Articles

Found 21 Documents
Search

KEMAMPUAN MENGKONSTRUKSI PETA KONSEP DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENGUASAAN KONSEP BIOTEKNOLOGI Purwianingsih, Widi; Rustaman, Nuryani Y; Redjeki, Sri
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains No 1 (2010): Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Tahun XV
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.076 KB) | DOI: 10.21831/jpms.v15i1.12199

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengukur efektivitas penggunaan peta konsep pada konsep-konsep yang mendasari bioteknologi terhadap penguasaan konsep. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa Pendidikan Biologi peserta mata Kapita Selekta Biologi SMA 1 dan 2 yang membahas 5 materi/konsep yang melandasi bioteknologi. Efektivitas penggunaan peta konsep diukur berdasarkan peningkatan nilai peta konsep dari satu materi ke materi berikutnya, serta berdasarkan hasil tes. Hasil penelitian menunjukkan, penguasaan konsep-konsep dasar bioteknologi meningkat seiring dengan nilai peta konsep.Kata kunci: bioteknologi, penguasaan konsep, peta konsep
IMPLEMENTATION OF QUANTUM PHYSICS INTRODUCTION AID ON VIRTUAL LABORATORIES TO IMPROVE PROFICIENCY GENERIC Manurung, Sondang R; Harahap, Mara Bangun; Rustaman, Nuryani Y; Brotosiswoyo, Benny Suprapto
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 2, No 2: NOVEMBER 2018
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.654 KB) | DOI: 10.21831/jk.v2i2.15136

Abstract

This study was aimed at determining the results of virtual laboratory implementation in the introduction of quantum physics in improving the generic proficiency of prospective teacher students. The research method used was quasi-experimental with pretest-posttest control group design. This design uses the determination of equivalent subjects between the experimental group and purposive control. This learning module consists of 2 types, namely computer program aided module that display the visualization of quantum physics symptoms and conventional learning modules. This study was carried out on a teacher training institution in Bandung, West Java. The research subjects were the sixth semester students of Physics Education in the Subject of Quantum Physics, year 2014/2015. The sample in the experimental group consisted of 15 students, while the control group consisted of 24 students. The experimental group students received the learning of quantum physics with a virtual laboratory, while the control group received conventional learning. The result shows that the use of virtual laboratories in the introduction of quantum physics is able to improve the generic skills of students.IMPLEMENTASI LABORATORIUM VIRTUAL DALAM PEMBELAJARAN PENDAHULUAN FISIKA KUANTUM UNTUK MENINGKATKAN KEMAHIRAN GENERIKAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil implementasi laboratorium virtua dalam pembelajaran Pendahuluan Fisika kuantum dalam meningkatkan kemahiran generik mahasiswa calon guru. Metode penelitian adalah eksperimen semu dengan pretest-posttest Control Group Design. Desain ini menggunakan penetapan subjek setara antara kelompok eksperimen dan kontrol secara purposif. Modul pembelajaran ini terdiri dari 2 jenis yakni modul yang mempergunakan program komputer yang menampilkan visualisasi gejala fisika kuantum dan modul pembelajaran konvensional. Penelitian ini dilaksanakan di LPTK di Kota Bandung Jawa Barat dengan subjek penelitian mahasiswa Semester VI Jurusan Pendidikan Fisika pada Mata Kuliah Fisika Kuantum Tahun Akademik 2014/2015. Sampel penelitian dalam kelompok eksperimen terdiri dari 15 orang mahasiswa. Kelompok kontrol terdiri dari 24 orang mahasiswa. Mahasiswa kelompok eksperimen menerima pembelajaran fisika kuantum dengan laboratorium virtual. Kelompok kontrol menerima pembelajaran konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan laboratorium virtual dalam pembelajaran pendahuluan fisika kuantum dapat meningkatkan kemahiran generik mahasiswa. 
Penerapan analogi pada perkuliahan genetika untuk menumbuhkan keterampilan penalaran ilmiah (scientific reasoning) Maryuningsih, Yuyun; Hidayat, Topik; Riandi, Riandi; Rustaman, Nuryani Y
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.437 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v6i2.9429

Abstract

Keterampilan penalaran ilmiah yang merupakan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang perlu dilatihkan pada mahasiswa calon guru untuk materi-materi genetika yang bersifat abstrak seperti topik materi genetik dan pindah silang. Penelitian ini merupakan studi pendahuluan dalam perancangan program perkuliahan genetika, untuk mengetahui penggunaan strategi dan metode yang tepat dalam beberapa materi genetika. Implementasi pembelajaran genetika dengan analogi diujikan secara terbatas pada tiga puluh tujuh mahasiswa Pendidikan Biologi yang mengambil mata kuliah genetika. Analogi dilakukan pada topik materi genetik dan pindah silang. Penerapan analogi pada model DNA dengan menggunakan bahan-bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan model DNA dan analogi pada pindah silang dengan menggunakan lilin malam/plasticine. Profil keterampilan penalaran ilmiah siswa diukur secara skoring pada model DNA untuk topik materi genetik dan pindah silang. Data dianalisis secara kualitatif untuk melihat profil siswa dalam penalaran ilmiah. Hasil dari penelitian ini bahwa penggunaan analogi dalam pembelajaran genetika dapat diterapkan pada topik materi genetik dan pindah silang. Analogies application of genetic course to arise scientific reasoning skills. Scientific reasoning skills were high-level thinking skills that need to be trained in prospective teacher students for abstract genetic material such as the topic of genetic material and crossovers. This research was a preliminary study in the design of the genetic lecture program, to find out the use of appropriate strategies and methods in some genetic material. The implementation of genetic learning by analogy was limitedly tested on thirty-seven Biology Education students who took genetics courses. The analogy was done on the topic of genetic material and crossovers. The application of analogies to DNA models using materials that can be used in making DNA models and analogies to crossovers using night candles/plasticine. Profiles of students' scientific reasoning skills are measured scoring on DNA models for the topic of genetic material and crossovers. Data were analyzed qualitatively to see students' profiles in scientific reasoning. The results of this study that the use of analogies in genetic learning could be applied to the topic of genetic material and crossovers.
PENGEMBANGAN PROGRAM PERKULIAHAN ZOOLOGI INVERTEBRATA (P3ZI) BERBASIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Rusyana, Adun; Rustaman, Nuryani Y
BIOEDUKASI Vol 4, No 2 (2011): BIOEDUKASI
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.228 KB)

Abstract

ABSTRACT- A study deals with critical thinking based model for Invertebrate Zoology instruction conducted in Biology Education of Teachers Training College was aimed to improve critical thinking  of the biology prospective teachers.  This study employed       research and development design. This study was intended to mainly provide the         prospective teachers with: a developed model of critical thinking based instructial       program, and its evaluation. The study resulted in a model of critical thinking-based      instructional program used for teaching Invertebrate Zoology. The proposed model has it strength in improving students? both deductive and inductive thinking skills. In addition, this model is also effective to improve critical thinking in the teaching practice of certain subject covering structural morphology and anatomy. Yet, the developed model has it    limitation in terms of enhancing/promoting students?/trainees?of making assumptions and arguments.   Key Words: instructional program of Invertebrate Zoology, critical thinking skill, model of teaching
KAJIAN TENTANG PENGUASAAN KONSEP GIZI SISWA SMP K, Mimin Nurjhani; Rustaman, Nuryani Y; Redjeki, Sri
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol 1, No 2 (2012): October 2012
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpii.v1i2.2132

Abstract

Penelusuran menggunakan angket menunjukkan bahwa tidak semua konsep yang yang tercakup dalam kisi-kisi pengembangan soal disampaikan oleh guru di kelas. Terdapat konsep yang tidak didapatkan siswa dari guru tetapi didapatkan dari hasil penalaran siswa terhadap informasi yang ada pada soal dan teman yaitu memperkirakan jenis dan jumlah makanan yang harus dimakan setiap hari berdasarkan piramida makanan serta mengidentifikasi jenis dan kandungan zat makanan berdasarkan label pada kemasan makanan.   Search using the questionnaire showed that not all concepts covered in the lattice about the development delivered by teachers in the classroom. There is a concept that does not get students from the teacher but the students come from the reasoning of the existing information on the matter and your friends are estimating the type and amount of food should be eaten every day by the food pyramid and identify the type and content of nutrients on the labels on food packaging.
KEMAMPUAN PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE GURU BIOLOGI YANG BERPENGALAMAN DAN YANG BELUM BERPENGALAMAN Anwar, Yenny; Rustaman, Nuryani Y; Widodo, Ari; Redjeki, Sri
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 19, No 1 (2014): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v19i1.426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan Pedagogical Content Knowledge (PCK) guru biologi senior (mengajar > 20 th) dan guru junior ( mengajar < 10 th). Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus, partisipannya adalah dua orang guru biologi junior dan dua orang guru biologi senior. Kemampuan ini diukur dengan meminta guru membuat CoRes dan PaP-eRs pada materi transportasi zat yang dilanjutkan dengan teknik wawancara. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru senior memunculkan tujuh konsep penting yang harus diajarkan sedangkan guru junior memunculkan antara delapan sampai 10 konsep. Guru senior lebih fokus pada konsep-konsep yang cenderung menimbulkan miskonsepsi dan pada bagian sulit dipahami oleh siswa seperti konsep difusi dan osmosis, serta pembelajaran lebih kepada penggunaan metode. Guru senior lebih fleksibel menggunakan strategi mengajar, disesuaikan dengan kondisi dilapangan dan keadaan siswa. Guru junior lebih fokus pada kedalaman materi dan model-model pembelajaran yang akan digunakan. Penggunaan strategi cenderung kurang fleksibel, lebih dikaitkan pada perencanaan yang sudah dibuat.Kata kunci : Pedagogical Content Knowledge (PCK), biologi, guru berpengalaman, guru belum berpengalaman
PENDIDIKAN DAN PENELITIAN SAINS DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI UNTUK PEMBANGUNAN KARAKTER Rustaman, Nuryani Y
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.509 KB)

Abstract

ABSTRAK   Proses membangun karakter berlangsung terus menerus dan seyogianya dilakukan melalui pendidikan sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai. Proses tersebut memerlukan upaya serius untuk merealisasikannya secara terencana. Studi tentang pembangunan karakter dapat ditinjau dari berbagai aspek, di antaranya melalui pembelajaran bidang studi tertentu, melalui pengembangan kemampuan berpikir; mengintegrasikan domain kognitif, afektif dan psikomotor; memfokuskan pada ipteks dan imtaq, dan pengembangkan sikap ilmiah. Pembangunan karakter melalui pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi merupakan salah satu alternatif dalam pendidikan sains. Kecerdasan majemuk juga meru-pakan salah satu wahana yang dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan. Kebiasaan berpikir (habits of mind) sebagai perilaku cerdas jauh lebih penting dibandingkan dengan membekalkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada peserta didik melalui pendidikan sains. Habits of mind dalam arti perilaku cerdas dapat dilatihkan dan diukur pencapaiannya. Semua itu dimungkinkan apabila pendidikan sains menekankan pembelajaran berbasis inkuiri dan didukung dengan penerapan asesmen otentik dan asesmen formatif.  Penelitian sains yang menekankan asesmen formatif menjadi bidang yang menarik untuk diteliti, karena berbeda dengan asesmen sumatif yang lebih menekankan hasil belajar (assessment of learning), asesmen formatif justru mendorong peserta didik untuk belajar (assessment for learning).   Kata kunci : Keterampilan berpikir tingkat tinggi, habits of mind, pendidikan sains, pembangunan karakter, kecerdasan majemuk
KONSEPSI CALON GURU BIOLOGI TENTANG IPA, BELAJAR, DAN MENGAJAR (CONCEPTION OF BIOLOGY STUDENT TEACHERS’ ABOUT SCIENCE, LEARNING, AND TEACHING) Rustaman, Nuryani Y; Widodo, Ari
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 1 (2001): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v2i1.387

Abstract

A study for one semester in Teaching learning strategy course was carried out to get the profile of biology student teachers conception about science, learning, and science teaching, as we know that constructivist paradigm in education is not just studied as a theory, but needs to be implemented in real teaching learning processes. A number of Biology education students (n =29) were involved as subjects. Their free essay were used as source and were organized through coding and then recoding using specific program (NUD.IST). It was found that there are five categories for their conception about science (i.e. study about nature, collection of knowledge or concepts, research method, the single truth, to worship their Creator); five categories their conception about learning (i.e. changing process, knowledge improvement, conceptual change, thinking process, interaction with environment); and three catagories for their conception about  science teaching (i.e. as fasilitating, knowledge transfer, interaction between teacher and students). Most of biology students have more than one conception (two or three), but none of them has a complete conception about science, learning and science teaching.  Biology student teachers conception about teaching (mostly as knowledge transfer) is paralel with their conception about science (mostly as study about nature) and about learning (mostly as knowledge improvement).  These findings give implication to their supervisor to pay attention more seriously on the students conception abot science, learning, and teaching. Because the way they teach will be influenced by their conception about those things. One suggestion to handle is by giving the student teachers to express their opinion about those things so that they are aware to other conceptions and in turn they will be aware to accept (and apply) conception based on constructivist reference or paradigm.Keywords:  conception, student teacher, science, learning, teaching.  
PENGEMBANGAN MODEL ASESMEN PADA KEGIATAN FIELD TRIP MATA KULIAH EKOLOGI UMUM BERBASIS INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI Amprasto, Mr; Rustaman, Nuryani Y; K, Hertien; Saefudin, Mr
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 17, No 2 (2012): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i2.240

Abstract

Penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa kuliah lapangan Ekologi Umum belum memiliki model penilaian yang dapat secara optimal menilai semua kegiatan mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan "model penilaian" dan untuk mengetahui efektivitas dengan mencoba model dalam kegiatan perjalanan ekologi bidang umum Metode penelitian untuk penelitian kami adalah metode penelitian campuran dengan desain eksploratif. Penilaian dilakukan dari tahap persiapan, selama perjalanan Ekologi Umum lapangan, dan pasca-field trip. kinerja siswa ditentukan oleh diri sendiri dan peer-assessment dengan skor kisaran 0-4. Setelah kunjungan lapangan selesai, pendapat siswa yang terjaring oleh kuesioner dan wawancara. mayoritas siswa (> 90%) menyatakan bahwa "model penilaian" yang berusaha optimal adalah untuk menilai kinerja siswa dan kemampuan kerja ilmiah, meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran; mempengaruhi rasa tanggung jawab, interaksi sosial , kepercayaan siswa lain, dan komitmen untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik siswa mengaku. memahami kriteria penilaian, tetapi ada beberapa siswa yang tidak suka dengan cara ini dan diasumsikan rekan-rekan mereka tidak cukup kompeten untuk menilai, selain masalah "keadilan ", kritik mengurangi rasa percaya diri, dan merasa buruk menilai teman sendiri. Singkatnya, model penilaian cukup efektif dalam menilai kinerja siswa dalam bidang ekologi umum berbasis inkuiri. Hal ini masih perlu dimodifikasi dalam rubrik penilaian dan strategi penilaian.Kata kunci: ekologi umum, kuliah lapangan, model asesmen, inkuiri sains 
ANALISIS KEMUNCULAN KETERAMPILAN SPESIFIK LAB MIKROBIOLOGI MELALUI PEMBELAJARAN MIKROBIOLOGI BERBASIS PROYEK INKUIRI “MINI-RISET” MAHASISWA BIOLOGI Kusnadi, Mr; Rustaman, Nuryani Y; Redjeki, Sri; Aryantha, I Nyoman P
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 17, No 1 (2012): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i1.236

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis kemunculan keterampilan laboratorium mikrobiologi melalui program pembelajaran mikrobiologi berbasis proyek inkuiri (P2MBPI) mini-riset. Penelitian melibatkan sejumlah mahasiswa semester IV Program Studi Biologi di salah satu LPTK Negeri di kota Bandung (n=33), yang mengikuti perkuliahan mikrobiologi. Program pembelajaran dirancang dalam setting laboratorium berbasis proyek inkuiri kelompok (free inquiry labs). Data penelitian dijaring melalui laporan mini-riset, presentasi oral dan poster serta wawancara.  Hasil penelitian  menunjukkan bahwa P2MBPI mini-riset setiap kelompok memberikan kontribusi terhadap kemunculan keterampilan laboratorium mikrobiologi yang cukup beragam. Hal ini selaras dengan tahapan proyek mulai dari pemilihan masalah dan topik mini-riset, sampai pengambilan keputusan proyek yang dilaksanakan oleh kelompok. Secara umum ruang lingkup topik proyek mini-riset mencakup empat bidang, yaitu mikrobiologi pertanian (tanah), mikrobiologi lingkungan (air), mikrobiologi kesehatan, dan mikrobiologi pangan. Hasil analisis kemunculan jenis keterampilan spesifik lab mikrobiologi dari laporan, presentasi oral, dan poster, serta wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar kelompok menunjukkan persentase kemunculan jenis keterampilan yang tinggi (100)%), yaitu pada keterampilan bekerja aseptik, keterampilan mengisolasi mikroba, sterilisasi, dan menggunakan mikroskop.  Kemunculan jenis keterampilan dengan persentase sedang (75%) pada keterampilan identifikasi dan kultivasi mikroorganisme. Selanjutnya berdasarkan hasil wawancara mendalam pada 7 orang mahasiswa, menyatakan bahwa program pembelajaran mikrobiologi berbasis proyek inkuiri mini-riset ini juga sangat berarti, disamping mendapatkan keterampilan lab mikrobiologi, juga dapat membekali keterampilan meneliti (research skill) mahasiswa biologi.  Dengan demikian P2MBPI mini-riset ini, perlu terus dikembangkan karena memberikan konstribusi yang berarti dalam membekali mahasiswa calon ilmuwan biologi bekerja di laboratorium dan melakukan penelitian biologi.Kata kunci: pembelajaran mikrobiologi berbasis proyek inkuiri, mini-riset, free inquiry labs, research skill.