Eddy Santoso
Center for Technology of Nuclear Industrial Materials (PTBIN) National Nuclear Energy Agency (BATAN) Puspiptek Area, Serpong, Tangerang

Published : 20 Documents
Articles

Found 20 Documents
Search

EFFECT OF LIME AND GUANO TO GROWTH AND YIELD OF OKRA GROWN IN PEAT SOIL Berto, Heri; Santoso, Eddy; m, Darussalam
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aimed were to obstain the best dose of interaction between lime and guano on the growth and yield of  okra grown on peat soil. The research was carried out at the research garden of the Faculty Agriculture, Tanjungpura University, starting from October until December 2018. The experimental was in factorial design of experiment was on completely randomized design (CRD) consisting of two factors namely lime (a) and guano (b). Lime consist of 3 treatment levels,  namely a1 (49 g lime/polybag), a2 (66 g lime/polybag) and a3 (83 g lime/polybag), and guano consist of 3 levels of treatment namely, b1 (45 g guano/polybag), b2 (90 g guano/polybag) dan b3 (135 g guano/polybag), there are 9 treatment combinations with 3 replications and each replication consists of 4 sample plants. The combination of treatments were to is a1b1, a1b2, a1b3, a2b1, a2b2, a2b3, a3b1, a3b2, and a3b3. The variables observed in this study were plant height (cm), root volume (cm3), plant dry weight (g), fruit numbers per plant (fruit), fruit weight per plant (g)  and average weight per fruit (g). The results showed that there were no interaction doses between lime and guano was found, but the effective doses were able to increase the growth and yield of okra namely 66 g lime/polybag and 90 g guano/polybag.Keyword : guano, lime, okra, peat soil
PENGARUH ABU KULIT DURIAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT cintia, aprilia; Santoso, Eddy; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH ABU KULIT DURIAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT   Aprilia Cintia (1), Eddy Santoso (2), Dini Anggorowati (2) (1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh abu kulit durian dan dosis abu kulit durian terbaik untuk pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2015 di jalan 28 Oktober Siantan Hulu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu dolomit dengan dosis 76 g/polybag setara dengan 19 ton/ha (a0), abu kulit durian dengan dosis 70 g/polybag atau setara dengan 18 ton/ha (a1), 140 g/polybag atau setara dengan 35 ton/ha (a2), 210 g/polybag atau setara dengan 52 ton/ha (a3), 280 g/polybag atau setara dengan 69 ton/ha (a4), 350 g/polybag atau setara dengan 86 ton/ha (a5). Variabel yang diamati dalam penelitian meliputi jumlah daun per rumpun, jumlah anakan per rumpun, jumlah umbi per rumpun, volume akar, berat segar umbi per rumpun, berat kering angin per rumpun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu kulit durian berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan kecuali volume akar dan jumlah umbi. Kata kunci : abu kulit durian, bawang merah, tanah gambut.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS TERHADAP PUPUK KANDANG KOTORAN SAPI DAN KAPUR DOLOMIT PADA TANAH ALUVIAL Maharani, Holitia; Sasli, Iwan; Santoso, Eddy
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to see the interaction between cow manure and dolomite lime on the growth and yield of sweet corn on tan on aluvial soil. Research conducted at the District Sibawek Mempawah Hulu Landak. This study uses a randomized block design (RAK) factorial design with two factors and three replications. The first factor is giving cow manure 3 levels: p1 (giving cow manure) 10,000kg/ha equivalent to 4 kg/bedengan, p2 (giving cow manure) 20,000kg/ha equivalent to 8 kg/bedengan, p3 (giving cow manure) 30,000kg/ha equivalent to 12 kg/bedengan and second factor giving dolomite lime with 3 levels: k1 (dolomite lime) 0.90 kg dolomite/ha equivalent to 0.36g/bedengan, k2 (dolomite lime) 1.26kg/ha equivalent to 0.50g/bedengan and k3(dolomite lime) 1.51kg of dolomite/ha equivalent to 0.60g/bedengan.Variables observed included plant height, flowering age, number of leaves, ear length of plant, ear diameter and ear weight of plant. The 5% BNJ test results that there are interactions on the administration of cow manure and dolomite lime on the cob variable, which is shown in the treatment of p2k2 ( 8kg cow manure / beds and 0,50 g dolomite lime / beds).
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU PADA TANAH ALUVIAL TERHADAP KOMBINASI PUPUK KOTORAN AYAM DAN POSFAT Amelia, Amelia; Santoso, Eddy; Budi, Setia
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya kacang hijau di tanah aluvial dihadapkan pada kendala, salah satunya seperti struktur tanah yang padat dan ketersediaan hara yang rendah. Pupuk kotoran ayam dapat dijadikan alternatif untuk memperbaiki kesuburan tanah, sedangkan pupuk posfat untuk menambah ketersediaan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk kotoran ayam dan posfat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak pada tanggal 10 Oktober sampai dengan 26 Desember 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan dan 5 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman. Perlakuan tersebut yaitu p1 (pupuk kotoran ayam 40 g/polibag + posfat 1,4 g/polibag), p2 (pupuk kotoran ayam 80 g/polibag + posfat 1,12 g/polibag), p3 (pupuk kotoran ayam 120 g/polibag + posfat 0,84 g/polibag), p4 (pupuk kotoran ayam 160 g/polibag + posfat 0,56 g/polibag), dan p5 (pupuk kotoran ayam 200 g/polibag + posfat 0,28 g/polibag). Variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong pertanaman, berat kering biji pertanaman dan berat 100 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pupuk kotoran ayam dan posfat dengan dosis 80 g/polibag + posfat 1,12 g/polibag merupakan dosis efektif untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau pada tanah aluvial.
PENGARUH BEBERAPA JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH PADA TANAH GAMBUT Nurjannah, Ifatrul Yani; Santoso, Eddy; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1: Desember 2012
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering muncul pada pertanaman cabai merah pada tanah gambut yaitu kurang tersedianya unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Tanah gambut sangat kaya akan bahan organik tetapi ketersediaan unsur haranya seperti N, P, K, Ca dan Mg masih kurang serta tingkat keasaman tanahnya sangat tinggi. Oleh karena itu, perlu pemberian pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing, bebek dan ayam. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian beberapa jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil cabai merah pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan metode eksprimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan dan yang terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga jumlah tanaman 96 tanaman. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah di tanah gambut. Dari uji BNJ dapat diketahui bahwa pemberian pupuk kandang ayam berbeda nyata terhadap pemberian jenis pupuk kandang kambing, sapi, dan bebek pada variabel pengamatan jumlah buah dan berat buah, pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk kandang bebek berbeda nyata terhadap pemberian jenis pupuk kandang kambing, dan sapi pada variabel tinggi tanaman, berat kering, volume akar dan jumlah batang produktif. Jenis pupuk kandang ayam yang diberikan terhadap tanaman cabai merah pada tanah gambut merupakan perlakuan terbaik bila dibandingkan dengan jenis pupuk kandang lainnya. Kata kunci : cabai merah, pupuk kandang,tanah gambut.
PENGARUH PUPUK HIJAU LAMTORO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN UBI JALAR Darmawanti, Systena Feri; Santoso, Eddy; Sasli, Iwan
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hijau lamtoro dan dosis terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar. Penelitian dilaksanakan di Jalan dr. Rubini Kelurahan Tengah, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Pontianak. Penelitian dilaksanakan selama lima bulan, dari tanggal 4 Oktober 2012 sampai dengan 28 Februari 2013. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima taraf perlakuan pupuk hijau lamtoro yaitu 5% bahan organik dalam tanah (setara dengan 28 kg/petak), 7% bahan organik dalam tanah ( setara dengan 51 kg/petak), 9% bahan organik dalam tanah (setara dengan 74 kg/petak), 11% bahan organik dalam tanah (setara dengan 97 kg/petak) dan 13% bahan organik dalam tanah (setara dengan 119 kg/petak) yang terdiri atas lima ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah berat kering tanaman (g), jumlah umbi per tanaman (buah), diameter umbi per tanaman (cm), berat umbi per tanaman (g) dan berat umbi per petak (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk hijau lamtoro dengan dosis yang berbeda berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan. Pelakuan pupuk hijau lamtoro dengan dosis 11% bahan organik dalam tanah (setara dengan 97 kg/petak) merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar pada tanah alluvial. Kata Kunci : Pupuk Hijau Lamtoro, Ubi Jalar, Tanah Alluvial
PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT DI TANAH GAMBUT Simanungkalit, Efendi; Sulistyowati, Henny; Santoso, Eddy
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1: Desember 2012
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kandang kotoran ayam yang baik dan efisien bagi pertumbuhan dan hasil cabai rawit di tanah gambut. Metode eksperimen yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan dan setiap perlakuan terdapat 3 tanaman sampel. Adapun perlakuan tersebut terdiri dari a1(tanpa perlakuan pupuk kandang kotoran ayam), a2 (250g pupuk kandang kotoran ayam), a3 (500 g pupuk kandang kotoran ayam), a4 (750g pupuk kandang kotoran ayam), dan a5 (1000g pupuk kandang kotoran ayam). Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, berat kering tanaman, volume akar, jumlah cabang produktif, jumlah buah pertanaman, danberat buah pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang kotoran ayam memberikan hasil yang baik terhadap semua variabel yang diamati kecuali jumlah cabang produktif. Pemberian pupuk kandang kotoran ayam 500 g / polibag atau setara dengan 20 ton/ ha memberikan pertumbuhan dan hasil cabai rawit yang baik dan efisien dalam penggunaan pupuk kandang kotoran ayam. Kata kunci: cabai rawit, pupuk kandang, tanah gambut.
PENGARUH PUPUK KOTORAN ITIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA DI TANAH GAMBUT rahmat, abdul; Santoso, Eddy; Rohayeti, Yeti
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan tanah gambut untuk tanaman selada terkendala pada beberapa faktor pembatas yaitu sifat kimia dan biologi yang kurang baik. Salah satu usaha untuk mengatasi masalah pada tanah gambut adalah dengan pemberian pupuk kotoran itik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis terbaik pupuk kotoran itik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada di tanah gambut.Penelitian dilaksanakan di lahan kosong terletak di Jalan Parit Haji Husen I Kelurahan Bangka Belitung Laut Kecamatan Pontianak Tenggara Kota Pontianak. Penelitian berlangsung selama dua bulan dari tanggal 1 Agustus 2013 sampai dengan 20 September 2013. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari enam taraf perlakuan, empat kali ulangan dan setiap perlakuan terdapat tiga tanaman sampel. Perlakuan yang diberikan yaitu pemberian kotoran itik dengan dosis 0 g/polybag, 50 g/polybag, 100 g/polybag, 150 g/polybag, 200 g/polybag dan 250 g/polybag. Variabel pengamatan adalah jumlah daun, berat segar tanaman, volume akar, berat kering tanaman dan berat kering akar, serta dilakukan pengamatan terhadap suhu, kelembaban dan pH tanah.Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa, pemberian pupuk kotoran itik meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada di tanah gambut. Dosis 250 g/polybag setara dengan 50 ton/ha memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil jumlah daun minggu ke-2 dan minggu ke-4, berat segar, volume akar, berat kering tanaman dan berat kering akar.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS TERHADAP PUPUK KANDANG KOTORAN SAPI DAN KAPUR DOLOMIT PADA TANAH ALUVIAL Maharani, Holitia; Sasli, Iwan; Santoso, Eddy
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to see the interaction between cow manure and dolomite lime on the growth and yield of sweet corn on tan on aluvial soil. Research conducted at the District Sibawek Mempawah Hulu Landak. This study uses a randomized block design (RAK) factorial design with two factors and three replications. The first factor is giving cow manure 3 levels: p1 (giving cow manure) 10,000kg/ha equivalent to 4 kg/bedengan, p2 (giving cow manure) 20,000kg/ha equivalent to 8 kg/bedengan, p3 (giving cow manure) 30,000kg/ha equivalent to 12 kg/bedengan and second factor giving dolomite lime with 3 levels: k1 (dolomite lime) 0.90 kg dolomite/ha equivalent to 0.36g/bedengan, k2 (dolomite lime) 1.26kg/ha equivalent to 0.50g/bedengan and k3(dolomite lime) 1.51kg of dolomite/ha equivalent to 0.60g/bedengan.Variables observed included plant height, flowering age, number of leaves, ear length of plant, ear diameter and ear weight of plant. The 5% BNJ test results that there are interactions on the administration of cow manure and dolomite lime on the cob variable, which is shown in the treatment of p2k2 ( 8kg cow manure / beds and 0,50 g dolomite lime / beds).
PENGARUH SERBUK ARANG CANGKANG KERANG DARAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL OKRA PADA TANAH GAMBUT SAPUTRA, ROLIS; SANTOSO, EDDY; SUSANA, RINI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.59 KB)

Abstract

PENGARUH SERBUK ARANG CANGKANG KERANG DARAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL     OKRA PADA TANAH GAMBUTRolis saputra (1), Eddy Santoso (2), Rini Susana (2)(1)Mahasiswa Fakultas Pertanian (2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas TanjungpuraPontianake-mail : rolissaputra15@gmail.com             ABSTRAK Tanaman hortikultura terutama sayuran memegang peran penting dalam meningkatkan gizi masyarakat khususnya di Kalimantan Barat. Seiring dengan hal tersebut kebutuhan akan sayuran terus meningkat dan jenisnya semakin bervariasi, salah satunya jenis sayuran yang gizi tinggi adalah okra. Di Kota Pontianak pengelolaan limbah dari cangkang kerang darah masih belum dilakukan dengan baik, sehingga terdapat tumpukan cangkang kerang darah dibeberapa pekarangan rumah dan tempat pembuangan sementara (TPS) karena tidak dimanfaatkan. Cangkang kerang darah selama ini tidak termanfaatkan dengan baik karena karakternya yang sukar terurai, namun cangkang kerang darah berpotensi diolah menjadi serbuk yang dapat menjadi alternative penganti kapur yang dimanfaatkan untuk menaikan pH tanah gambut.Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, berlangsung dari tanggal 1 Desember 2017 sampai 21 Februari 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf dosis serbuk arang cangkang kerang darah. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel, jumlah keseluruhan tanaman adalah 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud    a1 = 40 g/polybag setara dengan 4 ton/ha, a2 = 60 g/polybag setara dengan 6 ton/ha, a3 = 80 g/polybag setara dengan 8 ton/ha, a4 = 100 g/polybag setara dengan 10 ton/ha, dan a5 = 120 g/polybag setara dengan 12 ton/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat rata-rata per buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian serbuk arang cangkang kerang darah berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, dan berat rata-rata per buah. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian serbuk arang cangkang kerang darah pada dosis 40 g/polybag sampai dengan 120 g/polybag memberikan respon sama pada variabel tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat rata-rata per buah. Kata kunci : serbuk arang cangkang kerang darah, gambut, okra