p-Index From 2015 - 2020
12.087
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan Jurnal Manajemen dan Agribisnis VALENSI Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) TRANSMISI Jurnal Manajemen Teknologi TRANSIENT Jurnal Rekayasa Mesin Jurnal Arsitektur Mintakat TELKOMNIKA Telecommunication, Computing, Electronics and Control PRIVATE LAW Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Kiat Bisnis Jurnal Aplikasi Manajemen WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Journal of Innovation and Applied Technology International Journal of Local Economic Governance The Indonesian Green Technology Journal Jurnal Teknologi Pertanian Habitat Journal of Engineering and Technological Sciences Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika (JEPIN) ATAVISME JURNAL ILMIAH KAJIAN SASTRA PRIVAT LAW 1 Journal of Educational Social Studies Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Panggung JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen EnviroScienteae Indonesian Journal of Artificial Intelligence and Data Mining Prosiding Seminar Nasional Teknoka Indonesian Journal of Chemistry DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora IKRAITH-INFORMATIKA Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian JURNAL SITAKARA CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Health Science and Prevention Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi) Jurnal Keuangan dan Bisnis JRPK: Jurnal Riset Pendidikan Kimia Journal of Industrial and Information Technology in Agriculture Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan BASKARA: Journal of Business & Entrepreneurship
Articles

Tradisi, Bentuk, Nilai dan Identitas Desain Produk Abad 19-20 Santoso, Imam
PANGGUNG Vol 24, No 2 (2014): Modifikasi, Rekonstruksi, Revitalisasi, dan Visualisasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v24i2.113

Abstract

ABSTRACT The design has meaning and value. It is not only point out to the object but also refers to the dif- ference meaning contained. The design has a variety of meanings therefore no singular definition will suffice to explain the whole process in design. Design can refer to the knowledge, work and discourse. The process of creating a design in that sense requires consideration of aspects of unity between form, function, meaning and value. Along with the development of science, technology, art and culture, they expanded the meaning of design started by the issues of form into value that ultimately relates to identity. Through literature study of design works from some types of products in a particular period, that every country that has its roots in traditional design were not uniform in defining or classifying designs. A variety of meanings of the design can be determined design position in tradition activities, and actualize it in a different national identity. Keywords: Education of Art, Design, Tradition, Value and Identity    ABSTRAK Desain memiliki makna dan nilai, tidak hanya mengacu pada objek tetapi perbedaan mak- na yang dikandungnya. Desain memiliki beragam arti, karenanya definisi tunggal tidak akan cukup menjelaskan seluruh proses dalam desain. Desain dapat mengacu kepada ilmu, karya maupun wacana. Proses membuat desain dalam pengertian tersebut, membutuhkan pertim- bangan aspek kesatuan antara bentuk, fungsi, makna dan nilai. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya, desain mengalami perluasan makna dari persoalan bentuk menjadi persoalan nilai yang pada akhirnya berkaitan dengan identitas. Melalui studi literatur karya-karya desain dari beberapa jenis produk pada masa tertentu, bahwa setiap Ne- gara yang memiliki akar dalam tradisi desain, tidak seragam dalam menentukan atau mem- buat klasifikasi desain. Dari keragaman pemaknaan terhadap desain, dapat ditentukan posisi desain dalam aktivitas tradisi, serta mewujudkannya dalam identitas nasional yang berbeda. Kata kunci: Pendidikan seni, Desain, Tradisi, Nilai dan Identitas
PERANCANGAN DUALBAND BANDPASS FILTER DENGAN METODE SQUARE OPEN LOOP RESONATOR PADA FREKUENSI 2100 MHZ Gracia Simatupang, Agnes Yora; Prakoso, Teguh; Santoso, Imam
Transmisi Vol 20, No 3 Juli (2018): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.469 KB) | DOI: 10.14710/transmisi.20.3.133-137

Abstract

Tapis (filter) merupakan komponen yang berperan penting dalam suatu sistem telekomunikasi. Tapis digunakan untuk menyeleksi frekuensi yang akan dilewatkan dalam melakukan telekomunikasi. Perkembangan sistem telekomunikasi membuat penggunaan band frekuensi yang semakin meluas, sehingga frekuensi yang digunakan juga frekuensi yang tinggi pula. Tapis dapat dirancang secara sederhana menggunakan lumped element yang terdiri dari kapasitor, resistor, dan juga induktor. Namun tapis ini mempunyai keterbatasan yaitu hanya dapat digunakan pada frekuensi rendah saja dan tidak efektif untuk frekuensi tinggi. Tapis yang dapat digunakan pada frekuensi tinggi dapat dirancang menggunakan mikrostrip. Bentuk-bentuk tapis mikrostrip pun beranekaragam, salah satunya adalah square open loop resonator. Penelitian ini akan membahas tentang perancangan tapis dualband dengan metode square open loop resonator pada frekuensi 2100 MHz menggunakan software CST Studio Suite 2016. Respon frekuensi yang dihasilkan oleh desain akhir dari tapis ini dapat meloloskan frekuensi pada rentang 1927 MHz-2175 MHz dan 3021 MHz ? 3296 MHz. Nilai insertion loss yang dihasilkan sebesar 1,4283 dB pada band bawah dan return loss sebesar 19,707 dB pada band bawah.
ANALISIS PERPINDAHAN KANAL KOMUNIKASI DALAM SATU BSC PADA SISTEM GSM BERDASARKAN DATA DRIVE TEST MENGGUNAKAN TEMS INVESTIGATION 4.1.1 Chalida, Luluk Arifatul; Santoso, Imam; Christyono, Yuli
Transmisi Vol 11, No 4 (2009): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.413 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.11.4.183-192

Abstract

Mobile communications system created to meet the communication needs that can be done anywhere either when user is motionless or moving. To maintain the quality of services in a wide service area, coverage area is divided into smallest geographic units called cells. If the user moves from one area of the cell to another, then it needs an algorithm that guarantees the continuity of communications services. These algorithm is called a handover to a dedicated mode and the cell reselection for idle mode. In observing handoff algorithm, the operator did a drive test using computer and handset, which each had been equipped with special software, and GPS. This research analyze the problems related to the handoff algorithm, both when in idle mode or dedicated mode, including the causes, processes and things that influence it. Data acquisition is carried out through a drive test using software TEMS Investigaions GSM 4.1.1 with routes in the downtown area of Semarang. Drive test held on every Thursday and Sunday for three consecutive weeks starting on August 23, 2009 and each of day divided into three time allocation, ie morning, noon and night. The observed event include: cell reselection, handover, handover (intracell), handover failure and intracell handover failure. In addition Information Element that effected on the event are also observed, path loss criteria and cell reselection criteria for cell reselection, and received power, bit error rate and timing advance for the four other events. From the analysis is known that the assignment channel is triggered by the Information Element value that reaches a certain threshold value. For cell reselection, the both Information Element having equal influence. Information Element of the most influential for the handover and the handover failure is received power, whereas for two other events the most influential is the received bit error. After the detected value of the Information Element reaches a certain threshold, MSC will instruct the candidate cell to monitor and serving mobile station. Different process going on for handover (intracell), which after the information element value is known at a certain threshold, MS will move to another traffic channel in the same cell. If handover (intracell) was requested but could not be performed then handover based quality is tried the next time (if criterion is still given). When this handover also fails then BS toggles back and tries again a handover (intracell). In this drive test result there are 15 handover failures that may because no available traffic channel in candidate cell. There is only once handover intracell failure happened which may be caused by full traffic in candidate channel, but no cell reselection failure is found because this event doesn?t need traffic channel but only signaling channel. Keywords: handover, cell reselection, intracell, IE, TEMS
IMPLEMENTASI DEKODER MIMO BERBASIS METODE K-BEST PADA WLAN 802.11N Hasnanta, Ardea Satya; Syafei, Wahyul Amien; Santoso, Imam
Transmisi Vol 16, No 4 (2014): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.779 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.16.4.175-181

Abstract

Abstrak   Wireless Local Area Network (WLAN) 802.11n adalah teknologi jaringan nirkabel yang digunakan untuk komunikasi data dengan throughput maksimum 600 Mbps. Ciri utama pada standar 802.11n adalah penerapan teknik Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) dan Multiple Input Multiple Output (MIMO). Kinerja dekoder linier pada 802.11n sangat rendah jika dibandingkan Maximum Likelihood Detection (MLD), yang merupakan dekoder dengan kinerja optimal tapi memiliki kompleksitas tinggi. Pada penelitian kali ini akan diimplementasikan metode deteksi K-best pada MIMO dekoder WLAN 802.11n untuk meningkatkan kinerja sistem sebelumnya yang menggunakan teknik Zero Forcing (ZF) dan Minimum Mean Square Error (MMSE). Simulasi sistem dilakukan pada kanal model TGn channel B pada konfigurasi antena 2x2, orde modulasi QPSK, 16QAM, 64QAM. Parameter pembanding adalah nilai BER dengan target   10-4 terhadap SNR, dan perbandingan kompleksitas tiap dekoder. Dari hasil simulasi didapat kesimpulan bahwa detektor K-best memiliki kinerja mendekati MLD, rata ? rata berselisih 1 dB. Kinerja dekoder       K-best juga lebih baik dibanding dekoder ZF dan MMSE, yaitu rata-rata berselisih 12 dB terhadap ZF dan 8 dB terhadap MMSE. Rasio kompleksitas K-best terhadap MLD akan menurun secara signifikan tergantung jumlah antena pemancar (NTx) dan jenis modulasi yang digunakan, yaitu dari 46,9 % pada QPSK  hingga 5,27  % pada 64 QAM untuk NTx=2.   Kata Kunci : IEEE WLAN 802.11n, MIMO, OFDM, metode K-best.     Abstract   Wireless Local Area Network (WLAN) 802.11n is wireless network technology for data communication with 600 Mbps maximum throughput. The main feature of 802.11n standard are implementation of Orthogonal Ferquency Divison Multiplexing (OFDM) and Multiple Input Multiple Output (MIMO) technique. Performance of linear decoder on 802.11n  is very low than Maximum Likelihood detection (MLD),which has the most optimal performance but with very high complexity. This final project conduct research to implementing  K-best detection method on MIMO decoder of WLAN 802.11n to increase system performance of preceding MIMO decoding method i.e Zero Forcing (ZF), Minimum Mean Square Error (MMSE). Simulation is done under TGn channel B, 2x2 MIMO configuration in QPSK, 16QAM, 64QAM modulation order. Compared parameter are value of BER with target 10-4 versus SNR and  complexity of each decoder. The result shown, K-best detector gives near-MLD performance, and only degrade 1 dB. K-best decoder performance also better than ZF and MMSE decoder that has average odds of 12 dB to 8 dB against  ZF and MMSE. Complexity ratio of K-best to MLD  will significantly decrease as increasement of Transmitter antenna (NTx) and Modulation Scheme, that is from 46,9 %  for QPSK to 5,27 % for 64 QAM in NTx =2. Keyword : IEEE WLAN 802.11n, MIMO, OFDM, K-best Method
PENGONTROLAN SUHU MENGGUNAKAN METODE FUZZY-PID PADA MODEL SISTEM HIPERTERMIA Madyanto, Tunjung Dwi; Santoso, Imam; Setiawan, Iwan
Transmisi Vol 12, No 1 (2010): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.764 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.12.1.21-26

Abstract

Hipertermia merupakan salah satu metode penyembuhan dengan menggunakan proses penaikan suhu beberapa derajat Celcius di atas suhu fisiologi normal, untuk manusia hal ini berarti suhu dari 41?C sampai 45?C. Tujuan terapi dengan hipertermia adalah untuk membangkitkan panas yang cukup untuk membunuh sel-sel tumor tanpa merusak sel-sel jaringan tubuh yang sehat. Menjaga kestabilan suhu di pada daerah terapi menjadi sesuatu yang sangat diperlukan. Hal ini dikarenakan, tanpa adanya pengontrolan suhu yang baik akan mengakibatkan sel-sel jaringan tubuh yang normal juga akan mengalami kerusakan. Dengan melihat kenyataan tersebut, maka pada tugas akhir ini dibuat suatu sistem pengendalian suhu dengan metode fuzzy-PID berbasis mikrokontroler ATmega32 pada pemodelan hipertermia. Sistem ini menggunakan sensor suhu non kontak MLX90247, yang berfungsi mengukur suhu permukaan objek yang diterapi. Potongan kulit sapi digunakan sebagai objek yang akan dikendalikan suhunya. Kulit sapi dipilih karena memiliki sifat yang hampir sama dengan kulit manusia. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa kendali fuzzy-PID mampu menghasilkan respon sistem yang cukup baik, hal ini ditandai dengan kemampuan sistem mengikuti referensi sampai  20 menit. Untuk nilai referensi 42?C-45?C, sistem memerlukan waktu ± 2 menit untuk mencapai kestabilan. Keyword :   hipertermia, Mikrokontroler Atmega32, fuzzy-PID, sensor suhu non kontak MLX90247.
IMPLEMENTASI DEKODER MIMO BERBASIS DETEKSI SPHERE PADA WLAN 802.11N Setyadewa, Anky; Syafei, Wahyul Amien; Santoso, Imam
Transmisi Vol 14, No 3 (2012): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.912 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.14.3.78-84

Abstract

Abstrak Wireless LAN adalah suatu teknologi nirkabel yang berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) dan MIMO (Mutiple Input Multiple Output) yang dapat digunakan untuk komunikasi data. Peningkatan permintaan pengguna sistem Wireless LAN juga menyebabkan peningkatan pengembangan Wireless LAN. Standard dari Wireless LAN adalah IEEE802.11a/b/g dan IEEE802.11n yang menggunakan teknik OFDM dan MIMO untuk meningkatan laju data tanpa memerlukan tambahan bandwidth. Tujuan dari paper ini adalah untuk mengimplementasikan algoritma deteksi Sphere pada simulator WLAN 802.11n pada bagian MIMO blok decoder. Parameter yang diamati adalah nilai BER vs SNR (signal to Noise Ratio). Hasil yang diharapakan adalah kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan algoritma deteksi linear (MMSE, ZF) dan algoritma deteksi optimal, MLD. Pada MCS 13 untuk nilai BER 10-4, hasil simulasi menunjukkan bahwa metode ZF, MMSE, MLD dan SD mencapainya pada SNR 44 dB, 42 dB, 31 dB dan 33 dB. Sedangkan pada MCS 14, keempat metode mencapai nilai BER 10-4 pada SNR 46 dB, 44 dB, 31 dB dan 33 dB. Dan pada MCS 15 akan mencapai nilai BER 10-4 pada SNR 55 dB, 53 dB, 36,5 dB dan 39,5 dB. Dibandingkan dengan MLD, algoritma deteksi Sphere akan bernilai lebih besar tetapi dengan kompleksitas yang lebih sedikit. Kata Kunci : WLAN 802.11n, MIMO, OFDM, decoding, Sphere Detektor, BER
APLIKASI SISTEM PARKIR DENGAN AUTOMATISASI PEMBIAYAAN BERBASIS RFID (RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION) Habsyah, Velayati; Christyono, Yuli; Santoso, Imam
Transmisi Vol 13, No 3 (2011): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.276 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.13.3.108-113

Abstract

RFID ( Radio of Frequency Identification ) is technology base on the this wave radio. Technology able to identify without needed direct contact. RFID developed by in the place of barcode technology. Implementation RFID is among other things used for the approximation of last stream - pass by quickly at turnpike, system of applying of application RFID in that library area, and what is more there are also research RFID used for the university student card, library card and polyclinic card, application of transaction of voucher and fingerprint and breach-block electronic at smart home. In this final project, the writer do the simulation program with automatic park system by using RFID (Radio Frequency Identification).It is expected that using this tool, to help in arranging the park field that using auto identification technology which does not need direct contact in the usage. In this final project, besides making the parking transaction easier, RFID also used as the substitution of money during the transaction. This technology also offers safety. The using of RFID in parking managing gives significant advantages if it is compared with Barcode technology. The design starts with RFID to data input in database and will be used turn on LED like supplementary gate park. Examining process the park transaction include enter transaction park and exit transaction park. In the testing stage, the system can work well and it can be shown by RFID reading not a wrong. The output of this system is identified by LED (Light Emitting Diode) supplementary gate park which creates green color if the system is success and red color if the system cannot be continued. Keyword : Barcode, Identification, LED (Light Emitting Diode) ,RFID (Radio Frequency Identification), park system , tag RFID.
SIMULASI ALGORITMA REROUTING DAN PROSEDUR CONTENTION CONTROLLER PADA SISTEM PENYAMBUNGAN ATM Sorrenti, Yudhitya; Syafei, Wahyul Amien; Santoso, Imam
Transmisi Vol 11, No 3 (2009): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.996 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.11.3.129-133

Abstract

An ATM (Asyncronous Transfer Mode) switching system is designed to operate at high speeds and can serve a variety of traffic type with quality services. One of the technology could improve the performance of an ATM connection is rerouting algorithm include Controller Contention procedure as the procedure of operation. Rerouting algorithm is an algorithm that is able to overcome the routing conflict at a certain level, and restore the routing according to destination address. Contention Procedure Controller is a controller that is located in the connection element is used to determine the route, can proceed or not. This procedure is found on the rerouting algorithm using Banyan networks that have a single point in the framework of connections in ATM switching. In this research a simulation was designed to simulate the rerouting algorithm both without conflict and with conflict at various levels. Controller Contention Procedure aims to provide a detailed description when conflicts occur in switching elements and the duty to select ATM routing cells based on its RNS value. This procedure should refer to the rerouting algorithm and generate output according to the algorithm. Keywords: rerouting algorithm, Contention Controller, ATM switching, Banyan network.
ANALISIS MEKANISME REHOMING DAN REPARENTING PADA JARINGAN KOMUNIKASI SELULER GSM Putrantyono, Putrantyono; Santoso, Imam; Sukiswo, Sukiswo
Transmisi Vol 12, No 3 (2010): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.018 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.12.3.113-119

Abstract

Kendala yang dialami suatu jaringan seluler umumnya adalah meluapnya trafik pada suatu area, pembatasan wilayah (border cluster) yang kurang optimal dan beberapa kendala lainnya. Mekanisme rehoming dan reparenting dapat menjadi solusi dari permasalahan tersebut. Rehoming adalah salah satu proses penyeimbangan kinerja BSC dan reparenting adalah salah satu proses penyeimbangan kinerja MSC. Beban trafik pada suatu area dapat diseimbangkan sehingga mengurangi resiko kegagalan panggilan,  pembatasan wilayah dapat dioptimalkan sehingga mengurangi banyaknya  proses handover pada suatu area dan beberapa hal lain.  Berdasarkan hal tersebut pada tugas akhir ini dilakukan analisis tentang mekanisme rehoming dan reparenting pada jaringan komunikasi seluler GSM. Analisis dilakukan pada satu operator seluler dengan sampel rehoming beberapa Base Station Controller (BSC) untuk area Solo dan Sragen, reparenting pada area Pancuran dan Karanganyar. Pengamatan dilakukan berdasarkan parameter indikator keberhasilan suatu rehoming dan reparenting seperti trafik TCH (Traffic Channel) dan SDCCH (Stand alone Dedicated Control Channel), TCH dan SDCCH Drop, TCH dan SDCCH Blocking, paging message sent, delete paging command dan CSSR (Call Setup Success Rate).  Berdasarkan  analisis tersebut maka dapat diketahui pengaruh mekanisme rehoming dan reparenting pada jaringan GSM , antara lain berubahnya  trafik  TCH pada BSC B_SRAGEN yang sebelumnya sebesar 509,74 erlang menjadi 605,12 erlang. Nilai SDCCH drop pada BSC B_Karanganyar yang sebelumnya 3,71 % menjadi 3,57 % . Pada BSC Pancuran, nilai paging message sent sebelumnya 94.932 unit menjadi 95.539 unit dan nilai paging delete command sebelumnya 1.512 unit menjadi 1.392 unit sedangkan nilai TCH drop sebelumnya 0,98 % menjadi 0,86 %, nilai TCH blocking sebelumnya 0,02 % menjadi 0 %, nilai SDCCH blocking sebelumnya 0,77 % menjadi 0,02%. Mekanisme rehoming dan reparenting dinyatakan berhasil bila nilai-nilai parameter tersebut dapat dipertahankan atau menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Keyword :   rehoming, reparenting.
SIMULASI KINERJA MODULATOR OPTIK TIPE MACH-ZEHNDER BERDASARKAN RAGAM FORMAT MODULASI Angesti, Wildand; Santoso, Imam; Zahra, Ajub Ajulian
Transmisi Vol 17, No 1 Januari (2015): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.691 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.17.1.47-52

Abstract

Abstrak Modulator optik berfungsi untuk menumpangkan sinyal-sinyal informasi berupa pulsa-pulsa cahaya ke dalam sinyal pembawa (carrier) agar dapat ditransmisikan ke tujuan. Modulator yang kini sering digunakan adalah modulator Mach-Zehnder. Pada peneilitan ini dilakukan analisis terhadap kinerja dari modulator Mach-Zehnder dengan ragam format modulasi, khususnya Non Return to Zero (NRZ), Return to Zero (RZ), Carrier Surpressed Return to Zero (CSRZ), Return to Zero-Differential Phase Shift Keying (RZ-DPSK) dan Return to Zero-Differential Quadrature Phase Shift Keying (RZ-DQPSK). Analisis kinerja modulator optik berupa nilai BER, Q factor, toleransi dispersi, toleransi nonlinearitas dan sensitivitas penerima optik. Dengan bantuan perangkat lunak Optisystem 7.0 dilakukan simulasi kinerja modulator Mach-Zehnder sesuai ragam format modulasi tersebut. Dari hasil simulasi, RZ-DPSK merupakan jenis format modulasi dengan kinerja paling optimal untuk sistem komunikasi serat optik kanal tunggal 40Gb/s. Kata kunci: Sistem komunikasi serat optik, modulator optik, format modulasi, single-mode fiber     Abstract   Optical modulator is used to interlay information signals in the form of light beam into carrier signal in order to be able to be transmitted to the destination. Modulator that is now frequently used is Mach-Zehnder modulator. In this research, analysis in the performance of Mach-Zehnder modulator with various modulation formats was conducted, especially Non Return to Zero (NRZ), Return to Zero (RZ), Carrier Surpressed Return to Zero (CSRZ), Return to Zero-Differential Phase Shift Keying (RZ-DPSK) and Return to Zero-Differential Quadrature Phase Shift Keying (RZ-DQPSK). The performance analysis was done in terms of BER value, Q factor, dispersion tolerance, nonlinearity tolerance and optical receiver sensitivity. By using Optisystem 7.0 software, simulation of Mach-Zehnder modulator perfomance with those of modulation formats was carried out.          Based on simulation, RZ-DPSK had the most optimal performance for optical fiber communicaiton system 40Gb/s single chanel.   Keywords: Optical Fiber Communication System, optical modulator, modulation formats, single-mode fiber
Co-Authors . SUWARSO A.S Murdiyati Abdul Rahim Achmad Chaerodin Achmad Hidayatno Adela Ika Anindita Adriel, Nicholas Audric Afriandi Ferdinan Agung Dwi Prastowo Agustina, Chintya Rizki Ahmad Dhiyaul Haq Ahmad, Hambali Ajub Ajulian Z Ajub Ajulian Zahra Ajub Ajulian Zahra Ajub Ajulian Zahra Macrina Ajub Ajulian ZM Al Anwar Alfauzi, Abdul Hamid Alia Rizkinawati Amelia Syarfina Qisthi Aminudin Sulaeman Andreastika, Kristantiya Andri Wardita Andrio Ghara Pratama Anik Herwati Anky Setyadewa Antaresa Mayuda Apriliana Laily Fitri Apriliani Sulistyoningrum Aprilianto, Hendri Cahya Ardaneswari Dyah Pitaloka Citraresmi Ardea Satya Hasnanta Ardianto Eskaprianda Ari Nurhayati, Ari Arif Hidayat Arif Mustakim Arifin Arifin Aristantya, Riska Aristantya Ariyono Rohmadi Arul, Ramli Arul, Ramli Arwani, Muhammad Aryadni, Endah Atik Budi Paryanti Aulia Bayu Yushila, Aulia Bayu Aunur Rofiq Mulyarto Bachri Amran Bambang Winardi Brilian Dermawan, Brilian Buchari Buchari Budi Setiawan Budi Utomo Budilaksono, Sularso Chafida Rofiatul Chasnaq, Chafida Rofiatul Cicik Fauziya Dane Kurnia Putra Dani Wijayanto Dania Eridani Dany Nugroho Saputro Darjat Darjat Darmiah Darmiah Deciyanto S. Desty Yuwandini, Desty Dewi Liesnoor Setyowati Dhita Morita Ikasari Dian Haryanto Dian Swandayani Dinina, Ian Amri Djadmiko Pambudi Dwi Anasthasia Pasaribu Effendi, Masud El Adawiyah, Sa'diyah Endah Rahayu, Endah Enggar Hindami Hadyan, Enggar Hindami Erdawati Erdawati, Erdawati Erlin Dolphina Erlina Laksmiani Wahjutami, Erlina Laksmiani Erminawati erminawati Erna Supriyatna Etty Carolina Fabianus Marintis Fadhilah, Muhammad Rifqi Fadila Harariet, Fadila Fandi Yusuf Nugroho Farich Novriana Sandy, Farich Novriana fatimah Fatimah Fiska Jelita Puspitasari Frans Sugiharto Fuad Achmadi Grace Karlina Permatasari Gracia Simatupang, Agnes Yora Gusti Chairuddin, Gusti Hadis, Siti Namiran Hanardi Satrio, Hanardi Hanitya Triantono Widya Putra Hany Setyorini, Hany HAQIQI, MUHAMMAD FAHMI Hardiono Hardiono, Hardiono Hayu Pratista Hendra Hendra Herdhata Agusta Hutama Arif Bramantyo I Nyoman Larry Julianto, I Nyoman Larry Ibrahim Ibrahim Ika Atsari Dewi Indra Kusuma Putra, Indra Kusuma Irna Ratna Kartika Iwan Setiawan Jameelah, Maryam Jannah, Lulu Maftukhatul Juanda Juanda July Prasetyo Irawan, July Prasetyo Kamal, Muhammad Arif Kharisma, Oktaf Brillian Lubis, Muhammad Salman Luluk Arifatul Chalida M. Bachri Amran M. Fajri Fitrianto M. Lukmanul Hakim M. Yasin Made Jodog, Made Maharso Maharso Marimin , Maulana, Kresna Lita Maulida, Zuhrotul Megasari, Megasari Meiriana, Luky Rinda Melia Dewi Murni Mentari Ingranti, Mentari MHS, Rivaldi Miftahus Saadah, Miftahus Miftakhurrizal Kurniawan, Miftakhurrizal Mirna Tria Pratiwi Mita Indriani Mochammad Hannats Hanafi Ichsan, Mochammad Hannats Hanafi Mohammad Yanuar Siddiq Muafida, Nur Muchlis Dwi Prasetiyo, Muchlis Dwi Muflihah Ramadhia Muhammad Fatkhur Rahman, Muhammad Fatkhur Muhammad Imam Dani Putra Muhammad Imam Dani Putra Muhammad Wildan Aula Sabiq Muktiningsih, Muktiningsih N, Tritiyatma .H Nindia, Tri Ningsih, Tritiyatma Hadinugraha Nofroza Yelli Norma Eka Sari Nastiti Nur Hidayat Nurhadi Nurhadi Nurul Qomariyah Panji Deoranto Pinkan Dyah, Pinkan Poerwoningsih, Dina Prameswari, Puspa Ayu Indah Priyanto, Agustinus Sugeng Purwadi Purwadi Putrantyono Putrantyono Putri Pangestika, Putri R. Rizal Isnanto Rahmat Dwi Cahyo, Rahmat Dwi Rahmatin, Nuria Rahmi Hidayati Ramadhan, Afrian Ramli Ramli Raudah Raudah Rengganis Fitriani, Rengganis Retno Astuti Rheysa Permata Sari Rini Indah Sulistiyawati Risqiyah, Ina Amanatur Rizal Yunan Rifai, Rizal Yunan Rizky Aditya Rosandy, Rizky Aditya Rizky Lutfian Ramadhan Silalahi, Rizky Lutfian Ramadhan Rodhiah, Hana? Ad?ha Roesmasari, Rindha Ayu Romadhon Mubarok, Ahmad Syihab Fahmi Qowim Romadloni, Nova Tri Rosalinda Tri Wahyuni Rosyid Haryadi Rudi Prasetio Sabri Alimi Sari, Eva Novita Sari, Rena Purnama Sari, Sherly Eristiana Sa’adah, Miftahus Septifani, Riska Seto Ayom Cahyadi Shyntia Atica Putri Siddiq, Muhammad Arif Silvana Tatian Siti Asmaul Mustaniroh Siti Asmaul, Siti Sri Kumalaningsih Subiyandono, Arif Sucipto Sucipto Sudarminto Setyo Yuwono Sudjadi Sudjadi Sukiswo Sukiswo Sukma Maharani Sumardi Sumardi Suprayogi Suprayogi Susinggih Wijana Syarifudin A., Syarifudin Taufik Hidayat Teguh Dwi Prihartono Teguh Prakoso Tien Zubaidah Titian, ana Tritiyatma H Tsany, Farras Tunjung Dwi Madyanto Ullah, Aulia Usman Effendi Utami, Epong Utami, Ifki Arifatul Velayati Habsyah Wadiastuti, Tia Wahyul Amien Syafei Wicaksono, Erizco Satya Widhi Yahya Widya Hari Pratiwi Wignyanto Wignyanto Wike Agustin Prima Dania Wike Septi Fadhila Wildand Angesti Winanto, Erwin Arya Windu Gata Wulandari, Mey Yama Aryadanangjaya Yaqin, Ardhian Ainul Yeni Yuliasia Yudhitya Sorrenti Yuli Christiyono Yuli Christyono Yusuf Septiawan, Yusuf Zulfikar Ali As, Zulfikar Ali