p-Index From 2015 - 2020
18.609
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Buletin PSP MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah PROSIDING SEMINAR NASIONAL Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro Jurnal Anestesiologi Indonesia TEKNIK TRANSMISI JURNAL KIMIA SAINS DAN APLIKASI Agrikultura Bionatura Jurnal Ilmu Ternak Sosiohumaniora MIMBAR: Jurnal Sosial dan Pembangunan The Indonesian Journal of Business Administration Jurnal INFOTEL Jurnal Sains Materi Indonesia PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir TRANSIENT Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Mediator International Journal of Nusantara Islam Jurnal Kependudukan Padjadjaran IJOG : Indonesian Journal on Geoscience Al-Ulum Jurnal Infra KUKILA PUBLIC HEALTH JOURNAL Jurnal AGRISEP Jurnal RISET Geologi dan Pertambangan IJEE (Indonesian Journal of English Education) Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia Prosiding Semnastek JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya) Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis Biomedika Pharmacon JURNAL PENDIDIKAN EQUILIBRIUM PROSIDING SENATEK FAKULTAS TEKNIK UMP GEA, Jurnal Pendidikan Geografi Proceeding SENDI_U Jurnal Asy-Syari'ah ProTVF: Jurnal Kajian Televisi dan FIlm Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa (DINAREK) UNEJ e-Proceeding Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Jurnal Wawasan Manajemen Jurnal Fisika FLUX ITEj : Information Technology Engineering Journals Agricore Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) MEDIAKOM MIMBAR AGRIBISNIS: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Script Journal: Journal of Linguistic and English Teaching PERFORMA : Media Ilmiah Teknik Industri al-Daulah: Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Jurnal Eksplora Informatika Jurnal Ilmiah Manuntung Jurnal Ekonologi Ilmu Manajemen Jurnal Nusa Sylva Indonesian Journal of Socio Economics Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Journal of Nutraceuticals and Herbal Medicine JIPES - JOURNAL OF INDONESIAN PHYSICAL EDUCATION AND SPORT JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH JPPI | Jurnal Penelitian Pendidikan Islam JIPN (Journal of Informatics Pelita Nusantara) Jurnal Surya Masyarakat JURNAL PETIK Academic Journal Perspective : Education, Language, and Literature Jurnal Muara Pendidikan AGROMIX JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan JPSCR : Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Journal on Education TAHKIM AT-TURAS: Jurnal Studi Keislaman Jambura Geoscience Review International Journal of Applied Business Research Jurnal Ilmiah Galuh Justisi Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Jurnal Sistem Cerdas J SIG (Jurnal Sains Informasi Geografi) Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan Metalurgi ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation TELKA - Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Ekonis: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Jurnal Perilaku dan Strategi Bisnis JUSIM (Jurnal Sistem Informasi Musirawas) ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan Jurnal SITECH : Sistem Informasi dan Teknologi JHeS (Journal of Health Studies) Tarbiyah al-Aulad : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Jurnal Kumparan Fisika Jurnal Teknik Mesin Cakram Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Al-Khidmat Abdimas UNWAHAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat UNWAHAS Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi) Competitive Jurnal Teknik Elektro Uniba (JTE Uniba) Likhitaprajna: Jurnal Ilmiah Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Wisnuwardhana Malang IJOLTL (Indonesian Journal of Language Teaching and Linguistics) Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Abdimas Galuh : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Media Farmasi Indonesia
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal RISET Geologi dan Pertambangan

THE CHARACTERISTICS OF PADAMARANG MAGNESITE UNDER CALCINATION AND HYDROTHERMAL TREATMENT Yuniati, Mutia Dewi; Wawuru, Feronika Cinthya Mawarni Putri; Mursito, Anggoro Tri; Setiawan, Iwan; Lintjewas, Lediyantje
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 29, No 2 (2019)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/risetgeotam2019.v29.1016

Abstract

Magnesite (MgCO3) is the main source for production of magnesium and its compound. In Indonesia, magnesite is quite rare and can be only found in limited amount in Padamarang Island, Southeast Sulawesi Provence. Thus the properties of magnesite and the reactivity degree of the obtained product are of technological importance. The aim of this work was to analyze the characteristics of Padamarang magnesite under calcination and hydrothermal treatment processes. The processes were carried out at various temperatures with range of 150-900°C for 30 minutes. The solids were characterized with respect to their chemical and physical properties by using scanning electron microscopy with energy-dispersive X-ray spectroscopy (SEM-EDX), Fourier-transform infrared spectroscopy (FTIR), and X-ray diffraction (XRD). SEM image indicates that magnesite was formed from thin and flat hexagon sheets. The FTIR and XRD analysis disclose that MgO formed at temperature above 300°C, where as the magnesite sample also lost its mass around 50%. These results demonstrate that Padamarang magnesite decomposes to magnesium oxide and carbon dioxide at high temperature.Magnesit (MgCO3) merupakan sumber utama untuk produksi magnesium dan senyawa-senyawanya. Di Indonesia, magnesit cukup jarang dan hanya dapat ditemukan dalam jumlah yang terbatas di Pulau Padamarang, Propinsi Sulawesi Tenggara. Oleh karena itu sifat magnesit dan derajat reaktivitas dari produk-produk magnesit penting untuk diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik magnesit Padamarang dengan perlakuan kalsinasi dan hidrothermal.  Proses dilakukan pada temperatur yang bervariasi dari 150-900°C selama 30 menit. Sifat kimia dan fisika dari magnesit dikarakterisasi dengan menggunakan scanning electron microscopy dengan energy-dispersive X-ray spectroscopy (SEM-EDX), Fourier-transform infrared spectroscopy (FTIR), dan X-ray diffraction (XRD). Gambar dari analisis SEM menunjukkan bahwa magnesit terbentuk dari lembaran-lembaran heksagonal yang tipis dan datar. Hasil analisis dengan FTIR dan XRD menunjukkan bahwa MgO terbentuk pada temperatur diatas 300°C, dimana sampel magnesit juga kehilangan massanya sekitar 50% pada suhu tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa Magnesit Padamarang terdekomposisi menjadi magnesium oksida dan karbon dioksida pada temperatur tinggi.
IMOBILITAS UNSUR TANAH JARANG (UTJ) SELAMA MINERALISASI CU PADA GRANITOID SULIT AIR, PROVINSI SUMATRA BARAT Irzon, Ronaldo; Syafri, Ildrem; Setiawan, Iwan; Hutabarat, Johanes; Sendjaja, Purnama; Haryanto, Agus Didit
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 29, No 2 (2019)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/risetgeotam2019.v29.1019

Abstract

Transfer massa terkait perubahan komposisi geokimia batuan induk akibat alterasi hidrotermal, metasomatisme, maupun pelapukan menjadi topik untuk mempelajari proses geologi terkait. Perubahan massa tersebut dapat dijelaskan dan divisualisasikan melalui metode Isocon. Mineralisasi tembaga teridentifikasi pada salah satu bagian dari Granitoid Sulit Air di Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan transfer massa akibat mineralisasi Cu pada Granitoid Sulit Air dengan diagram Isocon. XRF dan ICP-MS di Laboratorium Pusat Survey Geologi, Kementerian ESDM (2015) digunakan sebagai perangkat pengukuran kadar oksida utama, unsur jejak, dan unsur tanah jarang. Berdasarkan korelasi antara kandidatnya, Al2O3 dianggap sebagai oksida immobile. K2O, Rb, Sr, dan Ba terkayakan sedangkan oksida utama lain maupun unsur jejak diketahui terkurangkan akibat mineralisasi Cu. UTJ  terdeteksi immobile akibat mineralisasi Cu dengan karakter yang relatif sama antara batuan segar dan teralterasi. Meski demikian, sebagian Ce teroksidasi akibat proses mineralisasi sehingga menurunkan anomali positif Ce. Penurunan nilai anomali negatif Eu pada sampel teralterasi dapat mengakibatkan plagioklas semakin terkurangkan. Karakter tipe-I Granitoid Sulit Air diperjelas melalui nilai perbandingan A/CNK, perbandingan N2O terhadap K2O, perbandingan Rb/Sr, dan perbandingan Rb/Ba. Afinitas granitoid busur kepulauan menunjukkan bahwa pembentukan Granitoid Sulit Air terkait dengan vulkanisme di bagian barat Sumatra.Mass transfer related changes in the geochemical composition of the host rock due to hydrothermal alteration, metamorphism, and weathering is an interesting topic for studying related geological processes. The transfer can be explained and visualized through the Isocon method. Copper mineralization was identified in an area of Sulit Air Suite at X Koto Diatas District, Solok Regency. This paper aims to explain mass transfer due to Cu mineralization on Sulit Air Suite with Isocon diagrams. XRF and ICP-MS of the Center for Geological Survey Laboratory were applied to measure the major oxides, trace elements, and rare earth elements contents of the samples. Based on the correlation between candidates, Al2O3 is considered as the immobile species. K2O, Rb, Sr, and Ba appear to be enriched while other major oxides and rare elements are reduced due to Cu mineralization. REEs are immobile due to Cu mineralization with relatively the same character between fresh and altered rocks. However, some Ce was probably oxidized due to the mineralization process thus reducing the positive anomaly Ce. Moreover, the more negative Eu anomaly means that plagioclase might have been replaced by K-feldspar due to this alteration. The I-type characters of Sulit Air Suite are clarified by  A/CNK value, N2O to K2O comparison, Rb/Sr ratio, and Rb/Ba ratio. The affinity to the volcanic arc granitoid implies that the Sulit Air Suite is related to volcanism in the western part of Sumatra.  
MINERALISASI POLIMETALIK DI DAERAH KEDUNG GROMBYANG, PACITAN, JAWA TIMUR: DALAM PERBANDINGAN DENGAN CEBAKAN EMAS GUNUNG PONGKOR, BOGOR, JAWA BARAT Setiawan, Iwan; Sudarsono, Sudarsono
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 20, No 1 (2010)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1573.404 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2010.v20.32

Abstract

ABSTRAK Wilayah Kedung Grombyang yang terletak di Jalur Pegunungan Selatan Jawa menunjukkan indikasi keterdapatan endapan logam polimetalik. Berdasarkan pencitraan relief shaded gravity, menunjukkan daerah ini terletak pada  kelurusan Yogya-Bayat-Pacitan yang membentuk garis melengkung berarah barat-tenggara. Keterdapatan batuan-batuan magmatik dan kelurusan sesar, dapat dijadikan sebagai asumsi awal untuk melokalisasi daerah yang berpotensi cebakan mineral. Eksplorasi cebakan mineral masih terus dilakukan di Pegunungan Selatan oleh perusahaan multinasional dan perusahaan pertambangan lokal, namun sampai sejauh ini belum  ada daerah yang teridentifikasi memiliki cebakan yang besar seperti Gunung Pongkor. Sedikitnya pengendapan emas di Kedung Grombyang daripada di Gunung Pongkor dikarenakan oleh perbedaan magma asal, yang dicerminkan oleh perbedaan variasi mineralogi batuan volkanik di kedua wilayah dan karakter fluida hidrotermal. Di samping batuan andesitik, di Kedung Grombyang juga terdapat batuan basaltik dan dasitik. Sedangkan strukturnya relatif sama, karena kedua wilayah dipengaruhi oleh zona sesar utama yang mengontrol keterdapatan cebakan mineralisasi di Pulau Jawa. Batuan terubah filik dan propilitik yang dicirikan oleh pembentukan muskovit merupakan fenomena umum di wilayah Kedung Grombyang, sementara itu tidak dijumpai di Gunung Pongkor. Fenomena ini selaras dengan data pengukuran mikrotermometri dimana Kedung Grombyang dipengaruhi oleh lingkungan dengan suhu pembentukkan urat yang lebih tinggi daripada Gunung Pongkor. Pengayaan supergen yang intensif di wilayah Gunung Pongkor memiliki korelasi yang baik dengan mineralisasi emas yang kaya. Kasus ini tidak terjadi di wilayah Kedung Grombyang. Tulisan ini akan mendiskusikan karakter alterasi dan mineralisasi polimetalik di wilayah Kedung Grombyang dengan endapan emas Gunung, dalam hubungannya dengan mineralisasi di Pegunungan Selatan Jawa, khususnya di segmen timur, berdasarkan metode petrografi, mineragrafi dan inklusi fluida.
BATUAN PEMBAWA EMAS PADA MINERALISASI SULFIDA BERDASARKAN DATA PETROGRAFI DAN KIMIA DAERAH CIHONJE, GUMELAR, BANYUMAS, JAWA TENGAH Indarto, Sri; Sudarsono, Sudarsono; Setiawan, Iwan; Permana, Haryadi; Al Kausar, Andrie; Yuliyanti, Anita; Dewi Yuniati, Mutia
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 24, No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3283.316 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2014.v24.88

Abstract

The bearing rocks and hosted rocks of base metals and gold in Indonesia generally occurs in Tertiary age of volcanic rocks. However, base metals and gold mineralizations in Cihonje area, Gumelar, Banyumas that have potential as hosted rocks of base metals and gold are in Tertiary sedimentary rock. Therefore, the rocks need to be investigated by field research for sampling and then laboratory petrographic and chemical analysis for some selected rock samples. The results obtained are calcareous sandstones, silicified and argillitized breccias and mineralized as members of the Rambatan Formation; sandstones as a member of Halang Formation that has weak propylitization and slightly mineralized; andesite basaltic of Kumbang Formation and veins of metal - quartz- adularia - calcite. Alteration and hydrothermal mineralization is caused by the intrusion of basaltic andesite Kumbang Formation that has shape of sill or dyke. From SiO2 vs K2O contents and FeO */MgO versus SiO2, some volcanic rocks samples of Kumbang Formations indicate the composition of basalt and basaltic andesite that are partially in tholeitic series, but generally are calc - alkaline. Members of Rambatan Formations and Lower Halang Formations interpreted as hosted rocks, Kumbang Formations are hosted rock and metal bearing rocks, while veins of metal-quartz-adularia-calcite are the metal bearing rocks. The sulphide minerals consist of pyrite, chalcopyrite, sphalerite, galenas. Gold mineralization and base metal occurred in epithermal–mesothermal and low sulphidation zones.ABSTRAKBatuan pembawa logam dasar dan emas di Indonesia umumnya terdapat pada batuan volkanik berumur Tersier, namun berbeda dengan batuan yang berpotensi sebagai pembawa logam dasar dan emas yang terdapat di daerah Cihonje, Gumelar, Banyumas yang terdapat pada batuan sedimen Tersier. Kondisi ini mendorong untuk dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui kenapa keberadaanya pada sedimen Tersier. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian lapangan, pengambilan conto batuan terpilih untuk dilakukan dianalisis petrografi dan kimia batuan. Hasilnya menujukkan bahwa didapatkan batupasir gampingan, breksi tersilisifikasi dan terargilitisasi serta termineralisasi sebagai anggota Formasi Rambatan, batupasir anggota Formasi Halang terpropilitisasi lemah serta sedikit termineralisasi, andesit basaltik Formasi Kumbang dan urat-urat kalsit-adularia-kuarsa-logam. Alterasi dan mineralisasi hidrotermal yang terjadi disebabkan oleh intrusi andesit basaltik Formasi Kumbang berbentuk sill atau dyke. Pada batuan volkanik Formasi Kumbang kandungan SiO2 vs K2O dan FeO*/MgO vs SiO2 menunjukkan komposisi basalt dan andesit basaltik yang sebagian termasuk seri toleitik dan umumnya kapur – alkali. Batuan anggota Formasi Rambatan dan Formasi Halang bawah diinterpretasikan sebagai jebakan (perangkap), batuan Formasi Kumbang sebagai jebakan dan pembawa logam, urat kalsit-adularia-kuarsa-logam adalah pembawa logam. Mineral – mineral sulfida terdiri dari pirit, khalkopirit, sfalerit, galena. Mineralisasi emas dan logam dasar dapat terjadi pada zona epitermal – mesotermal bersulfida rendah.
ALTERASI DAN MINERALISASI DI SAYAP BARAT PEGUNUNGAN BUKIT BARISAN: KASUS DAERAH KOTA AGUNG DAN SEKITARNYA KABUPATEN TANGGAMUS - PROPINSI LAMPUNG Setiawan, Iwan
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 15, No 1 (2005)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2903.818 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2005.v15.185

Abstract

Analisis petrografi dan mineragrafi telah dilakukan pada sekitar 30 contoh batuan yang dikumpulkan dari daerah Kota Agung di sayap barat Pegunungan Bukit Barisan, Sumatera. Sebagian besar daerah penelitian ditutupi oleh Formasi Hulusimpang yang dikenal berasosiasi dengan alterasi dan mineralisasi. Analisis petrografi dari batuan-batuan menunjukkan variasi komposisi mineralogi dari asam sampai basa. Proses alterasi yang terjadi di daerah penelitian dicirikan oleh kehadiran dari klorit, karbonat, epidot, silika dan mineral lempung. Mineral-mineral alterasi ini berasosiasi dengan mineral logam seperti pirit, kalkopirit, sfalerit, magnetit, tetrahidrit dan emas. Kelompok asosiasi ini dapat disebandingkan dengan zona propilitik dan argilik dengan kisaran suhu dari sekitar 200°C ke 250°C atau sebanding dengan sistem epithermal tipe sulfidasi rendah. Mineralisasi di sebagian besar daerah penelitian dicirikan oleh tipe alterasi propilitik yang digantikan oleh argilik, dan tipe argilik. Fenomena ini dapat diamati melalui pemunculan kristal-kristal atau urat-urat yang mengalami overprint dan pergeseran atau bukaan dari urat-urat tipis kuarsa. Dan juga pengendapan dari pirit, magnetit dan sfalerit menunjukkan tekstur penggantian; sedangkan pirit dan galena menunjukkan tekstur penguncian sederhana seperti yang teramati pada conto dari Way Kerap. Kedua asosiasi memiliki kisaran temperatur kristalisasi yang berbeda. Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa lebih dari dua kali proses hidrotermal telah terjadi di daerah penelitian.
STUDI BATUAN VOLKANIK DAN BATUAN UBAHAN PADA LAPANGAN PANASBUMI GEDONGSONGO KOMPLEKS GUNUNGAPI UNGARAN JAWA TENGAH Indarto, Sri; Widarto, Djedi S.; Zulkarnain, Eddy Gaffar; Setiawan, Iwan
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 16, No 1 (2006)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.42 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2006.v16.175

Abstract

Gedongsongo terletak di bagian lereng selatan Gunungapi Ungaran, yang termasuk kawasan Kompleks Gunungapi Depresi Ungaran Jawa Tengah. Indikasi kegiatan panasbumi Gedongsongo dicirikan oleh adanya fumarola yang didominasi oleh uap, mataair panas, serta batuan ubahan. Data yang diperoleh dari lapangan dan laboratorium terdiri dari : (i). Selang-seling breksi laharik berfragmen andesit basaltik dengan aliran lava, intrusi andesit piroksen, batuan ubahan, dan bom (berkomposisi andesit-basaltik). (ii). Sesar normal yang berarah baratdaya – timurlaut di sepanjang tebing gunung bagian utara yang diduga berkaitan erat dengan munculnya intrusi andesit piroksen sebagai sumber panas bawah permukaan. (iii). Sesar geser yang mempunyai arah utara – selatan melalui sungai Item ditandai dengan munculnya mataair panas, uap panas dan fumarola ke permukaan. (iv). Batuan ubahan yang terbentuk ditunjukkan oleh munculnya mineral – mineral haloisit, kaolinit, silika amorf, kristobalit, ilit, markasit, dan pirit. Batuan ubahan tersebut terjadi dekat dengan sumber fumarola dan mataair panas di sepanjang sungai Item. Asosiasi kelompok mineral ubahan yang terbentuk, dapat menyarankan suhu batuan reservoir bawah permukaan lapangan panasbumi Gedongsongo berkisar dari 70oC - 200oC dan bersifat asam. Gedongsongo is located at the south flank of the Ungaran Mountain within theUngaran Depression Volcanic Complex, Central Java. Geothermal activities arecharacterized by vapour dominated fumaroles, hotsprings, and hydrothermally alteredrocks. Geological data obtained from field and laboratory works, consist of : (i)interlayering laharic breccia with basaltic andesite fragments and lava flow, alterationrocks, and bombs (basaltic andesite in composition), (ii). The southwest-northeast normalfault along northern part of mountain which is triggered the pyroxene andesite intrussion,assumed as a heatsource and have been controlled to the altered rock formation at thearea, (iii). The north-south strike slip fault through the Item River triggered hotspring andhot vapour dominated fumaroles to the surface, (iv). Altered rocks, which arecharacterized by halloysite, kaolinite, amorphous silica, crystobalite, illite, marcasite, andpyrite. Those alteration mineral assemblages located close to the fumarole and hotspringalong the Item River. The alteration mineral assemblages suggest that the temperature ofreservoir rock beneath the Gedongsongo geothermal field ranges from 70oC - 200oC andacidic environment.   
Profil Endapan Nikel Laterit di Daerah Palangga, Provinsi Sulawesi Tenggara Lintjewas, Lediyantje; Setiawan, Iwan; Kausar, Andrie Al
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 29, No 1 (2019)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.364 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2019.v29.970

Abstract

Nikel laterit adalah mineral logam hasil dari proses pelapukan dan pengkayaan mineral pada batuan ultramafik. Geologi di daerah Palangga, Provinsi Sulawesi Tenggara, disusun oleh batugamping dari Formasi Eimoko dan Formasi Langkolawa yang memiliki hubungan ketidakselarasan dengan batuan ultramafik di bawahnya sebagai pembawa endapan nikel laterit. Proses pelapukan pada batuan ultramafik menghasilkan karakter dan profil nikel laterit yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakterisasi nikel laterit berdasarkan pada mineralogi dan profil dari Zona lateritisasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa jenis batuan pembawa nikel laterit di Daerah Palangga adalah harsburgit. Nikel laterit memiliki ketebalan sekitar 15 meter. Zona Limonit memiliki komposisi mineral lempung berupa kaolinit, mineral oksida berupa mineral magnetit, hematit, kromit dan mineral hidroksida berupa gutit. Kedalaman Zona Limonit yaitu sekitar 0 - 3 meter dengan kandungan Ni sekitar 0,76 – 1,78%, Fe sekitar 34,10 – 48,31%, dan SiO2 sekitar 9,42 – 18,02%. Zona Saprolit memiliki komposisi mineral silikat berupa kuarsa, garnierit, antigorit, enstatit, dan lisardit. Kedalaman Zona Saprolit sekitar 3 – 9 meter dengan kandungan Ni sekitar 1,79 – 2,98%, Fe sekitar 10,27 – 34,52%, SiO2 sekitar 22,0 – 49,63%. Batuan dasar (Bedrock) memiliki komposisi mineral silikat, antigorit, enstatit, olivin, augit dan lisardit. Kedalaman batuan dasar (bedrock) sekitar 9 – 10 meter dengan kandungan Ni sekitar 0,95 – 1,28%, Fe sekitar 7,62 – 8,29%, SiO2 sekitar 42,81 – 45,85%. Zona Saprolit merupakan Zona yang kaya akan nikel, dengan mineral penyusun berupa kuarsa, garnierit, antigorit, enstatit, dan lisardit. Nickel laterite is metal mineral formed by weathering and mineral enrichment of ultramafic rocks. Geology of Palangga area, Southeast Sulawesi Province arranged by limestone of Eimoko Formation and Langkowala Formation that have unconformity relation with ultramafic rocks as source of nickel laterite. Weathering process underwent ultramafic rocks resulted in different nickel laterite characters and their profile. The study aims to identify characterization of nickel laterite based on mineralogy and lateritization profile zones. Based on the result of study, source of nickel laterite in Palangga area is harzburgite. Nickel laterite profile has around 15 meters thick. Mineral composition of Limonite Zone is clay mineral as kaolinit, oxide mineral consisted of magnetite, hematite, chromite, and hidroksida mineral as goetite. Depth of Limonite Zone around 0 - 3 meters with Ni grade around 0,76 – 1,78%, Fe around 34,10 – 48,31%, and SiO2 around 9,42 – 18,02%. Mineral composition of Saprolite Zone is silicate mineral consist of quartz, garnierite, antigorite, enstatite, and lizardite minerals. Depth of Saprolite Zone around 3 – 9 meters with Ni grade around 1,79 – 2,98%, Fe around 10,27 – 34,52%, and SiO2 around 22,0 – 49,63%. Mineral composition of bedrock is silikat minerals consits of antigorite, enstatite, olivine, augit, and lizardite minerals. Depth of Bedrock ar ound 9 – 10 meters with grade Ni 1,28%, Fe around 7,62 – 8,29%, and SiO2 around 42,81 – 45,85%. The Saprolit Zone is a Zone that rich in nickel, with mineral composition is quartz, garnierite, antigorite, enstatite, and lizardite minerals.
Co-Authors Abdul Azis Abdurrahman, Muhammad Hanif Achmad Hidayatno Adi Nugraha Adi Septian Putra Atmaja, Adi Septian Putra Adian Fatchur Rochim Aditya Bakti Priahutama Affriani, Asri Ria Afrilianto, muhammad Agung Nugroho Agung Warsito Agus Sukarto Wismogroho, Agus Sukarto Agus Sumule Agus Yuniawan Isyanto, Agus Yuniawan Ahmad Asmedi, Ahmad Ahmad Shafi Mukhaitir Ahmad Thoriq, Ahmad ahmad yani Akbar, Padillah Al Achmad, Syah Jahan Al-Anshory, Umair Alfa Pradipta, Alfa Amalia, Bevy Ambarwati, Levia Hasvi Andinnie Juniarsih, Andinnie Andreas Handojo Andrey Wicaksono, Andrey Andrian Kristianto Andrie Al Kausar Anggoro Tri Mursito Angkasa, Syahreza S. Anita Yuliyanti Anne Charina Ardyono Priyadi Ariani, Nofi Risa Arief Daryanto Arif Satria Arifudin Idrus Aris Sugianto, Aris Aris Triwiyatno Arrasyid, Riko Arsyahadij, Miftahuddin Aryati, Yosephine Vania Prima Ashari, Ayu Aisyah Asnawi, Haris Faulid Astian, Astian At., Mulyadi Atiek Iriany Aulia Rahman Azis Wisnu Widhi Nugraha, Azis Wisnu Azis Wisnu Widhi Nugraha, Azis Wisnu Widhi B Devina Puspasari bagja waluya, bagja Bambang Winardi Basari, M. Aziz Bobby Rachmat Saefudin, Bobby Rachmat Budi Setiyono Camalin, Maudia Colin R Trainor Daniel R. Monintja Darjat Darjat Darmanto Darmanto David Setiawan, David Dede Ramdani, Dede Dede Rohmat Dede Sugandi Dede, Moh. Dian Agista Dian Masita Dewi Dianto, Ryan Dianto, Ryan Dika Supyandi Dista Yoel Tadeus Djedi S. Widarto, Djedi S. Dwi Lesmana Dzakwan, Muhammad Irfan Eddy Gaffar Zulkarnain, Eddy Gaffar Eduward Tigor Eliana Wulandari Elly Rasmikayati, Elly Endang Bidayani, Endang Erfrissadona, Yolanda Ernowo Ernowo Fadlin Idrus Fahriany Fahriany Fajar Wisnu Aribowo Fariz, Fiqih Anugerah Faruk, Mujaddid Fauzan, Mohamad Nurkamal Febriana, Eni Feti Fahmimroah, Feti Fifi Swandari Franklin Franklin Friska, Yuliana Ganjar Kurnia, Ganjar Gumelar, Dian Rachmat H, Puput Wahyu Habibi, Muhammad Irfan Habibi, Roni Habibnur, Yoshua Hafiez Sofyani Hakim, Muhammad Ikhwanul Handarto Hariri, Azka HARIYANTO HARIYANTO Harjon, Aditiya Harlina, Raesa Harsono Harsono Haryadi Permana Haryanto, Agus Didit Hastuti - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional Surakarta, Diah Dwi Hastuti, Diah Dwi Hendri Donnel Heni Kusdarwati Hepi Hapsari Heri Susanto Hidayat, Deasy Nurma Hill. Gendoet Hartono Ildrem Syafri Imam Santoso Imura, Takumi Indira, Diah Insani, Fitrah Rahmah Irawan, Januar Irfan Ardiansah Irkham, Irkham Ismawati, Heny Isnan Fauzan Akrom Ivan Aris Panoyo, Ivan Aris Ivan Sayid Nurahman, Ivan Sayid Johanes Hutabarat Judawinata, Gunardi Judawinata, Muhammad G. Juliana, Venti Jusagemal Aria EL Justinus Andjarwirawan Kasdi, Solihin Rusydi Kausar, Andrie Al Keith Martin Koesputra, Mohammad Fadhil Kukuh Priyangga Kusniawati, Aini Kusuma, Eka Wisnu Laras Dwi Kawuri Lies Sulistyowati Lili Somantri Lintjewas, Lediyantje Lintjewas, Lediyantje Lisye Setiagustina Lovita Adriani, Lovita M Charlotte Benstead M. Fedi A. Sondita Maria Teodora Ping, Maria Teodora marthani, marthani Martina Nainggolan Maryadi, Arif Maulani, Muhammad Ruslan Mauridhi Hery Purnomo Meddy Rachmadi Meyta, Meyta Mochammad Facta Moetamar Moetamar Muhammad Fairuz Luthfa Muhammad Farchani Rosyid Muhammad Fathul Faris Muhammad Iqbal Muhammad Riyadi Muhammad Supono Kurniawan Mulyani, Rani Munawar Agus Riyadi Mustika, Diah Sinta Mutia Dewi Yuniati Muttaqin, Syaoqi Neonnub, Jefrianus Nina Mariana, Nina Noor Yudhi Novena Yety Lindawati, Novena Yety Noviyanto, Alfian Nugroho, Muhammad Arief Nur Syamsiyah Nurdiana, Dian Nurkholiq, Adita Nurul Huda Nurul Taufiqu Rochman Ohba, Tsukasa Oyon Saryono, Oyon pangaribuan, charles Panjaitan, Poltak BP Paundralingga, Angsoka Yorintha Phil J Benstead Prabowo Tjitropranoto Pradana, Byan Bagas Pradana, Muhammad Ivan Prakasa, Tiffany Ary Prasetya, Agysta Rama Prasetyo, Agus Budi Prasetyo, Agus Budi Prestian Rindho S. Purwanto, Aji Putra, Gian Anantrio Raf Drijvers Rahmawati, Desi Ana Rahmawati, Dyana Rano Gusman Namara raudatul jannah Rika Arliza, Rika Rina Nuryati, Rina Riva Amrulloh Rizkiyana, Shella Rizky Mulya Sampurno Ronaldo Irzon Roron Wicaksono Hadi Rosana, Mega Safitri, Romadona Ayu Sandjojo, Ferry Aditya Saptaji, Kushendarsyah Saputri, Inderi Mira Saryanti, Dwi Saryanti, Dwi Saryati, Dwi Sendjaja, Purnama Setiyawidi Setiyawidi, Setiyawidi Shalahuddin, Muhammad Nadzir Sigit Purwanto Silalahi, Indra Pribady Sinaga, Bosker SIska Rasiska, SIska Soniansi, Syafira Dwi Sorikhi Sorikhi, Sorikhi Sri Fatimah Sri Indarto ST., MT, Supriady Suardi, Tennisya Febriyanti Subagja, Rudi Sudantoko, Eri SUDARSONO SUDARSONO Sudjadi Sudjadi Sudrajat Sudrajat Sugarda, Tarya J. Suhartini Suhartini SUHARYANTO SUHARYANTO Suharyanto, Ariyo Sukmandaru Prihatmoko Sulistomo, Pinandito Sumardi Sumardi Sumardjo Sumardjo SUPARMAN, AGUS NURULSYAM Supriatin, Hj. Ukilah Suroso, Segal Mancini Sururie, Ramdani Wahyu Surya Wisnurahutama Susatyo Handoko Sutanto Hadisujoto, Ignatius Budi Syafri Kamsul Arif Taniady, Vicky Tapi, Triman Tejo Sukmadi Teuku Winnetou Thinni Nurul Rochmah Thoyyibah, Ita Tri Bagus Susilo Tri Wiyoko Trias Andromeda Trisna Insan Noor, Trisna Insan Tunjung Dwi Madyanto Uu Nurul Huda, Uu Nurul Victor P.H. Nikijuluw Wahyu Mayangsari Wahyudi Wahyudi Wahyuni, Lies wana, ruswana Wandy, Wandy Wawuru, Feronika Cinthya Mawarni Putri Widiawaty, Millary Agung widya astuti Windarta, Agung Wisnu Ari Adi Yayat Sukayat, Yayat Yoga Handoko Agustin, Yoga Handoko Yuli Christyono Yulia Yulia Yuniati, Mutia Dewi Yuslinar, Asep Yusuf Dewantoro, Yusuf YUSUF, IMAM MAULANA Zabib Bashori Zulhar, Fachrian