Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Mikroba Rizosfer untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Serapan Hara pada Tanaman Lada Herman, Maman; Sasmita, Kurnia Dewi; Pranowo, Dibyo
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 3, No 2 (2012): Buletin Riset Tanaman Rempah Dan Aneka Tanaman Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lada (Piper nigrum L.) merupakan tanaman yang penyerapan haranya tinggi dan sebagian besar ditanam di lahan marginal sehingga memerlukan jumlah pupuk yang relatif tinggi. Oleh karena itu, perlu upaya untuk meningkatkan efisiensi pemupukan pada lada, salah satunya dengan menggunakan pupuk hayati yang mengandung mikroba penambat N2 dan pelarut hara P. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh mikroba rizosfer indigenous terhadap pertumbuhan dan serapan hara N, P, dan K pada tanaman lada. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicoba adalah: K0) tanpa inokulum dan tanpa pupuk (Kontrol), K1) tanpa inokulum + 50% pupuk, K2) tanpa inokulum + 100% pupuk, H1) inokulum Azotobacter (PN LCNa) + 50% pupuk, H2) inokulum Azotobacter (PN LCNb) + 50% pupuk, H3) inokulum Penicillium (PF LSK 1b) + 50% pupuk, H4) inokulum bakteri pelarut fosfat (PF LSK 1a) + 50% pupuk, dan H5) mikoriza + 50% pupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mikroba penambat N2 (isolat PN LCNa dan PN LCNb) dan pelarut P (isolat PF LSK 1b dan PF LSK 1a) yang masing-masing disertai dengan pemberian pupuk NPK 50% dari dosis anjuran memberikan pertumbuhan tinggi tanaman dan  cabang tanaman lada yang cukup baik. Keempat inokulum tersebut dapat meningkatkan secara nyata bobot segar dan kering tajuk, serta serapan hara N, P dan K oleh tanaman lada dibandingkan perlakuan tanpa inokulum yang dipupuk dengan NPK dosis penuh (100%).  The Use of Rhizosphere Microbes to Improve The Growth and Nutrient Uptake of Black Pepper (Piper Nigrum L.) ABSTRACT Black pepper (Piper nigrum L.) belongs to plants which have high in nutrient uptake. If the plant is grown on marginal lands it will requires a relatively high amount of fertilizer that should be added. Therefore, it needs an effort to improve their efficiency on growing of the crop. The use of bio-fertilizer containing N fixing bacteria and P solubilizing microbes is expected be able to minimize the use of inorganic fertilizers. This study was conducted to investigate the effect of several indigenous rhizosphere microbes on the growth and nutrient uptake of N, P, and K in black pepper. A Completely Randomized Design (CRD) with eight treatments and three reflications was used in this study. The treatments exemined were:  K0) without inoculum and without fertilizer (control), K1) without inoculum + 50% fertilizer, K2) without inoculum + 100% fertilizer, H1) inoculum of Azotobacter (PN LCNa) + 50% fertilizer, H2) inoculum of Azotobacter (PN LCNb) + 50% fertilizer, H3) inoculum of Penicillium (PF LSK 1b) + 50% fertilizer, H4) inoculum of phosphate solubilizinng microbe (PF LSK 1a) + 50% fertilizer, dan H5) mycorrhiza + 50% fertilizer. The results showed that application of N fixing microbes (isolate PN LCNa dan PN LCNb) and P solubilizing microbes (isolate PN LCNa dan PN LCNb) combined with 50% of added fertilizers were able to give better growth of black pepper, particularly in plant height and number of branches. Moreover, application of N fixing and P solubilizing microbes also increased significantly in dry and fresh weight of the shoot and nutrient uptake of N, P, and K compared with without inoculum combined with 100% added NPK fertilizer.
Pemanfaatan Mikroba Rizosfer untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Serapan Hara pada Tanaman Lada Herman, Maman; Sasmita, Kurnia Dewi; Pranowo, Dibyo
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 3, No 2 (2012): Buletin Riset Tanaman Rempah Dan Aneka Tanaman Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lada (Piper nigrum L.) merupakan tanaman yang penyerapan haranya tinggi dan sebagian besar ditanam di lahan marginal sehingga memerlukan jumlah pupuk yang relatif tinggi. Oleh karena itu, perlu upaya untuk meningkatkan efisiensi pemupukan pada lada, salah satunya dengan menggunakan pupuk hayati yang mengandung mikroba penambat N2 dan pelarut hara P. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh mikroba rizosfer indigenous terhadap pertumbuhan dan serapan hara N, P, dan K pada tanaman lada. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicoba adalah: K0) tanpa inokulum dan tanpa pupuk (Kontrol), K1) tanpa inokulum + 50% pupuk, K2) tanpa inokulum + 100% pupuk, H1) inokulum Azotobacter (PN LCNa) + 50% pupuk, H2) inokulum Azotobacter (PN LCNb) + 50% pupuk, H3) inokulum Penicillium (PF LSK 1b) + 50% pupuk, H4) inokulum bakteri pelarut fosfat (PF LSK 1a) + 50% pupuk, dan H5) mikoriza + 50% pupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mikroba penambat N2 (isolat PN LCNa dan PN LCNb) dan pelarut P (isolat PF LSK 1b dan PF LSK 1a) yang masing-masing disertai dengan pemberian pupuk NPK 50% dari dosis anjuran memberikan pertumbuhan tinggi tanaman dan  cabang tanaman lada yang cukup baik. Keempat inokulum tersebut dapat meningkatkan secara nyata bobot segar dan kering tajuk, serta serapan hara N, P dan K oleh tanaman lada dibandingkan perlakuan tanpa inokulum yang dipupuk dengan NPK dosis penuh (100%).  The Use of Rhizosphere Microbes to Improve The Growth and Nutrient Uptake of Black Pepper (Piper Nigrum L.) ABSTRACT Black pepper (Piper nigrum L.) belongs to plants which have high in nutrient uptake. If the plant is grown on marginal lands it will requires a relatively high amount of fertilizer that should be added. Therefore, it needs an effort to improve their efficiency on growing of the crop. The use of bio-fertilizer containing N fixing bacteria and P solubilizing microbes is expected be able to minimize the use of inorganic fertilizers. This study was conducted to investigate the effect of several indigenous rhizosphere microbes on the growth and nutrient uptake of N, P, and K in black pepper. A Completely Randomized Design (CRD) with eight treatments and three reflications was used in this study. The treatments exemined were:  K0) without inoculum and without fertilizer (control), K1) without inoculum + 50% fertilizer, K2) without inoculum + 100% fertilizer, H1) inoculum of Azotobacter (PN LCNa) + 50% fertilizer, H2) inoculum of Azotobacter (PN LCNb) + 50% fertilizer, H3) inoculum of Penicillium (PF LSK 1b) + 50% fertilizer, H4) inoculum of phosphate solubilizinng microbe (PF LSK 1a) + 50% fertilizer, dan H5) mycorrhiza + 50% fertilizer. The results showed that application of N fixing microbes (isolate PN LCNa dan PN LCNb) and P solubilizing microbes (isolate PN LCNa dan PN LCNb) combined with 50% of added fertilizers were able to give better growth of black pepper, particularly in plant height and number of branches. Moreover, application of N fixing and P solubilizing microbes also increased significantly in dry and fresh weight of the shoot and nutrient uptake of N, P, and K compared with without inoculum combined with 100% added NPK fertilizer.
PENGGUNAAN BIOCHAR DAN DEKOMPOSER DALAM PROSES PENGOMPOSAN LIMBAH KULIT BUAH KAKAO SERTA PENGKAYAAN MIKROB PELARUT FOSFAT (MPF) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PUPUK ORGANIK: APPLICATION OF BIOCHAR AND DECOMPOSERS TO THE COMPOSTING PROCESS OF COCOA HUSK AND ENRICHMENT USING PHOSPHATE SOLUBILIZING MICROBE TO IMPROVE THE QUALITY ORGANIC FERTILIZER Haryanti, Haryanti; Anas, Iswandi; Santosa, Dwi Andreas; Sasmita, Kurnia Dewi
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.487 KB) | DOI: 10.29244/jitl.20.1.25-32

Abstract

Indonesia merupakan penyumbang ketiga pasar kakao dunia. Hal ini menyebabkan limbah padat yang dihasilkan mencapai lebih dari 60% dari total produksi buah. Namun penggunaan limbah kulit buah kakao oleh petani belum optimal. Umumnya petani hanya membuang atau membenamkan saja limbah kulit buah kakao tanpa diolah terlebih dahulu menjadi pupuk organik berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (i) Pengaruh biochar dan dekomposer dalam mempercepat proses pengomposan limbah kulit buah kakao dan memperbaiki kualitas pupuk organik, (ii) Mengetahui pengaruh penambahan Bakteri Pelarut Fosfat (BPF) ke dalam pupuk organik yang berasal dari limbah kulit buah kakao terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.).  Penelitian ini dilaksanakan mulai dari September 2014 sampai dengan Agustus 2015. Penelitian tahap pertama dilakukan dengan menggunakan rancangan faktorial 2 faktor dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mengevaluasi pengaruh penambahan biochar dan dekomposer terhadap percepatan proses pengomposan limbah kulit buah kakao. Perlakuan yang diteliti adalah: (i) Biochar (tanpa biochar dari bobot kering bahan pupuk organik dan biochar 10% dari bobot kering bahan pupuk organik), (ii) Dekomposer (tanpa dekomposer dan dekomposer 100 g kg-1 bahan pupuk organik dengan kerapatan ± 106 SPK ml-1). Penelitian tahap kedua menggunakan rancangan faktorial 3 faktor dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diteliti adalah: (i) Jenis pupuk organik (tanpa pupuk organik, pupuk organik, pupuk organik dan biochar), (ii) Inokulan Bakteri Pelarut Fosfat (BPF), (tanpa inokulan BPF, inokulan BPF A dan inokulan BPF B), (iii) Dosis pupuk P (tanpa pupuk P, pupuk SP-36 1 g P2O5, pupuk SP-36 2 g P2O5 , dan pupuk fosfat alam 2 g P2O5 ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar dan dekomposer tidak mempercepat proses pengomposan. Pemberian biochar dan dekomposer meningkatkan kadar asam humat. Pemberian fosfat alam 2 g P2O5/2.2 kg BKM meningkatkan pertumbuhan tinggi bibit kakao. Pemberian pupuk organik dengan biochar atau tanpa biochar pada faktor perlakuan inokulan BPF A dan BPF B meningkatkan secara nyata diameter batang bibit kakao. Pemberian pupuk organik meningkatkan diameter batang, tinggi tanaman, jumlah daun bibit kakao, berat kering akar dan berat kering batang bibit kakao. Kata kunci: Biochar, limbah kulit buah kakao, decomposer, Bakteri pelarut fosfat