Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Jurnal Kumparan Fisika

Implementasi Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning Model) untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Fisika Di SMAN 3 Bengkulu Tengah Gustika, Rahayu; Sakti, Indra; Putri, Desy Hanisa
Jurnal Kumparan Fisika Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.2 KB) | DOI: 10.33369/jkf.1.1.1-6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 3 Bengkulu Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dilaksanakan dalam 3 siklus terdiri atas empat langkah, yaitu : 1) perencanaaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Data hasil aktivitas dan keterampilam berpikir kritis siswa digunakan lembar observasi sedangkan data hasil belajar siswa digunakan tes hasil belajar dalam bentuk soal esai. Hasil penelitian diperoleh bahwa siklus I skor rata-rata aktivitas siswa 21,5 dengan kriteria cukup, siklus II 26 dengan kriteria baik dan siklus III 29,5 dengan kriteria baik.  Pada siklus I nilai rata-rata persentase observasi keterampilan berpikir kritis siswa yaitu  50,54 % dengan kriteria cukup,  siklus II 73,99 % dengan kriteria kritis , dan pada siklus III menjadi 85,99% dengan kriteria kritis sedangkan hasil belajar yang diperoleh pada siklus I nilai rata-ratanya 75,3, pada siklus II menjadi 81,4, dan pada siklus III nilai rata-rata siswa adalah 84. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi model discovery learning dapat meningkatkan aktivitas, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar fisika siswa.Kata kunci : discovery learning, aktivitas belajar, keterampilan berpikir kritis, hasil belajar
Penerapan Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing (Guided Discovery Learning) untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Keterampilan Proses Sains Siswa Destrini, Hanis; Nirwana, Nirwana; Sakti, Indra
Jurnal Kumparan Fisika Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.205 KB) | DOI: 10.33369/jkf.1.1.13-21

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar, keterampilan proses sains dan aktivitas belajar siswa dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA A SMA Negeri 2 Kota Bengkulu yang berjumlah 32 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dalam aspek pengetahuan atau tes soal pada siklus I diperoleh daya serap siswa 63%  dan  ketuntasan belajar  16% (belum  tuntas), meningkat pada siklus II diperoleh daya serap siswa 74% dan ketuntasan belajar 56% (belum tuntas), dan meningkat lagi pada siklus III diperoleh daya serap siswa 80% dan ketuntasan belajar 87%  (tuntas). Skor rata-rata keterampilan proses sains siswa pada siklus I sebesar 70, pada siklus II sebesar 83, dan pada siklus III sebesar 88, dan aktivitas belajar siswa pada siklus I dengan rata-rata skor sebesar 20 dalam kategori cukup, siklus II sebesar 24,3 dalam kategori baik, dan pada siklus III sebesar 27,9 dalam  kategori baik. Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan teknik pengumpulan data yang lebih lengkap untuk meneliti keterampilan proses sains agar  dapat melihat hasil yang maksimal.Kata kunci : Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing, Hasil Belajar Fisika, Keterampilan Proses Sains Siswa.
HUBUNGAN KECERDASAN INTELEKTUAL DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI IPA SMA Sari, Putri Eka; Koto, Irwan; Sakti, Indra
Jurnal Kumparan Fisika Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.083 KB) | DOI: 10.33369/jkf.2.1.49-56

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kecerdasan intelektual kelas XI IPA, (2) mendeskripsikan hasil belajar fisika siswa kelas XI IPA, dan (3) mengetahui hubungan antara kecerdasan intelektual dengan hasil belajar fisika siswa kelas XI IPA. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan regresi linier sederhana. Populasi adalah siswa Kelas XI IPA, dengan sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPA 1, XI IPA 2 dan kelas XI IPA 5, yang ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah 78 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes IQ yang diperoleh dari dokumentasi sekolah dan hasil belajar fisika merupakan data hasil Ujian Akhir Semester (UAS) tahun pelajaran 2017/2018. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana dengan kecerdasan intelektual (X) sebagai variabel independent dan hasil belajar fisika  (Y) sebagai variabel dependent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan intelektual siswa  kelas XI IPA pada kategori normal rata-rata (55,13 %). Nilai hasil belajar fisika adalah 90% siswa memperoleh nilai dibawah KKM (75), hasil ini merupakan data nilai mentah dari ujian akhir semester. Berdasarkan uji statistik diperoleh rxy (0,639)  >  rtabel (0,227),  Fhitung  (7,0286) > Ftabel (3,96) pada taraf signifikansi 5% (0,05). Variabel kecerdasan intelektual memberikan sumbangan 40,8 % terhadap hasil belajar fisika siswa kelas XI IPA. Sedangkan 59,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang belum terungkap dalam penelitian ini. Disimpulkan bahwa terdapat korelasi  positif yang signifikan antara kecerdasan intelektual dengan hasil belajar fisika siswa kelas XI IPA SMA Negeri 01 Bengkulu Utara tahun ajaran 2017/2018.Kata kunci : metode korelasional, kecerdasan intelektual,  hasil belajar fisika 
Pengaruh Model Project Based Learning terhadap Minat Belajar Fisika dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA Negeri 1 Kota Bengkulu Permata, Mika Dwi; Koto, Irwan; Sakti, Indra
Jurnal Kumparan Fisika Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.741 KB) | DOI: 10.33369/jkf.1.1.30-39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan minat belajar fisika siswa dan kemampuan berpikir kritis siswa melalui model project based learning dan metode penugasan. Penelitian dilakukan di dua kelas X MIPA SMA Negeri 1 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment Research tipe nonequivalent control group design. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling yang sebelumnya telah diuji normalitas dan homogenitas diperoleh  siswa kelas X MIPA 4 sebagai kelas uji coba (eksperimen) dan siswa kelas X MIPA 3 sebagai kelas pembanding (kontrol) dengan metode penugasan. Jumlah siswa yang terlibat sebanyak 57 siswa yang terdiri dari 28 siswa dari kelas X MIPA 4 dan 29 siswa dari kelas X MIPA 3. Teknik pengumpulan data menggunakan angket untuk minat belajar fisika dan tes untuk kemampuan berpikir kritis. Analisis data menggunakan uji-t dua sample indenpendent dengan rumus t-test poolled varian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan minat belajar fisika dan kemampuan berpikir kritis siswa antara yang diajarkan menggunakan model project based learning dengan siswa yang diajarkan dengan metode penugasan. Minat belajar fisika dan kemampuan berpikir kritis siswa meningkat terlihat dari nilai posttest, sehingga dapat disimpulkan bahwa model project based learning berpengaruh secara signifikan terhadap minat belajar fisika dan kemampuan berpikir kritis siswa.Kata kunci : Model project based learning, minat belajar fisika, kemampuan berpikir kritis siswa
PENGARUH MODEL LEARNING CYCLE 5E DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DI SMAN 09 KOTA BENGKULU Perwita, Deby Putri; Rohadi, Nyoman; Sakti, Indra
Jurnal Kumparan Fisika Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.166 KB) | DOI: 10.33369/jkf.2.1.25-32

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Learning Cycle 5E dengan pendekatan saintifik terhadap motivasi belajar dan pemahaman konsep  fisika di SMAN 09 Kota Bengkulu. Penelitian dilakukan di SMAN 09 Kota Bengkulu. Jenis penelitian adalah eksperimen kuasi dengan desain non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas XI MIPA SMAN 09 Kota Bengkulu. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini kels XI MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan XI MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Data motivasi belajar dan pemahaman konsep fisika diperoleh dari nilai pretest dan posttest menggunakan angket dan soal. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh model Learning Cycle 5E dengan pendekatan saintifik terhadap motivasi belajar di SMAN 09 Kota Bengkulu, yakni thitung 3,17 > ttabel 2,01, dan terdapat pengaruh signifikan model Learning Cycle 5E dengan pendekatan saintifik terhadap pemahaman konsep fisika di SMAN 09 Kota Bengkulu yang ditunjukan dengan thitung 7,14 > ttabel 2,01 dengan taraf signifikan 95%.Kata Kunci : Model Learning Cycle 5E, Pendekatan Saintifik, Motivasi Belajar, Pemahaman Konsep Fisika
Pengaruh Model Inkuiri Terbimbing Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa pada Materi Usaha dan Energi Kelas X IPA SMAN 3 Bengkulu Tengah Anggraini, Novita Darma; Purwanto, Andik; Sakti, Indra
Jurnal Kumparan Fisika Vol 1, No 3 (2018): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.1.3.20-27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan keterampilan proses sains siswa yang diajar menggunakan model inkuiri terbimbing dengan siswa yang menggunakan pendekatan sainstifik dan menentukan pengaruh pembelajaran fisika dengan menggunakan model inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini menggunakan dua desain yaitu Quasi Eksperimen design dan pre-experimental design. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrument berupa tes keterampilan proses sains. Data kemuadian dianalisis dengan analisis statstik kuantitatif dengan mencari nilai rata-rata, standar deviasi, varians, homogenitas, dan normalitas data serta dengan menggunakan uji-t dua sampel indpenden. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik sampling purposive yang diperoleh kelas X IPA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA 3 sebagai kelas kontrol. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan terdapat perbedaan  pendekatan sainstifik dengan model inkuiri terbimbing dengan siswa yang menggunakan pendekatan sainstifik terhadap keterampilan proses sains siswa yaitu thitung 3,69 > ttabel 2,00, maka terdapat pengaruh penggunaan inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa. Besar pengaruh yaitu sebesar 7,00 dengan interpretasi kuat. Sehingga disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan proses sains antara siswa yang diaajar dengan model inkuiri terbimbing dengan siswa yang diajar dengan menggunakan pendekatan sainstifik dan terdapat pengaruh pembelajaran fisika dengan menggunakan model inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa pada usaha dan energi kelas X IPA SMAN 3 Bengkulu Tengah.
Peningkatan Aktivitas Belajar dan Pemahaman Konsep Fisika melalui Model Discovery Learning pada Konsep Getaran Harmonis di Kelas X MIPA 2 SMAN 3 Kota Bengkulu Amar, Vijay; Nirwana, Nirwana; Sakti, Indra
Jurnal Kumparan Fisika Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.079 KB) | DOI: 10.33369/jkf.1.2.40-45

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SMAN 3 Kota Bengkulu pada seluruh siswa kelas X MIPA 2 yang berjumlah 36 siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar dan pemahaman konsep siswa pada konsep Getaran Harmonis. Penelitian ini dilakukan dalam 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa pada siklus I dengan rata-rata skor 24 dalam kategori cukup, siklus II sebesar 28 dalam kategori aktif, dan siklus III sebesar 30 dalam kategori aktif. Hasil Pemahaman konsep fisika pada siklus I diperoleh daya serap sebesar 74,44% dan ketuntasan pemahaman konsep fisika sebesar 52,78 (belum tuntas), meningkat pada siklus II diperoleh daya serap siswa sebesar 77,71% dan ketuntasan pemahaman konsep fisika 77,78% ( tuntas), dan meningkat lagi dibandingkan siklus I dan II yaitu pada siklus III diperoleh daya serap 83,08% dan ketuntasan pemahaman konsep fisika 94,44% (tuntas). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model discovery learning dapat meningkatkan aktivitas dan pemahaman konsep fisika.Kata kunci: Pendekatan Saintifik, Model Pembelajaran Discovery Learning, Aktivitas Belajar Siswa, Pemahaman Konsep Fisika
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa di SMAN 2 Kota Bengkulu Sintya, Wage Klaudhi; Purwanto, Andik; Sakti, Indra
Jurnal Kumparan Fisika Vol 1, No 3 (2018): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.164 KB) | DOI: 10.33369/jkf.1.3.7-12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur peningkatan kemampuan berpikir kreatif dan aktivitas belajar siswa X MIPA E SMAN 2 Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA E yang berjumlah 30 orang. Aktivitas siswa dinilai melalui pengamatan lembar observasi aktivitas dengan rentang nilai antara 1 sampai 3. Kemampuan berpikir kreatif diukur menggunakan lembar tes yang berbentuk soal uraian di setiap akhir siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa pada siklus I dengan rata-rata skor sebesar 22,5 pada kategori cukup, siklus II sebesar 25 pada kategori cukup dan siklus III sebesar 27 pada kategori baik. Kemampuan berpikir kreatif siswa pada siklus I diperoleh ketuntasan belajar klasikal sebesar 50% (tuntas), meningkat pada siklus II diperoleh ketuntasan belajar sebesar 93,33% (tuntas), dan meningkat pada siklus III diperoleh ketuntasan belajar sebesar 100% (tuntas). Nilai rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa pada siklus I diperoleh sebesar 72,17, pada siklus II sebesar 82,33, siklus III sebesar 88,83 pada predikat kreatif sampai sangat kreatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan aktivitas belajar siswa di kelas X MIPA E SMAN 2 Kota Bengkulu. Kata  kunci:  Model Pembelajaran  Inkuiri Terbimbing, Kemampuan berpikir kreatif,  Aktivitas  belajar siswa.
Penerapan Model Penemuan Terbimbing Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Siswa di SMAN 1 Kota Bengkulu Ningsih, Annisa Apriani Widya; Sakti, Indra; Rohadi, Nyoman
Jurnal Kumparan Fisika Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.104 KB) | DOI: 10.33369/jkf.1.1.22-29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar, menjelaskan peningkatan hasil belajar dan mendeskripsikan keterampilan proses sains siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA-1 SMAN 1 Kota Bengkulu yang berjumlah 30 Orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I adalah sebesar 23 dalam kategori cukup, siklus II sebesar 25,5 dalam kategori baik, dan siklus III sebesar 28,5 dalam kategori baik. Hasil belajar pada siklus I diperoleh daya serap sebesar 73% dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 50%, meningkat pada siklus II yaitu daya serap sebesar 83,5% dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 86,6%, dan meningkat lagi untuk siklus III daya serap sebesar 90,08% dan ketuntasan belajar sebesar 100%. Rata-rata keterampilan proses sains siswa secara keseluruhan indikator pada siklus I sebesar 13 dalam katagori cukup, siklus II sebesar 16 dalam katagori baik dan siklus III sebesar 18 dalam katagori baik. Berdasarkan hasil penelitian bahwa penerapan model Penemuan terbimbing kelas X MIA-1 di SMAN 1 kota Bengkulu dapat meningkatkan aktivitas belajar, hasil belajar dan keterampilan proses sains siswa.Kata Kunci : Model Penemuan terbimbing (guided discovery), aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa, keterampilan proses sains siswa.
PENGARUH PEMBELAJARAN MODEL PROBLEM SOLVING BERORIENTASI HIGHER ORDER THINKING SKILLS TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Daryanti, Safri; Sakti, Indra; Hamdani, Dedy
Jurnal Kumparan Fisika Vol 2, No 2 Agustus (2019): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.182 KB) | DOI: 10.33369/jkf.2.2.65-72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menemukan pengaruh model Problem Solving berorientasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) terhadap hasil belajar fisika dan (2) mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah peserta didik dengan pembelajaran model Problem Solving berorientasi Higher Order Thinking Skills (HOTS). Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment Research tipe nonequivalent control group design dan one group pretest-posttest design. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara peserta didik yang diajar dengan pembelajaran model Problem Solving Berorientasi HOTS dengan peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran konvensional ( pada taraf signifikan 5%) dan (2) terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah peserta didik dengan pembelajaran model Problem Solving Berorientasi HOTS dengan adanya kenaikan hasil tes kemampuan pemecahan masalah peserta didik setelah diajarkan dengan pembelajaran model Problem Solving Berorientasi HOTS sebesar 44,08. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran model Problem Solving berorientasi HOTS terhadap hasil belajar fisika dan meingkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik.Kata Kunci: Problem Solving, Higher Order Thinking Skills (HOTS), Hasil Belajar Fisika, Kemampuan Pemecahan MasalahThis research aimed to (1) find the effect of HOTS-oriented Problem Solving models on physics learning outcomes and (2) describe the Problem Solving abilities of students with HOTS-oriented Problem Solving learning models. This type of research was a Quasi Experiment Research with type of nonequivalent control group design and one group pretest-posttest design. The results of the research showed that (1) there are significant differences in learning outcomes between students taught by learning the HOTS-oriented Problem Solving model and students taught with conventional learning model ( at the 5% significance level) and (2) there was an increase in students' Problem Solving abilities with learning HOTS-oriented Problem Solving model with an increase in the results of the student's Problem Solving ability tests after being taught with learning HOTS-Oriented Problem Solving models, 44.08. Based on results of research, it can be concluded that there is an influence of HOTS-oriented Problem Solving learning model on physics learning outcomes and improve students Problem Solving abilities. Keywords: Problem Solving, Higher Order Thinking Skills (HOTS), Physics Learning Outcomes, Problem Solving Abilities