Sapriesty Nainy Sari
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

Implementasi Algoritma Kriptografi RC4 Pada DSP TMS320C6713 Sebagai Pendukung Sekuritas Jaringan Komunikasi Voice over Internet Protocol (VoIP) Edy Purnomo, Muhammad Fauzan; Priyono, Wahyu Adi; Sari, Sapriesty Nainy; Ambarwati, Rusmi; Wulandari, Asri
Jurnal EECCIS Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.739 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi VoIP yang berbasis IP dapat memberikan efek samping, seperti penyadapan yang tidak menguntungkan bagi pengguna teknologi tersebut. Beberapa kasus penyadapan informasi berupa paket data VoIP, yang mungkin terjadi adalah penyadapan pada jaringan server VoIP, maupun pembuatan jalur baru yang paralel dengan jalur yang ditentukan oleh server VoIP. Sehingga untuk mengatasi beberapa kasus tersebut diperlukan sebuah sistem pengamanan data (informasi). Dalam penelitian ini akan dieksplorasi secara khusus masalah sekuritas jaringan VoIP dengan menggunakan algoritma kriptografi RC4 yang diterapkan pada DSP TMS320C6713, yaitu bagaimana merancang algoritma enkripsi dan menganalisa performansi dari kriptografi RC4 dengan memanfaatkan TMS320C6713 dan jaringan VoIP berbasis SIP (Session Initiation Protocol). Hasil pembahasan yang dilakukan, menunjukkan bahwa sistem perancangan pada penerapan kriptografi RC4 terdiri dari sistem pengacak dan penerjemah. Sistem pengacak dan penerjemah terdiri dari blok sinyal masukan, blok TMS320C6713 yang diprogram algoritma kriptografi RC4 sebagai interface untuk memproses sinyal secara digital. Sehingga hasil secara keseluruhan dalam hal sekuritas akan sangat berpengaruh terhadap kualitas layanan komunikasi.Kata kunci: VoIP, Kriptografi RC4, TMS320C6713, enkripsi.
Kinerja Modulasi BPSK Modem Software Defined Radio pada DSK TMS320C6713 Sari, Sapriesty Nainy
Jurnal EECCIS Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.506 KB)

Abstract

Abstract— Software Defined Radio (SDR) is a signal processing technology that optimizes the use of PC as a device supporting. With the application of SDR in wireless communication system so it will provide possibility and flexibility on manipulating DSP without the need of hardware changes. SDR modems are designed to take advantage of Digital Signal Processor Starter Kit (DSK) TMS320C6713 for baseband signal processing. In the implementation phase, the DSK is programmed directly using Matlab Simulink integration to build a system of modulation and demodulation Binary Phase Shift Keying (BPSK). Sampling frequency 8000 kHz is used with a variety of bit rate of 1 kbps and 2 kbps.
Analisis Link Budget dengan Perbedaan Sudut Azimuth dan Elevasi pada Proses Pointing Menggunakan Two Line Elements dan Perhitungan Matematis pada Satelit Telkom-1 dan Telkom-2 Basuki, Okky Anggada; Sari, Sapriesty Nainy; Purnomowati, Endah Budi
Jurnal EECCIS Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.478 KB)

Abstract

Teknik  pointing dish antenna pada satelit incline dengan menggunakan Two Line Elements (TLE) dapat melihat pergerakan satelit secara langsung dengan mempertimbangkan tipe orbit, kapabilitas manuver, tipe obyek dan prioritas obyek secara periodik untuk memperoleh basis data secara real-time. Pada penelitian ini hasil analisis perbandingan antara penggunaan TLE dan perhitungan matematis satelit TELKOM-1 di kota Malang, Jakarta dan Semarang menunjukan nilai rata rata off axis  pada sudut azimuth yaitu 0.000233°, -0.000567° dan 0.0006° sedangkan untuk sudut elevasi yaitu 0.003133°, 0.0019667° dan 0.00233°. Untuk hasil Analisis perbandingan antara penggunaan TLE dan perhitungan matematis satelit TELKOM-2 di kota Malang, Jakarta dan Semarang menunjukan nilai rata rata off axis  pada sudut azimuth yaitu -0.000133°, -0.0001,° dan -0.000667° sedangkan untuk sudut elevasi yaitu 0.0032°, 0.0044° dan 0.0035667.
ANALISIS PERFORMANSI SISTEM TRANSMISI DATA PADA KOMUNIKASI FREE SPACE OPTIC TERHADAP PEGARUH VARIASI JARAK Qolby, Adistya Fajar; Pramono, Sholeh Hadi; Sari, Sapriesty Nainy
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Free Space Optic (FSO) is a communication system that uses a light source in the form of an LED or LASER (light amplification by stimulated emission of radiation) and passes it to the receiver using atmospheric propagation media. In this study experimental research was conducted, namely testing and analyzing the effect of distance variations on the performance of data transmission systems in free space optical communication. For variations the distance starts from 5 cm between the location of the laser on the transmitter to the location of the photodioda on the receiver while the maximum distance is set at 50 cm. Input data used experiment experiment data transmission process in the form of word data, images, animation, and audio. Data transmission system performance is reviewed in Loss, BER, and delaytime parameters. Loss value is proportional to increasing distance variation. The greater the distance the greater the loss value. Optical loss values ​​for all types of data have started to rise when the distance is 10 cm with a 5.88 dB and receiver loss transmitter 1.1491 dB and then reach a maximum of 50 cm when the optical loss at the transmitter is 6.305 dB and the receiver is 1.3219 dB. BER values ​​obtained in each type of data tend to be constant with varying distance variations. For input data type "word" BER value is 0. Input data type "image" BER value is 0.0071. Input type of "animation" BER value is 0.0075. Input of "audio" data type BER value is 0.0083. The biggest BER occurs in the audio data type because the bits transmitted are larger so there are many bit errors. The value of the delay is directly proportional to the distance variation. The greater the distance, the greater the value of delay. The delay time value for all types of data has started to rise when the distance of 10 cm with the lowest delaytime value of the word data type of 10.13 μs and then reaches a maximum of 50 cm with the audio data type of 27.09 μs. Index Terms— Free Space Optic, Transmiter, Receiver,  Loss, BER, delaytime.Abstrak – Free Space Optic (FSO) adalah sistem komunikasi yang menggunakan sumber cahaya berupa LED atau LASER (light amplification by stimulated emission of radiation) dan meneruskannya ke penerima menggunakan media propagasi atmosfer.  Pada penelitian ini dilakukan penelitian yang bersifat eksperimen yaitu menguji dan menganalisis pengaruh variasi jarak terhadap performansi sistem  transmisi data pada komunikasi free space optic. Untuk variasi jarak dimulai dari 5 cm antara dari letak laser pada bagian transmitter terhadap letak photodioda pada bagian receiver sedangkan jarak maksimum ditetapkan sebesar 50 cm. Data Input yang digunakan eksperimen proses trasmisi data berupa jenis data kata, gambar, animasi, dan audio. Performansi sistem transmisi data ditinjau pada parameter Loss, BER, dan delaytime. Nilai loss sebanding terhadap bertambahnya variasi jarak. Semakin besar jarak semakin besar pula nilai loss. Nilai optik loss untuk semua jenis data sudah mulai naik ketika jarak 10 cm dengan loss transmitter 5,88 dB dan receiver 1,1491 dB lalu mencapai maksimum pada jarak 50 cm ketika optik loss pada transmitter sebesar 6,305 dB dan receiver sebesar 1,3219 dB. Nilai BER yang didapatkan pada setiap jenis data cenderung konstan dengan variasi jarak yang berbeda-beda. Untuk input jenis data “kata” nilai BER sebesar 0. Input jenis data “gambar” nilai BER sebesar 0,0071. Input jenis data “animasi”  nilai BER sebesar 0,0075. Input jenis data “audio”  nilai BER sebesar 0,0083. BER paling besar terjadi pada jenis data audio dikarenakan bit yang ditransmisikan lebih besar sehingga terjadi banyak error bit. Nilai delaytime berbanding lurus dengan variasi jarak. Semakin besar jarak maka semakin besar nilai delaytime. Nilai delaytime untuk semua jenis data sudah mulai naik ketika jarak 10 cm dengan nilai delaytime terendah pada jenis data kata sebesar 10,13 μs lalu mencapai maksimum pada jarak 50 cm dengan jenis data audio sebesar 27,09 μs.Kata Kunci— Free Space Optic, Transmiter, Receiver,  Loss, BER, delaytime.
Analisis Pengaruh Handover pada Mobile WIMAX untuk Layanan Live Streaming Andriani, Tri Evanti; Purnomowati, Endah Budi; Sari, Sapriesty Nainy
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.953 KB)

Abstract

Mobile WIMAX merupakan salah satu teknologi Broadband Wireless Access (BWA) yang mampu memberikan layanan data dengan kecepatan tinggi dan teknologi yang efisien. Waktu yang dibutuhkan pada mekanisme handover yang terdapat pada jaringan ini dapat mempengaruhi kualitas layanan pada aplikasi realtime seperti live streaming. Performansi yang dibahas adalah performansi pengaruh handover pada mobile WIMAX untuk layanan live streaming yang meliputi parameter kapasitas kanal, bit error rate, probabilitas packet loss, delay end to end, throughput dan pengaruh delay handover terhadap throughput. Hasil analisis perhitungan pada jaringan mobile WIMAX dengan aplikasi live streaming pada proses handover, menunjukkan delay handover terbesar yaitu 2,8363 s dengan faktor utilitas 0,9 masih memenuhi standar delay ITU G.1010. Selain itu, proses handover mengakibatkan adanya penurunan nilai throughput yaitu nilai throughput pada saat proses handover sebesar 19,39 Mbps.Kata Kunci : Mobile WIMAX, handover, live streaming, delay, throughput
Pengaruh Temperatur Terhadap Kinerja Plastic Optical Fiber Jenis Step Index Multimode Pada Sistem Komunikasi Serat Optik Kunlavia, Nilfa Hartanti; Pramono, Sholeh Hadi; Sari, Sapriesty Nainy
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.046 KB)

Abstract

Perubahan temperatur terhadap Plastic Optical Fiber (POF) akan mempengaruhi kinerja sistem jaringan transmisi serat optik. Perubahan kinerja terjadi karena adanya perubahan indeks bias, Numerical Aperture (NA), sudut datang dan sudut bias. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis besarnya pengaruh perubahan temperatur terhadap kinerja POF. Penelitian dimulai dengan melakukan pengukuran kinerja, dengan menggunakan perangkat sumber optik yaitu LED tipe SFH756V dengan panjang gelombang 660 nm, media transmisi POF jenis step index multimode, dan detektor optik yaitu photodiode tipe SFH 250V. Perubahan temperatur yang dikaji yaitu antara 20oC sampai 65oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perubahan secara eksponensial kesalahan bit data yang dikirim terhadap perubahan temperatur. Kesalahan ini ditunjukkan pada temperatur 30oC hingga 65oC dengan nilai BER secara berturut-turut adalah 9,375 x 10-6 dan 2,5 x 10-5. Besar noise ditunjukkan konstan pada suhu 40oC sampai 65oC dengan nilai SNR sekitar 8,1dB dan noise margin sekitar 68,5%. Timing jitter naik secara linier pada temperatur 20oC hingga 65oC secara berturut-turut sebesar 6,15% dan 7,88%. Bit rate menunjukkan perubahan yang kecil antara temperatur 20oC sampai 65oC yaitu sebesar 31,969Kbps sampai dengan 31,776Kbps.Kata Kunci— Noise, Kinerja, POF, Temperatur
PENGARUH RUGI-RUGI MACROBENDING TERHADAP KINERJA PLASTIC OPTICAL FIBER JENIS STEP INDEX MULTIMODE Barani, Imee Ristika Rahmi; Pramono, Sholeh Hadi; Sari, Sapriesty Nainy
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.213 KB)

Abstract

Plastic Optical Fiber (POF) merupakan media transmisi yang digunakan untuk keperluan akses data, suara, dan video (triple play) dengan kecepatan tinggi yang tersambung ke rumah. Salah satu permasalahan yang tidak dapat dicegah pada jaringan serat optik adalah adanya rugi-rugi bengkokan atau macrobending. Rugi-rugi macrobending menyebabkan perubahan lintasan pada penjalaran cahaya di dalam serat optik. Perubahan tersebut akan memberikan dampak terhadap kinerja sistem komunikasi serat optik. Pada penelitian ini dilakukan kajian secara eksperimen tentang pengaruh rugi-rugi macrobending terhadap Bit Error Rate (BER) dan eye pattern pada POF jenis step index multimode. Besar rugi-rugi macrobending dipengaruhi oleh diameter dan jumlah bengkokan yang tersusun dalam bentuk lilitan yang digunakan. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa rugi-rugi macrobending mulai berpengaruh signifikan pada critical diameter sebesar 12 mm. Pada diameter bengkokan tersebut, nilai BER naik menjadi 6,28x10-4, noise margin turun menjadi 38,69%, timing jitter naik menjadi 31,89%, dan bit rate turun menjadi 31,397 kbps. Pengaruh rugi-rugi macrobending pada diameter bengkokan 14-20 mm untuk satu bengkokan adalah rendah, yaitu nilai BER nol, noise margin turun dari 64,73% ke 61,94%, timing jitter naik dari 2,15% ke 2,91%, dan bit rate turun dari 31,99 kbps ke 31,928 kbps. Data tidak dapat ditransmisikan untuk diameter bengkokan 10 mm karena rugi-rugi yang terlalu besar.Kata Kunci— Macrobending, Plastic Optical Fiber, bit error rate, eye pattern, noise margin, timing jitter, bit rate.
PENGARUH MISALIGNMENT TERHADAP PERFORMANSI MULTIMODE STEP-INDEX PLASTIC OPTICAL FIBER (MSI-POF) PADA SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK Febriyanti, Renie; Pramono, Sholeh Hadi; Sari, Sapriesty Nainy
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.079 KB)

Abstract

Proses penyambungan pada instalasi serat optikdi dalam gedung atau rumah terdapat kemungkinan terjadimisalignment. Misalignment adalah suatu kondisi keduaujung serat optik tidak tersambung sempurna. Padapenelitian ini dilakukan pengamatan dan analisis terhadaptiga jenis misalignment yaitu lateral misalignment,longitudinal misalignment, dan angular misalignmentmenggunakan multimode step indez plastic optical fiber (MSIPOF)untuk melihat pengaruhnya terhadap performansiserat optik. Hasil penelitian ini menunjukkan dari ketigajenis misalignment yang paling berpengaruh adalah angularmisalignment. Pada angular misalignment batas kritisnyayaitu pada sudut 15⁰ dengan besar rugi-rugi (losses) 0,016dB,noise margin 67,188%, timing jitter 3,429%, dan bit rate31,746kbps. BER pada sudut 15⁰ nol tetapi pada sudut 20⁰BER naik secara signifikan menjadi 7,97x10-4.Kata Kunci — Misalignment, MSI-POF, performansi,BER, eye diagram.
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN KECEPATAN KOMUNIKASI DATA PEER-TO-PEER DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PLASTIC OPTICAL FIBER Martasari M., Ira Ayu Martasari M., Ayu; Pramono, Sholeh Hadi; Sari, Sapriesty Nainy
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.78 KB)

Abstract

Komunikasi data telah menjadi kebutuhan untuk bertukar data antar pengguna dalam suatu jaringan komputer. Dengan menggunakan Plastic Optical Fiber (POF) sebagai media transmisi data, diharapkan tundaan waktu dalam bertukar data menjadi semakin kecil dan reabilitas jaringan komputer juga terjamin. POF dipilih karena kemudahan dalam proses instalasi dan terminasinya. POF membutuhkan perangkat transceiver agar dapat digunakan pada jaringan komputer. Transceiver optik dapat menggunakan berbagai jenis antar muka, salah satunya RS232. Antar muka RS232 dapat digunakan untuk membentuk jaringan peer-to-peer. Pada penelitian ini akan dilakukan kajian secara eksperimen tentang pengaruh kecepatan dan besarnya data yang dikirim terhadap performansi jaringan peer-to-peer dengan media POF. Berdasarkan hasil penelitian, kecepatan yang digunakan memberikan pengaruh terhadap delay, thoughput, dan parameter eye pattern. Dengan semakin tingginya kecepatan yang digunakan, nilai delay semakin turun dari 836 detik ke 24 detik, nilai throughput semakin naik dari 1.196 bps ke 29.412 bps, nilai noise margin semakin turun dari 89,505% ke 81,248%, nilai timing jitter naik dari 1,654% ke 48,580%, dan nilai bit rate naik dari 1.196 bps ke 37.369 bps.Kata Kunci — Kecepatan, throughput, RS232, dan POF.
ANALISIS PERUBAHAN JUMLAH KANAL DAN VARIASI NOISE TERHADAP PERFORMANSI SISTEM TIME DIVISION MULTIPLEXING (TDM) DENGAN MEDIA TRANSMISI PLASTIC OPTICAL FIBER (POF) Junaedi, Imam; Pramono, Sholeh Hadi; Sari, Sapriesty Nainy
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.274 KB)

Abstract

Time Division Multiplexing (TDM) merupakan sebuah proses pentransmisian beberapa sinyal informasi yang hanya melalui satu kanal transmisi dengan masing-masing sinyal di transmisikan pada periode waktu tertentu. Pada sistem TDM terdapat beberapa faktor yang dapat mempegaruhi performansi sistem, salah satunya adalah karakteristik kanal yang digunakan. Pada penelitian ini akan dikaji pengaruh banyaknya jumlah kanal yang digunakan dan variasi noise terhadap kinerja sistem TDM dengan media transimisi Plastic Optical Fiber (POF). Parameter kinerja yang diamati adalah Bit Error Rate (BER) dan Eye Pattern. Metode peniltian yang digunakan meliputi penentuan jenis dan cara pengambilan data, variabel dan cara analisis data, serta kerangka solusi masalah. Data yang diperlukan dalam penelitian ini ada dua, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil eksperimen, sedangkan data sekunder diperoleh dari referensi. Eksperimen dilakukan dengan menggunakan Advance Fiber Optic Communication Lab dari Falcon Electro-Tek. Hasil penelitian ini adalah semakin banyaknya kanal yang digunakan dan semakin rendah nilai SNR, mengakibatkan semakin besar nilai BER yang terjadi. BER mulai muncul pada 1 kanal dengan SNR 5,937523dB dengan nilai 5,468x10-6. Nilai BER tertinggi adalah 4,33594 x 10-5 yang terjadi pada 6 kanal dengan SNR sebesar 4,069095 dB. Semakin banyak kanal yang digunakan dan semakin rendah nilai SNR, mengakibatkan semakin rendah nilai noise margin. Nilai noise margin terendah yang dapat terbaca adalah 49,09952607% yang terjadi pada 6 kanal dengan SNR sebesar 8,929856 dB, sedangkan nilai noise margin tertinggi yang dapat terbaca adalah 85,82240161% pada penggunaan 1 kanal dengan SNR 26,73931dB. Semakin banyak kanal yang digunakan dan semakin rendah nilai SNR, maka semakin besar nilai timing jitter. Nilai timing jitter terbesar yang dapat terbaca adalah 9,973396091% yang terjadi pada 6 kanal dengan SNR sebesar 10,16804 dB, sedangkan nilai timing jitter terendah yang dapat terbaca adalah 5,390361199% pada penggunaan 1 kanal dengan SNR 26,73931 dB. Nilai SNR eye pattern lebih besar jika dibandingkan dengan nilai SNR perhitungan. Hal ini dikarenakan pada sistem TDM sinyal informasi lebih tahan terhadap noise. SNR terkecil pada 6 kanal yang terbaca pada eye pattern adalah 7,182690089 dB sedangkan SNR hasil perhitungan adalah 4,4649 dB.Kata Kunci — TDM, POF, noise, kanal