Articles

Found 19 Documents
Search

KARAKTERISTIK REAKTOR HIDROGENASI MINYAK BIJI KAPUK UNTUK PEMBUATAN GREEN DIESEL Salamah, Siti; Setyawan, Martomo
SPEKTRUM INDUSTRI Vol 11, No 1: April 2013
Publisher : SPEKTRUM INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Green diesel  merupakan salah satu solusi mengatasi kebutuhan bahan bakar diesel yang semakin meningkat, green diesel merupakan minyak diesel yang berasal dari hidrogenasi minyak nabati yang memiliki kualitas lebih baik dibandingkan biodiesel dan ramah lingkungan. Proses hidrogenasi minyak nabati menjadi green diesel dirancang di reaktor yang beroperasi pada suhu 250 0 C  dan tekanan 10 atm, untuk beroperasi pada suhu dan tekanan tersebut maka perlu diketahui karakter reaktor juga  suhu pemanasnya. Penelitian ini dilakukan dengan merancang reaktor hidrogenasi dan merancang pemanas reaktor juga uji temperatur pemanas.Pemanas listrik disambungkan  dengan regulator tegangan, termokopel dipasang  pada batu penahan panas tepat di atas elemen  pemanas.  Regulator  diputar pada tegangan 100 volt, perubahan suhu dicatat   tiap 5 menit, percobaan  dihentikan apabila suhu sudah konstan , percobaan diulangi  untuk tegangan 125,150,175,200 dan 225  volt. Percobaan diulang untuk mempelajari karakter perpindahan panas ke  reaktor. Hasil dari penelitian ini adalah reaktor hidrogenasi dirancang dari bahan stainless steel,  beroperasi pada temperatur 250 0 C dengan tekanan 10 atm, Spesifikasi reaktor  sebagai berikut : volume cairan 2 liter, tinggi reaktor 31 cm, diameter luar 15 cm dan diameter dalam 10 cm. Reaktor tabung ini dilihat dari persyaratan suhu dan kebutuhan panas dapat digunakan sebagai reaktor untuk hidrogenasi minyak biji kapuk. Pemanasan di reaktor dapat mencapai  suhu  2400  C dengan menggunakan tegangan 175 Volt. .           Kata kunci : Karakteristik , Reaktor hidrogenasi ,  Green diesel
KARAKTERISTIK REAKTOR HIDROGENASI MINYAK BIJI KAPUK UNTUK PEMBUATAN GREEN DIESEL Salamah, Siti; Setyawan, Martomo
SPEKTRUM INDUSTRI April 2013
Publisher : SPEKTRUM INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.547 KB)

Abstract

Green diesel  merupakan salah satu solusi mengatasi kebutuhan bahan bakar diesel yang semakin meningkat, green diesel merupakan minyak diesel yang berasal dari hidrogenasi minyak nabati yang memiliki kualitas lebih baik dibandingkan biodiesel dan ramah lingkungan. Proses hidrogenasi minyak nabati menjadi green diesel dirancang di reaktor yang beroperasi pada suhu 250 0 C  dan tekanan 10 atm, untuk beroperasi pada suhu dan tekanan tersebut maka perlu diketahui karakter reaktor juga  suhu pemanasnya. Penelitian ini dilakukan dengan merancang reaktor hidrogenasi dan merancang pemanas reaktor juga uji temperatur pemanas.Pemanas listrik disambungkan  dengan regulator tegangan, termokopel dipasang  pada batu penahan panas tepat di atas elemen  pemanas.  Regulator  diputar pada tegangan 100 volt, perubahan suhu dicatat   tiap 5 menit, percobaan  dihentikan apabila suhu sudah konstan , percobaan diulangi  untuk tegangan 125,150,175,200 dan 225  volt. Percobaan diulang untuk mempelajari karakter perpindahan panas ke  reaktor. Hasil dari penelitian ini adalah reaktor hidrogenasi dirancang dari bahan stainless steel,  beroperasi pada temperatur 250 0 C dengan tekanan 10 atm, Spesifikasi reaktor  sebagai berikut : volume cairan 2 liter, tinggi reaktor 31 cm, diameter luar 15 cm dan diameter dalam 10 cm. Reaktor tabung ini dilihat dari persyaratan suhu dan kebutuhan panas dapat digunakan sebagai reaktor untuk hidrogenasi minyak biji kapuk. Pemanasan di reaktor dapat mencapai  suhu  2400  C dengan menggunakan tegangan 175 Volt. .           Kata kunci : Karakteristik , Reaktor hidrogenasi ,  Green diesel
PEMBUATAN ARANG AKTIF DARI TEMPURUNG KELAPA DENGAN AKTIVASI SEBELUM DAN SESUDAH PIROLISIS Jamilatun, Siti; Setyawan, Martomo; Salamah, Siti; Purnama, Dwi Astri Ayu; Putri, Riska Utami Melani
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan arang aktif semakin meningkat seiring dengan kebutuhan industri akan bahan pembersih dan penyerap dan juga bahan pengemban katalisator. Arang aktif dapat dihasilkan dari bahan-bahan yang mengandung karbon atau dari arang yang diaktivasi untuk mendapatkan permukaan yang lebih luas. Arang aktif dapat mengadsorpsi gas dan senyawa kimia tertentu tergantung besar atau volume pori-pori dan luas permukaan. Penelitian ini bertujuan membuat karbon aktif dari tempurung kelapa dengan pengaktivasi KOH dilakukan satu kali aktivasi ( sesudah pirolisis) dan dua kali aktivasi (sebelum dan sesudah pirolisis). Kualitas arang aktif yang diperoleh dianalisis untuk mengetahui karateristik kadar air, kadar abu,  iodine number dan surface area karbon aktif dari arang tempurung kelapa yang sesuai dengan SII No.0258 – 79. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa karbon aktif dapat dibuat dari tempurung kelapa dengan terlebih dahulu dilakukan pirolisis dan kemudian dilakukan aktivasi. Untuk mengetahui pengaruh aktivasi maka dilakukan aktivasi satu kali ( sesudah pirolisis) dan aktivasi dua kali (sebelum dan sesudah pirolisis) dengan aktivasi kimia KOH 2N dengan variasi waktu perendaman. Hasil menunjukkan bahwa aktivasi dua kali memberikan hasil iodine number dan surface area lebih tinggi daripada aktivasi satu kali. Karakteristik karbon aktif yang dihasilkan untuk iodine number 300-500 mg I2/gram arang aktiv telah sesuai dengan SII No.0258–79, untuk kadar air, kadar abu belum sesuai dengan standar diatas, surface area 185,447 m2/g atau mengalami peningkatan 35 kali surface area dengan arang tempurung kelapa yang tidak diaktivasi. Arang aktif ini akan digunakan sebagai katalis pada proses pirolisis dan gasifikasi biomassa untuk penelitian selanjutnya.
KINETIKA REAKSI ESTERIFIKASI MINYAK BIJI KAPUK PADA PEMBUATAN BIODIESEL Salamah, Siti
CHEMICA: Jurnal Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.514 KB)

Abstract

Biodiesel is one of the best solutions to overcomethe reduction of oil reserves by utilizing plant oils are converted into fuel.Kapok seed is one of the potential sources of raw materials that can be taken to be used as biodiesel. For the manufacture of biodiesel on a large scale is necessary to design the reactor, the reactor needs to design the data of reaction kinetics.This reaserch was conducted to determine the rate of reaction of biodiesel production. The process was  by making kapok seed oil and analyzed the content of FFA, if FFA <2 then the esterification process is done.150 ml oil inserted in three neck flask and heated to temperature of 50 °C with water bath.While waiting for heating, 57 ml of techinical methanol 96 % was mixed with 1.25 grams KOH p.a and stirred for 60 minutes, then either mixing the solution with the oil heated with a water bath. The reaction temperature was maintained  at 50oC with stirring speed of 600 rpm for 60 minutes. Inserting the solution into a separator funnel and left for 24 hours to form 2 layers.Separating the two layers.The top layer wasbiodiesel and the bottom layer was glycerol.Repeating step by step above with the variation of time  60, 75, 90, 105 and 120 minutes. For reaction temperature variable, the process carried out at temperatures 40 °C, 50 °C, 70 °C and 90 °C.The results of this reaserch were the water content of kapok seed is 4,07 % and FFA valuewas 4,8 % after lowered 1,56 %.Transesterification reaction conditions of oil and methanol mole ratio of 1 : 3, with the stirrer rotation speed of 600 rpm for 105 minutes and the reaction temperature of 90 °C gave the conversion of 0.916 mol (%).Transesterification reaction of kapok seed oil into biodiesel follows the first order reaction.The results of the analysis of biodiesel and the heat test, may indicate that it meets the criteria specified in the benchmark Indonesian Biodiesel Quality Standards (RSNI EB 020 551).
Pemanfaatan Asap Cair Food Grade yang Dimurnikan dengan Arang Aktif sebagai Pengawet Ikan Nila Salamah, Siti; Jamilatun, Siti
Eksergi Vol 14, No 2 (2017): Eksergi Volume 14 No 2 2017
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bau asap serta warna kuning pada asap cair dapat dikurangi dengan penyerapan menggunakan arang aktif. Arang aktif yang telah diaktivasi dapat mengurangi bau dan warna asap cair sebesar 20%. Asap cair tersebut mengalami peningkatan kemampuan pengawetan dengan meningkatnya kadar asam asetat hampir 3 kali lipat. Dalam penelitian ini dilakukan pemanfaatan asap cair food grade yang dimurnikan dengan arang aktif untuk pengawetan bahan makanan yaitu ikan Nila. Percobaan dilakukan dengan mencampurkan arang aktif yang telah diaktivasi dengan asap cair, kemudian diaduk dan disaring. Ikan Nila direndam dalam asap cair yang telah dimurnikan dengan variasi waktu penyimpanan yaitu 3,6,9,12 dan 15 jam. Perlakuan diulang dengan variasi kadar asap cair yaitu 5%,7,5%, 10%, 12,5%, 15% dan 17,5%. Ikan Nila yang telah diawetkan dianalisis kadar protein, jumlah total bakteri, uji fisik dan pH. Dari penelitian ini diperoleh konsentrasi optimum asap cair sebagai pengawet adalah 15%. Kadar protein pada ikan Nila yang direndam menggunakan asap cair selama masa simpan 15 jam adalah 15,15%. Jumlah total bakteri dalam ikan Nila adalah antara 4,5x106 – 5,4x108CFU/ g. Penggunaan asap cair 10% pada ikan Nila mampu mempertahankan kondisi fisik ikan selama waktu simpan 3 jam dengan pH 5. Semakin banyak jumlah total bakteri maka kadar proteinnya semakin rendah.
Conversion of Biomass of Bagasse to Syngas Through Downdraft Gasification Maryudi, Maryudi; Aktawan, Agus; Salamah, Siti
Jurnal Bahan Alam Terbarukan Vol 7, No 1 (2018): June 2018 [Nationally Accredited]
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbat.v7i1.11621

Abstract

National energy demand has been fulfilled by non-renewable energy sources, such as natural gas, petroleum, coal and so on. However, non-renewable energy reserves deplete increasingly which can cause an energy crisis. Conversion of biomass into energy becomes one of the solutions to overcome it. Indonesia has an enormous biomass potential especially from sugarcane plantation. Sugarcane plantations produce waste of bagasse abundantly. Commonly bagasse is utilized as energy source by conventional combustion.  This research studies the utilization of bagasse as energy source by gasification technology to produce gas fuel. The gasification model used in this research is downdraft gasifier equipped with cyclone to separate gas with solid or liquid gasification products. The result has shown  that gasification of bagasse has produced flammable syngas. The increase of bagasse weight increases the amount of syngas of gasification process. Carbon monoxide is the greatest content of syngas, while a few amount of H2, CH4 are also detected. Bagasse through gasification process is very potential source of alternative energy, since it is derived from waste and a cheap material.
PENDIDIKAN ORANG TUA DENGAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PENDIDIKAN SEKS Salamah, Siti; A, Delfriana Ayu
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 3, No 1 (2018): Mei 2018
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The situation of the rise of pornography as a misleading media to the implications of moral decadence, crime and sexual violence conducted by adolescents, is not really a new case that fills newspaper or electronic media. The purpose of this study to determine the relationship level of parents education with adolescent knowledge about sex education in State Senior High School 1 Hinai Hinai sub-district of Langkat Regency 2017. This research is analytic and using approach method by cross sectional and using primary data where population number 40 responden taken in total population. Computerized data analysis using Chi-square test through SPSS Version 13.00 shows a significant correlation between parental education level and adolescent knowledge about sex education. By comparing df = 6 <0,05, and table data X2 = 12,6. The results obtained from this reserache is It is suggested to the principal to establish cooperation with local health personnel to conduct extension activities and other activities to further enhance adolescent knowledge about sex education, it is also advisable for all school staff to be more able to conduct counseling activities for teenagers as the main media for teenagers to obtain information about correct and appropriate sex education other than parents and it is advisable to adolescents to keep improving their education and knowledge even though adolescents do more activities both at home and outside school.Keywords : Relationships, Youth Knowledge, Sex Education
PENGARUH LARUTAN MADU DENGAN KONSENTRASI 15% TERHADAP PENURUNAN SKOR GINGIVITIS PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 4 MARTAPURA Habibah, Siti Sab`atul; Danan, Danan; Salamah, Siti
Jurnal Skala Kesehatan Vol 5 No 2 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jsk.v5i2.14

Abstract

Prevalensi gingivitis yang terjadi pada anak usia 3 tahun dibawah 5%, sedangkan pada usia 6 tahun 50% dan angka yang tertinggi adalah 90% pada anak dengan usia diatas 10 tahun3. Bakteri yang ditemukan pada gingivitis yaitu Steptococcus sanguins, Streptococcus mitis, Streptococcus intermedius, Eikenella corrodens, Fusobacterium nucleatum, Streptococcus oralis,  Actinomyces viscosus, Actinomyces naeslundii dan Peptostreptococcus 8.Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian larutan madu dengan konsentrasi 15% terhadap penurunan skor  gingivitis pada siswa SMPN 4 Martapura.Metode penelitian dengan desain eksperimen semu  yaitu suatu penelitian dengan melakukan kegiatan percobaan (eksperiment) yang bertujuan untuk mengetahui gejala atau pengaruh yang timbul, sebagai akibat adanya perlakuan tertentu.Hasil penelitian Dari hasil analisis didapatkan  standar deviasi 0.426. Hasil uji statistik didapatkan nilai P= 0,000 < α (0,05), sehingga Ho ditolak maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh  yang signifikan kumur-kumur larutan madu dengan konsentrasi 15% terhadap penurunan skor gingivitis pada siswa SMPN 4 Martapura.Untuk mencegah terjadinya gingivitis dapat dilakukan  upaya yang dengan  menyikat gigi 2 kali sehari setiap hari dan lakukanlah kumur-kumur dengan bahan yang mengandung anti bakteri contohnya dengan larutan madu dengan konsentrsi 15%. Kata kunci : Gingivitis, Larutan madu
Strategi Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Salamah, Siti
Economics Development Analysis Journal Vol 7 No 1 (2018): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v7i1.21927

Abstract

Fenomena penumpukan penyerapan anggaran pada bulan Desember yang menyebabkan ketidakmerataan penyerapan anggaran merupakan salah satu problematika yang dihadapi oleh Provinsi Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor penyebab ketidakmerataan penyerapan APBD serta menentukan strategi penyerapan APBD Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan AHP (Analytical Hierarchy Process). Informan dari penelitian ini terdiri dari 13 keyperson yang terdiri dari unsur akademisi/peneliti dan dinas pemerintah yaitu pihak Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah dan pihak Biro Administrasi Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian dengan menggunakan AHP yaitu kriteria pertama adalah faktor regulasi, kedua kriteria faktor perencanaan anggaran, dan ketiga kriteria faktor Sumber Daya Manusia (SDM). Alternatif prioritas program yakni diadakan sosialisasi mengenai mekanisme pencairan anggaran. Selanjutnya yaitu adanya RAB (Rencana Anggaran Biaya), serta adanya kebijakan penyerapan anggaran.   The phenomenon of budget absorption in December that caused inequality of budget absorption is one of the problems being experienced by Central Java Province. The purpose of this study is to analyze the factors causing inequality absorption of APBD and the speed of absorption of Central Java Provincial Governments APBD. This type of research is descriptive qualitative research with data analysis technique used in this research is descriptive analysis and AHP (Analytical Hierarchy Process). Informants from this research consists of 13 keyperson consisting of academician/researcher and government institution that is Financial and Asset Management Board of Central Java Province and the Regional Administration Bureau of Central Java Province. The result of research using AHP is first criterion is regulation factor, second criterion of budget planning factor, and resource factor. Alternative program of socialization program on budget disbursement mechanism. Furthermore, the existence of RAB (Budget Plan), and the budget absorption budget..
REMOVAL OF METHYLENE BLUE OF TEXTILE INDUSTRY WASTE WITH ACTIVATED CARBON USING ADSORPTION METHOD Maryudi, Maryudi; Amelia, Shinta; Salamah, Siti
Reaktor Volume 19 No. 4 December 2019
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.626 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.19.4.168-171

Abstract

The colorant that is often used in the textile industry is methylene blue which is a cationic heterocyclic aromatic compound. This compound is very stable and is difficult to decompose naturally leading to environment in large concentrations. Therefore, a waste treatment technology to reduce the concentration of dye waste in water becomes importannt. So far, adsorption method with activated carbon remains the most efficient and effective technique in removing dyes from liquid waste due to its relatively large adsorption capacity. Activated carbon is one of the non-metallic mineral commodities or multipurpose industrial minerals, one of which is as an adsorbent or adsorbent media. This study aims to determine the potential of activated carbon in adsorbing methylene blue with variations in the concentration of methylene blue and particle size of activated carbon. The procedures in this experiment include, the preparation of activated carbon with size variations (20-60, 60-100 and> 100 mesh) and variations in the concentration of methylene blue (15 ppm, 30 ppm and 45 ppm) with contact time (0 to 180 minutes). From the results of the study, it was found that the smaller the size of activated carbon used, the greater the adsorption capacity, ie at mesh size> 100 mesh, the adsorption capacity was 9.8%. Whereas, the smaller the concentration of methylene blue, the activated carbon could work optimally at a concentration of 15 ppm at 30 minutes with adsorption capacity as high as 100%.Keywords: adsorption; Methylene Blue; activated carbon; concentration; time; particle size