabica coffee plants by altitude in the district of Gayo Lues. This research was conducted with descriptive methods with survey techniques consisting of four stages, namely the preparation stage, pre-processing of satellite images, field surveys and spatial data analysis. The results of this research note that the distribution of arabica coffee plants are cultivated on an altitude of 1200 - 1400 m dpl has an area of 757.83 ha, while arabica coffee plants grown above an altitude of 1600 to 1800 m dpl has an area of 0.48 ha.
Co-Authors Abdul Waris Abdullah Abdullah Abubakar Karim Adinda, Riska Anisum Anisum, Anisum Arnando, Roby Asliyani, Asliyani Asrial Asrial Bambang Hariyadi Barika, Barika Bariun, Hasyim Chandra, Uda Dedi Setiawan Deniyati, Deniyati Dewi Ningsih, Dewi Dody Dharmawan Trijuno, Dody Dharmawan Eliyani Eliyani Faizah, Nadya Fazlina, Yulia Dewi Febrin Aulia Batubara Hairul Basri Hakim, Maulana Abdul Haryati Haryati Hasanuddin Hasanuddin Hasnidar Hasnidar Haswandi Haswandi Hawa Liberna, Hawa Helmi Helmi Hugo Aries Suprapto, Hugo Aries Iqbal, Muhammad Husyaini Iriawan, Hermanu Irwan Irwan Izharudin Izharudin, Izharudin Jefri Marzal Jules Nurhatmi Jumriadi Jumriadi, Jumriadi Kahar Kahar, Kahar Kamid Kamid Khairi, Khairi Kurniawan, Antok Latif, Adam Latif, Adam Lubis, Nurmala Ramadhani Luther Sonda M. Ilyas Abubakar Manfarizah Manfarizah Mohd Sanusi S. Ahamad, Mohd Sanusi S. Muhammad Isa Munawar Khalil Musliani, Sartika Mustanir, Ahmad Nur Ida Pamela, Issaura Sherly Paryono Paryono Peri Oktiarmi Pohan, Danil Fahreza Pramanta, Reza Febri Purba, Rosderia Putra, Fadhi Maireza Putra, M.Mukhlas Adi Putri, Intan Ridha Rahmat, Agi Sugi Rahmatika, Siti Rasyid Alkhoir Lubis, Rasyid Alkhoir Rayandra Asyhar Rizki, Rachmatul Rosmalinda, Desy Rospida, Lela Ruhizal Roosli, Ruhizal Ryan Moulana Safiatur Rahman, Safiatur Sahputra, Desra Sasmita, Wilda Sepniyanti, Sepniyanti Sugianto Sugianto Supratomo, Supratomo Sutrisno, Muh Syaiful Syaiful Syakur Syakur Syalahuddin, Tada Tawarnate, Putri Ulfayani, Ulfayani Vianti, Rizka Wahab, Fajar Islam Yani, Achmad Yasin, Akhmad Yushinta Fujaya Zainal Usman Zulfikar Zulfikar