Siddhi Saputro
Unknown Affiliation

Published : 41 Documents
Articles

DISTRIBUSI MATERIAL PADATAN TERSUSPENSI DI PERAIRAN MUARA SUNGAI CI GADUNG SATU KABUPATEN SUBANG Nur, Syukria Illyana; Saputro, Siddhi; Maslukah, Lilik
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.359 KB)

Abstract

Sungai Ci Gadung Satu terletak di Desa Mayangan, Kabupaten Subang. Aktivitas bahari yang cukup tinggi menyebabkan terjadinya material tersuspensi yang diangkut oleh aliran sungai. Penelitian yang dilakukan sebelumnya menyatakan bahwa Pantai Pondok Bali, Kabupaten Subang termasuk daerah pesisir yang mengalami abrasi dan akresi. Adanya abrasi dan akresi menjadikan pengkajian tentang distribusi sedimen tersuspensi diperlukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai konsentrasi dan pola sebaran sedimen tersuspensi di permukaan perairan berdasarkan arus dan pasang surut di muara Sungai Ci Gadung Satu. Pengambilan data lapangan dilakukan pada tanggal 23 April 2016, sedangkan analisa berat sedimen tersuspensi dilakukan pada tanggal 26 Mei ? 3 Juni 2016 di Laboratorium Geologi Laut, FPIK, UNDIP. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel air laut dan data arus laut, sedangkan data sekunder yang digunakan adalah data pasang surut, Citra Google Earth 2016, dan Peta RBI. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan metode penentuan lokasi menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai konsentrasi sedimen tersuspensi saat surut menuju pasang berkisar antara 171 mg/l ? 240 mg/l dan pada saat pasang menuju surut berkisar antara 177 mg/l ? 269 mg/l. Pola sebaran sedimen tersuspensi dipengaruhi oleh arus yang bergerak dari barat daya menuju timur laut saat surut menuju pasang dan bergerak dari timur laut menuju barat daya saat pasang menuju surut.
KAJIAN MORFOLOGI PANTAI DI PANTAI SLAMARAN KABUPATEN PEKALONGAN Dewadaru, Dida Pratama; Hariadi, Hariadi; Saputro, Siddhi
Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.673 KB)

Abstract

Abstrak Kawasan  pantai  utara  Jawa  Tengah  memiliki  potensi  perkembangan  sangat  tinggi  dengan karakteristik wilayah bertopografi landai dan dangkal, juga memiliki banyak kegiatan yang meliputi perikanan tambak, pelabuhan, industri dan bahkan sebagian kota merupakan water front city.  Selama 30 tahun terakhir, pantai utara Jawa Tengah merupakan wilayah dengan kegiatan ekonomi tertinggi dibanding pantai lain di Indonesia dimana terdapat kegiatan  mulai penambangan pasir, budidaya perikanan, bangunan untuk pelayaran, industri dan pemukiman. Pantai Slamaran sebagai salah satu andalan pariwisata di Kota Pekalongan seiring berjalannya waktu tentu akan mengalami perubahan kondisi fisik pantai karena sifat pantai yang dinamis. Perubahan fisik tersebut dapat berupa erosi dan sedimentasi. Akibat dari perubahan ini adalah menyebabkan kerusakan pantai serta dapat mempengaruhi bentuk morfologi pantai tersebut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui Morfologi Pantai Slamaran. Penelitian dilakukan dengan observasi lapangan selama 15 hari pada tanggal 28 Mei - 11 Juni 2012 di Pantai Slamaran, dengan titik lokasi 6°51?10? - 6°52?0? LS dan 109°42?0? - 109°42?50? BT. Metode yang digunakan untuk analisis hasil penelitian adalah metode survei. Berdasarkan hasil output baik dari data lapangan maupun hasil interpratasi citra, diketahui bahwa morfologi pantai di pantai slamaran memiliki satu jenis bentuk lahan asal, yaitu bentuk lahan asal marin, Dari bentuklahan asal tersebut kemudian didapat satuan bentuklahan  seperti laguna, cuspate, gosong pasir, gisik dan dataran aluvial pantai. Kemiringan lereng di daerah penelitian adalah <7%. Jenis sedimen yang dominan adalah pasir dan pasir lanau. Sudut datang gelombang pecahnya adalah 24.20 yang mengakibatkan longshore current dengan kecepatan 1.12 m/s.
STUDI PENGARUH GELOMBANG TERHADAP TRANSPORT SEDIMEN DI PERAIRAN TIMBULSLOKO KABUPATEN DEMAK JAWA TENGAH Astuti, Elia Hendri; Ismanto, Aris; Saputro, Siddhi
Journal of Oceanography Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.893 KB)

Abstract

Desa Timbulsloko adalah salah satu daerah yang terkena dampak erosi dan abrasi di Pesisir Utara Provinsi Jawa Tengah. Suatu pantai akan mengalami erosi atau sedimentasi tergantung pada kesetimbangan sedimen. Laju transportasi sedimen di daerah pantai di pengaruhi oleh ukuran butir sedimen, kemiringan pantai, gelombang dan arus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa gelombang di Perairan Timbulsloko dipengaruhi oleh angin sehingga menimbulkan arus sejajar pantai. Arus sejajar pantai tersebut menimbulkan transport sedimen dasar di lokasi penelitian.Materi yang digunakan pada penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer meliputi data sedimen dan data gelombang. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah data angin tahun 2010-2014, Peta LPI DISHIDROS skala 1 : 500.000, dan data pasang surut tahun 2015. Metode penelitian yang digunakan untuk menentukan transport sedimen menggunakan rumus Qs=0,401xP1. Peramalan gelombang diperoleh dari data angin dengan menggunakan metode distribusi angin. Hasil penelitian dikelompokan setiap musim barat, peralihan I timur, dan peralihan II. Hasil penelitian tinggi gelombang berkisar antara  0 ? 1,01 meter yang akan membangkitkan gelombang pecah sehingga terjadi arus sejajar pantai yang besarnya berkisar 0 ? 1,83 m/detik. Nilai arus sejajar pantai selama 5 tahun lebih tinggi ke arah kanan. Potensi angkutan sedimen signifikan Perairan Timbulsloko berkisar 0 ? 1051,34 m3/hari atau 0 ? 383739 m3/tahun. Transport sedimen total selama 5 tahun bernilai 1109,11 (m3/hari) dan 404826,35 (m3/tahun). Transport sedimen tersebut lebih besar menuju ke kanan (negatif).
LAJU SEDIMENTASI DI MUARA SUNGAI SEMAT JEPARA Fajarin, Septi Nur; Saputro, Siddhi; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.402 KB)

Abstract

Muara sungai merupakan tempat bertemunya sungai dengan wilayah pesisir. Suplai sedimen dari hulu terangkut menuju daerah muara sungai. Suplai sedimen tersebut mengakibatkan sedimentasi di muara sungai. Sedimentasi muara sungai menyebabkan berkurangnya kecepatan aliran sungai yang melimpas mengakibatkan banjir di sekitar sungai. Secara geografis Desa Semat Kecamatan Tahunan terletak 6°38?33.8? LS dan 110°38?40? BT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya laju sedimentasi di muara Sungai Semat Jepara. Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu penelitian lapangan dan analisa laboratorium. Penelitian lapangan yang meliputi pengambilan data laju sedimentasi dan debit sungai pada tanggal 22 Februari sampai 8 Maret 2014 di muara Sungai Semat Jepara. Analisa laboratorium meliputi perhitungan laju sedimentasi dan analisa ukuran butir di laboratorium Geologi Laut, Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro serta di Badan Pengujian dan Informasi Kontruksi, Jl. Murbei Timur 1, Srondol Wetan, Semarang. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dan purposive sampling. Sediment trap diletakan di 8 titik lokasi. Pengukuran arus sungai menggunakan bola duga. Sedangkan data pasang surut, dan arus diperoleh dari stasiun pengukuran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Maritim (BMKG Maritim) Semarang. Pengolahan data menggunakan perangkat ArcGIS 10.1, Microsoft Office Excel 2007 dan Global Mapper 13. Analisis laboratorium laju sedimentasi di muara Sungai Semat Jepara rata-rata laju sedimentasi di setiap stasiun berkisar 0,1133 kg/m2/hari sampai 0,1510 kg/m2/hari sedangkan rata-rata laju sedimentasi disetiap stasiun setelah dikonversi menjadi volume berkisar 0,0647 m3/hari sampai 0,086 m3/hari. Laju sedimentasi disetiap pengambilan sampel berkisar 0,1128 kg/m2/hari sampai 0,1329 kg/m2/hari, sedangkan laju sedimentasi setelah dikonversi menjadi volume berkisar 0,0645 m3/hari sampai 0,0759 m3/hari. 
PEMODELAN PENJALARAN GELOMBANG TSUNAMI DAN ANALISA DAERAH JANGKAUAN DI TELUK SUMBRENG, TRENGGALEK Redyansyah, Rio; Satriadi, Alfi; Saputro, Siddhi
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu dari 8 wilayah di pesisir selatan Jawa Timur yang termasuk dalam kategori rawan tsunami. Teluk Sumbreng merupakan salah wilayah di Trenggalek yang memiliki potensi kerusakan tinggi akibat tsunami. Tujuan dari penelitian ini adalah memperkirakan waktu tempuh tsunami, distribusi tinggi gelombang tsunami dan daerah jangkauan tsunami.Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan data titik tinggi, batimetri, parameter gempa, peramalan pasang surut wilayah perairan Kabupaten Trenggalek, data citra Geo Eye 1, dan kelerengan pantai. Pemodelan tsunami menggunakan perangka tlunak COMCOT v 1.7 dengan 4 skenariogempadan 1 skenarioberdasarkan tsunami 1994 (Banyuwangi).Berdasarkanpengolahan data, diketahui bahwa tinggi maksimum gelombang tsunami di perairan berkisar antara 3,03- 4,55 berdasar scenario gempa, sementara berdasar kejadian tsunami 1994 adalah 0,97- 1 m. Waktu tempuh tsunami untuk mencapai daratan adalah 32,23- 36,93 menit untuk 4 skenario gempa, sementara berdasar tsunami 1994 adalah 40,18- 54,66 menit. Ketinggian gelombang tsunami maksimum tertinggi pada skenario 2 di perairan Pantai Ngadipuro, Teluk Sumbreng. Wilayah jangkuan tsunami terluas berada pada skenario 2, dengan luas 4,09 km2run up setinggi 4,84 meter.Jangkauan maksimum terjauh terjadi pada skenario 2 dengan jarak 1,59 km.
STUDI PEMETAAN BATIMETRI UNTUK PERENCANAAN PEMBUATAN SABUK PANTAI DI PERAIRAN SEMARANG UTARA Fahrian, Nur Azhar; Ismanto, Aris; Saputro, Siddhi
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3586.432 KB)

Abstract

Perairan Semarang Utara merupakan wilayah bagian utara pulau Jawa yang terdapat kawasan industri serta pemukiman. Beberapa tahun sebelumnya telah mengalami bencana abrasi yang mengakibatkan beberapa kawasan hilang dan terjadinya bencana rob pada kawasan industri. Sehingga dibutuhkan data batimetri untuk penempatan sabuk pantai untuk menangani bencana abrasi yang berdampak pada perubahan garis pantai. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 27 ? 28 Juni 2014 di perairan Semarang Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kedalaman hasil pemeruman dengan Echosounder Singlebeam Garmin 585, dan data pasang surut perairan Semarang Utara. Pengolahan data pasang surut menggunakan metode Admiralty, pengolahan data batimetri menggunakan Software Surfer 11, Global Mapper 14, dan ArcGIS 10. Hasil didapatkan informasi bahwa perairan Semarang Utara memiliki kedalaman perairan antara 0 m hingga ? 5,147 m termasuk dalam perairan dangkal. Morfologi dasar perairan memiliki nilai kemiringan rata ? rata 0,35% dan memiliki kategori dasar perairan hampir datar. Sabuk pantai ditempatkan pada daerah terkena abrasi dan bagian timur muara sungai merupakan daerah yang mengalami abrasi paling parah. Sabuk pantai tersebut ditempatkan pada kedalaman rata ? rata - 0,6 m. 
ANALISA LAJU SEDIMENTASI DITELUK KRUENG RAYA DAN SEKITARNYAKABUPATEN ACEH BESAR Rahmat, Fadhlan Basiluddin; Saputro, Siddhi; Handoyo, Gentur
Journal of Oceanography Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1179.049 KB)

Abstract

Sedimentasi selalu menjadi permasalahan di Pelabuhan Malahayati.  Sedimentasi yang terjadi  di  sekitar pelabuhan akan berdampak pada alur pelayaran menjadi dangkal. Data laju sedimentasi sangat penting untuk memberikan informasi terkait seberapa besar pengaruh kecepatan sedimentasi yang terendap terhadap pendangkalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya nilai laju sedimentasi dan pendangkalan pada lokasi kajian. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 4 September ? 4 Oktober 2016 di Perairan Pelabuhan Malahayati, Kabupaten Aceh Besar. Data yang digunakan adalah arus lapangan, data pasang surut, data batimetri skala 1:25.000 tahun 2016 dan peta batimetri skala 1:25.000 tahun 2010. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai laju sedimentasi tertinggi berada di stasiun 3 yaitu di muara sungai dengan nilai laju sedimentasi adalah 55,7113 g/cm2/hari sedangkan nilai laju sedimentasi terkecil pada stasiun 1 yang berada di sisi kanan pelabuhan dengan nilai sebesar 4,2887 g/cm2/hari. Nilai debit sedimen tertinggi terdapat pada stasiun 3 yaitu dengan nilai 68,033 cm3/hari dan nilai debit sediemen terkecil terdapat pada stasiun 1 dengan nilai 4,187 cm3/hari. Jenis sedimen yang berada di perairan Pelabuhan Malahayati yaitu pasir (sand), dan lanau (silt). Faktor oseanografi yang mempengaruhi laju sedimentasi yaitu pasang surut harian ganda, dan arus laut dengan kecepatan maksimum sebesar 0,22 m/det, kecepatan minimum sebesar 0,018 m/det, dan kecepatan rata-rata sebesar 0,041 m/det. Dari analisa profil melintang didapatkan nilai pendangkalan paling besar. Selisih perbedaan kedalaman pada kontur batimetri tahun 2010 dan 2016 berkisar antara 1,22 meter hingga 21,69 meter yang mengindikasikan adanya pendangkalan yang diakibatkan oleh sedimentasi di Pelabuhan Malahayati.
ANALISA POLA SEBARAN SEDIMEN DASAR MUARA SUNGAI BATANG ARAU PADANG Satria, Fadhel Wira; Saputro, Siddhi; Marwoto, Jarot
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.593 KB)

Abstract

Muara sungai berfungsi sebangai penghubung antara sungai dan laut, pada daerah ini terjadi pertemuan antara arus sungai dan juga arus laut. Pertemuan arus ini nantinya akan menyebabkan terjadi proses sedimentasi pada muara sungai. Sedimen yang tersedimenasi nantinya akan mengalami proses transpor yang disebabkan oleh pengaruh arus diperairan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola sebaran ukuran butir sedimen pada muara sungai Batang Arau Padang serta pengaruh arus terhadap pesebaran sedimen di muara sungai Batang Arau. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2016 di muara sungai Batang Arau, Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Penentuan lokasi pengambilan titik lokasi dengan menggunakan metode purposive sampling dan pengambilan sampel sedimen dasar pada 25 Mei 2016. Analisis jenis sampel sedimen dasar di laboratorium menggunakan metode granulometri. Peta sebaran sedimen dasar diinterpolasi menggunakan software ArcGIS 10.0 dan pemodelan arus laut menggunakan software MIKE 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis sebaran sedimen dasar pada perairan ialah jenis lanau, lanau pasiran, pasir lanauan, dan pasir. Kondisi arus pada saat pengambilan data terbilang kecil yakni 0,117 ? 0,196 m/det dengan arah ke Timur Laut dan Barat Daya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sedimen yang memiliki ukuran butir yang lebih besar terendapkan pada wilayah muara dan semakin mengecil ukurannya menuju laut.
STUDI POLA ARUS DAN SEBARAN MATERIAL PADATAN TERSUSPENSI DI PANTAI MARINA ANCOL, JAKARTA Taohid, Rizki Adittio; Satriadi, Alfi; Saputro, Siddhi
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.948 KB)

Abstract

Pantai Marina Ancol merupakan kawasan pariwisata pesisir di Teluk Jakarta. Padatnya pembangunan di perairan Teluk Jakarta akan menyebabkan kondisi oseanografi di Pantai Marina Ancol seperti arus dan material padatan tersuspensi menjadi tidak seimbang. Ketidakseimbangan yang terjadi dapat menyebabkan pendangkalan dan kekeruhan pada daerah sekitar muara sungai yang berakibat buruk pada ekosistem muara sungai dan pantai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola arus laut dan sebaran material padatan tersuspensi di Pantai Marina Ancol, Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan penentuan lokasi dengan purposive sampling. Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu pengumpulan data di lapangan yang terdiri dari pengambilan data sampel air dan pengukuran arus laut pada tanggal 27-30 April 2016,sertatahap analisis data arus dan pasang surut serta pemodelan numerik dan analisis laboratorium data material padatan tersuspensipada tanggal 19-24 Mei 2016.Tipe arus laut di Pantai Marina Ancol adalah arus pasang surut yang bergerak ke arah tenggara saat pasang dan ke arah barat laut saat surut.Hasil konsentrasi material padatan tersuspensi tertinggi sebesar 266 mg/L dan konsentrasi material padatan tersuspensi terendah sebesar 33 mg/L. Konsentrasi rata-rata material padatan tersuspensi di kedalaman 0,2 d sebesar 96 mg/L, kedalaman 0,6 d sebesar 135 mg/L dan kedalaman 0,8 d sebesar 174 mg/L.
SEBARAN MATERIAL PADATAN TERSUSPENSI DI PERAIRAN PANTAI PASAR BANGGI, KABUPATEN REMBANG Mariani, Dinny Fajar; Hariadi, Hariadi; Saputro, Siddhi
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.997 KB)

Abstract

Perairan Pantai Pasar Banggi merupakan salah satu daerah di Kabupaten Rembang yang memiliki tingkat sedimentasi yang tinggi. Tingkat konsentrasi material padatan tersuspensi menjadi salah satu penyebab meningkatnya endapan sedimen dan berpotensi menyebabkan pendangkalan yang berdampak pada terhambatnya aliran sungai menuju laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai konsentrasi dan pola sebaran muatan padatan tersuspensi serta faktor-faktor oseanografi yang mempengaruhi sebarannya. Pengambilan sampel dilaksanakan pada saat pasang dan surut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus, penentuan lokasi pengambilan sampel menggunakan metode sample survey, serta metode Gravimetri untuk analisa sampel material padatan tersuspensi. Peta sebaran material padatan tersuspensi diinterpolasi menggunakan software ArcGIS 10.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai konsentrasi sedimen tersuspensi pada saat pasang dikedalaman 0,2d berkisar antara 172 mg/l ? 498 mg/l, kedalaman 0,6d berkisar antara 204 mg/l ? 354 mg/l dan kedalaman 0,8d berkisar antara 207 mg/l ? 345 mg/l, sedangkan pada saat surut dikedalaman 0,2d berkisar antara 130 mg/l ? 448 mg/l, kedalaman 0,6d berkisar antara 160 mg/l ? 246 mg/l dan kedalaman 0,8d berkisar antara 151 mg/l ? 286 mg/l. Arah arus yang bergerak dari arah barat daya ke timur laut. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa nilai konsentrasi material padatan tersuspensi relatif lebih besar pada saat pasang dibandingkan saat surut. Hal ini dimungkinkan adanya pengaruh arus, pasang surut, dan kecepatan arus dalam proses pengadukan sehingga mempengaruhi tinggi rendahnya konsentrasi nilai material padatan tersuspensi.