Mudji Santoso
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 21 Documents
Articles

Found 21 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH RUMPUT LAUT SEBAGAI MEDIA CAMPURAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS JAMUR TIRAM PUTIH (PLEUROTUS OSTREATUS) Maknunin, Huril; Santoso, Mudji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21176/protan.v8i2.1343

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan jamur pangan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih dipengaruhi oleh jenis substrat yang digunakan. Substrat yang sering digunakan adalah serbuk kayu sengon. Serbuk kayu sengon akan sukar diperoleh apabila digunakan secara terus menerus. Pemanfaatan limbah rumput laut menjadi  salah satu alternatif sebagai campuran media utama serbuk kayu sengon. Komposisi utama rumput laut adalah selulosa dan mineral (Basmal et al., 2003). Penelitian dilaksanakan di CV. Damarayu, Pakisaji, Kabupaten Malang dan Griya Jamur Universitas Brawijaya Dusun Pucangsongo, Tumpang, Kab Malang bulan Januari sampai Mei 2019. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Variabel pengamatan meliputi waktu miselium memenuhi baglog, waktu muncul badan buah (pinhead) pertama, jumlah pinhead, waktu panen pertama, diameter tudung, jumlah badan buah per baglog, total bobot segar badan buah per baglog dan frekuensi panen. Data pengamatan dilakukan menggunakan analisis ragam (ANOVA) atau Uji F hitung. Apabila perlakuan menunjukkan pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media utama yang berbeda menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada variabel pengamatan kecuali waktu muncul badan buah (pinhead) pertama, waktu panen pertama dan frekuensi panen. Perlakuan P3 tidak memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan dan produktivitas jamur tiram putih, tetapi perlakuan P3, P0, P1, P2 dan P4 menunjukkan hasil yang yang lebih baik pada variabel pengamatan jumlah pinhead, jumlah badan buah per baglog dan total bobot segar badan buah per baglog.
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI KOMPOSISI BAHAN ORGANIK PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Elisabeth, Devi Wahyu; Santoso, Mudji; Herlina, Ninuk
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.451 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh bahan organik dan komposisinya yang terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini telah dilaksanankan pada bulan Mei-Juli 2012 di Desa Pandanrejo, Kota Batu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial yang diulang 3 kali. P0=Pupuk anorganik (170 kg N ha-1, 150 kg P2O5, 150 kg K2O) sebagai kontrol. P1= Kompos kotoran sapi 14,28 ton ha-1; P2= Paitan 19,75 ton ha-1; P3= Kompos azolla 14,4 ton ha; P4= Kompos kotoran sapi 7,14 ton ha + Paitan 9,88 ton ha-1; P5= Kompos kotoran sapi 7,14 ton ha-1 + kompos azolla 7,2 ton ha-1; P6= Kompos kotoran sapi 3,57 ton ha-1 + paitan 14,81 ton ha-1; P7= Kompos kotoran sapi 3,57 ton ha-1 + kompos azolla 10,8 ton ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bahan organik pada berbagai perlakuan menunjukkan pengaruh yang sama pada pada semua parameter pertumbuhan dan panen. Umbi kering matahari yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah 14,29 – 16,01 ton ha-1. Berdasarkan hasil analisa R/C rasio menunjukkan bahwa perlakuan aplikasi bahan organik 7,14 ton ha-1 kompos kotoran sapi + 9,88 ton paitan ha-1 mempunyai  R/C rasio yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya, yaitu 2,95.
PENGARUH BEBERAPA MACAM KOMBINASI PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata Sturt) Prasetyo, Wahyudi; Santoso, Mudji; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.059 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah mempelajari pengaruh pemupukan pupuk anorganik dan pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis dan mencari dosis dan jenis pupuk yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2011 di Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tertinggi pada komponen hasil terdapat pada perlakuan Urea 200 kg ha-1, KCl 50 kg ha-1, SP36 75 kg ha-1 (Kontrol) (P1) meskipun tidak berbeda nyata dengan perlakuan Urea 100 kg ha-1, KCl 25 kg ha-1, SP36 37,5 kg ha-1 + Pukan sapi 10 ton ha-1 (P5), Urea 100 kg ha-1, KCl 25 kg ha-1, SP36 37,5 kg ha-1 + Pukan sapi 20 ton ha-1 (P6), Urea 100 kg ha-1, KCl 25 kg ha-1, SP36 37,5 kg ha-1+ Kotoran sapi segar 1 l air/tanaman (P7), Urea 100 kg ha-1, KCl 25 kg ha-1, SP36 37,5 kg ha-1 + Kotoran sapi segar 2 l air/tanaman (P8) dan NPK (16-16-16) 100 kg ha-1.+  POC Nasa 2 ml/tanaman (P10). Nilai tertinggi pada kadar gula (o Brix) terdapat pada perlakuan NPK (16-16-16) 100 kg ha-1+ POC Nasa 1 ml/tanaman (P9) memiliki 16o Brix.
PENGARUH BERBAGAI MACAM PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Purnomo, Rudi; Santoso, Mudji; Heddy, Suwasono
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.53 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ialah mengetahui pengaruh berbagai kombinasi pemupukan organik dan anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun sehingga dapat menghasilkan pupuk yang ekonomis dan berproduksi tinggi untuk penanaman mentimun, serta mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik dan memanfaatkan potensi lingkungan sekitar dengan optimal dengan cara membuat pupuk organik dari hasil kotoran sapi serta urin sapi.  Penelitian  ini  menggunakan  Rancangan  Acak  Kelompok  (RAK) dengan  12  perlakuan  dan 3 ulangan. Perlakuan ini mengunakan dosis N, P, dan K sebagai berikut N=202 kgha-1, P=65 kg ha-1, K=38 kg ha-1. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh nyata akibat perlakuan kombinasi macam pupuk organik dan anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Perlakuan pupuk ½N ½P ½K + pupuk urine sapi 1 l air per tanaman yang diberikan pada tanaman mentimun menghasilkan tanaman mentimun yang bobot buah dan bobot total buah lebih tinggi dari perlakuan lainnya. Bobot rata-rata buah pertanaman 269,70 g dan bobot total buah pertanaman 3664,78 g. Nilai R/C dan nilai RAE yaitu paling tinggi diantara semua perlakuan yang di uji yaitu Nilai R/C 1,73 dan RAE 125%.
PENGARUH BIOURINE SAPI DAN BERBAGAI DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA KROP (Lactuca sativa L.) Yuliarta, Brilliant; Santoso, Mudji; Heddy, YB. Suwasono
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 6 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.199 KB)

Abstract

Selada krop merupakan komoditas sayuran yang memiliki prospek ekonomi yang cukup cerah dan berperan sebagai sumber karbohidrat, protein nabati, vitamin, dan mineral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biourine sapi dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil selada krop (Lactuca sativa L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 10 perlakuan dengan tiga kali ulangan sebagai berikut. P0 = kontrol (pupuk kandang ayam 10 t ha-1), P1 = Pupuk NPK 200 kg ha-1, P2= Pupuk NPK 400 kg ha-1, P3 = Pupuk NPK 600 kg ha-1, P4 = Pupuk NPK 800 kg ha-1, P5 = Biourine sapi, P6 = Biourine sapi + Pupuk NPK 200 kg ha-1, P7 = Biourine sapi + Pupuk NPK 400 kg ha-1, P8 = Biourine sapi + Pupuk NPK 600 kg ha-1, P9 = Biourine sapi + Pupuk NPK 800 kg ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan biourine sapi dengan NPK 800 kg ha-1 (P9) menghasilkan pertumbuhan vegetatif tanaman selada krop paling baik dari semua parameter yang diuji. Hasil panen menunjukkan perlakuan kombinasi biourine sapi dengan NPK 800 kg ha-1 (P9) dapat meningkatkan hasil tanaman selada krop 42,59 % dibanding kontrol (P0) dan 31,97 % dibanding perlakuan biourine sapi (P5).   Kata kunci: selada krop, biourine sapi, pupuk NPK, pupuk kandang ayam
PERTUMBUHAN JENIS MATA TUNAS PADA OKULASI BEBERAPA KLON TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis Muell. Arg) Kurniawati, Deby; Santoso, Mudji; Widaryanto, Eko
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 6 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.536 KB)

Abstract

Permasalahan dalam perkebunan karet disebabkan beberapa faktor yaitu peng-gunaan bahan tanam yang bukan klon unggul dan kurang tersedianya kebun entres. Penelitian bertujuan mengetahui tingkat keberhasilan dan pertumbuhan okulasi jenis mata tunas beberapa klon batang atas pada batang bawah PR 300. Percobaan dilaksanakan pada bulan Janu-ari sampai Juni 2013 di Kebun Karet Getas Salatiga menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 8 perlaku-an, 4 kali ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari : mata tunas prima + klon PB 340 (P(PB340)), mata tunas prima + klon PB 260 (P(PB260)), mata tunas prima + klon IRR 118 (P(IRR118)), mata tunas prima + klon IRR 112 (P(IRR118)), mata tunas sisik + klon PB 340 (S(PB340)), mata tunas sisik + klon PB 260 (S(PB 260)), mata tunas sisik + klon IRR 118 (S (IRR118)), dan mata tunas sisik+klon IRR 112 (S(IRR112)). Tingkat keberhasilan okulasi klon PB 260, PB 340, IRR 118 dan IRR 112 tidak dipengaruhi oleh jenis mata tunas. Perlakuan okulasi pada klon IRR 118 yang menggunakan mata tunas prima mem-berikan hasil yang paling baik pada parameter tinggi tunas. Hasil okulasi yang menggunakan mata tunas prima mengalami pemecahan mata tunas yang lebih cepat daripada mata tunas sisik. Kata kunci: Hevea brasiliensis Muell. Arg, okulasi, klon, mata tunas prima dan  sisik
PENGARUH JENIS KOMPOS KOTORAN TERNAK DAN WAKTU PENYIANGAN TERHADAP PRODUKSI TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa sub. chienensis) ORGANIK Andreeilee, Brian Feri; Santoso, Mudji; Nugroho, Agung
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.777 KB)

Abstract

Pakcoy (Brassica rapa sub. chinensis) adalah komoditas yang cocok untuk budidaya organik, namun dikarenakan potensi dari jenis bahan organik dalam meningkatkan perkembangan gulma, dan dapat menurunkan produksi tanaman keluarga Brassicaceae, maka penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui jenis kompos dan waktu penyiangna yang terbaik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari jenis kompos kototran ternak dan waktu penyiangan terhadap produksi tanaman pakcoy organik. Penelitian ini dilaksakana-kan pada bulan April – Juni 2013, di Kab. Malang, dengan kondisi geografis ± 450  m dpl dan suhu rata-rata 25 - 35 ° C dan curah hujan 1800 mm/tahun. Penelitian ini menggunkan rancangna petak terbagi (RPT) menggunakan kombinasi dari tiga perlakuan kompos kotoran ternak dan waktu penyiangan,  Sapi (K1), Kambing (K2), Ayam (K3) dan Tanpa penyiangan (P1), Penyiangan hingga 14 hst (P2) dan Penyiangan hingga 35 hst (P3) yang diulang empat kali, kemudian data diuji menggunakan uji F taraf 5% kemudian dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan kompos kotoran ternak dan waktu penyiangan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy organik. Kata kunci: Brassica rapa, Kompos, Penyiangan, Organik
PENGARUH PENGGUNAAN SISTEM TANAM DENGAN PUPUK KOMPOS GRANUL DIPERKAYA UNTUK MENGURANGI DOSIS PUPUK ANORGANIK PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) Dewani, Didha; Santoso, Mudji; Sumarni, Titin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.619 KB)

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) ialah tanaman yang paling banyak dibudidayakan oleh penduduk di dunia karena padi merupakan penghasil beras yang menjadi makanan pokok yang paling banyak dikonsumsi di dunia.  Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara jarak tanam dan aplikasi pupuk anorganik yang dikombinasikan dengan pupuk granul diperkaya pada produktivitas tanaman padi (Oryza sativa L.). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 kali ulangan, dengan sistem sebagai petak utama dengan taraf (J1) tandur jajar 25 x 25 cm dan (J2) jajar legowo 2 : 1 = 50 cm x (25 cm x 25 cm) dan dosis pemupukan sebagai anak petak dengan taraf (P1 = pupuk anorganik 100% (kontrol), (P2) = granul diperkaya (25%) + pupuk anorganik (75%), (P3) = granul diperkaya (50%) + pupuk anorganik (50%) dan (P4) = granul diperkaya (75%) + pupuk anorganik (25%). Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara perlakuan sistem tanam dan dosis pemupukan pada hasil gabah ton/ha. Sistem tanam jajar legowo memberikan hasil lebih baik pada rerata luas daun, bobot kering total dan bobot gabah per rumpun bila dibandingkan dengan sistem  tanam  tandur jajar. Kata kunci: padi, sistem tanam, dosis pemupukan, pupuk kompos granul di-perkaya, pupuk anorganik
PENGARUH PUPUK ORGANIK DAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BUNCIS TEGAK (Phaseolus vulgaris L.) Rachmadhani, Nur Winda; Koesriharti, Koesriharti; Santoso, Mudji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.018 KB)

Abstract

Salah satu usaha yang dapat dilakukan agar diperoleh hasil panen tanaman buncis yang optimal ialah dengan mengusahakan agar tanaman mendapat unsur hara yang cukup. Penelitian ini bertujuan untuk mem-peroleh efisiensi pemakaian pupuk organik dan anorganik yang ditambahkan dengan biokultur guna mengoptimalkan partumbu-han dan hasil tanaman buncis tegak. Pene-litian dilaksanakan di Desa Sumberejo, Ke-camatan Batu, Kota Batu, pada bulan Mei - Juli 2013. Penelitian disusun menggunakan RAK. Perlakuan yang diberikan ialah: (P1) tanpa pupuk, (P2) biokultur, (P3) kompos ko-toran sapi 5 ton ha-1, (P4) kompos kotoran sapi 5 ton ha-1 + biokultur, (P5) kompos ko-toran sapi 10 ton ha-1, (P6) kompos kotoran sapi 10 ton ha-1 + biokultur, (P7) pupuk anorganik (50 kg N ha-1, 150 kg P2O5 ha-1 dan 50 kg K2O ha-1), (P8) pupuk anorganik (50 kg N ha-1, 150 kg P2O5 ha-1 dan 50 kg K2O ha-1) + biokultur, (P9) pupuk anorganik (100 kg N ha-1, 300 kg P2O5 ha-1 dan 100 kg K2O ha-1) dan (P10) pupuk anorganik (100 kg N ha-1, 300 kg P2O5 ha-1 dan 100 kg K2O ha-1) + biokultur. Hasil penelitian menunjuk-kan bahwa perlakuan pemberian pupuk an-organik berupa 100 kg N ha-1, 300 kg P2O5 ha-1 dan 100 kg K2O ha-1 (P9) menghasilkan bobot segar polong panen per hektar lebih tinggi daripada perlakuan lainnya, tetapi ti-dak berbeda nyata dengan pemberian pu-puk anorganik berupa 50 kg N ha-1, 150 kg P2O5 ha-1, 50 kg K2O ha-1 dan biokultur (P8) dan 100 kg N ha-1, 300 kg P2O5 ha-1, 100 kg K2O ha-1 dan biokultur (P10). Kata kunci : Biokultur, Buncis, Pupuk, Hasil Panen.
UJI EFEKTIVITAS APLIKASI PYRACLOSTROBIN TERHADAP BEBERAPA LEVEL CEKAMAN AIR PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays) Sanjaya, Retik Puji Ayu; Santoso, Mudji; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.191 KB)

Abstract

Tanaman jagung (Zea mays L.,) salah satu jenis tanaman biji-bijian (Warisno, 1998) merupakan tanaman dengan tingkat penggunaan air sedang, berkisar antara 400-500 mm. Pyraclostrobin yaitu kelompok strobilurin fungisida yang dapat menghambat respirasi. Jabs et al.,(2002) menyatakan bahwa bahan aktif pyraclostrobin berperan sebagai anti senescence sehingga dapat mempertahankan daun tetap hijau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Pyraclostrobin dengan peningkatan beberapa taraf pemberian air pada tanaman jagung (Zea mays) serta mampu menunjukkan hasil yang berbeda Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca kebun percobaan Universitas Brawijaya, desa Jatikerto, kabupaten Malang. Penelitian ini dilaksanakan bulan Agustus sampai Oktober 2012. Benih yan digunakan adalah jagung varietas Pioneer 21, serta SPAD untuk mengetahui jumlah klorofil yan terkandung. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama penyemprotan ZPT Pyraclostrobin (P) sebagai petak utama yang terdiri dari Po (Kontrol) dan P1 (Disemprot Pyraclostrobin 400ppm). Kemudian faktor kedua level stress air (A) sebagai anak petak yang terdiri dari A1 (100%), A2 (50%), A3 (25%) dan A4 (15%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi antara perlakuan Pyraclostrobin dan Cekaman Air hanya terjadi pada bobot 100 biji. Pada perlakuan Pyraclostobin tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Perlakuan Cekaman Air menunjukkan berpengaruh nyata terhadap semua parameter. Semakin menurun persentase kapasitas lapang, maka semakin menurun pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah klorofil, bobot tongkol berklobot, bobot tongkol tanpa klobot, bobot kering tongkol, bobot pipilan kering serta bobot 100 biji. Kata kunci:  Cekaman Air, Pyraclostrobin, Jagung, ZPT.