Articles

Found 28 Documents
Search

PROFIL PROTEIN DAN ASAM AMINO KEONG IPONG-IPONG (FASCIOLARIA SALMO) PADA PENGOLAHAN YANG BERBEDA Purwaningsih, Sri; Salamah, Ella; Apriyana, Gian P
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 8 No. 1 (2013)
Publisher : Food and Nutrition Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.964 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2013.8.1.77-82

Abstract

Ipong-Ipong (Fasciolaria salmo) snail is a mollusk from marine gastropod class in Cirebon, West Java which is consumed by public and believed to improve health, but no research on the protein and amino acid content. This study aimed to determine the proximate content, acid insoluble ash, amino acids (before and after treatment), and content of taurine on the best methods. The research was conducted in two parts. The first part covers sampling, identification, preparation, determination of size and weight, calculation of body recovery, processing, and organoleptic tests. The second part consists of processing treatments boiling (100ºC for 15 minutes), steaming (100ºC for 20 minutes), and boiling with the addition of 3% salt for 15 minutes. The results showed that the treatment gives a significant effect in fat, protein, water, ash and acid insoluble ash content (?=0.05). The highest content of essential amino acids in Ipong-ipong snail was arginine and non-essential amino acid was glutamic. The treatment method causes decreased in amino acid content. Steaming resulted in a decrease of taurine content of 164.17 mg/100 g to 149.62 mg/100 g. 
EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI PARSIAL EKSTRAK KASAR ENZIM KATEPSIN DARI IKAN PATIN [EXTRACTION AND PARTIAL CHARACTERIZATION OF CRUDE ENZYMES CATHEPSIN FROM CATFISH] Fikri, Muhammad Zakiyul; Nurhayati, Tati; Salamah, Ella
Jurnal Teknologi dan Industri Pangan Vol. 25 No. 1 (2014): Jurnal Teknologi dan Industri Pangan
Publisher : Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, IPB Indonesia bekerjasama dengan PATPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.049 KB) | DOI: 10.6066/jtip.2014.25.1.119

Abstract

EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI PARSIAL EKSTRAK KASAR ENZIM KATEPSIN DARI IKAN PATIN [Extraction and Partial Characterization of Crude Enzymes Cathepsin from Catfish] Muhammad Zakiyul Fikri*, Tati Nurhayati dan Ella SalamahDepartemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Bogor Diterima 02 Juli 2013 / Disetujui 30 Mei 2014ABSTRACT Decomposition of protein by enzymatic process will lead to changes in odor, texture, and appearance of fish. The enzymes that play a role in the enzymatic process is primarily proteolytic enzymes. Cathepsin is one of the proteolytic enzymes found in animal tissue that hydrolyzes peptide bonds of proteins. This study aims to extract the cathepsin, characterize the crude extract derived from catfish. The stages of this research consist of the extraction and characterization of the cathepsin from catfish. Result of the extraction was crude extract of cathepsin with activity of 0.278 U/mL. The enzyme had optimum temperature of 50°C, pH 6 and substrate concentration of 2%. The activity of the cathepsin was inhibited by metal ions of Fe3+, Cu2+, Ca2+, but increased by metal ions of Mg2+.  
Penggunaan Coating Karaginan Terhadap Mutu Organoleptik Udang Kupas rebus Selama Penyimpanan Dingin Herliany, Nurlaila Ervina; Santoso, Joko; Salamah, Ella
Jurnal Agroindustri Vol 3 No 2 November 2013
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the most...................
Pemanfaatan daging ikan tuna sebagai kerupuk kamplang serta karakterisasi fisik dan kimiawi produk yang dihasilkan Deni, Sitkun; Hardjito, Linawati; Salamah, Ella
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6, No 2 (2013): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.2.6-14

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperbaiki formulasi kerupuk kamplang. Penelitian pendahuluan meliputi penentuan kualitas fillet daging ikan tuna (pH, TVBN dan TMA), analisis proximat, logam berat dan konsentrasi karagenan. Penelitian utama mencakup penentuan kokmposisi sagu-tapioka, konsentrasi daging ikan tuna, dengan konsentrasi karagenan terpilih pada penelitian pendahuluan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fillet daging ikan tuna memiliki pH 5,44±3,02 mg N/100 g, TVBN  14,15±0,21 mg N/100 g, TMA 2,16±0,31 mg N/100 g, Cu 4.40 ppm, Hg dan Pb tidak terdeteksi. Sehingga bisa disimpulkan bahwa, daging ikan tuna masih dalam kondisi baik dan aman untuk dikonsumsi. Analisis proximat dari kadar air, protein, abu, lemak dan karbohidrat yang secara berururutan adalah 72,2±0.27 %, 2,14±0.07 %, 21,3±1.17 %, 0,38±0.01%, dan 3,97±0,84 %.  Hasil analisis karakteristik kimiawi kerupuk kamplang menunjukkan bahwa kadar air paling tinggi 11,62±0,02 % pada produk komersial, kadar protein paling rendah 8,24±0,00% pada produk sagu-taioka 2:3 dan daging ikan tuna 30%, dan TPC paling tinggi 2,5 x 104 coloni/g  ditemukan pada produk komersial. Karakteristik fisik kerupuk kamplang goreng menunjukkan tingkat kemekaran paling tinggi 207,08±20,24 % pada produk sagu-tapioka 1:1 dan daging ikan tuna 30 %, dan tingkat kekerasan paling rendah 698,1±7,58 gf  pada produk dari sagu-tapioka 2:3 dan daging ikan tuna 30%.
FORMULASI SKIN LOTION DENGAN PENAMBAHAN KARAGENAN DAN ANTIOKSIDAN ALAMI DARI RHIZOPHORA MUCRONATA LAMK. Purwaningsih, Sri; Salamah, Ella; Budiarti, Tika A.
Jurnal Akuatika Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skin lotion merupakan produk  kosmetika yang berfungsi melembutkan dan menjaga kulit dari kekeringan. Tujuan penelitian adalah menentukan konsentrasi terbaik dari penambahan karaginan dan ekstrak Rhizophora mucronata pada skin lotion.  Tahapan dalam penelitian ini adalah formulasi skin lotion dengan penambahan karaginan (0%; 1,5%; 1%; 1,5%; 2%) dan skin lotion terbaik ditambah ekstrak Rhizopora mucronata (0,5% dan 1%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula skin lotion terbaik adalah penambahan karaginan 1,5%.  Karakteristik sensori skin lotion berkisar antara agak suka sampai suka;  nilai pH 7,62; viskositas 2500 cP, stabilitas emulsi 100%, penyusutan berat 3,72%;  dan total mikrob kurang dari 2,5 x 102 Cfu (log 2,39).  Skin lotion yang ditambah 1% ekstrak Rhizopora mucronata mempunyai aktivitas antioksidan terbaik (130,494 ppm). 
KOMPOSISI KIMIA DAN AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIK BIOMASSA DAN POLISAKARIDA EKSTRASELULER DARI MIKROALGA PORPHYRIDIUM CRUENTUM Setyaningsih, Iriani; Salamah, Ella; Rahman, Dwi Abdia
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.555 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v16i1.7777

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan komposisi kimiawi, komponen aktif serta aktivitasantihiperglikemik (inhibisi ?-glucosidase) dari biomassa dan polisakarida ektraselular Porphyridiumcruentum. Sel Porphyridium cruentum dikultivasi dalam medium Becker pada suhu 27-28,5oC, diaerasisecara kontinyu dan pencahayaan 500-2000 lux. Kultur dipanen pada akhir fase pertumbuhan stasioner.Biomassa dan polisakarida ekstraselularnya dianalisis terhadap komposisi kimia, komponen aktif, danaktivitas antihiperglikemik. Hasil penelitian menunjukkan kandungan air, abu, protein, lemak, dankarbohidrat biomassa kering Porphyridium cruentum berturut-turut adalah 67%; 38,34%; 5,54%; 0,33%;dan 44,12%. Komponen aktif yang terkandung dalam biomassa kering meliputi alkaloid, fl avonoid danfenol hidroquinon. Inhibisi ?-glukosidase dari biomassa kering dan polisakarida ekstrasellular berturutturutadalah 33,82% dan 71,57%.
KARAKTERISTIK BIOFILM BERBAHAN DASAR KARAGINAN Herliany, Nurlaila Ervina; Santoso, Joko; Salamah, Ella
Jurnal Akuatika Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakterisik karaginan yang digunakan dalam pembuatan biofilm. Karaginan yang diekstraksi menggunakan KOH 0,5% selama 1 jam memberikan hasil terbaik dengan karakteristik rendemen 45,64%, viskositas 18 cP, kadar air 16,26%, kadar abu 35,90%, kadar abu tak larut asam 0,32%, kadar sulfat 5,04%, dan kekuatan gel 385,63 gf. Penggunaan karaginan pada konsentrasi 1,5% menghasilkan biofilm terbaik dengan sifat-sifat ketebalan 0,070 mm, kuat tarik 5516,67 kgf/cm2, persen pemanjangan 43,05% dan laju transmisi uap air 0,0060 g/m2/hari.  Biofilm terbaik juga mempunyai struktur mikroskopis internal polimer lebih kompak dan padat.
AKTIVITAS ENZIM KATEPSIN DAN KOLAGENASE PADA KULIT IKAN BANDENG (Chanos chanos, Forskal) SELAMA PERIODE KEMUNDURAN MUTU NURHAYATI, TATI; SALAMAH, ELLA; IRFAN, MOHAMMAD; NUGRAHA, RONI
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 4 No 1 (2010): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Program Studi Perikanan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.542 KB)

Abstract

Fish skin is one of many parts from fish that can be utillized beside the muscle. Proteolytic enzymes like cathepsin and collagenase are known as one of the factors that influence in fish skin quality deterotiation after death. The research purposes were to determine post mortem phase, quality deterioration pattern, cathepsin and collagenase activity, and its correlation to the parameters of milkfish freshness. The observations were done on fasted and fed fish before harvested at room and chilling temperature storage. The highest chatepsin and collagenase activity i.e. 7800-1429 U/ml and 0,0667-0,0792 U/ml respectively, were found in fish during the post-rigor phase. Simple linear correlation analysis showed that chatepsin and collagenase activity have a very close linear relationship (r 0.7) with fish freshness quality parameters during the process of quality deterioration from pre rigor until post rigor phase.
PEMANFAATAN KERANG HIJAU (Mytilus viridis) DALAM PEMBUATAN HIDROLISAT PROTEIN MENGGUNAKAN ENZIM PAPAIN NURHAYATI, TATI; SALAMAH, ELLA; AMALIA, ELIN
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 5 No 1 (2011): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Program Studi Perikanan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.764 KB)

Abstract

Protein hydrolyzed has high protein so that can be used for food industry and also pharmacy. Existence of making product of protein hydrolyzed expected can improve fishery product become new product as food which have high protein. One of marine product which not explore yet is green cockle. It has high protein and can be made as fish protein hydrolyzed product through modification process. The aim of research are: to determine of enzyme concentration, time and hydrolysis pH for making of hydrolyzed product. Results of research indicate that best concentration of enzyme for making of hydrolyzed product is 5% (w/v), 24 hours and pH 7. Characteristic of green cockle protein hydrolyzed are: water rate is 84,44 %, dusty rate is 1,25%, protein is 11,75% and fat is 2,56%. Protein hydrolyzed product of green cockle contain of free nitrogen -amino as much as 0,88 g/100 g and also hydrolyzed degree equal to 0,47. This protein hydrolyzed product consisted of 17 kinds of amino acid.
KANDUNGAN MINERAL REMIS (CORBICULA JAVANICA) AKIBAT PROSES PENGOLAHAN Salamah, Ella; Purwaningsih, Sri; Kurnia, Rika
Jurnal Akuatika Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan komposisi kimia, kandungan mineral dan kelarutan  mineral  daging  remis  segar  dan  setelah pengolahan,  serta  menentukan  metode pengolahan  terbaik  dengan  kehilangan  mineral terendah  dan  kelarutan  mineral  tertinggi. Komposisi kimia remis diuji dengan metode termogravimetri, soxhlet dan kjeldahl. Kandungan mineral dan kelarutan mineral diuji dengan metode Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Pengolahan menurunkan komposisi kimia remis, namun meningkatkan kandungan kadar abu setelah dilakukan metode pengolahan dengan cara perebusan garam. Metode pengolahan juga memberikan penurunan kandungan mineral kalsium, magnesium, fosfor, kalium dan seng pada remis.  Kandungan mineral natrium pada remis segar meningkat setelah direbus garam, namun menurun setelah direbus dan kukus.  Metode pengolahan juga memberikan peningkatan persentase kelarutan mineral natrium, kalsium, fosfor dan magnesium remis. Penelitian ini dapat memberikan rekomendasi kepada masyarakat bahwa untuk memperoleh asupan mineral yang paling baik dari remis, sebaiknya masyarakat mengolah remis dengan cara direbus garam dengan konsentrasi 1,5%.   Kata kunci : Corbicula javanica, kandungan mineral, kelarutan mineral, dan komposisi kimia.