Articles

Found 26 Documents
Search

APLIKASI PERHITUNGAN ANGKA KREDIT POINT PENGAJUAN KENAIKAN PANGKAT GURU PADA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA BENGKULU Sapri, Sapri
Jurnal Media Infotama Vol 14 No 2 (2018): September
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk membuat Aplikasi Perhitungan Angka Kredit Point Pengajuan Kenaikan  Pangkat  Guru  Pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu menggunakan Bahasa Pemrograman Visual Basic 6. Perancangan sistem menggunakan pemodelan datanya terstruktur yaitu Entity Relationship Diagram (ERD) untuk menggambarkan model data dan Data Flow Diagram (DFD) untuk menggambarkan model fungsional. Aplikasi ini dapat melakukan Perhitungan Angka Kredit Point Pengajuan Kenaikan  Pangkat  Guru  Pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu. Kata Kunci: Aplikasi Perhitungan Angka Kredit Point, Pengajuan Pangkat
ALAT PENDIDIKAN: REWARD AND PUNISHMENT DALAM PERSPEKTIF FALSAFAH PENDIDIKAN ISTAM Sapri, Sapri
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 15 No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.589 KB) | DOI: 10.24090/insania.v15i1.1513

Abstract

Abstract: The success ofthe educational process is influenced by educational tool, in the form of rewards and punishment. Both have been implemented by teachers in the learning process from early days until now. Educators or teachers should give their best to motivate each of their students by selecting the best educational toot. Therefore, we needs a proper understanding of this concept of reward and punishment. In addition, educators may only use reward and punishment as motivation. Reward and punishment must be carried out in accordance with the principtes contained in the teachings of Islam. The use of rewards is more effective than punishment, therefore, punishment may be used when other atternatives are not able to solve problems facing children. Keywords: Reward, punishment, motivation, philosophy of Islamic Education.
METODE PEMBELAJARAN BAHASA ARAB: ANTARA TRADISIONAL DAN MODERN Sapri, Sapri
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 13 No 3 (2008)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1541.578 KB) | DOI: 10.24090/insania.v13i3.308

Abstract

: Teaching method is one of educational elements. The exist of a good method in the teaching learning process is to be because it can help to get hope goal of an instructional. In Arabic instructional, a teacher must use various method throught it is conventional or modern. 
ANALISIS KINERJA ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA PAREPARE Sapri, Sapri
PRAJA: Jurnal Ilmiah Pemerintahan Vol 2 No 3 (2013): Juni
Publisher : FISIP Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract   This research was aimed to determine The Parliament?s supervising function effectivity on the performance of Pare-Pare City Local Government, along with all influencing factors. The study was a type of descriptive-qualitative. Data were collected by using observation, questionnaires, interviews, and documentation. Then those data were analyzed using frequency tables and percentages. The results showed that The Parliament?s supervising function effectivity on the performance of Pare-Pare City Local Government had not yet optimally achieved, meaning that Pare-Pare legislators had not yet a high sense of responsibility in carrying out their role and function, and the discipline level of board members, as well as an understanding of duties and authority, also the rights and obligations of Pare-Pare legislators. However, in majority the education level of Parliament Parepare was quite adequate at bachelor level, and also had a fairly young age. Basically there were two main influencing factors against the ability of Pare-Pare legislators in order to increase supervising function effectively. The internal factors concluded the human resources of board members, facilities and infrastructure availability, leaders? policy, and each Pare-Pare legislators? attitudes. While external factors concluded carrying capacity of other institutions, political parties, the electoral system through national election and community organizations such as NGOs and the press.
UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI FRAKSI AIR EKSTRAK DAUN SELEDRI (Apium graveolens L.) PADA MENCIT JANTAN Sapri, Sapri; Siswanto, Eka; Yulianti, Ariska
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.258 KB)

Abstract

Tanaman seledri (Apium graveolens L.) memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi obat antiinflamasi karena kandungan senyawa glikosida flavonoid yaitu apiin sehingga digunakan fraksi air karena lebih mudah tertarik pada fraksi air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas fraksi air ekstrak daun seledri sebagai antiinflamasi pada mencit putih dengan  menggunakan metode induksi karagenan pada telapak kaki serta mengetahui nilai ED50. Pengukuran aktivitas antiinflamasi digunakan 5 kelompok perlakuan hewan uji, kontrol (+) digunakan kalium diklofenak 50 mg, kontrol (-) suspensi Na. CMC 0,5%, dosis I adalah 125mg/kgBB, dosis II adalah 250mg/kgBB dan dosis III adalah 500mg/kgBB. Dengan pengukuran setiap 30 menit selama 5 jam dengan alat pletismometer. Analisis data digunakan metode statistik One way ANOVAdengan tingkat kepercayaan 95% yang dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga dosis fraksi air ekstrak daun seledri memiliki aktivitas antiinflamasi. Pada menit ke-300 tidak terjadi perbedaan bermakna antara kontrol positif dengan dosis 500 mg/kgBB dengan persen inhibisi 86,04%. Dari perhitungan ED50 didapatkan hasil sebesar 100 mg/kgBB.
FORMULASI GEL ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L) dengan BASIS CARBOPOL Supomo, Supomo; Sapri, Sapri; Komalasari, Nur
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.258 KB)

Abstract

            Pada masa kini perawatan kulit sangat diperlukan untuk melindungi kulit dari efek oksidatif radikal bebas yaitu dengan menggunakan antioksidan. Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) mengandung xanton yang merupakan antioksidan yang sangat kuat. Antioksidan merupakan zat yang dapat menetralkan radikal bebas sehingga dapat melindungi sistem biologi tubuh dari efek merugikan yang timbul dari proses ataupun reaksi yang menyebabkan oksidasi yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah memformulasikan ekstrak kulit buah manggis dengan konsentrasi tertentu dalam bentuk sediaan gel antioksidan dan mengetahui sifat fisik dan kimianya.            Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Obyek yang diteliti adalah ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) yang diekstrasi menggunakan cara maserasi. Formula dibuat dengan mevariasikan 3 konsentrasi ekstrak etanol kulit buah manggis 0,2%, 0,4%, dan 0,6% menggunakan gelling agent karbopol 940 0,5%. Pengujian sediaan gel dilakukan terhadap organoleptis (bau, warna, tekstur), homogenitas, pH, iritasi kulit, dan daya sebar gel antioksidan.            Hasil pengujian sifat fisik, gel ekstrak etanol kulit buah manggis menggunakan basis karbopol 940  pada formula I dengan konsentrasi ekstrak 0,2% berwarna kuning keputihan, formula II dengan konsentrasi 0,4% berwarna kuning coklat muda, formula III dengan konsentrasi 0,6% berwarna kuning coklat tua dan masing-masing formula berbau oleum citri dan bertekstur kental halus, memiliki nilai pH 6 dengan homogenitas yang baik dan tidak mengiritasi. Daya sebar yang dihasilkan pada masing-masing formula gel antioksidan memiliki nilai yang tidak memenuhi persyaratan daya sebar.             Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) dapat diformulasikan sebagai gel antioksidan. Formula gel antioksidan yang terbaik yaitu pada formula I dengan konsentrasi ektrak 0,2% dengan hasil pengujian sifat fisik yang cukup stabil serta memiliki warna yang lebih transparan. Kata Kunci : Buah manggis (Garcinia mangostana L), Antioksidan, Gel
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KAYU BAYUR SULAWESI (Pterospermum celebicum Miq.) DENGAN METODE PENANGKAPAN RADIKAL BEBAS DPPH (2,2-diphenyl-1-picryl-hydrazyl) Sapri, Sapri
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 1 No 3 (2011): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.359 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v1i3.33

Abstract

An antioxidant activity test of Bayur Sulawesi (Pterospermum celebicum Miq.) wood ekstract by method of the scavenging free radical DPPH (2,2-diphenyl-1-picryl-hydrazyl) had been performed. The research was aimed to establish antioxidant activity of Bayur Silawesi (P. celebicum Miq.) wood extract in scavenging the free radical DPPH. The extraction was conducted by maceration method with methanol and subsequently was partitioned by n-hexan, chloroform and ethyl acetat, and tested for free radical DPPH scavenger activity. Results of antioxidant activity test indicated that IC50 value of methanol, n-hexan, chloroform and ethyl acetat extracts were 263 ppm, 277.5 ppm, 240.95 ppm and 172.9 ppm. Key words: Antioxidant activity, Bayur Sulawesi (Pterospermum celebicum Miq.), free radical DPPH   ABSTRAK  Telah dilakukan penelitian uji aktivitas antioksidan ekstrak kayu Bayur Sulawesi (Pterospermum celebicum Miq.) dengan metode penangkapan radikal bebas DPPH (2,2-diphenyl-1-picryl-hydrazyl). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak kayu Bayur Sulawesi (P. celebicum Miq.) dalam penangkapan radikal bebas DPPH. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol dan selanjutnya dipartisi dengan n-heksan, kloroform dan etil asetat dan diuji aktivitas penangkapan radikal bebas DPPH. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa nilai IC50 dari ekstrak metanol, n-heksan, kloroform dan etil asetat berturut-turut adalah 263 bpj, 277,5 bpj, 240,95 bpj dan 172,9 bpj. Kata Kunci: Aktivitas antioksidan, Bayur Sulawesi (Pterospermum celebicum Miq.), radikal bebas DPPH
SISTEM PAKAR PENANGANAN KASUS SENGKETA TANAH MENGGUNAKAN METODE BACKWARD CHAINING sapri, Sapri; Khairil, Khairil
JT : Jurnal Teknik Vol 17 No 2 (2019): Jurnal Teknik
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.158 KB) | DOI: 10.37031/jt.v17i2.28

Abstract

Land dispute is a conflict between two or more parties that have different interests in one or several objects of land rights that can result in legal consequences for both. Problems to explain government regulations and legislation relating to land dispute cases in a simple way that is, explained the rules that correspond to the problems that occur. This makes it difficult for a lawyer to deal with many clients and different cases. The purpose of this study is to design the Expert System for Handling Land Dispute Cases using the Backward Chaining Method. The study was conducted to analyze the existing needs, collect data, design, implement the results of the design into the application that is used, after that will be tested and maintained the system. The results of the study show that the existence of this expert system, it provides very meaningful benefits for the client, namely facilitating the client to carry out consultations regarding the handling of land dispute cases.
UJI FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL UMBI PAKU ATAI MERAH (Angiopteris ferox COPEL) Sundu, Reksi; Sapri, Sapri; Nurhasnawati, Henny
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.262 KB)

Abstract

Umbi paku atai merah (angiopteris ferox Copel) biasa dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh suku dayak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan pada umbi paku atai merah. Pada penelitian ini telah dilakukan uji fitokimia dan uji aktivitas antioksidan ekstrak yang ditentukan dengan metode DPPH (1,1-Difenil-2-pikrilhidrazil) menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil uji fitokimia menunjukan bahwa ekstrak etanol umbi paku atai merah mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid. Sementara itu aktivitas antioksidan ekstrak tersebut tergolong kuat dengan nilai IC50 sebesar 193,20 ppm.
PENERAPAN SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT PADA MANUSIA DISEBABKAN OLEH NYAMUK DENGAN METODE FORWARD CHAINING Sapri, Sapri
JURNAL ILMIAH MATRIK MATRIK Vol.16 No.2 Agustus 2014
Publisher : Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is make the application of expert systems in diagnosing diseases caused by mosquitoes. So the expert system can help physicians/nurses and lay people in making a conclusion on the symptoms of the disease suffered by the patient and can be developed further , and make it easy for users to find a solution. Stages of data collection are direct observation gets a medical at the General Hospital in the District Kepahiang Bengkulu province on diseases caused by mosquitoes . The workings of this system are user and login, main menu and the main menu is the content of the patient data , patient diagnosis, patient recap , recap patient diagnosis, and program information . Experts can make improvements in the form of knowledge the knowledge base and rule base, while the non- expert user can only use the facilities of the expert system.