Articles

Found 32 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN AGROINDUSTRI ANEKA KERIPIK PUTRI TUNGGAL DI KECAMATAN BANGKO KABUPATEN MERANGIN Sabaruddin, Sabaruddin
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 1, No 1: Juni 2017
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v1i1.107

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai pendapatan yang diperoleh oleh pengusaha Agroindustri Aneka Keripik Putri Tunggal di Kecamatan Bangko Kabupaten Merangin dalam menjalankan usaha Agroindustrinya. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) karena usaha Agroindustri Aneka Keripik ini merupakan salah satu usaha Agroindustri di Kecamatan Bangko Kabupaten Merangin yang masih aktif berproduksi secara kontinyu dan aneka produknyamempunyai prospek yang cukup baik untuk dikembangkan kerena potensi pasar yang sangat mendukung. Dari hasil penelitian diketahui pendapatan yang diterima pengusaha Agroindustri Aneka Keripik Putri Tunggal Rp. 485.525, nilai R/C ratio 1,12 dan BEP pada saat perusahaan memproduksi 730 bungkus dengan harga jual Rp. 2.925. per satu kali proses pruksi. Masih belum optimalnya pendapatan yang diperoleh dari usaha ditempat penelitian disebabkan oleh tingginya biaya produksi dan masih rendahnya teknologi yang dipakai dalam proses prouksi dan pada waktuwaktu tertentu ketersedian bahan baku produksi seperti pisang dipasar setempat kurang mencukupi kebutuhan, sehingga harus didatangkan dari daerah luar hal ini akan menambah biaya produksiKata Kunci : Agroindustri, keripik, pendapatan
EFFECT OF ORGANIC MATTERS AND WATER STRESS ON PERFORMANCE OF RICE IN VEGETATIVE PHASE Ichsan, Cut Nur; Nurahmi, Erida; Rochmad, Oktrya; Bakhtiar, Bakhtiar; Efendi, Efendi; Sabaruddin, Sabaruddin
Proceedings of The Annual International Conference, Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Vol 5, No 2 (2015): Life Sciences
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drought become a major limiting factor in world cereal production. Various methods are used to solve this problem such as irrigation management by managing the soil moisture effectively for the  plants  to  grow  normally.  Another  way  to  improve  the  water  holding  capacity  with  the addition  of  organic  matter  in  soil.  Another  way  by  planting  drought  tolerant  rice  varieties. Drought-tolerant  rice  varieties  like  Inpago  8  with  various  doses  of  organic  matter  and  water stress at vegetative phase treatment done  to analyze  the  change of rice plant performance at the  vegetative  phase  of  the  rice  crop  due  to  drought  and  organic  matter  dose.    At  very  low water  content,  which  happened  repeatedly  during  the  vegetative  phase  causes  the  change  in root growth, plant height, length and width of rice leaf significantly
PENGARUH JUMLAH MATA TUNAS DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK TANAMAN JARAK PAGAR (JATROPHA CURCAS L.) Hayati, Erita; Sabaruddin, Sabaruddin; Rahmawati, Rahmawati
Jurnal Agrista Vol 16, No 3 (2012): Volume 16 Nomor 3 Desember 2012
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah mata tunas dan media tanam terhadap pertumbuhan jarak pagar serta ada tidaknya interaksi antara kedua factor tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh yang berlangsung sejak 8 Oktober sampai dengan 8 Desember 2007. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial. Ada 2 faktor yang diteliti, factor pertama adalah Jumlah mata tunas (J) dan factor kedua adalah Media tanam (M) yang masing-masing terdiri dari 3 taraf dengan 3 ulangan. Pengamatan yang diamati adalah jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun per tunas, jumlah daun per setek, jumlah akar dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah mata tunas berpengaruh sangat nyata pada pertumbuhan setek tanaman jarak pagar. Jumlah mata tunas terbaik diperoleh pada 12 mata tunas (T2). Komposisi media tanam juga mempengaruhi pertumbuhan setek tanaman jarak pagar dan media tanam terbaik dijumpai pada komposisi media tanam pasir : tanah : pupuk kandang : sekam (M1) dan terdapat interaksi antara keduanya  sedangkan kombinasi terbaik terdapat pada jumlah mata tunas 14 dengan media tanam pasir : tanah : pupuk kandang : sekam  (M3T1)Effect of  Buds and Composition of Planting Media to the Growth of  Jatropha Plants Cutting (Jatropha curcas L.)ABSTRACT. This study aims to determine the influence of the  buds and growing media on the growth of Jatropha and the presence or absence of interaction between these factors. This research was conducted at the Faculty of Agriculture experiment station Syiah Kuala University in Banda Aceh Darussalam which lasted from October 8 to December 8, 2007. This research use randomized block design (RAK) factorial pattern. There are 2 factors studied, the first factor is the number of buds (J) and the second factor is the planting media (M), each of which consists of 3 levels with 3 replications. Observations were observed and the number of shoots, shoot length, number of leaves per shoot, number of leaves per cutting, number of roots and root length. The results showed that the number of buds very real effect on the growth of Jatropha plants cuttings. Number of best buds obtained at 12 (T2). The composition of growth media also affect the growth of Jatropha plantscuttings and the best growing media found on the composition of the planting medium sand: soil: manure: chaff (M1) and there is interaction between the two while the best combination found in the number of buds growing media 14 with sand: soil : manure: chaff (M3T1)
MODIFIKASI TITIK MUATAN NOL TANAH BERMUATAN TERUBAHKAN MELALUI PEMBERIAN CAMPURAN ABU TERBANG BATUBARA-KOTORAN AYAM Hermawan, Agus; Sabaruddin, Sabaruddin; Marsi, Marsi; Hayati, Renih; Warsito, Warsito
Jurnal Agrista Vol 17, No 3 (2013): Volume 17 Nomor 3 Desember 2013
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian campuran abu terbang-kotoran ayam (ATB-KA) terhadap perubahan titik muatan nol (TMN) tanah dan dampaknya terhadap jerapan dan ketersediaan P pada Ultisol. Dua perlakuan yang diuji adalah ATB-KA (w/w 1:1) pada dosis 0, 15, 30, 45 dan 60 ton ha-1, dan pemupukan P pada dosis 0, 87, 174, 261 dan 348 kg P2O5 ha-1.  Perlakuan ini ditata dalam Rancangan Acak Lengkap yang diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi CATK untuk setiap dosis pemupukan P berkorelasi secara nyata dengan status tanah TMN, pH, muatan negatif, jerapan dan ketersediaan P. TMN berkorelasi positif dengan pH dan muatan negatif. Muatan negatif secara nyata berkorelasi negatif dengan jerapan P, dan berkorelasi positif dengan P tersedia. Modification of PZS of Soil With Variable Charge by Application of Coal Fly Ash-Chicken Manure MixtureABSTRACT. The objective of current research was to study the effect of coal fly ash-chicken manure mixture (FA-CM) on the changes on the soil PZC status and its impact on P sorption and availability in Ultisols. Two treatments - FA-CM mixture (w/w of 1:1) at the rate of 0, 15, 30, 45 and 60 ton ha-1, and P fertilization at the rate of 0, 87, 174, 261 and 348 kg P2O5 ha-1 were tested.  These treatments were arranged according to Factorial Completely Random Design with three replicates. The results showed that the application of FA-CM for each dosages of P fertilizer correlated significantly with the status of soils PZC, pH, negative charge, P sorption and P-available. PZC has possitive correlation with pH and negative charge. Negative charge has a significantly negative correlation with P sorption, and posssitively correlation with P-available.
PENDUGAAN CADANGAN KARBON GAMBUT PADA AGROEKOSISTEM KELAPA SAWIT Prayitno, M. B.; Sabaruddin, Sabaruddin; Setyawan, D.; Yakup, Yakup
Jurnal Agrista Vol 17, No 3 (2013): Volume 17 Nomor 3 Desember 2013
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Peranan gambut terhadap lahan degradasi menjadi sangat penting dan bernilai dalam hal cadangan karbon karena berdampak terhadap hilangnya vegetasi akibat penggundulan dan kebakaran hutan. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan gambut pada agrosistem kelapa sawit di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Tujuan penelitian ini untuk menduga cadangan karbon gambut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman gambut berkisar antara 200 ? 850 cm, bulk density antara 0,211 ? 0,347 g cm-3 dan kandungan organik C sekitar 56,30 - 58,31%. Prediksi cadangan karbon adalah sebesar 1,675.361 - 9.055,922 ton C ha-1. The Prediction of Peatland Carbon Stocks in Oil Palm AgroecosystemsABSTRACT. The role of peat on degraded land becomes extremely important and valuable, for being the last carbon stocks because of the loss of vegetation due to deforestation and forest fires. This research was conducted in peatlands that have been used for oil palm agro-ecosystem, Ogan Komering Ilir District,  South Sumatra. The purpose of the study was to estimate carbon stocks in peatlands. The results showed that the peat depth ranged from 200 to 850 cm, the bulk density between 0.211 to 0.347 g cm-3 and the organic C content of approximately 56.30 -58.31%. The prediction of carbon stock ranged from 1.675,361 ton C ha-1 to 9.055,922 ton C ha-1.
HUBUNGAN ANTARA KANDUNGAN BAHAN ORGANIK TANAH DENGAN PERIODE PASCA TEBANG TANAMAN HTI ACACIA MANGIUM WILLD. Sabaruddin, Sabaruddin; Fitri, Siti Nurul Aidil; Lestari, Lesi
Journal of Tropical Soils Vol 14, No 2: May 2009
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2009.v14i2.%p

Abstract

Relationship between the Organic Matter Content with Post Harvest Period of Forest Industrial Plant Acacia mangium Willd (Sabaruddin, S.N.A. Fitri, and L. Lestari): Timber harvesting may have significant effects on soil organic matter content through mechanical disturbance, inputs of logging slash, alterations in litter production, and leaching of dissolved organic matter, as well as the alteration of temperature and moisture regimes.  To investigate the effect of post-harvest period of tree harvesting on the dynamics of soil organic matter content, surface soils (0 to 10 cm and 10 to 20 cm) were collected from intact Acacia mangium Willd. plantation (control) and from A. mangium Willd. harvested in 2001, 2002, 2004, and 2006 in four replicates.  Each replicate consisted of composited 4 sub-samples.  Timber harvesting reduced litter accumulation on soil surface.  However, the amount of litter accumulated on soil surface increased as post-harvest period increased.  Timber harvesting significantly (p<0.001) affected soil organic matter content both in 0 to 10 cm and 10 to 20 cm.  The increases in soil organic matter content were significantly correlated (r=0.85; p<0.001 in 0 to10 cm and r=0.62; p<0.01 in 10 to 20 cm) with post harvest period.
PERUBAHAN JERAPAN P PADA ULTISOL AKIBAT PEMBERIAN CAMPURAN ABU TERBANG BATUBARA-KOTORAN AYAM Hermawan, Agus; Sabaruddin, Sabaruddin; Marsi, Marsi; Hayati, Renih; Warsito, Warsito
Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15608/stjssa.v11i1.198

Abstract

Ketersediaan P tanaman yang rendah akibat tingginya jerapan P merupakan kendala utama pada Ultisol. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian campuran abu terbang batubara-kotoran ayam (ATB-KA) terhadap perubahan jerapan dan ketersediaan P pada Ultisol. Perlakuan yang diterapkan pada percobaan ini meliputi dosis ATB-KA dengan komposisi 1:1 (b/b), yaitu 0, 15, 30,45, dan 50 ton ha-1, dan dosis pupuk P yang terdiri dari 0, 87, 174, 261, dan 348 kg P2O5 ha-1. Percobaan dilakukan menurut Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 3 ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis ATB-KA, pupuk P, dan interaksi keduanya berpengaruh sangat nyata terhadap nilai titik muatan nol (TMN), pH, dan muatan negatif tanah. Campuran ATB-KA dapat digunakan sebagai amelioran untuk meningkatkan pH tanah dan muatan negatif tanah. Pemberian campuran ATB-KA dosis 30 ton ha-1 dan pupuk P dosis 174 kg P2O5 ha-1 dapat meningkatkan muatan negatif tanah yang lebih baik dibanding kombinasi perlakuan yang lain. Jerapan P minimum (127,07 mg kg-1) dan P-tersedia maksimum (102,21 mg kg-1) diperoleh pada dosis ATB-KA sebesar 42,64 ton ha-1 dan pupuk P dosis 261 kg P2O5 ha-1.
PEMANFAATAN LIMBAH ABU SERBUK KAYU SEBAGAI MATERIAL PENGISI CAMPURAN LATASTON TIPE B Sabaruddin, Sabaruddin
Jurnal Transportasi Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The waste of sawdust ash available in Ternate, North Maluku Province, has the potential to be used as material for making asphalt concrete mixtures. In this study, the waste of sawdust ash was used to make a mixture of type B Hot Rolled Sheet Asphalt Concrete (HRS). The results showed that sawdust ash has the potential to be used as the filler material in the mixture of type B HRS. It was shown also that the voids in mixture of the type B HRS in this study were very high, which could reduce the durability of the mixture. The use of sawdust ash has also the potential to produce cheaper mixtures.Key words: sawdust ash, hot rolled sheet, voids in the mix, durability.
PERUBAHAN TITIK MUATAN NOL DAN MUATAN NEGATIF ABU TERBANG BATUBARA AKIBAT PENAMBAHAN KOTORAN AYAM DAN WAKTU INKUBASI HERMAWAN, AGUS; SABARUDDIN, SABARUDDIN; MASRI, MASRI; HAYATI, RENIH; WARSITO, WARSITO
Jurnal Agroekoteknologi Tropika (Journal of Tropical Agroecotechnology) Vol.3, No.4, Oktober 2014
Publisher : Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Changes in Point of Zero Charge and Negative Charge of Coal Fly Ash due to Chicken Manures Addition Fly ash, coal combustion residue of thermal power plants, has been regarded as a problematic solid waste all over the world. Due to the environmental problems created by large-scale fly ash generation, efforts are being made to recycle these materials, such as to improve soil fertility as an ameliorant. In the present study, the possibility to improving the status of point of zero charge (PZC) and negative charge in fly ash (FA) and chicken manure (CM) mixtures was investigated. Fly ash was mixed with chicken manure composition of 0, 25, 75, and 100 % FA (w/w basis) and incubated for 15, 30, 45, and 60 days. Treatments arranged in factorial completely randomized design with 3 replicates. The results showed that the compositions of FA-CM and incubation period significantly affect the status of TMN, negative charge, P sorption and available-P. The mix of 50% FA with 45 days incubation tend to have a lower PZC and P sorption and higher negative charge and P-available. This composition could be use as an amelioran to improve the soils chemical properties in terms to decrease PZC and increase negatif charge, and it is necessary for further research.   Keywords: chicken manure, coal fly ash, point of zero charge, negative charge
PENGEMBANGAN KAPABILITAS UNIT PENGELOLA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEUANGAN TERPADU (INTEGRATED FINANCIAL MANAGEMENT INFORMATION SYSTEMS) Sabaruddin, Sabaruddin; Astuti, Endang Siti; Kertahadi, Kertahadi
PROFIT: JURNAL ADMINISTRASI BISNIS Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : FIA UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.11 KB)

Abstract

PENGEMBANGAN KAPABILITAS UNIT PENGELOLA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEUANGAN TERPADU (INTEGRATED FINANCIAL MANAGEMENT INFORMATION SYSTEMS) STUDI KASUS PADA PENERAPAN SISTEM PERBENDAHARAAN DAN ANGGARAN NEGARA (SPAN)? DI KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA?Dalam beberapa tahun terakhir ini banyak Negara termasuk Indonesia, telah memulai, dan sedang menerapkan agenda reformasi di Negara masing-masing, khususnya pada manajemen keuangan publik. Hal ini telah membuat penerapan IFMIS (Integrated Financial Management Information Systems) menjadi satu agenda terpenting. IFMIS dapat meningkatkan pelayanan publik dalam hal meningkatkan tingkat kepuasan layanan yang dibutuhkan oleh seluruh pemangku kepentingan. Disisi lain IFMIS dapat memberikan informasi keuangan yang akurat dan tepat-waktu kepada manajer baik di kantor pusat, di kantor wilayah dan di kantor kabupaten atau kota, serta dapat meningkatkan kinerja dan kapabilitas pengambilan keputusan. Kementerian Keuangan Republik Indonesia saat ini sedang menerapkan IFMIS yang dikenal dengan nama SPAN (Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara), dimana ERP-COTS telah dipilih sebagai landasan (platform) pengembangan sistem. Salahsatu area terpenting dalam penerapan IFMIS adalah pada proses deployment, termasuk penyiapan dan pengembangan kapabilitas Unit Pengelola IFMIS dalam menghadapi kesiapan penerapan, khususnya menghadapi fase Go-Live. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah membangun sebuah model pengembangan kapabilitas untuk Unit Pengelola IFMIS, dalam rangka mendukung penerapan IFMIS di Indonesia, khususnya dalam menghadapi tahapan Go-Live. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan metode penelitian Action Research (AR), yang dipergunakan untuk membentuk dan meng-eksplorasi sebuah model pengembangan kapabilitas dalam tiga fase. Keseluruhan fase dikembangkan paralel dengan fase penerapan IFMIS. Temuan: Beberapa temuan dalam penelitian ini menunjukkan, bahwa terdapat beberapa tantangan termasuk didalamnya kurangnya personel yang berkualifikasi, kemunduran jadwal penyelesaian kustomisasi ERP-COTS, resistensi, dan isu-isu lainnya dalam pengembangan kapabilitas Unit Pengelola IFMIS. Hasil: Hasil penelitian ini berupa sejumlah refleksi yang sekaligus menjadi pengetahuan yang diperoleh peneliti, pada setiap fase pelaksanaan penelitian AR yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, sebuah model yang relevan dikembangkan, yang memungkinkan proses pengembangan kapabilitas dilakukan secara lebih berhasil, khususnya kapabilitas dari setiap anggota Unit Pengelola IFMIS, guna mengelola IFMIS sebagai sebuah sistem informasi baru dalam fase Go-Live. Kesimpulan: Penerapan IFMIS memerlukan waktu yang lama dengan segala kompleksitasnya, yang mempengaruhi rencana pengembangan kapabilitas guna memenuhi kapabilitas yang dibutuhkan oleh sebuah Unit Pengelola IFMIS. Namun demikian, model pengembangan kapabilitas Unit Pengelola IFMIS yang telah dibangun diakhir penelitian ini, dapat dipergunakan dalam menghadapi kondisi penerapan yang sangat dinamis, dan pada saat yang sama menyukseskan penerapan IFMIS. Model tersebut direkomendasikan untuk dipergunakan oleh pemerintah Indonesia dalam penerapan sistem informasi, khususnya di area pelayanan publik. Kata kunci: IFMIS, Fase Penerapan IFMIS, ERP-COTS, Unit Pengelola IFMIS, Pengembangan Kapabilitas, Action Research ? In recent years, many countries including Indonesia have to implement their reform agenda, especially in Public Financial Management. It makes Integrated Financial Management Information Systems (IFMIS) implementation become one of the important agenda. IFMIS can improve public sector services in term of services satisfaction level that need by all stakeholders. On the otherhand IFMIS by providing accurate, real-time financial information to managers both in head quarter office, regional and municipal office can enhance their work performance as well as decision-making capabilities. The Ministry of Finance of Republic of Indonesia is currently in the process of the implementation of an IFMIS called as SPAN (Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara), where ERP-COTS has been chosen as a development platform. One of the important areas in IFMIS Implementation is on deployment including the preparation and development of IFMIS Management Unit capability to cope with implementation readiness, especially in Go-Live phase. Objectives: The aim of this research is to develop a capability development model for IFMIS Management Unit in term of to support the IFMIS implementation in Indonesia. Method: This is a qualitative research, where action research method is used to configure and explore the proposed model into three phases of capability development. All phases are developed parallel with IFMIS implementation processes. Based on the result of this research, a relevan model is developed. Findings: The findings of this research indicate that there are a number of challenges including lack of qualified people, resistency, and others issues involved with the capability development of IFMIS Management Unit. Results: The result of this research is a list of reflections as well as knowledge that researcher acquired for each phase of this Action Research. Based on the result of this research, a relevant model is developed that may make the process of capability development more successful, especially in the capability of member of IFMIS Management Unit to manage IFMIS as a new information systems in Go-Live Phase. Conclusion: The Implementation of IFMIS takes along time and with its complexity, that influence the capability development plan to fulfill the capability that require by an IFMIS Management Unit.? However, there is a model of IFMIS capability development that can be used to cope with a implementation dynamic condition as well as to make the IFMIS project succeed. The model is recommended to be used by the government of Indonesia in information systems implementation, especially in Public Service sector. Keywords: IFMIS, IFMIS Implementation phase, ERP-COTS, IFMIS Management Unit, Capability Development, Action Research