Articles

MODEL KOLABORASI GURU, SISWA, DAN KELUARGA (KOGUSIGA) MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN GURU TENTANG KEAMANAN MAKANAN ANAK SEKOLAH Mulyono, Sigit; Nurachmah, Elly; Sahar, Junaiti; Prasetyo, Sabarinah
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 20, No 2 (2017): July
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.251 KB) | DOI: 10.7454/jki.v20i2.534

Abstract

Masalah kesehatan akibat makanan yang tidak aman di Indonesia masih sering terjadi, terutama pada kelompok anak usia sekolah untuk itu dikembangkan sebuah model yang melibatkan pihak sekolah, orangtua dan siswa sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model kolaborasi guru, siswa, dan keluarga (KOGUSIGA) terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru tentang keamanan makanan pada siswa Sekolah Dasar (SD). Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment pre-post test dengan menggunakan kelompok kontrol. Subjek sampel penelitian menggunakan total sampling sebanyak 28 responden guru. Kelompok intervensi diberi perlakuan berupa proses kelompok yang dilakukan selama 10 minggu sebagai implementasi model KOGUSIGA dengan kelengkapan modul untuk perawat dan guru. Hasil penelitian menunjukkan model KOGUSIGA berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengetahuan (p value=0,003) dan keterampilan (p =0,015) guru tentang keamanan  makanan pada anak usia sekolah. Model KOGUSIGA diharapkan dapat menjadi program intervensi dalam Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan disarankan perawat kesehatan sekolah menjadi koordinatornya. Abstract Improvement of Knowledge and Skills Related to Food Safety for School Age Children Through Teacher, Student and Family Collaboration (KOGUSIGA) Model. Food insecurity, especially in school-age children often caused health problems. The purpose of this study was to determine the effect of collaboration model for teachers, students, and families (KOGUSIGA) toward knowledge and skills of teachers about food safety in elementary school students (SD). This study applied quasi-experiment design pre - posttest with a control group. The subject sample used total sampling method were 28 teachers.  It conducted over 10 weeks and supported with modules for nurses and teachers, textbooks for students and families, and student workbook. The results showed that KOGUSIGA mode significantly affected on knowledge (p value = 0,003 and teachers skills (p value = 0,015) about food insecurity. It is concluded that KOGUSIGA model tends to promote food safety for students. It is expected that KOGUSIGA model applied under school health nurses? supervision.   Key words: School age children; teachers,  food safety; collaboration; school nurse
PENGARUH EDUKASI KELOMPOK SEBAYA TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA GIZI BESI PADA WANITA USIA SUBUR DI KOTA SEMARANG Aisah, Siti; Sahar, Junaiti; Hastono, Sutanto Priyo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2010: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL-HASIL PENELITIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.945 KB)

Abstract

Kelompok sebaya wanita usia subur (WUS) yang ada dan berkembang di masyarakat sudah banyakterbentuk salah satunya adalah kelompok sebaya dalam wadah PKK RT. Salah satu permasalahan yangterjadi pada kelompok WUS adalah anemia gizi besi (AGB). Kelompok sebaya PKK RT diharapkandapat membantu WUS dalam melakukan pencegahan AGB. Tujuan penelitian untuk mengetahuipengaruh edukasi kelompok sebaya terhadap perubahan perilaku dalam pencegahan AGB, jenispenelitian eksperimen semu, desain non-equivalent pretest-postest with control group, dengan intervensiedukasi kelompok sebaya PKK RT. Proses penelitian telah dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2008 diKota Semarang dengan metode multistage random sampling, jumlah sampel 110 (55 respondenkelompok perlakuan, dan 55 responden kelompok kontrol). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata umurWUS 35.5 tahun dengan pendidikan WUS terbesar SMA. Ada hubungan yang signifikan antara usiadengan pengetahuan (p<0.05). Ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan pengetahuan dansikap (p<0.05). Ada perbedaan yang signifikan (p<0.05) rata-rata nilai pengetahuan, sikap, ketrampilanantara sebelum dan setelah pada kedua kelompok, namun masih lebih tinggi pada kelompok perlakuanyang mendapat intervensi edukasi kelompok sebaya. Ada perbedaan yang signifikan (p<0.05) rata-ratanilai pengetahuan, sikap, ketrampilan antara kelompok perlakuan dan kontrol. Intervensi edukasikelompok sebaya mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan ketrampilan yang dapat dilihat dari nilaip<0.05, berarti bahwa pengetahuan, sikap, dan ketrampilan tidak dipengaruhi oleh umur dan tingkatpendidikan tetapi dipengaruhi oleh intervensi edukasi kelompok sebaya. Berdasar hasil tersebut perluoptimalisasi kelompok sebaya wanita yang sudah ada di masyarakat, mengintegrasikan upaya promotifdan preventif AGB kedalam programnya.Kata kunci: Perilaku pencegahan, anemia gizi besi, wanita usia subur, edukasi kelompok sebaya.
Hubungan Peran Pengawas Minum Obat oleh Keluarga dengan Petugas Kesehatan Terhadap Pengetahuan, Perilaku Pencegahan, dan Kepatuhan Klien TBC dalam Konteks Keperawatan Komunitas di Kabupaten Wonosobo Istiawan, Rochani; Sahar, Junaiti; Bachtiar, Adang
Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS) Vol 1, No 2 (2006)
Publisher : Jurusan Keperawatan FKIK Unsoed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The program of TB drug observer should be increased the TB client in adherence, but the national number of the negative result of Tuberculosis diagnostic still below the national target (80%). The goal of this study was to know the correlation between TB Drug Observer by the Family and Health Worker with the Knowledge, Behavior and Adherence of TB patient. This study was used descriptive correlation design with cross sectional approach. The total sample of this study where that matches with the inclusive criteria were 72 TB patients. The instruments were self prepared by the researcher with validity test (counted r&gt;tabled r=0.361) and the reliability test with a=0.9298 (TB drug observer role), a=0.9076 (knowledge), a=0.8067 (prevention behavior), a=0.6631 (adherence). Product Moment Pearson’s Correlation Coefficient was used to analyze the correlation between TB Drug Observer by the Family and Health Worker with the Knowledge, Behavior and the Adherence of TB patient. The result of this study showed a strong correlation between the family TB Drug Observer to the prevention Behavior (r=0.656) in positive pattern. The significant correlation family TB Drug Observer to the prevention TB behavior (p=0.0001). Another result showed a strong correlation between health workers TB Drug Observer to the knowledge of the patient (r=0.706) in positive pattern. Also the result showed a strong correlation between health workers TB Drug Observer to the prevention TB behavior (r=0.673) in positive pattern. And there was a mild correlation also between health workers TB Drug Observer to the adherence of TB medication (r=0.553) in positive pattern. There was also a significant correlation between health workers TB Drug Observer role to the knowledge, TB prevention behavior and TB medication adherence. Confounding variables were not have correlation to the family TB Drug control Adherence Observer role to the knowledge, TB prevention behavior and TB medication. The conclusion from this study showed a strong correlation between family TB drug observer and the prevention behavior, and a strong correlation between health worker TB drug observer and the knowledge, prevention behavior and adherence of the patient. This study suggested that the community nurse should keep visit the family to observe and maintain the prevention behavior and adherence to the TB medication program.  
Hubungan antara Dukungan Keluarga Melalui Interaksi Sosial, Upaya Penyediaan Transportasi, Finansial, dan Dukungan dalam Menyiapkan Makanan Makanan dengan Respon Kehilangan pada Lansia di Desa Pekaja, Kalibagor Kabupaten Banyumas Wijayanti, Rahayu; Sahar, Junaiti; Sutanto, Sutanto
Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS) Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : Jurusan Keperawatan FKIK Unsoed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was descriptive corelational with cross-sectional design that aims to examine the relationship between family support and the older people loss response at Pekaja village kalibagor Public Health Center. The population were 150 older people whose ≥ 60 years old and lived at Pekaja village, Kalibagor Public Health Center. The sample size were 150 older people, lived with thir family, healthy and ready to be respondent, and the number for each ranking are determined by using population total sampling. Chi-square was used to examine the relationship between family support and the older people loss response. The result of the study showed that the older people with adaptif loss responses were 80 peoples (53,3%), more than the older people with unadaptif loss respones 70 (46,7%). From correlational analysis with p=0,05 there were the significant relationship between the family support and loss respone of the older people, the were significantly correlated interaction social support (p = 0,039), transportation aids support (p = 0,019), financial support (p = 0,04) and family support for preparing of some food (p = 0,17). The kind of family support that there were more dominant relationship with loss respone were interaction social support. The study concluded that family support needed the older people to adapt changing from effect aging process, especially interaction social family support was needed
STUDI FENOMENOLOGI TENTANG PENGALAMAN KELUARGA MERAWAT ANGGOTA KELUARGA PASKA STROKE DI RUMAH Asniar, Asniar; Sahar, Junaiti; Wiarsih, Wiwin
Jurnal Ners Indonesia Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.732 KB) | DOI: 10.30652/jni.v1i1.6938

Abstract

Caregiver yang merawat anggota keluarga paska stroke di rumah merupakan populasi at risk yang sangat memerlukan bantuan dan dukungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang pengalaman keluarga dalam merawat anggota keluarga paska stroke di rumah dan bagaimana keluarga memaknai pengalaman tersebut. Penelitian ini menggunakan desain fenomenologi deskriptif melalui metode wawancara mendalam dengan menerapkan teknik analisis Collaizi. Partisipan adalah enam caregiver utama dalam keluarga yang didapatkan dengan cara purposive sampling. Caregiver tersebut telah merawat klien stroke dengan ketidakmampuan pada level organ, personal dan sosial sebagai akibat dari stroke selama minimal 3 bulan paska perawatan di rumah sakit. Penelitian ini mengidentifikasi 10 tema, yaitu 1) alasan merawat; 2) tujuan merawat; 3) sifat perawatan, 4) dukungan dalam perawatan; 5) sikap dalam merawat; 6) perubahan peran pada caregiver; 7) karakteristik beban pada caregiver; 8) koping caregiver; 9) perubahan sikap dan kewajiban sebagai makna pengalaman merawat; dan 10) pelayanan kesehatan yang sesuai dengan keterbatasan keluarga dan klien paska stroke. Hasil penelitian dapat memberikan pemahaman bahwa caregiver merupakan recipient of care yang penting untuk diintervensi dalam keluarga dan masyarakat.
PENGALAMAN KELUARGA MERAWAT LANSIA DENGAN DEMENSIA Widyastuti, Rita Hadi; Sahar, Junaiti; Permatasari, Henny
Jurnal Ners Indonesia Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.038 KB) | DOI: 10.30652/jni.v1i2.639

Abstract

Memberikan peravvatan pada anggola keluarga dengan demensia merupakan pengalaman yang unik dan hal yang membual stresssehingga dapat menimbulkan dan menmgkatkan caregiver burden. Caregiver harus beradaplasi dengan perubahan kepribadiandan perubahan tingkah laku lansia demensia. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami secara mendalam pengalaman keluargadalam merawat lansia dengan demensia dan bagaimana keluarga meniaknainya. Desain penelitian menggunakan fenomenologideskriptif dengan wawaneara mendalam Lintuk proses pengumpulan data. Partisipan adalah caregiver ulama lansia demensia, yangdidapatkan dengan leknik purposive sampling. A n a l i s a data menggunakan metode C o U a i z i . Hasil penelitian ini teridentifikasi 7tema yaitu: 1) respon positif dalam merawat lansia demensia; 2) respon negatif dalam merawat lansia demensia; 3) K o p i n gcaregiver yaitu koping adapt)f dan koping maladaptif; 4) M a k n a budaya dan spiritual dalam merawat lansia demensia; 5)Kewajiban merawat lansia; 6) harapan sebagai caregiver lansia yaitu harapan terhadap diri sendiri, harapan terhadap keluarga danharapan terhadap masyarakat; dan 7) kebutuhan lansia terhadap pelayanan kesehatan yaitu bebas biaya, layanan khusus bagi lansiadan pendidikan kesehalan. Dapat disimpulkan pengalaman keluarga merawal lansia dengan demensia sangal beragam danmengakibatkan respon yang berbeda, sehingga perlu dicermati oleh pemberi asuhan lansia. Hasil penelitian diharapkan dapatmemperoleh pemahaman yang lebih baik bahwa caregiver lansia demensia merupakan kelompok risiko yang penting untukdiintervensi dalam tingkat keluarga dan masyarakat.
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT BERDASARKAN FAKTOR PENCETUS, PENGUAT DAN PEMUNGKIN PADA ANAK JALANAN BINAAN RUMAH SINGGAH Isnaeni, Yuli; Sahar, Junaiti; Mulyono, Sigit
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 12, No 3 (2008): November
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.182 KB) | DOI: 10.7454/jki.v12i3.219

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor pencetus (karakteristik), faktor penguat, factor pemungkin dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak jalanan. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, yang dilakukan pada 79 anak jalanan binaan rumah singgah di Yogyakarta. Teknik analisis yang digunakan adalah chi-square. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat sudah cukup baik, tetapi sikap dan praktek PHBS menunjukkan proporsi yang hampir sama (p= 0,002, ?= 0,05) antara baik dan kurang baik. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara perilaku panutan teman sebaya dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak jalanan binaan rumah singgah di Yogyakarta. Pimpinan rumah singgah atau panti sosial disarankan untuk membentuk peer group dan melakukan pembinaan dengan cara mengadakan pertemuan secara berkala dengan peer group tersebut. AbstractThis research aimed to identify the relationship between the predisposing factors (characteristics), reinforcing factors and enabling factors with healthy and cleanliness life style among streets children, this descriptive co-relational research was conducted toward 79 streets children accommodated and directed in Yogyakarta. The result, using bivariate analysis with chi-square statistical test, indicated that whether the knowledge about healthy life style was fairly good, but the attitude and the implementation of healthy and cleanliness life style was of equal proportion between the well-behaved and the poor (p= 0.002, ?= 0,05). This research denoted that there was a significant relationship between the attitudes of role model and healthy life style among streets children. It is suggested that the chairperson of social house for streets children proposed a number of peer group, furthermore those peer group should receive regular mentoring by having a regular meeting with them.
MODEL KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN MENURUT PANDANGAN PERAWAT PELAKSANA BERHUBUNGAN DENGAN RETENSI Yasman, Yulia; Sahar, Junaiti; Nuraini, Tuti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 18, No 1 (2015): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.369 KB) | DOI: 10.7454/jki.v18i1.395

Abstract

Retensi perawat adalah hal penting untuk memelihara stabilitas tenaga kerja keperawatan. Namun, angka turnover perawat yang tinggi mengindikasikan rendahnya retensi perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) X di Jakarta. Di sisi lain, kepemimpinan berkontribusi hampir pada setiap kegiatan dalam organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan model kepemimpinan kepala ruangan menurut pandangan perawat pelaksana dengan retensi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi. Sampel berjumlah 166 perawat pelaksana. Hasil analisis menunjukkan proporsi perawat dengan tingkat retensi tinggi sebesar 50%. Model kepemimpinan situasional, transformasional, transaksional, visioner, dan servant mempunyai hubungan yang bermakna dengan retensi perawat (p< 0,05). Model kepemimpinan yang paling berhubungan dengan retensi adalah model kepemimpinan transaksional (OR= 2,81). Model kepemimpinan memberikan pengaruh yang positif terhadap lingkungan kerja, kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan kinerja perawat yang pada akhirnya akan meningkatkan retensi perawat sehingga perlu diimplementasikan dengan baik. Abstract Leadership Model of Nurse? Unit Manager and Nurse Retention: the Staffs? Perception. Nurse retention is important to maintain the stability of nursing workforce. But, the high nurse turnover indicates low nurse retention in RSUD X at Jakarta. Other sides, leadership contributes to nearly every activity within organization. The research aims to determine the relationship of nurse unit manager?s leadership models from the viewpoint of nursing staff to retention. The study used a descriptive correlation design. The sample consisted of 166 nurses. The result showed high retention of nurse proportion in 50%. The situational, transformational, transactional, visionary, and servant leadership model had significant relationship with nurse retention (p<0,05). The leadership model which has high correlation to retention was transactional leadership (OR= 2,881). Leadership model gives positive influence to work environment, job satisfaction, organizational commitment, and nurse performance which are finally increase nurse retention. Keywords: job satisfaction, leadership model, organizational commitment, retention
KRITIK PADA PENELITIAN KUALITATIF Sahar, Junaiti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 12, No 3 (2008): November
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.731 KB) | DOI: 10.7454/jki.v12i3.222

Abstract

AbstrakPenelitian merupakan proses menjawab keingintahuan dengan menjawab pertanyaan atau menyelesaikan masalah. Artikel ini ditujukan untuk memberikan wawasan kepada pembaca bagaimana melakukan telaahan hasil penelitian melalui kritik penelitian. Penelitian dilakukan melalui tahapan sistematis dan dilaporkan secara jelas dan terinci. Laporan dan atau artikel suatu penelitian dianggap layak untuk diimplementasikan apabila hasilnya telah melalui proses pengujian yang teliti dan mendalam, yang disebut kritik penelitian. Kritik penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan sepuluh elemen dan kriteria yang telah dirumuskan para ahli penelitian kualitatif. Kesepuluh elemen tersebut mencakup: topik, tujuan, disain atau pendekatan, deskripsi informan/ partisipan, metode pengumpulan data, metode analisis data, hasil penelitian, simpulan, dan rekomendasi. Setiap elemen memiliki kriteria sebagai indikator. Kebenaran laporan penelitian atau artikel perlu ditelaah dengan teliti dan kritis untuk mendapatkan pemahaman yang luas, menetapkan fakta yang dapat digunakan dalam praktik, dan sebagai dasar penelitian berikutnya. AbstractResearch is a method to answer questions or to solve problems. This article addresses to enrich the readers how ro review a research report through critique research. Research is conducted by a systematic set of procedures and steps and to be clearly and detail reported. Report and/ or article resulted from a research will be considerably feasible implemented whenever the result of study has been reviewed through an accurate and deepen process of assessment or examination which is called critique research. Critique research can be taken by using ten elements and criteria formulated by qualitative research experts. The ten elements include: topic, purpose, design or approach, informant/ participant description, method of data collection, data analysis, findings, conclusion and recommendation. Each element has criteria as an indicator. Therefore, the authenticity of the research report and or articles need to be assessed by careful critical analysis as to broaden the understanding, determine evidence for use in practice and provide a background for conducting further research study.
PENGALAMAN KEPALA RUANG DALAM MENGELOLA RUANG RAWAT INAP DI RSUD AMBARAWA Saparwati, Mona; Sahar, Junaiti; Mustikasari, -
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2013: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.464 KB)

Abstract

Kepala ruang adalah manajer operasional yang merupakan pimpinan yang secara langsung mengelola seluruh sumber daya di unit perawatan untuk menghasilkan pelayanan yang bermutu. Penelitian ini bertujuan bertujuan untuk memperoleh gambaran arti dan makna pengalaman kepala ruang dalam mengelola ruang rawat inap di RSUD Ambarawa. Desain penelitian yang digunakan adalah metode fenomenologi deskriptif, pengumpulan data dengan FGD dan wawancara mendalam. Partisipan pada penelitian ini diambil secara purposive sampling,analisa data menggunakan metode Collaizi. Hasil penelitian teridentifikasi lima belas tema tentang gambaran respon kepala ruang terhadap peran dan fungsinya sebagai manajer lini, persepsi kepala ruang dalammenjalankan fungsi manajemen, hambatan dalam mengelola ruang rawat inap, dukungan dan harapan yang diperoleh kepala ruang agar perannya optimal. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, kepala ruang perlumemahami, melaksanakan fungsi manajemen guna mendukung kelancaran pelayanan di ruang rawat inap yang menjadi tanggungjawabnya dan diharapkan meningkatkan perencanaan dan ketenagaan di ruangan. Kata kunci: pengalaman, kepala ruang, mengelola, ruang rawat inap