Kiky C. Sembiring
Research Centre for Chemistry, Indonesian Institute of Sciences, Puspiptek Serpong, Tangerang

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

MORFOLOGI DAN AKTIFITAS KATALIS LOGAM CU DENGAN PENYANGGA MONODAN BIMETALIK OKSIDA UNTUK KONVERSI GLISEROL MENJADI PROPANDIOL Sarwono, Rachman; Tursiloadi, Silvester; Sembiring, Kiky C.
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 16, No 2: JANUARI 2015
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.894 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2015.16.2.4214

Abstract

MORFOLOGI DAN AKTIFITAS KATALIS LOGAM Cu DENGAN PENYANGGA MONODAN BIMETALIK OKSIDA UNTUK KONVERSI GLISEROL MENJADI PROPANDIOL. Gliserol merupakan hasil samping dari industri biodiesel. Diperkirakan produksi biodiesel akan terus bertambah, dengan sendirinya produksi gliserol juga akan bertambah, dan akan terjadi kelebihan produk gliserol dan harga gliserol akan cenderung menurun. Untuk meningkatkan nilai tambah gliserol, gliserol dikonversi menjadi monomer seperti propandiol (PDO) sebagai bahan baku polimer yang akan memberi nilai tambah tinggi. PDO bisa dipolimerisasikan menjadi poly methylene terephthalate, poly urethane dan elastic polymers. Katalis logamCu dengan penyangga mono-metalik oksida seperti ZnO dan Al2O3 memberi konversi gliserol yang rendah, sedangkan penyangga bi-metalik oksida ZnO/Al2O3memberi konversi jauh lebih besarmenjadi 49,14%. Logam Cu lebih aktif dibandingakan dengan oksidanya CuO pada penyangga Al2O3 karena partikelnya terpisah, sedangkan pada penyangga ZnO, CuO lebih aktif dibandingkan dengan logamCu. Ukuran partikel katalis yang lebih kecil akan memberi keaktifan yang lebih tinggi. Kristal CuO dan Al2O3 tidak terjadi aglomerasi, jadi kristal terpisah, sedangkan CuO/TiO2 dan CuO/ZnO terjadi aglomerasi dan membentuk partikel yang lebih besar. Pada katalis dengan penyangga bi-metalik Cu-ZnO/Al2O3 terjadi juga aglomerasi, terjadi alloy antara logamCu-Zn dan bukan campuran antara Cu dan ZnO yang bisa meningkatkan aktifitas katalis.
UNIQUE CONFORMATION OF RH(I) PILLAR COMPLEXES IMMOBILIZED ON TAENIOLITE Sembiring, Kiky C.; Shimazu, Shogo
Jurnal Sains Materi Indonesia VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.465 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2011.13.1.5392

Abstract

UNIQUE CONFORMATION OF RH(I) PILLAR COMPLEXES IMMOBILIZED ON TAENIOLITE. Rhodiumpillar complex with chiral diamine ligands, Rh-Cn-(-)-CHDA, were synthesized and intercalated with various loading amounts in the range of 19 - 26%CEC, Cation Exchange Capacity (CEC) into Lithium Taeniolite (LiTN) These pillared catalysts (Rh-Cn-(-)-CHDA/TN) were characterized by XRD, elementary analysis, and FT-IR. Results of XRD analysis showed that the clearance space of the catalyst interlayer increased proportionally with the alkyl chain length of the ligandwith the slopeof 0.14 nm/CH2.
CATALYTIC HYDROGENATION OF LEVULINIC ACID IN WATER INTO G-VALEROLACTONE OVER BULK STRUCTURE OF INEXPENSIVE INTERMETALLIC NI-SN ALLOY CATALYSTS Rodiansono, Rodiansono; Astuti, Maria Dewi; Ghofur, Abdul; Sembiring, Kiky C.
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2015: BCREC Volume 10 Issue 2 Year 2015 (SCOPUS Indexed, August 2015)
Publisher : Department of Chemical Engineering - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.551 KB) | DOI: 10.9767/bcrec.10.2.8284.192-200

Abstract

A bulk structure of inexpensive intermetallic nickel-tin (Ni-Sn) alloys catalysts demonstrated highly selective in the hydrogenation of levulinic acid in water into g-valerolactone. The intermetallic Ni-Sn catalysts were synthesized via a very simple thermochemical method from non-organometallic precursor at low temperature followed by hydrogen treatment at 673 K for 90 min. The molar ratio of nickel salt and tin salt was varied to obtain the corresponding Ni/Sn ratio of 4.0, 3.0, 2.0, 1.5, and 0.75. The formation of Ni-Sn alloy species was mainly depended on the composition and temperature of H2 treatment. Intermetallics Ni-Sn that contain Ni3Sn, Ni3Sn2, and Ni3Sn4 alloy phases are known to be effective heterogeneous catalysts for levulinic acid hydrogenation giving very excellence g-valerolactone yield of >99% at 433 K, initial H2 pressure of 4.0 MPa within 6 h. The effective hydrogenation was obtained in H2O without the formation of by-product. Intermetallic Ni-Sn(1.5) that contains Ni3Sn2 alloy species demonstrated very stable and reusable catalyst without any significant loss of its selectivity. © 2015 BCREC UNDIP. All rights reserved. Received: 26th February 2015; Revised: 16th April 2015; Accepted: 22nd April 2015  How to Cite: Rodiansono, R., Astuti, M.D., Ghofur, A., Sembiring, K.C. (2015). Catalytic Hydrogenation of Levulinic Acid in Water into g-Valerolactone over Bulk Structure of Inexpensive Intermetallic Ni-Sn Alloy Catalysts. Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis, 10 (2): 192-200. (doi:10.9767/bcrec.10.2.8284.192-200)Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.9767/bcrec.10.2.8284.192-200  
PENGARUH PH PADA SINTESIS KATALIS CU-ZNO DENGAN PROSES SOL GEL UNTUK HIDROGENOLISIS GLISEROL Kusuma, Dona Sulistia; Soegijono, Bambang; Sarwono, Rakhman; Sembiring, Kiky C.
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 3: JUNI 2011
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.86 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2011.12.3.4622

Abstract

PENGARUH pH PADA SINTESIS KATALIS Cu-ZnO DENGAN PROSES SOL GEL UNTUK HIDROGENOLISIS GLISEROL. Pada penelitian ini dibuat katalis Cu-ZnO untuk reaksi hidrogenolisis gliserol menjadi propilen glikol dengan proses sol gel dari garam asetat. pH merupakan parameter penting pada proses sol gel pada sintesis nanokatalis Cu-ZnO. Pengaturan pH pada sol sangat berpengaruh pada morfologi dan stuktur katalis Cu-ZnO, terlihat dari karakterisasi yang dilakukan dengan X-Ray Diffractometer (XRD) dan Scanning Electron Microscope (SEM). Difraktogram XRD menunjukkan kristalinitas Cu-ZnO sangat dipengaruhi oleh perlakuan pH, dimana pada pH 7 dan pH 8 struktur Cu-ZnO berbentuk kristalin sedangkan pada pH 9 terlihat amorf. Dari SEM-EDS terlihat rasio Cu dan Zn yang berbeda, dimana pada pH 7 dan pH 8, rasio Cu lebih besar dari Zn sedangkan pada pH 9, rasio Zn lebih besar dari Cu yang menunjukkan adanya interaksi yang berubah. Dikonfirmasi oleh analisis GC-MS, pada pH 7 dan pH 8 struktur Cu berada di dalam inti material dan dikelilingi oleh Zn, dan sebaliknya pada pH 9 struktur Zn berada di dalam inti dan dikelilingi oleh Cu.