Articles

Found 39 Documents
Search

HUBUNGAN RINITIS ALERGI DAN OBSTRUKTIF SLEEP APNEU DI POLI THT RS UNIVERSITAS MUHAMMADIAYAH MALANG Setiawan, Indra
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 11, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.997 KB) | DOI: 10.22219/sm.v11i2.4210

Abstract

Latar belakang: OSA, Obstruktif Sleep Apnea menyebabkan henti nafas dan memicu timbulnya penyakit berbahaya.Rinitis alergi dapat mengganggu kualitas tidur penderita. Penderita rinitis alergi beresiko terkena Obstructive Sleep Apnea karena sumbatan jalan napas napas atas secara berulang sehingga aliran udara ke paru-paru menjadi terhambat. Tujuan: mengetahui insiden Rinitis alergi dengan Obstruktif Sleep Apnea di Poli THT RS UMM Januari- Maret 2013 dan hubungan rhinitis alergi dan obstructive sleep apnea pada pasien Poli THT RS Universitas Muhammadiyah Malang. Hasil penelitian:insidensi OSA pada Responden yang menderita Rinitis Alergi 17,6%, gejala rinitis alergi yang paling banyak adalah kelompok rinorea dan nasal congestion dengan jumlah responden sebanyak 55 orang (64.71%), uji Chi Square Rinitis alergi dengan OSA pada pasien Poli THT RS UMM memiliki hubungan yang tidak signifikan (bermakna).Kata kunci : Obstruktif Sleep Apnea
HUBUNGAN KEBISINGAN DENGAN PENINGKATAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU PADA MENCIT Setiawan, Indra
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 7, No 2 (2011): Desember 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.03 KB) | DOI: 10.22219/sm.v7i2.4081

Abstract

Kebisingan merupakan masalah utama kesehatan kerja dan dapat menimbulkan dampak gangguan kesehatan. Eksperimental dan rancangan penelitian yang digunakan adalah the pre test and post test control group design untuk mengetahui perbedaan lama paparan kebisingan intensitas 90 dB pada peningkatan kadar glukosa darah sewaktu pada mencit (Mus Musculus) jantan. Kebisingan dengan lama 140 menit (mean = 57.333) menunjukkan rata-rata gula darah yang tinggi kemudian diikuti kebisingan 125 menit (mean = 33.833),kebisingan 110 menit (mean = 20.00), dan yang menunjukkan rata-rata gula darah yang paling rendah adalah kontrol (mean = 5.833). Ada hubungan lama paparan kebisingan 90 dB selama 110 menit, 125 menit, dan 140 menit dengan peningkatan kadar glukosa darah sewaktu pada mencit (Mus musculus) jantan dan Ada perbedaan lama paparan kebisingan intensitas 90 dB pada peningkatan kadar glukosa darah suatu mencit (Mus musculus) jantan.
THE INEFFECTIVENESS OF ASEAN POLITICAL SECURITY COMMUNITY BLUEPRINT IN PROMOTING SHARED RESPONSIBILITY FOR COMPREHENSIVE SECURITY IN COUNTERTERRORISM: CASE STUDY TERRORISM IN TRI-BORDER AREA OF INDONESIA, MALAYSIA, AND PHILIPPINES 2009-2018 Setiawan, Indra; Wahyudi, Fendy Eko
Journal of International Relations Volume 5, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tri-border area of Indonesia, Malaysia, and Philippines are facing the threat of terrorism as a result of terrorist activities by Abu Sayyaf and Moro Islamic Liberation Front. ASEAN countries have countered the threat by undertaking joint military cooperation. However, this research found that the security cooperation is not in line with the principle of shared responsibility for comprehensive security stipulated in ASEAN Political Security Community (APSC) Blueprint. This research aims to explain the causes of APSC Blueprint?s ineffectiveness in promoting shared responsibility for comprehensive security to counter terrorism in tri-border area. This research addresses this question by using qualitative method where secondary data from journals, books, official documents, and reports are utilized. Using the theory of compliance and concept of legalization, this research answers the question by examining the institutional design of ASEAN Political Security Community Blueprint. This research found that there is a compliance problem in APSC Blueprint consisting of failure of obligational clarity, failure of performance clarity, and failure of response clarity. In addition, the ASEAN Political Security Community Blueprint falls into the category of low legalization, making this blueprint is non-binding. Therefore, the violations to the commitment stipulated in the blueprint will not result in significant consequences.
EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA L) TERHADAP SHIGELLA DYSENTERIAE SECARA IN VITRO DENGAN METODE DILUSI TABUNG DAN DILUSI AGAR Ristya Hertanti, Senja; Suswati, Irma; Setiawan, Indra
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 11, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v11i1.4188

Abstract

Efek Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya, L.) terhadap Shigella dysenteriae secara In Vitro dengan Metode Dilusi Tabung dan Dilusi Agar. Daun pepaya merupakan salah satu tanaman yang mengandung zat aktif, terdiri dari asam organic dan fitosterol, alkaloid, saponin, flavonoid, tannin, dan polifenol berfungsi sebagai antimikroba terhadap bakteri, salah satunya adalah Shigella dysenteriae. Tujuan untuk membuktikan efek antimikroba ekstrak etanol daun pepaya terhadap pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae secara in vitro. Penelitian memakai rancangan true experiments dengan menggunakan Post Test Only Control. Konsentrasi ekstrak daun pepaya yang digunakan adalah 5%, 10%, 15%, 20%, 25%,30% dan 2 kontrol (kontrol bahan dan kontrol kuman). Analisa data menggunakan one way ANOVA, korelasi, dan regresi. Hasil: Nilai KBM (Kadar Bunuh Minimal) pada konsentrasi 30% Hasil uji one way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang sangat signifikan antar perlakuan (p=0,004). Semakintinggi konsentrasi ekstrak etanol daun pepaya, semakin besar kemampuan menghambat dan membunuh bakteri Shigella dysenteriae (r=-0,472). Pemberian konsentrasi ekstrak etanol daun pepaya berpengaruh terhadap penurunan jumlah koloni bakteri Shigella dysenteriae per ml (106) (R2= 22,3%). Nilai KHM (Kadar Hambat Minimal)pada konsentrasi 10%. Hasil uji one way ANOVA  (p=0,066), pada uji korelasi (r=-0,564) dan pada uji regresi didapatkan (R2= 31,9%). Kesimpulan: Ekstrak etanol daun pepaya memiliki efek antimikroba terhadap pertumbuhan koloni Shigella dysenteriae.Kata kunci: Ekstrak etanol daun pepaya, Shigelladysenteriae, KBM, KHM
GAMBARAN KEPATUHAN PASIEN MELAKSANAKAN INSTRUKSI SETELAH PENCABUTAN GIGI DI RSGM FK UNSRAT Setiawan, Indra; Mariati, Ni Wayan; Leman, Michael A.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.9606

Abstract

Abstract: Instruction after tooth extraction is about what to do and to avoid after tooth extraction which aims to prevent the disruption of wound healing process and any possible complications. This study aimed to know patients? obedience to the instructions after tooth extraction implemented in RSGM FK Unsrat and at respondents? houses. This study used mixed methods with a cross sectional design. There were 44 people as respondents obtained by using purposive sampling method. The results showed that some patients ignored instruction, as follows: drug use rules, bite the gauze for 30 minute-1 hour, avoid hot, spicy, hard textured food and not touching the surgery site with tounge. Conclusion: The most ignored instruction by patient was to follow the drug consuming rules.Keywords: instruction after tooth extraction, obediencedAbstrak: Instruksi setelah pencabutan gigi ialah instruksi mengenai hal hal yang sebaiknya dilakukan dan dihindari setelah pencabutan gigi yang bertujuan untuk mencegah terganggunya proses penyembuhan luka dan komplikasi yang mungkin dapat terjadi. Penelitian ini bertujuan melihat gambaran kepatuhan pasien melaksanakan instruksi setelah pencabutan gigi di RSGM FK Unsrat. Jenis penelitian ini ialah mixed method study dengan desain penelitian potong lintang. Penelitian dilakukan di RSGM FK Unsrat dan di rumah responden dengan jumlah responden 44 orang. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data disajikan dalam bentuk diagram dan tabel berdasarkan distribusi frekuensi, serta beberapa pernyataan dari responden. Hasil penelitian menunjukan ditemukan beberapa instruksi yang diabaikan oleh pasien, seperti menaati aturan pakai obat, menggigit kapas atau kassa selama 30 menit-1 jam, menghindari makanan panas, keras, pedas dan tidak menyentuh-nyentuh luka dengan lidah. Simpulan: Instruksi yang paling banyak diabaikan oleh pasien ialah instruksi untuk menaati aturan pakai obatKata kunci: instruksi setelah pencabutan gigi, kepatuhan
“IF I AM SURE TO DO THAT NOW, ...” PENYUSUNAN UNI PROCRASTINATION SCALE (UPS) Setiawan, Indra
CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol 2, No 1 (2013): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya
Publisher : University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Procrastination is the irrational delay (Steel, 2007). Behavior delays can be measured through attitude scale. Irrational Procrastination Scale (IPS) is a scale that measures of procrastination. IPS empirically measure Irrational Delay, but there are two aspects of the Indonesian version. Procrastinatory cognitions Inventory (PCI) is a scale that measures aspects of procrastination Iratinal Belief. PCI and IPS have the same irrational aspects, namely, the common factor for these two scales were restructured as new prokrastiasi scale better quality. The study was conducted in two phases. The first phase, aimed to develop a new scale. The second phase aims to test the reliability and validity. Phase preparation using 199 participants from social networks, while testing phase aimed at 33 participants were students of psychology faculty. Common factors of the preparation phase produces a new scale called procrastination Union Scale (UPS). UPS correlation figure is higher than the correlation PCI and IPS. Conceptually, UPS is correlated with aspects of TMT Expectancy (E), Value (V), Impulsifity (I).
PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK BIJI NYAMPLUNG (CALOPHYLLUM INOPHYLLUM) DENGAN PROSES TRANSESTERIFIKASI NON-KATALIS SETIAWAN, INDRA
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui karna dalam pembentukannya memerlukan proses berjuta-juta tahun lamanya. Penggunaan minyak bumi di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat drastis seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor yang semakin meningkat pula. Hal ini tidak sebanding dengan persediaan minyak bumi yang dieksploitasi secara masal sehingga jumlahnya semakin menipis. Masalah tersebut yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian membuat biodiesel sebagai bahan bakar alternatif dari minyak biji nyamplung, sehingga dapat mengetahui karakteristik hasil biodiesel dari minyak biji nyamplung dengan metode non-katalis sesuai dengan SK Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi 2013, Dirjen Migas 2006, dan Standart FBI (Forum Biodiesel Indonesia) tahun 2005. Dalam proses pembuatan biodiesel metode non-katalis ada empat tahap yaitu: 1) Pengumpulan bahan baku biji nyamplung. 2)Penjemuran biji nyamplung. 3) Pengepresan biji nyamplung. 4) Penyaringan minyak biji nyamplung. 5) proses transesterifikasi non-katalis yang berlangsung didalam BCR (Bubble Column Reactor) dengan temperatur 150?C, 125?C, 100?C, dan Rasio Molar (RM = 60; RM = 50; RM = 40; RM = 30). 6) Produk yang dihasilkan dari BCR dipisahkan menggunakan rotary evaporator 7) Kemudian campuran methyl ester dan gliserol dipisahkan menggunakan centrifuse (alat pemisah), maka diperoleh biodiesel dengan kualitas baik. Hasil methyl ester (Biodiesel) yang optimal dihasilkan pada Temperatur (T = 125 0C) dan Rasio Molar (RM = 40) sebesar Methyl ester (ME = 80 ml) dari 200 ml minyak biji nyamplung dan didapat rendemen Methyl ester sebesar 40%. Hasil uji karakteristik biodiesel dari minyak biji nyamplung metode non-katalis pada temperature 125?C dan rasio molar 40. Jika dibandingkan dengan standart  Dirjen EBTKE 2013, Dirjen Migas 2006, dan Standart FBI (Forum Biodiesel Indonesia) tahun 2005 yaitu: flash point 97?C, water content 0,003782 %/Vol, cetane number 50,58, dan residu karbon mikro 0,180%/massa, Densitas 0,859 g/cm3 sudah memenuhi standart tersebut. Sedangkan hasil uji  karakteristik biodiesel yang masih belum memenuhi SK yaitu: viskositas 6,8 mm2/s, FFA 0,04%. Banyaknya karakteristik biodiesel belum memenuhi standart Dirjen EBTKE 2013 diduga karena belum melalui proses degumming. Kata Kunci : biodiesel, minyak biji nyamplung, proses transesterifikasi non-katalis.
ANALISIS TINGKAT KEKERASAN PADA LEFT HAND MAIN LANDING GEAR AXLE SLEEVE HASIL PROSES SHOT PEENING Setiawan, Indra; Priadi, Bayu
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2012): SINTEK JURNAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Landing gear merupakan konstruksi dari roda pendaratan pesawat terbang yang berfungsi untuk menyerap energi yang terjadi pada saat pesawat mendarat (landing). Pada umumnya, landing gear pada suatu pesawat digolongkan menjadi dua bagian yaitu: nose landing gear (landing gear bagian depan) dan main landing gear (landing gear bagian belakang). Nose landing gear berjumlah satu buah dan main landing gear bermacam-macam jumlahnya bergantung jenis pesawatnya. Untuk pesawat penumpang yang merupakan obyek pada penelitian ini, nose landing gear berjumlah satu buah, dan main landing gear berjumlah dua buah (pada sayap kiri berjumlah satu buah dan pada sayap kanan berjumlah satu buah). Selain itu, landing gear juga merupakan salah satu bagian vital dari pesawat terbang yang berfungsi untuk menopang keseluruhan bobot pesawat ketika berada di darat, mulai dari landing hingga take off. Analisis distribusi kekerasan pada axle sleeve landing gear pesawat terbang ini, ditujukan untuk mengetahui pengaruh kekerasan yang terjadi pada axle sleeve landing gear yang telah dimodifikasi. Tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menganalisa modifikasi axle sleeve dengan metode shot peening, sehingga dapat memastikan bahwa hasil modifikasi tersebut aman. Untuk mencapai tujuan dan manfaat tersebut, peneliti menyusun suatu strategi agar sistematis dalam menganalisa permasalahan. Sehingga hasil penelitian dapat ditampilkan dalam bentuk informasi, khususnya sebagai masukan bagi perusahaan. Harapan yang dikehendaki dalam penelitian ini adalah dengan keamanan pada axle sleeve landing gear maka dapat menghindari pembuangan landing gear, yang mana membutuhkan biaya yang sangat besar, serta masalah terjadinya kecelakaan dapat diminimalisasi, serta tidak terulang kembali. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada modifikasi axle sleeve landing gear pada bagian axle sleeve landing gear pesawat terbang, dengan material baja AISI 4340 dengan proses shot peening dapat dinyatakan aman dipakai. Hasil analisis dengan menggunakan metode shot peening terhadap modifikasi axle sleeve landing gear, didapatkan suatu kesimpulan bahwa hasil analisis dengan menggunakan metode shot peening, kekerasan maksimum yang terjadi pada bagian axle sleeve landing gear sebesar 456.8 HV.?Kata kunci : axle sleeve, landing gear, Metode Shot Peening
PERANCANGAN SISTEM PROPULSI MOTOR ROKET UNTUK GAYA DORONG 1 TON Qadri, Munzir; Setiawan, Indra; Teguh, Axhmad
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2014): SINTEK JURNAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dan pengembangan roket di Indonesia masih terbilang sangat lamban. Dalam upaya untuk mewujudkan keinginan agar Indonesia mampu meluncurkan satelit sendiri dengan roket buatan sendiri, setidaknya kita harus mempunyai roket yang baik pula. Sebuah roket yang baik harus memiliki sistem propulsi yang baik agar mampu mengangkat beban muatan dan juga bobot roket itu sendiri. Pada perancangan sistem propulsi motor roket ini, konfigurasi grain propelan yang digunakan yaitu grain star-8 dan grain hollow, yang nanti akan dipilih satu yang terbaik. Jenis Propelan yang digunakan yaitu Propelan Komposit Padat dengan komposisi HTPB (Hydroxy Terminated Poly Butadiene) sebagai fuel-binder, dan AP (Ammonium Perklorat ? NH4ClO4) sebagai oksidator. Dalam Penelitian ini, perhitungan analitik yang akan dilakukan meliputi luas permukaan bakar propelan (Ab), kecepatan karakteristik gas (c*), tekanan pembakaran (pc), laju bakar propelan (rp), koefisien gaya dorong (CF), gaya dorong (F), jejari exit nosel (re) dan bilangan Mach (M). Dimana gaya dorong (F) yang direncanakan adalah 1 ton.?kata kunci : sistem propulsi, konfigurasi grain, tekanan pembakaran, gaya dorong, bilangan Mach.?
SIMULASI KARAKTERISTIK ALIRAN DAN SUHU FLUIDA PENDINGIN (H2O) PADA TERAS REAKTOR NUKLIR SMR (SMALL MODULAR REACTOR) Ramadhan, Anwar Ilmar; Setiawan, Indra; Satryo, M. Ivan
ROTASI Vol 15, No 4 (2013): VOLUME 15, NOMOR 4, OKTOBER 2013
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.741 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.15.4.33-40

Abstract

Safety is an issue that is of considerable concern in the design, operation and development of a nuclear reactor. Therefore, the method of analysis used in all these activities should be thorough and reliable so as to predict a wide range of operating conditions of the reactor, both under normal operating conditions and in the event of an accident. Performance of heat transfer to the cooling of nuclear fuel, reactor safety is key. Poor heat removal performance would threaten the integrity of the fuel cladding which could further impact on the release of radioactive substances into the environment in an uncontrolled manner to endanger the safety of the reactor workers, the general public, and the environment. This study has the objective is to know is profile contour of fluid flow and the temperature distribution pattern of the cooling fluid is water (H2O) in convection in to SMR reactor with fuel sub reed arrangement of hexagonal in forced convection. In this study will be conducted simulations on the SMR reactor core used sub channel hexagonal using CFD (Computational Fluid Dynamics) code. And the results of this simulation look more upward (vector of fluid flow) fluid temperature will be warm because the heat moves from the wall to the fluid heater. Axial direction and also looks more fluid away from the heating element temperature will be lower.