Rusnaldy Rusnaldy
Dosen Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 30 Documents
Articles

Found 30 Documents
Search

OPTIMASI PARAMETER PROSES BUBUT PADA BERBAGAI JENIS BAJA DENGAN MEDIA PENDINGIN COOLED AIR JET COOLING Febrianto, Muhammad Taufik Fitriadi; Rusnaldy, Rusnaldy
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses bubut merupakan proses permesinan yang digunakan untuk melakukan produksi khususnya untuk pemotongan berbagai jenis logam. Untuk meningkatkan produktivitas, maka dilakukan proses permesinan yang efisien yaitu dengan mengoptimalkan parameter-parameter proses pembubutan saat melakukan pemotongan pada beberapa jenis material logam. Beberapa parameter yang mempengaruhi proses bubut, antara lain putaran spindle, laju pemakanan dan kedalaman potong. Sampai saat ini media pendingin yang sering digunakan masih mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan dan tidak ramah lingkungan. Salah satu solusi yang diterapkan saat ini adalah penggunaan media pendingin udara berkecepatan tinggi yang didinginkan (cooled air jet cooling). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan kondisi parameter permesinan yang paling optimal untuk mendapatkan hasil terbaik dari kekasaran permukaan, temperatur pahat, dan konsumsi daya listrik mesin dari proses bubut baja St 40, St 60 dan stainless steel 304. Metode penelitian yang digunakan adalah secara eksperimental dan dianalisa menggunakan metode taguchi. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa untuk menghasilkan kekasaran permukaan yang halus diperoleh pada kondisi parameter putaran spindle 850 rpm, laju pemakanan 0.125 mm/rev, kedalaman potong 1 mm dan jenis material stainless steel 304. Temperatur pahat yang paling rendah diperoleh pada kondisi parameter putaran spindle 580 rpm, laju pemakanan 0.125 mm/rev, kedalaman potong 0.25 mm dan jenis material St 40. Dan konsumsi daya listrik mesin bubut paling rendah diperoleh pada kondisi parameter putaran spindle 580 rpm, laju pemakanan 0.125 mm/rev, kedalaman potong 0.25 mm dan jenis material stainless steel 304.
PENGARUH BENTUK PROYEKTIL TERHADAP KETAHANAN BALISTIK PADA PLAT BAJA TIPIS Anugra, Binar Ade; Rusnaldy, Rusnaldy; Haryanto, Ismoyo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengujian balistik dikembangkan untuk merancang suatu material anti peluru agar energi peluru yang dihasilkan dari proses penembakan dapat direduksi sebesar mungkin, yang kemudian dihubungkan dengan melihat fenomena yang terjadi akibat dari penetrasi yang diberikan oleh peluru pada suatu material target. Pada perngujiann kali ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jenis bentuk peluru terhadap ketahanan balistik suatu material target.Pada pengujian ini menggunakan peluru berkaliber 4,5 mm yang ditembakan menggunakan senapan angin dengan menggunakan peluru jenis conical, flat, dan hemispherical, dengan massa 0.53 g, 0.6 g, dan 0.54 g, dengan kekerarasan masing masing 5.93 VHN, 5.93 VHN, dan 6.93 VHN, yang melewati sebuah lintasan peluru menuju plat baja 0,2 mm & 0,4 mm dengan nilai kekerasan 481.7 VHN dan 245.93 VHN sebagai material target yang dicekam oleh sebuah jig. Dengan menganalisa dari sisi crater (keliling, tinggi, dan volume), deformasi peluru, dan kedalaman peluru menembus balok sebagai wujud data kualitatif dari besarnya enegi yang diserap oleh plat baja, sehingga menghasilkan kecepatan sisa. Dari setiap variasi tersebut menghasilkan jenis kegagalan berupa kegagalan ulet dengan pembesaran lubang. Peluru conical memberikan kerusakan terbesar sekaligus energi yang diserap oleh pelat sangat besar, sedangkan peluru jenis hemispherical adalah penetrator terbaik.
PENGARUH WAKTU PENAHANAN PROSES SINTERING TERHADAP NILAI KEKERASAN PRODUK EKSTRUSI PANAS DARI BAHAN BAKU GERAM ALUMINIUM HASIL PROSES PERMESINAN Pambudi, Bagus Sigit; Rusnaldy, Rusnaldy; Iskandar, Norman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research have a purpose to find out effect of hold time in sintering process about density, hardness value and microstructure from recycling aluminium with powder metallurgy process. Aluminium rod is on turning process produce aluminium chips and then is milling process produce powder with mesh 40. Compaction of aluminium powder until reach the green density with 20 mm length and 14 mm diameter continue with heating or sintering temperature is 350°C during 2, 3, 4, and 5 hours and then the specimen is extrude from 14 mm to 12 mm of diameter. Density and hardness value of aluminium with powder metallurgy process is examination. Result is indicate the longer time of hold time in sintering, density value is increase but hardness value is decrease and increase or coarsening of grain size.
ANALISA KECEPATAN SISA PROYEKTIL BERHIDUNG LANCIP DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Utomo, Pujo Wahyu; Haryanto, Ismoyo; Rusnaldy, Rusnaldy
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ballistic tests are needed to determine the phenomenon that occurs due to the penetration of bullets on the target material. Nowadays the development of ballistic tests aimed to design a bullet-proof material to be able to reduce as much as possible bullets energy which generated by the firing process. 3D simulation has been performed to study the ballistic resistance of ductile target collides with projectile with conical nose at normal collision. The angle formed between the target sheet and the projectile is 90o.The first simulation used 81,06 grams 4340 aluminum steel projectile which has Caliber-Radius-Head (CRH) 3,0, with 88.9 mm long and 12.9 mm in diameter. This projectile collides with the target plate which has a 6061-T6 aluminum material with a thickness of 26.3 mm. The second simulation used Weldok 460 E steel plate as a target with a thickness of 12 mm and a diameter of 500 mm, collides with hardened Arne projectile with 20 mm in diameter and 98 mm in length. The third simulation used 608 mm aluminum plate with 608 mm length of the plate.The results of this simulation are the ballistic limit velocities, and the results are later compared with the reference journal. The simulation of aluminum plate had 233 m/s ballistic limit velocity, the simulation of Weldox 460 E plate had 227 m/s ballistic limit velocity, and the simulation of 608 mm aluminum plate had 230 m/s ballistic limit velocity. Failures that occur on the aluminum plate 608 mm is because the rear surface of the plate occurs wave reflection. For further research is expected to examine ballistic limit velocity with other firing angle
PENGARUH PROSES EQUAL CHANNEL ANGULAR PRESSING (ECAP) TERHADAP STRUKTUR MIKRO ALUMINIUM Rais, Muhammad Khairul; Rusnaldy, Rusnaldy; Iskandar, Norman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jumlah laluan pada proses equal channel angular pressing (ECAP) terhadap struktur mikro aluminium. Batang aluminium dengan diameter 12 mm dan panjang 50 mm diberikan perlakuan 1, 3, 5, dan 7 kali proses ECAP pada cetakan ECAP dengan sudut 120°. Rute yang digunakan adalah rute A (tidak diputar). Proses ECAP dilakukan dengan menggunakan pelumas lithium molybdenum grease. Struktur mikro aluminium sebelum dan sesudah ECAP diamati dan dibandingkan. Hasilnya menunjukkan bahwa setelah 1x proses ECAP, butir aluminium terlihat menjadi lebih pipih dan seperti mengikuti satu garis lurus. Setelah 3x proses ECAP butir alumunium terlihat menjadi lebih halus. Sedangkan untuk spesimen hasil 5x dan 7x proses ECAP tidak terlihat perubahan struktur mikro yang signifikan pada alumunium
PENGARUH KONDISI PEMESINAN TERHADAP TEMPERATUR DAN DAYA PEMESINAN Widyastomo, Akbar; Rusnaldy, Rusnaldy
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cutting fluid adalah komponen yang sangat penting pada proses pemesinan (metal-cutting operation), selain untuk memperpanjang umur pahat cutting fluid dalam beberapa kasus mampu menurunkan gaya potong dan memperhalus permukaan produk hasil pemesinan. Kondisi pemesinan yang digunakan pada penelitian ini adalah pemesinan kering (tidak menggunakan cutting fluid), menggunakan cutting fluid dromus dan synthetic oil. Material benda kerja yang digunakan sebagai spesimen uji dalam penelitian ini adalah baja St 40. Dan untuk material pahat yang digunakan adalah berbahan PVD coated carbide. Untuk pengukuran temperatur dan daya pemesinan dilakukan dengan variasi kecepatan spindle yaitu 580, 850 dan 1400 rpm. Untuk gerak makan (feed) sebesar 0.204 mm/rev. Dan  depth of cut sebesar 1 mm. Dari pengujian tersebut diketahui kondisi pemesinan yang paling baik terhadap temperatur adalah kondisi pemesinan menggunakan cutting fluid synthetic oil. Sedangkan kondisi pemesinan yang paling baik terhadap daya pemesinan adalah kondisi pemesinan kering (dry).
UJI PERFORMANSI CUTTING FLUID PADA PROSES PEMESINAN DRILLING PLAT BAJA Kharisma, Bobby; Rusnaldy, Rusnaldy
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cutting fluid is a very important component in the process of machining (metal-cutting operation), in addition to extend tool life cutting fluid in some cases able to reduce cutting force and refine the product surface machining results.Machining conditions used in this study are machined dry (do not use cutting fluid) and by using cutting fluid dromus and synthetic oil. Workpiece material used as test specimens in this reserches is a steel JIS G3106 SM490YA. And for material of cutting tool used is made of High Speed Steel (HSS).To know the performance of the cutting fluid can be known from measurements such as tool wear generated. Tool wear measurement is done by use spindle speed 2500 rpm and perform ingestion 150 times for each tools and variable. Also, provide load 150 kg on drilling machine handle. From the testing will be known cutting fluid which has the best performance. Good performancecutting fluid is can decrease the friction between the cutting tool with the workpiece so that hasthe smallest tool wear generated so that it can extend cutting tool lifeCutting fluid is a very important component in the process of machining (metal-cutting operation), in addition to extend tool life cutting fluid in some cases able to reduce cutting force and refine the product surface machining results.Machining conditions used in this study are machined dry (do not use cutting fluid) and by using cutting fluid dromus and synthetic oil. Workpiece material used as test specimens in this reserches is a steel JIS G3106 SM490YA. And for material of cutting tool used is made of High Speed Steel (HSS).To know the performance of the cutting fluid can be known from measurements such as tool wear generated. Tool wear measurement is done by use spindle speed 2500 rpm and perform ingestion 150 times for each tools and variable. Also, provide load 150 kg on drilling machine handle. From the testing will be known cutting fluid which has the best performance. Good performancecutting fluid is can decrease the friction between the cutting tool with the workpiece so that hasthe smallest tool wear generated so that it can extend cutting tool life.
OPTIMASI PARAMETER PROSES BUBUT PADA BAJA ST 60 DENGAN MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI Careca, Fonsa; Rusnaldy, Rusnaldy
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampai saat ini, media pendingin yang dipakai pada proses pemesinan masih mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan operator dan tidak ramah lingkungan. Oleh sebab itu diperlukan media pendingin alternatif yang aman, ramah lingkungan, dan efisien dalam penggunaannya. Beberapa solusi yang dapat diterapkan adalah dengan menggunakan cooled air jet cooling dan pendingin nitrogen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pengunaan cooled air jet cooling, nitrogen, dromus pada proses permesinan dan mengoptimisasi parameter-parameter sehingga diperoleh temperatur pahat, kekasaran permukaan, dan daya permesinan yang minimum. Proses pemesinan yang digunakan adalah proses bubut dengan material St 60. Metode penelitian yang digunakan adalah secara eksperimental. Posisi penyemprotan overhead dan tekanan penyemprotan yaitu 3 bar untuk pendinginan cooled air jet cooling dan nitrogen. Berdasarkan hal tersebut, hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah diperoleh nilai kekasaran permukaan, suhu pahat, dan daya permesinan yang bagus dengan parameter pembubutan optimum hasil dari analisa percobaan metode Taguchi. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa kondisi permesinan yang yang optimal untuk menghasilkan kekasaran permukaan paling halus pada spindle speed 1400 rpm, feed rate 0.125 mm/rev, depth of cut 1 mm, dan cutting condition dromus. Kondisi permesinan yang optimal untuk menghasilkan temperatur pahat paling rendah pada spindle speed 580 rpm, feed rate 0.113 mm/rev, depth of cut 0.25 mm, dan cutting condition nitrogen. Sedangkan kondisi permesinan yang membutuhkan daya permesinan paling kecil pada spindle speed 580 rpm, feed rate 0.136 mm/rev, depth of cut 0.25 mm, dan cutting condition dromus.
ANALISA KEGAGALAN TERHADAP TUBE CRUDE OIL HEATER (FURNACE) Fauzie, Muhammad Miftahul; Rusnaldy, Rusnaldy
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat pipa yang mengalami kebocoran. Kegagalan pipa ini terjadi di dalam furnace pada bagian elbow-180o yang beroperasi secara terus menerus selama 3 tahun pada suhu 454oC ? 540oC. Pipa ini berfungsi untuk mengaliri minyak mentah (crude oil) menuju ke proses distilasi dalam industri pengolahan minyak. Secara visual tidak nampak keretakan diakibatkan oleh korosi, erosi dan kavitasi. Kemungkinan penyebabnya adalah creep failure atau thermal fatigue. Untuk membuktikan hal tersebut, maka dilakukan serangkaian pengujian seperti; pengujian komposisi kimia material, uji kekerasan Rockwell dan struktur mikro. Material uji sesuai dengan standar ASTM A 234 setelah dilakukan pengujian komposisi kimia material menggunakan spektrometer emisi. Retakan pada spesimen memperlihatkan retakan transgranular yang menunjukkan bahwa material ini adalah ductile yang merupakan ciri dari creep. Struktur mikro mengalami pembesaran dan perubahan fasa pada daerah retak yang menyebabkan terjadinya pelunakan. Hal ini diperkuat setelah dilakukan uji kekerasan yang menunjukkan perbedaan kekerasan yang terjadi pada daerah crack 94.25 HB dan 106.83 HB pada jarak ± 15 cm dari crack. Dapat disimpulkan bahwa material ini sesuai dengan standar ASTM A 234. Gejala retakan yang terjadi pada pipa diakibatkan oleh gejala creep pada material karena pipa beroperasi pada suhu yang tinggi dalam jangka waktu yang lama.
PENGARUH BENTUK DAN UKURAN GERAM SEBAGAI BAHAN BAKU TERHADAP KEKERASAN PRODUK EKSTRUSI PANAS Febrianto, Angga; Rusnaldy, Rusnaldy
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Machining process will always produce the chips. In general, Chips produced with indirect process will be removed, but sold and melted down again to get new material. Research and development division was expected to reduce the cost of manufactures products from raw materials by simple process and low energy so that, it can reduce the price of the product and customers will consider it. The research and engineering efforts required to design metal forming process that is expected to produce new materials with good quality use method compaction, sintering, and hot extrusion is proposed. Recycling aluminium chips from three several parameters turning were obtained with Feed rate 0.09 rev/min, Cutting speed 140 Rpm, (specimens one); Feed rate 0.459 rev/min, Cutting speed 320 Rpm, (specimens two); Feed rate 0.459 rev/min, Cutting speed 850 Rpm, (specimens three). This chips were cut until size of material is 40 mesh, then compacted by 20 ton force, sintering with temperature 440oC and terminated by hot extrusion. In order to determine the quality of products, there are several tests that must be used such as micro hardness test. The best micro hardness is 57.30 HV (top), 66.30 HV (under), 71.82 HV (edge), 58.40 HV (top inside), 58.70 HV (under inside). From these results show the higher feed rate and cutting speed will make micro hardness will be better.