Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Komitmen Organisasi dan Gaya Kepemimpinan terhadap Hubungan Partisipasi Anggaran dan Kinerja Aparat Pemerintah Daerah Anggraini, Imeldha; Setiawan, Achdiar Redy
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.854 KB)

Abstract

ABSTRACT: Influence of Organizational Commitment and Leadership Style on Association between Budgeting Participation and Officer Performance in Local Government Organization. This research examines empirically the impact of organizational commitment and leadership style on association between budgeting participation and officer performance in public sector organizationThis research is conducted by survey method on state officer in Local Government of Surabaya, East Java.Based on moderating regression analysis (MRA) dan intervariable interaction regression, the result revealed that budgeting participation has impact on officer performance. Beside that, leadership style also gives impact on association between budgeting participation and officer performance. The results of this research give contribution on public sector management accounting, especially in budgeting research area.   Abstrak: Pengaruh Komitmen Organisasi Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Hubungan Partisipasi Anggaran Dan Kinerja Aparat Pemerintah Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh komitmen organisasi dan gaya kepemimpinan terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja pegawai pada organisasi pemerintah daerah. Metode penelitian menggunakan survey yang disebarkan terhadap pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.Berdasarkan alat uji moderating regression analysis (MRA) dan intervariable interaction regression hasil penelitian menunjukkan bahwa partispasi penganggaran berpengaruh terhadap kinerja aparatur. Temuan lainnya, gaya kepemimpinan juga memiliki pengaruh terhadap hubungan antara partisipasi penganggaran dan kinerja pegawai. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan akuntansi manajemen sektor publik khususnya dalam area riset penganggaran.
Tinjauan Paradigma Penelitian: Merayakan Keragaman Pengembangan Ilmu Akuntansi Setiawan, Achdiar Redy
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 3 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.113 KB)

Abstract

Abstract: Review of Research Paradigm: Celebrating Diversity of Accounting Science Development. This article discusses several approaches that could be used in accounting research. Accounting as social science should occupy all existing paradigms in social science research and development. There are four paradigms that will be discussed here: positivist, interpretive, critical and postmodernist. In Indonesian context (perhaps also in other places), positivist, will still be the dominating and most currently used paradigm in accounting discourse. By acknowledging and understanding all paradigms, researchers could choose what the best and fittest paradigm to conduct research that is suitable to their research objective. By doing so, research findings of accounting science will be more colourful as we are celebrating diversity of approaches in ”mutually inclusive” term. Abstrak: Tinjauan Paradigma Penelitian: Merayakan Keragaman Pengembangan Ilmu Akuntansi. Artikel ini mendiskusikan beberapa pendekatan yang dapat dipergunakan dalam riset akuntansi. Akuntansi dapat menggunakan seluruh paradigma yang ada dalam pengembangan ilmu sosial. Terdapat empat paradigma yang didiskusikan disini: positivis, interpretif, kritis dan posmodernis.Dalam konteks Indonesia (bisa jadi juga di tempat lain), paradigma positivis masih menjadi primadona pilihan pendekatan riset dalam diskursus akuntansi. Dengan mengetahui dan memahami seluruh tawaran paradigma yang tersedia, peneliti dapat memilih paradigma mana yang terbaik dan paling cocok sesuai tujuan penelitiannya. Dengan pemahaman yang mendalam terhadap pilihan paradigma ini, berbagai hasil penelitian dalam pengembangan ilmu akuntansi menjadi lebih berwarna.Pada saat yang sama, kita dapat merayakan dalam terma ”mutually inclusive”.
SYSTEM-DRIVEN (UN) FRAUD: TAFSIR APARATUR TERHADAP “SISI GELAP” PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH Setiawan, Achdiar Redy; Irianto, Gugus; Achsin, Mohammad
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1319.616 KB)

Abstract

Abstract: System-Driven (Un)Fraud: Actor’s Meaning of the “Dark Side” of Local Government Financial Management. The purpose of this study is to uncover the actual practices of local government financial management in the smallest scope, namely SKPD (local government work units). This research focuses on the meaning of “the dark side”(a reality which stands behind the formal procedures and documentation that are displayed) from the actors who are government apparatus. Hermeneutics Gadamerian was chosen as the research methodology. Traces of "fraud" pivots on what is termed "Dana Taktis”. Actors interpreted the mechanism of "Dana Taktis" not as a form of fraud. This was based on the fact that existing internal procedures of “Dana Taktis” practices on SKPD was not hidden. All parties recognnised each other as parts ofa system. We name this phenomena as “system-driven (un) fraud”.Abstrak: System-Driven (Un)Fraud: Tafsir Aparatur terhadap “Sisi Gelap”Pengelolaan Keuangan Daerah. Tujuan penelitian ini pada mulanya adalahuntuk menyingkap laku aktual pada entitas terkecil, yaitu SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah). Berikutnya, penelitian ini difokuskan untuk menggali makna “sisi gelap” (realitas yang bersembunyi di balik prosedur dan dokumentasi formal yang tertampakkan) dari para aktor aparatur. Hermeneutika Gadamerian dipilih sebagai metodologi penelitian. Jejak “fraud” berpusat pada apa yang diistilahkan aktor sebagai “Dana Taktis”. Aktor memaknai “Dana Taktis” bukanlah bentuk “fraud” sepenuhnya. Hal ini dilandasi fakta bahwa mekanisme “Dana Taktis” bukanlah sebuah praktik yang tersembunyi. Seluruh pihak yang terkait saling mengetahui satu sama lain. Inilah yang kami namakan “system-driven un(fraud)”
ADA APA DENGAN SAP (AADS) AKRUAL? Tresnawati, Eka Findi; Setiawan, Achdiar Redy
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.286 KB)

Abstract

Abstract: What Happens with Acrual-Based SAP?. This article provides anoverview regarding SAP accrual-based and its problems. It compares information content of PP 24/2005’s cash toward accrual and PP 71/2010’s accrual-based toshow the urgency of accrual-based financial reporting requirements. The analysis borrows Abeysekara’s accounting imperialism. Discussion also involves empirical evidence and evaluation of accrual-based implementation probability in Sumenep Regency. Findings show that accrual-based information is not an urgent need and tends to be difficult to be implemented. Reflecting the evidence in Sumenep, local governments are faced with the need of human resources, the question of the use-fulness of accrual information, and technical difficulties on implementation.Abstrak: Ada Apa Dengan SAP (AADS) Akrual?. Artikel ini memberikan gambaran mengenai SAP akrual dan problematikanya. Dimulai dengan telaah perbandingan konten informasi SAPPP 24/2005 berbasis cash toward accrual dan PP71/2010 berbasis akrual guna menunjukkan urgensi pemerintah daerah (pemda) tentang kebutuhan pelaporan keuangan berbasis akrual. Alur pembahasan meminjam alur pikir imperialisme akuntansi Abeysekera. Pembahasan meliputi telaah empiris dan menunjukkan bahwa informasi laporan akrual sejatinya bukan merupakan kebutuhan urgen dan memiliki kecenderungan sulit diterapkan. Berkaca pada bukti di Sumenep, pemda dihadapkan pada kebutuhan sumber daya manusia, pertanyaan tentang kebermanfaatan informasi akrual dan kesulitan teknis pelaksanaannya.
AKUNTANSI BANTENGAN : PERLAWANAN AKUNTANSI INDONESIA MELALUI METAFORA BANTENGAN DAN TOPENG MALANG Kusdewanti, Amelia Indah; Setiawan, Achdiar Redy; Kamayanti, Ari; Mulawarman, Aji Dedi
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.675 KB)

Abstract

Abstrak: Akuntansi Bantengan: Perlawanan Akuntansi Indonesia melalui Metafora Kesenian Bantengan dan Topengan Malang. Tujuan studi ini mengusulkan bahwa melakukan perlawanan pada ‘kuasa’ yang sedang berperang merupakan usaha yang melelahkan. Bentuk perlawanan akan lebih bermakna bagi kepentingan rakyat apabila dilakukan oleh dan bagi rakyat. Pendekatan metafora digunakan untuk menelaah perang kuasa. Studi literatur mendalam serta wawancara dengan komunitas budaya, budayawan serta sejarawan mengkonfirmasi bahwa metafora Bantengan dan Topeng Malang tepat untuk menggambarkan kondisi ini. Artikel ini menunjukkan bahwa keberadaan Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia (MAMI) adalah bentuk perlawanan Akuntansi Bantengan yang menjadi motor penggerak pembangunan ilmu akuntansi menuju akuntansi Indonesia yang merdeka.Abstract: Bantengan Accounting: The Counterforce of Indonesian Accounting through Bantengan and Topengan Malang Art as Methapor. This study proposes that the counterforce of this war should be done by the people and for them. The methapor is used to examine the war. In-depth study of literature and interviews with cultural communities, as well as cultural historians confirm that Bantengan and Topeng Malang appropriate to describe this condition. This article shows that the presence of Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia (MAMI) as a form of Bantengan Accounting battle is a driving force toward the freedom of Indonesian Accounting.
PEMBERANTASAN KORUPSI DALAM DIMENSI RADICAL HUMANIST DAN RADICAL STRUCTURALIST: MENENGOK (PULA) PERAN AKUNTAN(SI) FORENSIK Setiawan, Achdiar Redy
InFestasi Vol 8, No 2 (2012): DESEMBER
Publisher : InFestasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As a nation state, Indonesia faces great challenges to deal with corruption. While all nation members discussing about how to combat corruption, it ends up in discourse and rhetoric words.  Corruption is still a huge problem that has not been solved yet until now. We have to go far away to find out the root of this terrible problem. Then, optimistic view need to be put in mind that Indonesia would be corruption free in the future. In line with those positive thinking spirit, this paper try to build strategy to minimize corruption phenomenon. I, borrow the Burrel Morgan paradigm, suggest two kinds of strategies: consciousness (radical humanist) and structural changes (radical structuralist). Furthermore, the role of forensic accounting to contribute in combating corruption is also elaborated here. Hopefully, it could give a basic action plan to all stakeholders to work together toward “Indonesia: clean without corruption.
Pengakuan Dosa [Sopir] A[ng]ku[n]tan Pendidik: Studi Solipsismish Setiawan, Achdiar Redy; Kamayanti, Ari; Mulawarman, Aji Dedi
Journal of Accounting and Business Education 2014: Jurnal Pendidikan Akuntansi (JPA): Vol. 2, No. 1, Maret 2014
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.839 KB) | DOI: 10.26675/jabe.v2i1.6051

Abstract

Kegagalan dalam pendidikan akuntansi sering mengkambinghitamkan aspek filosofi, sistem pendidikan, proses pembelajaran, dan bahkan menyalahkan mahasiswa akuntansi itu sendiri. Penelitian ini mendedahkan bahwa kunci untuk memperbaiki pendidikan akuntansi harus dimulai dan dipicu oleh dosen. Melalui studi solipsismish, kami (sebagai dosen akuntansi) mengeksplorasi dosa-dosa sebagai dosen dengan metafora kejar setoran berbasis pengalaman reflektifitas pengemudi angkutan umum, didukung oleh studi empiris satu semester. Jadwal padat mengajar dan ragam aktivitas lainnya, tidak hanya sebagai pengampu mata kuliah, telah menghunjamkan rasa bersalah di hati terhadap proses belajar mahasiswa dan keseluruhan sikap yang mahasiswa tunjukkan. Hal ini mendesakkan tuntutan tentang perlunya membangkitkan kesadaran dosen (akuntansi) bahwa profesi ini tidak sama dengan " sopir angkot " yang (hanya) peduli pada pemenuhan jadwal, bahan pembelajaran dan juga honor mengajar. Agenda berikutnya pasca penyadaran timbul adalah langkah aksi. Sebuah solusi konkrit mengacu pada agenda Perhimpunan Indonesia pada tahun 1925 diajukan, yang berakhir pada konfirmasi tentang ideologi nasionalisme Indonesia.
PRAKTIK AKUNTANSI SEDERHANA PETANI GARAM DAN PENENTUAN NET FARM INCOME Setiawan, Achdiar Redy; Asy?ari, Muhammad Asim
Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Vol 10, No 2: Oktober 2017
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.068 KB) | DOI: 10.21107/pamator.v10i2.4079

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menggali informasi-informasi mengenai bentuk ?praktik akuntansi? yang dapat dilakukan oleh petani garam dan praktik dalam penentuan Net Farm Income dalam menunjang usahanya untuk mengelolah garam. Garam salah satu komoditas yang memberikan sumber pendapatan bagi petani garam di Madura. Hal ini menjadi meranrik untuk ditelusuri dan diteliti secara implisit tentang fakta akuntansi petani garam. Artikel ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan fenomenologi transendental. Dengan pendekatan ini, informan diberi keluasan untuk menceritakan dirinya sendiri. Informan kunci dalam penelitian ini terdiri dari dua orang petani garam yang sudah berpengalaman di bidangnya (penggarap dan petambak garam). Parktik akuntansi mempunyai perspektif yang berbeda-beda, sesuai dengan pemaknaan sudut pandang petani. Pak Muzammil (Penggarap) merasa bahwa pecatatan sederhana itu sebagai pertanggungjawaban terhadap pemilik lahan. Sedangkan, menurut Pak Arif (petambak garam) merasa bahwa pencatatan itu tidak menjadi penting, cukup hanya dengan ingatan saja. Serta status petani garam sebagai penggarap atau petambak garam, penentuan net farm income mempunyai hasil yang beragam pula. Implikasi penelitian ini secara eksplisit bahwa akuntansi sangat beragam sesuai dengan keilmuannya sebagai ilmu sosial.
Penyajian Laporan Keuangan, Aksesibilitas Laporan Keuangan, dan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah sebagai Determinan Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah Azizah, Nur; -, Junaidi; Setiawan, Achdiar Redy
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18382/jraam.v1i2.18

Abstract

AbstractThe aims of this study are to test the effect of financial statement pre-sentation, accessibility of financial statements, and government internal control system to the transparency and accountability in local government financial management. The population of the research is local government work unit in Lamongan Regency collected through survey questionnaires. The samples of this research are 128 respondents which choosen based on purposive sampling criteria. Analysis methods applied in hypothesis testing is multiple regression analysis by using f-test and t-test. The results show that the financial statement presentation and government internal control system do not affect the transparency. Further, accessibility financial statement affects the transparency and financial statement presentation; however, accessi-bility financial statement does not affect the accountability in local financial management. Moreover, government internal control system affects the accountability in financial management.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penyajian laporan keuangan, aksesibilitas laporan keuangan, dan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Populasi penelitian adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Lamongan dengan metode pengu-pulan data survey melalui penyebaran kuesioner. Jumlah sampel adalah 128 responden yang diambil berdasarkan purposive sampling. Metode analisis data adalah regresi berganda. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa penyajian laporan keuangan dan sistem pengen- dalian internal pemerintah tidak berpengaruh tehadap transparansi. Selanjutnya, aksesibilitas laporan keuangan berpengaruh terhadap transparansi dan penyajian laporan keuangan; namun aksesibilitas la- poran keuangan tidak berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Sistem Pengendalian Internal Pemerintah berpenga- ruh terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
Menelusuri Makna Keuntungan di Balik Bertahannya Angkutan Umum “Pedesaan” Rimadani, Indriani Ayu; Setiawan, Achdiar Redy
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aims to explore the deep meaning of profits seen from “rural” public transport drivers’ point of view in Kamal. This study is qualitative research which does not aim to generalize the results. A transcendental research method is used to explore the progress of the interview. The subjects of this study are rural transportation drivers who have worked for more than 20 years and have their own rural transportation in Kamal. The results of this study indicate that profits are interpreted as a form of both material and non-material. The profits as material are used to support the family needs and the cost of public transportation itself. Meanwhile, for the profits that are interpreted as a non-material form, namely inner satisfaction profits where they can help people who need transportation and spiritual profits by applying "flexible" cost. In spite of feeling anxiousness about their flexible cost, they believe that they will get more than what he gives to others.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggali kesadaran dua informan secara mendalam mengenai makna keuntungan yang dilihat dari sudut pandang sopir angkutan pedesaan di Kecamatan Kamal, Bangkalan-Madura. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi transcendental. Hasil penelitian menunjukkan keuntungan dimaknai sebagai bentuk materi digunakan untuk menghidupi keluarganya serta biaya angkutan pedesaan itu sendiri. Keuntungan dimaknai sebagai bentuk non materi yaitu keuntungan kepuasan batin dengan merasa bahagia membantu para masyarakat yang membutuhkan transportasi dan keuntungan spiritual dengan menerapkan tarif “fleksibel” dan tidak pernah merasa rugi membantu setiap penumpangnya, beliau akan mendapatkan rezeki yang lebih dari apa yang diberikannya kepada orang lain.