Articles

Found 10 Documents
Search

Penerapan Metode Demonstrasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Pokok Bahasan Energi di Kelas IIIB SD Integral Rahmatullah Tolitoli Sarina, Sarina
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 4, No 11 (2016): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas IIIB SD Integral Rahmatullah Tolitoli pada mata pelajaran IPA pokok bahasan energi. Telah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA pokok bahasan energi melalui penerapan metode demonstrasi di kelas IIIB SD integral Rahmatullah Tolitoli. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat  tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan  refleksi, dengan jumlah siswa 29 yaitu terdiri dari 15 orang laki-laki dan 14 orang perempuan. Dari hasil evaluasi akhir siklus I diperoleh ketuntasan belajar klasikal sebesar 41,4% dengan nilai rata-rata 62,7. Hasil evaluasi akhir siklus II diperoleh ketuntasan belajar klasikal sebesar 100%, dengan nilai rata-rata 84,1. Dapat disimpulkan  bahwa penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA pokok bahasan energi di kelas IIIB SD Integral Rahmatullah Tolitoli. Kata Kunci: Metode Demonstrasi, IPA. Hasil Belaja
MENINGKATKAN PRODUKSI PADI SAWAH DENGAN PUPUK ORGANIK PELEPAH SAWIT (PUPUK POPS); EVALUASI MUSIM TANAM KE-TIGA Sunarti, Sunarti; Hasibuan, Ikhsan; Sarina, Sarina
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 16 No 1 (2018): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan  input  produksi  yang mudah,  murah  dan  dapat  diperoleh  setiap  saat merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam praktek pertanian organik. Pupuk organik pelepah  sawit  (Pupuk  POPS)  merupakan  salah  satu  alternative  yang  memenuhi  syarat tersebut. Setidaknya ada empat keunggulan pelepah sawit sebagai bahan utama pembuat pupuk  organik  dibanding  bahan  organik  lainnya  yaitu  tersedia  dalam  jumlah  banyak, sangat murah bahkan gratis, berstatus by product dan dapat dipadukan dengan technologi mesin chopper untuk mencacah pelepahnya yang keras. Penelitian telah dilaksanakan  di persawahan beririgasi teknis di desa Padang Rambun kabupaten Seluma, Bengkulu. Split plot design digunakan dalam penelitian ini. Sebagai petak utama adalah tiga jenis pupuk yaitu pupuk POPS, pupuk bokashi kotoran sapi dan pupuk anorganik.  Sedangkan  anak petak terdiri dari tiga taraf dosis pupuk yaitu 120, 90, dan 60 kg N/ha. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa pupuk POPS memberikan  performa  terbaik untuk tinggi  tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif dan hasil gabah kering giling (6,81 ton/ha). Sedangkan  dosis terbaik adalah 120 kg N/ha dengan hasil 6,69 ton/ha. Terakhir, pupuk POPS secara konsisten meningkatkan produktivitas  padi sawah sejak dari tahun pertama hingga tahun ke-tiga ini.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PESEDIAAN BERAS DI KOTA BENGKULU Sarina, Sarina; Hermawati, Hermawati
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 16 No 1 (2018): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian adalah untuk  mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi permintaan beras di kota Bengkulu. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan  BPPS kota Bengkulu, dinas/instansi, laporan-laporan hasil penelitian serta pihak-pihak terkait, observasi dengan pendekatan  institusional/ lembaga maupun sumber lainnya yang menunjang  penelitian ini. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara kualitatif maupun secara kuantitatif  berupa data time series yang meliputi data jumlah penduduk, pendapatan masyarakat dan harga beras dari tahun 1995 s/d 2014. Analisis  yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Permintaan beras di kota Bengkulu 79% dipengaruhi oleh jumlah penduduk, pendapatan perkapita dan harga beras sedangkan 21% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Jumlah penduduk,pendapatan masyarakat dan harga beras secara bersama-sama berpengaruh terhadap permintaan beras, sedangkan secara parsial pendapatan masyarakat dan harga beras tidak berpengaruh terhadap permintaan beras di kota Bengkulu.
PERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN BERAS KOTA BENGKULU Sarina, Sarina; Hermawati, Hermawati
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 14 No 2 (2016): Agroqua Journal
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bengkulu pada tahun 2012 memiliki luas tanam padi sawah 2.913 ha dengan luas panen 2.517 dan produksi 11.957 ton dengan jumlah penduduk 319.100 jiwa (BPS Kota Bengkulu, 2013). Rendahnya luas tanam di kota Bengkulu disebabkan karena banyaknya alih fungsi lahan persawahan untuk dijadikan lokasi perumahan dan pertokoan, akibatnya luas sawah di kota Bengkulu menyusut dari tahun ketahun yang berdampak pada makin berkurangnya rumah tangga usaha produksi padi. Kemampuan produksi beras di kota Bengkulu tidak seimbang dengan jumlah penduduk dan kebutuhan beras yang akan dikonsumsi oleh penduduk kota Bengkulu yang lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk kabupaten lain di propinsi Bengkulu. Tujuan Penelitian adalah untuk:Mengetahui kebutuhan dan persediaan beras di kota Bengkulu dan untuk memprediksi kebutuhan dan persediaan beras kota Bengkulu lima tahun kedepan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret s/d Juli 2015 di kota Bengkulu Propinsi Bengkulu. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data skunder Data skunder diperoleh dari laporan Dinas, lembaga/instansi, laporan-laporan hasil penelitian serta pihak-pihak terkait dengan cara survey, observasi dengan pendekatan institusional/ lembaga maupun sumber lainnya yang menunjang penelitian ini. Untuk memprediksi permintaan beras lima tahun kedepandigunakan analisis trend linier dengan menggunakan metode least squares method (Ibrahim, 2009). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan beras kota Bengkulu pada tahun 2014 adalah 27.787,7 ton sedangkan persediaan beras hanya 8.318,75 ton (kekurangan 70,06 %).Prediksi kebutuhan beras lima tahun kedepan yaitu pada tahun 2019 adalah 31.838,64 ton sedangkan persediaan hanya 8.921,08 ton (kekurangan 71,98%). 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN LAMA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI (0-6 BULAN) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOKOAU KOTA KENDARI Sarina, Sarina; Darlian, Lili
JURNAL AMPIBI (Almuni Pendidikan Biologi) Vol 2, No 2 (2018): Kesehatan Pendidikan
Publisher : JURNAL AMPIBI (Almuni Pendidikan Biologi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12.103 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan ibu, tingkat pendapatan keluarga dandukungan suami dengan lama pemberian ASI eksklusif pada bayi (0-6 bulan) di wilayah kerja PuskesmasMokoau Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah korelasi.Teknik pengambilan sampel dilakukan secarapurposive sampling pada ibu dan bapak yang memiliki bayi (0-6 bulan) yang diperoleh 124 sampel.Analisis yang digunakan ada 2 yaitu uji korelasi Spearman dan analisis jalur (path analysis). Hasil analisisstatistik dengan uji korelasi Spearman diperoleh nilai p = 0,001 < 0,05 menunjukkan pengetahuan ibuberhubungan dengan lama pemberian ASI eksklusif. Hal ini terjadi karena dengan pengetahuan yang baiktentang ASI eksklusif maka, ibu dapat memberikan ASI eksklusif kepada bayinya sampai umur 6 bulan.Hasil analisis statistik dengan uji korelasi Spearman diperoleh nilai p = 0,001 < 0,05 menunjukkan tingkatpendapatan keluarga berhubungan dengan lama pemberian ASI eksklusif. Hal ini terjadi karena semakintinggi tingkat pendapatan keluarga maka keluarga tersebut mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarganyasehingga ASI yang diproduksi oleh ibu menjadi lancar dan dapat memberikan ASI eksklusif pada bayi dariumur 0-6 bulan. Hasil analisis statistik dengan uji korelasi Spearman diperoleh nilai p = 0,002 < 0,05menunjukkan dukungan suami berhubungan dengan lama pemberian ASI eksklusif. Hal ini terjadi karenasemakin besar dukungan suami kepada ibu untuk memberikan ASI maka tinggi kemauan ibu untukmenyusui secara eksklusif sehingga semakin lama pula pemberian ASI eksklusif yang diberikan pada bayi.Hasil analisis statistik dengan analisis jalur (path analysis) hubungan antara pengetahuan ibu, tingkatpendapatan keluarga dan dukungan keluarga (suami atau anggota keluarga) dengan pemberian ASIeksklusif pada bayi (0-6 bulan) diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa ada hubungan yangsignifikan dan simultan antara pengetahuan ibu, tingkat pendapatan keluarga dan dukungan keluarga (suamiatau anggota keluarga) terhadap pemberian ASI eksklusif pada bayi (0-6 bulan) dengan pengaruh sebesar65,4%. Kata Kunci : Pengetahuan, Pendapatan, Dukungan Keluarga, ASI Eksklusif
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN LAMA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI (0-6 BULAN) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOKOAU KOTA KENDARI Sarina, Sarina; Amiruddin, Amiruddin; Darlian, Lili
JURNAL AMPIBI (Almuni Pendidikan Biologi) Vol 2, No 1 (2017): Ampibi 4
Publisher : JURNAL AMPIBI (Almuni Pendidikan Biologi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.302 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan ibu, tingkat pendapatan keluarga dan dukungan suami dengan lama pemberian ASI eksklusif pada bayi (0-6 bulan) di wilayah kerja Puskesmas Mokoau Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah korelasi.Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling pada ibu dan bapak yang memiliki bayi (0-6 bulan) yang diperoleh 124 sampel. Analisis yang digunakan ada 2 yaitu uji korelasi Spearman dan analisis jalur (path analysis). Hasil analisis statistik dengan uji korelasi Spearman diperoleh nilai p = 0,001 < 0,05 menunjukkan pengetahuan ibu berhubungan dengan lama pemberian ASI eksklusif. Hal ini terjadi karena dengan pengetahuan yang baik tentang ASI eksklusif maka, ibu dapat memberikan ASI eksklusif kepada bayinya sampai umur 6 bulan. Hasil analisis statistik dengan uji korelasi Spearman diperoleh nilai p = 0,001 < 0,05 menunjukkan tingkat pendapatan keluarga berhubungan dengan lama pemberian ASI eksklusif. Hal ini terjadi karena semakin tinggi tingkat pendapatan keluarga maka keluarga tersebut mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarganya sehingga ASI yang diproduksi oleh ibu menjadi lancar dan dapat memberikan ASI eksklusif pada bayi dari umur 0-6 bulan. Hasil analisis statistik dengan uji korelasi Spearman diperoleh nilai p = 0,002 < 0,05 menunjukkan dukungan suami berhubungan dengan lama pemberian ASI eksklusif. Hal ini terjadi karena semakin besar dukungan suami kepada ibu untuk memberikan ASI maka tinggi kemauan ibu untuk menyusui secara eksklusif sehingga semakin lama pula pemberian ASI eksklusif yang diberikan pada bayi. Hasil analisis statistik dengan analisis jalur (path analysis) hubungan antara pengetahuan ibu, tingkat pendapatan keluarga dan dukungan keluarga (suami atau anggota keluarga) dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi (0-6 bulan) diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa ada hubungan yang signifikan dan simultan antara pengetahuan ibu, tingkat pendapatan keluarga dan dukungan keluarga (suami atau anggota keluarga) terhadap pemberian ASI eksklusif pada bayi (0-6 bulan) dengan pengaruh sebesar 65,4%.Kata Kunci: Pengetahuan, Pendapatan, Dukungan Keluarga, ASI Eksklusif
REPRESENTASI GENDER MELALUI BAHASA DALAM NOVEL SALI: KISAH SEORANG WANITA SUKU DANI KARYA DEWI LINGGASARI Sarina, Sarina
JURNAL ILMU BUDAYA Vol 7, No 1 (2019): Volume 7 No 1 January-Juni
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/jib.v7i1.6475

Abstract

This study aims to reveal the forms of injustice reflected through the language used in the novel of Sali: Kisah Seorang Wanita Suku Dani by Dewi Linggasari. This research is a study using descriptive methods. A method of study is a way of gaining knowledge of a particular object and therefore, must conform to the existence of the object as the theory states. The research Data is the language in the Sali’s Novel: Kisah Seorang Wanita Suku Dani by Dewi Langgasari. Data collection using documentation techniques and note-taking techniques. The results showed that: data on forms of gender injustices reflecting through the language in Sali's novel: Kisah Seorang Wanita Suku Dani, the researcher found only three of the five types of violence set in the previous chapter. The three forms of violence, namely discrimination, double burden, and violence. Also, subordination and marginalization are not found.
TIPOLOGI BANGUNAN BERSEJARAH RUMAH LEPRO MERAUKE Hematang, Yashinta Irma Pratami; Sarina, Sarina
MUSTEK ANIM HA Vol 6 No 3 (2017): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v6i3.709

Abstract

Kabupaten Merauke seyogyanya menjaga dan mengupayakan pelestarian bangunan tua/bersejarahnya.  Diharapkan dengan adanya kajian awal yaitu penelitian ini, terbuka peluang untuk kegiatan konservasi bangunan bersejarah ini di kemudian hari (tahap awal kegiatan konservasi bangunan).  Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Merauke (2013) dalam Badan Pusat Statistik (2014: 330), Lepro (orang sakit lepas) merupakan satu dari 29 tempat-tempat bersejarah di Kabupaten Merauke. Walaupun demikian, Rumah Lepro saat ini belum dalam tahap awal kegiatan pemugaran.Penelitian ini bersifat inductive exploratory research, yaitu penelitian dengan pendekatan induktif yang bersifat menjelajah yang mempunyai permasalahan yang terbuka luas (misal: studi kasus,  grounded-research) dan belum ada hipotesanya. Penelitian ini datanya diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara dengan pemilik rumah.Permukiman Lepro terdiri dari lima klaster, masyarakat menyebutnya dengan Kampung 1, Kampung 2, kampung 3, kampung 4, dan kampung 5. Masing-masing kampung terdiri dari lima rumah. Berdasarkan hasil penelitian, rumah lepro pada area Lepro I dikategorikan menjadi dua (2) tipe bentuk rumah, yaitu: (1)            Rumah Lepro Bentuk Pondasi Umpak Kayu dan (2) Rumah Lepro Bentuk Pondasi Umpak Beton. Adapun tipe (2) terbagi menjadi dua klasifikasi yaitu: (2a) Bentuk Atap Asbes dan (2b) Bentuk Atap Seng.
ANALISIS FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI CABAI MERAH DI DESA KAMPUNG MELAYU KECAMATAN BERMANI ULU KABUPATEN REJANG LEBONG Sarina, Sarina; Silamat, Eddy; Puspitasari, Delfi
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 13 No 2 (2015): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertanian merupakan kegiatan dalam usaha mengembangkan (Reproduksi) tumbuhan dan&nbsp;hewan dengan maksud agar tumbuh lebih baik untuk memenuhi kebutuhan manusia.&nbsp;Pertanian juga sebagai jenis usaha atau kegiatan ekonomi beberapa tanaman atau usahatani&nbsp;yang meliputi, tanaman pangan, holtikultura, perkebunan, perikanan dan kehutanan sebagai&nbsp;subsektor dari sektor pertanian. Pengembangan yang telah dilaksanakan pada tahun-tahunsebelumnya telah menunjukkan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang&nbsp;memberikan kontribusi yang cukup besar dalam perekonomian penduduk. Penelitian ini&nbsp;bertujuan Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi cabai merah.&nbsp;Responden dalam penelitian ini adalah petani yang menanam cabai merah pada musim&nbsp;tanam januari 2014 di Desa Kampung Melayu Kecamatan Bermani Ulu Kabupaten Rejang&nbsp;Lebong yang di lakukan dengan secara sengaja (Purposive).Pengambilan Sampel dilakukan&nbsp;menggunakan metode acak sederhana (Simpel Random Sampling) yaitu setiap populasimempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sebagai sampel. Jumlahnya sebanyak&nbsp;30 orang petani cabai merah.Alat analisis yang digunakan untuk menganalisis faktor-faktor&nbsp;yang mempengaruhi produksi cabai merah di analisis dengan Cobb Douglash. Faktor-faktor&nbsp;yang mempengaruhi Produksi cabai merah di Desa Kampung Melayu Kabupaten Rejang&nbsp;Lebong adalah Jumlah Luas lahan (X1) , Jumlah Benih (X2), Jumlah Pupuk organik (X4),&nbsp;Jumlah Pupuk an organik (X5) dan Jumlah pestisida (X6), Sedangkan faktor yang tidak&nbsp;berpengaruh nyata adalah Jumlah tenaga kerja (X3),Berdasarkan penelitian yang telahdilakukan bahwa di Desa Kampung Melayu Kecamatan Bermani Ulu Kabupaten Rejang&nbsp;Lebong pada bulan saat penelitian harga cabai mengalami penurunan harga.
Analisa Efisiensi Usahatani Padi Sawah Di Desa Padang Siring Kecamatan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan Isontase, Isontase; Sarina, Sarina; Prihanani, Prihanani
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 15 No 1 (2017): Agroqua Journal
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian &nbsp;Analisa &nbsp;Usahatani &nbsp;Padi &nbsp;Sawah &nbsp;di &nbsp;Desa &nbsp;Padang &nbsp;Siring &nbsp;Kecamatan &nbsp;Seginim Kabupaten Bengkulu&nbsp; Selatan, bertujuan untuk mengetahui berapa besar biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan besarnya&nbsp;&nbsp; R/C Rasio usahatani Padi Sawah di Desa Padang Siring&nbsp; Kecamatan &nbsp;Seginim &nbsp;Kabupaten &nbsp;Bengkulu &nbsp;Selatan. &nbsp;Penelitian &nbsp;dilaksanakan &nbsp;pada bulan Nopember &nbsp;2016&nbsp; sampai dengan Januari 2017 di Desa Padang&nbsp; Siring&nbsp; Kecamatan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan &nbsp;metode &nbsp;simple&nbsp; random &nbsp;sampling.Dri &nbsp;207 &nbsp;jumlah &nbsp;populasi &nbsp;diambil &nbsp;31 &nbsp;orang responden. Analisis data yang digunakan yaitu analisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan R/C Rasio. Hasil analisis menunjukkan bahwa biaya produksi diperoleh per usahatani &nbsp;yaitu &nbsp;Rp.&nbsp; 4.606.620 &nbsp;per&nbsp; usahatani &nbsp;dengan &nbsp;penerimaan &nbsp;Rp. &nbsp;23.989.677 &nbsp;per usahatani. Jadi pendapatan yang diperoleh dalam usahatani Padi Sawah di Desa Padang Siring Kecamatan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan yaitu Rp. 19.383.057 per usahatani. R/C Rasio menunjukan nilai sebesar 5.21 per usahatani. Berdasarkan kriteria nilai R/C rasio &gt; &nbsp;1 &nbsp;berarti &nbsp;suatu &nbsp;usahatani &nbsp;Padi &nbsp;Sawah &nbsp;di &nbsp;Desa &nbsp;Padang &nbsp;Siring &nbsp;Kecamatan &nbsp;Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan efisien.