Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Traditional Medicine Journal

AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI KULIT JERUK PONTIANAK TERHADAP Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Sari, Rafika; Mustari, F. Nour Aulia; Wahdaningsih, Sri
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.8 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss2pp%p

Abstract

Penyakit infeksi dapat disebabkan oleh bakteri patogen diantaranya Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri adalah minyak atsiri kulit buah jeruk Pontianak (Citrus nobilis Lour. var. microcarpa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan metode disc diffusion. Penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial kemudian hasil dianalisis menggunakan program CoStat metode Two Way ANOVA dan diuji lanjut menggunakan LSD (Least Significant Different). Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri kulit buah jeruk Pontianak mengandung flavonoid, saponin, dan triterpenoid. Berdasarkan hasil analisis, menunjukkan bahwa minyak atsiri dari kulit buah jeruk Pontianak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, dimana rata-rata zona hambat terhadap bakteri diperoleh dari konsentrasi 0,5; 1,5; dan 2,5 mg/mL secara berurutan 16,33; 18; dan 21 mm dan  15; 16, dan 19 mm. Konsentrasi terbaik yang memberikan zona hambat terbesar terhadap kedua jenis bakteri adalah konsentrasi 2,5 mg/mL.
Determination of FICI of Ethanolic Extract of Aloe Vera Skin Leaves (Aloe vera (L.) Burm.f.) and Gentamicin Sulphate againts Staphylococcus aureus Amalia, Rifani; Sari, Rafika; Robiyanto, Robiyanto
Majalah Obat Tradisional Vol 22, No 3 (2017)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.573 KB) | DOI: 10.22146/mot.31551

Abstract

The main therapy of wounds infection using antibiotic such as gentamicin sulfate can be applied topically. Increasing incidence of antibiotic resistance forces new strategy to combine plant extract and antibiotic. These two combinations are expected to reduce the incidence of microbial resistance. Ethanolic extract of Aloe vera skin leaves contain anthraquinone that has antimicrobial activity. The aim of this study was to determine the effect and Fractional Inhibitory Concentration Index (FICI) from combination of ethanolic extract of Aloe vera skin leaves and gentamicin sulphate which can inhibit the growth of Staphylococcus aureus. Minimum Inhibitory Concentration (MIC) determination was used Kirby-Bauer disc diffusion method. The concentration of extract solution used were 1,25; 2,5; 5; 10 mg/mL while the solution concentration of gentamicin sulfate used were 2,5; 5; 15; 25 µg/mL. Solution DMSO was used as negative control. Combination solution was made with volume ratio 1:1 from MIC of extract and gentamicin shulphate. The result showed that the MIC of the of ethanolic extract of Aloe vera skin leaves was about 2.5 mg/mL and MIC gentamicin sulphate was about 5 µg/mL. Combination of ethanolic extract of Aloe vera skin leaves and gentamicin sulfate can inhibit the growth of Staphylococcus aureus with zone of inhibition 7,63 mm. FICI of combination was 2 and its antibacterial activity was indifferent compared to single extract and single gentamicin sulphate.
OPTIMASI KECEPATAN DAN LAMA PENGADUKAN TERHADAP UKURAN NANOPARTIKEL KITOSAN-EKSTRAK ETANOL 70% KULIT JERUK SIAM (Citrus nobilis L.var Microcarpa) Taurina, Wintari; Sari, Rafika; Hafinur, Uray Cindy; Wahdaningsih, Sri; Isnindar, Isnindar
Majalah Obat Tradisional Vol 22, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.968 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.24302

Abstract

Kulit jeruk siam (Citrus nobilis L. var. Microcarpa) merupakan tanaman yang berasal dari Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat. Bioavailabilitas senyawa aktif herbal dapat ditingkatkan dengan memformulasikan ekstrak dalam bentuk nanopartikel. Polimer yang digunakan adalah kitosan dengan crosslinker Na-TPP. Kecepatan dan lama pengadukan dengan metode gelasi ionik berperan penting dalam menghasilkan partikel berukuran nano. Peningkatan kecepatan dan lama pengadukan dapat memperkecil ukuran partikel yang dihasilkan. Pembuatan nanopartikel dilakukan menggunakan metode gelasi ionik dengan mencampurkan Na-TPP, ekstrak dan kitosan (1:1:6) dengan memvariasikan kecepatan pengadukan 500 rpm, 1000 rpm, 1500 rpm dan lama pengadukan 1 jam, 2 jam, 3 jam. Ukuran partikel optimum yang diperoleh dari kecepatan pengadukan 1000 rpm dengan lama pengadukan 3 jam yaitu 85.3 nm dengan nilai indeks polidispers 0.287, nilai potensial zeta +32.37 mV dan efisiensi penjerapan 87.12 %.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI KULIT JERUK PONTIANAK TERHADAP Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Sari, Rafika; Mustari, F. Nour Aulia; Wahdaningsih, Sri
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.8 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.8045

Abstract

Penyakit infeksi dapat disebabkan oleh bakteri patogen diantaranya Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri adalah minyak atsiri kulit buah jeruk Pontianak (Citrus nobilis Lour. var. microcarpa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan metode disc diffusion. Penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial kemudian hasil dianalisis menggunakan program CoStat metode Two Way ANOVA dan diuji lanjut menggunakan LSD (Least Significant Different). Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri kulit buah jeruk Pontianak mengandung flavonoid, saponin, dan triterpenoid. Berdasarkan hasil analisis, menunjukkan bahwa minyak atsiri dari kulit buah jeruk Pontianak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, dimana rata-rata zona hambat terhadap bakteri diperoleh dari konsentrasi 0,5; 1,5; dan 2,5 mg/mL secara berurutan 16,33; 18; dan 21 mm dan  15; 16, dan 19 mm. Konsentrasi terbaik yang memberikan zona hambat terbesar terhadap kedua jenis bakteri adalah konsentrasi 2,5 mg/mL.