Articles

Found 36 Documents
Search

RESPON TANAMAN TOMAT VARIETAS UMAGNA DAN LEVANSO TERHADAP TEKNIK BUDIDAYA DENGAN SISTEM HIDROPONIK SUBSTRAT DI PT. MOMENTA AGRIKULTUTRA AMAZING FARM, BANDUNG Tunggal, Frederico; Setiawan, Asep; Sri Rahayu, Megayani
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 3 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.25 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i3.30260

Abstract

Teknik budidaya hidroponik merupakan salah satu cara untuk meningkatkan hasil dan kualitas tanaman tomat. Kegiatan di PT Amazing Farm dilakukan bulan Maret hingga Juli 2018. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dan meningkatkan kemampuan dalam aspek teknis dan aspek manajerial dalam budidaya sayuran, khususnya tanaman tomat. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk menentukan laju pertumbuhan dua varietas tomat berbeda yang ditanam di rumah kaca yang sama. Metode langsung diterapkan untuk mendapatkan data yang terkait dengan aspek teknis dan manajemen. Aspek teknis terdiri dari beberapa kegiatan yaitu: persiapan lahan, persiapan bahan tanam, persiapan penanaman dan penanaman, pemeliharaan, panen, dan pascapanen. Untuk mempelajari aspek manajerial, penulis telah aktif terlibat sebagai karyawan harian lepas, asisten mandor, dan pengawas. Metode tidak langsung dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder dan data pendukung dari perusahaan seperti informasi umum perusahaan, arsip taman dan studi literatur. Secara umum, PT Agrikultura Amazing Farm telah menerapkan praktik pertanian yang baik. Uji coba melibatkan dua varietas yaitu varietas umagna dan levanso. Percobaan dilakukan dengan 3 ulangan dan unit pengamatan terdiri dari 5 sampel tanaman. Praktek budidaya yang diberikan terdiri dari penyiraman tanaman sebanyak 5 kali setiap hari dengan dosis setiap penyiraman pada 1 - 2 MST dengan larutan nutrisi 100 ml AB mix dan kadar EC 2 ms / cm, pada 3 - 4 MST dengan 150 ml AB mix dan kadar EC 2 ms / cm, pada 5 -7 MST dengan 200 ml AB mix dan kadar EC2,2 ms / cm, dan pada 8-24 MST dengan 300 ml AB mix dengan kadar EC 2,2 ms / cm. Hasil menunjukkan bahwa teknik budidaya tunggal dapat diterapkan untuk dua varietas yang berbeda dan menghasilkan hasil yang sama baiknya.
KAJIAN KARAKTERISTIK BANGUNAN IKONIK PADA GEDUNG PUSPA IPTEK KOTA BARU PARAHYANGAN Rahadian, Erwin Yuniar; Wahab, Fadli; Syaputra, Hendrik; Setiawan, Asep
REKA KARSA Vol 1, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.208 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i1.45

Abstract

ABSTRAK Perkembangan dunia arsitektur kian pesat ditandai dengan banyak bermunculan bangunan-bangunan arsitektur ikonik di berbagai kota besar dunia. Arsitektur Ikonik merupakan karya arsitektur yang dapat dijadikan sebagai tanda tempat di lingkungan sekitar ataupun karya arsitektur yang menjadi tanda dari era waktu tertentu. Penelitian ini diawali dengan mengkaji bangunan-bangunan ikonik untuk mendapatkan karakteristik umum arsitektur ikonik. karakteristik umum yang didapatkan. Selanjurnya dijadikan dasar dalam melakukan kajian arsitektur ikonik. Bangunan utama yang dikaji adalah bangunan Puspa IPTEK di Kota Baru Parahyangan yang merupakan bangunan jam matahari pertama dan terbesar di Indonesia dan berfungsi sebagai museum ilmu pengetahuan dan teknologi. Teknis pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah mengumpulkan data berupa studi literatur, survey lapangan dan wawancara. Dari hasil studi didapatkan bahwa sebuah bangunan disebut sebagai bangunan ikon apabila bangunan tersebut merupakan sesuatu yang baru pada zamannya, berbentuk atraktif, simetris, memiliki proporsi dan skala yang sempurna, ritme pada facade dan membentuk vista secara visual sehingga bangunan Puspa IPTEK Kota Baru Parahyangan dinilai memiliki kriteria sebagai bangunan ikonik dan ikon kawasan Kota Baru Parahyangan Kata Kunci: Arsitektur Ikonik, Karakteristik, Penanda Kawasan
SELEKSI IN VITRO UNTUK MENDAPATKAN TUNAS PISANG AMPYANG HASIL IRADIASI GAMMA INSENSITIF FILTRAT KULTUR F. OXYSPORUM F.SP CUBENSE Indrayanti, Reni; Mattjik, Nurhajati A.; Setiawan, Asep; Sudarsono, ,
Zuriat Vol 23, No 1 (2012)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v23i1.6868

Abstract

Pisang cv. Ampyang (Musa acuminata, AAA, subgroup non-Cavendish) merupakan jenis pisang meja, dan keberadaannya ini sudah sulit dijumpai karena diduga rentan terhadap penyakit layu Fusarium. Tujuan percobaan ini adalah untuk mendapatkan varian plantlet pisang cv. Ampyang insensitif filtrat kultur (FK) Foc melalui seleksi in vitro secara bertingkat. Pendekatan percobaan dilakukan dengan menyeleksi plantlet varian pisang hasil mutasi induksi dengan iradiasi gamma (20, 25, 30, 40, 45 dan 50 Gy) dalam media selektif mengandung FK Foc secara bertingkat (30%, 40%, 50% dan 60%). Kultur filtrat yang berasal dari cendawan Fusarium oxysporum f.sp. cubense (Foc) isolat Banyuwangi digunakan sebagai agen penyeleksi Tunas pisang in vitro yang mampu bertahan hidup dalam medium selektif diidentifikasikan sebagai tunas yang insensitif terhadap filtrat kultur Foc. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seleksi in vitro pada media selektif mengandung filtratekultur Foc 30%, belum mampu menghambat pertumbuhan tunas varian yang diseleksi. Peningkatan konsentrasi filtrat kultur Foc sampai 50% hanya mampu menghambat beberapa perlakuan plantlet varian hasil iradiasi. Penghambatan pertumbuhan tunas secara signifikan terlihat pada media selektif mengandung filtrat kultur Foc 60%, dan hasil percobaan ini diperoleh 1695 plantlet (57.7%) teridentifikasi insensitif terhadap FK Foc. Plantlet-plantlet tersebut akan digunakan sebagai plasma nutfah untuk mendapatkan klon-klon tanaman pisang cv. Ampyang resisten layu Fusarium.
Ultrafine bubble water Pengaruhnya dalam Pematahan Dormansi Benih Padi Iswara, Vidya; Setiawan, Asep; Setiawan, Asep; Palupi, Endah R.; Palupi, Endah R.; Purwanto, Y. Aris; Purwanto, Y. Aris
Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Vol 2, No 3 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.174 KB) | DOI: 10.21082/jpptp.v2n3.2018.p137-143

Abstract

The method for dormancy breaking could be developed by the usefull of nano bubbles technology, like ultrafine bubble water (UFB). The research aims to identify the effectivity of UFB water for dormancy breaking of rice seed. This research was arranged in a Completely Randomyzed Design with four replications and nine level treatments, i.e. control, aquadest, KNO3, UFB, and UFB 20 soaking for 24 and 48 hour, respectively. Rice seed without soaking showed the ABA content was 14.3%, aquadest, KNO3, UFB soaking for 24 hour about 10.1-11.5%, while for 48 hour about 8.9-9.9%. The maximum growth potential (MGP), more than 80% was obtained on dormancy breaking by KNO3, UFB, and UFB20 soaking for 48 hour, and UFB20 soaking for 24 hour. Aquadest soaking showed there is a increasing of MGP (less than 60%), however did not significant, as well as by 24 or 48 hour. KNO3 soaking, its dormancy breaking showed the MGP less than 80%, if the soaking less than 48 hour. The chemical scarification for dormancy breaking by KNO3, UFB, and UFB20 for 48 hour showed the radicle emergence more than 80%. The lowest radicle emergence was obtained on aquadest soaking for 24 hour, and followed by without soaking, KNO3 soaking, UFB soaking, and UFB20 soaking for 24 hour.
Ultrafine bubble water Pengaruhnya dalam Pematahan Dormansi Benih Padi Iswara, Vidya; Setiawan, Asep; Setiawan, Asep; Palupi, Endah R.; Palupi, Endah R.; Purwanto, Y. Aris; Purwanto, Y. Aris
Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Vol 2, No 3 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.174 KB) | DOI: 10.21082/jpptp.v2n3.2018.p137-143

Abstract

The method for dormancy breaking could be developed by the usefull of nano bubbles technology, like ultrafine bubble water (UFB). The research aims to identify the effectivity of UFB water for dormancy breaking of rice seed. This research was arranged in a Completely Randomyzed Design with four replications and nine level treatments, i.e. control, aquadest, KNO3, UFB, and UFB 20 soaking for 24 and 48 hour, respectively. Rice seed without soaking showed the ABA content was 14.3%, aquadest, KNO3, UFB soaking for 24 hour about 10.1-11.5%, while for 48 hour about 8.9-9.9%. The maximum growth potential (MGP), more than 80% was obtained on dormancy breaking by KNO3, UFB, and UFB20 soaking for 48 hour, and UFB20 soaking for 24 hour. Aquadest soaking showed there is a increasing of MGP (less than 60%), however did not significant, as well as by 24 or 48 hour. KNO3 soaking, its dormancy breaking showed the MGP less than 80%, if the soaking less than 48 hour. The chemical scarification for dormancy breaking by KNO3, UFB, and UFB20 for 48 hour showed the radicle emergence more than 80%. The lowest radicle emergence was obtained on aquadest soaking for 24 hour, and followed by without soaking, KNO3 soaking, UFB soaking, and UFB20 soaking for 24 hour.
QTL MAPPING OF YIELD, YIELD COMPONENTS, AND MORPHOLOGICAL TRAITS IN RICE (ORYZA SATIVA L.) USING SSR MARKER Susanto, Untung; Aswidinnoor, Hajrial; Koswara, Jajah; Setiawan, Asep; Lopena, Vitaliano; Torizo, Lina; Parminder, Virk S.
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 36 No. 3 (2008): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.523 KB) | DOI: 10.24831/jai.v36i3.1376

Abstract

The experiment was aimed at identifying QTL (quantitative trait loci) controlling ten traits of yield, yield component and plant morphology of rice based on BC1F1 of IR75862-206-2-8-3-B-B-B//IR64 mapping population consisted of 115 plants.  It was arranged in Completely Randomized Design with three replicates.  Ninety three SSR markers spread across the twelve rice chromosomes were used to map the QTL.  These markers were mostly segregated according to Mendel Law except for fourteen markers.  There were eleven QTL detected in eight traits, i.e., heading date, flag leaf length, plant height, panicle length, panicle weight, seed set, weight of 100 grains, and grain weight per plant, meaning that one or two QTL were detected in each trait.  These QTL were located at chromosome 2, 3, 4, 6, 11, and 12.  Some QTL were located at the same chromosome even at the same location indicating the close association of the traits.  It also indicated that there were common QTL which were found across genetic background and specific QTL which were found at specific genetic background.  Further study was prospective for the molecular marker application in rice improvement.   Key words: QTL, agronomic traits, SSR, rice
KEBIJAKAN PENCEGAHAN GERAKAN ISIS DI INDONESIA: PENDEKATAN SYSTEM DYNAMICS Setiawan, Asep
Mandala: Jurnal Ilmu Hubungan Internasional Vol 1, No 1 (2018): Mandala : Jurnal Ilmu Hubungan Internasional
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik UPN"Veteran"Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.924 KB) | DOI: 10.33822/jm.v1i1.284

Abstract

slamic State of Iraq and Syria (ISIS) launch a campaign to recruit new followers around the world. ISIS uses direct and indirect pattern of recruitment with social media which is called cyber jihad and its network in many countries. With system dynamics approach, the article tries to understand how Indonesia?s government to response ISIS aggressive policy to expand its influence and its followers. It shows that if Indonesia does not act to prevent ISIS expansion, the country will be further target of this radical movement. Indonesia government employs deradicalisation program and military operation will give impact to minimize influence and recruitment ISIS.
PENGATURAN ARSITEKTUR TANAMAN UNTUK MENYEIMBANGKAN SINK DAN SOURCE SERTA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG KORO PEDANG Sarijan, Abdullah; Surahman, Memen; Setiawan, Asep; Giyanto, Giyanto
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 25 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.181 KB) | DOI: 10.18343/jipi.25.1.43

Abstract

The research to improve the growth, production, and seed quality of Jack Bean (Canavalia ensiformis L.) through pruning, which was carried out from May to October 2016 in Purwasari Village, Dramaga, Bogor Regency and continued by seed testing at the Seed Testing Laboratory, Bogor Agricultural University in December 2016. The research was designed in a randomized block design (RBD) with eight treatment of stem and branch pruning and one treatment without pruning as a control, i.e. without pruning of branches and stems (P1), pruning on the 10th stem nodes (P2 ), pruning on the 11th stem nodes (P3), pruning on the 5th branch nodes (P4), pruning on the five branch nodes and the 10th stem nodes (P5), pruning on the 5th branch nodes and stem nodes to -11 (P6), pruning on the 6th branch nodes (P7), pruning on the 6th branch nodes and 10th stem nodes (P8), and pruning on the 6th branch nodes and 11th stem nodes (P9). The results showed that pruning affected some of the results of the study, but was not able to increase the production of Jack Bean. Pruning treatment on the 5th branch nodes and 10th stem nodes (P5) produced the highest seed production (3.4 tons ha-1), the physical quality of the seeds produced was classified as moderate with a weight of 1000 seeds between 1273.3-1291.7 g. The physiological quality of the seed is moderate with maximum growth potential 84.0-90.7%, germination percentage 73.3-82.7%, germination speed 9.1-116.1% / etmal, germination uniformity 40.0-49 , 3% and vigor index of 14.0-20.0%. Keywords: germination rate, inflorescence, oas bakol, pod
Empowering Village Cluster as Task Force in The Normalization of Disaster Victims’ Physical Problems Setiawan, Asep; Sofyana, Haris; Tarjuman, Tarjuman; Suhanda, Parta
Health Notions Vol 1, No 1 (2017): January-March
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (HNST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.039 KB)

Abstract

Natural disaster mitigation frequently focuses on the stage of emergency response, while the impacts of the disaster are often ignored. Community empowerment in the normalization of post-disaster physical problems becomes vital to optimally maintain victims’ health. The research aims to test the effectiveness of training village clusters with the competencies for disaster volunteers in normalizing post-natural disaster physical problems, using the quasi-experimental pre-post-test with control group design. Two natural disaster prone areas were selected from two different provinces, namely West Java and Banten. Sample was taken purposively, resulting in 23 people for each group. The findings show an increase in the dimensions of knowledge and attitudes of the village clusters in the normalization of post-natural disaster physical problems (p value 0.000). For the dimension of skills competency, there was a significant difference between the intervention and control groups at the end of the second month, including the ability to measure body temperature (p 0.000), calculate pulse rate (p 0.000), measure breath rate (p 0.036), measure blood pressure (p 0.000), provide basic life support (p 0.000), give wound care (p 0.000), splint a fracture (p 0.000), and use walking aids (p 0.000). The research recommends the importance of the formation and training of village clusters as a form of village community empowerment in disaster prone areas in the normalization of disaster victims’ physical problems. Keywords: Attitude, Disaster physical problem, Knowledge, Skills, Training, Village cluster
Analisis Yuridis Standar Prosedur Pelayanan Operasional (Sppop) Notaris Dalam Pembuatan Akta Terkait Klausul Proteksi Diri Notaris Berdasarkan Pasal 15 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 Tentang Jabatan Notaris Setiawan, Asep; Gun, Gunarto
Jurnal Akta Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Master Program (S2) Notary, Faculty of Law, Sultan Agung Islamic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.218 KB)

Abstract

Penelitian ini berangkat dari banyaknya kasus yang menimpa beberapa Notaris, informasi tersebut telah saya peroleh dari beberapa dosen pada saat masa pekuliahan di Program Pasca Sarjana Magister Kenotariatan Unissula. Kasus-kasus yang menimpa beberapa Notaris saat ini adalah penyangkalan yang dilakukan para pihak terhadap isi Akta yang dibuat oleh Notaris, para pihak yang sedang bersengketa tidak sedikit mengikutsertakan Notaris ke dalam permasalahannya. Hal tersebut dikarenakan para pihak berasumsi bahwa Notaris terlibat didalam pembuatan Akta tersebut, padahal Notaris bukanlah pihak didalam Akta tersebut, karena para pihak dalam membuat akta atas keinginannya sendiri dan Notaris hanya mengkonstantir apa yang dikehendaki oleh para pihak untuk dimasukan kedalam Akta.Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk menganalisis Bagaimana Standar Prosedur Pelayanan Operasional (SPPOP) Notaris dalam pembuatan Akta notariil untuk memproteksi diri Notaris, dan (2) Untuk menganalisis Apakah klausul proteksi diri dalam akta tentang identitas, sengketa dan keterangan penghadap mempunyai pengaruh, jika ada penghadap yang menyangkal.Penelitian ini menggunakan Metode pendekatan Yuridis Normatif, karena berdasarkan studi kepustakaan terhadap peraturan yang satu dengan peraturan yang lain. Penelitian ini dilakukan di beberapa Kantor Notaris dan PPAT di Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes.Hasil penelitian Standar Prosedur Pelayanan Operasional (SPPOP) Notaris dalam menjalankan tugas dan jabatannya sebagai seorang Notaris tentunya dengan memintakan data-data atau Identitas dari para penghadap yang hendak membuat Akta Notariil dan Akta Notaris sebagai bukti Autentik harus dilihat sebagaimana yang tercantum atau tertulis didalamnya, sepanjang sudah sesuai dengan aturan-aturan yang terkandung dalam UUJN dan Kode Etik maka Akta tersebut telah benar dan mempunyai kekuatan pembuktian yang sah dan/atau sempurna. Adanya Klausul Proteksi diri bagi para Notaris sangat berpengaruh, mengingat dalam menjalankan tugas jabatannya perlu adanya perlindungan bagi dirinya.Kata Kunci : Klausul Proteksi, Akta Autentik.