I Putu Sampurna
Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Bali

Published : 35 Documents
Articles

Found 35 Documents
Search

KUALITAS SUSU KUDA SUMBAWAPADA PENYIMPANAN SUHU RUANG Sinlae, Reny Navtalia; Suada, I Ketut; Sampurna, I Putu
Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No. 2 Agustus 2014
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui kualitas susu kuda Sumbawa pada penyimpanan suhu ruang. Masing-masing sampel (dari 5 kuda) dibagi dalam 5 gelas Beaker selanjutnya disimpan dalam suhu ruangan. Pengamatan dilakukan sebanyak 6 kali, diperiksa dan dilakukan pengujian terhadap parameter yang meliputi : uji pH, uji alkohol, uji bau dan uji rasa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan menggunakan 5 ekor kuda sebagai kelompok dan waktu pengamatan pada hari ke-0, ke-1, ke-2, ke-3, ke-4, dan ke-5 sebagai perlakuan, sehingga diuji 30 sampel (5 ekor kuda x 6 kali pengamatan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH susu mengalami penurunan yang signifikan. Pada uji alkohol menunjukkan hasil uji alkohol bereaksi positif, pada hasil uji bau dan uji rasa menunjukkan perubahan setelah hari ke-2. Penurunan kualitas susu kuda Sumbawa sangat nyata menurun pH-nya (P<0,01) pada hari ke-0 sampai hari ke-1 dan nyata (P<0,05) menurun dari hari ke-1 sampai hari ke-2 tetapi tidak nyata (P>0,05) menurun dari hari ke-2 dengan hari ke-3 selama penyimpanan. Pada uji alkohol ketahanan susu kuda Sumbawa semakin menyimpang dan bereaksi positif. Pada uji bau dan uji rasa susu kuda Sumbawa sangat nyata (P<0,01) menyimpang baunya selama penyimpanan dalam suhu ruang dimulai hari ke-2. Untuk mempertahankan kualitas susu kuda Sumbawa maka sebaiknya penyimpanan pada suhu ruang tidak lebih dari 2 hari.
HUBUNGAN ANTARA DIMENSI LEBAR INDUK DENGAN PEDET PADA SAPI BALI (THE CORRELATION OF COW WIDTH DIMENSIONS WITH CALF OF BALI CATTLE) Mahardika, I Putu Windhu; Sampurna, I Putu; Nindhia, Tjok Sari
Buletin Veteriner Udayana Vol. 7 No. 1 Pebruari 2015
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.829 KB)

Abstract

This research was carried out to determine the relationship between the parent widthdimension to the width dimension of Bali cattle and calves on how big the size of the widthdimension of the parent affect the pedetnya. Research object that is used consists of 20 breedingcalves and 20 calves each of 10 male and 10 female newborn calves reared by farmers in thevillage Getasan, District evening, Badung regency. To find out if there is a difference between thewidth dimension of male calves with calf female test T. sizes width dimension parent and calfwidth dimensions were analyzed using linear regression. There is no difference in the size of thewidth dimension calf cattle cow bali bali male with female. And there is a relationship between thewidth dimension of the cow bali with pedetnya and there is a difference between the ratio of thewidth dimension of each parent with a calf. 
JUMLAH NON COLIFORM DAN TOTAL BAKTERI PADA SAPI BALI DI DATARAN TINGGI DAN DATARAN RENDAH DI BALI PASCA PEMBERIAN MINERAL Pramita, I Dewa Ayu Dwi Pradnya; Besung, I Nengah Kerta; Sampurna, I Putu
Buletin Veteriner Udayana Vol. 8 No. 1 Pebruari 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.353 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengaruh pemberian mineral pada sapi bali yang dipelihara pada dataran tinggi dan dataran rendah. Masing-masing sebanyak tiga ekor sapi bali jantan yang dipelihara pada dataran tinggi dan dataran rendah dengan berat badan antara 200-300 kg diberikan perlakuan tanpa mineral (kontrol), 2,5 gram mineral/ekor/hari, lima gram mineral/ekor/hari, dan 7,5 gram mineral/ekor/hari.  Pemberian mineral dilakukan setiap hari selama tiga bulan, fesesnya diambil dan dihitung jumlah kumannya. Perhitungan jumlah non coliform ditanam pada media Eosin Methylen Blue Agar (EMBA), sedangkan total bakteri dilakukan dengan metode sebar pada media Nutrient Agar (NA). Hasil penelitian menunjukkan pemberian mineral pada dataran tinggi tidak berpengaruh terhadap jumlah non coliform dan total bakteri pada sapi bali. Sedangkan pemberian mineral pada dataran rendah tidak berpengaruh terhadap jumlah bakteri non colifom tetapi berpengaruh nyata terhadap total bakteri.
POLA PERTUMBUHAN DIMENSI PANJANG ALAT GERAK TUBUH ITIK BALI BETINA Suryawan, I Made Edi; Sampurna, I Putu; Suatha, I Ketut
Buletin Veteriner Udayana Vol. 9 No. 2 Agustus 2017
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.54 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan waktu (umur) mencapai titik infleksi dan ukuran dewasa. Titik infleksi yang diukur meliputi berturut-turut panjang humerus, radius ulna, metatarsus femur, tibia fibula, metacarpus, digiti 1, digiti 2, digiti 3 dan digiti 4. yang digunakan dalam penelitian ini adalah 70 ekor itik betina, terdiri dari 35 ekor  yang berumur 0 sampai 13 minggu dan 35 ekor lagi  berumur 14 sampai 26 minggu. Data dianalisis dengan sidik ragam saat mencapai titik infleksi dan ukuran dewasa, dan  dengan analisis regresi pola sigmoid menggunakan dua parameter saat baru menetas dan saat mencapai ukuran maksimum. Hasil menunjukkan bahwa titik infleksi panjang metatarsus, panjang tibia fibula, panjang metacarpal, panjang digiti 1, panjang digiti 2, panjang digiti 3 dan panjang digiti 4 dicapai kurang dari 1satu minggu, kemudian panjang humerus dan panjang femur dicapai umur 1satu sampai 2dua minggu., dan Dan panjang metatarsal dicapai saat umur 2dua sampai 3tiga minggu. dan uUkuran dewasa panjang alat gerak tubuh itik bali betina, dimulai dari panjang femur mencapai ukuran dewasa paling cepat, disusul oleh radius ulna, humerus, tibia fibula, digiti 4, digiti 3, digiti 2, metacarpal, digiti 1 dan terakhir adalah metatarsus.
HUBUNGAN ANTARA DIMENSI PANJANG INDUK DENGAN PEDET PADA SAPI BALI (CORELATION BETWEEN THE SIZE OF THE BODY PART OF DAM AND CALF IN BALI CATTLE) Saptayanti, Ni Nyoman Janipa; Suatha, I Ketut; Sampurna, I Putu
Buletin Veteriner Udayana Vol. 7 No. 2 Agustus 2015
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.478 KB)

Abstract

This research aimed to determine the relation between the size of the body part of dam and calf in bali cattle and to get cattle?s size influence calve?s size. Twenty cows and 20 calves each 10male calfes and 10 female new born calfes from Getasan village, District of Petang, BadungRegency. Data of the sizes were analyzed by linear regression. While the sex affect on body sizewas determine by T test. T test results indicated that sex of the calf did not significantly affect therelation between the size of the dams with the calves. But there is a relation between the size of the dams with the calves and there is a comparison the size of each dams with it calves. The mostaccurate relation starting from the size of the ear, neck size, size of head , tail size and size of theear
KLASTERISASI MANAJEMEN PENGOLAHAN LIMBAH SAPI BALI PADA SIMANTRI DI KABUPATEN BADUNG Parwata, Dewa Made Dwi; Sampurna, I Putu; Sukada, I Made; Agustina, Kadek Karang
Buletin Veteriner Udayana Vol. 11 No. 1 Pebruari 2019
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.878 KB) | DOI: 10.24843/bulvet.2019.v11.i01.p09

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen-komponen pengolahan limbah sapi bali yang belum dilakukan secara intensif dan untuk mengetahui Gapoktan mana yang belum melakukan sitem pengolahan limbah sapi bali secara intensif pada Simantri di Kabupaten Badung.Pengambilan sampel dilakukan secara teknik sampling jenuh, kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan Hierarchical cluster dengan Plot dendogram clusterdengan variabel penciri intensif, semi intensif, dan ekstensif. Hasil dari penelitian ini komponen manajemen pengolahan limbah yang sebagian besar dilakukan secara intensif yaitu perlakuan limbah oleh peternak, pengolahan limbah padat, pengolahan limbah cair, teknologi pengolahan limbah padat, teknologi pengolahan limbah cair, alat pengolahan limbah padat, alat pengolahan limbah cair, pembinaan pengolahan limbah, pembinaan pemasaran hasil limbah.Sedangkan komponen manajemen perkandangan yang masih diterapkan secara semi intensif yaitu hasil pengolahan limbah padat, hasil pengolahan limbah cair, keuntungan pengolahan limbah padat dan keuntungan pengolahan limbah cair. Kesimpulan penelitian ini yaitu dari 50 Gapoktan yang ada di Simantri di Kabupaten Badung, 42 Gapoktan sudah melaksanakan pengolahan limbah secara intensif, 6 Gapoktan yang melaksanakan pengolahan limbah secara semi intensif dan 2 Gapoktan yang tidak melaksanakan pengolahan limbah atau masuk ke kategori ekstensif yang perlu mendapatkan penyuluhan dari pemerintah agar semuanya menjadi intensif.
KLASTERISASI MANAJEMEN PERKANDANGAN SAPI BALI PADA SIMANTRI DI KABUPATEN BADUNG Suputra, Gusde Wahyu Krisna; Sampurna, I Putu; Nindhia, Tjok Sari; Agustina, Kadek Karang
Buletin Veteriner Udayana Vol. 11 No. 2 Agustus 2019
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.562 KB) | DOI: 10.24843/bulvet.2019.v11.i02.p04

Abstract

Penelitian klasterisasi manajemen perkandangan sapi bali pada sistem pertanian terintegrasi (Simantri) di Kabupaten Badung, bertujuan untuk mengetahui komponen-komponen perkandangan sapi bali yang belum dilakukan secara intensif pada gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kabupaten Badung dan untuk mengetahui Gapoktan mana yang belum melakukan sitem perkandangan sapi bali secara intensif pada Simantri di Kabupaten Badung. Pengambilan sampel manajemen perkandangan sapi bali dilakukan secara teknik sampling jenuh. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Hierarchical cluster dengan Plot dendogram cluster dengan variabel penciri intensif, semi intensif, dan ekstensif. Hasil dari penelitian ini 42 dari 50 Simantri pada Gapoktan di Kabupaten Badung sudah menerapkan manajemen perkadangan secara intensif, komponen manajemen perkandangan yang sebagian besar dilakukan secara intensif meliputi: atap kandang, tempat pakan, tempat minum, lantai kandang, keadaan sekitar kandang, dan pembersihan kandang. Ada delapan Simantri yang manajemen perkandangan masih semi intensif. Komponen manajemen perkandangan yang masih diterapkan secara semi intensif adalah kebersihan kandang. Perlu dilakukan penyuluhan kepada anggota Simantri untuk membenahi manajemen permbersihan kandang
RESPON IMUN ITIK BALI PASCAVAKSINASI NEWCASTLE DISEASE Novitasari, Anindya; Suardana, Ida Bagus Kade; Sampurna, I Putu
Buletin Veteriner Udayana Vol. 10 No. 2 Agustus 2018
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.245 KB) | DOI: 10.24843/bulvet.2018.v10.i02.p04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon imun itik terhadap vaksinasi Newcastle Disease (ND), serta waktu yang diperlukan agar terbentuk titer antibodi yang protektif. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan waktu sebagai perlakuan. Objek penelitian menggunakan serum itik Bali. Pengambilan darah pravaksinasi dilakukan pada umur tiga minggu, pada umur empat minggu dilakukan vaksinasi secara sub kutan. Pengambilan darah pascavaksinasi dilakukan empat kali dengan interval waktu satu minggu, diambil dari vena tibialis cranial dengan spuite satu cc, dan serum dipindahkan ke dalam tabung Eppendorf. Titer antibodi diuji dengan uji Hemaglutination inhibition (HI), dan dinyatakan dalam Geometric Mean Titer (GMT) dengan satuan Log 2. Rerata titer antibodi pravaksinasi adalah 0,83±0,408 Log 2. Sedangkan rerata titer antibodi minggu ke-1,2,3 dan 4 pasca vaksinasi adalah 2±0,632 Log 2, 5,5±1,225 Log 2, 1,2±0,983   Log 2, dan 0,16±0,408 Log 2. Dapat disimpulkan titer antibodi protektif (?2?) pada minggu ke-2 pascavaksinasi.
PENGARUH PEMBERIAN MINERAL TERHADAP JUMLAH BAKTERI E. COLI DAN COLIFORM PADA SAPI BALI DI DATARAN TINGGI DAN DATARAN RENDAH Dewantari, Nyoman Rizky Agustria; Besung, I Nengah Kerta; Sampurna, I Putu
Buletin Veteriner Udayana Vol. 8 No. 1 Pebruari 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.453 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengaruh pemberian mineral terhadap jumlah bakteri Escherichia coli (E. coli) dan coliform pada sapi bali di dataran tinggi dan dataran rendah. Sebanyak 24 ekor sapi bali jantan umur 10 -12 bulan dipakai penelitian. Sapi tersebut ditempatkan pada dataran tinggi dan rendah, diberi perlakuan mineral selama tiga bulan yaitu  tanpa mineral (sebagai kontrol), 2,5 g/ekor/hari, lima g/ekor/hari, dan 7,5 g/ekor/hari. Sampel feses yang didapat ditanam pada media biakan dengan metode sebar  dan dihitung jumlah kuman E. coli dan coliform yang tumbuh, kemudian dianalisis varian. Rerata jumlah E. coli pada sapi bali yang dipelihara di dataran tinggi dan dataran rendah sebesar 4,69771 sel/g feses  dan coliform sebesar 5,0735 sel/g feses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mineral tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah bakteri E. coli dan coliform pada sapi bali yang dipelihara di dataran tinggi maupun dataran rendah.
NILAI KONSISTENSI, SUSUT MASAK, DAN JUMLAH BAKTERI COLIFORM PADA DAGING SAPI WILAYAH DENPASAR Mamboran, Nikko Marthen; Suada, I Ketut; Sampurna, I Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (6) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.022 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai konsistensi, susut masak, dan bakteri Coliform pada daging sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan di pasar tradisional di wilayah Denpasar. Penelitian ini menggunakan enam sampel masing-masing dua sampel daging di RPH Pesanggarahan Denpasar, dua sampel dari Pasar Badung, dua sampel dari Pasar Kreneng Denpasar dan dilakukan enam kali pengulangan. Metode pengujian konsistensi menggunakan 10 orang panelis untuk menguji konsistensi daging sapi. Pengujian susut masak dilakukan dengan cara pemasakan daging sapi pada panci yang berisi air dengan suhu 90oC selama 30 menit. Pengujian bakteri Coliform dilakukan dengan cara penanaman pada media Eosin Methylene Blue Agar (EMBA). Hasil penelitian diperoleh rataan konsistensi daging di RPH Pesanggaran, Pasar Badung dan Pasar Kreneng memiliki skor 1, Analisis statistik menunjukan konsistensi daging sapi di RPH dan di pasar tidak berbeda nyata. Rataan susut masak daging sapi di RPH Pesanggaran sebesar 41%, Pasar Badung sebesar 39,5% dan Pasar Kreneng sebesar 42%. Analisis statistik menunjukan susut masak daging sapi di RPH dan di pasar tidak berbeda nyata. Jumlah bakteri Coliform dalam LogY pada daging sapi di RPH Pesanggaran yaitu 5,6; Pasar Badung yaitu 5,7; dan Pasar Kreneng yaitu 5,8. Analisis statistik menunjukan bakteri Coliform pada daging sapi sangat berbeda nyata. Sampel daging sapi yang diambil di RPH Pesanggaran, Pasar Badung dan Pasar Kreneng memiliki konsistensi liat, tidak ada perbedaan nilai susut masak daging serta uji cemaran bakteri menunjukan kecenderungan peningkatan jumlah bakteri Coliform dari daging sapi di RPH sampai ke pasar.