Ayu Yuswita Sari
Pusat Penelitian Fisika (P2F) - LIPI Kawasan Puspiptek, Serpong 15314, Tangerang Selatan

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

INVESTIGATION OF Cu, Mn OR Ti ION SUBSTITUTIONS ON THE MICROWAVE ABSORBANCE PROPERTIES OF BARIUM HEXAFERRITE Sebayang, Perdamean; Sari, Ayu Yuswita; Ginting, Masno; Ginting, Riski Titian
Teknologi Indonesia Vol 37, No 3 (2014)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.054 KB) | DOI: 10.14203/jti.v37i3.233

Abstract

The influence of Cu, Mn or Ti ion substitution on the microwave absorbance properties of Barium M-Hexaferrite (BaFe12O19) has been investigated. The sample preparation was held by mixing the raw material of Copper oxide (CuO), Manganese oxide (MnO) or Titanium dioxide (TiO2) with a different composition into BaFe12O19 powder through ball milling process, then sintered at 1100oC for 2 h. The substitution composition for each metal ion (Cu, Mn or Ti) into BaFe12O19 powder was 0.1 and 0.5 % mol. The Vector Network Analyzer (VNA) measurement was used to determine the reflection loss and absorption properties of BaFe12O19 samples within frequency ranging from 410 GHz. The minimum reflection loss 20.3 dB at 4 GHz was achieved, which is related to the 0.1% mol of Ti substitution on BaFe12O19 sample. The reflection loss values could be modified by controlling the metal ions composition which consequently improves the microwave absorption properties. The complex permittivity and permeability were calculated using Nicholson-Ross Weir (NRW) method. The peak of real and imaginary parts of permittivity was consistently appeared at 5.05, 5.92, 6.76, and 7.75 GHz for all metal ions (Cu, Mn and Ti). Furthermore, the complex permeability was found to be independent from frequency and the ion substitution did not significantly influence hexagonal structure and particle size distribution of Barium hexaferrite.
EFEK ADITIF FEMO DAN PROSES KALSINASI PADA SERBUK MAGNETIK BAFE12O19 Sari, Ayu Yuswita; Safira, Cut Hani; Setiadi, Eko Arief; Simbolon, Silviana; Kurniawan, Candra; Sebayang, Perdamean
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 18, No 3: APRIL 2017
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2017.18.3.4112

Abstract

Pada penelitian ini, telah dilakukan investigasi efek aditif FeMo dan proses kalsinasi pada pembuatan magnet permanen bariumheksaferit (BaFe12O19). Proses pembuatan magnet bariumheksaferit dilakukan denganmetode mechanical alloying. Serbuk hasil mixing antara BaFe12O19dan FeMo dikalsinasi dengan variasi suhu kalsinasi 1000 oC dan 1200 oC. Karakterisasi yang dilakukan meliputi sifat fisis dan magnetik, dengan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan piknometeruntuk mengetahui fasa dan nilai densitas magnet, serta menggunakanVibrating SampleMagnetometer (VSM) pada pengukuran sifatmagnetikmagnet bariumheksaferit. Dari hasil eksperimen, dapat diketahui bahwa penambahan aditif FeMo dapat menaikkan nilai densitas pada serbuk bariumheksaferit. Hasil analisis sifat magnetik, dapat diketahui bahwa penambahan aditif FeMo secara keseluruhan menurunkan sifat magnetik magnet. Namun penambahan %wt FeMo menaikkan nilai remanensi, saturasi dan energi produk maksimum (BHmax) magnet barium heksaferit, meskipun nilai koersivitas magnet tetap menurun. Sedangkan kenaikan suhu kalsinasi mampu menaikkan nilai remanensi, dan BHmax, namun menurunkan nilai koersivitas dan saturasi dari magnet barium heksaferit. Hal ini menunjukkan penambahan zat aditif FeMo mampu mengubah struktur material magnet permanen barium heksaferit dari hard magnetik menjadi soft magnetik material. Nilai optimumdihasilkan pada komposisi penambahan 5 %wt aditif FeMo dengan nilai densitas serbuk 3,71 g/cm3 sebelum dikalsinasi, dan memiliki sifat magnetik seperti: saturasi 2,12 kG, remanensi 1,15 kG, koersivitas 0,45 kOe dan BHmax0,145 MGOe setelah dikalsinasi pada suhu 1000 oC.
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASIMAGNET BONDED BAO.6 FE2O3 DENGAN VARIASI UKURAN PARTIKEL Sari, Ayu Yuswita; Sebayang, Perdamean; Muljadi, Muljadi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 13, No 3: JUNI 2012
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2012.13.3.4666

Abstract

PEMBUATAN DAN KARAKTERISASIMAGNET BONDED BaO.6 Fe2O3 DENGAN VARIASI UKURAN PARTIKEL. Telah dilakukan pembuatanmagnet bonded BaO.6 Fe2O3 dengan variasi ukuran partikel yaitu : 74 ?m, 105 ?m, 150 ?m, 300 ?m, 425 ?m, 600 ?m dan 850 ?m. Perbandingan BaO.6 Fe2O3 dengan epoksi sebagai perekat/pengikat (bond) dibuat tetap yaitu 97 : 3 %berat. Pengujian tingkat kekeruhan dan true density dikaitkan korelasinya dengan ukuran butir partikel. Dari hasil pengujian diketahui bahwa Standar Deviasi (SD) tingkat kekeruhan serbuk magnet BaO.6 Fe2O3 berbanding lurus dengan akar rata-rata diameter partikel. Nilai true density serbuk magnet BaO.6 Fe2O3 berkisar antara 5,2 g/cm3 hingga 5,6 g/cm3. Serbuk magnet tersebut kemudian dicetakmenjadi pelet, dimagnetisasi, dicuring dan selanjutnya diukur sifat fisisnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa korelasi nilai densitas terhadap ukuran partikel adalah berbanding terbalik. Nilai densitas maksimum yang diperoleh adalah 3,12 g/cm3 untuk serbuk magnet BaO.6 Fe2O3 ukuran butir hingga 74 ?m. Untuk ukuran butir yang sama menunjukkan nilai kekerasan HB tertinggi yaitu 26 HB dan nilai induksi remanensi (Br) tertinggi sebesar 1,23 kG. Hasil percobaan inimenunjukkan bahwa semakin kecil ukuran partikel tidak secara langsungmeningkatkan kuat medan magnet yang dihasilkan.