Articles

Found 11 Documents
Search

PEWARISAN SIFAT DENSITAS STOMATA DAN LAJU KEHILANGAN AIR DAUN (RATE LEAF WATER LOSS RWL) PADA KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGAEA L.) Adisyahputra, Adisyahputra; Sudarsono, Sudarsono; Setiawan, Kukuh
Jurnal Natur Indonesia Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.975 KB) | DOI: 10.31258/jnat.14.1.73-89

Abstract

The aim of this research is to analyze and examine the inheritance of stomatal density trait and RWL as a variable in drought tolerance ofpeanut. The experiment was conducted by using cv. Kelinci that is sensitive genotype as female parent and US 605 which is tolerantgenotype as male parent, including population off spring from hybrid cv. Kelinci (P1) with US 605 (P2). Stomatal density was determinedby making leaf imprint and by observing leaf imprint under microscope. Relative water loss was determined by dipping peanut leaf in PEG40% for 48 hours. Result of the analysis showed that stomatal density and RWL were not only controlled by qualitative characters of majorgene, but also controlled by quantitative character of minor gene by polygenic with the complex gene action. Both characters seem toinfluence more as genetic factor and have high level fixation additive varians which can give the opportunity to obtain the tolerant offspring.
VARIETAL DIFFERENCES OF FLAG LEAF CHARACTERS IN RELATION TO GROWTH AND YIELD OF UPLAND RICE GENOTYPES Setiawan, Kukuh
Jurnal Agrista Vol 10, No 2 (2006): Volume 10 Nomor 2 Agustus 2006
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.054 KB)

Abstract

Perbedaan Varietas Tentang Karakter Daun Bendera Hubungannya dengan Pertumbuhan dan Hasil Padi GogoABSTRAK. Penelitian sebelumnya telah mengungkapkan bahwa daun bendera padi gogo pada kondisi naungan berkorelasi positif dengan hasil. Namun hubungan antara daun bendera dan pertumbuhan serta hasil pada berbagai genotipe padi gogo pada kondisi tanpa naungan masih perlu diteliti lebih lanjut. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi perbedaan avrietas dari karakter daun bendera berbagai genotipe padi gogo yang berhubungan dengan pertumbuhan dan hasil serta menghitung korelasi antara karakter daun bendera dan kompoenen pertumbuhan maupun hasil yang nantinya digunakan sebagai indikator seleksi hasil tinggi. Penelitian ini dilaksanakan di Sukoharjo, Tanggamus mulai awal oktober 2002 sampai dengan akhir Maret 2003 dengan menggunakan 18 genotipe padi gogo. Hasil menunjukkan bahwa TB 165-TB-6 mempunyai luas daun bendera dan ukuran biji tertinggi, yaitu berturut-turut 53,1 cm-2 dan 34,3 g/1000 butir. Sebailknya, genotipe dodokan mempunyai luas daun kecil, yaitu 25,8 cm2 dan menunjukkan ukuran biji yang kecil, yaitu 25,7 g/1000 butir. Kondisi ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa luas daun bendera berkorelasi positif dengan ukuran biji, yaitu r= 0,31**. Luas daun bendera juga menunjukkan korelasi positif dengan bobot kering batang yaitu r=0,23**. Hal ini berarti bahwa daun bendera mempunyai peran yang penting untuk mengalokasikan fotosintat ke bagian biji. Oleh karena itu, perbedaan varietas untuk daun bendera akan bermanfaat digunakan sebagai indikator seleksi ukuran biji pada padi gogo.
PENGARUH SUHU RUANG DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP VIGOR BENIH DAN KECAMBAH SORGUM VARIETAS SUPER-2 Pangastuti, Diana; Setiawan, Kukuh; Pramono, Eko; Sa?diyah, Nyimas
Jurnal Agrotek Tropika Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.237 KB) | DOI: 10.23960/jat.v7i3.3548

Abstract

Tanaman sorgum merupakan salah satu sumber bahan pangan alternatif. Sorgum dapat dijadikan sebagai salah satu tanaman pangan alternatif di masa depan yang mempunyai banyak manfaat untuk memenuhi kebutuhan pangan Indonesia. Salah satu cara pengembangan sorgum yaitu penyediaan benih bermutu dan memiliki vigor benih dan kecambah yang tinggi pasca penyimpanan. Kemunduran benih selama penyimpanan berbanding lurus dengan lamanya penyimpanan itu sendiri. Laju kemunduran benih selama penyimpanan dipengaruhi oleh suhu ruang simpannya. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh suhu ruang simpan dan lama penyimpanan terhadap vigor benih dan kecambah sorgum varietas Super-2. Penelitiaan ini dilaksanakan di LaboratoriumBenih dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung yang berlangsung dari Februari 2017 sampai dengan Februari 2018. Penelitian ini disusun dengan strip plot lengkap (SPL) 2x4 dengan 3 ulangan. Petak utama yaitu suhu ruang simpan (T) yang terdiri dari 2 taraf yaitu suhu ruang simpan ±18 0 C (T1) dan suhu ruang simpan ±26 0 C (T2). Anak petak yaitu lama penyimpanan (P) yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 bulan (P1), 4 bulan (P2), 8 bulan (P3), dan 12 bulan (P4). Suhu ruang simpan tidak berpengaruh nyata pada vigor benih dan kecambah sorgum varietas Super-2. Lama penyimpanan berpengaruh nyata pada vigor benih dan kecambah sorgum varietas Super-2. Vigor benih sudah nyata menurun setelah lama penyimpanan 4 bulan yang ditunjukkanoleh variabel kecambah normal total dan kecepatan perkecambahannya, sedangkan vigor kecambah signifikan menurun setelah lama penyimpanan 8 bulan yang ditunjukkan oleh variabel kecambah normal kuat dan bobot kering kecambah normal. Efek interaksi suhu ruang simpan dan lama penyimpanan tidak berpengaruh pada vigor benih dan kecambah sorgum varietas Super-2.
KELIMPAHAN ARTHROPODA TANAH PADA PERTANAMAN UBIKAYU YANG DIPERLAKUKAN DENGAN PUPUK MIKRO Tanjung, Rioga N; Susilo, F.X.; Hariri, Agus M; Setiawan, Kukuh
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.615 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i3.2923

Abstract

Penambahan pupuk mikro merupakan salah satu upaya dalam pemenuhan nutrisi bagi tanaman untuk dapat tumbuh dengan optimal. Tanaman yang sehat akan cenderung lebih tahan terhadap serangan hama. Hal ini dapat diketahui dari keberadaan organisme yang ada pada tajuk tanaman tersebut. Kelimpahan arthropoda tanah menjadi indikator keterkaitan antara organisme yang berada di atas dan di bawah tajuk tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan arthropoda tanah pada lahan pertanaman ubikayu yang diperlakukan dengan pupuk mikro. Penelitian dilakukan pada pertanaman ubikayu di DesaBumi Aji, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah pada November 2016 – Mei 2017. Rancangan percobaan disusun menggunakan nested design dengan tiga perlakuan yaitu tanpa pupuk mikro (A0), pupuk mikro 20 kg/Ha (A1), danpupuk mikro 40 kg/Ha (A2). Sampling arthropoda tanah dilakukan dengan pitfall trap. Data yang diperoleh dianalisis ragam. Pemisahan nilai tengah dilakukan dengan Uji BNT pada taraf 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepuluh ordo arthropoda tanah ditemukan pada pertanaman ubikayu di Desa Bumi Aji, yaitu Collembola, Hymenoptera, Orthoptera, Coleoptera, Hemiptera, Diptera, Isoptera, Diplura, Araneae, dan Diplopoda. Adapun dari sepuluh ordo arthropoda tersebut, terdapat dua ordo yang dominan, yakni Collembola dan Hymenoptera. Pupuk mikro tidak berpengaruh pada kelimpahan Collembola, namun menurunkan kelimpahan Hymenoptera (semut). Pupuk mikro tidak berpengaruh pada kelimpahan Orthoptera, Coleoptera, Hemiptera, Diptera, Isoptera, Diplura, Araneae, dan Diplopoda.
PENGARUH LAMA SIMPAN DAN SUHU RUANG PENYIMPANAN PADA KEMUNDURAN DAN VIGOR BENIH SORGUM ( Sorghum bicolor [L.] Moench.) VARIETAS SAMURAI-1 Pramono, Eko; Kamal, Muhammad; Setiawan, Kukuh; Tantia, Marida Arista
Jurnal Agrotek Tropika Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v7i2.3261

Abstract

Penyediaan benih bermutu dipengaruhi oleh penyimpanan benih. Lama simpan dan suhu ruang menjadi faktor utama yang menyebabkan kemunduran benih dan vigor benih. Suhu penyimpanan dapat mempengaruhi metabolisme benih yang juga berkaitan dengan kelembaban nisbi ruang simpan dan kadar air benih. Metabolismeyang tinggi selama penyimpanan berakibat pada kemunduran benih dan vigor benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemunduran dan vigor benih sorgum varietas Samurai-1 yang disimpan pada suhu ruang 18 ±1,58ºC dan 26 ±1,08ºC. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Benih dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Lampung dari Febuari 2017 sampai dengan Febuari 2018. Perlakuan disusun secara faktorial dengan strip plot 2x4 dalam 3 ulangan teracak lengkap. Petak utama yaitu suhu ruang simpan (T) yang terdiri dari 2 taraf yaitu suhu ruang simpan 18 ±1,58ºC (T1) dan suhu ruang simpan 26 ±1,08ºC (T2). Anak petak yaitu lama penyimpanan (L) yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 bulan (L1), 4 bulan (L2), 8 bulan L3), dan 12 bulan (L4). Pengaruh antar perlakuan dilihat dengan analisis ragam pembandingan nilai tengah perlakuan menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) masing-masing pada taraf nyata 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih dengansuhu ruang simpan 18 ±1,58ºC dan 26 ±1,08ºC tidak menyebabkan perbedaan vigor dan kemunduran benih pada lama simpan 0, 4, 8, dan 12 bulan. Lama simpan 4, 8, dan 12 bulan menyebabkan kemunduran dan vigor benih lebih rendah dibandingkan dengan yang belum disimpan ( 0 bulan), yang ditunjukkan oleh daya hantar listrik, kecambah normal total, kecepatan perkecambahan dan benih mati.
PENGARUH APLIKASI BEBERAPA KONSENTRASI PACLOBUTRAZOL DAN KOH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN UBI KAYU (MANIHOT ESCULENTA CRANTZ) Aritonang, Prasasti Dame; Ardian, Ardian; Setiawan, Kukuh
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 19, No 3 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v19i3.1047

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of paclobutrazol and KOH application through leaf togrowth and production of cassava.  This study was conducted from March 2017 to October 2018 in an Integrated Field Universityof Lampung. The treatmens was arranged factorially (4 x 4) in a complete randomized block design with 4 replications be avowed as group.  The main factor were paclobutrazol consist of P1 = 0 ppm (control, no treatment), P2 = 400 ppm, P3 = 500 ppm and P4 = 600 ppm.  The second factor were KOH consist of K1 = 0% (control, no treatment), K2 =0,5%, K3 = 1% and K4 = 1,5 given a week after paclobutrazol?s application.  This study used cassava cutting varieties of kasesart.  Observation variables were plant height, number of books, number of fresh leaves, fresh weight of leaves, dry weight of leaves, fresh weight of stem, dry weight of stem, fresh weight of tubers, dry weight of tubers.  Data of each treatments were calculated its mean value and tested homogeneity.  Homogeneous data were analyzed variance and followed by the smallest real difference testat level 5%.The study?s result showed that paclobutrazol application had inhibited effect the vegetative growth of plant height, number of nodes, fresh and dry weight of stem cassava plants.  Application of KOH had a significant effect only on number of fresh leave at 13 week after planted.  The interaction of paclobutrazol and KOH treatment had a significant effect on leaf dry weight.   
KERAGAMAN GENETIK, FENOTIP DAN HERITABILITAS BEBERAPA GENOTIP SORGHUM PADA KONDISI TUMPANGSARI DAN MONOKULTUR Setiawan, Kukuh; Restiningtias, Rafika; Utomo, Setyo Dwi; Ardian, Ardian; Hadi, M S; Sunyoto, Sunyoto; Yuliadi, Erwin
Jurnal Agro Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/4568

Abstract

Selain sebagai bahan pangan dan pakan, sorgum berpotensi menghasilkan nira untuk bioethanol. Beragamnya potensi hasil nira, mendorong perlunya evaluasi keragaan berbagai genotip sorgum untuk digunakan sebagai kriteria seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi produksi nira, membandingkan keragaman genetik dan fenotip pada beberapa genotip sorgum, serta menghitung heritabilitas arti luas. Penelitian dilaksanakan di Desa Sukanegara, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan dari April 2017 sampai Februari 2018.  Rancangan perlakuan disusun secara strip plot dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tiga ulangan yang digunakan sebagai kelompok.  Kondisi tumpangsari dan monokultur yang digunakan sebagai pembanding disusun secara strip plot. Sebanyak 15 genotip digunakan, yaitu GH 3, GH 4, GH 5, GH 6, GH 7, GH 13, Super 1, Super 2, Samurai 1, UPCA, Numbu, Mandau, Talaga Bodas, P/IWHP, dan P/F 5-193-C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotip Talaga Bodas mempunyai kandungan nira yang cukup tinggi baik pada kondisi tumpangsari maupun monokultur yang masing-masing sebesar 144,0 ml dan 166,0 ml.  Sementara genotip Super 1 menunjukkan kandungan nira paling tinggi pada kondisi tumpangsari (163,0 ml) dan genotip GH13 menghasilkan volume nira paling tinggi pada sistem monokultur (183,0 ml). Nilai heritabilitas arti luas pada tinggi tanaman, nilai brix, kandungan nira, dan jumlah ruas pada sistem tanam tumpangsari dan monokultur termasuk dalam kriteria tinggi (0,6-0,9). Nilai heritabilitas yang tinggi pada karakter tersebut menunjukkan bahwa faktor genetik lebih berpengaruh sehingga bisa digunakan sebagai kriteria seleksi.ABSTRACT In addition to foodstuffs and feed, sorghum potentially produces ?nira? for bioethanol. The varying potency of the nira results, prompting the need to evaluate the performance of various sorghum genotypes for use as selection criteria. The objectives of this study were to evaluate nira production, to compare genetics and phenotype variances of sorghum genotypes, also to calculate broad sense heritability of some sorghum genotypes.  This study was conducted at Desa Sukanegara, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan from April 2017 to February 2018.  The experiment was designed by stripe plot in completely randomized block design with three replications used as block. The conditions of monoculture and intercropping used as comparison were arranged in stripe plot.  As many as 15 genotypes used in this study i.e. GH 3, GH 4, GH 5, GH 6, GH 7, GH 13, Super 1, Super 2, Samurai 1, UPCA, Numbu, Mandau, Talaga Bodas, P/IWHP, and P/F 5-193-C. The result showed that Talaga Bodas genotype had high volume of nira content under monoculture and intercropping conditions as 144.0 ml and 166.0 ml, respectively. However, Super 1 genotype had high nira content (163.0 ml) under intercropping condition and GH13 genotype had high nira content under monoculture (183.0 ml). Broad sense heritability of plant height, brix value, nira content, and internode number in both intercropping and monoculture conditions was high (0.60 ? 0.90).  These high heritability values mean that these characters are influenced by genetics factor and could be used as selection criteria.
PENGARUH LAMA PERENDAMAN DALAM BERBAGAI KONSENTRASI GIBERELIN (GA3) TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) Agustiansyah, Agustiansyah; Ardian, Ardian; Setiawan, Kukuh; Rosmala, Devi
Agrovigor Vol 13, No 2 (2020): April-September (Inpress)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.761 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v13i2.6693

Abstract

Benih kelapa sawit mengalami dormansi fisik dalam proses perkecambahannya,   Upaya yang dilakukan untuk mengatasi dormansi pada benih kelapa sawit yaitu dengan teknik perendaman dalam zat pengatur tumbuh tanaman giberelin,  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dalam berbagai konsentrasi giberelin terhadap perkecambahan benih kelapa sawit, Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Benih dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lampung dari bulan Februari-Juni 2019,  Perlakuan disusun dalam rancangan faktorial yaitu lama perendaman 1, 3, 5, 7, dan 9 hari dan  konsentrasi giberelin 0, 100, 200,dan 300 ppm,  Berdasarkan penelitian diperoleh kesimpulan bahwa secara umum perendaman benih kelapa sawit dalam larutan giberelin dapat meningkatkan persentase perkecambahan, potensi tumbuh maksimum, kecepatan tumbuh, dan waktu munculnya kecambah, Kombinasi lama perendaman dan konsentrasi giberelin (9 hari+100 ppm) menghasilkan daya berkecambah paling tinggi (57,5%±11,0), potensi tumbuh maksimum (62,5%±10,3), kecepatan tumbuh benih (10,3%/etmal),  Perendaman dapat mempercepat waktu munculnya kecambah (hari ke-4 setelah pengecambah) masing-masing sebesar 4,4%; 4,4%; 8,9%, dan 6,7% pada konsentrasi giberelin 0, 100, 200, dan 300 ppm.
APPLICATION OF BENZYLADENINE (BA) IN THE FORM OF LANOLIN PASTE ON FLOWER-STALK BUDS SUCCESSFULLY INDUCED RE-BLOOMING OF HYBRID PHALAENOPSIS Iryani, Mukhaila; Yusnita, Yusnita; Hapsoro, Dwi; Setiawan, Kukuh; Karyanto, Agus
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.641 KB) | DOI: 10.23960/jat.v8i2.3915

Abstract

Hybrid moth orchid (genus Phalaenopsis) is one of the most popular ornamentals in Indonesia. It has beautiful and long-lasting flowers, but cultivating this orchid is still become a challenging issues due to the need of specific condition to grow and long time period to re-blooming. Plant growth regulators (PGR) (i.e. Benzyladenine (BA)) has been widely documented as a flower-inducing substance in several orchids. However, the optimal concentration and its mechanism in inducing flower-stalk bud and re-blooming is still unclear. This research aimed to study the effects of BA application in the form of lanolin paste on hybrid Phalaenopsis flower-stalk buds. We conducted this study using completely randomized design with four replications at the greenhouse laboratory Faculty of Agriculture University of Lampung on August to December 2018. We divided the orchid into 5 group of BA concentration (0, 1000, 1500, 3000, or 6000 ppm). The sheath of the fourth or fifth buds of the flowers were carefully opened, then it smeared with BA. The percentage of bud break into flower spike or keiki, length of shoots or spike and number of open flowers were recorded until 10 weeks of observation. The results showed that, neither of the buds under the control treatment (without BA), 1000 ppm nor 1500 ppm BA broke and grew into keiki or spike. On the other hand, application of BA at 3000 ppm or 6000 ppm successfully induced 100% flower spikes on the buds treated. No keiki was formed in all buds treated. In addition, treatment of the buds with 6000 ppm BA produced longer flower spikes as well as more open flowers. We conclude that the application of BA (minimal 3000 ppm) successfully induced flower spike of  hybrid Phalaenopsis.
PENGARUH LAMA SIMPAN PADA VIGOR BENIH DAN KECAMBAH SORGUM (SORGHUM BICOLOR [L.] MOENCH) GENOTIPE KAWALI DAN P/F-10-90A Anggraini, Iska Hartina; Kamal, Muhammad; Pramono, Eko; Setiawan, Kukuh
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.102 KB) | DOI: 10.23960/jat.v8i2.3909

Abstract

Sorghum is a type of carbohydrate-producing serelia plant. Sorghum has a great potential to be developed in Indonesia.  Seed storing time is the time period of the seed storage before the seed is planted again, while the storage of the seed is carried out with the aim of maintaining seed viability in the save period for as long as possible and can be used for the next planting period.  The purpose of this study was to determine the effect of storage time on seed vigor and sprouts of Kawali and P/F-10-90A genotypes. This research was conducted at the Laboratory of Seed and Plant Breeding, Faculty of Agriculture, University of Lampung, Bandar Lampung which runs from February 2017 until February 2018. This study uses split plot design with 3 group replications. The main plot is the storage time (LS) that was consisted of 0, 4, 8 and 12 months storage time period. Subplot is genotype (G), which consists of Kawali (G1 ) and P / F-10-90A (G2). The results showed that seed vigor and sprouts decreased significantly at 4 and 8 months storage time with the percentage of dead seeds 16.7% and 40.7%, while the percentage of normal strong sprouts at 4 months amounted to 74% for genotype P/ F-10-90A  and 8 months 54% for genotype Kawali.  P/F-10 -90A genotypes have higher seed vigor and sprouts vigor compared to Kawali genotypes as indicated by dead seed variables, strong normal sprouts, normal sprout length canopy, long root primary roots, normal sprouts, dry weight normal sprouts, and normally strong sprouts. The effect of interaction  between storage time and genotype was shown by seed vigor of genotype P/F-10-90-A seedlings which were proven to be superior for 4, 8 and 12-month storage time period.  Excellence of genotype P/F-10-90-A make it can be stored and was allowed to be used as good seed on next season farming.