Sri Sedjati
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 35 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Management of Aquatic Resources

HUBUNGAN TEKSTUR SEDIMEN DAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK DENGAN KELIMPAHAN MAKROZOOBENTOS DI MUARA SUNGAI SILANDAK, SEMARANG Meynita, Dewi; Muskananfola, Max Rudolf; Sedjati, Sri
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.648 KB)

Abstract

ABSTRAK Muara Sungai Silandak merupakan salah satu subsistem drainase wilayah Semarang Barat yang bermuara ke teluk Semarang.Muara merupakan tempat akumulasi buangan limbah domestik dan pabrik. Dilakukannya reklamasi pantai pada bagian hilir Muara Silandak dapat menyebabkan sedimentasi yang akan mempengaruhi keberadaan makrozoobentos. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tekstur sedimen, kandungan bahan organik dan kelimpahan makrozoobentos.Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel sedimen dan sampel makrozoobentos pada setiap stasiun yang berlokasi di muara sampai pesisir Pantai Maron.Penelitian ini dilakukan dengan sampling acak atau Random Sampling dengan empat stasiun.Pada setiap stasiun terdapat tiga titik sampling, sampel sedimen dan makrozoobentos diambil pada setiap titik kemudian dikomposit perstasiun.Sampling dilakukan pada interval waktu dua minggu dengan tiga kali pengulangan.Hasil analisis tekstur sedimen pada stasiun I memiliki tekstur liat sedangkan stasiun II, III dan IV memiliki tekstur lempung liat berpasir. Hasil kandungan bahan organik pada stasiun I,II, III dan IV sebesar 19,33%, 15,20%, 13,40% dan 10,67%. Sedangkan kelimpahan makrozoobentos yang didapatkan stastiun I sebesar 652 ind/m3 , stasiun II 696 ind/m3 , stasiun III 783 ind/m3 (tertinggi) dan stasiun IV 261 ind/m3 dengan katagori indeks keanekaragaman belum tercemar dan tidak adanya jenis yang mendominasi.  Kata kunci: Tekstur Sedimen, Kandungan Bahan Organik, Kelimpahan Makrozoobentos, Muara Sungai Silandak Semarang.   ABSTRACT Silandak Estuary is one of the subsystem drainage areas in West Semarang that flow into the bay of Semarang. The estuary is a place of accumulation of domestic sewage and factories. Coastal reclamation at the downstream estuary Silandak causing sedimentation that will affect the existence of macrozoobenthos. The purpose of this research was to know the sediment texture, organic matter content and abundance of macrozoobenthos. The material used in this research is the sediment samples and samples of macrozoobenthos at any station located at the estuary to the coast of Maron. The research used random sampling with four stations. At each station there are three sampling points, samples of sediment and makrozoobentos taken at any point which then composite sample at each station. The sampling was done with time interval of two weeks with three repetitions. The results of the sediment texture at the station I has the texture of clay while the station II, III and IV have a texture of sandy clay loam. The results of the organic material content at stations I, II, III and IV is amounted 19,33%, 15,20%, 13,40% and 10,67% and while abundance of makrozoobentos at station I are 652 ind/m3, station II 696 ind/m3, station III 783 ind/m3(higher) and station IV 261 ind/m3 with a diversity index categories clean water zone and not found the dominant species. Keywords: Sediment Textures, Organic Matter Contents, Abundance of Makrozoobentos, Silandak Estuary Semarang. 
KORELASI KONSENTRASI LOGAM Pb DAN Cd DENGAN STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS DI SUNGAI PLUMBON, MANGKANG, SEMARANG, JAWA TENGAH Hafizulhaq, M.; Haeruddin, Haeruddin; Sedjati, Sri
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 3 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK Sungai Plumbon mempunyai potensi tingkat pencemaran yang cukup tinggi, dikarenakan berbagai aktivitas di sekitar sungai seperti rumah tangga, industri, dan tambak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi logam Pb dan Cd dalam sedimen, struktur komunitas makrozoobentos, hubungan antara konsentrasi logam dengan kelimpahan makrozoobentos dan mengetahui status pencemaran berdasarkan kurva ABC. Metode sampling yang digunakan yaitu purposive sampling pada 3 stasiun dengan 2 kali sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Juli 2015 di Sungai Plumbon, Mangkang, Semarang, Jawa Tengah. Hasil pengukuran logam Pb stasiun I berkisar antara 6,55 – 6,89 mg/kg, stasiun II berkisar antara 3,92 – 7,34 mg/kg, dan stasiun III berkisar antara 4,77 – 5,85 mg/kg dan nilai konsentrasi logam Cd pada stasiun I berkisar antara 1,35 mg/kg, nilai Cd stasiun II berkisar antara 1,63 – 2,13 mg/kg, nilai Cd stasiun III berkisar antara 2,09 – 2,47 mg/kg. Hasil uji makrozoobentos menunjukkan hasil kelimpahan individu dengan pada stasiun I 258.04-774,12 ind/m3, stasiun II 129,02-903,14 ind/m3 dan stasiun III 129,02-903,14 ind/m3. Uji korelasi yang dilakukan antara logam Pb dengan kelimpahan individu menghasilkan korelasi positif lemah dan logam Cd dengan kelimpahan menghasilkan korelasi negatif kuat. Ditinjau dari kurva ABC maka sungai Plumbon masuk dalam kategori sungai tergolong tercemar ringan hingga berat. Kata kunci : Logam Berat (Pb dan Cd); Makrozoobentos; Sungai Plumbon ABSTRACT Plumbon river has high potential of pollution level, because various activities around the river like: homes, industry, and aquacultures. This research aimed to knows concentration of Pb and Cd in sediments, community structure of macrozoobenthos, relation between metals concentration and macrozoobenthos abundance. Beside to know state of pollution based on ABC curve. The sampling method used purposive sampling on 3 stations with 2 sampling times. This research was carried out in May – July 2015 in the river Plumbon, Mangkang, Semarang, Central Java. The results of measurements of heavy metals Pb on station I are 6.55-6.89 mg/kg, station II are 3.92-7.34 mg/kg, and station III are 4.77-5.85. The results of the measurement of metal Cd on station I are 1.63-2.13 mg/kg, station II are 1.63-2.13 mg/kg, and station III are 2.09-2.47 mg/kg. Test results showed the abundance of individuals on station I are 258.04-774,12 ind/m3, station II are 129,02-903,14 ind/m3 and station III are 129,02-903,14 ind/m3. Correlation test conducted between metal Pb with individual abundance show weak and positive correlation and metal Cd with individual abundance show strong and negative correlation. Based on ABC curve, Plumbon river is categorized as moderately to heavily polluted river. Keywords: Heavy Metal (Pb and Cd); Macrozoobenthos; Plumbon River