Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISIS KUALITAS LAYANAN SISTEM TELEPON VOIP MEMANFAATKAN JARINGAN WIFI USU Anwar, Hawira; Sani, Arman
Singuda ENSIKOM Vol 10, No 26 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini sistem komunikasi dengan mengunakan VoIP seringkali menjadi alternatif dalam berkomunikasi. Salah satu software pilihan untuk layanan komunikasi VoIP adalah Softphone X-lite dan Softphone Zoiper. Pada penelitian ini, dilakukan analisis implementasi aplikasi VoIP memanfaatkan jaringan WiFi USU. Pada  penelitian ini diamati layanan VoIP menggunakan Softphone VoIP selama 4 (empat) hari untuk mengamati kualitas VoIP yang dihasilkan berupa jitter, packet loss, delay dan throughput. Dengan mengacu pada standar ITU-T G.1010 tentang parameter QoS dan setelah melakukan pengujian dari pukul 09:00 atau pukul 10:00 WIB sampai dengan pukul 15:30 WIB diperoleh bahwa, pada hari pertama layanan VoIP dapat berjalan dengan baik pada pukul 14:00 sampai dengan pukul 15:00 WIB, di hari kedua layanan VoIP dapat berjalan dengan cukub baik pada pukul 15:00 sampai dengan pukul 15:30 WIB, di hari ketiga layanan VoIP dapat berjalan dengan baik pada pukul 14:00 sampai dengan 15:00 WIB, dan di hari keempat dapat berjalan pada pukul 10:00 sampai dengan 11:00 WIB.
RANCANG BANGUN SISTEM AUTOTRACKING UNTUK ANTENA UNIDIRECTIONAL FREKUENSI 2.4GHZ DENGAN MENGGUNAKAN MIKROKONTOLER ARDUINO Afdila, Ryandika; Sani, Arman
Singuda ENSIKOM Vol 12, No 34 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengamatan cuaca pada kondisi vertikal atmosfer sangat diperlukan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. Pengamatan ini dilakukan dengan cara menerbangkan muatan (payload) yang terdiri dari berbagai sensor untuk pengamatan cuaca. Muatan kemudian akan mengirimkan informasi ke stasiun penerima melalui frekuensi komunikasi 2.4 GHz. Agar komunikasi antara muatan dengan stasiun penerima dapat terjalin dengan baik, maka stasiun penerima harus selalu terarah ke muatan. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem yang dapat mendeteksi posisi muatan lalu mengarahkan antena stasiun penerima ke arah muatan tersebut. Tulisan ini membahas bagaimana cara merancang sistem autotracking untuk antena unidirectional dengan frekuensi operasi 2.4 GHz yang memungkinkan pengarahan antenna kea rah muatan secara otomatis dan akurat. Dari pengujian langsung di Laboratorium Sistem Komunikasi Radio, diperoleh nilai RSSI rata-rata adalah 156.8, 157, dan 156.6 untuk sudut hadap antena 400, 900 dan 1400 terhadap muatan dan kesalahan pengarahan rata-rata dari sistem autotracking yang dirancang adalah < 90.
RANCANG BANGUN POWER HARVESTER UNTUK TRANSFER DAYA WIRELESS MENGGUNAKAN ANTENA TV FREKUENSI 470 – 860 MHZ Wang, Anthony; Sani, Arman
Singuda ENSIKOM Vol 12, No 34 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di alam bebas ini terdapat banyak sekali sumber gelombang elektromagnetik bebas. WiFi transmitters, base station telepon seluler, radio AM/FM, stasiun pemancar TV adalah sumber gelombang elektromagnetik dengan daya keluaran yang berbeda-beda. Gelombang elektromagnetik ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik alternatif. Dalam tulisan ini membahas tentang sistem Ambient Electromagnetic Harvesting dimana digunakan antena yagi TV sebagai antena penerima dan power harvester sebagai rectifier untuk merubah sinyal AC gelombang elektromagnetik daerah frekuensi TV yang diterima pada antena menjadi sinyal listrik DC dan menguatkannya. Sistem ambient electromagnetic harvesting yang dirancang dapat menghasilkan tegangan rata-rata sebesar 433 mV untuk pengukuran di daerah kota Medan, yaitu pada Laboratorium Sistem Komunikasi Radio, Sedangkan pengukuran di daerah pemancar TV di Bandar Baru Sibolangit, diperoleh tegangan rata-rata sebesar 2160 mV. Dari pengukuran yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa semakin dekat ke sumber pemancar semakin besar juga tegangan yang dihasilkan.
RANCANG BANGUN ANTENA STACKING YAGI UNTUK STASIUN PENERIMA SISTEM KOMUNIKASI MUATAN BALON ATMOSFER FREKUENSI 433 MHZ Muhammad, Kharisma; Sani, Arman
Singuda ENSIKOM Vol 11, No 31 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara untuk mendapatkan informasi tekanan udara, temperatur, kelembaban, kecepatan arah angin horizontal serta informasi lainnya pada pengamatan vertikal atmosfer adalah dengan menerbangkan balon udara yang membawa radiosonde pada atmosfer di ketinggian tertentu di atas permukaan laut. Untuk menjamin kontinuitas hubungan komunikasi antara radiosonde dan stasiun penerima diperlukan antena stasiun penerima yang memiliki gain yang tinggi dan beamwidth tertentu, seperti antena Stacking Yagi. Dalam tulisan ini dirancang antena Stacking Yagi dengan frekuensi operasi 433 MHz. Perancangan dilakukan menggunakan perangkat lunak 4NEC2. Dari pengukuran langsung terhadap antena menggunakan VNA Meter Anritsu MS2034B, nilai VSWR pada frekuensi 433 MHz sebesar 1,45 dan dari pengujian langsung di lapangan, antena Stacking Yagi yang dirancang dapat menjangkau jarak 5 km dengan baik pada frekuensi yang diinginkan.
STUDI PERBAIKAN KINERJA JARINGAN BACKBONE UNIVERSITAS SUMATERA UTARA DALAM PEMBAGIAN BEBAN Sitohang, Nico; Sani, Arman
Singuda ENSIKOM Vol 11, No 31 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan backbone USU dibangun pada tahun 1996 dengan panjang kabel serat optiknya mencapai 8000 meter. Jaringan backbone USU dibangun dengan menggunakan topologi ring. Dimana topologi ring tersebut meliputi empat core switch. Dari keempat core switch yang ada pada backbone USU memiliki beban atau banyak sambungan yang berbeda ? beda sehingga kinerja jaringan backbone USU belum optimal. Pada tulisan ini dilakukan simulasi dan rancangan perbaikan kinerja jaingan backbone USU. Dari hasil simulasi yang menggunakan software Cisco Packet Tracker version 5.3.0 didapat delay yang ada pada distribution switch yang diubah sambungannya menjadi lebih kecil, yaitu  dari 46 ms menjadi 29 ms pada access switch ? BIRO Lant. 1, dari 47 ms menjadi 31 ms pada access switch ? BIRO Lant. 2, dari 48 ms menjadi 30 ms pada access switch ? BIRO Lant. 3 dan dari 50 ms menjadi 32 ms pada access switch ? RS. USU. Sedangkan throughput pada distribution switch yang diubah sambungannya berubah dari 0,6793 kbps menjadi 1,0775 kbps pada access switch ? BIRO Lant. 1, dari 0,6648 kbps menjadi 1,0080 kbps access switch ? BIRO Lant. 2, dari 0,6510 kbps menjadi 1,0416 kbps access switch ? BIRO Lant. 3 dan dari 0,6250 kbps menjadi 0,9765 kbps pada access switch ? RS. USU.
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA CODEC H.264 DAN CODEC DIRAC UNTUK KOMPRESI LIVE STREAMING PADA PERANGKAT NSN FLEXI PACKET RADIO Farizi, Muhammad; Sani, Arman
Singuda ENSIKOM Vol 10, No 26 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem komunikasi dengan menggunakan live streaming menjadi salah satu pilihan dalam melakukan komunikasi jarak jauh. Live streaming digunakan sebagai metode menyalurkan gambar serta suara sehingga terlihat seperti nyata. Kinerja layanan live streaming menggunakan VLC Media Player dengan Codec H.264 dan Dirac diamati dengan mengubah bandwidth transmisi. Paper ini menganalisis implementasi Live Streaming menggunakan perangkat NSN Flexi Packet Radio yang dimodelkan sebagai jaringan internet. Parameter kinerja meliputi delay, packet loss dan throughput. Dengan mengacu kepada kualitas live streaming yang ditetapkan standar  ITU-T G.1010 mengenai parameter kualitas layanan dan melakukan pengujian dengan variasi bandwidth 128 Kbps, 256 Kbps dan 512 Kbps, maka diperoleh bahwa live streaming dengan format video AVI  sudah memiliki kualitas yang baik pada bandwidth 512 Kbps untuk Codec H.264 dan  Codec Dirac.
PENGARUH JARAK ANTAR ELEMEN PADA ANTENA SMART YANG MENGGUNAKAN MATRIKS BUTLER Tarigan, Lutphi Septyan; Sani, Arman
Singuda ENSIKOM Vol 10, No 26 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidaktepatan arah pola radiasi sistem antena konvensional  menyebabkan gangguan terhadap pengguna lain dan pemakaian daya yang tidak effisien. Berbagai jenis teknologi  dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satunya adalah sistem switched beam array menggunakan metode matriks butler. Tulisan ini membahas perancangan switched beam array dengan metode matriks butler pada frekuensi 433 MHz untuk mengamati pengaruh jarak antar elemen terhadap cakupan berkas. Jarak antar elemen yang digunakan adalah 0,1? ? ? dan jumlah elemen antena adalah 2,4 dan 8. Dari hasil analisis diperoleh jarak antar elemen yang memiliki cakupan berkas yang paling luas untuk masing-masing 2,4 dan 8  elemen antena adalah 17,3 cm,  25,98 cm dan 30,32 cm. Semakin jauh jarak antar elemen antena, semakin kecil cakupan berkas.
PERANCANGAN ANTENA YAGI-UDA FREKUENSI 433 MHz UNTUK STASIUN PENERIMA RADIOSONDE DENGAN TEKNIK FRAKTAL MODEL KURVA MINKOWSKI Sani, Arman
JITEKH (Jurnal Ilmiah Teknologi Harapan) Vol 6, No 01 (2017): Jurnal Ilmiah Teknologi Harapan (JITEKH)
Publisher : P4M STT Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.674 KB)

Abstract

Intisari—Tulisan ini membahas tentang perancangan antena Yagi-Uda untuk stasiun penerima radiosonde. Perancangan dilakukan dengan teknik fraktal model Kurva Minkowski untuk memperoleh gain yang semakin besar dan reduksi dimensi fisik dengan capaian parameter karakteristik yang diinginkan: frekuensi kerja 433MHz, impedansi karakteristik 50 Ohm, memiliki gain ≥ 10 dBi, VSWR ≤ 2 dan bandwidth ≥ 10 MHz. Antena yang dirancang terbuat dari bahan aluminium berbentuk kawat pipa dengan diameter ketebalan 4mm, 8.6mm dan 9mm. Perancangan menggunakan simulator MMANA-GAL.Untuk memperoleh gambaran peningkatan gain dan reduksi dimensi fisik hasil rancangan dibandingkan dengan hasil rancangan tanpa teknik fraktal. Untuk capaian parameter karakteriktik yang diinginkan, dari hasil simulasi diperoleh bahwa antena Yagi-Uda dengan 6-elemen yang dirancang dengan teknik fraktal model Kurva Minkowski memiliki gain yang lebih besar dibandingkan dengan perancangan tanpa fraktal. Teknik fraktal model ini juga berhasil mereduksi panjang fisik linier antena sebesar 9.41% dan peningkatan bandwidth.