Articles

Found 21 Documents
Search

POTENSI KONFLIK DI DAERAH TUJUAN TRANSMIGRASI (KASUS SAMPIT DAN MESUJI) Sarmita, I Made
Media Komunikasi Geografi Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.869 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v15i1.11422

Abstract

Program transmigrasi yang digalakkan oleh pemerintah sebagai salah satu program kebijakan kependudukan tidak selamanya membawa berkah bagi kaum transmigran. Dibalik potensi kehidupan yang lebih terjamin, dalam program ini juga menyimpan potensi konflik yang setiap saat bisa meletus. Artikel ini menguraikan potensi konflik di daerah tujuan transmigrasi disertai dengan beberapa kasus yang telah terjadi. Potensi terjadinya konflik di daerah transmigrasi sangat besar, terjadi karena tidak adanya kesesuaian budaya pendatang dengan budaya lokal, fanatisme kedaerahan, kecemburuan terhadap keberhasilan penduduk pendatang, dan perilaku penduduk pendatang yang menyinggung kebiasaan atau adat-istiadat penduduk lokal. Konflik juga terjadi disebabkan oleh faktor lingkungan utamanya berkaitan dengan teori ketamakan serta teori kemerosotan dan kelangkaan sumberdaya alam. Hasil studi empiris yang dipaparkan memperkuat teori yang sudah ada. Berbenturnya sifat-sifat negatif yang dimiliki masing-masing etnis menjadi akar konflik etnis Madura dengan etnis Sampit. Pada sisi lainnya teori ketamakan menjadi basis timbulnya konflik di Mesuji Lampung.
VARIASI PARITAS ANITA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) UMUR 45-49 TAHUN DI KECAMATAN MENGWI KABUPATEN BADUNG BALI Ratnasari, Ni Komang Sinta; Astawa, Ida Bagus Made; Sarmita, I Made
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v5i3.20669

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung Bali dengan tujuan: (1) menganalisis variasi paritas Wanita PUS umur 45-49 tahun di Kecamatan Mengwi, dan (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi paritas wanita PU umur 45-49 tahun di Kecamatan Mengwi. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif dengan sampel areal pada tiga desa/kelurahan yang ditentukan secara purposif dan subjek sampel sebesar 10% (82 PUS Wanita Usia 45 ? 49 Tahun) dari populasi sebesar 815 yang ditentukan secara proporsional random sampling. Pengumpulan data primer menggunakan metode wawancara, dan data sekunder menggunakan metode pencatatan dokumen.Data diolah dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuanlitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Terdapat variasi Paritas Wanita Umur 45-49 Tahun antar desa/kelurahan di Kecamatan Mengwi. (2) faktor-faktor yang merpengaruhi variasi paritas wanita PUS Umur 45-49 Tahun di Kecamatan Mengwi adalah faktor sosial (pendidikan), pekerjaan, dan budaya. Faktor ekonomi (pendapatan) tidak berpengaruh terhadap paritas PUS Wanita Umur 45 ? 49 Tahun di Kecamatan Mengwi.
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN TINGKAT PENDAPATAN TERHADAP BENTUK PENGELOLAAN SAMPAH AORGANIK RUMAH TANGGA DI DESA ALASANGKER Jayanti, Kadek Rini; Christiawan, Putu Indra; Sarmita, I Made
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v5i2.20662

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Alasangker, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng yang bertujuan untuk (1) menganalisis pengaruh tingkat pendidikan terhadap bentuk pengelolaan sampah anorganik rumah tangga di Desa Alasangker dan (2) menganalisis pengaruh tingkat pendapatan terhadap bentuk pengelolaan sampah anorganik rumah tangga di Desa Alasangker. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan jumlah sampel subjek yaitu 77 KK. Data diperoleh dengan teknik wawancara terstruktur dan dianalisis secara kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) variabel tingkat pendidikan secara parsial mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap bentuk pengelolaan sampah anorganik rumah tangga di Desa Alasangker dengan signifikansi kurang dari 0,05 yaitu sebesar 0,001 dengan nilai t 0,328; (2) variabel tingkat pendapatan secara parsial mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap bentuk pengelolaan sampah anorganik rumah tangga di Desa Alasangker dengan signifikansi kurang dari 0,05 yaitu sebesar 0,000 dengan nilai t 0,565. Hasil uji regresi linier berganda diperoleh, yang paling berpengaruh adalah tingkat pendapatan.
DAMPAK PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP DAYA DUKUNG LAHAN PERTANIAN DI DESA SAMBANGAN Jayadi, I Made Yogi; Christiawan, Putu Indra; Sarmita, I Made
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v5i2.20658

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui pertumbuhan penduduk Desa Sambangan dari tahun 2012 hingga tahun 2016, (2) untuk mengetahui daya dukung lahan pertanian Desa Sambangan dari tahun 2012 hingga tahun 2016, dan (3) untuk mengetahui dampak pertumbuhan penduduk terhadap lahan pertanian di Desa Sambangan dari tahun 2012 hingga tahun 2016. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pencatatan dokumen. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Pertumbuhan penduduk Desa Sambangan mengalami peningkatan setiap tahun. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan persamaan eksponensial diperoleh rata-rata laju pertumbuhan penduduk di Desa Sambangan sebesar 1,41% per tahun dalam periode tahun 2012-2016. (2) Dalam periode tahun 2012-2016, luas lahan pertanian mengalami penurunan akibat adanya alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian, namun nilai daya dukung lahan pertanian Desa Sambangan masih memenuhi standar evaluasi, yaitu 1 ? ? . Hal ini menunjukan bahwa daya dukung lahan pertanian di Desa Sambangan masih mampu berswasembada pangan dan mampu memberikan kehidupan yang layak bagi penduduknya. (3) Laju pertumbuhan penduduk Desa Sambangan memiliki dampak negatif terhadap nilai daya dukung lahan pertanian di wilayah tersebut. Hasil uji korelasi pearson product moment diperoleh koefisien korelasi besar koefisien korelasi nilai hitung tabel r ? r yaitu 0,949 ?0,878. Hasil uji regresi linier sederhana diperoleh persamaan Y ?14,297? 2,319X
PEMETAAN POTENSI WISATA UNTUK PENGEMBANGAN DESA WISATA MUNTIGUNUNG DI DESA TIANYAR BARAT Citra, I Putu Ananda; Sarmita, I Made
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v8i1.16606

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Penerapan IPTEKS akan dilaksanakan di Dusun Muntigunung Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu. Desa Tianyar Barat merupakan salah satu desa prioritas pengembangan desa wisata di Kabupaten Karangasem sebagai salah satu langkah mengganti image sebagai Desa sumner dari para Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) di Bali. Pengembangan desa wisata tersebut dapat terwujud dengan melakukan inventarisasi potensi desa melalui pemetaan partisipatif secara digital, mengingat keterbatasan informasi profil desa yang ada saat ini di Desa Tianyar Barat. Tujuan dan target khusus yang ingin dicapai dalam P2M ini adalah: (1) meningkatkan pengetahuan para pamong desa tentang peta dan penggunaannya untuk inventarisasi informasi potensi desa; (2) memberikan keterampilan kepada para pamong desa dalam pembuatan peta potensi desa secara digital; dan (3) menghasilkan produk berupa peta partisipatif potensi desa sesuai kaidah kartografis baik dalam bentuk permanent map maupun digital map. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan pendekatan pemberdayaan dengan menerapkan prinsip partisipati penuh kelompok sasaran. Metode pemberdayaan yang diterapkan bersifat variatif, yaitu: metode brainstorming, workshop, kerja praktek lapangan (tracking field), bimbingan penugasan dan tanya jawab berbasis modul, dan pelatihan.
Niat Migrasi dan Penyesuaian Diri Migran Sirkuler Asal Jawa di Kecamatan Kuta Selatan – Bali Sarmita, I Made; Giyarsih, Sri Rum; Listyaningsih, Umi
Majalah Geografi Indonesia Vol 28, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.13060

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap karakteristik migran sirkuler asal jawa dengan fokus; (1) niat migrasinya di masa mendatang yang diprediksi menggunakan variabel upah, umur, lama tinggal, dan tingkat pendidikan; (2) penyesuaian diri mereka dalam dimensi ekonomi, serta fisik dan lingkungan tempat tinggal. Analisis dilakukan dengan teknik regresi model binary logistic untuk tujuan penelitian pertama, dan teknik statistik deskriptif (mean) yang diperkuat dengan teknik uji beda untuk tujuan penelitian yang kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) variabel upah, umur, lama tinggal, dan tingkat pendidikan secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat migrasi dari para migran sirkuler asal Jawa; (2) penyesuaian diri migran sirkuler asal jawa menunjukkan pola yang berfluktuasi dengan semakin lamanya migran tinggal di Kuta Selatan dalam dimensi ekonomi, dan penyesuaian dirinya semakin berhasil dengan semakin lamanya mereka sudah tinggal di Kuta Selatan dalam dimensi fisik dan lingkungan tempat tinggal. ABSTRACT This study aims to reveal the characteristics of circular migrant from Java with focus: (1) migration intentions in the future are predicted by use a wage, age, length of stay, and level of education variable, (2) their adjustment in the economic, and physical and living environment dimension. Analysis was done by using binary logistic regression models for the purpose of the first study, and techniques of descriptive statistics (mean) reinforced with different test techniques for the purpose of the second study. The results showed: (1) wage, age, length of stay, and level of education variable, together have a significant effect on the migration intentions of circular migrants from Java, (2) adjustment circular migrant from Java showed a fluctuating pattern with increasing duration of migrants living in South Kuta in the economic dimension, and his adjustment is more successful with increasing duration of migrants living in South Kuta in physical and living environment dimensions.
WACANA KB KRAMA BALI : ANALISIS PERSEPSI WARGANET DI MEDIA SOSIAL FACEBOOK Sarmita, I Made
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol 9 No 2 (2019): DUNIA POLITIK DAN HOSPITALITI PEREMPUAN BALI
Publisher : Pusat Kajian Bali Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2019.v09.i02.p03

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui persepsi publik terhadap wacana KB Bali sekaligus harapan yang didambakan publik ketika wacana ini berubah menjadi sebuah program. Untuk mencapai tujuan tersebut, metode yang digunakan adalah deskriptif dengan analisis kualitatif. Sumber data adalah komentar publik pada masing-masing media masa online terpilih yang memviralkan wacana KB Bali di media sosial facebook. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat variasi pemberitaan wacana KB Bali di media sosial facebook oleh media masa online yang dikaji, dilihat dari judul berita dan intensitas pemberitaannya. Bervariasinya pemberitaan wacana KB Bali tidak dapat dilepaskan dari kebijakan internal organisasi media dan pengaruh eksternal media itu sendiri; 2) Sikap publik terhadap wacana KB Bali sebagian besar adalah setuju (47%). Hal ini menunjukkan bahwa hampir sebagian dari publik cukup antusias akan adanya KB Bali. Keantusiasan publik terhadap KB Bali menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya Bali yang dianut memiliki peranan yang lebih tinggi/penting dibandingkan dengan nilai-nilai lainnya terkait kepemilikan anak; 3) Harapan publik terhadap wacana KB Bali cukup bervariasi, namun yang mencolok hanya 3 hal yaitu tidak ada harapan lebih lanjut, pemberian insentif, dan prioritas pada program yang lain. Dari harapan ini dapat diidentifikasi bahwa nilai-nilai ekonomi dan budaya memiliki peranan yang vital akan nilai anak di kalangan publik. Kata Kunci: KB krama Bali, persepsi, media sosial, facebook
KUALITAS PERMUKIMAN NELAYAN WILAYAH PESISIR DI DESA ANTURAN KECAMATAN BULELENG ( KAJIAN KUALITAS PERMUKIMAN SKALA MIKRO) Zuhro, Lailatuz; Wesnawa, I Gede Astra; Sarmita, I Made
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v7i3.21577

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Anturan, Kecamatan Buleleng dengan tujuan untuk menganalisis kualitas permukiman nelayan wilayah pesisir Desa Anturan Kecamatan Buleleng (kajian kualitas permukiman skala mikro), mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas permukiman nelayan wilayah pesisir Desa Anturan Kecamatan Buleleng (kajian kualitas permukiman skala mikro) dan menganalisis hubungan antara pendidikan dan pendapatan dengan kualitas permukiman Desa Anturan Kecamatan Buleleng (kajian kualitas permukiman skala mikro). Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif, dengan studi populasi sebanyak 65 nelayan (KK) yang memiliki dan menempati rumah di wilayah pesisir Desa Anturan. Pengumpulan data menggunakan metode pencatatan dokumen, observasi dan wawancara. yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif menggunakan statistik product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas permukiman nelayan wilayah pesisir Desa Anturan Kecamatan Buleleng (kajian kualitas permukiman skala mikro) termasuk kategori sedang. Disisi lain terdapat pengaruh yang positif antara tingkat pendidikan, faktor yang mempengaruhi kualitas permukiman, dilihat dari pendidika dan pendapatan termasuk kategori sedang dan tingkat pendapatan terhadap kualitas permukiman.
SEKTOR INFORMAL SEBAGAI KATUP PENGAMAN PENYERAPAN TENAGA KERJA TIDAK TERAMPIL (UNSKILLED WORKERS) (KASUS PEDAGANG ANGKRINGAN DI KOTA YOGYAKARTA) Sarmita, I Made
Media Komunikasi Geografi Vol 14, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v14i2.2199

Abstract

This study focuses on angkringan trader profile relationship as a safety valveunskilled workers in the city of Yogyakarta. This study is a fundamental anddescriptive survey of 45 angkringan trader in Yogyakarta. The data were collectedthrough structured interviews and observation is further analyzed using adescriptive. The results showed that the majority of angkringan trader is a middleagedin labor force and dominated by men. The Highest level of education theyare able to accomplish is a elementary school, senior high school and junior highschools. Angkringan trader mostly local workers from Yogyakarta, some aremigrant workers who come from Klaten, and Gunung Kidul. Income that could beobtained ranged between Rp 600,000 - Rp 1,500,000 per month. A small part ofangkringan trader have side jobs as laborers and becak with additional incomebetween Rp 300,000-Rp 500,000 per month. The main reason they chose theseefforts are not require special skills. Angkringan is a safety valve in the absorptionof unskilled workers. This fact supported by the responses of respondents said anangkringan trader because required of skill is not too special. The positive impactof angkringan trader visible presence in the social and economic consequences offavorable economic growth and reduce the unemployment rate in the city ofYogyakarta. This Small businesses have proven to be invisible hand for economicdevelopment in the city of Yogyakarta.Keywords: Angkringan Trader, Safety Valve, Unskilled Workers
REFLEKSI KRITIS KONDISI DEMOGRAFI INDONESIA: ANTARA BONUS DAN BENCANA DEMOGRAFI Sarmita, I Made
Media Komunikasi Geografi Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.68 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v18i1.10558

Abstract

Indonesia still has various demographic problems. Large population, low population quality, and uneven distribution of population. In quantity, Indonesia can be said will soon enjoy the demographic dividend because the large number of population is a productive age. But the large number of productive age population was not followed by a reliable quality and this can actually be a demographic disaster. This article presents the outlook as a critical reflection of Indonesia's current demographic condition derived from the review of demographic data and related writings. The results obtained are that the demographic conditions of Indonesia are in the "crossroads".  In terms of quantity, Indonesia will enjoy demographic dividend, but in terms of the quality of Indonesia will be faced with the demographic disaster. To avoid the negative impacts of the demographic conditions and to enjoy the momentum, extra effort needs to be done not only by the government, but by all components of the nation. Real, immediate and continuous efforts that can be done include improving the quality of human resources, especially through education and health, creating jobs by all parties, placing the elderly population as an asset, and consolidating the agricultural sector through the empowerment of local farmers as well as cutting wages between agriculture and non-agricultural sectors.