Articles

PENGEMBANGAN MODUL BERORIENTASI POE (PREDICT, OBSERVE, EXPLAIN) BERWAWASAN LINGKUNGAN PADAMATERI PENCEMARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Widyaningrum, Ratna; Sarwanto, Sarwanto; Karyanto, Puguh
BIOEDUKASI Vol 6, No 1 (2013): Jurnal Bioedukasi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.334 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pengembangan modul berorientasi POE berwawasan lingkungan pada materi pencemaran, kelayakan modul, efektivitas modul, dan perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan setelah penerapan modul. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang mengacu pada model Borg & Gall yang telah dimodifikasi. Sampel pengembangan meliputi sampel validasi produk sejumlah 4 validator, sampel uji coba terbatas pada 10 siswa, dan sampel uji coba lapangan sejumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket untuk analisis kebutuhan, validasi ahli, dan tanggapan siswa terhadap modul; lembar observasi untuk hasil belajar psikomotorik, afektif, dan keterlaksanaan sintaks; wawancara untuk analisis kebutuhan, tanggapan siswa terhadap modul saat uji coba terbatas, dan lapangan; dan tes untuk hasil belajar kognitif. Uji coba lapangan menggunakan one group pretest-posttes design. Data hasil belajar kognitif dihitung dengan gain ternormalisasi dan diuji dengan uji t dua sampel berpasangan, sedangkan hasil belajar psikomotorik dan afektif dihitung persentase ketercapaiannya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: pengembangan modul berorientasi POE berwawasan lingkungan pada materi pencemaran menggunakan model Borg & Gall yang telah dimodifikasi melalui tahapan research and information collection, planning, developpreliminary form of products, preliminary field testing, main product revision, main field testing, dan operational product revision; kelayakan modul bernilai 3,3 setelah dilakukan uji lapangan dan berkategori ?Baik?; pencapaian hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan dalam kategori ?Sedang?; dan setelah dilakukan uji secara statistik diperoleh perbedaan hasil belajar siswa Kata Kunci: Modul, POE, Lingkungan, Hasil Belajar
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU SMP/MTs KELAS VII DENGAN MODEL DISCOVERY LEARNING TEMA AIR LIMBAH INDUSTRI BATIK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS Mulyanto, Mulyanto; Masykuri, Mohammad; Sarwanto, Sarwanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i2.17308

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan modul IPA Terpadu SMP/MTs kelas VII dengan model discovery learning tema air limbah industri batik; 2) menganalisis kelayakan modul IPA Terpadu SMP/MTs kelas VII dengan model discovery learning tema air limbah industri batik; 3) menganalisis efektifitas modul IPA Terpadu SMP/MTs kelas VII dengan model discovery learning tema air limbah industri batik dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Penelitian pengembangan modul IPA Terpadu ini dilakukan mengikuti model R&D dari Thiagarajan (1974) yang terdiri dari 4 tahapan, yaitu  pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Hasil penelitian disimpulkan bahwa: 1) modul IPA terpadu SMP/MTs berbasis penemuan (discovery learning) tema air limbah industri batik yang dikembangkan dengan model Four D (4D). Kegiatan pembelajaran dalam modul sesuai dengan sintak discovery learning untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa; 2) modul IPA terpadu SMP/MTs berbasis penemuan (discovery learning) tema air limbah industri batik yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat baik ditinjau dari kelayakan fisik, isi/materi, bahasa, media, dan penyajian,  kesesuaian model penemuan dalam memberdayaan keterampilan proses sains siswa, kesesuaian basis discovery learning, kualitas metode penyajian, penggunaan ilustrasi, kelengkapan bahan penunjang, penyajian  pembelajaran, kegrafikan, dan tampilan umum  berdasarkan validator ahli dan praktisi pendidikan serta menurut siswa; 3) modul IPA terpadu SMP/MTs berbasis penemuan (discovery learning) tema air limbah industri batik yang dikembangkan efektif meningkatkan keterampilan proses sains berdasarkan hasil N-gain score sebesar 0,32 termasuk kriteria sedang. Nilai rata-rata kelas modul lebih besar dari  rata-rata kelas tanpa modul, dan prosentase ketuntasan klasikal kelas modul lebih besar daripada kelas tanpa modul.
PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MENGGUNAKAN MODUL DAN BULETIN DITINJAU DARI KEMAMPUAN VERBAL DAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA Fatimah, Siti; Sarwanto, Sarwanto; Aminah, Nonoh Siti
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Jurnal Inkuiri
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v2i01.9750

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran fisika dengan PBL menggunakan modul dan buletin, kemampuan verbal, serta motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar. Metode penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Sidareja tahun pelajaran 2012/2013 sebanyak 4 kelas. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik cluster random sampling sebanyak 3 kelas.  Kelas eksperimen 1 menggunakan modul, kelas eksperimen 2 menggunakan buletin, dan kelas eksperimen 3 menggunakan pendekatan konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk mendapatkan data prestasi kognitif produk dan kemampuan verbal siswa, metode angket untuk mendapatkan informasi prestasi kognitif proses, prestasi afektif, dan motivasi berprestasi siswa. Uji hipotesis penelitian menggunakan uji Kruskall-Wallis. Hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) pendekatan PBL menggunakan modul dan buletin memiliki pengaruh lebih baik daripada pendekatan konvensional terhadap prestasi produk dan proses; (2) tidak ada pengaruh antara pendekatan PBL menggunakan modul dan buletin dengan kemampuan verbal terhadap prestasi belajar; (3) ada pengaruh pendekatan PBL menggunakan modul dan buletin dengan motivasi berprestasi terhadap prestasi kognitif proses dan afektif; (4) pendekatan PBL menggunakan modul dan buletin memiliki interaksi yang lebih baik dengan kemampuan verbal dan motivasi berprestasi kategori tinggi dan rendah daripada pendekatan konvensional. Kata kunci: pembelajaran fisika, pendekatan PBL, modul, buletin
PENYUSUNAN TES DIAGNOSTIK FISIKA MATERI LISTRIK DINAMIS Nugraeni, Dita; Jamzuri, Jamzuri; Sarwanto, Sarwanto
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.666 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan menghasilkaninstrumen tes diagnostik alat ungkap miskonsepsi siswa dalam materi Listrik Dinamis di Sekolah Menengah Atas kelas X semester genap. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D)dengan metode 4-D yang dikembangkan oleh S. Thiagarajan, Dorothy S. Semmel, dan Melvyn I. Semmel (1974). Penelitian melibatkan ahli bidang studi Fisika dan siswa SMA Negeri Colomadu. Teknik pengumpulan data dengan teknik wawancara dan teknik tes. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptifnya dan analisis butir tes. Analisis deskriptif digunakan untuk proses penyusunan tes diagnostik. Sedangkan  analisis butir tes pilihan ganda dengan alasan yang sudah ditentukan meliputi uji validitas, dan reliabilitas soal. Tahap dalam penelitian terdiri dari 1) tahap Define meliputi analisis kurikulum, analisis silabus, dan analisis kebutuhan, 2) tahap design meliputi penyusunan kisi-kisi dan instrumen tes yang terdiri dari 20 butir soal yang teruji validitasnya melalui kegiatan validasi yang dilakukan oleh validator ahli, 3) tahap develop dilaksanakan dengan uji coba terbatas. Uji coba terbatas melibatkan 26 siswa (skala kecil) dan 53 siswa (skala besar) dari Kelas XI SMA Negeri Colomadu, 4) tahap disseminate. Berdasarkan analisis data dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa hasil penelitian ini antara lain: 1) butir soal tes diagnostik yang telah disusun sesuai dengan kompetensi dasar yang telah ditentukan. Terdapat sebaran soal pada setiap kompetensi dasar. Pada kompetensi dasar 5.1 yaitu memformulasikan besaran-besaran listrik rangkaian tertutup sederhana (satu loop) ada 15 item soal, kompetensi dasar 5.2 yaitu mengidentifikasi penerapan listrik AC (alternating current)dan DC (direct current)  dalam kehidupan sehari-hari ada 4 item soal, dan pada kompetensi dasar 5.3 yaitu menggunakan alat ukur listrik terdapat 1 item soal. Jumlah soal yang disusun sebanyak 20 butir. Instumen yang disusun bertujuan untuk mengukur ranah kognitif siswa antara C1 sampai C4. Adapun jumlah butir soal berdasarkan pengukuran ranah kognitif antara lain: memahami (C2) sebanyak 3 soal, menerapkan (C3) sebanyak 6 soal, dan menganalisis (C4) sebanyak 11 soal. 2) Tes diagnostik yang disusun mampu mengklasifikasikan tingkat pemahaman siswa. Tingkat pemahaman siswa dibedakan menjadi tiga yaitu memahami, miskonsepsi, dan tidak tahu konsep. Tingkat pemahaman siswa diungkap melalui pemahaman konsep materi (Listrik Dinamis). Dari 20 butir soal yang disusun, terdapat 13 butir soal yang dapat dijadikan sebagai tes diagnostik. Sedangkan 7 butir soal yang tidak dapat dijadikan sebagai tes diagnostik yaitu nomor 5, 10, 11, 15, 17, 19, dan 20. Hal ini bisa terjadi karena soal nomor 5, 10, dan 20 hanya dapat mengungkap kemampuan siswa dalam tingkat pemahaman miskonsepsi dan tidak tahu konsep, sedangkan tingkat pemahaman memahami tidak dapat diungkap. Sedangkan untuk soal nomor 11 dan 17 hanya dapat mengungkap kemampuan siswa dalam tingkat pemahaman memahami dan tidak tahu konsep, sedangkan tingkat pemahaman miskonsepsi tidak dapat diungkap. Dan untuk soal nomor 19 hanya dapat mengungkap kemampuan siswa dalam tingkat pemahaman miskonsepsi saja, sedangkan tingkat pemahaman memahami dan tidak tahu konsep tidak dapat diungkap.Berdasarkan persentase pemahaman konsep tersebut dapat dikatakan bahwa instrumen soal telah memenuhi kriteria tes yang baik yaitu valid, relevan, spesifik, representatif, seimbang, sensitif, fair, dan efisien.Kata kunci: Tes diagnostik, miskonsepsi, Listrik Dinamis.
PENERAPAN PEMBELAJARAN FISIKA MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA DI SMP Jumarni, Sri; Sarwanto, Sarwanto; Fitriana Masithoh, Dyah
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1497.915 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar Fisika siswa kelas VIIIB SMP Negeri 3 Tulung Klaten Tahun  Pelajaran 2011/2012 melalui pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada materi Usaha dan Energi. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Tahap untuk masing-masing siklus adalah persiapan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 3 Tulung KlatenTahun Pelajaran 2011/2012 sebanyak 30 siswa.Data diperoleh melalui pengamatan, wawancara dan diskusi. Data dianalisis secara kualitatif  yang dilakukan dalam tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari analisis data dan pembahasan dapat ditulis kesimpulan bahwa hasil pengamatan aktivitas pada tiap siklus menunjukan terjadi peningkatan aktivitas belajar positif siswa dari 48,27% di siklus I menjadi 64,30% dan 81,03% di siklus II. Aktivitas belajar negatif mengalami penurunan dari 17,60 % di pra silkus menjadi 21,30 % di siklus I dan 8,67 % di siklus II. Pada pra siklus jumlah siswa yang tuntas mencapai 10,00%  dengan batas ketuntasan 70 dan rata-rata kelas  56,50, Hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada siklus I dengan jumlah siswa yang tuntas mencapai 33,33% dengan batas ketuntasan minimal nilai 70 dan rata-rata kelas 60,37. Sedangkan pada siklus II didapat siswa yang tuntas mencapai 76,66% dengan batas ketuntasan minimal nilai 70 dan rata-rata kelas 77,5. Hasil observasi pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada siklus I 75,18% mengalami peningkatan pada siklus II 82,96%, yang dapat disimpulkan bahwa model di siklus I adalah bagian yang menarik tapi belum memenuhi target dari penelitian, baru model di siklus II sudah mencapai target dari penelitian iniKata kunci: Pembelajaran Kooperatif, Jigsaw, Aktivitas, Hasil Belajar
PEMBELAJARAN IPA BERBASIS BUDAYA JAWA Sarwanto, Sarwanto
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.901 KB)

Abstract

KGPAA Mangkunegara IV telah memberikan landasan pembelajaran dalam Serat Wedhatama. Ilmu diperoleh melalui sebuah proses (laku) yang sungguh-sungguh, akan menghasilkan (produk) yang memberikan kebermanfaatan (aplikasi). Menuntut ilmu dengan kesadaran (sikap) yang kokoh akan menaklukkan dapat menaklukkan angkara murka  Landasan ini sejalan dengan pembelajaran IPA yang memiliki hakikat proses, produk, sikap dan aplikasi. Perkembangan IPA di Jawa didasarkan pola pembelajaran yang diajarkan oleh KGPAA Mangkunegara IV, namun dalam perjalanannya Serat Wedhatama oleh orang jawa dianggap sebagai sebuah kitab, sehingga perkembangan IPA di Jawa sangat lambat. Kata kunci: ethnoscience, Wedhatama, Hakikat IPA, Sains Jawa
PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI METODE PROBLEM SOLVING DAN PROBLEM POSING DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIVITAS Angraeni, Lia; Sarwanto, Sarwanto; Sunarno, Widha
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.075 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran Problem Solving dan Problem Posing ditinjau dari kemampuan berpikir kritis dan kreativitas, dan interaksinya terhadap prestasi belajar fisika. Penelitian menggunakan metode eksperimen dan dilakukan pada bulan Desember – Januari 2013. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan fisika semester 2 STKIP PGRI Pontianak Propinsi Kalimantan Barat tahun akademik 2012/2013. Penentuan sampel menggunakan teknik cluster random sampling, sampel terdiri dari 2 kelas yaitu kelas A Pagi dan A Sore. Kelas A pagi menggunakan metode Problem Solving dan kelas A Sore menggunakan metode Problem Posing. Data prestasi belajar diambil menggunakan instrumen tes kemampuan berpikir kritis, dan kreativitas menggunakan angket, serta afektif dan psikomotorik menggunakan lembar observasi. Analisis data yang digunakan adalah anava tiga jalan dengan desain faktorial 2x2x2 dan dilanjutkan dengan uji Scheffe.Hasil penelitian menunjukkan: 1) ada pengaruh pembelajaran metode Problem Solving dan Problem Posing pada prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik;2) ada pengaruh kreativitas tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotorik;3) ada pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotorik; 4) tidak ada interaksi antara metode Problem Solving dan Problem Posing dengan kreativitas pada prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotorik; 5) ada interaksi antara model pembelajaran Problem Solving dan Problem Posing dengan kemampuan berpikir kritis pada prestasi belajar kognitif, tetapi tidak ada interaksi pada prestasi belajar afektif dan psikomotorik; 6) tidak ada interaksi antara kreativitas dengan kemampuan berpikir kritis pada prestasi belajar kognitif dan afektif, tetapi ada interaksi pada prestasi belajar psikomotorik; 7) tidak ada interaksi antara metode Problem Solving dan Problem Posing dengan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis pada prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kata Kunci: Problem Solving, Problem Posing, Kemampuan Berpikir Kritis, Kreativitas 
PENGEMBANGAN MODUL IPA SMP BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING TERINTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG Edi Kurniawan, Heru; Sarwanto, Sarwanto; Cari, Cari
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.183 KB)

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan mengembangkan modul pembelajaran IPA Fisika berbasis problem based learning terintegrasi pendidikan karakter untuk siswa SMP kelas VIII yang berkualitas dan mengetahui pencapaian hasil belajar siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan mengacu pada model Borg & Gall yang dimodifikasi. Sampel pengembangan meliputi sampel validasi produk sejumlah 9 validator, sampel uji coba terbatas sejumlah 8 siswa, dan sampel uji coba diperluas sejumlah 31 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi silabus, RPP, penilaian kognitif berupa soal tes hasil belajar (pretest-posttest), psikomotorik, afektif. Uji coba diperluas dengan one group pretest-posttest design. Data hasil belajar kognitif dianalisis dengan uji t dua sampel berpasangan dengan menggunakan program SPSS Statistik 18, sedangkan data hasil belajar psikomotorik dan afektif siswa dianalisis dengan melihat rata-rata pencapaian setiap aspek penilaian. Penelitian dan pengembangan yang telah dilaksanakan memberikan kesimpulan: (1) pengembangan modul pembelajaran IPA Fisika SMP berbasis problem based learning terintegrasi pendidikan karakter dapat dilakukan menggunakan metode Research and Development oleh Borg & Gall yang dimodifikasi dengan membatasi langkah penelitian yang dapat menghasilkan suatu produk yang divalidasi dan diuji coba, (2) kualitas modul pembelajaran yang dikembangkan mendapatkan nilai dengan kategori sangat baik sehingga layak digunakan, dan (3) pencapaian hasil belajar kognitif siswa setelah mengikuti proses pembelajaran mengalami peningkatan. Kata Kunci : pengembangan modul pembelajaran, problem based learning, pencapaian hasil belajar.
DETEKSI SISI CITRA TOMOGRAFI SINAR – X MENGGUNAKAN OPERATOR LAPLACE Supurwoko, Supurwoko; Sarwanto, Sarwanto
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.898 KB)

Abstract

ABSTRAK Dari penelitian terdahulu (Supurwoko, 2004) diketahui bahwa citra tomografi dapat diperoleh dengan menyelesaikan masalah invers. Namun demikian tampang lintang obyek yang dihasilkan mengalami pengaburan pada sisi citranya, terutama jika menggunakan berkas sinar ? X sejajar. Oleh karena itu perlu dilakukan pengolahan citra agar citra yang dihasilkan semakin baik dan pengaburan yang menyebabkan kesalahan analisis dapat dihilangkan.Pada penelitian ini pengolahan citra yang digunakan adalah deteksi sisi dengan gradien arah. Sedangkan byek ujinya mempunyai tampang lintang berbentuk?+? dan ?H? dengan jumlah proyeksi 4 untuk berkas X sejajar. Data proyeksi dilakukan secara simulasi dengan memanfaatkan sifat linieritas interaksi antara bahan dengan sunar X. Semua proses data dan pengolahannya dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman C dengan kompiler Borland C++ versi 5.Dari citra hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa deteksi sisi dengan gradien arah dapat digunakan untuk mendeteksi sisi ? sisi citra tomografi dengan baik meskipun belum sempurna. Dengan demikian, deteksi sisi dengan operator laplace ini merupakan proses pengolahan citra yang sebaiknya digunakan untuk menganalisa citra tomografi. Kata  kunci :    berkas sejajar, citra rekonstruksi, deteksi sisi, operator laplace.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN POE (PREDICTION, OBSERVATION, AND EXPLANATION) MENGGUNAKAN EKSPERIMEN SEDERHANA DAN EKSPERIMEN TERKONTROL DITINJAU DARI KETERAMPILAN METAKOGNITIF DAN GAYA BELAJAR TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS Budiati, Herni; Sugiyarto, Sugiyarto; Sarwanto, Sarwanto
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.596 KB)

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran POE (Prediction, Observation, and Explanation) menggunakan metode eksperimen sederhana dan eksperimen terkontrol, keterampilan metakognitif, gaya belajar dan interaksinya terhadap keterampilan proses sains. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan populasi seluruh siswa SMP Negeri 22 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012. Sampel diambil dengan teknik purposive random sampling yang terbagi dalam dua kelas eksperimen. Kelas VIII A diberi perlakuan model pembelajaran POE menggunakan metode eksperimen sederhana dan kelas VIII B dengan model pembelajaran POE menggunakan metode eksperimen terkontrol. Data diperoleh melalui observasi keterampilan proses sains aspek afektif dan psikomotor, tes keterampilan proses sains aspek kognitif, inventori keterampilan metakognitif, dan angket gaya belajar. Pengujian hipotesis menggunakan ANAKOVA dengan desain faktorial 2x2x2. Penelitian ini menyimpulkan: 1. model pembelajaran POE menggunakan metode eksperimen terkontrol lebih baik dalam mempengaruhi keterampilan proses sains dibandingkan metode eksperimen sederhana; 2. tidak ada pengaruh keterampilan metakognitif tinggi dan rendah terhadap keterampilan proses sains; 3. tidak ada pengaruh gaya belajar visual dan kinestetik terhadap keterampilan proses sains; 4. tidak ada pengaruh interaksi antara model POE menggunakan metode eksperimen sederhana dan terkontrol dengan keterampilan metakognitif terhadap keterampilan proses sains; 5. tidak ada pengaruh interaksi antara model pembelajaran POE menggunakan metode eksperimen sederhana dan terkontrol dengan gaya belajar terhadap keterampilan proses sains; 6. tidak ada pengaruh interaksi antara keterampilan metakognitif dan gaya belajar terhadap keterampilan proses sains; 7. interaksi antara model pembelajaran POE menggunakan metode eksperimen terkontrol, keterampilan metakognitif tinggi dan gaya belajar visual memberi pengaruh paling baik terhadap keterampilan proses sains.   Kata kunci : POE, metode eksperimen sederhana dan terkontrol, keterampilan metakognitif, gaya belajar, keterampilan proses sains
Co-Authors A Rusli A Suparmi, A A. Ilalqisny Insan Abidin, Syahrul Nur Achmad Hinduan Ahmad Fauzi Ahmad Marzuki Algiranto, Algiranto Alif Alfian, Alif Anafidah, Alfi Andi Ete Andini Dewi Sekarningrum Anggit Grahito Wicaksono Anggraeni Mashinta S, Anggraeni Aprilliana Widyasari, Aprilliana Ardian Tri Asyhari Arifian Dimas, Arifian Ashadi Ashadi Ashadi Tri Ashadi Asmuri, Asmuri Baskoro Adi Prayitno Baskoro Adi Prayitno Budi Wibowo budiyono saputro, budiyono Bustomi, Afif Hasbi C Cari, C Cari Cari Darmawati, Siti Daru Wahyuningsih Dendi Pratama, Dendi Dita Nugraeni Dwi Atmaja, N.R. Ardi Candra Dwi Sari Ida Aflaha, Dwi Sari Dwi Sunu Widyartini Dwi Teguh Rahardjo Dwisetyaningrum, Yulia Dyah Fitriana Dyah Fitriana Masithoh Dyah Puspitasari Eti Sukadi, Eti Farahita Maya Canty Dewi Fembriyanti, Risma Fengky Adie Perdana, Fengky Adie Firmanto, Tofan P. Gaguk Resbiantoro, Gaguk Halimatus Sa’diyah Handayani, Ratih Astuti Hardanti, Eka Karunia Harjana Harjana Hasanah, Izzatul Hendrik Pratama, Hendrik Herni Budiati Heru Edi Kurniawan Imam Sujadi Indah Slamet Budiarti, Indah Slamet Indah, Duwita Sekar Indriayu, Mintasihu Jamzuri Jamzuri Jeffry Handhika Jua, Selestina Kostaria Lathifah, Lutfiatul Latifah N. Qomariyatuzzamzami Lestari Lestari Lia Angraeni Lina Agustina, Lina Lina Artuty Widyasari Lita Rahmasari M Masykuri Mathofani, Ana Mohammad Masykuri Muhammad Masykuri Mujazin, Mujazin Mulyanto Mulyanto Nina Fati’ah Rahmawati Nonoh Siti Aminah Nonoh Siti Aminah Nuning Tri Rahayuningsih Nur Endah Nugraheni, Nur Endah Nurmalita Sari, Nurmalita Prameswari, Salvina Wahyu Pramudita, Pandu Prihantomo, Prihantomo PUGUH KARYANTO Puguh, Puguh Purwadi, Sapto Joko Purwo Suyono, Purwo Puspita, Agustania Puspita, Esthi Wulan Putro, Robert Setiawan Rachma Indah Kurnia, Rachma Indah Rahayu Widayanti Ratna Widyaningrum Realita, Abulia Rina Restanti Rini Budiharti Rismawati Rismawati Rosnanda, Dewi Sajidan Sajidan Sajiwo, Wahyu Tri Sakka Samudin Samodro, Wisnu Sa’diyah, Halimatus Septian, Damar Setyani, Nita Depit Setyani, Nita Depit Setyaningtyas, Rizki Fitria Setyawan, Dhimas Nur Siska Desy Fatmaryanti Siti Fatimah Soetarno Soetarno Soni Nugroho Yuliono Sri Budiawanti Sri Endah Wahyuningsih Sri Jumarni Sriyanto, Budi Suciati Suciati Suciati Sudarisman Sudarno Sudarno Sudaryati, Asri Sugeng Nugroho Sugiyarto Sugiyarto Suharno Suharno Sukarmin Sukarmin Sukarno Sukarno Sularso Sularso, Sularso Sulasih Sulasih Suliman, Suliman Sulistyo, Prihantoro Eko Suparmi Suparmi Supurwoko Supurwoko Susdarwati, Susdarwati Sutaryat Trisnamansyah Suyamto, Joko Tiarasari, Anggi Tiarasari Tiarasita Summa Dewi, Tiarasita Summa Tri Wahyuni Maduretno, Tri Wahyuni Tri Wiyoko Viyanti Viyanti Wahyuni Purnami Widarto Widarto Widha Sunarno Widha Tri Sunarno Widyastutieningrum, Sri Rochana Widyawulandari, Rizki Winarno Winarno Yety Purnawirawanti Yuliawati Susana, Yuliawati