LM. Sabri
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGAMATAN LENDUTAN VERTIKAL JEMBATAN KALI BABON DENGAN METODE GNSS KINEMATIK ., Najamuddin; Kahar, Sutomo; Sabri, LM.
Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.557 KB)

Abstract

Jembatan Kali Babon adalah salah satu jembatan yang berada di jalan Pantai Utara Jawa tepatnya di Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Jembatan Kali Babon ini dibangun pada tahun 2005 dengan panjang 33,5 meter. Sebuah jembatan akan mengalami dua macam deformasi, yaitu gerakan jangka panjang dan gerakan jangka pendek. Dalam penelitian ini, teknologi Topcon GNSS dual frukuensi akan digunakan untuk memantau besarnya deformasi yang terjadi pada Jembatan Kali Babon. Setiap titik pada jembatan menggunakan interval waktu (logging rate) sebesar 1 detik untuk pengambilan raw data. Hasil penentuan posisi titik pada penelitian ini didapatkan secara post-processing (sesudah pengamatan). Pemanfaatan GNSS secara kinematik ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pergerakan vertikal jembatan Kali Babon akibat satuan mobil penumpang yang melintasinya. Teknologi GNSS mampu mendeteksi lendutan vertikal jembatan Kali Babon. Hasil pengukuran metode GNSS kinematik jembatan Kali Babon diperoleh lendutan maksimal sebesar 0,187 meter dengan lama pengamatan 28 menit. Berdasarkan perhitungan teknis pembebanan jembatan dengan menggunakan data struktur dan bahan struktur Jembatan Kali Babon, secara teoritis lendutan yang terjadi adalah sebesar 0,239 meter. Hal ini menunjukan bahwa lendutan jembatan Kali Babon masih memenuhi standar. Kata kunci : Jembatan Kali Babon, GNSS, Lendutan vertikal
ANALISIS AKSESIBILITAS SHELTER EVAKUASI TSUNAMI DI KOTA PADANG BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Rahmadhani, Nia; Suprayogi, Andri; Sabri, LM.
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1685.716 KB)

Abstract

Tsunami adalah gelombang laut yang terjadi karena adanya gangguan impulsif pada laut, akibat dari perubahan bentuk dasar laut secara tiba-tiba dalam arah vertikal (Pond and Pickard, 1983) atau horizontal (Tanioka and Satake, 1995), yang disebabkan oleh tiga sumber utama, yaitu gempa tektonik, letusan gunung api, atau longsoran yang terjadi di dasar laut (Ward, 1982).   Perairan barat Sumatera memiliki ciri kegempaan aktif, gempa-gempa yang sering menimbulkan tsunami tersebut perlu diwaspadai, terutama di kawasan pantai yang padat penduduk. Hal ini merupakan potensi bencana besar bagi Kota Padang, untuk itu dibutuhkan upaya penanggulangan bencana yang lebih terpadu. Teknologi Sistem Informasi Geografis merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk menyusun model informasi yang nantinya dapat digunakan sebagai langkah dalam melaksanakan program mitigasi bencana. Pentingnya data jalur jaringan jalan Kota Padang yaitu untuk menentukan rute/jalur evakuasi tsunami, sementara data shelter evakuasi tsunami dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang pada bulan Mei ? 2012 digunakan sebagai bahan analisa dan acuan pada penelitian ini, serta mengidentifikasi apakah shelter evakuasi tersebut dapat terjangkau secara efektif dan efisien  oleh korban tsunami pada saat proses evakuasi terjadi. Penelitian ini menganalisis jaringan jalan dan shelter evakuasi tsunami mana yang pas untuk dituju oleh tiap warga Kota Padang yang berada pada zona rawan tsunami, serta menganalisis apakah shelter yang direkomendasikan tersebut dapat mencakup secara keseluruhan daerah rawan bencana tsunami di Kota Padang. Terdapat satu metodologi pelaksanaan yang terdiri dari 4 tahap yaitu  tahap pengumpulan data, tahap persiapan , tahap pengolahan lanjutan yaitu proses network analisys di software ArcGIS dan terakhir yaitu tahap analisis. Hasil yang diperoleh bahwa shelter tersebut ternyata belum dapat mencakup semua daerah yang berada pada zona rawan tsunami. Untuk mengatasinya dilakukan penambahan minimal 2 buah shelter pada blank area agar dapat melingkupi daerah zona rawan tsunami. Peta jalur evakuasi bencana tsunami hasil  network analysis ini memiliki karakter yaitu mengikuti alur atau pola jaringan jalan yang telah ada, sehingga pada tiap shelter untuk luas area servisnya rata-rata 37.988 % lebih kecil dibandingkan dengan luas area buffering-nya.
UJI KETELITIAN HASIL REKTIFIKASI CITRA QUICKBIRD DENGAN PERANGKAT LUNAK GLOBAL MAPPER Setiadi, Arfian; Sudarsono, Bambang; Sabri, LM.
Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.887 KB)

Abstract

Uji ketelitian Hasil Rektifikasi Citra Quickbird dengan Perangkat Lunak Global Mapper dengan studi kasus daerah Semarang, Jawa tengah. Tugas akhir ini disusun untuk mengetahui nilai pergeseran titik ICP hasil pengukuran dengan GPS dari citra Quickbird yang sudah di rektifikasi menggunakan Global Mapper. Citra Quickbird yang digunakan dalam penelitian ini daerah Semarang, scene 005688952040_01 tanggal 19 November 2007. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, rektifikasi citra dapat dilakukan menggunakan salah satu software Geodesi yaitu Global Mapper. Keunggulan menggunakan software Global Mapper adalah ringan dan praktis karena tidak membutuhkan spesifikasi komputer yang terlalu besar, software Global Mapper hanya berkapasitas 51 MB setelah terinstal pada komputer. Beberapa metode yang digunakan untuk rektifikasi dalam penelitian ini yaitu metode Helmert, Affine, Polinomial dan Triangulasi. Dari proses rektifikasi menggunakan titik-titik GCP dari pengukuran GPS statik singkat diperoleh hasil RMSE dari masing-masing metode sebagai berikut: Metode Helmert mempunyai nilai RMSE dengan rentang nilai 3,16 m sampai 43,04 m. Metode Affine mempunyai nilai RMSE dengan rentang nilai 0,75 m sampai 24,40 m. Metode Polinomial mempunyai nilai RMSE dengan rentang nilai 0,26 m sampai 15,32 m. Metode Triangulasi mempunyai nilai RMSE dengan rentang nilai 0,00 m sampai 11,52 m. Nilai pergeseran titik dari hasil rektifikasi dengan menggunakan masing-masing metode yang memenuhi syarat penelitian yaitu dibawah 2 piksel atau sekitar 1,20 meter yaitu metode Helmert sebesar 2.5 %, metode Affine sebesar 25 %,  metode Polinomial sebesar 10 % dan metode Triangulasi sebesar 30 %. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa hasil dari rektifikasi citra yang telah dilakukan belum memenuhi syarat penelitian.
PEMBUATAN PROGRAM PERATAAN JARING GPS Hutomo, Septiawan Setio; Awaluddin, Moehammad; Sabri, LM.
Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.179 KB)

Abstract

In GPS surveying, GPS data processing is intended to calculate the coordinate of the points in a network based on observation data and get the coordinate of the observed points. In the measurement of control point network, to get the accurate coordinate, the first step is processing the baseline then followed by network adustment. Network adjusment is intended to make  the baseline that compose the network can be integrated correctly and consistently to get the coordinate of the observed points that is unique. Network adjusment generally use the least square adjustment method. Along with the progress in computers and programming, the calculation of the GPS network become more practical in its processing.   Gnet 1.0 applications using the windows programming language called Visual Basic 2008. This applications can automatically adjust the network using baseline data network.  The results of the Gnet 1.0 application compared with the results from Adjust and Sokkia Spectrum Survey show relatively similar results. It was concluded that the Gnet 1.0 application  can be used for GPS baselines network adjusment   Keywords : visual basic, GPS, baselines, least square adjustment.
TRANSFORMASI KOORDINAT PADA PETA LINGKUNGAN LAUT NASIONAL DARI DATUM 1D74 KE WGS84 UNTUK KEPERLUAN PENENTUAN BATAS WILAYAH LAUT PROVINSI JAWA TENGAH DAN JAWA BARAT Permatahati, Anyelir Dita; Kahar, Sutomo; Sabri, LM.
Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.376 KB)

Abstract

Datum adalah sekumpulan parameter yang mendefinisikan suatu sistem koordinat dan menyatakan posisinya terhadap permukaan bumi. Permendagri Nomor 1 Tahun 2006 menyebutkan bahwa Peta Lingkungan Laut Nasional digunakan dalam penentuan batas laut provinsi. Peta Lingkungan Laut Nasional ini masih menggunakan Indonesia Datum 1974 (ID74). Untuk itu perlu suatu model transformasi datum antara datum lokal ID74 ke datum global WGS 84.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis metode transformasi yang paling tepat untuk pemetaan batas wilayah laut provinsi, mengetahui data pengamatan optimal, dan koordinat batas wilayah laut dalam WGS 84.Data yang digunakan adalah Peta Lingkungan Laut Nasional, dan data hasil pengukuran dengan GPS Handheld. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode Lauf adalah metode yang paling baik dilihat dari ketelitian geometrik dan dari hasil uji statistik  Chi-Squares.  Batas wilayah laut provinsi Jawa Tengah dan Barat ditentukan dengan prinsip Equidistance Line sejauh 12 mil laut.
ANALISIS SPASIAL PERSEBARAN TOKO MEBEL DI KABUPATEN JEPARA PROPINSI JAWA TENGAH Rahmawati, Agustina Dwi; Sabri, LM.; ., Hani'ah
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.966 KB)

Abstract

Kabupaten Jepara merupakan kabupaten yang terkenal  dengan  sentra industri kerajinan ukir dan mebel kayu  yang merupakan salah satu komoditi andalan Jawa Tengah.  Adanya andalan industri mebel ini menyebabkan  sebagian besar lahan di Kabupaten Jepara dimanfaatkan untuk pengembangan industri mebel kayu. Perkembangan industri mebel mempengaruhi pertumbuhan toko mebel kayu di setiap lokasi strategis di Kabupaten Jepara.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  pola persebaran toko mebel  kayu  di sepanjang jalan utama di  Kabupaten Jepara  menggunakan analisis spasial dengan  buffering ArcGIS  dan mengetahui  besarnya pengaruh lokasi (place)  terhadap status  operasional  (buka/tutup)  toko mebel  kayu menggunakan analisis regresi logistik biner dari SPSS dan OpenStat. Dalam penelitian ini, parameter lokasi yang ditetapkan adalah kedekatan dengan pusat kota dan persebaran pemukiman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei analitik dengan pendekatan  cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengukuran langsung menggunakan alat GPS  Handheld  di lapangan.  Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa jumlah toko mebel di sepanjang jalan utama Kabupaten Jepara pada tahun 2011 adalah sebanyak 377 buah toko dengan pola persebaran toko mebel yang mengumpul di kawasan dekat pusat kota. Nilai persentase toko mebel yang masih beroperasi (buka) adalah sebesar 88,59% dan toko mebel yang sudah tidak beroperasi (tutup) adalah sebesar  11,41 %. Sedangkan hasil analisis regresi logistik biner menunjukkan bahwa nilai persentase pengaruh bersama dari faktor kedekatan dengan pusat kota dan persebaran pemukiman terhadap status operasional toko mebel adalah sebesar 34,21 %. Dari uji statistik tersebut, didapatkan pula kesimpulan bahwa faktor kedekatan toko mebel dengan pusat kota memiliki pengaruh terhadap status operasional toko mebel. Sedangkan faktor  kedekatan toko mebel dengan kawasan pemukiman tidak berpengaruh terhadap status operasional toko mebel.
TINJAUAN PEMOTRETAN UDARA FORMAT KECIL MENGGUNAKAN PESAWAT MODELSKYWALKER 1680 (STUDI KASUS :AREA SEKITAR KAMPUS UNDIP) Gularso, Herjuno; Subiyanto, Sawitri; Sabri, LM.
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1354.972 KB)

Abstract

Sampai saat ini, teknologi fotogrametri terus mengalami perkembangan, baik dalam segi pengumpulan data maupun pemrosesannya.Hal ini ditandai dengan adanya teknik pengumpulan data dengan wahana tanpa awak sebagai media pembawa sensor fotogrametri. Keuntungan penggunaan teknologi tersebut adalah efektif dan efisien baik dari segi waktu dan biaya untuk pemetaan pada daerah yang tidak terlalu luas, serta dapat menghasilkan gambar yang lebih jelas, karena tinggi terbang wahana ± 300 meter diatas permukaan laut sehingga pada saat pemotretan tidak mengalami ganguan awan. Dalam perkembangannya perangkat lunak fotogrametri terus mengalami perkembangan, pada awalnya pemrosesan data fotogrametri dilakukan secara manual, saat ini proses dapat dilakukan secara otomatis, salah satunya adalah perangkat lunak Agisoft PhotoScan. Perangkat lunak ini dapat mengidentifikasi titik sekutu, mosaik, dan pembuatan DSM secara otomatis. Proses kaliberasi kamera dan orientasi luar kamera juga dilakukan secara otomatis. Penelitian ini dilaksanakan di daerah sekitar UNDIP ± 40 hektar. Sensor yang digunakan adalah kamera non metric digital (Nikon COOLPIX S3300). Proses pengolahan menggunakan perangkat lunak Agisoft PhotoScan. Proses yang dilakukan pada perangkat lunak yaitu: alignment merupakan proses identifikasi titik sekutu secara otomatis, kalibrasi kamera untuk menentukan orientasi dalam kamera,hitungan  bundle adjustment untuk menentukan orientasi luar kamera, pembuatan model geometri 3 dimensi, dan pemberian tekstur pada model. Setelah tahap pembentukan tekstur dilakukan pada seluruh foto, tahap selanjutnya adalah pemberian titik kontrol hasil pengukuran GPS geodeticHiper GA/GB secara radial. Kata Kunci : Wahana Udara Tanpa Awak, Foto Udara Format Kecil, Agisoft PhotoScan, Pesawat model
IDENTIFIKASI NILAI AMPLITUDO SEDIMEN DASAR LAUT PADA PERAIRAN DANGKAL MENGGUNAKAN MULTIBEAM ECHOSOUNDER Saputra, Lufti Rangga; Awaluddin, Moehammad; Sabri, LM.
Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.598 KB)

Abstract

Multibeam echosounder memiliki kemampuan dalam merekam amplitudo dari gelombang suara yang kembali. Amplitudo yang kembali tersebut telah berkurang karena interaksi dengan medium air laut dan sedimen dasar laut. Analisis terhadap amplitudo dari gelombang suara yang kembali (backscatter) memungkinkan untuk mengekstrak informasi mengenai struktur dan kekerasan dari dasar laut, yang digunakan untuk identifikasi jenis sedimen dasar laut. Sinyal kuat yang kembali menunjukan permukaan yang keras (rock, gravel) dan sinyal yang lemah menunjukan permukaan yang lebih halus (silt, mud). Hal tersebut karena semakin besar impedansi suatu medium semakin besar pula koefisien pantulannya. Gelombang akustik dalam perambatannya memiliki energi dan mengalami atenuasi (pengurangan energi) karena interaksinya dengan medium. Penelitian menggunakan data hasil survey batimetri multibeam echosounder ELAC SEBEAM 1050D di laut jawa daerah Balongan Indramayu. Pengolahan dilakukan dengan software CARIS HIPS and SIPS dalam pengolahan kedalaman dan software  MbSystem untuk pengolahan nilai amplitudo. Nilai amplitudo yang didapat dibandingkan dengan hasil coring sedimen sehingga dapat diketahui nilai amplitudo dari suatu sedimen. Hasilnya terdapat 3 sedimen dengan nilai amplitudo: 300-350 sedimen Silt (Lanau), 350 ? 400 sedimen Silty Clay (Lempung Lanaunan) dan 400 ? 450 Clayey Silt (Lanau Lempungan). Perbedaan nilai amplitudo tersebut karena adanya perbedaan impedansi tiap sedimen dalam mengurangi energi gelombang akustik.
ANALISIS KETELITIAN HASIL PEMERUMAN PERAIRAN DANGKAL MENGGUNAKAN MULTIBEAM ECHOSOUNDER Dewantoro, Angkoso; Sabri, LM.; Sasmito, Bandi
Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.284 KB)

Abstract

The activities of the underwater gas pipelaying takes bathymetry data  as the imaging of seabed surface. Bathymetry data will be used at  planning and implementing of the installation of gas pipeline owned by PT Nusantara Regas. In the implementation of data retrieval, PT Nusantara Regas choose PT Calmarine as the executor of the work. At the time of the surveying  and reporting, PT Nusantara Regas have the  right to check the accuracy of the Bathymetry?s results. IHO as international organizations in the hydrography sector has established procedures  standardization  for data collection and Bathymetry?s level order from the data which generated in those activities. Installation of equipment and calibration processes are also required to follow the procedures from the IHO and data retrieval software guide. In this research, the data was take using the Multibeam Echosounder (MBES) branded Elac Seabeam 1180, while the retrieval software and data processing using HYPACK software. All the surveying activities was held in Muara Karang and Bay Jakarta waters. Precision inspection process carried out by calculating the difference between the main lanes of Multibeam Echosounder (MBES) measuring data and Bathymatry cross line which  measured using Singlebeam Echosounder (SBES). With the formula   was performes the  calculations on the data using a Multibeam Echosounder (MBES) and the Singlebeam Echosounder (SBES) cross line data which give the  results that included to the order 1 of IHO accuration level. Keywords : Bathymetry, Multibeam Echosounder (MBES), IHO Standarts
PEMANTAUAN POSISI ABSOLUT STASIUN IGS Irfantoro, Sigit; Sabri, LM.; Awaluddin, Moehammad
Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.099 KB)

Abstract

International GNSS Service Stations merupakan stasiun-stasiun pengamat GPS yang tersebar di berbagai benua. Pengamatan data GNSS dari stasiun-stasiun ini mempunyai peranan yang sangat penting terutama yang berkaitan dengan ilmu kebumian. Adanya fenomena pergerakan lempeng, memungkinkan terjadinya pergerakan kecepatan stasiun-stasiun IGS. Akibat dari pergerakan kecepatan tersebut adalah perubahan posisi stasiun IGS sehingga diperlukan penelitian mengenai pemantauan posisi absolut stasiun-stasiun IGS untuk melakukan analisis perubahan nilai koordinat absolut terhadap nilai standar deviasi penentuan posisi secara absolut. Penelitian ini memakai data RINEX hasil pengamatan stasiun-stasiun IGS dari tahun 2001 sampai tahun 2011. Sebelumnya terlebih dahulu dilakukan download data Compact RINEX untuk selanjutnya dilakukan pemilihan data hasil pengamatan stasiun IGS. Langkah selanjutnya data RINEX diolah dengan software TopconTools v.8 yang kemudian dilakukan pengolahan dengan impor data rapid ephemeris sehingga didapatkan nilai koordinat absolut. Setelah itu, nilai koordinat absolut stasiun IGS diimpor ke AutoCAD, kemudian dilakukan perhitungan nilai pergeseran koordinat sequential. Pada tahap akhir dilakukan perhitungan nilai standar deviasi serta pembuatan grafik nilai komponen koordinat absolut dari tiap-tiap stasiun IGS. Penelitian pada tugas akhir  ini mengindikasikan bahwa tidak terjadi perubahan yang signifikan pada komponen horisontal. Berdasarkan hasil pengolahan, nilai pergeseran koordinat sequential rata-rata terbesar dimiliki oleh stasiun RABT Maroko dengan nilai sebesar 0,3577 meter. Nilai pergeseran koordinat sequential rata-rata terkecil dimiliki oleh stasiun NYAL Norwegia dengan nilai sebesar 0,0944 meter. Nilai standar deviasi komponen koordinat absolut terbesar dimiliki oleh stasiun RABT Maroko dengan nilai ? N : ± 0,511 m, ? E : ± 0,289 m, ? El : ± 2,312 m. Sedangkan nilai standar deviasi komponen koordinat terkecil dimiliki oleh stasiun NYAL Norwegia dengan nilai ? N : ± 0,095 m, ? E : ± 0,041 m, ? El : ± 0,351 m. Kata Kunci : Perubahan nilai koordinat, koordinat absolut, standar deviasi.