Articles

Found 26 Documents
Search

THE EFFECT OF SWEETENER TO THE FORMULATION OF LOZENGES TABLET FROM CITRUS FRUIT PEELS PONTIANAK’S ESSENTIAL OILS Sriasih, Ella; Taurina, Wintari; Sari, Rafika
Majalah Farmaseutik Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.3 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v12i1.24132

Abstract

Pontianak orange (Citrus nobilis Lour. var. microcarpa) has good benefit for health. Adding value of peel waste, it can be the waste of Pontianak citrus it can be formulated into lozenges contains essential oils. The lozenges were made by direct compress method with variation of manitol-sukrose ratio as sweetening agent. Formula 1 uses sucrose as sweetener, formula 2 employs combination of manitol-sukrose (1:1). Meanwhile, formula 3 uses manitol as sweetening agent. Based on the research, it showed that variations of the sweetener affect the physical properties of lozenges. Friability test of the tablet performed significant difference between formula 1 and formula 2 which formula 1 is better than formula 2 in friability. Taste test and preference of the respondent showed formula 1 as the most preferred with score of 124 in flavor aspect and texture with score of 113. 
AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI KULIT JERUK PONTIANAK TERHADAP Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Sari, Rafika; Mustari, F. Nour Aulia; Wahdaningsih, Sri
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.8 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss2pp%p

Abstract

Penyakit infeksi dapat disebabkan oleh bakteri patogen diantaranya Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri adalah minyak atsiri kulit buah jeruk Pontianak (Citrus nobilis Lour. var. microcarpa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan metode disc diffusion. Penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial kemudian hasil dianalisis menggunakan program CoStat metode Two Way ANOVA dan diuji lanjut menggunakan LSD (Least Significant Different). Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri kulit buah jeruk Pontianak mengandung flavonoid, saponin, dan triterpenoid. Berdasarkan hasil analisis, menunjukkan bahwa minyak atsiri dari kulit buah jeruk Pontianak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, dimana rata-rata zona hambat terhadap bakteri diperoleh dari konsentrasi 0,5; 1,5; dan 2,5 mg/mL secara berurutan 16,33; 18; dan 21 mm dan  15; 16, dan 19 mm. Konsentrasi terbaik yang memberikan zona hambat terbesar terhadap kedua jenis bakteri adalah konsentrasi 2,5 mg/mL.
DAMPAK KEBIJAKAN DESENTRALISASI FISKAL PADA DAERAH TERTINGGAL DI INDONESIA Sari, Rafika
Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian, Badan Keahlian DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22212/jekp.v5i1.146

Abstract

Kebijakan desentralisasi fiskal di Indonesia bertujuan untuk memberikan peran dan kemandirian daerah lebih dalam peningkatan kualitas pelayanan publik di daerah. Dana Alokasi Khusus (DAK) merupakan salah satu instrumen transfer daerah yang mengatasi kesenjangan fiskal daerah. Semakin meningkatnya DAK sebagai tindakan afirmatif bagi daerah tertinggal seyogyanya memberikan pengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pengentasan daerah tertinggal. Tujuan dari studi ini adalah mengetahui karakteristik keuangan dan kondisi desentralisasi fiskal daerah tertinggal di Indonesia, serta hubungan DAK terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah tertinggal pada periode tahun 2010-2012. Dalam studi ini akan digunakan analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Metode kuantitatif yang digunakan adalah rasio kemampuan keuangan daerah, rasio kemandirian keuangan daerah tertinggal, serta membandingkan pertumbuhan alokasi DAK per kapita dan pertumbuhan ekonomi per kapita daerah tertinggal. Populasi yang digunakan dalam studi ini adalah 183 kabupaten daerah tertinggal di Indonesia pada tahun 2010-2012. Hasil studi menunjukkan bahwa derajat desentralisasi fiskal pada daerah tertinggal sangat rendah, dan meningkatnya alokasi DAK pada daerah tertinggal tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
KEBIJAKAN PENCAPAIAN SWASEMBADA DAGING SAPI TAHUN 2014 Rivani, Edmira; Sari, Rafika
Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik Vol 1, No 2 (2010)
Publisher : Pusat Penelitian, Badan Keahlian DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22212/jekp.v1i2.83

Abstract

The ministry of Agriculture has launched the Strategic Plan (Renstra) in 2010‐2014 to achieve food self‐sufficiency. One of the targets aims to increase the beef production to reach 550 thousand tonnes by 2014. It will be done to continue the availability of beef. However, its efforts to achieve the goal of beef self‐sufficiency must be supported by increased the number of livestocks. This paper discussed the policy of beef self‐sufficiency and the solution how to reach the self‐sufficiency based on the 2010’ Renstra.
CEMARAN BAKTERI Eschericia coli DALAM BEBERAPA MAKANAN LAUT YANG BEREDAR DI PASAR TRADISIONAL KOTA PONTIANAK Sari, Rafika; Apridamayanti, Pratiwi
Kartika Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.377 KB) | DOI: 10.26874/kjif.v2i2.28

Abstract

Makanan laut merupakan salah satu jenis makanan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat selain sebagai komoditi ekspor. Tingginya kandungan protein dan air serta pH-nya yang mendekati netral menjadikannya media yang cocok untuk pertumbuhan bakteri sehingga menyebabkan makanan laut cepat mengalami proses pembusukan. Mengkonsumsi makanan laut yang telah terkontaminasi bakteri hidup atau toksin yang dihasilkannya dapat menyebabkan keracunan makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya kontaminasi bakteri koliform E.coli sebagai indikator pencemaran pada makanan laut dan memberikan informasi kelayakan dan keamanan konsumsi dari makanan laut di dua pasar tradisional terbesar di daerah Pontianak.  Sampel yang digunakan adalah ikan, sotong dan udang. Penelitian terhadap sampel dilakukan menggunakan uji Most Probable Number (MPN) yang dilengkapi dengan uji biokimia untuk mengidentifikasi jenis bakteri pada sampel melalui penanaman bakteri pada media agar Lactose Broth (LB) dan Briliant Green Lactose Bile Broth (BGLB). Hasil penelitian menunjukkan bakteri koliform E.coli terdeteksi pada 100% sampel dengan nilai MPN  yang tidak memenuhi kriteria kelayakan konsumsi, yakni >3/g, dengan nilai paling terbesar dimiliki oleh sampel sotong yang dijual di kedua pasar tradisional, yakni 220/g. Hasil uji biokimia menunjukkan sampel positif mengandung E.coli dengan terbentuknya cincin berwarna merah pada media uji.
Antibiotic Sensitivity in Pseudomonas aeruginosa of Diabetic Patient’s Foot Ulcer Apridamayanti, Pratiwi; Meilinasary, Khairunnisa Azani; Sari, Rafika
Pharmaceutical Sciences and Research (PSR) Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Directorate of Research and Community Engagement, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.981 KB) | DOI: 10.7454/psr.v3i2.3289

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) patients are at risk to have the diabetic ulcer. The main reason for DM’s patient with ulcer complication to be treated and healed in hospital is bacterial infection. One of many bacteria that infects diabetic ulcer is Pseudomonas aeruginosa. This conditian can be treated by antibiotic. The using antibiotic is often inaccurate causing the microbe resistance. To choose the right antibiotic, it needs to test the antibiotic’s sensitivity towards Pseudomonas aeruginosa. The aimed of this study was to determine the sensitivity of antibiotics against Pseudomonas aeruginosa. Sample was taken from diabetic ulcers swab with grade III and IV Wagner. The identification of bacteria was managed using the biochemical test and Gram staining test. Antibiotic sensitivity was determined by Kirby Bauer method. Antibiotics that were found still sensitive towards Pseudomonas aeruginosa included ciprofloxacin, norfloxacin, imipenem, levofloxacin, meropenem, ceftriaxone, and cefotaxime, whereas cefadroxil and amikacin were resistant. Antibiotics that can be used for Pseudomonas aeruginosa in diabetic foot ulcer patients are ciprofloxacin, norfloxacin, imipenem, levofloxacin, meropenem, ceftriaxone, and cefotaxime.  
Determination of FICI of Ethanolic Extract of Aloe Vera Skin Leaves (Aloe vera (L.) Burm.f.) and Gentamicin Sulphate againts Staphylococcus aureus Amalia, Rifani; Sari, Rafika; Robiyanto, Robiyanto
Majalah Obat Tradisional Vol 22, No 3 (2017)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.573 KB) | DOI: 10.22146/mot.31551

Abstract

The main therapy of wounds infection using antibiotic such as gentamicin sulfate can be applied topically. Increasing incidence of antibiotic resistance forces new strategy to combine plant extract and antibiotic. These two combinations are expected to reduce the incidence of microbial resistance. Ethanolic extract of Aloe vera skin leaves contain anthraquinone that has antimicrobial activity. The aim of this study was to determine the effect and Fractional Inhibitory Concentration Index (FICI) from combination of ethanolic extract of Aloe vera skin leaves and gentamicin sulphate which can inhibit the growth of Staphylococcus aureus. Minimum Inhibitory Concentration (MIC) determination was used Kirby-Bauer disc diffusion method. The concentration of extract solution used were 1,25; 2,5; 5; 10 mg/mL while the solution concentration of gentamicin sulfate used were 2,5; 5; 15; 25 µg/mL. Solution DMSO was used as negative control. Combination solution was made with volume ratio 1:1 from MIC of extract and gentamicin shulphate. The result showed that the MIC of the of ethanolic extract of Aloe vera skin leaves was about 2.5 mg/mL and MIC gentamicin sulphate was about 5 µg/mL. Combination of ethanolic extract of Aloe vera skin leaves and gentamicin sulfate can inhibit the growth of Staphylococcus aureus with zone of inhibition 7,63 mm. FICI of combination was 2 and its antibacterial activity was indifferent compared to single extract and single gentamicin sulphate.
KEBIJAKAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITYSEBAGAI STRATEGI PENGURANGAN PAJAK PADA BADAN USAHA MILIK NEGARA: STUDI KASUS PT. SEMEN BATURAJA (PERSERO) DAN PT. BUKIT ASAM (PERSERO) TBK Sari, Rafika; Izzaty, .
Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : Pusat Penelitian, Badan Keahlian DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22212/jekp.v3i2.105

Abstract

Adanya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan Perseroan Terbatas semakin memperkuat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, bahwa biaya Corporate Sosial Responsibility (CSR) dimasukkan menjadi biaya perseroan. Peraturan Pemerintah ini mengatur perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di bidang SDA dan/atau berkaitan dengan SDA, khususnya sektor pertambangan yang memiliki potensi kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto yang cukup signifikan. Dengan melihat manfaat CSR yang diterima oleh masyarakat sekitar dan biaya yang telah dikeluarkan oleh perusahaan maka kebijakan insentif perpajakan merupakan suatu alternatif kebijakan untuk menggenjot perusahaan mengalokasikan anggaran CSR kepada masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui realisasi tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh PT. Semen Baturaja dan PT. Bukit Asam, menganalisis dampak implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 terhadap pelaku usaha, dan mengetahui sisi positif dan negatif kebijakan CSR sebagai pengurangan pajak dan strategi dalam pembuatan wacana pemberian insentif perpajakan yang perlu diterapkan di Indonesia, dengan melakukan perbandingan atas kebijakan pemberian insentif perpajakan di negara lain. Metode penelitian yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan data primer, wawancara dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Semen Baturaja dan PT. Bukit Asam telah memberikan manfaat kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar perusahaan pada Provinsi Sumatera Selatan dan telah mengalokasikan besaran CSR sesuai dengan Permen BUMN. Namun masih banyak perusahaan pertambangan yang menggunakan metode perhitungan besaran CSR yang berbeda-beda. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 saat ini telah dilaksanakan, namun implementasinya akan lebih berdampak positif terhadap peningkatan alokasi CSR bagi masyarakat apabila pemerintah mengatur mengenai minimal besaran dana CSR yang seharusnya dianggarkan oleh perusahaan, pemberlakuan rewarddan punishment, pedoman tentang sasaran pelaksanaan CSR dan sektor-sektor yang kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk penggunaan dana CSR dengan jelas. Untuk itu dalam mengimplementasikan kebijakan CSR sebagai pengurangan pajak, pemerintah perlu mempertimbangkan sisi positif dan sisi negatif yang akan dirasakan oleh perusahaan sebagai pemberi manfaat, masyarakat sebagai penerima manfaat, dan bahkan oleh pemerintah selaku pembuat kebijakan, sehingga kebijakan tersebut diharapkan akan mendorong semakin besarnya alokasi CSR di Indonesia.
OPTIMASI KECEPATAN DAN LAMA PENGADUKAN TERHADAP UKURAN NANOPARTIKEL KITOSAN-EKSTRAK ETANOL 70% KULIT JERUK SIAM (Citrus nobilis L.var Microcarpa) Taurina, Wintari; Sari, Rafika; Hafinur, Uray Cindy; Wahdaningsih, Sri; Isnindar, Isnindar
Majalah Obat Tradisional Vol 22, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.968 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.24302

Abstract

Kulit jeruk siam (Citrus nobilis L. var. Microcarpa) merupakan tanaman yang berasal dari Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat. Bioavailabilitas senyawa aktif herbal dapat ditingkatkan dengan memformulasikan ekstrak dalam bentuk nanopartikel. Polimer yang digunakan adalah kitosan dengan crosslinker Na-TPP. Kecepatan dan lama pengadukan dengan metode gelasi ionik berperan penting dalam menghasilkan partikel berukuran nano. Peningkatan kecepatan dan lama pengadukan dapat memperkecil ukuran partikel yang dihasilkan. Pembuatan nanopartikel dilakukan menggunakan metode gelasi ionik dengan mencampurkan Na-TPP, ekstrak dan kitosan (1:1:6) dengan memvariasikan kecepatan pengadukan 500 rpm, 1000 rpm, 1500 rpm dan lama pengadukan 1 jam, 2 jam, 3 jam. Ukuran partikel optimum yang diperoleh dari kecepatan pengadukan 1000 rpm dengan lama pengadukan 3 jam yaitu 85.3 nm dengan nilai indeks polidispers 0.287, nilai potensial zeta +32.37 mV dan efisiensi penjerapan 87.12 %.
THE SIMULATION OF HEAT PROPAGATION RATE IN SMART ROASTING PROCESS USING FINITE DIFFERENCE METHOD Sari, Rafika; Lubis, Nuraina Fika; Fitriyani, Aida; Mayadi, Mayadi
PIKSEL : Penelitian Ilmu Komputer Sistem Embedded and Logic Vol 8 No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : LPPM Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.891 KB) | DOI: 10.33558/piksel.v8i1.2020

Abstract

In the industrial 4.0 era, there have been many developments in daily equipment that have been transformed into more sophisticated tools both in terms of how they are used, the efficiency of their work and the quality of the results obtained due to the digitization process that is easily accessed by many people. Therefore, As the early step, the paper discusses the computational modeling in the automatic cooking methods, namely the smart roaster system. The cooking method in the form of granules by using a roasting process, which generally utilizes heated sand, is interesting to learn since there are two mechanisms of heat propagation from the pan to the food object, namely the mechanism of heat propagation by conduction and radiation, but in this study, the heat propagation due to temporary convection was ignored. The first mechanism is accommodated by Fourier's Law, while the second is by Stefan-Boltzmann's Law. For simplification, the system is discussed in one dimension with the same grain size, but the object can have a different size. The composition of the pan walls, grains of sand, empty space, and food objects can be randomized so that various configurations can be created. Discussed how the process of heat propagation can occur in the roasting process and also radiation to the surrounding space on the top of the sand surface. The numerical analysis method is used with the finite difference method and the Matlab programming language for simulation.