Articles

STUDI KERUSAKAN JALAN DITINJAU DARI FAKTOR SETEMPAT (STUDI KASUS RUAS JALAN BLANGKEJEREN – LAWE AUNAN) Mulyadi, Mulyadi; Isya, Muhammad; Saleh, Sofyan M.
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i3.10012

Abstract

Abstract: Blangkejeren - Lawe Aunan road conditions overall is on the slopes of the mountains which is strongly influenced by local environmental factors such as drainage, topography, soil conditions, material conditions and vehicle load conditions across the road. It should be noted in order to avoid a decrease in the road quality due to road surface damage that can affect the traffic safety, comfort and smoothness.. Therefore, it is necessary to study the evaluation of the condition of the damaged road surface and the local factors that affect the damage in order to avoid a decrease in the roads quality. This study took place on Blangkejeren - Lawe Aunan roads started from Sta. 529 + 700 - Sta. 535 + 206. Generally, the condition of roads in this segment were found damage that disturb the comfort, smoothness and safety of the roads users. In this study, the primary data obtained by actual surveys in the form of data field length, width, area, and depth of each type of damage as well as local factors that lead to such damage. Actual field surveys conducted along the 5.506 km, with the distance interval of each segment is 100 m. The secondary data obtained from the relevant institutions and other materials related to this research. This study analyzed the PCI method (Pavement Condition Index) to obtain the level of damage in order to know how to handle, while for the identification of the damage done by observation factors descriptively appropriate observation in the field such as the number of damage points. The results of this study found that the type of damage caused to roads is damage to the cover layer, a hole, and curly. This type of damage that commonly occurs on the road Blangkejeren - Lawe Aunan is damage to the edges with a percentage of 87.30%. The local factors that greatly affect drainage on the percentage of damage is 62.00%. PCI average value is 13.47 which indicates a very bad condition (very poor) and requires maintenance or improvement of reconstruction.Abstrak: Kondisi jalan Blangkejeren ? Lawe Aunan secara keseluruhan berada di lereng pegunungan sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan setempat seperti drainase, topografi, kondisi tanah, kondisi material dan kondisi beban kendaraan yang melintasi jalan tersebut. Hal ini perlu diperhatikan agar tidak terjadi penurunan kualitas jalan akibat kerusakan permukaan jalan sehingga dapat mempengaruhi keamanan, kenyamanan, dan kelancaran dalam berlalu lintas. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian evaluasi terhadap kondisi permukaan jalan yang mengalami kerusakan serta faktor setempat yang mempengaruhi kerusakan tersebut agar tidak terjadi penurunan kualitas jalan. Penelitian ini mengambil lokasi di ruas jalan Blangkejeren ? Lawe Aunan yang dimulai dari Sta. 529+700 - Sta. 535+206. Umumnya kondisi ruas jalan pada segmen ini banyak ditemukan kerusakan-kerusakan yang dapat mengganggu kenyamanan, kelancaran, dan keamanan pengguna jalan. Dalam penelitian ini data primer diperoleh dengan melakukan survei aktual lapangan yaitu berupa data panjang, lebar, luasan, dan kedalaman tiap jenis kerusakan serta faktor setempat yang mengakibatkan kerusakan tersebut. Survei aktual lapangan dilakukan sepanjang 5,506 km, dengan jarak interval setiap segmen adalah 100 m. Adapun data sekunder diperoleh dari lembaga terkait dan bahan lainnya yang berhubungan dengan penelitian ini. Penelitian ini dianalisis dengan metode PCI (Pavement Condition Index) untuk mendapatkan tingkat kerusakan agar diketahui cara penanganannya, sedangkan untuk identifikasi faktor kerusakannya dilakukan dengan pengamatan secara diskriptif sesuai hasil pengamatan di lapangan berupa jumlah titik kerusakan. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa jenis kerusakan yang terjadi pada ruas jalan adalah kerusakan lapisan penutup, lubang, dan keriting. Jenis kerusakan yang umum terjadi pada ruas jalan Blangkejeren ? Lawe Aunan adalah kerusakan tepi dengan persentase 87,30 %. Faktor setempat yang sangat mempengaruhi kerusakan adalah drainase dengan persentase 62,00%. Nilai PCI rata-rata yaitu 13,47 yang menunjukkan kondisi sangat buruk (very poor) dan memerlukan pemeliharaan peningkatan atau rekonstruksi.
PENGARUH PENAMBAHAN BUTON ROCK ASPHALT (BRA) SEBAGAI FILLER PADA CAMPURAN LASTON LAPIS AUS (AC-WC) Razuardi, Razuardi; Saleh, Sofyan M.; Isya, Muhammad
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i3.10031

Abstract

Abstract: The main cause of road damage is inseparable from stability and flexibility which is the determinant of the quality of pavement. One way to overcome that is to improve performance by modifying pavement mixture using additive, With low penetration value and high temperature in Indonesia, buton rock asphalt suitable for use as an additive. This research discusses the examination of mixtures whose performance has been optimized with buton rock asphalt modifications as filler. This study aims to determine the effect of minerals and bitumen contained in buton rock asphalt to marshall characteristics which are then compared with hot asphalt mixture using dust as filler. Variations of asphalt content used were 4.5%, 5%, 5.5%, 6% and 6.5% for both different filler types. In marshall test yield value of VIM, VMA, VFB, Stability, flow and marshall quentient, from the values obtained optimum bitumen content. Optimum asphalt content by using Buton rock asphat as filler of 5.87%. From marshall parameter result obtained the best stability value at 5% asphalt content of 1302,30 kg, density 2,41 gr / cm3, VIM 5,59%, VMA 17,42%, VFB equal to 67,96% and flow equal to 3 , 2 mm, and marshall quentient of 565,74 kg / mm, While the optimum asphalt content by using stone ash as filler is 5,51% yielding the best stability at 5,5% asphalt level 1767,02 kg, density 2,39 gr / cm3, VIM equal 3%, VMA equal to 16,21% , VFB of 81.99% and flow of 2.7 mm, and marshall quentient of 523.75 kg / mm.Abstrak: Penyebab utama dari kerusakan jalan raya tidak terlepas dari stabilitas dan fleksibilitas yang merupakan parameter penentu kualitas perkerasan jalan. Salah satu cara untuk mengatasinya yaitu dengan memperbaiki kinerja campuran dengan memodifikasi perkerasan menggunakan bahan tambah. Dengan nilai penetrasi yang rendah dan temperatur yang cukup tinggi di Indonesia, asbuton butir cocok di gunakan sebagai bahan tambah. Penelitian ini membahas tentang pemeriksaan campuran yang kinerjanya telah di optimumkan dengan penambahan buton rock asphalt (BRA) tipe 5/20 sebagai filler . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mineral dan bitumen yang terkadung didalam buton rock asphalt terhadap karakteristik marshall yang kemudian dibandingkan dengan campuran beraspal panas menggunakan abu batu sebagai filler. Variasi kadar aspal yang digunakan adalah 4,5%,5%,5,5%,6% dan 6,5% untuk kedua jenis filler yang berbeda. Pada uji marshall menghasilkan nilai VIM, VMA, VFB, Stabilitas, flow dan marshall quentient, dari nilai-nilai tersebut diperoleh kadar aspal optimum. Kadar aspal optimum dengan menggunakan Buton rock asphat sebagai filler sebesar 5,87 %. Dari hasil parameter marshall didapat nilai stabilitas terbaik pada kadar aspal 5% sebesar 1302,30 kg, density 2,41 gr/cm3, VIM sebesar 5,59%, VMA sebesar 17,42%, VFB sebesar 67,96% dan  flow sebesar 3,2 mm, dan marshall quentient sebesar 565,74 kg/mm, sedangkan kadar aspal optimum dengan menggunakan abu batu sebagai filler sebesar 5,51 % menghasilkan stabilitas terbaik pada kadar aspal 5,5 % sebesar 1767,02 kg, density 2,39 gr/cm3, VIM sebesar 3%, VMA sebesar 16,21%, VFB sebesar 81,99% dan  flow sebesar 2,7 mm, dan marshall quentient sebesar 523,75 kg/mm.
UJI MARSHALL PADA CAMPURAN ASPHALT CONCRETE BINDER COURSE (AC-BC) DENGAN TAMBAHAN PARUTAN BAN BEKAS Khairani, Cut; Saleh, Sofyan M.; Sugiarto, Sugiarto
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i3.9995

Abstract

Abstract : Endurance of asphalt concrete pavement on traffic load and temperature depends on the type and composition of aggregates, asphalt and filler used. Many attempts have been made to improve the quality of the mixture, such as using modified asphalt. Modified asphalt made by mixing asphalt pen. 60/70 with addition material. In this research, we used crumb rubber as an aggregate substitute material on AC-BC mixture. This study aims to determine the influence of additional substitution of used crumb rubber. The first step of the research is to find the optimum asphalt content (OAC), then add the crumb rubber as an aggregate substitute material from 0%, 1%, 2%, 3%, 4% and 5% to the weight of the mixture. The results showed that the percentage of crumb rubber influenced Marshall parameters value, especially the value of stability, VIM and VMA at 5.285% asphalt content. The highest stability value was found in the mixture of 2% crumb rubber is 1128.48 Kg. The highest VIM value is in the 5% mixture of the used crumb rubber is 16.94%. The highest VMA value is in the 5% mixture of the used crumb rubber is 27.88% and the highest flow value is in the 5% crumb rubber mixture of 4.97 mm. However, in MQ value increase and decrease that happened very big. No big changes in the density and VFA values for all substitutions of crumb rubber. For the durability value of AC-BC mixture with crumb rubber variation 90% requirement only on crumb rubber 1%.Abstrak: Ketahanan perkerasan beton aspal terhadap beban lalulintas dan temperatur sangat tergantung pada jenis dan komposisi agregat, aspal serta filler yang digunakan. Banyak usaha telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas campuran, salah satunya dengan menggunakan aspal modifikasi. Aspal modifikasi dibuat dengan mencampur aspal pen. 60/70 dengan bahan tambah. Pada penelitian ini bahan tambah yang digunakan adalah parutan ban karet bekas sebagai bahan pengganti agregat pada campuran AC-BC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tambahan ban karet bekas sebagai bahan pengganti agregat. Tahapan awal penelitian adalah mencari Kadar Aspal Optimum (KAO), kemudian dilakukan penambahan parutan ban karet bekas sebagai bahan pengganti agregat mulai dari 0%, 1%, 2%, 3%, 4% dan 5% terhadap berat campuran. Dari hasil penelitian menunjukkan penambahan persentase parutan ban bekas mempengaruhi nilai parameter Marshall, terutama nilai stabilitas, VIM dan VMA pada kadar aspal 5,285%. Nilai stabilitas tertinggi didapat pada campuran 2% parutan ban bekas yaitu 1128,48 Kg. Nilai VIM tertinggi ada pada campuran 5% parutan ban bekas yaitu 16,94%. Nilai VMA tertinggi ada pada campuran 5% parutan ban bekas yaitu 27,88% dan nilai flow tertinggi ada pada campuran 5% parutan ban bekas yaitu 4,97 mm. Namun pada nilai MQ kenaikan dan penurunan yang terjadi sangat besar. Nilai Density dan VFA tidak terjadi perubahan yang besar untuk semua substitusi variasi parutan ban. Untuk nilai durabilitas campuran AC-BC dengan variasi parutan ban yang memenuhi persyaratan 90% hanya pada pemakaian parutan ban 1%.
KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL PORUS DENGAN SUBSTITUSI GONDORUKEM PADA ASPAL PENETRASI 60/70 Arlia, Leni; Saleh, Sofyan M.; Anggraini, Renni
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i3.10011

Abstract

Abstract: Porous asphalt has low stability but has high permeability caused by the amount of voids in mixture. For that need to be added other materials to increase the value of the stability on a mixture of pavement. . In this study, the added material used is gum rosin. Gum rosin is obtained by distillation/distillation of the sap from the tree pinus merkusii shaped solid clear yellow to dark yellow. The objecteve of this research is to determine the characteristics of porous asphalt mixture by substituting gum rosin on asphalt penetration 60/70. The specimens preparation of Optimum Asphalt Content (OAC) followed Australian Asphalt pavement Association (AAPA) Method by  parameter of Cantabro Loss (CL), Asphalt Flow Down (AFD), and Voids In Mix (VIM). Open graded  aggregate was applied and variation in bitumen content of 4,5 %; 5%; 5,5%; 6%; and 6,5% excluding gum rosin. Marshall test and calculatio, CL, and AFD were conducted afterward to obtain OAC. Subsequently, the OAC obtained was used to prepare some specimens of the OAC with  variations  ± 0.5 from the OAC and gum rosin variations of 2%, 4%, 6%, and 8%. Permeability and durability test then required specimens at the best optimum asphalt content. Based on this research, the content of the best OAC was 5.56% with gum rosin content of 8% as bitumen substitution material. Besides, almost  all parameter values met the specification of the AAPA (2004). The addition of rosin affect the value of the characteristic of Marshall, CL, and AFD, which increasing the value of stability, VIM, CL, and AFD  along with the increasein percentage of gum rosin. According to the best OAC the value of stability was 554.81 kg, the value of VIM was 18.04%, the value of CL was 20.66%, and the value of AFD was 0.28%.Abstrak: Aspal porus memiliki stabilitas yang rendah namun memiliki permeabilitas tinggi yang disebabkan oleh banyaknya rongga dalam campuran. Untuk itu perlu ditambahkan material lain untuk meningkatkan nilai stabilitas pada campuran perkerasan. Pada penelitian ini bahan tambah yang digunakan adalah gondorukem. Gondorukem merupakan hasil destilasi/penyulingan getah dari pohon pinus merkusii yang berbentuk padat berwarna kuning jernih sampai kuning tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik campuran aspal porus dengan substitusi gondorukem ke dalam aspal penetrasi 60/70. Pembuatan benda uji untuk penentuan kadar aspal optimum (KAO) digunakan metode Australian Asphalt pavement Association (AAPA) dengan parameter nilai cantabro loss (CL), asphalt flow down (AFD), dan voids in mix (VIM). Gradasi agregat yang digunakan adalah gradasi terbuka dengan kadar aspal 4,5 %; 5%; 5,5%; 6%; dan 6,5% tanpa variasi penggunaan gondorukem. Selanjutnya dilakukan pengujian dan perhitungan Marshall, CL, dan AFD untuk mendapatkan KAO. Setelah KAO diperoleh, dibuat benda uji pada KAO dan variasi ± 0,5 dari nilai KAO dengan variasi substitusi gondorukem  sebesar 2%, 4%, 6%, dan 8%. Berdasarkan hasil penelitian KAO terbaik pada 5,56% dengan substitusi 8% gondorukem, dimana semua parameternya telah memenuhi spesifikasi yang disyaratkan AAPA (2004). Penambahan gondorukem berpengaruh terhadap nilai karakteristik Marshall, CL, dan AFD, dimana meningkatkan nilai stabilitas, VIM, CL, dan AFD seiring dengan peningkatan persentase gondorukem. Pada KAO terbaik diperoleh nilai stabilitas sebesar 554,81 kg, nilai VIM sebesar 18,04%, nilai CL sebesar 20,66%, dan nilai AFD sebesar 0,28%.
EVALUASI KONDISI PERKERASAN JALAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) (STUDI KASUS RUAS JALAN BEUREUNUEN – BATAS KEUMALA) Ramli, Yuswardi; Isya, Muhammad; Saleh, Sofyan M.
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i3.10037

Abstract

Abstract: In order to accommodate the needs of movement with a certain level of service, it is necessary to make an effort to maintain the quality of road services, where one of these efforts is to evaluate the condition of the road surface. Based on the above condition, a research is needed in order to evaluate the condition of pavement in accordance with the type and level of damage by using PCI method.This research was aimed to know the functional condition of pavement on road of Beureunuen - Keumala Border. This research took place on the Beureunuen - Keumala road border which was divided into 2 segments; segment I (Km 7 + 000 s / d Km 9 + 000) and segment II (Km.13 + 000 s / d Km.15+ 000). The primary data collection was done with actual field survey data in the form of length, width, area, and depth of each type of damage that indicates the condition of the roads surface both minor and severe damages. This research was conducted by using Pavement Condition Index (PCI) methods. The results shows that the most common types of damage that occur on road of Beureunuen - Keumala Border are alligator crack, block crack, depression, corrugations, edge crack, rutting, longitudinal crack, patching, potholes, and raveling. Evaluation of damage on segment I of the road on Beureunuen - Keumala border gives result of the average PCI value on segment I of the road on Beureunuen - Keumala is 39,6 with bad condition. The average PCI value of Segment II is 24.7 with very bad condition. The type of maintenance required on road of Beureunuen-Keumala border is periodic maintenance on segment I and reconstruction on segment II.Abstrak: Agar dapat tetap mengakomodasi kebutuhan pergerakan dengan tingkat layanan tertentu maka perlu dilakukan suatu usaha untuk menjaga kualitas layanan jalan, dimana salah satu usaha tersebut adalah mengevaluasi kondisi permukaan jalan. Berdasarkan keadaan tersebut di atas, maka diperlukan penelitian untuk mengevaluasi kondisi perkerasan jalan sesuai dengan jenis dan tingkat kerusakan dengan menggunakan metode PCI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi fungsional perkerasan pada ruas jalan Beureunuen ? Batas Keumala. Penelitian ini mengambil lokasi di ruas jalan Beureunuen ? Batas Keumala yang terbagi atas 2 segmen dengan segmen I (Km. 7+000 s/d Km. 9+000) dan segmen II (Km.13+000 s/d Km. 15+000). Pengumpulan data primer dilakukan dengan survei aktual lapangan yaitu berupa data panjang, lebar, luasan, serta kedalaman tiap jenis kerusakan yang menunjukan skala kondisi permukaan jalan dari keadaan rusak ringan sampai rusak berat. Penelitian ini dilakukan dengan Pavement Condition Index (PCI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kerusakan yang umum terjadi pada ruas jalan Beureunuen ? Batas Keumala adalah retak kulit buaya, retak blok, keriting, retak pinggir, alur, retak memanjang, tambalan, lubang dan pelepasan butir. Evaluasi kerusakan pada segmen I ruas jalan Beureunuen ? Batas Keumala memberikan hasil berupa nilai PCI rata-rata pada segmen I ruas jalan Beureunuen ? Batas Keumala adalah 39,6 dengan kondisi buruk. Nilai PCI rata-rata Segmen II sebesar 24,7 dengan kondisi sangat buruk. Jenis penanganan yang diperlukan pada ruas jalan Beureunuen ? Batas Keumala, adalah pemeliharaan berkala pada segmen I dan rekonstruksi pada segmen II.
KAJIAN BEBAN AKTUAL KENDARAAN PADA KONSTRUKSI JALAN MENGGUNAKAN WEIGH IN MOTION (WIM) Martina, Rita; Saleh, Sofyan M.; Isya, Muhammad
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i3.10029

Abstract

Abstract: Road infrastructure plays an important role as land transportation in Aceh. The transport mobility in Aceh province west coast highway kept increase every year. So that, the construction of the road had got load (traffic volume and axle load) increased every time. The addition of traffic load caused the level of damage to the road construction was increasing. Early damage can happen immediately, if the load exceeded the standard load plan. So that needed to be examined to the weight of the vehicle on the construction of theAceh province west coast highway by using Weigh In Motion (WIM). The goal is to identify the actual condition of the vehicle burden on the construction of roads (traffic volume and axle load) which occurred on roads Bts. Kota Banda Aceh-Aceh Barat and to reviewgovernment policy to the road maintenance management and to instruct management of road infrastructure maintenance. This studywas located at Simpang Rima point. The research method was descriptive- analysis, Weigh In Motion was used as the primary means of data collection. The data measured by WIM, including the data types of vehicles, speed, vehicle length, weight and configuration of the vehicle wheelbase. The data was analyzed to obtain the value of Destroyer Road factor (Vehicle Damage Factor - VDF) of each type of vehicle. From the results of flattenering during the measurement of axis load it was obtained the average of Equivalent Standard Axles (ESA) factor of each type of vehicle for each road was being reviewed. Results of this study are indicative of the occurrence of overloading the vehicle 2-axis and 3-axis truck type. It indicated that the direction of road maintenance was appropriate with the direction of government policy. The Value of International Roughness Index (IRI) are in the good category is between 4- 8, precisely 5.03. While the value of Surface Distress Index (SDI) was less than 50 m / km.Abstrak: Infrastruktur jalan memegang peranan penting sebagai prasarana transportasi darat di Aceh. Mobilitas arus transportasi lintas Barat Provinsi Aceh terus meningkat tiap tahunnya. Sehingga konstruksi jalan dari waktu ke waktu mengalami pembebanan (volume lalulintas dan beban sumbu) yang terus meningkat. Penambahan beban lalulintas mengakibatkan tingkat kerusakan terhadap konstruksi jalan semakin meningkat. Kerusakan dini dengan segera dapat terjadi, apabila beban lalulintas melebihi beban standar rencana. Sehingga perlu dilakukan kajian terhadap beban kendaraan pada konstruksi jalan lintas Barat Provinsi Aceh menggunakan Weigh In Motion(WIM). Tujuannya untuk mengidentifikasi kondisi aktual beban kendaraan pada konstruksi jalan (volume lalulintas dan beban sumbu) yang terjadi pada ruas jalan Bts. Kota Banda Aceh-Aceh Barat dan mengkaji kebijakan pemerintah terhadap manajemen pemeliaraan jalan serta mengarahkan manajemen pemeliharaan infrastruktur jalan. Penelitian iniberlokasi pada ruas jalan titik Simpang Rima. Metode penelitian adalah analisis deskriptif, Weigh In Motion digunakan sebagai alat pengumpulan data primer. Data yang diukur oleh WIM antara lain data jenis kendaraan, kecepatan, panjang kendaraan, konfigurasi berat dan jarak sumbu kendaraan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk memperoleh nilai Faktor Perusak Jalan (Vehicle Damage Factor ? VDF) dari tiap jenis kendaraan. Dari hasil perataan selama pengukuran beban sumbu diperoleh faktor Equivalent Standard Axle (ESA) rata-rata dari setiap jenis kendaraan untuk masing-masing ruas jalan yang ditinjau. Hasil penelitian ini adalah indikasi terjadinya overloading pada kendaraan jenis truk 2 sumbu dan 3 sumbu.Hal ini mengindikasikan bahwa arahan pemeliharaan jalanadalah pemeliharaan rutin telah sesuai dengan arahan kebijakan pemerintah. Nilai International Roughness Index (IRI) berada pada kategori baik yaitu antara 4-8, tepatnya dengan nilai 5,03. Sedangkan nilai Surface Distress Index (SDI) lebih kurang dari 50 m/km.
ANALISIS HKRITIS TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH DASAR D. Nasution, Lutfi; Munirwansyah, Munirwansyah; Saleh, Sofyan M.
Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan (Journal of Archive in Civil Engineering and Planning) Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan
Publisher : Prodi Magister Teknik Sipil Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.914 KB) | DOI: 10.24815/jarsp.v1i2.10940

Abstract

The addition of the existing heap on the ground interface will affect the ability of subgrade to accept the burden of the embankment and other charges on it. The inability of subgrade in accepting the load will result in a decrease in the vertical deformation and collapse. The analysis was conducted on the National Roads Banda Aceh-Medan KM. 83 + 135 of the Seulawah. The purpose of this study is to analyze whether the brunt of the height of the pile (H Critical) have exceeded the carrying capacity of the subgrade. The analysis was performed by using Plaxis software. The implementation method used in the analysis based on the modeling of the pile height variations by reducing the height of the pile with a certain interval gradually until a critical height (H Critical) heap that causes the achievement of maximum decrease of 2.5 cm. The modeling result demonstrates that when the consolidation of the soil embankment on condition of Hheap soil = 6 m, Hheap soil= 5.4 m, Hheap soil = 4.8 m could able to reduce the height of the soil embankment by 10%, 20%, and 30%, and considered in an unsafe condition. While when the soil embankment consolidation reduce by 40% (H heap soil = 3.6 m) showing in a safe condition. This result shows that the forces acting on the pile-soil could not hold the load so that the interface is about to collapse.
PERAN JALAN ALTERNATIF DAN ANALISIS TRANSPORTASI BARANG PASCATSUNAMI DI PROPINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM Saleh, Sofyan M.; Tamin, Ofyar Z.; Sjafruddin, Ade
Jurnal Transportasi Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Transportasi (pergerakan) barang adalah perpindahan barang yang terjadi baik di dalam suatu zona maupun antar zona dalam satuan waktu tertentu. Analisis besarnya perpindahan dapat dilakukan dengan model bangkitan/tarikan antar zona yang merupakan salah satu tahapan dalam proses model empat tahap perencanaan transportasi. Besarnya pergerakan tersebut dapat direpresentasikan dengan Matriks Asal -Tujuan (MAT) ataupun dengan diagram garis keinginan (desire line). Dalam kajian ini diambil kasus transportasi barang di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dimana hampir 95% pergerakan barang dilakukan dengan moda darat (jalan raya), walaupun sebagian besar wilayah NAD berada pada daerah pesisir dimana pergerakan tersebut dapat dilakukan dengan moda laut, namun karena kurangnya prasarana dan sarana maka pergerakan lewat jalan raya tetap menjadi pilihan karena lebih efisien. Pergerakan barang melalui jalan darat di NAD mempunyai kendala geografis daerah akibat minimnya jaringan jalan antar zona. Beberapa ruas jalan telah dan sedang dalam peningkatan, diantaranya adalah ruas jalan Ladia Galaska, dan ruas Geumpang – Tutut. Dalam proses peningkatan kedua ruas jalan tersebut penuh dengan tantangan dan kecaman dari beberapa LSM terutama mengenai isu dampak lingkungan. Namun akibat gempa bumi dan badai tsunami, pola pergerakan berubah secara drastis, banyaknya jaringan jalan yang putus.  Ruas jalan yang tadinya ditentang kini menjadi tumpuan utama dalam distribusi logistik. Untuk itu pada tulisan ini dianalisis distribusi pergerakan barang antar zona sebelum tsunami, dan pasca tsunami, dengan menggunakan model gravity. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi penurunan pergerakan cukup signifikan antar zona pada beberapa zona pasca tsunami hingga masa rekonstruksi.Kata-kata kunci: Transportasi barang, Jalan Alternatif, Tsunami, Matrik Asal – Tujuan ,model gravity.
DAMPAK SUBSTITUSI POLYSTYRENE (PS) KE DALAM ASPAL PENETRASI 60/70 DAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI FILLER TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN AC-WC Agustian, Kusmira; Saleh, Sofyan M.; Anggraini, Renni
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Januari 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Endurance of asphalt concrete pavement on traffic load and temperature depends on the type and composition of aggregates, asphalt and filler used. Many attempts have been made to improve the quality of the mixture, such as using modified asphalt. Modified asphalt made by mixing hard asphalt with addition material, such as: plastic, latex and second tires. In this study, the additional material used were plastic polystyrene (PS) as asphalt substitute material and rice husk ash as filler for 50% of the total weight of the filler in AC-WC mixture. Stone ash, cement and fly ash hasbeen commonly used as a filler in asphalt mixture. But, the kind of filler was hard to find and the price were relatively expensive.Rice husk ash which has a specific gravity greater than asphalt, is expected to be one alternative. This study aims to determine impact of plastic substitution into asphalt pen. 60/70 as well as the use of rice husk ash and Portland cement combinations as filler to Marshall characteristics of AC-WC mixture. The early stages of this research is to find the optimum asphalt content (OAC). After OAC obtained thenthe specimens were mixed without and with substitution percentage variation of plastic PS 7%, 9% and 11% to the weight of asphalt. The results showed the use of plastic PS in the AC-WC mixture improve Marshall parameters, especially the value of stability and MQ. Highest MQ and stability value obtained in PS 11% mixture with asphalt content 6,80%, those were  2761.96 kg and 1105.76 kg/mm. No significant changes was found in the density, VMA and VFA value for all substitution percentage variation of PS. Flow value decreasedby the increasing percentage of PS, while the VIM value tended to increase. The durability value of AC-WC mixture with and without PS substitution had met the requirements, those were 90%.Keywords : Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC), Modified Asphalt, Polystyrene(PS)Abstrak: Ketahanan perkerasan beton aspal terhadap beban lalulintas dan temperatur sangat tergantung pada jenis dan komposisi agregat, aspal serta filler yang digunakan. Banyak usaha telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas campuran, salah satunya dengan menggunakan aspal modifikasi. Aspal modifikasi dibuat dengan mencampur aspal keras dengan bahan tambah yang dapat berupa plastik, lateks dan ban bekas. Pada penelitian ini bahan tambah yang digunakan adalah plastik jenis polystyrene (PS) sebagai bahan substitusi aspal serta penggunaan abu sekam padi sebagai filler sebesar 50% dari berat total filler pada campuran AC-WC. Abu batu, semen dan fly ash sudah biasa digunakan sebagai filler dalam campuran aspal. Tetapi, jenis filler tersebut susah didapatkan dan harganya relatif mahal. Abu sekam padi yang memiliki berat jenis lebih besar dari aspal, diharapkan dapat menjadi salah satu alternatifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak substitusi plastik PS ke dalam aspal pen. 60/70 serta penggunaanfillerkombinasi abu sekam padi dan semen portland terhadap karakteristik Marshall campuran AC-WC. Tahapan awal penelitian ini adalah mencari kadar aspal optimum (KAO). Setelah KAO didapat kemudian dilakukan pembuatan benda uji tanpa dan dengan substitusi variasi persentase plastik PS sebesar 7%, 9% dan 11% terhadap berat aspal. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan plastik PS pada campuran AC-WC dapat membantu meningkatkan parameter Marshall, terutama nilai stabilitas dan MQ. Nilai stabilitas dan MQ tertinggi didapat pada campuran PS11% dengan kadar aspal 6,80% yaitu 2761,96 kg dan 1105,76 kg/mm.Nilai density,VMA dan VFA tidak terjadi perubahan yang besar untuk semua substitusi variasi persentase PS. Nilai flowmengalami penurunan seiring dengan peningkatan persentase PS, sedangkan nilai VIMcenderung meningkat.Untuk nilai durabilitas campuran AC-WC dengan dan tanpa substitusi PS telah memenuhi persyaratan yaitu 90%.Kata kunci : Campuran AC-WC, Aspal Modifikasi, Polystyrene(PS)
TINJAUAN KONDISI PERKERASAN JALAN DENGAN KOMBINASI NILAI INTERNATIONAL ROUGHNESS INDEX (IRI) DAN SURFACE DISTRESS INDEX (SDI) PADA JALAN TAKENGON – BLANGKEJEREN Baihaqi, Baihaqi; Saleh, Sofyan M.; Anggraini, Renni
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i3.9993

Abstract

Abstract: Takengon - Blangkejeren road is one of the cross national roads connecting Central Aceh Regency with Gayo Lues Regency. This road is in the mountainous terrain and often passed by heavy loaded vehicles so that often damaged. To overcome the frequent damage to this road segment, it is necessary to conduct a research on road pavement damage. The purpose of this research is to know the condition of road damage based on the combination of International Roughness Index (IRI) and Surface Distress Index (SDI). This study uses direct observation method in the field by conducting a visual survey of road pavement conditions. The result of the research shows that the total damage level of road surface is 30,54% while the road surface is not damaged by 69,46% from total of road that become research object, that is 12,63 Km divided into 6 road segment. For the overall condition of roads reviewed 45.02% good, 45.81% medium, 6.87% lightly damaged, 2.29% heavily damaged.Abstrak: Ruas jalan Takengon ? Blangkejeren merupakan salah satu ruas jalan nasional lintas tengah yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tengah dengan Kabupaten Gayo Lues. Jalan ini berada pada medan pegunungan dan sering dilalui kendaraan dengan beban yang berat sehingga sering mengalami kerusakan. Untuk mengatasi kerusakan yang sering terjadi pada ruas jalan ini perlu diadakan suatu penelitian mengenai jenis kerusakan perkerasan jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kerusakan jalan berdasarkan kombinasi nilai International Roughness Index (IRI) dan Surface Distress Index (SDI). Penelitian ini menggunakan metode pengamatan langsung dilapangan dengan melakukan survey secara visual terhadap kondisi perkerasan jalan. Dari hasil penelitian diperoleh tingkat kerusakan keseluruhan permukaan jalan adalah sebesar 30,54% sedangkan permukaan jalan yang tidak mengalami kerusakan sebesar 69,46 % dari total panjang jalan yang menjadi objek penelitian, yaitu 12,63 Km yang dibagi menjadi 6 buah segmen jalan. Untuk kondisi keseluruhan jalan yang ditinjau 45,02 % baik, 45,81 % sedang, 6,87 % rusak ringan, 2,29 % rusak berat.