I Sahidin
Jurusan Kimia FMIPA Universitas Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PENAPISAN FITOKIMIA DAN UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK METANOL BEBERAPA TANAMAN OBAT TERHADAP LARVA UDANG ARTEMIA SALINA LEACH Mappasomba, Musadar; Wirasmanto, Bayu; Malaka, Muhammad Hajrul; Wahyuni, W; Sahidin, I
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v5i2.10171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongansenyawa yang terdapat dalam ekstrak metanol beberapa tanaman obat yang sering digunakan masyarakat Sulawesi Tenggara diantaranya miana (C. scutellaroidesL.), ketepeng cina (C. alata L.), eceng gondok (E. crassipes), kayu jawa (L. coromandelica H.), dan nenas (A. comocus L.) serta mengetahui tingkat toksisitasnya menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Sampel terdiri dari lima tanaman obat yang telah dipisahkan perbagiannya berupa akar, batang, daun, bunga dan buah. Ekstraksi menggunakan teknik maserasi, skrining fitokimia menggunakan teknik Kromatografi Lapis Tipis, serta pengujian toksisitas terhadap larva udang Artemia salina L. Data kematian larva dianalisis dengan analisis probit untuk mengetahui nilai LC50 pada masing-masing sampel, dimana ekstrak dikatakan toksik bila nilai LC50?1000 µg/mL. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya kandungan flavonoid, tanin dan saponin pada setiap tanaman, kandungan alkaloid tidak terdapat pada tanaman E. crassipes, dan senyawa triterpenoid hanya terdapat pada daun tanaman C. alata L. Hasil pengujian toksisitas menunjukkan bahwa dari delapan belas sampel yang telah diuji, dua belas diantaranya bersifat toksik. Sampel yang memiliki nilai LC50 terkecil (120,573 µg/mL) adalah kulit batang L. coromandelica sedangkan nilai LC50 terbesar (1510,415 µg/mL) ditunjukkan oleh daun C. scutellaroides LKata kunci: ekstrak, toksisitas, skrining, Artemia, BSLT
UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL BUAH WUALAE (ETLINGERA ELATIOR (JACK) R. M. SMITH) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI ORGAN JANTUNG TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) Jabbar, Asriullah; Wahyuni, W; Yusuf, Muhammad Ilyas; Helmia, Wa Ode Nia; Sahidin, I
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v5i2.10167

Abstract

Buah wualae (Etlingera elatior (Jack) R. M. Smith) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan terpenoid yang berkhasiat sebagai antioksidan, antibakteri, dan imunomodulator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui batas keamanan dari ekstrak yang ditinjau dari nilai LD50 dan pengaruhnya terhadap histopatologi organ jantung, paru-paru dan limpa tikus. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang dilakukan dengan metode Reed-Munch menggunakan 28 ekor tikus yang dibagi ke dalam 4 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol diberi NaCMC 0,5% dan kelompok perlakuan diberi ekstrak dosis 500 mg/kg BB; 5000 mg/kg BB; dan15000 mg/kg BB. Rute pemberian yang digunakan adalah rute oral. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah nilai LD50, gejala toksik yang timbul sampai tikus mati, dan perubahan bobot tikus, serta pemeriksaan histopatologi organ jantung. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai LD50 ekstrak etanol buah wualae adalah 8.649,679 mg/kg BB (kategori praktis tidak toksik). Pemeriksaan histopatologi organ jantung pada dosis 500 mg/kg BB, 5000 mg/kg Bb dan 15000 mg/kg BB menunjukkan gejala nekrosis.Kata kunci: Etlingera, wualae, hispatologi, organ, kongesti, nekrosis
Efek Imunomodulator Ekstrak Etanol Spons Melophlus sarasinorum Terhadap Aktivitas Fagositosis Sel Makrofag Pada Mencit Jantan Balb/C: Immunomodulatory Effects of Ethanol Extract of Melophlus sarasinorum Sponge Against Phagocytosis Activity of Macrophage Cells on Balb/C Male Mice Wahyuni, Wahyuni; Yusuf, Muhammad Ilyas; Malik, Fadhliyah; Lubis, Adryan Fristiohady; Indalifiany, Astrid; Sahidin, I
Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) Vol. 5 No. 2 (2019): (October 2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.925 KB) | DOI: 10.22487/j24428744.2019.v5.i2.13611

Abstract

Immunomodulator is an ingredient or drug that can modulate immune system functions and activities. This study was conducted to determine the effect of ethanol extract of Melophlus sarasinorum sponge on macrophage phagocytosis activity. Twenty four male mice balb/c were divided into six groups. The first group received 100 mg/kg of ethanol extract of Melophlus Sarasinorum sponge, the second group received 200 mg/kg of ethanol extract of Melophlus sarasinorum sponge, the third group received 300 mg/kg of ethanol extract of Melophlus Sarasinorum sponge and the fourth group received 400 mg/kg of ethanol extract of Melophlus Sarasinorum sponge. The positive control group received Phyllanthus niruri linn extract (Stimuno®) 0,13 mg/g and the negative control group received NaCMC 0,5%. The extract was orally administered from first day to seventh day. On the eighth day, each of the mice was injected Staphylococcus aureus bacteria (SA) 0.5 mL intraperitoneally. Macrophage cell activity is calculated from smears of peritoneal fluid of mice. Increased doses of ethanol extract of Melophlus sarasinorum sponge increase the amount of macrophage phagocytosis activity that are 25,25% (negative control), 61,5% (positive control), 55,75% (100 mg/kg), 60,75% (200 mg/kg), 62,25% (300 mg/kg) dan 66,25% (400 mg/kg). The results showed that the ethanol extract of Melophlus sarasinorum sponge has the potential as immunomodulator at a doses of 300 mg/kgBB and 400 mg/kg with no significantly different effectiveness with positive control in increasing macrophage cell phagocytosis activity based on the result of post-hoc statistical test of Tukey (sig.> 0,05).