Articles

STUDY ON THE EFFECT OF BIOAUGMENTATION ON THE REDUCTION OF AMMONIA IN THE SEDIMENT OF SEMI INTENSIVE TAMBAK ., Sarjito; Santoso, Adi; Djunaedi, Ali
JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT Vol 3, No 3 (2000): Volume 3 Number 3 Year 2000
Publisher : JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5533.314 KB)

Abstract

The aboraratory scale experiment with split plot randomized design was perfomed to find out the effect bioaugmention on ammonia reduction in the sediment of semi intensive tambak. The msin treatment was bioaugmentaion with probiotic epicin concentration of 0; 0.5 ; 1.0 and 1.5 ppm; as sub-treatment was the salinity (20; 25 and 30 ppt), and as a group was day (0; 2; 4 and 6). The result indicated that bioaugmentation was able to reduce ammonia concentration in the sediment of semi intensive tambak. The treatments, especially dose and days had a significant affect on the reduction ammonia in the sediment (p<0.01) with exception to salinity (p>0.05). the capability of epicin as a bioaugmentation started on the day of 2. The most effective epicin dose to reduce ammonia in the sedimentof semi intensive tambak for culture of Tiger shrimp (Penaeus. Monodon F.) was 1.5 ppm.
MORFOMETRI DAN KOMPOSISI ISI LAMBUNG IKAN TUNA SIRIP KUNING (THUNNUS ALBACARES) YANG DIDARATKAN DI PANTAI PRIGI JAWA TIMUR Nuraini, Adina Feti; Santoso, Adi; Redjeki, Sri
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v3i2.4968

Abstract

Ikan tuna sirip kuning mempunyai panjang cagak (fork-length) sepanjang 70 cm, 90 cm, 155 cm hingga yang terpanjang yang pernah tercatat 210 cm. Ikan tuna yang ditemukan di PPN Prigi memiliki ukuran yang beragam. Penelitian ini dapat memberikan informasi kondisi morfometri ikan tuna sirip kuning dari kelas panjang yang ditemukan di perairan pantai Prigi dan kebiasaan makan (food habits) ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) di pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek. 71 ekor sampel ikan tuna sirip kuning diambil pada bulan September ? November 2013 dari pengepul di pantai Prigi, untuk selanjutnya di lakukan pengukuran panjang total, berat tubuh dan analisis hubungan panjang-berat serta analisis isi lambung dengan metode frekuensi kejadian, metode volumetrik dan indeks preponderance. Kisaran panjang ikan tuna sirip kuning terdiri atas kisaran panjang kelas kecil 17 cm ? 37 cm dengan komposisi organisme dalam lambung yang banyak ditemukan adalah udang dan ikan kecil, sedangkan kisaran panjang kelas sedang 38 cm ? 58 cm komposisi organisme dalam lambung adalah ikan dan kisaran panjang kelas besar 59 cm ? 78 cm dengan komposisi organisme yang banyak adalah ikan. Penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa nilai dari perhitungan regresi sederhana hubungan panjang dan berat ikan tuna sirip kuning di perairan pantai Prigi bersifat allometrik negatif dengan nilai slope b sebesar 2,9518.
PENDEKATAN SEL SEDIMEN UNTUK ANALISA PERUBAHAN GARIS PANTAI DI KECAMATAN KALIWUNGU DAN KECAMATAN BRANGSONG, KABUPATEN KENDAL Bismoko, Setiaji; Atmodjo, Warsito; Santoso, Adi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v1i1.880

Abstract

The purpose of this research is to study sediment cells to analyze the influence of sediment transport along the coast towards shoreline change, and know the area with erosion and accretion occur along the coast of Kaliwungu Subdistrict and Brangsong Subdistrict, Kendal Regency. The method used to determine the cell sediment is a remote sensing image interpretation and field survey by identifying sources of sediment, the sediment movement and sediment movement limits. The area that experiencing erosion and accretion is obtained from Landsat satellite image overlay. Satellite imagery used in this study is Landsat satellite image recording in 1991, 2001 and 2011. Barangsong Subdistrict and Kaliwungu Subdistrict in year 1991 until 2011 experienced eroded by 8,15 ha and 9,33 ha of accretion. The phenomenon of erosion and accretion in the subdistrict Barangsong and subdistrict Kaliwungu influenced by the source of sediment from the Blorong river, Waridin river, and Sapen river that serve as fixed limits in the concept of sediment cells. Coastline changes that occur in the study area is also due to reclamation that juts into the sea like jeti development and KLI (Kayu Lapis Indonesia).
STUDI HABITAT PENELURAN PENYU SISIK (ERETMOCHELYS IMBRICATA) DI PULAU MENJANGAN KECIL KEPULAUAN KARIMUNJAWA KABUPATEN JEPARA JAWA TENGAH Iary, Tasha; Santoso, Adi; Ario, Raden
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v7i3.25913

Abstract

ABSTRAK : Penyu merupakan salah satu anggota reptil berkarapas yang hidup di laut. Keberadaan penyu saat ini semakin lama semakin berkurang. Hal ini menyebabkan Penyu terdaftar dalam Apendik I Konvensi Perdagangan Internasional Fauna dan Flora Spesies Terancam (Convention on International Trade of Endangered Species of Wild Fauna and Flora - CITES). Salah satu jenis penyu yang bersifat khas dan populasinya semakin berkurang adalah penyu Sisik (Eretmochelys imbricata). Kepulauan Karimunjawa diketahui menjadi salah satu habitat peneluran penyu Sisik di Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Menjangan Kecil Kepulauan Karimunjawa untuk mengetahui karakteristik habitat peneluran penyu Sisik (E. imbricata) yang ditinjau dari aspek biologi dan geofisik yang terdiri dari jenis vegetasi, jenis predator yang dijumpai, lebar pantai, kemiringan pantai, suhu pasir, kadar air dalam pasir, dan pengukuran butiran pasir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif. Hasil penelitian menunjukan beberapa karakteristik geofisik habitat peneluran penyu sisik di Pulau Menjangan Kecil meliputi kemiringan pantai yang berkisar 2,51o - 4,85o, suhu pasir antara 27? ? 28,?C, kemudian kadar air sedimen rata-rata sebesar 4,94%, dan ukuran butir pasir didominasi oleh pasir halus. Sementara karakteristik biologi meliputi vegetasi yang didominasi oleh Kelapa (Cocos nucifera), Katang (Ipomoea pes-caprae), dan Cemara Laut (Casuarina equisetifolia), dan predator yang dijumpai adalah Semut Merah (Oechophylla smaragdina), Kepiting (Ocypoda sp.), dan Biawak (Varanus salvator). ABSTRACT : Turtle is one of carapaced reptiles that live in the sea. Currently, the existence of turtles progressively reduced and has been listed in Appendix I of the Convention on International Trade of Endangered Species of Wild Fauna and Flora - CITES. One of the turtles that is unique and the population was reduced is Hawksbill Turtle (Eretmochelys imbricata). Karimun Islands is known to be one of the hawksbill turtle?s nesting habitat in Indonesia. This research was conducted in Menjangan Kecil Island, Karimunjawa Islands know the nesting site characteristics of Hawksbill turtle (E. imbricata) that evaluated from various aspects including biology, such as the type of vegetation and kinds of predators, and geophysics that consist coastal width, coastal slope, sand temperature, water content in the sand, and the measurement of grains of sand. The method used in this research is descriptive exploratory. The results showed some hawskbill turtle?s geophysical characteristics of nesting site in Menjangan Kecil Island include coastal slope in the range of 2.510 - 4.850, the sand temperature between 27-28?C, the average of the water content of sediment is 4.94%, and the size of sand grains is dominated by fine sand. While the biological characteristics include vegetation that dominated by Coconut Tree (Cocos nucifera), Katang (Ipomoea pes-caprae), and Cemara Laut (Casuarina equisetifolia), and the predator that encountered are red ants (Oechophylla smaragdina), crabs (Ocypoda sp.), and lizards (Varanus salvator).
STRUKTUR KOMUNITAS GASTROPODA DI TRACKING MANGROVE KEMUJAN, TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA Imam, Syaiful; Santoso, Adi; Pribadi, Rudhi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.11420

Abstract

Taman Nasional Karimunjawa merupakan kawasan pelestarian alam dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi. Ekosistem mangrove Taman Nasional Karimunjawa yang sebelumnya kawasan perlindungan tertutup akan dijadikan kawasan terbuka untuk ekowisata dengan membangun Tracking Mangrove. Keberadaan Tracking Mangrove diduga akan berpengaruh terhadap kondisi ekologis gastropoda, sehingga perlu dilakukan pengkajian di lokasi ini  agar datanya dapat dijadikan baseline untuk memonitoring kondisi lingkungan yang akan dijadikan kawasan ekowisata mangrove.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui data struktur komunitas gastropoda di Tracking Mangrove Kemujan, Taman Nasional Karimunjawa, Jepara. Penelitian di Tracking Mangrove Kemujan dilakukan di 8 stasiun. Penentuan lokasi sampling dengan metode purposive sampling method dan pengambilan sampel menggunakan metode kualitatif pada transek 5 m x 5 m.Hasil penelitian ditemukan 8 spesies gastropoda dari 5 famili. Jenis yang paling mendominasi adalah Cerithidea cingulata cingulata. Rata-rata kelimpahan gastropoda pada seluruh stasiun berkisar (55?179 ind/25 m2). Indeks Keseragaman (e) termasuk dalam kategori tinggi (0,65?093). Indeks Dominansi (C) menunjukkan tidak adanya dominansi dari jenis tertentu secara umum (0,07?0,80). Pola Sebaran di lokasi penelitian menunjukkan pola sebaran mengelompok (100 %) dan Indeks Kesamaan Komunitas antar stasiun penelitian berkisar (50 %?100 %) yang termasuk dalam kategori sedang ? sangat tinggi
MORFOMETRI PORTUNUS PELAGICUS, LINNAEUS, 1758 (MALACOSTRACA : PORTUNIDAE) DARI PERAIRAN JOBOKUTO, JEPARA Rizkasumarta, Yuftah; Santoso, Adi; Susilo, Endang Sri
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v8i3.25264

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi keberadaannya secara alami berhadapan dengan tingkat penangkapan yang semakin meningkat. Pesatnya perkembangan perusahaan eksportir rajungan dengan bahan baku yang bersumber dari hasil tangkapan nelayan, mengakibatkan sangat banyaknya nelayan yang melakukan penangkapan. Penangkapan rajungan dengan frekuensi tinggi dan terus-menerus tanpa memperhatikan ukuran serta kondisi rajungan, berpotensi mengurangi stok rajungan di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi ukuran, serta hubungan lebar karapas dengan berat rajungan yang didaratkan dari perairan Jobokuto, Jepara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, dari 1500 rajungan yang diamati diketahui bahwa distribusi lebar karapas berkisar 10,50-11,30 cm, dan berat berkisar  75-104 gram. Hubungan lebar karapas dengan  berat rajungan menghasilkan nilai b sebesar 1,68 untuk rajungan jantan dan 2,80 untuk rajungan betina, sehingga baik rajungan jantan maupun betina pertumbuhannya bersifat allometrik negatif. Sifat pertumbuhan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan lebar karapas lebih cepat dibandingkan pertumbuhan berat rajungan. Persentase penggunaan alat tangkap oleh nelayan rajungan Jepara adalah Bubu (91%), dan Jaring (9%).The blue swimming crab (Portunus pelagicus) has a high economic value, but its existence is naturally faced with increasing fishing rates. The rapid development of crab exporters with raw materials sourced from fishermen's catches has resulted in very many fishers making arrests. Catching the crab with high frequency and continuously without regard to the size and condition of the crab has the potential to reduce the crab stock in the waters. This research aimed to determine the size distribution, as well as the relationship of carapace width to the weight of the crab,  landed from the seas of Jobokuto, Jepara. The results of this study indicated that of the 1500 crabs observed, the distribution of carapace width ranged from 10.50 to 11.30 cm, and the weight ranged from 75 to 104 grams. The relationship between carapace width and crab weight had a value of b of 1.68 for male crabs and 2.80 for female crabs so that both male and female crabs have negative allometric growth. This growth characteristic showed that carapace width growth is faster than the growth of crab weight. The percentage of fishing gear used by Jepara crab fishermen is Bubu (91%), and Net (9%).
STUDI AKUMULASI LOGAM TIMBAL (PB) DAN EFEKNYA TERHADAP KANDUNGAN KLOROFIL DAUN MANGROVE RHIZOPHORA MUCRONATA Puspita, Aulia Dewi; Santoso, Adi; Yulianto, Bambang
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v3i1.4596

Abstract

Mangrove is a coastal plant which is vurneable to heavy metal pollution , whether from land or from the sea . More industrial development resulted in high levels of waste pollution .Various industrial waste into coastal waters will threat coastal vegetation like as mangrove. Rhizophora mucronata is one kind of mangrove with the highest population and is most often found around the coastal areas. Many industrial activities dischange lead (Pb), where Pb is one of the heavy metals that can not be degraded, can be accumulated in organism. This study aimed to know the accumulation of plumbum in mangrove the influence of difference concentration of Pb and exposure duration on chlorophyll content of R. mucronata mangrove leaves. The research was conducted in July-August 2012 at the Marine Science Campus , Faculty of Fisheries and Marine Science , Diponegoro University , Semarang. Mangrove saplings used was R. mucronata ± 8 months old . Mangrove test was placed on the test media with concentrations of 20 , 100 , and 500 ppm . Each treatment was triplicates and analysis for chlorophyll content was done every 10 days. The results of study can be concluded that the greater Pb concentration the longer the exposure time could decrease of chlorophyll content. But despite the amount of chlorophyll decreased, based on the calculation of the value of phytoremediation (FTD) R. mucronata still be potencial to reduce pollutant movement of Pb in soil/sediment/
THE INFLUENCE OF TEMPERATURE - FOOD AVAILABILITY ON THE TISSUE GROWTH OF SEA SCALLOP PLACOPECTEN MAGELLANICUS Santoso, Adi
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 11, No 3 (2006): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.158 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.11.3.146-152

Abstract

Studi terhadap pertumbuhan kerang simping Placopecten magellanicus, yang dibudidayakan dengan metode ?suspended culture? telah dilakukan selama tujuh bulan di lokasi budidaya di Graves Shoal, Mahone Bay,Nova Scotia, Kanada. Benih scallop muda dipelihara dalam pearl nets dengan kepadatan 30-35 ekor dan ditempatkan pada empat lokasi yang mewakili perairan permukaan (7 m), dasar perairan (14 m), di luar lokasibudidaya (outer edge), di tengah-tengah lokasi budidaya (centre). Pertumbuhan jaringan lunak (whole tissue weight) diamati setiap bulan sekali. Monitoring terhadap suhu dan ketersediaan pakan pada permukaan dan dasar perairan juga dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan pada jaringan lunak lebih besar di permukaan perairan dibandingkan dengan di dasar perairan, tetapi tidak ada perbedaan nyata antara antara pertumbuhan di luar lokasi budidaya dengan di lokasi budidaya. Pertumbuhan jaringan lunak sendiri tidak ada korelasinya dengan suhu dan ketersediaan pakan di perairan.Kata kunci: suhu, ketersediaan pakan, berat total jaringan lunak, kerang simpingA study of the growth of the sea scallop, Placopecten magellanicus, under suspended culture conditions was carried out over a seven month period at a culture site in Graves Shoal, Mahone Bay,Nova Scotia ? Canada.Scallop spat were cultivated in pearl nets at a density of 30-35 per net set at four locations corresponding to the surface (7 m) and bottom (14 m) at the outer edge and the center of the site. Whole tissue weight wasmeasured at monthly intervals. Environmental conditions represented as temperature and food availability at the surface and bottom over the same period were also monitored. The result showed that the mean values of whole tissue weight at the surface sites were greater than that at the bottom sites, but there were not significantly different between the outside sites and the inside sites. Growth in whole tissue weight was notto correlate to temperature - food availability.Key words: temperature, food availability, whole tissue weight, sea scallop
KARAKTERISASI STRUKTUR NANO KARBON DARI LIGNOSELLULOSA Pari, Gustan; Santoso, Adi; Hendra, Djeni; Buchari, Buchari; Maddu, Akhirudin; Rachmat, Mamat; Harsini, Muji; Heryanto, Teddi; Darmawan, Saptadi
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 1 (2013):
Publisher : Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan abad ini dan yang akan datang sudah memasuki teknologi nano. Di bidang hasil hutan, teknologi nano yang dapat dikembangkan di antaranya adalah nano karbon dari bahan berlignoselulosa. Tujuan penelitian ini adalah menyediakan informasi dan teknologi pengolahan arang sebagai bahan baku nano karbon dari bahan lignoselulosa. Bahan baku lignoselulosa yang digunakan dalam penelitian ini adalah kayu jati, dan bambu yang dikarbonisasi pada suhu 400-500°C menggunakan kiln drum, arang yang dihasilkan dimurnikan dengan jalan dipanaskan pada suhu 800°C selama 60 menit yang sebelumnya didoping dengan logam Zn, Ni dan Cu. selanjutnya dihaluskan menggunakan high energy mechanic (HEM) selama 48 jam. Arang dengan kristalinitas tinggi disintering menggunakan spark plasma pada suhu 1.300°C. Karbon yang dihasilkan diuji sktuktur dan sifatnya menggunakan Py-GCMS, SEM-EDX, XRD,dan sifat elektrik. Hasil penelitian menunjukkan struktur karbon yang terbaik dihasilkan dari arang jati yang dikarbonisasi pada suhu 800°C yang didoping dengan atom Ni pada perbandingan 1:5 yang menghasilkan derajat kristalinitas sebesar 78,98% resistensi (R) 0,17Ω, konduktivitas 175,52 Ω-1m-1. Kualitas nano karbon setelah disintering derajat kristalinitasnya menjadi 81,87%, resistensi (R) 0,01Ω, dan konduktivitasnya sebesar 1067,26 Ω-1m-1. Nano karbon yang dihasilkan dapat dibuat sebagai biosensor, biobatere dan bioelektroda. Sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.
TANNIN RESORCINOL FORMALDEHYDE AS POTENTIAL GLUE FOR THE MANUFACTURE OF PLYBAMBOO Santoso, Adi; Hadi, Yusuf Sudo; Malik, Jamaludin
Indonesian Journal of Forestry Research Vol 9, No 1 (2012): Journal of Forestry Research
Publisher : Secretariat of Forestry Research and Development Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Co-Authors Abdurachman Abdurachman Adina Feti Nuraini Aditya Sukma Nugraha Akhirudin Maddu Ali Djunaedi Ananda Dhea Retno Astrini Ananda, Yudha Rizky Andri Joko Purwanto Andri Wardiana, Andri Anita Firmanti As'ari, Musa Aulia Dewi Puspita Bambang Yulianto Barly Barly Buchari Buchari Chamidah, Siti Darnawan, Wayan Dede Hermawan Dian Anggraini Indrawan Djeni Hendra Efrida Basri Endah Puji Septisetyani, Endah Puji Endang Joewarini Endang Sri Susilo Endang Suhendang Estiko Rijanto Fery Setyawan Ghalya Pikra Gustan Pari Hadi Endrawati Hadi Sumarsono Hamdani, Rozi Han Roliadi Hardiyanti, Anggun Sri Hariyadi Hariyadi Hendri Maja Saputra Heriyanto, Teddi Heriyanto, Teddi Husnaa, Ulfatul Husnaa, Ulfatul I M Sulastiningsih, I M I.M. Sulastiningsih Iary, Tasha Ignasia Maria SULASTININGSIH Indrabayu, Arief Irwan Dedy Irwani Irwani Iskandar, Mohamad I Iskandar, Mohammad Isa Iskandar, Mohammad Isa Ita Riniatsih Jamal Balfas Jamaludin MALIK Jasni Jasni JUMANTORO, REIGION Karno, Rini Asniar Karno, Rini Asniar Krisdianto Krisdianto Kusumawati, Arizah Kusumawati, Arizah Kusumawati, Arizah Larasati Larasati Lestari, Andi SRD Mahendrajaya, Robertus Triaji Mamat Rachmat Massijaya, Muhammad Y Memed, Rodjak Memed, Rodjak Midriem Mirdanies Mishbach, Imam Moh Ayodhia Soebadi Mohamad Iqbal Muh Yusuf Muh. Yusram Massijaya Muhammad Zainuri Muji Harsini Naim, Laila Fijannatin Naning Kristiyana, Naning Neng Herawati, Neng Ningrum, Ratih Asma Nugraha, Fery Surya Nuraeni, Ria Azizazh Tri Nurul Ria Arlita Nurwati Nurwati OCKY KARNA RADJASA Okta, Revaldi Trio Osly Rachman, Osly Pari, Rohmah Pari, Rohmah Patmawati, Rodhiyah Popi Hadi Wisnuwardhani, Popi Hadi Purwantiningsih Sugita Puspita Sari Putra, Bagus Apriana Putra, Rio Adista Widodo Putri, Riska Novianti Rachmawati, Okti Rachmawati, Okti Raden Ario RATIH ASMANA NINGRUM Ratnasari, Viny Raudhah Juliati, Raudhah Renaldi Bahri Tambunan Renwarin, A. R. M. Retno Damajanti Soejoedono Retno Hartati Rini Pramesti Rizkasumarta, Yuftah Rizqi Andry Ardiansyah Rossi Margareth Tampubolon Rudhi Pribadi Sabilal Alif Safitri, Bunga Ayu Safitri, Bunga Ayu Saptadi DARMAWAN Saputra, W.L. Sarjito . Sarjito Sarjito Setiaji Bismoko Soetojo Soetojo Sri Redjeki Sri Sedjati Sriyono Sriyono Subagiyo Subagiyo Sudohadi, Yusuf Sudohadi, Yusuf Sugiarti, Sri Wuryani SUHASMAN . Sujanto), Sujanto) Sujanto), Sujanto) Sulastiningsih, Ignasia M Sulastiningsih, l M Suminar S Achmadi Sunaryo Sunaryo Suratin, Fitri Surdiding RUHENDI Sutigno, Paribotro Sutigno, Paribotro Syaiful Imam, Syaiful Syakri Syahrir, Syakri Tarmono Djojodimedjo Teddi Heryanto Tharieq, Muhammad Amanun Titi Rapini, Titi Ulva, Yuliana Mariya Umi Farida Wardoyo, Supriyono Eko Warsito Atmodjo Wayan DARMAWAN Widianingsih Widianingsih Widiatmoko, W. Widodo J P Widodo J Pudjirahardjo Wijaya, Sri Kartika Wijaya, Sri Kartika Wilis Ari Setyati Yacobda H Sigumonrong, Yacobda H Yana Rubiana, Yana Yana Rubiyana, Yana Yulaika Romadhani, Yulaika Yusuf Sudo Hadi Yuwono, Adi Zainal Abidin