Articles

ANALISIS RESPON PEMANGKU KEPENTINGAN DI DAERAH TERHADAP KEBIJAKAN HUTAN TANAMAN RAKYAT Herawati, Tuti; Wijayanto, Nurheni; Saharuddin, Saharuddin; Eriyatno, Eriyatno
ISSN 0216-0897
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah menganalisis respon para pemangku kepentingan di daerah terhadap kebijakan Hutan Tanaman Rakyat. Penelitian menggunakan metode pendekatan kuantifikasi data kualitatif. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan tingginya potensi pengembangan kegiatan HTR, yaitu di Provinsi Kalimantan Selatan dan Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Kalimantan Selatan, khususnya mereka yang telah terlibat dalam pengembangan tanaman kehutanan memiliki minat yang tinggi untuk menjadi peserta program HTR. Sedangkan masyarakat di Riau kurang berminat terhadap program penanaman tanaman kehutanan, disebabkan adanya pengalaman buruk di masa sebelumnya. Para pemangku kepentingan di tingkat kabupaten yang terdiri dari pihak pemerintah daerah dan swasta menyambut baik program tersebut, dan mendukung terselenggaranya program sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Berdasarkan hasil analisis stakeholder diketahui bahwa terdapat sejumlah pemangku kepentingan di daerah yang memiliki posisi dan pengaruh penting untuk keberhasilan program. Hal ini berimplikasi bahwa para pengambil kebijakan di tingkat pusat harus mempertimbangkan aspirasi mereka untuk mewujudkan keberhasilan program HTR.
APLIKASI BERBAGAI TAKARAN RHIZOBIUM SP TERHADAP DINAMIKA PERTUMBUHAN TANAMAN KEDELE (GLYCINE MAX L.) Saharuddin, Saharuddin; Yunarti, Yunarti; Rahim, Iradhatullah
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pertama Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.643 KB)

Abstract

Kedelai merupakan tanaman pangan ketiga setelah padi dan jagung. Tidak hanya sebagai bahan pangan, kedelai (Glycine max L) juga dikenal sebagai bahan pakan temak dan industri. Walau begitu, ternyata produksi kedelai di Indonesia masih rendah karena pertumbuhan tidak optimal. Salah satu cara untuk mengoptimalkan pertumbuhan kedelai adalah dengan aplikasi Rhizobium. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tellulimpoe, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, bertujuan untuk mengetahui dinamika pertumbuhan kedelai pada berbagai takaran Rhizobium. Penelitian disusun secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 5 taraf takaran Rhizobium dalam 3 kelompok. Tiap perlakuan terdiri dari 5 sampel tanaman sehingga terdapat 120 unit pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan jumlah daun, Indeks Luas Daun, dan Laju Assimilasi Netto tanaman kedele tertinggi pada pemberian Rhizobium 3 g per tanaman. Tinggi tanaman tertinggi pada takaran 5 g Rhizobium per tanaman. Sedangkan laju tumbuh relatif tanaman tertinggi pada takaran 9 g per tanaman.
SEJARAH PENGUASAAN SUMBER DAYA PESISIR DAN LAUT DI TELUK TOMINI Obie, Muhammad; Soetarto, Endriatmo; Soemarti, Titik; Saharuddin, Saharuddin
Paramita: Historical Studies Journal Vol 25, No 1 (2015): PARAMITA
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v25i1.3422

Abstract

This article aims to analyze the historical milestones of coastal and sea resources management in Tomini Bay. It used a critical theory paradigm with two strategies, namely historical sociology and case studies. The collected data were primary and secondary ones, then were analyzed by using qualitative approach. The analysis results indicated that coastal and sea management in To-mini Bay could be divided into era before 1901, when Bajo Tribe was the sea adventurer in To-mini Bay as well as owning the resources. Since 1901 to independence era of Old Order, Bajo tribe began to settle to coastal area, built houses above the sea surfaces with economic resources coming from fishing and other sea pickings.  During the New Order, precisely from 1977 to Reformation Order, the existence of Bajo Tribe was terribly disturbed by the wood company, fishpond, and conservation policy. In this era, Bajo Tribe faced the resettlement pressure that caused their community was divided, Sea Bajo and Land Bajo.  This reality caused the access of the Land Bajo community to the coastal and sea resources was limited, while the Sea Bajo community was progressively under the pressure of of the expansion of the wood company, fishpond, and conservation policy.Key words: Bajo Tribe, wood company, fishpond, conservation, resettlement, cultural tourismTujuan penelitian ini adalah menganalisis tonggak-tonggak sejarah penguasaan sumber daya pesisir dan laut di Teluk Tomini. Penelitian ini menggunakan paradigma teori kritis, dengan strategi sosiologi sejarah dan studi kasus. Data yang terkumpul berupa data primer dan data sekunder, kemudian dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan sumber daya pesisir dan laut di Teluk Tomini dapat dibagi atas masa sebelum tahun 1901, yang ditandai Suku Bajo sebagai pengembara laut di Teluk Tomini sekaligus me-nguasai sumber daya yang ada. Sejak tahun 1901 sampai masa kemerdekaan (Orde Lama), Suku Bajo mulai hidup menetap dengan membangun rumah di atas permukaan laut, ekonomi bersumber dari menangkap ikan di pesisir dan mengumpulkan hasil-hasil laut lainnya. Memasuki Orde Baru, tepatnya mulai tahun 1977 sampai Orde Reformasi, eksistensi Suku Bajo mulai terganggu dengan masuknya perusahaan kayu, tambak, dan kebijakan konservasi. Di era ini Suku Bajo mengalami tekanan resettlement, menyebabkan komunitas mereka terbelah. Akses komunitas Bajo Darat ke laut menjadi terbatas, sementara komunitas Bajo Laut makin terjepit oleh ekspansi perusahaan kayu, tambak, dan kebijakan konservasi.Kata-kata kunci: Suku Bajo, perusahaan kayu, usaha tambak, konservasi, resettlement, pariwisata budaya  
PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK PERGERAKAN LENGAN PADA ROBOT MELFA RV-2SD Saharuddin, Saharuddin; Dipatih, Imam Surya; Dali, Hamka
Elektronika Telekomunikasi & Computer Vol 14, No 2 (2019): JETC Jurnal
Publisher : Elektronika Telekomunikasi & Computer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami  rancangan listing program pada robot melfa RV-2SD agar dapat bergerak secara tiga dimensi serta bagaimana rancangan listing program pada robot melfa RV-2SD agar dapat bergerak ke arah kiri-kanan, atas-bawah dan depan-belakang. Pada penelitian ini digunakan jenis penelitian rekayasa dengan menggunakan  metode  penelitian secara  langsung atau observasi dimana dapat dilihat kinerja robot yang menggunakan perangkat lunak yang akan dirancang. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika. Dalam perancangan perangkat lunak pergerakan lengan robot ini listing program ditulis dalam bahasa pemrograman melfa BASIC IV / V dengan bantuan teaching box. Dari perancangan perangkat lunak akan di peroleh gerakan lengan robot ke kiri-kanan, ke atas-bawah dan ke depan-belakang.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI TINGKAT PARTISIPASI DALAM TRADISI SEDEKAH BUMI (KASUS: KAMPUNG ADAT URUG LEBAK, DESA URUG, KECAMATAN SUKAJAYA, KABUPATEN BOGOR) Putri, Luthfiah Qurrata A'yun Abdillah; Saharuddin, Saharuddin
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.2.%p

Abstract

The tradition of the earth?s alms is important to be preserved as a great value and the identity of the agricultural community in Kampung Adat Urug Lebak. Participation is a key  for erath?s alms to survive, where the level of participation of the citizens influenced with internal factors or the individual characteristics of the society including age, education level, income level, gender and jobs, also the external factors including the head and organizer of kasepuhan. The purpose of this research is to analyse the factors that influenced the level of participation of the community Kampung Adat Urug Lebak. This research uses a quantitative approach to the method of survey through questionnaire and strengthened with qualitative data. The research shows that there is no significant relationship between individual characteristics with level of community participation in the alms of the Earth. Level of community participation is more influenced by the external factors.Keywords: Individual Characteristics, Level of Participation, The Earth?s Alm ABSTRAKTradisi sedekah bumi penting untuk dilestarikan sebagai nilail uhur dan identitas dari masyarakat pertanian di Kampung Adat Urug Lebak. Partisipasi menjadi kunci kebertahanan budaya sedekah bumi dimana tingkat partisipasi masyarakatnya berhubungan dengan faktor internal yaitu karakteristik individu dari masyarakat meliputi umur, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, jenis kelamin dan pekerjaan,  serta faktor eksternal yaitu ketua adat kasepuhan dan pengurus adat kasepuhan Kampung Urug Lebak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat partisipasi masyarakat Kampung Adat Urug Lebak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey kuesioner dan dikuatkan dengan data kualitatif. Penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor internal individu dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam sedekah bumi. Tingkat partisipasi lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal individu.Kata kunci: Karakteristik Individu, Sedekah Bumi, Tingkat Partisipasi
ANALISIS LINGKUNGAN SOSIAL EKONOMI PENGELOLAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT BERKELANJUTAN BERDASARKAN KRITERIA ISPO PT. TAPIAN NADENGGAN Agustina, Dewi; Hariyadi, Hariyadi; Saharuddin, Saharuddin
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.4.1.43

Abstract

Indonesian’s Goverment has obliged palm oil plantation companies to produce sustainable palm oil by the regulation from ministry of Agriculture No. 19/2011 about guidelines for Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). This research aimed to study the plantation management of PT. Tapian Nadenggan from their existing socio-economic aspects, then to analyze its sustability according to ISPO’s principles and creteria. The method was done by collecting primary data through interview(in general as well as intensive interview with key spekers), distributing questionnaires, executing field observation, taking respondent by purposive sampling method. Secondary data was obtained from the company’s data and literature review. The analysis result shows that the process of the land approval and the company’s responsibility toward their employess are convenient with ISPO’s principles and criteria. While for the execution of plasma plantation, the company’s social responsibility toward local culture development has not been fulfilled yet. Keywords: ISPO, palm oil, social economic
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (Studi Kasus Putusan No: 164/Pid.B/2009/PN.PL) SAHARUDDIN, SAHARUDDIN
Legal Opinion Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Legal Opinion

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Pada Pasal 1 Ayat (2) dijelaskan bahwa: ”perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”. Kenakalan anak sering disebut dengan “ Juvenile delinquency “ yang diartikan dengan anak cacat sosial. Delinkuensi diartikan sebagai tingkah laku yang menyalahi secara ringan norma dan hukum yang berlaku dalam suatu masyarakat. Kenakalan remaja adalah terjemahan kata “ Juvenile delinquency “ dan dirumuskan sebagai suatu kelainan tingkah laku, perbuatan ataupun tindakan remaja yang bersifat asosial, bertentangan dengan agama, dan ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku dalam masyarakat. Dalam kaitan ini remaja diartikan sebagai anak yang ada dalam usia antara dua belas tahun dan di bawah delapan belas tahun serta belum menikah.Penanganan perkara anak yang tidak dibedakan dengan perkara orang dewasa dipandang tidak tepat karena sistem yang demikian akan merugikan kepentingan anak yang bersangkutan. Anak yang mendapat tekanan ketika pemeriksaan perkaranya sedang berlangsung akan mempengaruhi sikap mentalnya. Ia akan merasa sangat ketakutan, merasa stres, dan akibat selanjutnya ia menjadi pendiam dan tidak kreatif. Dalam dirinya ia merasa dimarahi oleh pejabat pemeriksa dan merasa pula dirinya dijauhi oleh masyarakat. Hal ini yang sangat merugikan kepentingan anak. Jangan sampai nantinya setelah menjalani masa hukuman, anak menjadi bertambah kenakalannya. Jangan sampai si anak yang pernah tersangkut perkara pidana tidak dapat bergaul dengan baik, sehingga anak dapat mengabdikan diri kepada nusa dan bangsa. Oleh karena itu dalam menangani perkara anak terutama bagi para petugas hukum diperlukan perhatian yang khusus. Pemeriksaannya atau perlakuannya tidak dapat disama ratakan dengan orang dewasa, perlu dengan pendekatan-pendekatan tertentu sehingga si anak yang diperiksa dapat bebas dari rasa ketakutan dan rasa aman. Perhatian terbesar dalam tindakan perlindungan anak adalah perkembangan anak, agar anak dapat berkembang dan tumbuh dengan baik dalam berbagai sisi. Anak merupakan amanah sekaligus makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Anak wajib dilindungi dan dijaga baik secara hukum, ekonomi, politik, sosial maupun budaya dengan tidak membedakan suku, ras, agama, dan golongan. Anak sebagai generasi penerus yang akan menentukan nasib dan masa depan bangsa secara keseluruhan di masa yang akan datang sehingga hal-hal apa saja yang menjadi hak-hak anak merupakan bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijunjung tinggi. Kata Kunci : Perlindungan Hukum Terhadap Anak, Anak Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan
The Existence of Gampong in the Middle of Changing Community Mahmuddin, Mahmuddin; Kolopaking, Laura M; Kinseng, Rilus A; Wasistiono, Sadu; Saharuddin, Saharuddin
KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Vol 8, No 1 (2016): Komunitas, March 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v8i1.4967

Abstract

The passage of Act No. 18, 2001 on regional autonomy and followed up with the issuance of Qanun No. 4, 2003 on mukim, and Qanun No. 5, 2003 on gampong and reinforced by UUPA No. 11, 2006 on Acehnese government is a history of social identity of Acehnese society, which has been neglected during the conflict. The regional government has made some breakthroughs and one of the breakthroughs was gampong revitalization through a program called “back to gampong”. The study aims to answer the dynamic of revitalization of gampong institution in the middle of special autonomy implementation and the implementation of Qanun gampong in the administration of gampong institution. The study shows that the implementation of program “back to gampong” encourages the strengthening process of gampong institution as well as weakens the institution itself. The development of gampong that focuses on physical aspect has created coordination gap among officials of gampong institution in planning system and financial management.  The tug in the mechanism of financial development and management at gampong has created a space for the involvement and influence from gampong elite in gampong governance. Non-uniform honorary allocation for gampong governmental apparatus is one of indicators of weak role and function of gampong cultural institution because the previous inherent communal values have been calculated economically.
COMMUNITY SATISFACTION TOWARD POSDAYA ASSISTANCE PROGRAM IN WEST JAVA Sadono, Dwi; Saharuddin, Saharuddin; Yusalina, Yusalina; Burhanuddin, Burhanuddin; Sarianti, Tintin
MIMBAR (Jurnal Sosial dan Pembangunan) Volume 33, No. 1, Year 2017 [Accredited by Ristekdikti]
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mimbar.v33i1.2167

Abstract

Posdaya is a community empowerment post managed by and for the community. In an effort to strengthen Posdaya, assistance is given during a certain period of time. The purpose of this study was to analyze the pattern of assistance given to Posdaya and the degree of satisfaction as perceived by Posdaya over the assitance pattern. The study was conducted in 25 Posdaya in Bogor City and Bogor Regency, involving 125 respondents of Posdaya managing personnel. The study results showed that Posdaya assistance has been given by several Universities and the Local Government in Bogor. Assistance to Posdaya has been adequately improved the capacity of personnel to manage and enhance Posdaya. The resulted analysis on the degree of importance and performance found that the aspects of assistance (enabling, strengthening, protection, advocacy, maintenance, time and finance) had a high level of suitability, except for the aspect of assistance frequency. The results of CSI analysis showed that Posdaya personnel were quite satisfied with the pattern of assistance given. Three aspects of assistance need to be improved at a low priority, especially frequency, time and financial cost of assistance.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK USAHA MASYARAKAT PADA OBJEK WISATA ALAM DI KELURAHAN KAMBO KECAMATAN MUNGKAJANG KOTA PALOPO Halim, Muh.; Saharuddin, Saharuddin
Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Ekonomi Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.18 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan progam KKN-PPM ini adalah peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan masyarakat untuk memanfaatkan potensi objek wisata alam pada Kelurahan Kambo Kecamatan Mungkajang Kota Palopo sebagai mata pencaharian dan sumber pendapatan keluarga. Melakukan pembinaan dan pendampingan dalam menyiapkan berbagai fasilitas pendukug objek wisata alam, baik pada aspek teknis maupun aspek manajemen secara komprehenship. Target khusus progam KKN-PPM ini adalah berupa pembuatan gazebo pada lokasi strategis, menyiapkan fasilitas pendukung yang berdampak pada penumbuhan jiwa entrepreneurship anggota kelompok usaha jasa wisata, peningkatan wawasan dan pengetahuan tentang pentingnya berusaha, peningkatan pengetahuan tentang manajemen pemasaran jasa wisata, sehingga terjalin kerjasama yang memberikan manfaat terhadap peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam progam KKN-PPM ini adalah pendampingan dan penyuluhan dalam bentuk pelatihan pembuatan gazebo pada lokasi objek wisata alam yang strategis. Selain itu dilakukan pembinaan manajemen kerjasama antar kelompok yang saling menguntungkan. Adapun rencana kegiatan progam KKN-PPM, meliputi: (a) sosialisasi program KKN-PPM untuk menyatukan persepsi tim pengusul dengan mitra, (b) penyiapan sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan kegiatan, (c) penyiapan peralatan dan introduksi peralatan yang dirancang dan dilaksanakan oleh tim pengusul, (d) peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra melalui pelatihan (penguatan jiwa entrepreneurship, pelatihan pembuatan gazebo, pelatihan penggunaan dan perawatan objek-objek wisata alam, pelatihan manajemen pemasaran jasa wisata, (e) operasionalisasi program KKN-PPM dan (f) monitoring dan evaluasi program untuk menjamin keberlanjutan dan pengembangan program KKN-PPM di masa yang akan datang. Keyword: Pemberdayaan, Objek wisata alam dan Kelompok usaha