p-Index From 2015 - 2020
8.887
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Jurnal Kanun Al-Adalah Jurnal Analisis DIMAS INFERENSI Jurnal Muadalah Jurnal Tashwir Jurnal Ilmu Ushuluddin JAM : Jurnal Aplikasi Manajemen ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman PASAI SAMUDERA Islam Futura WARTA Suhuf JURNAL ILMIAH PERSPEKTIF Empirisma; Jurnal Pemikiran dan Kebudayaan Islam Proceeding SENDI_U Al-Ijtima`i: International Journal of Government and Social Science LIBRARIA Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Holistik Scientiae Educatia AWLADY Jurnal Pendidikan Anak Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi AL-WIJD�N: Journal of Islamic Education Studies Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Jurnal Teknologi Kimia Unimal Kinetik: Game Technology, Information System, Computer Network, Computing, Electronics, and Control MAGHZA: Jurnal Ilmu Al-Qur´an dan Tafsir JPPI: Jurnal Pendidikan Islam Pendekatan Interdisipliner Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin Jurnal POLIMESIN PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Jurnal Humaniora : Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi dan Hukum Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi AIUA Journal of Islamic Education Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Profit : Jurnal Kajian Ekonomi dan Perbankan Syariah Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Jurnal Vokasi Journal of Welding Technology
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al-Adalah

Prospek Hukum Islam dalam Sistem Hukum Indonesia Saifuddin, Saifuddin
al-'adalah Vol 14, No 2 (2017): Al-'Adalah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/adalah.v14i2.2516

Abstract

Kendatipun mayoritas warga negara Indonesia adalah umat Islam, namun hukum Islam tidak dapat secara otomatis berlaku di negeri ini. Hal ini dikarenakan Indonesia bukan negara agama dan tidak menjadikan agama sebagai landasan ideologi negara. Artikel ini menganalisis prospek masuknya hukum Islam dalam sistem hukum nasional. Tujuannya untuk menemukan format yang sesuai dengan karakter negara Indonesia dan tidak menyimpang dari landasan idiil negara yakni Pancasila. Penelitian ini menyimpulkan hanya ada sedikit cara untuk memberlakukan hukum Islam di Indonesia, tanpa mengubah tatanan kenegaraan, yakni (1): melalui amandemen UUD. Ketika ada amandemen konstitusi, hukum Islam bisa saja ditransformasikan menjadi hukum positif sejauh disepakati oleh badan legislatif melalui cara dan prosedur demokratis. Kedua melalui transformasi materi hukum. Cara ini dilaksanakan dengan mengubah hukum materiil yang semula berlandaskan kepada nilai-nilai sekuler menjadi produk hukum yang berlandaskan nilai-nilai ajaran Islam. Ketiga: melalui otonomi daerah. seperti di Aceh, Banten, Madura, dan Gorontalo.
Prospek Hukum Islam dalam Sistem Hukum Indonesia Saifuddin, Saifuddin
al-adalah Vol 14, No 2 (2017): Al-Adalah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/adalah.v14i2.2516

Abstract

Kendatipun mayoritas warga negara Indonesia adalah umat Islam, namun hukum Islam tidak dapat secara otomatis berlaku di negeri ini. Hal ini dikarenakan Indonesia bukan negara agama dan tidak menjadikan agama sebagai landasan ideologi negara. Artikel ini menganalisis prospek masuknya hukum Islam dalam sistem hukum nasional. Tujuannya untuk menemukan format yang sesuai dengan karakter negara Indonesia dan tidak menyimpang dari landasan idiil negara yakni Pancasila. Penelitian ini menyimpulkan hanya ada sedikit cara untuk memberlakukan hukum Islam di Indonesia, tanpa mengubah tatanan kenegaraan, yakni (1): melalui amandemen UUD. Ketika ada amandemen konstitusi, hukum Islam bisa saja ditransformasikan menjadi hukum positif sejauh disepakati oleh badan legislatif melalui cara dan prosedur demokratis. Kedua melalui transformasi materi hukum. Cara ini dilaksanakan dengan mengubah hukum materiil yang semula berlandaskan kepada nilai-nilai sekuler menjadi produk hukum yang berlandaskan nilai-nilai ajaran Islam. Ketiga: melalui otonomi daerah. seperti di Aceh, Banten, Madura, dan Gorontalo.