Articles

Found 33 Documents
Search

PERANCANGAN DAN REALISASI DC CHOPPER BOOST UNTUK APLIKASI MOTOR DC PADA PROTOTYPE PENGANGKAT JEMBATAN OTOMATIS SETIADI, ADI; HARIYANTO, NASRUN; SAODAH, SITI
REKA ELKOMIKA Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Semakin berkembangnya jaman maka penggunaan sumber energi semakin besar, salah satunya adalah penggunaan motor listrik. Untuk memberikan sumber tegangan yang besar kepada motor dibutuhkan peralatan yang dapat mentransfer energi yang besar pula, sehingga perlu dirancang suatu DC chopper, dalam hal ini DC Chopper Boost. DC chopper boost adalah suatu sistem penaik tegangan dimana tegangan output yang dihasilkan lebih besar daripada tegangan inputnya. Dalam kasus ini penggunaan DC chopper boost pada pengangkat jembatan sebagai penaik tegangan baterai akan disuplai ke motor dc sesuai dengan tegangan kerja motor dc tersebut. Penyuplaian arus dan tegangan ini melalui beberapa tahapan. Tahap pertama yaitu tegangan baterai sebesar 12 volt akan diteruskan ke transformer, transformer akan menaikkan tegangan dari baterai menjadi 18 volt hal ini telah teruji diukur dengan menggunakan multimeter. Tegangan ini merupakan arus bolak-balik (arus ac). Sebelum menggerakkan motor DC, tegangan ini harus diubah kembali ke arus searah (arus dc) karena motor harus disuplai dengan tegangan dc. Oleh karena itu diperlukan dua dioda untuk membuat arus ac tersebut menjadi searah. Motor dc ini akan bekerja apabila ada instruksi dari sistem kontrol. Motor dc ini berfungsi sebagai pengangkat lengan jembatan apabila ada kapal yang akan melewati jembatan tersebut. Dari hasil perancangan dan realisasi DC chopper boost dapat dianalisis dengan menghitung kapasitas beban, bahwa Motor dc akan mampu bekerja saat diberi beban maksimal 2 kg dengan nilai torka sebesar 0,47 Nm. Kata kunci: DC chopper boost, dioda, baterai, transformer, motor DC. ABSTRACT The recent development of the greater use of energy sources, one of which is the use of electric motors. To provide a high voltage source to the motor, it is need equipment that can transfer high energy, so that it was designed a DC chopper, in this case as DC Boost Chopper. DC boost chopper is a system in which the voltage increase as result of higher output voltage than the input voltage. In this case, the use of DC boost chopper on the bridge lifting is increase the battery voltage to supply to the dc motor in accordance with the working voltage. The supplying current and voltage were through the several stages. The first stage was a 12 volt battery voltage passed to the transformer, where it would increase the voltage of the battery to 18 volts. It has been measured using a multimeter. This voltage was alternating current. Before drive the DC motor, the voltage was converted back to a direct current because the motor must be supplied with dc voltage. Therefore, it was need two diodes, to make the AC into DC. The dc motor would work if there were instructions from the system controller. The dc motor served as a lever arm bridge if there was a ship that would pass through. From the results of the design and realization of DC boost chopper, it could be analyzed by calculation the load capacity. The dc motor would be able to work when be given a maximum load of 2 kg with 0.47 Nm of torque. words: DC boost chopper, diode, battery, transformers, DC motor.
PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK HIBRIDA PLTS- GENERATOR BBM DENGAN KAPASITAS 3000 VA ISMAIL, ABDUL AZIZ MAARIEF; HARIYANTO, NASRUN; SAODAH, SITI
REKA ELKOMIKA Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penggunaan bahan bakar fosil sebagai sumber energi listrik semakin hari semakin bertambah, sedangkan jumlah bahan bakar fosil semakin hari semakin berkurang. Oleh karena itu diperlukan sumber energi alternatif sebagai pendamping atau pengganti bahan bakar fosil. Salah satunya adalah penggunaan teknologi fotovoltaik. Teknologi ini mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Dengan memanfaatkan teknologi ini diharapkan dapat meminimalisir penggunaan bahan bakar fosil sebagai sumber energi listrik. Dalam penelitian ini dibuat perancangan pembangkit listrik hibrida PLTS ? generator BBM. Berdasarkan perancangan maka didapat rancangan pembangkit listrik hibrida dengan kapasitas 3000 VA dengan menggunakan modul surya berkapasitas 250 Wp. Dengan masa manfaat selama 10 tahun, maka didapatkan sistem ini layak secara ekonomi untuk dibangun dengan harga listrik Rp 1.289,13/kWh. Perencanaan ini diharapkan dapat menjadi alternatif untuk memanfaatkan sumber energi terbarukan Kata Kunci :fotovoltaik, pembangkit listrik hibrida, analisis ekonomi, evaluasi investasi   ABSTRACT The use of fossil fuels as a source of electrical energy is increasingly growing, while the amount of fossil fuels are being reduced. Therefore it needs alternative energy sources as a companion or a substitute for fossil fuels. One is the use of photovoltaic technology. This technology transform sunlight into electrical energy. By utilizing this technology it expected to minimize the use of fossil fuels as the source of electrical energy. In this study, it was designed the hybrid solar power plant ? generator. Based on the design, it was obtained the design of hybrid power plant with the capacity of 3000 VA using solar modules with the capacity of 250 Wp. With theuseful life of over 10 years, it was found the system as economically feasible to be built with the electricity price is Rp 1,289.13/kWh. This plan was expected to be an alternative for utilizing renewable energy sources. Keywords: photovoltaic, hybrid power plant, economic analysis, evaluation of investment
PERANCANGAN DAN REALISASI KONVERTER JEMBATAN PENUH SEBAGAI PENGATURAN KECEPATAN PUTARAN MOTOR BERBASIS MICROCONTROLLER ATMEGA 8535 WAHYUDI, WAHYUDI; SYAHRIAL, SYAHRIAL; SAODAH, SITI
REKA ELKOMIKA Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi yang sangat pesat, membuat peralatan elektronik banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Peralatan elektronik tersebut membutuhkan sumber tegangan DC, salah satunya. Konverter dc-dc merupakan alat yang berfungsi untuk meregulasi tegangan dc statis menjadi tegangan dc yang variabel. Konverter jembatan penuh ini dirancang menggunakan trafo centre tap dimana nilai tegangan masukan dinaikkan hingga 2,5 kali, setelah itu disearahkan dengan diode MUR1560 sehingga tegangan yang diterima oleh beban adalah tegangan dc. Beban yang digunakan dalam penelitian ini adalah motor dc magnet permanen dengan daya ½ HP dimana untuk mengatur kecepatan motor magnet permanen ini adalah dengan mengatur lebar pulsa (duty cycle) sinyal PWM (Pulse Widht Modulation) yang dihasilkan dari generator sinyal berupa mikrokontroler ATmega8535. Metode yang digunakan dalam proses switching PWM adalah dengan metode Phase Correct PWM. Pembangkit sinyal dengan mikrokontroler ATmega8535 serta rangkaian optocoupler sebagai rangkaian proteksi antara rangkaian kontrol dengan rangkaian daya. Penggunaan komponen switching dan komponen pasif linier serta transformator center tap akan mempengaruhi hasil tegangan keluaran pada perancangan ini penulis melakukan pengamatan dari duty cycle 5% sampai 20% dan menghasilkan tegangan 12,44 V sampai 19 V dengan kecepatan motor 2654 rpm. Hal ini dikarenakan adanya induktansi bocor yang terjadi pada trafo penaik tegangan. Kata Kunci : Konverter, dc chopper, mikrokontroller ATmega8535, PWM, optocoupler.   ABSTRACT The rapid developments of technology makes electronic equipment are mostly used in daily activities. An example for this case is that electronic device requiring DC voltage. A dc to dc converter is an instrument that serves regulating static dc voltage into a DC voltage variable. A full bridge converter was designed using center trap trafo where the income voltage value was increased until 2,5 times after rectified with MUR1560 diode, so that the voltage recieved by the load was dc voltage. The used load in this research was ½ HP power permanent magnetic dc motor, to adjust the speed of permanent magnetic motor with adjusting the pulse widht (duty cycle) PWM signal resulting from signal generator, such as Atmega 8535 microcontroller. The used method in PWM switching process was PWM phase correct method. The signal generator with Atmega8535 microcontroller and optocoupler serie as the protection series between the control and power. The using of switching component, linear passive component and center tap transformator would influence the outcome result voltage in this design. The author conducted the testings from 5% to 20% of duty cycle, and generated the voltage of 12,44 to 19 V, with 2654 rpm motor speed. This case was caused by a leakage inductance in the step up transformer. Keywords: switching type of full bridge converter, microcontroler Atmega 8635, phase correct PWM, optocoupler series.
ANALISIS PEMILIHAN PENTANAHAN TITIK NETRAL GENERATOR PADA PLTMH 2 X 4,4 MW NUA AMBON AGRISELIUS, ASYER; SYAHRIAL, SYAHRIAL; SAODAH, SITI
REKA ELKOMIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pentanahan titik netral generator pada pembangkit tenaga listrik sangat penting dalam hal proteksi peralatan dari gangguan hubung singkat ke tanah, pengamanan terhadap manusia dan penyaluran daya listrik, oleh karena itu diperlukan perhitungan dan perancangan agar generator dapat terproteksi jika terjadi gangguan hubung singkat ke tanah. Dalam penelitian ini, untuk menentukan jenis pentanahan titik netral generator dengan kapasitas 2 x 4,4 MW maka dilakukan perhitungan dan simulasi gangguan hubung singkat 3 phasa ke tanah, gangguan hubung singkat 1 phasa ke tanah, pemilihan metoda pentanahan titik netral generator, perhitungan tegangan sentuh dan perhitungan tegangan langkah. Dimana jenis pentanahan yang dipilih adalah pentanahan dengan tahanan yaitu 72 ?, sedangkan model pentanahan yang dipilih untuk pengamanan area pembangkit adalah pentanahan menggunakan grid dengan jumlah batang konduktor yang terpasang = 12 batang, sehingga diperoleh Es sebenarnya = 225,3 Volt lebih kecil dari nilai Es yang diizinkan = 730,5 Volt dan El yang sebenarnya = 102,6 Volt lebih kecil dari nilai El yang diizinkan = 2429,7 Volt. Dengan demikian design pentanahan yang dilakukan telah memenuhi persyaratan. Pembahasan ini berdasarkan perhitungan dan simulasi menggunakan batasan-batasan yang terdapat dalam teori. Kata kunci: Pentanahan, Generator 2 x 4,4 MW, Gangguan Hubung Singkat,  Es,  El, Sistem Grid, Konduktor Abstract Neutral grounding Generator point on the power plant is very important in terms of equipment protection from short circuit to ground disturbance, human security and distribution of electrical power, therefore the necessary calculations and design so that the generator can be protected in the event of a short circuit fault to ground. In this study, to determine the type of grounding the neutral point of the generator with a capacity of 2 x 4.4 MW, the calculation and simulation of 3-phase short circuit fault to ground, short circuit interruption 1 phase to ground, the selection method of grounding the generator neutral point, touch voltage calculation and calculation of the voltage step. Where grounding type chosen is grounded with a resistance that is 72 ?, while grounding the model chosen for securing the grounding area using a grid generation is the number of conductor bars are attached = 12 rods, in order to obtain the actual Es = 225.3 volts less than the value of Es which allowed = 730.5 Volts and actual El = 102.6 volts less than the allowable value of El = 2429.7 Volt. Thus the grounding design has been undertaken to meet the requirements. This discussion is based on calculations and simulations use restrictions contained in the theory. Keywords: Grounding, Generator 2 x 4.4 MW, Short-circuit Disorders, Es, El, Grid Systems, Conductor
PERANCANGAN SISTEM PENTANAHAN TITIK NETRAL TRANSFORMATOR DAN SETTING RELE GANGGUAN 1 FASA KE TANAH PADA JARINGAN TRANSMISI 20 KV PLTMH NUA AMBON RAGIL, YUDHO; SYAHRIAL, SYAHRIAL; SAODAH, SITI
REKA ELKOMIKA Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dengan semakin berkembangnya sistem tenaga listrik baik dalam ukuran jarak (panjang) daya yang dikirim maupun tegangan, maka diperlukan sistem pengaman yang handal untuk menjaga kelangsungan pengiriman daya dari sumber ke beban. Jaminan ketersediaan pengiriman daya dapat lebih baik dengan cara memperbaiki desain sistem proteksi pada saat sistem mengalami gangguan.Jenis gangguan yang sering terjadi pada sistem distribusi yang menggunakan saluran udara yaitu hubung singkat satu fasa ke tanah.Maka dari itu, salah satu upaya membatasi arus gangguan yang dapat menimbulkan kerusakan pada peralatan utama, dipasanglah sistem pentanahan pada transformator.Pengaman sistem tersebut, digunakan pemutus dengan rele tanah untuk gangguan hubung singkat fasa ke tanah. Laporan penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan besar sistem pentanahan yang selanjutnya dipakai untuk menghitung setting rele gangguan fasa ke tanah pada penyulang 20 kV di PLTMH Nua Ambon dengan menghitung besar arus hubung singkat. Untuk mendapatkan kriteria yang diinginkan, maka dilakukan perancangan pentanahan dan setting rele gangguan ke tanah dengan melakukan  perhitungan dan simulasi untuk mendapatkan waktu kerja rele yang baik, sehingga gangguan yang terjadi tidak merusak peralatan listrik. Hasil yang diperoleh dibandingkan dengan hasil simulasi. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai pentanahan transformator sebesar 72,73 ohm dengan mengacu 10% dari arus nominalnya terhadap dua pembangkit. Hasil simulasi rele untuk gangguan pada jarak 25% didapat waktu operasi rele memutuskan CB 1 yaitu 0,664 detik dengan arus 308 Ampere, pada jarak 50% didapat waktu operasi rele memutuskan CB 1 yaitu 0,717 detik dengan arus 295 Ampere, pada jarak 75% didapat waktu operasi rele memutuskan CB 1 yaitu 0,784 detik dengan arus 281 Ampere dan pada bus GH Waipia didapat waktu operasi rele memutuskan CB 1 yaitu 0,871 detik dengan arus 268 amper. Kata Kunci : Hubung singkat satu fasa, pentanahan, setting rele, simulasi, transformator ABSTRACT By the development of electric power systems, both in the size of the distancetransmitted power and voltage, it was needed a reliable security system for maintaining the continuity of power delivery from the source to the loads.Guarantee the availability of power delivery could be better by improving the design of protection system during the system crash. This type of disorder that often occurs inthe distribution system that uses air ducts are short circuited one phase to ground. Therefore, one attempts to limit fault currents can cause damage to major equipment,grounding system was installed on the transformer. The protection system, installed breaker with rele ground to phase short circuit to ground. The research aimed to get the value of grounding systems then used to calculate the rele setting phase to ground disturbance at 20 kV feeders in mini hydro electric power plant Nua Ambon by calculating the short-circuit current.To obtain the desired criteria, it was designed grounding and setting rele disturbance to the ground by performing calculations and simulations to gain the good working time rele, so that the disturbance did not damage the electrical equipment. The results were compared to the simulation results. The results of research was obtained the values of 72.73 ohm grounding transformers with reference to 10% of the nominal current of the two sources. The simulation results for the disturbance at the distance 25% obtained the operating time reletripped CB 1 was 0.664 seconds with 308 Ampere, at the distance of 50% obtained the operating time reletripped CB 1 was 0.717 seconds with 295 Ampere, at the distance of 75% obtained the operating time reletripped CB 1 was 0.784 seconds with 281 Ampere and the bus GH Waipia obtained the operating time reletripped CB 1 was 0.871 seconds with 268 Ampere. Keywords : Single phase short circuit, grounding, setting rele,simulation, transformer
REALISASI DAN PENGUJIAN PROTOTYPE ALAT PROTEKSI PETIR DENGAN METODA PEMBALIK MUATAN MULYANTO, AJI TRI; SAODAH, SITI; ARFIANTO, TEGUH
REKA ELKOMIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sistem  proteksi  petir  merupakan  suatu  sistem  yang  sangat  diperlukan  pada  saat  ini,  mengingat peralatan  listrik  semakin berkembang  dengan  pesat. Secara  umum,  sistem  proteksi  petir eksternal terdiri  dari  dua  yaitu  sistem  proteksi  Aktif  dan sistem proteksi Pasif. Pada tugas akhir ini akan merealisasi dan menguji sistem proteksi petir dengan metode pembalik muatan dengan menggunakan prinsip kerja Op-Amp dimana dalam pengujiannya akan membandingkan dua buah finial dengan mengukur kuat medan listrik antara keduanya, dimana salah satu finial akan dipasang alat pembalik muatan. Besar pengujian alat proteksi ini menggunakan tegangan 50 VAC dengan jarak finial 1-5 cm. Dimana pada penelitian ini didapatkan nilai muatan q1 sebesar 9,3 x 10-13 dan q2 sebesar 9,32 x 10-15 C dengan Gaya F sebesar 7,8 x 10-11 N  dari nilai Enon yang sudah di ukur sebesar 83,78 V/m yang telah dibangkitkan dengan tegangan 50 VAC dengan jarak antar  finial 1 cm pada sisi non-inverting dan untuk inverting di dapat nilai muatan q1 sebesar 9,3 x 10-13 C dan q2 sebesar 8,11 x 10-15 C dengan gaya 6,79 x 10-11 N dari nilai Einv yang sudah di ukur sebesar 73 V/m yang telah dibangkitkan dengan tegangan 50 VAC dengan jarak antar finial 1 cm pada sisi inverting. Kata kunci: air terminal, kuat medan listrik, muatan, sistem proteksi petir. Abstract Lightning protection system is a system that greatly needed at this time, due to the electrical equipment are growing rapidly. In general, the external lightning protection system consists of two types, active protection system and passive protection system. This research has realized and tested the lightning protection system with inverting charge method using op-amp work principle in which the test compared two finial by the measuring of electric field strength between both, which one was finial used inverting charge device. The large voltage testing used 50 VAC with the finial was 1-5 cm. The value of the charge q1 was 9,3 x 10-13 C and q2 was 9,32 x 10-15 C with the force F as 7,8 x 10-11 N and Enon value that has been measured at 83,78 V/m and the generated voltage was 50 VAC with the distance between the finial 1 cm on the side of the non-inverting and the inverting was achieved the charge q1 was 9,3 x 10-13 C and q2 was 8,11 x 10-15 C with the force was 6,79 x 10-11 N. The Einv measured value was 73 V/m which the generated voltage was 50 VAC, with the distance between two finials was 1 cm on the inverting side. Keywords: air terminal, charge, electric field, lightning protection system.
PERANCANGAN DAN REALISASI CONVERTER SATU FASA UNTUK BATERAI MENJALANKAN MOTOR AC 1 FASA 125 WATT PUTRA, RACHMAN SHANDY; HARIYANTO, NASRUN; SAODAH, SITI
REKA ELKOMIKA Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dalam penilitan ini dirancang suatu perancangan alat converter sebagai catu daya DC-AC. Tujuan Penelitian ini adalah memanfaatkan penggunaan baterai sebagai catu daya untuk menggerakkan motor AC 1 fasa. Metodologi pembuatan catu daya AC 1 fasa 125 Watt adalah menaikkan tegangan baterai 24 Volt ke 48 Volt dengan alat DC chopper dan mengubah tegangan DC 48 Volt menjadi tegangan AC keluaran 48 Volt. Kemudian Tegangan AC 48 Volt dinaikkan menjadi 240 Volt dengan alat trafo. Dari hasil pengujian dengan pemberian beban hingga 480 Watt converter mampu menghasilkan daya sebesar 147 Watt. Dapat disimpulkan bahwa kinerja converter 1 fasa ini adalah 30,6% untuk perancangan beban 480 Watt, sehingga converter ini mampu menggerakkan motor 1 fasa 125 Watt. Kata Kunci : inverter, DC chopper, motor 1 fasa 125 Watt.     ABSTRACT In this study, it was designed as a design tool converter DC-AC power supply. Purpose of this study was to make use of a battery as a power supply to drive a 1-phase AC motors. The methodology of making 1-phase AC power supply 125 Watt was 24 Volt battery voltage raised to 48 volts. The DC chopper converted the DC voltage into AC voltage 48 Volt output. Then, the 48 Volt AC voltage was raised to 240 volts by using a transformer. From the test results by providing a load up to 480 Watt, the converter capable to generate the power upto 147 Watts. It could be concluded that the performance of 1 phase converter was 30.6% of the design load of 480 Watt, so that this converter abled to drive the 1 phase 125 Watt motor. Keywords: inverter, DC chopper, 1 phase 125 Watt motors.
ANALISIS PERHITUNGAN CABLE SIZING SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HYDRO NUA 2 X 4.4 MW GRADY, GREGORIUS; SAODAH, SITI
REKA ELKOMIKA Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PLTMH NUA 2 X 4,4 MW adalah salah satu pembangkit listrik tenaga mikrohidro yang diharapkan dapat membangkitkan daya yang cukup bagi masyarakat di sekitarnya. Oleh karena itu setiap komponen ataupun peralatan utama pada PLTMH NUA harus tersuplai dengan baik melalui konduktornya yaitu kabel. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan perhitungan yang akurat mengenai perhitungan ukuran kabel yang didasarkan pada arus beban penuh, penurunan kemampuan hantar arus kabel akibat adanya derating factor, dan besarnya drop voltage. Hasil perhitungan tersebut harus memenuhi syarat yaitu 14ICC>IMCC>IFL"> dan 14%VD<3%"> saat kondisi beban penuh dan saat kondisi starting adalah 14%VD<15%"> . Hasil perhitungan menunjukkan bahwa setiap persyaratan telah terpenuhi oleh masing-masing kabel. Kata kunci : PLTMH NUA, Kabel, Arus beban penuh, Derating Factor, Drop Voltage
ANALISIS PENALAAN RELE JARAK SEBAGAI PROTEKSI UTAMA PADA SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI 150 KV BANDUNG SELATAN – CIGERELENG SUDRAJAT, RHAMANDITA; SAODAH, SITI; WALUYO, WALUYO
REKA ELKOMIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Transmisi daya listrik menggunakan saluran udara tegangan tinggi, Saluran tersebut sangat rentan terhadap gangguan karena jarak yang sangat jauh. Oleh karena itu, dibutuhkan kehandalan sistem proteksi yang tinggi untuk mengamankan saluran udara tersebut. Untuk memenuhi kehandalan dari sistem proteksi, maka perlu dilakukan penalaan rele jarak, Dalam kasus penelitian ini, diambil saluran transmisi yang menghubungkan gardu induk Bandung Selatan ? Cigereleng. Dalam penalaan rele jarak tersebut dibagi ke dalam tiga Zona proteksi.  Dari hasil perhitungan, penalaan rele jarak untuk Zone 1 sebesar 0,205 ?69,39o Ohm dengan waktu operasi trip 0 detik, Zone 2 sebesar  1,201 ?70,76o Ohm dengan waktu operasi trip 0,4 detik, dan Zone 3 sebesar  2,175 ?70,804o Ohm dengan waktu operasi trip 1,6 detik.   Kata kunci: Rele Jarak,Zona Proteksi,Saluran Transmisi,Sistem Proteksi. Abstract Electrical power transmission?s use overhead lines high voltage , The overhead lines are very vulnerable to disturbance because of long distances. It is needed realiability protection system to serves the protection of overhead high voltage. To meet the reliability of protection system, it is necessarsary it setting lines the distance relay for transmission lines. In this research sampel, it was the transmission line that  Connecting the substation Bandung selatan ? Cigareleng. the setting of distance relay, it divided into three zones of protection. Wore done the result of calculation, the distance relay setting for Zone 1 was 0.205 ? 69.39o Ohm with the trip operating time 0 seconds, Zone 2 was 1.201 ohm ? 70.76o with trip operation time of o.4 seconds , and Zone 3 was 70.804 ? 2.175o Ohm with trip operating time of 1.6 seconds.   Keywords: Distance Relay,Zone Protection,Transmission Line,Protection System.
PERANCANGAN DAN REALISASI LISTRIK WIRELESS MENGGUNAKAN RESONANT COUPLING MAGNETIC RAMDHANI, RAMDHANI; WALUYO, WALUYO; SAODAH, SITI
REKA ELKOMIKA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Transfer energi listrik dapat dilakukan dengan metoda resonansi, yaitu dengan menyamakan frekuensi pada sisi pengirim (transmitter) dengan sisi penerima (receiver). Frekuensi yang digunakan adalah 22 khz yang dihasilkan pada rangkaian inverter setengah gelombang dengan tegangan output 100 Vac, dihubungkan dengan kapasitor dan kumparan pengirim. Pada listrik wireless ini dilakukan tiga kali percobaan yaitu kumparan pada 50 lilitan, 30 lilitan dan 20 lilitan. Ini dilakukan untuk mengetahui besar impedansi yang dihasilkan, yang berpengaruh untuk transfer energi listrik. Untuk kumparan optimalnya adalah 20 lilitan, Karena pada 30 dan 50 lilitan impedansi yang dihasilkan lebih besar dari pada 20 lilitan. Jarak transfer maksimal dari kumparan pengirim (transmitter) kepada kumparan penerima (receiver) adalah 25 cm dengan tegangan 6,32 Vac dan jarak minimal adalah sebesar 10 cm dengan tegangan 15,6 Vac. Ini membutikan jika jarak semakin jauh maka tegangan semakin kecil dan daya pancarnya semakin kecil dan jika jaraknya semakin dekat  maka tegangan semakin besar. Kata kunci: induksi, wireless, jarak ABSTRACT Electricity Energy Transfer can be done with the method resonansi, that is with frequency on the sender side equalize (transmitter) with a side of receiver (receiver). The frequency used is 22 khz resulting in a series of half-wave voltage inverter with 100 Vac, output is connected to the capacitor and the coil is the sender. Wireless electricity is conducted at three times the experiment is at 50 coil, 30 coil and 20 coil. This is done to know the large impedance is produced, the influential for the transfer of electrical energy. For optimal coil is a coil 20, because at 30 and 50 coil impedance resulting is greater than 20 coils.Transfer maximum distance of the coil the sender (transmitter) to coil the recipient (receiver) is 25 cm to voltage 6,32 Vac and a minimum distance is as much as 10 cm to voltage 15,6 Vac. This proves that if the far distance then the smaller voltage and if the distance getting closer voltage so thet the emissitivity is getting better. Keywords: induction, wireless, distance