Alfi Satriadi
Program Studi Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 57 Documents
Articles

SEBARAN THERMAL FRONT MUSIMAN DI WILAYAH PERAIRAN SELAT MADURA MENGGUNAKAN SINGLE IMAGE EDGE DETECTION Trinugroho, Trinugroho; Satriadi, Alfi; Muslim, Muslim
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v8i4.24815

Abstract

Thermal front didefinisikan sebagai pertemuan antara dua masa air dengan karakteristik suhu yang berbeda sehingga membentuk gradien suhu. Thermal front merupakan salah satu proses oseanografi penting yang dapat mempengaruhi kondisi fisik, kimia, maupun biologi di laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran thermal front musiman di perairan Selat Madura, Jawa Timur. Deteksi thermal front dilakukan pada lapisan permukaan laut dengan menggunakan citra AquaMODIS untuk suhu permukaan laut. Citra AquaMODIS yang digunakan memiliki resolusi spasial sebesar 1 km x 1 km dan resolusi temporal selama satu hari. Metode yang digunakan untuk mendeteksi fenomena ini adalah metode Single Image Edge Detection (SIED) yang diperkenalkan oleh Cayula dan Cornilon pada tahun 1992. Metode ini menggunakan prinsip deteksi tepi piksel yang mempertimbangkan nilai gradien suhu dan pola arah dari piksel yang memiliki gradien suhu. Hasil yang diperoleh berupa sebaran spasial dan temporal fenomena thermal front di perairan Selat Madura. Sebaran temporal berdasarkan komposit harian dalam satu musim selama empat tahun dari tahun 2012 ? 2016. Rata ? rata kejadian thermal front tiap musim sebanyak 446 kali pada musim barat, 1893 kali pada musim peralihan I, 1038 kali pada musim timur, dan 2375 kali pada musim peralihan II. Penyebab utama kejadian front di perairan Selat Madura adalah akibat adanya arus eddy dan masukan masa air laut dari wilayah timur Selat Madura. Thermal front defined as an ecounter of two water masses which has different temperature (thermal) characteristics and create a thermal gradient. Thermal front is one of the most important oceanographic proceses that can make a significant impact to physical, chemical, and biological process in the ocean. The aim of this research is to understand seasonal thermal front distribution in Madura Strait, East Java. Thermal front was detected in the surface layer of water, using AquaMODIS for Sea Surface Temperature (SST). AquaMODIS image which used in this research has 1 km x 1 km spatial resolution and one day (24 hours) temporal resolution. Front detection in this research is using Single Image Edge Detection by Cayula Cornilon (1992). This method is using edge detection of pixel, considering the value of thermal gradient and pattern of the pixel edge. The result of this research is spatial and temporal distribution of thermal front in Madura Strait. Temporal distribution are based on composite result of daily front detection in seasonal range for four years from 2012-2016. Seasonal average of front occurence is 446 times in western season, 1893 times in Transition I, 1038 times in eastern season and 2375 times in Transition II. The main cause of front in Madura strait is eddy current and water masses ecounter from eastern area of Madura.
STUDI HUBUNGAN KERAPATAN VEGETASI LAMUN DENGAN LAJU SEDIMENTASI DI PERAIRAN TELUK AWUR DAN BANDENGAN JEPARA PADA PERIODE JUNI – JULI 2012 Nursanti, Nursanti; Riniatsih, Ita; Satriadi, Alfi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v2i3.3128

Abstract

Teluk Awur and Bandengan waters are located in Jepara which have different conditions and also the waters are still good for seagrass growth. Seagrass has one physical function as a sediment catcher in coastal waters. The sedimentation rate in the Teluk Awur and Bandengan waters affected by seagrass density, flow velocity, and sediment composition. The purpose of this research is to determine the relationship of seagrass vegetation density with the rate of sedimentation in the Teluk Awur and Bandengan waters, Jepara. This reaserch was conducted in June-July 2012. in the Teluk Awur waters discovered 6 genus such as Enhalus, Thalassia, Thalassodendron, Cymodocea, Halodule, and Syringodium, with an average value of density 198.03 individu/m2. While Bandengan waters was found 7 genus such as Enhalus, Thalassia, Thalassodendron, Cymodocea, Halodule, Syringodium and Halophila, with average value of density 457.1 individu/m2. The results showed that the average value of sedimentation rate in the Teluk Awur waters 438.74 g/m2/week, while the Bandengan waters 667.42 g/m2/week. The R2 value of relationship between Seagrass density with the sedimentation rate in the Teluk Awur waters 0.566. While the R2 of Bandengan waters 0.073. The Teluk Awur waters contain a little lanau sediment so it has a little sedimenation. Bandengan waters contain higher lanau sediment so it has more sedimentation.
KAJIAN KERENTANAN BENCANA TSUNAMI DI PESISIR KABUPATEN KULON PROGO PROVINSI D. I. YOGYAKARTA Widyawati, Ari; Handoyo, Gentur; Satriadi, Alfi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v2i2.2772

Abstract

Coastal of Kulon Progo Regency is located in the southern coastal area of Java island that potentially vulnerable to tsunami disaster because of its geographical position that directly opposite the Indian Ocean and the meeting place of two tectonic plates, the Eurasian plate and the Indo- Australian plate which is tectonically very active and can be tsunami source. Identification of tsunami vulnerable areas in Kulon Progo Regency is a disaster mitigation step to minimize the negative impact of the tsunami. The purpose of this research is to map the vulnerability of the environment to the tsunami in Kulon Progo Regency coastal. There are five classes of tsunami vulnerabilities in Kulon Progo Regency coastal is the particularly vulnerable class 7.77 km2, 19.82 km2 vulnerable class, the class is quite vulnerable 33.98 km2, 51.38 km2 less vulnerable class, and the class is not vulnerable 31.19 km2 . The area included in very susceptible and vulnereable class in the village of Glagah, Jangkaran, Karang Sewu, Banaran, Sindutan, Palihan, Garongan, Pleret, and Bugel. The class are quit vulnerable, less vulnerable, and not vulnerable include around the village areas of reserarch in Galur, Panjatan, Wates, and Temon district.
PEMODELAN ARIMA UNTUK PRAKIRAAN KENAIKAN MUKA AIR LAUT DAN DAMPAKNYA TERHADAP LUAS SEBARAN ROB TAHUN 2020 DI SEMARANG Ismunarti, Dwi Haryo; Satriadi, Alfi; Rifai, Azis
Jurnal Statistika Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Statistika
Publisher : Jurnal Statistika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muka air laut dalam istilah pasang surut disebut  mean sea level (MSL) yaitu rata-rata jumlah seluruh ketinggian pasang yang diamati.  Pemodelan untuk membuat prakiraan kenaikan muka air laut di Semarang telah banyak dilakukan dengan pendekatan yang hanya mempertimbangkan pola trend yaitu jika terjadi kenaikan secara sekuler dalam jangka panjang dari data. ARIMA (autoregressive/integrated/moving average) adalah metode peramalan meliputi dua hal yaitu analisis pola deret data dan seleksi model yang paling cocok dengan data. Terdapat 4 pola data deret berkala yaitu : pola horisontal bila data berfluktuasi disekitar rata-rata, pola musiman bila  deret data dipengaruhi faktor musiman, pola dari deret berkala akan diulang-ulang dalam selang waktu yang tetap,  pola siklis jika deret data dipengaruhi oleh fluktuasi jangka panjang dan pola trend jika terjadi kenaikan atau penurunan secara sekuler dalam jangka panjang. Model ARIMA diturunkan berdasarkan SML sementara harian. Data diperoleh dari BMKG Semarang. Hasil menunjukkan tipe pasang surut di perairan Semarang  diklasifikasikan ke dalam tipe pasang surut campuran condong ke harian ganda dengan nilai Formzahl 1,12.  Elevasi muka air laut rata – rata (MSL) 59,9261 cm, muka air tinggi tertinggi (HHWL) 117,38 cm dan muka air rendah terendah (LLWL) 24,71 cm. Model terbaik ARIMA (0,1,1) yaitu .  Hasil penghitungan deret waktu MSL sejati tahunan menunjukkan laju kenaikan MSL sejati tahunan di Kota Semarang sebesar 1,42 cm per tahun.
STUDI ARUS DAN SEBARAN SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN TELUK UJUNGBATU KABUPATEN JEPARA Priherdika, Genda; Satriadi, Alfi; Setiyono, Heryoso
Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPerairan Teluk Ujungbatu Kabupaten Jepara merupakan pantai yang rentan terhadap proses erosi dan sedimentasi yang disebabkan karena faktor fisik ataupun sifat dari material sedimen. Untuk mengetahui kecepatan dan arah arus yang selalu berlawanan arah setiap tahun sehingga dapat mempengaruhi sebaran sedimen dasar di sekitar pantai, diperlukan beberapa analisa mengenai kondisi arus dan pola sebaran sedimen dasar di perairan Teluk Unjung Batu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kecepatan dan arah arus serta sebaran sedimen dasar di perairan Teluk Ujungbatu Kabupaten Jepara. Penelitian ini dilakukan 2 tahap, pengumpulan data lapangan dan pengolahan data. Pengumpulan data lapangan yang meliputi pengukuran dan pengambilan data arus, pasang surut, dan sedimen dasar pada tanggal 17 Februari ? 5 Maret 2014, serta proses pengolahan data yang dilaksanakan di LaboratoriumOseanografi Tropis Jurusan Ilmu Kelautan tanggal 8 ? 11 Maret 2014. Teknik pengambilan sampel sedimen menggunakan metode sampling purposive method (Grab sampler), untuk pengambilan data arus dan pasang surut menggunakan metode Euler ADCP (Accoustic Doppler Profiler) dan Palem pasut. Berdasarkan analisis data, diperoleh bahwa kecepatan arus rata-rata berkisar antara 1,77cm/s - 4,55 cm/s dengan arah dominan menuju Barat dan Barat Laut. Kecepatan rata-rata pada kolom air permukaan adalah 5,8 cm/s, kolom air tengah 4,26 cm/s, dan kolom air dasar 3.51 cm/s. Pola pergerakan arus dominan dipengaruhi oleh arus pasang surut. Sebaran sedimen dasar di perairan Teluk Ujungbatu dipengaruhi oleh masukan sedimen dari Sungai Wiso dan Sungai Mati, sehingga ukuran partikel sedimen dasar di perairan Teluk tersebut didominasi oleh pasir.
APLIKASI CITRA SENTINEL-2 UNTUK PEMETAAN SEBARAN MATERIAL PADATAN TERSUSPENSI DI MUARA SUNGAI WULAN DEMAK Prasetiyo, Bayu Adi; Rochaddi, Baskoro; Satriadi, Alfi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v8i4.25193

Abstract

ABSTRAK : Sungai Wulan yang terletak di Kabupaten Demak digunakan masyarakat sebagai jalur keluar dan masuknya kapal nelayan serta saluran pembuangan utama. Hal tersebut berdampak pada besarnya kandungan material padatan tersuspensi yang terdapat pada sungai. Pengamatan sebaran material padatan tersuspensi dibutuhkan untuk mengetahui pola sedimentasi dan penilaian kualitas air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran material padatan tersuspensi di muara Sungai Wulan menggunakan metode pengindraan jauh. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra satelit Sentinel-2 dan konsentrasi material padatan tersuspensi hasil uji gravimetri. Pengolahan data menggunakan algoritma Lemigas (1997), Budhiman (2004), Parwati (2006), Laili (2015) dan Metode Regresi (Linear, Eksponensial dan Logaritmik). Hasil analisis data menunjukkan bahwa konsentrasi material padatan tersuspensi di sekitar muara relatif rendah, sedangkan konsentrasi yang tinggi terdapat di arah timur muara sungai atau di daerah yang berupa teluk. Algoritma yang memiliki nilai error terkecil adalah algoritma Metode Regresi dengan MRE sebesar 10,12% dengan nilai RMSE sebesar 4,3493. Berdasarkan hasil yang didapat, dapat disimpulkan jika algoritma Metode Regresi merupakan algoritma yang paling sesuai untuk pemetaan sebaran material padatan tersuspensi di muara Sungai Wulan, Demak. ABSTRACT : The Wulan River which located in Demak Regency is used by people as an entrance point for fishing boats and the main sewers. These have an impact on the amount of total suspended solid contained in the river. Observation about the distribution of total suspended solid is needed to determine sedimentation patterns and water quality assessments. The purpose of this study is to determine the distribution of total suspended solid at the Wulan River estuary using remote sensing method. The data used in this study is Sentinel-2 satellite imagery and the concentration of total suspended solid from gravimetric test. Processing data using Lemigas algorithm (1997), Budhiman (2004), Parwati (2006), Laili (2015) and Regression Method (Linear, Exponential and Logarithm). The results of data analysis show that the total suspended solids distribution at the estuary is relatively low, while the high consentration of total suspended solid is found at the east of the river estuary or in the area that form a bay. Algorithm that has the smallest error value is the regression algorithm with MRE value is 10.12% and RMSE value is 4.3493. Based on the results obtained, it can be concluded that the algorithm with regression method is the most suitable algorithm for mapping the distribution of total suspended solid at the mouth of the Wulan River, Demak.  
DISTRIBUSI MUATAN PADATAN TERSUSPENSI DI MUARA SUNGAI BODRI, KABUPATEN KENDAL Satriadi, Alfi; Widada, Sugeng
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 9, No 2 (2004): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.6 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.9.2.101-107

Abstract

Muara sungai dengan karakteristiknya yang khas merupakan tempat pengeluaran debit sungai yang membawa material sedimen yang disuplai dari darat ke laut. Sedimen akan berada di perairan dalam bentuk terlarut maupun tersuspensi. Proses transpor sedimen ini dipengaruhi oleh proses-proses fisika oseanografi yang terjadi di lautan seperti pasang surut, arus dan gelombang. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi muatan padatan tersuspensi dan faktor-faktor oseanografi yang mempengaruhi pola distribusinya di muara Sungai Bodri. Pengambilan sampel dilakukan satu minggu sekali selama satu bulan. Tiap pengambilan sampel dilaksanakan pada saat pasang dan surut, dilanjutkan analisis di laboratorium. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai konsentrasi muatan padatan tersuspensi relatif lebih besar pada saat pasang dibandingkan saat surut. Hal ini dimungkinkankarena adanya aktivitas pasang membawa pengaruh terhadap arus dan gelombang sehingga terjadi pengadukan sedimen di dasar perairan.Kata kunci : muatan padatan tersuspensi, pasang surut, arus, gelombangRiver mouth with its typical characteristic forms is a place for discharging the rate of flow which carries material supply from land to the sea. Sediment will stay on the shallow water in the form of dissolved and suspended load.The transportation process of sediment material is also influenced by physical oceanographic processes that happens in ocean like tide, current and wave. The aims of this research is to know the supended sediment load concentration and oceanographic factors that influence of its distributio n. Samples were taken weekly during a month at the time of tide, continued by laboratory analyses. The results showed that content of suspended sediment load at the time of high tide higher than the time of low tide because the existence of tide activity bringing influence to enough current and wave so that caused mixing of sediment in territorial water base.Key words : suspended sediment load, tide, current, wave
STUDI ARUS DAN SEBARAN SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN PANTAI LARANGAN KABUPATEN TEGAL Wardheni, Alan; Satriadi, Alfi; Atmodjo, Warsito
Journal of Oceanography Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKecepatan dan arah arus yang selalu berlawanan arah setiap tahun dapat mempengaruhi sebaran sedimen dasar di sekitar pantai, sehingga diperlukan beberapa analisis mengenai kondisi arus serta pola sebaran sedimen dasar di perairan Pantai Larangan, Kabupaten Tegal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kecepatan dan arah arus serta sebaran sedimen dasar di perairan Pantai Larangan Kabupaten Tegal. Penelitian ini dilakukan 2 tahap, pengumpulan data lapangan yang meliputi pengukuran dan pengambilan data arus, pasang surut, dan sedimen dasar dilakukan pada tanggal 19 Mei - 5 Juni 2013, dan pengolahan data pada bulan Juni 2013. Teknik pengambilan sampel sedimen menggunakan metode sampling purposive (Grab sampler),  pengambilan data arus dan pasang surut menggunakan metode Euler (ADCP dan Palem pasut). Berdasarkan analisis data, diperoleh kecepatan arus rata-rata berkisar antara 0,023 ? 0,301 m/s dengan arah dominan menuju Barat dan Barat Daya.  Kecepatan rata-rata pada kolom air permukaan adalah 0,472 m/s, kolom air tengah 0,056 m/s, dan kolom air dasar 0,049 m/s. Pola pergerakan arus dominan dipengaruhi oleh arus pasang surut. Sebaran sedimen dasar didominasi oleh lanau dan pasir. Kecepatan arus di perairan Pantai Larangan relatif kecil sehingga sebaran sedimen dasar didominasi oleh sedimen dengan ukuran butir halus (lanau).
STUDI SEBARAN SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN SUMURADEM, KABUPATEN INDRAMAYU Putra, Eza Rendy; D.S., Agus Anugroho; Satriadi, Alfi
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan Sumuradem merupakan wilayah pengelolaan dari PLTU Sumuradem, Kabupaten Indramayu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis sedimen dasar dan mengetahui hubungan antara pola sedimen dasar dengan arus laut di Perairan Sumuradem. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan analisa pola arus dengan model matematik dan distribusi ukuran butir sedimen menggunakan Spatial Analyst pada ArcGIS. Sedimen dasar yang terdapat pada Perairan Sumuradem didominasi dari jenis sedimen pasir dan pasir lanauan. Simulasi pola arus dilakukan pada 4 kondisi dengan menggunakan software SMS 8.1 modul ADCIRC. Perairan Sumuradem memiliki bilangan Formzahl (F) sebesar 1.26 sehingga tergolong pasang surut tipe campuran condong harian ganda. Hasil Pengolahan software world current 1.03 menunjukkan jenis arus yang mendominasi Perairan Indramayu adalah arus pasang-surut dengan persentase sebesar 60.21 %. Hasil simulasi arah arus dominan mengarah ke barat daya dan timur laut dengan arus maksimum sebesar 0.088 m/s. Pola sebaran di Perairan Sumuradem jenis pasir berada disekitar muara dan daratan sedangkan untuk pasir lanauan tersebar di lepas pantai.
PEMODELAN PENJALARAN GELOMBANG TSUNAMI DAN ANALISA DAERAH JANGKAUAN DI TELUK SUMBRENG, TRENGGALEK Redyansyah, Rio; Satriadi, Alfi; Saputro, Siddhi
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu dari 8 wilayah di pesisir selatan Jawa Timur yang termasuk dalam kategori rawan tsunami. Teluk Sumbreng merupakan salah wilayah di Trenggalek yang memiliki potensi kerusakan tinggi akibat tsunami. Tujuan dari penelitian ini adalah memperkirakan waktu tempuh tsunami, distribusi tinggi gelombang tsunami dan daerah jangkauan tsunami.Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan data titik tinggi, batimetri, parameter gempa, peramalan pasang surut wilayah perairan Kabupaten Trenggalek, data citra Geo Eye 1, dan kelerengan pantai. Pemodelan tsunami menggunakan perangka tlunak COMCOT v 1.7 dengan 4 skenariogempadan 1 skenarioberdasarkan tsunami 1994 (Banyuwangi).Berdasarkanpengolahan data, diketahui bahwa tinggi maksimum gelombang tsunami di perairan berkisar antara 3,03- 4,55 berdasar scenario gempa, sementara berdasar kejadian tsunami 1994 adalah 0,97- 1 m. Waktu tempuh tsunami untuk mencapai daratan adalah 32,23- 36,93 menit untuk 4 skenario gempa, sementara berdasar tsunami 1994 adalah 40,18- 54,66 menit. Ketinggian gelombang tsunami maksimum tertinggi pada skenario 2 di perairan Pantai Ngadipuro, Teluk Sumbreng. Wilayah jangkuan tsunami terluas berada pada skenario 2, dengan luas 4,09 km2run up setinggi 4,84 meter.Jangkauan maksimum terjauh terjadi pada skenario 2 dengan jarak 1,59 km.
Co-Authors Afrianto Tua Sinaga Agus Anugroho D.S. Agus Anugroho Dwi S Agus Anugroho Dwi S.P, Agus Anugroho Ahmad Gulbuddin Dzul Qarnain Alan Wardheni Ali, M. Noor Anang Joko Sadono Angelica, Anastasia Grace Ari Soebekti Ari Widyawati Azis Rifai Bagus Rahmattullah Dwi Angga Baskoro Rochaddi Bayu Priyono, Bayu Chesya Sera De Claresya Chrisna Adhi Suryono Dani Agusto Delianis Pringgenies Denny Nugroho Denny Nugroho Sugianto Devi Verawati Gusman Dinda Mazeda Dwi Haryo Ismunarti Edi Wibowo Kushartono Endang Sri Susilo Erdian, Oldy Ervia Yudiati Eza Rendy Putra Franto Novico Genda Priherdika Gentur Handoyo Gisela Dinda Kresteva Gunawan, Albert Hadyan Rafdi Kamarz, Hadyan Rafdi Hariadi Hariadi Hariadi, Ardian Hariyadi Hariyadi Harmon Prayogi, Harmon Haryadi haryadi Hediarto, Mohamad Abror Heryoso Setiyono Heryoso Setyono Irwan Hidayatullah, Irwan Irwani Irwani Ita Riniatsih Jarot Marwoto Kunarso Kunarso Lili Sarmili Lilik Maslukah Maharanni Catherinna Muhammad Ali Agus Masrukhin Muhammad Helmi muharam, Iqbal Muslim Muslim Nursanti Nursanti Pahlawarni Girsang Petrus Subardjo Petrus Subarjo Prasetiyo, Bayu Adi Prasetyo, Damar Aji Purwanto Purwanto Raden Ario Redyansyah, Rio Restie AIK Rini Pramesti Rizky Bagus Ardianto S, Tiurma Sari, Dinny Anjang Setiya Kusuma Anggraeni, Setiya Kusuma Siddhi Saputra Siddhi Saputro Sitepu, Rahmat Saleh Soca Ratna Firdaus Sugeng Widada Sutarno Eko Arvianto, Sutarno Eko T.N., Ria Azizah Taohid, Rizki Adittio Teo Andri Saputra Trianne, Sarah Trinugroho, Trinugroho Warsito Atmodjo Yeni Martina Navratilova Pasaribu Yodha Pradipta Yuniastuti, Florentina Chandra Yuwono Wikan Driyogo