Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Biologi

OPTIMASI KONDISI FERMENTASI UNTUK PRODUKSI SELULOSA BAKTERI OLEH STRAIN SLK-1 DALAM MEDIA DASAR AIR KELAPA (OPTIMIZATION OF FERMENTATION CONDITIONS FOR THE PRODUCTION OF BACTERIAL CELLULOSE BY SLK-1 STRAIN IN COCONUT WATER BASED MEDIUM) Sarkono, Sarkono; Moeljopawiro, Sukarti; Setiaji, Bambang; Sembiring, Langkah
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian ini adalah mengoptimasi kondisi fermentasi terbaik strain Bakteri Asam Asetat penghasil selulosa yaitu isolat SLK-1.  Strain ini diisolasi dari buah salak pada penelitian sebelumnya.  Hasil optimasi menunjukkan bahwa kondisi fermentasi optimum untuk pertumbuhan dan produksi selulosa pada isolat SLK-1  dicapai dengan sumber karbon gula pasir, sumber nitrogen ammonium sulfat, pH 7, suhu inkubasi 25°C dan metode fermentasi statis. Karakter struktur permukaan selulosa hasil fermentasi isolat SLK-1 dipengaruhi oleh metode fermentasi yang digunakan.  Metode fermentasi goyangan berpengaruh menurunkan produksi selulosa pada  isolat SLK-1 dan merubah struktur permukaan yaitu susunan mikrofibril lebih renggang dan membentuk gelembung.   Kata Kunci: bakteri asam asetat, optimasi, fermentasi, selulosa bakteri, penggoyangan
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI ISOLAT ACTINOMYCETES DARI RIZOSFER PADI (ORYZA SATIVA) TERHADAP SALMONELLA TYPHOSA DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS Ambarwati, Ambarwati; S, Tanti Azizah; Sembiring, Langkah; Wahyuono, Subagus
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Actinomycetes merupakan anggota bakteri yang dipromosikan sebagai penghasil zat  antimikrobial  terbesar.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi Actinomycetes dari rizosfer padi (Oryza sativa) yang berpotensi sebagai penghasil antibakteri dan dapat menghambat pertumbuhan Salmonella typhosa dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini menghasilkan 17 isolat Actinomycetes, 8 isolat diantaranya mampu menghasilkan zat antibakteri. Diantara 8 isolat tersebut, satu isolat mampu menghambat pertumbuhan kedua bakteri uji, yaitu NRPR 13 yang menghambat Salmonella typhosa (dengan diameter daerah hambatan 14 mm) dan Staphylococcus aureus (12 mm). Tiga isolat mampu menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella  typhosa, yaitu NRPR  14  (11 mm), NRPR  62 dan NRPR 67 (masing-masing 10 mm). Dan empat isolat mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, yaitu RPR 15 (14 mm),  NRPR 11 (17 mm), NRPR 33 (11 mm) dan NRPR 46 (16 mm).  Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Actinomycetes yang diisolasi dari rizosfer padi berpotensi menghasilkan zat antibakteri. Kata kunci : Actinomycetes,  Zat Antibakteri, S. typhosa,  S. aureus.
KEANEKARAGAMAN SPESIES BAKTERI PADA KULTUR DARAH WIDAL POSITIF ASAL KOTA SEMARANG BERDASARKAN KARAKTER FENOTIPIK Darmawati, Sri; Sembiring, Langkah; Asmara, Widya; T. Artama, Wayan
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian ini untuk menentukan keanekaragaman spesies bakteri pada kultur darah Widal positif  Asal kota Semarang berdasrkan karakter fenotipik. Sampel darah yang dikultur sebanyak 136 sampel berasal dari pasien rawat inap dan rawat jalan di 4 rumah sakit serta 2 puskesmas di kota Semarang (RSUD Kota Semarang, RSUD Tugurejo, RS. Islam Sultan Agung,  dan 2 Puskesmas yaitu Kedungmundu dan Bangetayu.  Kultur darah digunakan medium BacT/Alert FAN blood culture bottles (Biomerieux), subkultur digunakan medium Blood Agar Plate (BAP, OXOID) dan Mac Conkey (MC, OXOID), dilanjutkan  uji biokimia digunakan medium API 20E dan API 50CHB/E untuk identifikasi strain anggota familia Enterobacteriaceae serta APIStap (Biomerieux) untuk identifikasi spesies anggota Staphylococcus. Kultur darah positif sebanyak 59 sampel (43.4%) terdiri dari 44 sampel (32,4%) positif Staphylococcus sp. (S. aureus, S. saprophyticus, S. xylosus, S. warnei, S. hominis, S. cohnii) dan 15 sampel (11%) positif bakteri batang gram negatif anggota familia Enterobacteriaceae yaitu Enterobacter cloacae, S. typhi, Serratia marcescens, Escherichia coli, Salmonella ssp., Klebsiella pneumoniae ssp. Ozanae. Berdasarkan karakter fenotipik  bakteri batang gram negatif dapat dikelompokkan menjadi 4 kluster, kluster pertama beranggotakan S. typhi , kluster kedua beranggotakan E. coli dan Salmonella ssp., kluster ketiga beranggotakan Ser. Marcescens dan kluster keempat beranggotakan Enterobacter cloacae dan Kleb. pneumoniae ssp. Ozaenae. Bakteri kokus gram positif berdasarkan karakter fenotipiknya dapat dikelompokkan menjadi 6 kluster  yang tampak sangat bervariasi   Kata kunci:  Widal, Kultur darah, BacT/Alert FAN, API 20E, API 50 CHB/E, API Stap