Articles

Found 18 Documents
Search

STANDARISASI PARAMETER NON SPESIFIK DAN PERBANDINGAN KADAR KURKUMIN EKSTRAK ETANOL DAN EKSTRAK TERPURIFIKASI RIMPANG KUNYIT Salamah, Nina; Azizah, Barokati
PHARMACIANA Vol 3, No 1: Mei 2013
Publisher : PHARMACIANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.03 KB)

Abstract

Kunyit (Curcuma domestica Val.) merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa kurkumin dengan berbagai aktivitas. Pemanfaatan kurkumin dari rimpang kunyit yang banyak digunakan adalah dalam bentuk ekstrak etanol,namun masih terdapat zat ballast sehingga menyebabkan rendahnya kadar kurkumin. Hal ini dapat diupayakan dengan standarisasi ekstrak etanol yang terpurifikasi. Ekstrak etanol rimpang kunyit dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 96 %. Ekstrak etanol direndam dengan heksan hingga fase heksan terlihat jernih dan diperoleh ekstrak terpurifikasi yaitu fase tak larut heksan. Kadar kurkumin ditetapkan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan fase diam silika gel 60 F dan fase gerak kloroform : etanol : asam asetat glasial (94 : 5 : 1) dan analisis kuantitatif menggunakan densitometri dengan panjang gelombang maksimum 426 nm. Kadar air ekstrak ditetapkan menggunakan metode destilasi toluen, kadar abu dankadar abu tidak larut asam ditetapkan menggunakan metode gravimetri. Hasil statistik dengan LSD menunjukkan perbedaan yang bermakna kadar kurkumin dan beberapa nilai parameter non spesifik pada ekstrak etanol dan ekstrak terpurifikasi.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL DAUN KELENGKENG (Euphoria longan (L) Steud.) DENGAN METODE PENANGKAPAN RADIKAL 2,2’-DIFENIL-1-PIKRILHIDRAZIL Salamah, Nina; Widyasari, Erlinda
Pharmaciana Vol 5, No 1 (2015): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.021 KB) | DOI: 10.12928/pharmaciana.v5i1.2283

Abstract

The degenerative diseases is caused by endogenous antioxidant cannot neutraliced from increased concentration of free radicals, therefore it is necessary to consume antioxidant from the outside ofbody for neutralizing and destroying free radicals. The aim of this research is to evaluate the antioxidant activity of methanolic extract of longan leaves. The experiment of antioxidant activity from extract longan leaves uses the scavenging assay using 2,2’-diphenyl-1-pycrylhydrazyl (DPPH) method and quersetin as positive control. The analytical result is processed using linear regression methode in order to get ES50 value. The results of research showed that theincreasing concentration of  methanolic extract, and quercetin causes the higher percentage of DPPH radical scavenging. The ES50 values of methanolic extract and quercetin obtained are 40.32 µg/ml and 2.48 µg/ml respectively.
STANDARISASI PARAMETER NON SPESIFIK DAN PERBANDINGAN KADAR KURKUMIN EKSTRAK ETANOL DAN EKSTRAK TERPURIFIKASI RIMPANG KUNYIT Azizah, Barokati; Salamah, Nina
PHARMACIANA Vol 3, No 1: Mei 2013
Publisher : PHARMACIANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kunyit (Curcuma domestica Val.) merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa kurkumin dengan berbagai aktivitas. Pemanfaatan kurkumin dari rimpang kunyit yang banyak digunakan adalah dalam bentuk ekstrak etanol,namun masih terdapat zat ballast sehingga menyebabkan rendahnya kadar kurkumin.Hal ini dapat diupayakan dengan standarisasi ekstrak etanol yang terpurifikasi. Ekstrak etanol rimpang kunyit dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 96 %. Ekstrak etanol direndam dengan heksan hingga fase heksan terlihat jernih dan diperoleh ekstrak terpurifikasi yaitu fase tak larut heksan. Kadar kurkumin ditetapkan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan fase diam silika gel 60 Fdan fase gerak kloroform : etanol : asam asetat glasial (94 : 5 : 1) dan analisis kuantitatif menggunakan densitometri dengan panjang gelombang maksimum 426 nm.Kadar air ekstrak ditetapkan menggunakan metode destilasi toluen, kadar abu dan kadar abu tidak larut asam ditetapkan menggunakan metode gravimetri. Hasil statistik dengan LSD menunjukkan perbedaan yang bermakna kadar kurkumin dan beberapa nilai parameter non spesifik pada ekstrak etanol dan ekstrak terpurifikasi
EFEK ANTIANGIOGENIK EKSTRAK METANOL AKAR PASAK BUMI (Eurycoma longifolia, Jack) PADA MEMBRAN KORIO ALANTOIS (CAM) EMBRIO AYAM YANG TERINDUKSI bFGF Salamah, Nina; Sugiyanto, Sugiyanto; Hartati, Mae Sri; Hayati, Farida
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 1 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.799 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.8062

Abstract

Angiogenesis merupakan peristiwa pertumbuhan pembuluh darah baru, yang memungkinkan sel kanker mendapatkan suplai nutrisi dan oksigen, sehingga dapat terus bertahan hidup. Pasak bumi (Eurycoma longifolia, Jack) merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang memiliki potensi anti kanker. Ekstrak metanol, butanol, kloroform, dan air dari akar pasak bumi terbukti memiliki efek sitotoksik terhadap beberapa sel kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antiangiogenik ekstrak metanol akar pasak bumi pada CAM embrio ayam. Uji penghambatan angiogenesis dilakukan dengan membagi telur berembrio umur 8-9 hari dalam 8 kelompok perlakuan. Kelompok I sebagai kontrol paper disc, kelompok II sebagai kontrol bFGF, kelompok III sebagai kontrol bFGF+ pelarut DMSO 0,8%, kelompok IV, V, VI, VII dan VIII sebagai kelompok uji penghambatan angiogenesis, pada paper disc diberi bFGF 1 ng/μL dan ekstrak metanol akar pasak bumi berturut-turut dengan dosis 20, 40, 60, 80 dan 100 μg/mL. Setelah diinkubasi selama 3 hari (umur embrio12 hari), telur dibuka dan isi telur dikeluarkan, kemudian CAM yang melekat pada cangkang diamati secara makroskopik dan mikroskopik. Ekstrak metanol akar pasak bumi memberikan aktivitas antiangiogenik mulai kadar 40 μg/mL. Peningkatan konsentrasi ekstrak metanol akar pasak bumi meningkatkan aktivitas penghambatan angiogenesis.
EFEK ANTIANGIOGENESI EKSTRAK ETANOL GANGGANG HIJAU (Spirogyra sp.) BERDASARKAN EKSPRESI COX-2 PADA SEL T47D Widyaningsih, Wahyu; Salamah, Nina; Susanti, Hari; Fitriani, Dwi
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.752 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ19iss3pp127-132

Abstract

Kanker adalah sekelompok penyakit yang timbul apabila sebuah sel atau sekelompok sel lepas dari kontrol yang mengatur pertumbuhan. Ganggang hijau (Spirogyra sp.) merupakan salah satu tanaman obat yang digunakan sebagai obat tradisional untuk pengobatan kanker. Ganggang hijau (Spirogyra sp.) mempunyai kandungan zat aktif berupa melatonin dimana melatonin merupakan senyawa yang sudah diteliti para peneliti dunia sebagai obat antikanker dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol ganggang hijau (Spirogyra sp.) terhadap ekspresi COX-2 pada sel T47D. Ganggang hijau diekstraksi dengan menggunakan alat Soxhlet dengan pelarut etanol 96%. Penelitian ini menggunakan 3 kelompok yaitu kontrol sel, pemberian ekstrak etanol ganggang hijau konsentrasi 247,668 μg/ml dan 123,834 μg/ml. Untuk memastikan adanya ekspresi COX-2 dilakukan uji imunositokimia secara tidak langsung. Pengamatan dilakukan menggunakan mikroskop cahaya untuk melihat dan menghitung persen ekspresi COX-2. Hasil yang didapatkan menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna penurunan ekspresi COX-2 pada tiap kelompok.. Jadi dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol ganggang hijau (Spirogyra sp.) mampu menurunkan ekspresi COX-2 pada sel T47D.
EFEK ANTIANGIOGENIK EKSTRAK METANOL AKAR PASAK BUMI (Eurycoma longifolia, Jack) PADA MEMBRAN KORIO ALANTOIS (CAM) EMBRIO AYAM YANG TERINDUKSI bFGF Salamah, Nina; Sugiyanto, Sugiyanto; Hartati, Mae Sri; Hayati, Farida
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 1 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.799 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss1pp%p

Abstract

Angiogenesis merupakan peristiwa pertumbuhan pembuluh darah baru, yang memungkinkan sel kanker mendapatkan suplai nutrisi dan oksigen, sehingga dapat terus bertahan hidup. Pasak bumi (Eurycoma longifolia, Jack) merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang memiliki potensi anti kanker. Ekstrak metanol, butanol, kloroform, dan air dari akar pasak bumi terbukti memiliki efek sitotoksik terhadap beberapa sel kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antiangiogenik ekstrak metanol akar pasak bumi pada CAM embrio ayam. Uji penghambatan angiogenesis dilakukan dengan membagi telur berembrio umur 8-9 hari dalam 8 kelompok perlakuan. Kelompok I sebagai kontrol paper disc, kelompok II sebagai kontrol bFGF, kelompok III sebagai kontrol bFGF+ pelarut DMSO 0,8%, kelompok IV, V, VI, VII dan VIII sebagai kelompok uji penghambatan angiogenesis, pada paper disc diberi bFGF 1 ng/μL dan ekstrak metanol akar pasak bumi berturut-turut dengan dosis 20, 40, 60, 80 dan 100 μg/mL. Setelah diinkubasi selama 3 hari (umur embrio12 hari), telur dibuka dan isi telur dikeluarkan, kemudian CAM yang melekat pada cangkang diamati secara makroskopik dan mikroskopik. Ekstrak metanol akar pasak bumi memberikan aktivitas antiangiogenik mulai kadar 40 μg/mL. Peningkatan konsentrasi ekstrak metanol akar pasak bumi meningkatkan aktivitas penghambatan angiogenesis.
Subchronic Toxicity of Green Algae (Spyrogyra sp.) Ethanolic Extract on Hematologic Parameters Salamah, Nina; Widyaningsih, Wahyu; Susanti, Hari; Devi, Anggita; Sejati, Anita Wening; Putri, Zahra Alya
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 5, No 4: December 2016
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v5i4.5962

Abstract

Green Algae, an organism with active substance such as phytomelatonin, has potential to be developed as Indonesian traditional medicine. As the long term addition of Green Algae ethanol extract (Ekstrak etanol ganggang hijau, EEGH) influences the hematology system, in this paper, the safety test was done to ensure the safety of its use through subchronic toxicity test of EEGH on the hematology parameters of Wistar rats. The test group consisted of three groups treated with EEGH 100 mg/kg, 200 mg/kg, and 400 mg/kg, while the control group was given by 0.5% CMC-Na, with 8 rats each respectively. By using blood samples taken from orbital sinus on the 29th day, common hematologic parameters (erythrocytes, leukocytes, and hemoglobin level), the parameters of hemostasis (platelets, pT, aPTT, BT) and immune parameters (Differential Leukocytes Counts include neutrophils segment, lymphocytes, monocytes, and eosinophils) were finally observed and showed that the 28 days-addition of EEGH increase the hematological parameters of Wistar rats.
EFEK ANTIANGIOGENESI EKSTRAK ETANOL GANGGANG HIJAU (Spirogyra sp.) BERDASARKAN EKSPRESI COX-2 PADA SEL T47D Widyaningsih, Wahyu; Salamah, Nina; Susanti, Hari; Fitriani, Dwi
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.752 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.8229

Abstract

Kanker adalah sekelompok penyakit yang timbul apabila sebuah sel atau sekelompok sel lepas dari kontrol yang mengatur pertumbuhan. Ganggang hijau (Spirogyra sp.) merupakan salah satu tanaman obat yang digunakan sebagai obat tradisional untuk pengobatan kanker. Ganggang hijau (Spirogyra sp.) mempunyai kandungan zat aktif berupa melatonin dimana melatonin merupakan senyawa yang sudah diteliti para peneliti dunia sebagai obat antikanker dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol ganggang hijau (Spirogyra sp.) terhadap ekspresi COX-2 pada sel T47D. Ganggang hijau diekstraksi dengan menggunakan alat Soxhlet dengan pelarut etanol 96%. Penelitian ini menggunakan 3 kelompok yaitu kontrol sel, pemberian ekstrak etanol ganggang hijau konsentrasi 247,668 μg/ml dan 123,834 μg/ml. Untuk memastikan adanya ekspresi COX-2 dilakukan uji imunositokimia secara tidak langsung. Pengamatan dilakukan menggunakan mikroskop cahaya untuk melihat dan menghitung persen ekspresi COX-2. Hasil yang didapatkan menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna penurunan ekspresi COX-2 pada tiap kelompok.. Jadi dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol ganggang hijau (Spirogyra sp.) mampu menurunkan ekspresi COX-2 pada sel T47D.
Isolation and identification of eurycomanone from akar pasak bumi (Eurycoma longifolia, Jack) and its antiangiogenic activity ., Sugiyanto; Salamah, Nina; Hartati, Mae Sri; Hayati, Farida; Jumariyatno, Pinus
INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY Vol 20 No 3, 2009
Publisher : Faculty of Pharmacy Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Skip Utara, 55281, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.242 KB) | DOI: 10.14499/indonesianjpharm0iss0pp118-126

Abstract

Pasak bumi is one of the Indonesian original plants having anti cancer activity. One compound of akar pasak bumi, i.e eurycomanone was proven to have cytotoxic effect on cancer cell culture by apoptosis induction on HeLa cells. Therefore, this study was aimed to isolate and identify euycomanone from akar pasak bumi and to look at the anti angiogenic activity of the compounds on corio alantois membrane (CAM) of chicken embryo induced by bFGF.The akar pasak bumi was ground and was macerated with methanol. The macerate was fractioned by mean of VLC. Six fractions was obtained. The second fraction exhibited two spots on a TLC system, one spot was cochromatographed with eurycomanone as the reference standart and another spot exhibited blue fluorecence at 254 nm. This second fraction, then, was chromatographed on a preparative scale TLC to separate isolate A. Anti angiogenic test was performed for Isolate A at concentration series of 5, 10, 15, 20, 40 μg/mL respectively. Egg embrio (8-9 days) were divided into 8 groups. The first group was implanted paper disc only, the second group were given bFGF on Tris HCl buffer and the third group were given bFGF (on Tris HCl buffer) + 0,8 % DMSO. The fourth to eighth group were induced by 10 ng bFGF and the test preparation at the respective concentration. After incubation at 39 °C for 3 days, each egg was opened, the content of each was aspired and discarded, the CAM sticked to its shell was examined macroscopically and microscopically for the formation of new blood vessels.Based on spectral data of UV, IR, 1H NMR, 13C NMR and MS of isolate A and comparison with the spectral data of the standart, the isolate A was eurycomanone. Eurycomanone inhibited angiogenesis at concentration of 10 μg/mL.Key words: antiangiogenic, angiogenesis, E.longifolia, eurycomanone,CAM.
CYTOTOXICITY ASSAY OF ACTIVE COMPOUNDS OF Gynura procumbens (Lour) Merr TO SEVERAL CELL LINE Handayani, Rina; ., Sugiyanto; Salamah, Nina
INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY Vol 12 No 3, 2001
Publisher : Faculty of Pharmacy Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Skip Utara, 55281, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14499/indonesianjpharm0iss0pp140-151

Abstract

The leaves of Dewa (Gynura procumbens (Lour) Merr), is utilized in traditional medicine as anticancer, had been reported to contain flavonoid derivatives and supposed to have cytotoxic properties. Hence, these particular substances might be useful to be developed as anticancer in the future. Research on ethanol extract of Gynura procumbens (Lour) Merr leaves as anticarcinogen has been carried out, using toxicity assay model to vero, myeloma and lymphocyte cells. This research applied varied concentrations and adriamycin as a positive control. Observation to the cell growth inhibition was carried out for 4 days. The result showed that the dominant substance (the third spot of paper chromatogram) inhibit the growth of vero and myelome cells but lymphocyte cell. The LC50 of this substance to myelome, vero and lymphocyte cells were < 82.8 g/ml, 103.86 g /ml and > 2650 g/ml, respectively, whereas the LC50 of adriamycin to the cell lines were < 0.015 g /ml. Therefore, substances obtained from Gynura procumbens (Lour) Merr leaves might be developed against cancer.Key word: Gynura procumbens (Lour) Merr, mieloma