Articles

Found 4 Documents
Search

METODA PENCAMPURAN LARUTAN SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBUATAN MATERIAL SENSOR HIDROGEN TEMPERATUR TINGGI Setiawan, Achmad Hanafi
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 6, No 2 (2007)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan gas hidrogen dalam proses peleburan logam sangat penting dianalisa karena gas tersebut akan mengakibatkan porositas pada produk dan otomatis akan menurunkan kekuatan mekanismenya. Alat penting dalam pengukuran gas hidrogen secara on-line adalah sensor hidrogen, dimana untuk penggunaan dalam leburan logam disamping harus cukup sensitif  juga pengukurannya  harus stabil pada temperatur logam cair. Material sensor yang cocok adalah dari jenis keramik a.l. Kalsium Zirkonat yang disubstitusi dengan Indium. Saat ini keramik tersebut umumnya dibuat dengan metoda serbuk yang  memerlukan temperatur tinggi dan waktu yang lama. Pada penelitian ini dicoba untuk membuat keramik tersebut dengan menggunakan metoda pencampuran larutan sedangkan metoda serbuk digunakan sebagai pembanding. Proses pembentukan kristal keramik diamati melalui teknik difraksi sinar-X. Hasil pengukuran memperlihatkan bahwa untuk menghasilkan CaZr0.9In0,1O3-8 akan melalui mekanisme pembentukan campuran struktur oksida CaZrO3 dan CaIn2O4 dahulu. Pembuatan dengan metoda pencampuran larutan merupakan metoda yang lebih efisien , dimana kondisi optimum dari terbentuknya produk akhir adalah 1000oC selama 12 jam yang lebih rendah dibandingkan dengan kondisi dari contoh yang dipreparasi dengan metoda serbuk yaitu 1400oC selama 20 jam.
PRELIMINARY STUDIES FOR PRODUCING CRUDE LIPASE FROM TEMPE’S MOULD CULTIVATED IN RICE-HUSK-BASED SOLID MEDIA Bardant, Teuku Beuna; Sembiring, Kiky Corneliasari; Setiawan, Achmad Hanafi
Indonesian Journal of Chemistry Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.752 KB) | DOI: 10.22146/ijc.21703

Abstract

The goal of these preliminary studies is to support Indonesian program for increasing palm oil added value through independent production technology based on Indonesian natural resources. Various palm oil derivatives could be synthesized enzymatically using lipase from microbes that available in Indonesia. Tempes mould is available in abundance in Indonesia and had already been proved for producing lipase. This paper provides information about producing crude lipase from Tempes mould cultivated in rice-husk-based solid media using palm oil as carbon source. Observed variables include solid media composition, optimum fermentation time, extraction and enriching process of crude lipase. The crude lipase was analyzed its hydrolysis activity on coconut oil and palm oil. The result of these preliminary studies shows that this production process is a simple and tough process and very potential to be developed.   Keywords: lipase, Tempes mould, palm oil, solid fermentation, rice husk
The Influence of Poly(Lactic Acid) Addition to Thermal Properties of the Blended Polypropylene for Food Packaging Materials Setiawan, Achmad Hanafi; Sanjaya, Sanjaya; Aulia, Fauzan
Jurnal Kimia Terapan Indonesia (Indonesian Journal of Applied Chemistry) Vol 19, No 1 (2017)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.74 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v19i1.329

Abstract

The commonly used food packaging materials are made from synthetic polymers derived from petroleum. However, the use of synthetic polymers has negative impacts on the environment, because it is difficult to degrade naturally either by the biotic or abiotic process. Although their complete replacement with eco-friendly packaging films is just impossible to achieve economically, at least for a specific application like food packaging the use of bioplastics should be the future. One of the alternatives is to blend synthetic polymer for instance polypropylene (PP) with a natural polymer like poly-lactic acid (PLA). Because their mixture is an immiscible blend because they have highly different polarity, it is necessary to add a compatibilizer such as polypropylene-grafted maleic anhydride (PP-g-MAH) in order to increase the properties of its blend miscibility. The objective of this research was to study the influence of PLA addition to the thermal properties of their blend product with PP. The combinations of PP with PLA in the ratios of (80:20); (90:10); (95:5) were prepared and then characterized for their thermal property behaviour by means of TG and DSC. The results showed that increasing the amount of PLA will decrease their enthalpy significantly
Identifikasi Logam pada Endapan Lindi Hitam Hasil Samping Proses Bioetanol sebagai Salah Satu Konsep dalam Pemurnian Lignin Setiawan, Achmad Hanafi
Jurnal Kimia Terapan Indonesia (Indonesian Journal of Applied Chemistry) Vol 18, No 01 (2016)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.975 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v18i01.42

Abstract

Lignin merupakan polimer alam yang bersifat amorf, tidak beracun danmerupakan hasil samping dari proses delignifikasi pada proses bioetanolgenerasi kedua. Produk lignin dari proses ini biasanya masih mengandungselulosa, hemiselulosa, dan senyawaan anorganik, sehingga kontaminantersebut harus dihilangkan pada proses pemurnian. Penelitian ini difokuskanhanya pada penghilangan kotoran anorganik kecuali silika. Lindi hitamdiperoleh dari proses delignifikasi tandan kosong kelapa sawit yangdilakukan dengan menggunakan 5% (b/b) larutan NaOH dengan rasiopadatan dan larutan 1: 5, pada kondisi proses 150oC, 5 bar selama 30menit. Endapan lignin diperoleh dengan menambahkan 50% (v/v) asam sulfatke dalam dua larutan lindi hitam sedemikian hingga larutan mencapai hargapH = 12 dan pH = 1. Kemudian masing-masing larutan disentrifus padaputaran 4000 rpm selama 15 menit. Setelah disaring dan dikeringkan padasuhu 50oC selama 16 jam, sampel kemudian dikarakterisasi dengan TG/DTAdan hasilnya dikonfirmasi dengan uji TPC, sedangkan komposisi unsur-unsuranorganik yang terkandung dalam abu dianalisis dengan EDS, dan distribusipartikelnya diukur dengan PSA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampelyang berasal dari larutan dengan pH = 12 menghasilkan 28% kadar abu danmengandung sembilan elemen yang jumlahnya berkisar antara 1,3-18,0%,sedangkan sampel yang berasal dari larutan dengan pH = 1 hanyamengandung 0,9% kadar abu dan mengandung empat unsur anorganik yangjumlahnya berkisar antara 0,2-1,8%. Terjadi penurunan rata-rata ukuranpartikel sampel dari 262 μm sampai 59 μm dengan perubahan kondisi larutandari pH = 12 ke pH = 1.