Articles

PENAMBANGAN PROSES YANG MENDUKUNG PENILAIAN PERANGKAT LUNAK DENGAN COBIT4.1 Setiawan, Nanang Yudi; Sarwosri, Sarwosri
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 11, No 1, Januari 2013
Publisher : Teknik Informatika, ITS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ide dasar di balik software process improvement - SPI menjadi alasan bahwa proses perangkat lunak berkualitas baik merupakan prasyarat bagi produk perangkat lunak berkualitas baik. Oleh karenanya, proses dalam perangkat lunak perlu untuk terus dinilai dan ditingkatkan. COBIT merupakan salah satu kerangka SPI yang dapat menjadi acuan ketercapaian kualitas perangkat lunak. Untuk mendukung penilaian proses, penelitian ini mengusulkan penerapan teknik penambangan proses (process mining) dalam penilaian perangka t lunak untuk menilai ketercapaian indikator kematangan proses sesuai panduan COBIT -PAM (COBIT Process Assessment Model). Hasil evaluasi dengan validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa teknik penambangan proses dapat diterapkan dengan menyesuaikan tujuan dan produk kerja dari setiap atribut penilaian proses dalam COBIT.
Perbandingan Performa Metode Klasifikasi SVM, Neural Network, dan Naive Bayes untuk Mendeteksi Kualitas Pengajuan Kredit di Koperasi Simpan Pinjam Nur, Iqbal Taufiq Ahmad; Setiawan, Nanang Yudi; Bachtiar, Fitra Abdurrachman
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 6, No 4: Agustus 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2650.471 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.2019641352

Abstract

Mendeteksi kualitas kredit sejak dini merupakan satu tahapan penting yang wajib dilakukan oleh koperasi simpan pinjam guna meminimalisir adanya risiko kredit. Dalam penelitian ini, kami menggunakan tiga metode klasifikasi yaitu SVM, Neural Network, dan Naïve Bayes untuk menemukan metode dengan performa yang paling baik dan optimal pada kasus pendeteksian kualitas kredit di koperasi simpan pinjam. Proses yang dilakukan adalah dengan mengimplementasikan data hasil pre processing menggunakan algoritme SVM, Neural Network, dan Naïve Bayes dengan proses evaluasi menggunakan 5-fold cross validation. Hasil yang didapatkan adalah metode Neural Network menjadi metode dengan performa paling baik. Rerata tingkat akurasi yang dihasilkan sebesar 86,81%, rerata precision sebesar 0,8194, rerata recall sebesar 0,8236, dan rerata nilai AUC sebesar 0,9158. Namun, waktu eksekusi yang dihasilkan algoritme Neural Network menjadikan algoritme ini sebagai algoritme paling lambat dibandingkan dengan dua metode lain. Nilai rerata waktu eksekusi dari metode Neural Network sebesar 3,058 detik, jauh lebih lama dibandingkan dua algoritme lain yang hanya berkisar pada nilai 0 – 1 detik. AbstractDetecting credit quality at the early stage is an important step that must be done by koperasi simpan pinjam in order to minimize the credit risk. In this research, we use three classification methods i.e. SVM, Neural Network, and Naïve Bayes to find the best performance and optimal method to be used in credit quality detection for koperasi simpan pinjam. The process conducted by implementing pre-processing data using an SVM, Neural Network, and Naïve Bayes algorithm with the evaluation process using 5-fold cross validation. As the result, The Neural Network method was the best performing method. The average level of accuracy produced was 86.81%, mean precision was 0.8194, average recall was 0.8236, and the average AUC value was 0.9158. However, the execution time generated by the Neural Network algorithm made this algorithm the slowest algorithm compared to the other two methods. The average execution time of the Neural Network method was 3.058 seconds, longer than the other two algorithms which only range from 0 - 1 second.
Pengecekan Conformance Modul Proses Keuangan Dengan Process Mining Pada Rumah Sakit Medika Mulia Di Kabupaten Tuban Amin, Harisul Ikrom; Rachmadi, Aditya; Setiawan, Nanang Yudi
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 2 No 9 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1162.656 KB)

Abstract

terekam event log yang menghasilkan sebuah workflow proses bisnis. Format yang harus ada dalam pembuatan event log proses bisnis minimal harus meliputi case id, timestamp, dan aktivitas didalamnya, kemudian event log akan ditranformasikan dalam bentuk model mining XML untuk dan ditranformasikan lagi dalam bentuk Petri Net. ProM tools merupakan tools dalam melakukan proses mining dengan menerapkan plugin yang ada pada ProM tools dibandingkan dengan proses bisnis yang ada pada perusahaan berdasarkan parameter yang ada pada ProM tools untuk mencari nilai  fitness dan structure kemudian dibandingkan. Rumah sakit Medika Mulia di Kabupaten Tuban telah mengembangkan sistem ERP sendiri. ERP pada rumah sakit berfungsi sebagai sebuah sistem yang mengelola seluruh proses bisnis yang dijalankan. Sebelum sistem ERP dijalankan dan diimplementasikan diperlukan analisis mengenai proses bisnis yang dijalankan apakah nantinya akan sesuai dengan sistem ERP yang akan diimplementasikan pada rumah sakit. Metode yang diterapkan peneliti dalam penelitian ini adalah analisis menggunakan proses mining
PENGARUH POLA HUBUNGAN PENGEMBANG PADA EVOLUSI PERANGKAT LUNAK Setiawan, Nanang Yudi; Andria S, Reza
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 11, No 2, Juli 2013
Publisher : Teknik Informatika, ITS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola hubungan antara individu dalam sebuah pekerjaan, dapat mempengaruhi tingkat ketercapaian pekerjaan dan kualitas produk yang dihasilkan. Hipotesa tersebut menjadi latar belakang dalam penelitian ini untuk menyelediki pengaruh pola hubungan dalam interaksi antar pengembang terhadap evolusi sebuah perangkat lunak. Pemanfaatan rekam data dalam rekayasa perangkat lunak telah digunakan secara luas untuk mempelajari dan meningkatkan kualitas proses pengembangan perangkat lunak. Pola hubungan antar pengembang dapat diekstraksi dari event log (catatan kejadian) dengan menggunakan teknik-teknik process mining yang menggabungkan konsep manajemen proses bisnis dan analisa jejaring sosial (social network analysis, SNA). Pola hubungan pengembang sebagai individu dalam komunitas, diukur secara kuantitatif melalui pendekatan yang didasarkan pada metrik SNA yang meliputi pola: (1) aktivitas dalam hubungan sebabakibat (causality), (2) aktivitas dalam kasus yang berhubungan (joint cases), (3) aktivitas yang serupa (similar task), dan (4) aktivitas dalam kasus tertentu (special event). Sedangkan evolusi perangkat lunak diamati dari produk pengembang untuk jumlah fitur baru, jumlah bug yang ditangani, penyempurnaan fitur (enhancement), dan permintaan dukungan (support request) yang berhasil diselesaikan. Dengan menggunakan metode Partial Least Sqeare (PLS),dapat disimpulkan bahwa pada studi kasus yang digunakan, pola hubungan sebab akibat memiliki tingkat signifikansi yang paling baik terhadap evolusi perangkat lunak dengan nilai p-value 9.022E-15
Evaluasi Proses Bisnis Produksi Area 3 (SRIKANDI) Pada PT Tirta Investama (AQUA) Pandaan Menggunakan Metode Value Chain Analysis, Quality Evaluation Framework (QEF) dan 5 Why’s Analysis Sitompul, Kelvin Yabes; Mursityo, Yusi Tyroni; Setiawan, Nanang Yudi
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 5 (2019): J-PTIIK
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.701 KB)

Abstract

PT Tirta Investama (AQUA) Pandaan adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang produksi Air  Minum  Dalam  Kemasan. PT Tirta Investama (AQUA) Pandaan menghasilkan beberapa macam produk, mulai dari kemasan berukuran 220 ML, 600 ML, 1500 ML, kemasan 5 Gallon dan Mizone. Manufacturing Area 3 (SRIKANDI) adalah salah satu divisi manufacturing di PT Tirta Investama (AQUA) Pandaan yang memproduksi air minum kemasan 220 ML. Dalam melakukan proses produksi kemasan 220 ML ini, terdapat permasalahan yang terjadi yang menyebabkan hasil dari proses bisnis yang dijalankan tidak sesuai denhan target yang diharapkan dan dapat mempengaruhi proses bisnis produksi pada manufacturing area 3 (SRIKANDI). Berdasarkan masalah tersebut, maka perlu dilakukan sebuah evaluasi pada proses bisnis yang dijalankan saat ini dengan melakukan identifikasi proses bisnis saat ini dengan menggunakan metode Value Chain Analysis untuk memetakan aktivitas utama dan aktivitas pendukung, kemudian menentukan quality factor yang ada dan melakukan perhitungan pada seluruh quality factor dengan menggunakan Quality Evaluation Framework (QEF). Kemudian mencari akar permasalahan pada quality factor yang tidak sesuai dengan metode 5 Why’s Analysis. Hasil evaluasi yang dilakukan diperoleh 4 quality factor yang tidak sesuai yaitu pada Q5, Q8, Q11 dan Q12. Hasil dari quality factor tersebut menjadi permasalahan yang dapat mempengaruhi proses bisnis produksi yang berjalan.
EVALUASI PROSES BISNIS PELAYANAN AKADEMIK SKRIPSI MENGGUNAKAN FILKOM APPS PADA FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS BRAWIJAYA (FILKOM UB) DENGAN METODE QUALITY EVALUATION FRAMEWORK (QEF) Nuriman, Adilla Widyandhana; Setiawan, Nanang Yudi; Purnomo, Welly
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 8 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FILKOM APPS adalah sebuah sistem informasi pendukung pelayanan akademik di lingkungan FILKOM, termasuk pelayanan akademik terkait skripsi. Namun dalam beberapa praktiknya ada beberapa kendala yang dirasakan mahasiswa sebagai pengguna untuk merasakan pelayanan akademik skripsi. Problem yang terjadi diantaranya adalah tidak seragamnya waktu pelayanan skripsi dalam hal verifikasi akademik setelah mahasiswa mengunggah proposal skripsi. Selain itu juga penerbitan surat tugas antara satu mahasiswa dengan mahasiswa lainnya mendapatkan durasi waktu penerbitan surat tugas yang beragam pula. Hal ini akan berdampak pada proses pengerjaan skripsi yang tengah ditempuh mahasiswa di akhir studinya. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah evaluasi proses bisnis pada pelayanan akademik skripsi menggunakan FILKOM APPS dengan menggunakan metode Quality Evaluation Framework (QEF) yang memiliki dimensi untuk mengukur kualitas waktu, dimana sebelumnya peneliti melakukan pemodelan proses bisnis yang telah berjalan berdasarkan rekam data dan discovery dari event log pada FILKOM APPS khususnya pada pelayanan skripsi, kemudian melakukan ekstraksi data dengan tools Disco dan pemodelan dengan tools ProM 6.8. Lalu dengan menggunakan metode heuristic, data event log akan dimodelkan secara otomatis. Kemudian dilakukan pemetaan pemodelan proses bisnis berdasarkan event log dan Standar Operasional Prosedur (SOP) lalu dilakukan evaluasi dengan metrik time efficiency. Hasil dari evaluasi ditemukan ketidaksesuaian pada activity penerbitan surat tugas, verifikasi akademik prodi, verifikasi proposal setelah P0 dan penjadwalan seminar hasil dimana berdasarkan presentase masing-masing metrik tidak sampai pada presentase 100%.
EVALUASI USABILITY SITUS WEB SNAPIXA DENGAN MENGGUNAKAN METODE USABILITY TESTING DAN SYSTEM USABILITY SCALE Zulhijdi, Muhammad Aswin; Rokhmawati, Retno Indah; Setiawan, Nanang Yudi
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 10 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Snapixa merupakan aplikasi membuat sebuah landing page, milik Startup Codelaris yang dibuat bulan Mei 2018. Aplikasi ini masih dalam tahap prarilis, sehingga masih banyak masalah usability pada aplikasi tersebut sampai akhirnya dirilis. Penelitian ini dievaluasi untuk mengukur tingkat usability menggunakan metode Usability Testing sehingga menghasilkan rekomendasi perbaikan dengan mengukur aspek learnability dimana hasilnya 97,65% artinya tingkat keberhasilan responden baik, aspek effeciency sebesar 0.0003 goals/sec atau waktu menyelesaikan task 3 kali lebih lama dari pengguna expert, aspek error sebesar 0.010 artinya kesalahan responden tergolong kecil. Satisfaction menggunakan kuesioner System Usabilty Scale untuk mengetahui apakah sistem sudah layak digunakan yang diisi 20 pengguna aktif dan hasilnya 50%-63% artinya perlu adanya peningkatan lagi. Partisipan pengujian 8 orang pengguna baru dibagi 3 segmen, 3 orang berusia 19-30, 3 orang 31-40 dan 2 orang 41-54 tahun. Wawancara dilakukan untuk menggali permasalahan dari aplikasi sehingga dapat dievaluasi. Berdasarkan hasil pengujian usability dan wawancara ditemukan 9 permasalahan seperti pengguna kesusahan mengetahui tata letak tombol elemen, fungsi dari tombol elemen tersebut, warna yang monokrom, input link, letak tombol save, dan mengubah kata sandi. Dari permasalahan tersebut, didapatkan rekomendasi perbaikan menurut usability guidelines dimana hasil rekomendasi perbaikan masih belum berhasil menyelesaikan masalah karena tidak ada perancangan dan implementasi.
EVALUASI DAN PERBAIKAN PROSES BISNIS PENGELOLAAN SISWA MENGGUNAKAN BUSINESS PROCESS IMPROVEMENT (STUDI PADA: LINGUA INSTITUTE) Widyasari, Devita; Setiawan, Nanang Yudi; Perdanakusuma, Andi Reza
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 6 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingua Institute merupakan sebuah lembaga penyedia jasa pendidikan dan pelatihan bahasa asing. Pengelolaan Siswa adalah layanan utama yang dilakukan oleh divisi lintas fungsional pada Lingua Institute. Layanan ini adalah layanan yang berfokus pada data siswa sebagai objeknya dan mencakup hal- hal yang berkaitan dengan pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, serta penyaluran informasi terkait data siswa. Namun, Lingua Intitute masih mengalami kendala ketika menjalankan proses bisnisnya, seperti belum adanya aturan dan alur proses bisnis yang baku sehingga proses bisnis yang dijalankan kurang efektif dan efisien; pencatatan data dan penyimpanan yang masih manual sehingga rentan akan kehilangan data; serta keterlambatan dalam pembuatan modul pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan analisis dan evaluasi serta perbaikan proses bisnis untuk mengatasi permasalahan tersebut dan memaksimalkan proses bisnis yang berjalan. Pada penelitian ini, pemodelan proses bisnis dilakukan menggunakan Business Process Modelling and Notation (BPMN), lalu analisis dan evaluasi proses bisnis dilakukan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Five Whys Analysis serta perbaikan proses bisnis dengan metode Business Process Improvement (BPI). Setelah itu, dilakukan simulasi proses bisnis pada model proses bisnis saat ini (as-is) dan rekomendasi (to-be) untuk memvalidasi dan menunjukkan efisiensi waktu dari proses bisnis yang direkomedasikan. Pada simulasi proses bisnis Menerima Pembayaran Biaya Cicilan Kursus didapatkan bahwa setiap aktivitasnya adalah valid dan terjadi pengurangan waktu sebesar 1 jam 2 menit 16 detik atau peningkatan efisiensi waktu sebesar 13.93%. Hal ini terjadi karena adanya perbaikan berupa pengubahan beberapa aktivitas, pemanfaatan Sistem Informasi. 
Pemodelan dan Evaluasi Proses Bisnis Menggunakan Metode Quality Evaluation Framework (QEF) (Studi Kasus : PT. Group Mitra Indonesia) Sudarpi, Dimas Hariyanto; Setiawan, Nanang Yudi; Aknuranda, Ismiarta
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 2 No 9 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1227.441 KB)

Abstract

PT. Group Mitra Indonesia merupakan sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang penyedia layanan jasa tenaga kerja pengamanan dan investigasi. Proses penyajian layanan kepada klien merupaka proses bisnis utama yang berjalan pada PT. Group Mitra Indonesia. Pada proses penyajian layanan terdapat beberapa proses lainnya yang dimulai dari penawaran dan persetujuan kerja sama dengan pihak klien, penerimaan dan seleksi tenaga kerja, sampai dengan penempatan tenaga kerja pada perusahaan klien. Dalam melakukan proses penyajian layanan kepada klien terdapat beberapa permasalahan yang menyebabkan kualitas dari layanan yang diterima klien buruk. Diperlukan sebuah evaluasi proses bisnis yang sedang berjalan saat ini menggunakan metode Quality Evaluation Framework (QEF). Untuk melakukan evaluasi proses bisnis saat ini dibutuhkan model proses bisnis saat ini yang dimodelkan menggunakan Business Process Model and Notation (BPMN). Tahap selanjutnya merupakan pemetaan Quality factor dari setiap proses bisnis yang telah dimodelkan dan menentukan target serta kalkulasi realisasi target pada perusahaan menggunakan rumus yang telah didefinisikan pada metode Quality Evaluation Framework (QEF). Hasil dari kalkulasi yang dilakukan pada tahap evaluasi akan menghasilkan beberapa permasalahan berupa Quality factor yang tidak sesuai. Metode fishbone analysis dan 5 whys analysis digunakan untuk menganalisis ketidaksesuaian yang diperoleh dan diharapkan dapat membantu perusahaan dalam memperoleh akar permasalahan.
EVALUASI PROSES BISNIS MENGGUNAKAN METODE QUALITY EVALUATION FRAMEWORK (QEF) (STUDI KASUS: BALI KENCANA BAKERY) Kumara, Wira; Rachmadi, Aditya; Setiawan, Nanang Yudi
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 8 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali Kencana Bakery adalah perusahaan manufaktur khususnya dalam produksi roti, produk yang dihasilkan berupa roti yang biasa ditemui di kantin, mini market, dan beberapa supermarket di seputar Kota Denpasar. Sebagai perusahaan manufaktur proses utama dari perusahaan ini adalah produksi, selain proses produksi banyak juga terdapat proses pendukung lain seperti pengadaan bahan baku, penerimaan pesanan dan komplain, pengemasan dan lain sebagiannya. Namun dalam kenyataannya tidak semua proses yang ada berjalan sesuai yang diharapkan, ada beberapa permasalahan yang mengakibatkan kerugian finansial, jam kerja yang berlebihan dan permasalahan lain yang menghambat perusahaan mencapai targetnya. Berdasarkan masalah-masalah tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pada aktivitas mana yang menjadi penyebabnya, Dimulai dengan memetakan fungsi bisnis utama dan pendukung menggunakan Value Chain Analysis setelah itu fungsi bisnis yang perlu dievaluasi akan dimodelkan menjadi proses bisnis dengan Business Process Modelling Notation (BPMN). Penelitian ini menggunakan Quality Evaluation Framework  (QEF) untuk mengetahui ketidaksesuaian (gap) dari hasil kalkulasi dan keadaan sebenarnya dengan target yang ditetapkan. Setelah ditemukan Quality Factor mana saja yang tidak sesuai, Faktor tersebut akan dicari akar permasalahannya menggunakan Root Cause Analysis. Hasil dari penggunaan RCA diharapkan dapat membantu perusahaan dalam melakukan perbaikan guna mengurangi kerugian dan jam kerja tenaga kerja. Dari penelitian ini ditemukan lima (5) kode quality factor yang bermasalah.
Co-Authors Abiya, Nazva Adirasyid, Rizal Halim Aditya Rachmadi, Aditya Ahmad Afif Supianto Amin, Harisul Ikrom Andi Reza Perdanakusuma, Andi Reza Andiyani, Deafinansia Nurido Apriyanti Apriyanti Arini, Mumtazah Rizti Ayubi, Sholachuddin Al Azis, Mohammad Malik Abdul Bachtiar, Fitra Abdurrachmad Bachtiar, Fitra Abdurrachman Bagaskara, Prakoso Adi Bayu Priyambadha Boleng, Theresia Emiliana Dharmawan, Muhammad Taufik Djoko Pramono Dwiartono, Satrio Dzurriyatul Iflahah, Dzurriyatul Fahrizal, Indra Fernando, Frydo Tio Guntara, Claudio Canigia Hanifah Muslimah Az-Zahra, Hanifah Muslimah Hutagalung, Juara Intan Rumaysha, Intan Ismiarta Aknuranda Juwita, Mega Isma Kumara, Wira Kurniawan, Zaenal Maulidia, Sheila Merlien Yuliana Permatasari, Merlien Yuliana Miladiana, Desy Monik, Carellia An-nisa Mononimbar, Jesy Thesalonica Mualfi, Dicky Ilham Muhammad Iqbal Nafiani, Nafiani Niken Hendrakusma Wardani Nugroho, Prasetyo Iman Nur Fatimah Nur, Iqbal Taufiq Ahmad Nuriman, Adilla Widyandhana Nuryulianti, Dwi Asri Pambudi, Ryan Dwi Prakoso, Topan Pratama, Ibnu Irawan Pratama, M. Iqbal Farras Pratama, Yoga Tika Purnomo, Welly Puspitasari, Ade Ayu Putra, Raditya Rizky Putra, Zulfiar Ryanda Putri Puspitasari Putri, Dinda Agnes Putri, Dinda Ayu Rudyana Rahmatika, Azri Putri Ramadhan, Adhitira Febrieztha Ramadina, Febiko Retno Indah Rokhmawati, Retno Indah Reza Andria S Rista Yasin Lamohammad Hende, Rista Yasin Lamohammad Romario, Dedi Sadzali, Higam Saiful Salma, Istania Saputra, Andhika Akbar Saragi, Muhammad Ibrahim Al Ghazi Saraswati, Tirta Sarwosri Sarwosri Satrio Agung Wicaksono Sesyazhade, Annisa Arifa Sholihah, Hilwa Aminatus Siahaan, Inggrid E. A. Sihombing, Dorothy Gabriel Siren, Victor Axelius Kristianto Sitompul, Kelvin Yabes Sudarpi, Dimas Hariyanto Syafta, Salsabilla Taqwim, Wiratama Ahsani Tri Susanto Ulwani, Iffa Aulia Utami, Dinar Indah Dwi Utami, Kartika Wahyudi, Rois Yanuar Rahman Wahyuni, Cahyaningtyas Sekar Waluyo, Adeyaksa Galuh Widhianto, Febrian Pandu Widyasari, Devita Wijayanto, Haris Surya Wikata, Erzhal Risan Yanuarti, Ellen Yusi Tyroni Mursityo Zein, Moch. Rosul Zulhijdi, Muhammad Aswin