Heri Budi Santoso
Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Salatan

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

PCS-13 THE PROFILE AND MORPHOLOGY OF PROBOSCIS MONKEY’S BLOOD CELLS IN SOUTH KALIMANTAN Padeta, Irma; Widayanti, Rini; Santoso, Heri Budi; Rezeki, Amalia; Budipitojo, Teguh
Hemera Zoa Proceedings of the 20th FAVA & the 15th KIVNAS PDHI 2018
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.074 KB)

Abstract

Twenty percent of primate species is found in Indonesia1. Proboscis monkey (Nasalis larvtaus) or bekantan is one of endemic species in Kalimantan2,3. This primate is belonging to Colobinae subfamily and distributed in Kalimantan (Indonesia), Sabah and Serawak (Malaysia), and Brunei. Proboscis monkey is belonging to endangered species based on International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) assessment4. Indonesian Ministry of environment and forestry established Proboscis monkey is belonging to one of twenty five species which has been incrased in population.Blood cells have important role in body regulation such as maintaining body temperature, carriying oxygen, nutrition, hormone and metabolism product to the whole body5. Blood examination is important for body health evaluation6,7, especially in non-human primate where lived in zoo, animal captive or rehabilitiation center6. The aim of this study was to investigate the profile and morphology of female-juvenile proboscis monkey blood cells at rehabilitation center (Sahabat Bekantan Indonesia Foundation) in Banjarmasin, South Kalimantan.
EFEK SPERMATISIDA EKSTRAK KULIT KAYU DURIAN (Durio zibethinus Murr) TERHADAP MOTILITAS DAN KECEPATAN GERAK SPERMATOZOA MANUSIA SECARA IN VITRO Nurliani, Anni; Santoso, Heri Budi
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Jurnal Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Durian (Durio zibethinus Murr.) adalah salah satu tanaman yang menghasilkanmetabolit sekunder. Uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa kulit kayu durianmengandung senyawa yang bersifat anti fertilitas yaitu tannin, saponin, alkaloid, flavonoid,dan triterpenoid sehingga berpotensi sebagai bahan kontrasepsi. Dalam penelitian inidilakukan kajian terhadap efek spermatisida ekstrak kulit kayu durian (Durio zibethinusMurr.) terhadap motilitas dan kecepatan gerak spermatozoa manusia secara in vitro.Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitukontrol tanpa perlakuan; pellet + ekstrak kulit kayu durian 5%; pellet + ekstrak kulit kayudurian 10%; pellet + ekstrak kulit kayu durian 15%; dan pellet + ekstrak kulit kayu durian20% dengan 3 ulangan setiap perlakuan. Sepuluh sperma manusia digunakan dalampenelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit kayu durianmenyebabkan motilitas dan kecepatan gerak spermatozoa manusia hingga mencapai nilainol untuk konsentrasi 5%, 10%, 15%, dan 20%.Kata Kunci : motilitas, kecepatan gerak, spermatozoa manusia, kulit kayu durian
ADAPTASI IKAN TIMPAKUL (PERIOPTHOLMODON SCHLOSSERI) DI HABITAT TERGANGGU MUARA SUNGAI BARITO, KALIMANTAN SELATAN MUHAMAT, Muhamat; SANTOSO, Heri Budi; HIDAYATURRAHMAH, Hidayaturrahmah
Biospecies Vol 10 No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1407.566 KB) | DOI: 10.22437/biospecies.v10i2.3496

Abstract

Timpakul fish (Periophthalmodon schlosseri) is a kind of fish which able to live long in the land. One of the habitats of the fish is Barito river estuary. The development of land conversion which high enough at Barito river estuary into the area of fishponds and rice fields cause P. schlosseri must adapt to the environment disturbed. The research aimed to determine the adaptation of P. schlosseri in fishponds and rice fields habitats in Barito river estuary. The research is conducted by using the method of line transect, that is by walking in the area of rice fields and fishponds in Barito river estuary with the object of observation consisted of nest and activity of P. schlosseri. The results of observation showed that the density of P. schlosseri was relatively small at 0.54 individual/hectare in paddy fields areal and 0.84 individual/hectare the area of aquaculture. The relatively low density of fish was caused by nature solitary and carnivorous fish. The adaptation of P. schlosseri in the areas of fishponds and paddy fields could be successful because it was supported by adequate food source, that were crab, shrimp, frog and small fish and predators were relatively few. Keywords: Adaptation, Barito river estuary, disturbed habitat, Periophthalmodon schlosseri
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol dan Ekstrak n-Heksan Daun Ketepeng Cina (Cassia Alata. L) terhadap Waktu Kematian Cacing Pita Ayam (Raillietina Sp.) Secara In Vitro Intannia, Difa; Amelia, Rezki; Handayani, Lisda; Santoso, Heri Budi
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 2, No 2 (2015): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK            Indonesia diketahui banyak memiliki tumbuhan yang berkhasiat obat, diantaranya adalah daun ketepeng cina (Cassia alata. L) yang mempunyai khasiat sebagai obat cacing, sariawan, sembelit, panu, kurap, kudis dan gatal-gatal. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol dan n-heksan daun ketepeng cina (Cassia alata. L) terhadap waktu kematian cacing pita ayam secara in vitro. Metode Penelitian: Merupakan penelitian eksperimental dengan memberikan perlakuan terhadap cacing pita ayam yang direndam dalam ekstrak etanol dan ekstrak n-heksan dengan dosis 25 mg/25 mL, 50 mg/25 mL, 75 mg/ 25mL dan 100 mg/25 mL serta sebagai pembanding adalah mebendazole dengan seri dosis yang sama. Setiap perlakuan dilakukan 3 kali replikasi dengan masing-masing replikasi menggunakan 5 ekor cacing. Waktu kematian cacing dicatat dan dilakukan analisis. Hasil Penelitian: Ekstrak n-heksan diketahui lebih cepat mematikan cacing pita ayam dibandingkan dengan ekstrak etanol, namun masih lebih lambat dibandingkan dengan mebendazole. Dosis  100 mg/ 25mL memberikan waktu kematian yang paling cepat pada semua kelompok, dengan waktu kematian sebagai berikut: 1) Ekstrak etanol 202 menit±17.48, 2) Ekstrak n-heksan 138 menit±26,94 dan Mebendazole 95 menit±21,68. Kesimpulan: Ekstrak etanol dan n-heksan mampu mematikan cacing pita ayam (Raillietina sp.) secara in vitro.Kata kunci: Efek anthelmintic, daun Cassia alata. L, ekstrak etanol, ekstrak n-heksan, Raillietina spAbstractKetepeng Cina (Cassia alata. L) is one of Indonesian medical herb which have properties as an anthelmintic, laxative, treat scabies and itchy. Aim of this study is to understand the effect of ethanolic and n-hexane leaf extract of Cassia alata. L toward mortality time of chicken tapeworm (raillietina sp.) in vitro. Four concentrations (25, 50, 75 and 100 mg/ 25 mL) of each extract were studied in activity, which involved the determination time of death of the tapeworm. Both the extracts exhibited best anthelmintic effect at highest concentration of 100 mg/25 ml.  Mebendazole  in  same  concentration  as  that  of  extract  was included  as  standard  reference. Mortality time for each extracts are 1) Ethanolic extracts 202 minute±17.48; 2) n-hexane extract 138 minute±26.94 and Mebendazole 95 minute±21.68  The ethanolic  and  n-hexane leaf  extracts of Cassia alata. L has effect toward mortality time of chicken tapeworm Raillietina sp. in vitro.Key word: Anthelmintic effect, Cassia alata. L, Ethanolic leaf extract, n-Hexane leaf extract, Raillietina sp
Profil SGPT dan SGOT Ikan Nila (Oreochromis niloticus L.) di Sungai Riam Kanan Kalimantan Selatan Hidayaturrahmah, Hidayaturrahmah; Muhamat, Muhamat; Santoso, Heri Budi
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 2, No 2 (2015): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui  Profil nilai SGPT dan SGOT ikan nila pada budidaya keramba di sungai riam kanan sebagai parameter untuk mengetahui fisiologi pada organ hati. Penentuan kadar SGPT dan SGOT dengan metode spektrofotometri (UV Visible spectrometer, GBC Scientific Equipment). Sampel ikan Nila (Oreochromis niloticus L.) diambil dari tiga titik stasiun di sekitar sungai Riam Kanan, kemudian dari tiap stasiun dilakukan 3 kali pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fungsi hati ikan nila pada stasiun I (Desa Awang Bangkal), Stasiun II (Desa Mandikapau) dan stasiun III (Desa Sungai alang) menghasilkan nilai SGPT dan SGOT yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan nilai normal SGPT dan SGOT ikan nila tawar pada umumnya. Profil  SGPT dan SGOT paling tinggi terdapat pada stasiun Mandikapau yaitu sebesar 75 ± 21 U/I dan 204,67 ± 56,72. Profil nilai SGPT/SGOT paling rendah terdapat pada stasiun  awang Bangkal  sebesar 45 ± 18,73U/I dan 139,67 ± 26,84. Penelitian ini menunjukkan bahwa secara fisiologis profil SGPT dan SGOT  Ikan Nila di perairan sungai Riam dinilai terdapat adanya gangguan pada hati. Hal ini dapat dilihat dari nilai SGPT dan SGOT yang  lebih rendah dari nilai normal.Kata kunci : SGPT, SGOT, Ikan Nila, Sungai Riam Kanan ABSTRACTThis study was conducted to determine the value of SGPT and SGOT profile tilapia in aquaculture cages in the river rapids as the right to determine the physiological parameters in the liver. Determination of SGPT and SGOT levels by spectrophotometric method (UV-Visible spectrometer, GBC Scientific Equipment). Samples Nile Tilapia (Oreochromis niloticus L.) were taken from the three-point stations around the river Riam Kanan, then from each station sampling is done 3 times. The results showed that the liver function of tilapia at station I (Desa Awang Bangkal), Station II (Village Mandikapau) and the station III (Sungai grasslands) produce value SGPT and SGOT were higher when compared with normal values SGPT and SGOT tilapia bargaining in general. SGPT and SGOT profile is highest in Mandikapau station that is equal to 75 ± 21 U / I and 204.67 ± 56.72. Profile value SGPT / SGOT lowest contained in Bangkal awang station by 45 ± 18.73U / I and 139.67 ± 26.84. This study shows that physiological profile SGPT and SGOT Tilapia in river waters cascade assessed there is a disturbance in the heart. It can be seen from SGPT and SGOT values were lower than normal value.Keywords: SGPT, SGOT, Oreochromis niloticus L.
Leukocytes Description of Mudskipper (Periophthalmodon schlosseri) of Barito River Estuary, Desa Tanipah, Kalimantan Selatan Santoso, Heri Budi; Hidayaturrahmah, Hidayaturrahmah; Muhamat, Muhamat
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.382 KB) | DOI: 10.14421/biomedich.2018.71.1-4

Abstract

Leukocytes have an important role in driving away infections from pathogen microorganism by phagocytosis together with macrophages. The aim of this research was to analyze the leukocytes’ differentiation (eosinophil, basophil, neutrophil, lymphocytes, and monocytes) of mudskipper‘s blood (Periophthalmodon schlosseri). Samples were taken from desa Tanipah Kalimantan Selatan. The sampling locations were decided by purposive or taking the data intentionally according to the consideration of mudskipper‘s location which is not homogenous. The data collection were conducted using Line Transect which means the sample was taken according to how many encounters can be taken. There were 15 mudskippers taken from Desa Tanipah used in this research. The parameter observed wasthe differentiation of leukocytes which consists of the percentages of monocytes, lymphocytes, eosinophil, basophil, and heterophil. The result showed that the percentage of lymphocytes in mudskippers is 62+4,1%  and monocytes 24,7+0,8%, and the  neutrophil is 0,5+0,1% and eosinophil 0,6+0,1% and no basophils were found. According to the  result, it can be concluded that lymphocytesis the most dominant one amongst others.
EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN PEPAYA TERHADAP JUMLAH TRYPANOSOMA EVANSI PADA PARU-PARU DAN LIMPA MENCIT Sari, Dewi Ratna; Nurliani, Anni; Santoso, Heri Budi
Jurnal Sain Veteriner Vol 33, No 2 (2015): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.29 KB) | DOI: 10.22146/jsv.17925

Abstract

Trypanosomiasis merupakan penyakit parasit yang disebabkan oleh Trypanosoma evansi dan ditularkan melalui gigitan lalat penghisap darah yang menyerang hewan ternak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan efek pemberian ekstrak etanol daun pepaya dan menentukan dosis ekstrak etanol daun pepaya yang berpengaruh terhadap jumlah Trypanosoma evansi pada paru-paru dan limpa mencit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan.Pembuatan ekstrak etanol daun pepaya menggunakan metode maserasi. Sebanyak 25 ekor mencit (Mus musculus L.) jantan galur Balb-C diinfeksi 0,2 mL (1x105) isolat Trypanosoma evansi secara intraperitonial. Pengamatan natif dilakukan untukmenentukan tingkat parasitemia. Pemberian ekstrak etanol daun pepaya dosis 75 mg/kg BB, 150 mg/kg BB, dan 300 mg/kg BB yang dilarutkan dalam Na-CMC 0,5% diberikan secara oral sebanyak 0,3 mL selama 3 hari berturut-turut. Pembuatan sediaan apus organ menggunakan metode sitological smear dengan pewarnaan giemsa 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dosis ekstrak etanol daun pepaya dapat menurunkan jumlah Trypanosoma evansi pada paru-paru dan limpa. Ekstrak etanol daun pepaya pada dosis 300 mg/Kg BB merupakan dosis yang paling efektif menurunkan jumlah Trypanosoma evansi pada paru-paru dan limpa mencit.
THE POTENTIAL OF KALANGKALA (Litsea angulata) SEED EXTRACT AS A NATURAL SPERMICIDE MATERIAL Akmal, Rommy; Rusmiati, Rusmiati; Santoso, Heri Budi
TROPICAL WETLAND JOURNAL Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : The Journal is published by Graduate Programe of Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalangkala (Litsea angulata) is one of the endemic plants in the wetlands area inKalimantan which seeds are can reduce the quality of male mice spermatozoa such as motility and mobility. The purpose of this research is to know the potential of kalangkala seed extract on other parameters of spermatozoa quality, which are viability and morphology of male mice spermatozoa in an effort to obtain natural spermicide material. This research used five treatments by using twentyfive male mice. The design of this research was spermatozoa suspensions without being treated (Control = 0), spermatozoa suspensions +Na-CMC 0,5% (P1), spermatozoa suspensions + extract of kalangkala seed 0,1% (P2), spermatozoa suspensions + extract of kalangkala seed 0,3% (P3), and spermatozoa suspensions + extract of kalangkala seed 0,5% (P4), with five repititions for each treatment. The result of this research showed that thekalangkala seed extract reduce the percentage of viability of spermatozoa and increased the percentage of abnormal morphology of spermatozoa male mice. Therefore, kalangkala seed extract has potential as a natural spermicide.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol dan Ekstrak n-Heksan Daun Ketepeng Cina (Cassia Alata. L) terhadap Waktu Kematian Cacing Pita Ayam (Raillietina Sp.) Secara In Vitro Intannia, Difa; Amelia, Rezki; Handayani, Lisda; Santoso, Heri Budi
Jurnal Pharmascience Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20600/jps.v2i2.5819

Abstract

ABSTRAK            Indonesia diketahui banyak memiliki tumbuhan yang berkhasiat obat, diantaranya adalah daun ketepeng cina (Cassia alata. L) yang mempunyai khasiat sebagai obat cacing, sariawan, sembelit, panu, kurap, kudis dan gatal-gatal. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol dan n-heksan daun ketepeng cina (Cassia alata. L) terhadap waktu kematian cacing pita ayam secara in vitro. Metode Penelitian: Merupakan penelitian eksperimental dengan memberikan perlakuan terhadap cacing pita ayam yang direndam dalam ekstrak etanol dan ekstrak n-heksan dengan dosis 25 mg/25 mL, 50 mg/25 mL, 75 mg/ 25mL dan 100 mg/25 mL serta sebagai pembanding adalah mebendazole dengan seri dosis yang sama. Setiap perlakuan dilakukan 3 kali replikasi dengan masing-masing replikasi menggunakan 5 ekor cacing. Waktu kematian cacing dicatat dan dilakukan analisis. Hasil Penelitian: Ekstrak n-heksan diketahui lebih cepat mematikan cacing pita ayam dibandingkan dengan ekstrak etanol, namun masih lebih lambat dibandingkan dengan mebendazole. Dosis  100 mg/ 25mL memberikan waktu kematian yang paling cepat pada semua kelompok, dengan waktu kematian sebagai berikut: 1) Ekstrak etanol 202 menit±17.48, 2) Ekstrak n-heksan 138 menit±26,94 dan Mebendazole 95 menit±21,68. Kesimpulan: Ekstrak etanol dan n-heksan mampu mematikan cacing pita ayam (Raillietina sp.) secara in vitro.Kata kunci: Efek anthelmintic, daun Cassia alata. L, ekstrak etanol, ekstrak n-heksan, Raillietina spAbstractKetepeng Cina (Cassia alata. L) is one of Indonesian medical herb which have properties as an anthelmintic, laxative, treat scabies and itchy. Aim of this study is to understand the effect of ethanolic and n-hexane leaf extract of Cassia alata. L toward mortality time of chicken tapeworm (raillietina sp.) in vitro. Four concentrations (25, 50, 75 and 100 mg/ 25 mL) of each extract were studied in activity, which involved the determination time of death of the tapeworm. Both the extracts exhibited best anthelmintic effect at highest concentration of 100 mg/25 ml.  Mebendazole  in  same  concentration  as  that  of  extract  was included  as  standard  reference. Mortality time for each extracts are 1) Ethanolic extracts 202 minute±17.48; 2) n-hexane extract 138 minute±26.94 and Mebendazole 95 minute±21.68  The ethanolic  and  n-hexane leaf  extracts of Cassia alata. L has effect toward mortality time of chicken tapeworm Raillietina sp. in vitro.Key word: Anthelmintic effect, Cassia alata. L, Ethanolic leaf extract, n-Hexane leaf extract, Raillietina sp
Perbandingan Efek Ekstrak Etanol, Fraksi N-Butanol, dan Fraksi Petroleum Eter Daun Kembang Bulan (Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Mencit Jantan Yang Diinduksi Aloksan Anwar, Khoerul; Hariadi, Ria Eka Putri; Kamalia, Nadia; Santoso, Heri Budi; Ngindra, Ade Putri Leluni
Jurnal Pharmascience Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20600/jps.v3i2.5742

Abstract

Secara empiris daun kembang bulan digunakan oleh masyarakat daerah Loksado, Kalimantan Selatan untuk pengobatan diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas ekstrak etanol, fraksi n-butanol, dan fraksi petroleum eter daun kembang bulan (Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit jantan diabetes dengan penginduksi aloksan. Serbuk kering daun kembang bulan diekstraksi menggunakan etanol dengan metode maserasi, kemudian ekstrak etanol difraksinasi menggunakan n-butanol dan petroleum eter. Ekstrak etanol, fraksi n-butanol dan fraksi petroleum eter yang didapat diuapkan sampai menjadi ekstrak kering dan akan digunakan sebagai sampel uji. Dua puluh lima ekor mencit diinduksi dengan aloksan dosis 150 mg/kgBB secara intraperitonial pada hari ke-2 dan ke-4. Mencit hiperglikemik dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu K1, K2, K3, K4, dan K5. Sampel uji diberikan selama 7 hari berturut-turut setelah induksi aloksan pada hari ke-4. Kelompok K1 sebagai kontrol negatif diberi Na-CMC 0,5%. Kelompok K2 kontrol positif diberi glibenklamid 0,6525 mg/kgBB. Kelompok K3, K4, dan K5 berturut-turut diberikan ekstrak etanol, fraksi n-butanol dan fraksi petroleum eter daun kembang bulan dengan dosis 100 mg/kgBB. Kadar glukosa darah puasa diukur dengan menggunakan GlucoDr® sebelum hewan uji diinduksi aloksan (hari ke-0), hari ke-2, 4, 8, dan 11. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol, fraksi n-butanol dan fraksi petroleum eter daun kembang bulan mampu menurunkan kadar glukosa darah yang berbeda bermakna dibandingkan kontrol negatif (p