Articles

Found 40 Documents
Search

PENGGUNAAN MODEL MULTINOMIAL UNTUK MENDUKUNG KEPUTUSAN NEURAL BUATAN DALAM KLASIFIKASI DAN DETEKSI PERUBAHAN PENUTUP LAHAN CITRA MULTI WAKTU DAN MULTI SENSOR Setiawan, Wawan
INKOM Journal Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Pusat Penelitian Informatika - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/j.inkom.139

Abstract

This paper presents the results of continuing study on image classification.  In previous study,  have recommended  a neuro-statistical scheme in the framework of multitemporal optical-sensor image classification.  The scheme consists of  neural network  classifier to compute the posterior probabilities, expectation maximum  method to optimize prior joint probabilities, and compound probabilities to produce thematic image and change image.  This paper reports the results of extending the scheme for multidate multisensor image classification. For each sensor image classifier, two schemes have been evaluated.  The first scheme has used the co-occurrence matrix texture feature images or original tonal images as the input data and the Gaussian kernel for the neural network classifier. The second scheme has used the original tonal image as the input data and the multinomial co-occurrence matrix kernel for the neural network classifier.  Based on this study we have proposed  a scheme for multidate-multisensor image classification.  Key words : Probabilistic Neural Network, Gaussian Model, Multinomial Model, Multisensor Multitemporal.  Makalah ini menyajikan hasil studi berkelanjutan pada klasifikasi citra. Dalam studi sebelumnya, telah direkomendasikan skema neuro-statistik dalam skema multi temporal citra sensor optik. Skema ini terdiri atas pengklasifikasi jaringan neural untuk menghitung probabilitas posterior, metode ekspektasi maksimum untuk mengoptimalkan probabilitas join, dan probabilitas majemuk untuk menghasilkan citra tematik dan citra perubahan penutup lahan. Makalah ini melaporkan hasil perluasan dari skema yang telah ada untuk klasifikasi citra multi waktu ? multi sensor.  Untuk setiap pengklasifikasi citra sensor, dua skema telah dilakukan pengujian. Skema pertama menggunakan  fitur tekstur citra tonal asli sebagai data input  Model Gaussian untuk pengklasifikasi jaringan neural. Skema kedua menggunakan fitur tekstur citra asli dan matrik ko-okuren dengan Model Multinomial sebagai data input pengklasifikasi jaringan neural. Berdasarkan studi ini kami merekomendasi sebuah skema untuk klasifikasi citra multi waktu- multi sensor.  Kata Kunci : Probabilistic Neural Network, Model Gaussian, Model Multinomial, Multisensor Multitemporal
KOMUNIKASI SOSIAL PEMERINTAH DALAM PENYEBARAN INFORMASI PERBATASAN NEGARA INDONESIA DAN TIMOR LESTE Nomleni, Kristin Engjelima Julwinda; Sumartias, Suwandi; Setiawan, Wawan
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 48a/E/KPT/2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkk.v7i2.21348

Abstract

Tindakan pelanggaran perjanjian bilateral tahun 2005 oleh masyarakat Timor Leste memasuki lahan Naktuka sebagai area netral di antara perbatasan kedua negara, menimbulkan kecemasan dan mendorong masyarakat Netemnanu Utara (Indonesia) untuk mengambil tindakan anarkis. Sebagai antisipasi, diperlukan peran pemerintah Indonesia untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat perbatasan melalui lembaga terkait, khususnya Badan Pengelola Perbatasan (BPP) Kabupaten Kupang yang bertanggung jawab mengurus wilayah perbatasan negara di wilayah Kabupaten Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi sosial antara pihak BPP Kabupaten Kupang dengan masyarakat Netemnanu Utara berdasarkan jenis, proses, tahapan penerimaan informasi oleh masyarakat, dan karakteristik masyarakat Netemnanu Utara dalam mengadopsi informasi mengenai persoalan tersebut. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi sosial antara masyarakat dan pihak pemerintah daerah dengan pendekatan sosial budaya, selain itu adanya keputusan pemerintah pusat sebelumnya yang menyetujui penerapan perjanjian traktat 1904 bersama pihak Timor Leste menjadikan komunikasi sosial pemerintah gagal dan menimbulkan penolakan masyarakat karena dianggap tidak sesuai dengan sejarah hidup masyarakat Netemnanu Utara. Penelitian ini menyimpulkan, pemerintah menggunakan beragam jenis dan proses komunikasi sesuai situasi dan karakter masyarakat Netemnanu Utara. Penerimaan masyarakat atas inovasi atau kebaruan informasi terjadi dalam 3 tahap yaitu pengetahuan, persuasi dan tahap pengambilan keputusan. Tahap implementasi dan konfirmasi tidak berlanjut, karena masyarakat menilai minimnya pengetahuan pemerintah, tidak pernah dilibatkan, dan kesepakatan tersebut bertentangan dengan unsur budaya masyarakat perbatasan. Saran, pemerintah pusat maupun daerah sebaiknya selalu melibatkan masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan berkaitan dengan batas wilayah antara kedua negara, sebelum melakukan kesepakatan untuk menghindari kegagalan komunikasi dan meminimalisir konflik.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN EVALUASI KINERJA KARYAWAN DENGAN METODE SMART (SIMPLE MULTI ATTRIBUTE RATING TECHNIQUE) Setiawan, Wawan; Nurwahid Pranoto; Khoirul Huda
Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 4 No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29207/resti.v4i1.1384

Abstract

Setiap perusahaan memerlukan sebuah sistem penilaian kinerja karyawan, untuk evaluasi para karyawannya dari sisi kualitas dan tanggung jawab atas pekerjaannya. Dalam evaluasi kinerja karyawan di PT. MMC Group masih secara manual sehingga membutuhkan waktu yang lama dan berdampak pada waktu pengambilan keputusan juga ikut lama. Selain itu evaluasi hanya pada aspek kelebihan dan kekurangan karyawan, sehingga hasil keputusan yang diambil tidak akurat dan subjektif. Oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem pendukung keputusan yang dapat melakukan perhitungan secara cepat, tepat dan akurat berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan.  Metode perhitungan yang digunakan pada penelitian ini adalah metode SMART (Simple Multi Atribute Rating Technique). Ada 5 kriteria penilaian yang dgunakan yaitu kualitas pekerjaan, integritas, loyalitas, kedisiplinan dan kepribadian, sedangkan untuk data alternative sebanyak 10 karyawan yang diambil secara cluster random sampling. Untuk pengujian performance dari hasil perhitungan metode SMART menggunakan metode Confusion Metrix. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat accuracy sebesar 90%, precission sebesar 100%, recall sebesar 88,88%  dan specificity sebesar 94,12 %.
ANALISIS PENERAPAN SISTEM E-LEARNING FPMIPA UPI MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) Setiawan, Wawan; Hana, M Nurul; ,, Waslaluddin
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 19, No 1 (2014): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v19i1.433

Abstract

E-learning adalah kegiatan belajar yang menggunakan internet yang dapat dikombinasikan dengan kegiatan tatap muka yang ada di lembaga pendidikan. Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) UPI telah mengembangkan sistem e-learning berbasis open source sejak tahun 2005. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis tingkat penerimaan user yaitu dosen dan mahasiswa terhadap sistem e-learning FPMIPA UPI dengan Technology Acceptance Model (TAM) melalui analisis model persamaan struktural (Struktural Equation Modeling/SEM). Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat faktor-faktor yang saling berhubungan serta berpengaruh terhadap tingkat penerimaan e-learning FPMIPA. Perbedaan individu berpengaruh terhadap persepsi kemudahan, organisasi bahan ajar elektronik dan persepsi kemudahan berpengaruh terhadap persepsi kemanfaatan, persepsi kemudahan dan kemanfaatan berpengaruh terhadap minat, dan minat berpengaruh terhadap kondisi nyata penggunaan. Dari hasil tersebut, maka para pengguna akan senantiasa secara nyata menggunakan e-larning FPMIPA sebagai bagian dari sumber dan media pembelajaran sehari-hari. Keberadaan pemahaman akan manfaat sangat dipengaruhi oleh faktor di luar pengguna yakni organisasi bahan ajar elektronik yang dimiliki. Lain halnya untuk pemahaman akan adanya kemudahan menggunakan e-larning FPMIPA dipengaruhi oleh faktor luar yakni kondisi dari perbedaan individu pengguna.Kata kunci: E-learning, Structural Equation Modeling (SEM), Technology Acceptance Model (TAM)
Penggunaan Media Audio Visual pada Pembelajaran IPS Siswa Kelas IV SD Setiawan, Wawan; AsmaulKhair, Asmaulkhair; siswantoro, siswantoro
Jurnal Pedagogik Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Pedagogi
Publisher : Jurnal Pedagogik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The procedure of this research is done two cycles, every cycle consists of; (1) planning, (2) acting, (3) observing, (4) reflecting. Collecting data technique is done by observing and test of students’ learning result. And then it will be analyzed by qualitative and quantitative analysis.The result of this research shows that the using of audio-visual media on IVA grade of SD Negeri 1 Metro Barat’s social knowledge learning can increase the activity and students’ learning result.Prosedur penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, setiap siklusnya terdiri dari empat tahapan yaitu; (1) perencanaan (planning), (2) pelaksanaan (acting), (3) observasi (observing), (4) refleksi (reflecting). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi dan tes. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual pada pembelajaran IPS di kelas IVA SD Negeri 1 Metro Barat dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.Kata kunci: aktivitas, media audio-visual, IPS
NILAI EKONOMI TUMPANG SARI PADA HUTAN RAKYAT (Studi Kasus di Kawasan Hutan Rakyat Tembong Podol Desa Rambatan Kecamatan Ciniru Kabupaten Kuningan) Pranamulya, Asep Sigit; Syafruddin, Oding Syafruddin; Setiawan, Wawan
Wanaraksa Vol 7, No 01 (2013): Wanaraksa
Publisher : Wanaraksa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitin ini adalah untuk mengetahui seberapa besar nilai ekonomi yang dihasilkan dari komoditi tanaman tumpang sari dan mengetahui profil usaha tumpang sari pada lahan hutan di hutan rakyat Tembong Podol Desa Rambatan Kecamatan Ciniru. Metode pengumpulan data dikumpulkan dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti, survey lapangan dan pengukuruan objek yang diteliti. melakukan tanya jawab secara langsung terhadap responden, pejabat setempat dan pemimpin formal maupun informasi desa. Wawancara dilakukan dengan menggunakan daftar pertanyaan/kuisioner terstruktur dan tidak terstruktur mengenai hal-hal yang masih berhubungan dengan penelitian. Pendapatan yang dihasilkan dari tanaman tumpang sari oleh petani tidak memiliki acuan tertentu dalam menentukan besarnya nilai rupiah yang dihasilkan, karena jumlah tanaman yang di tanam serta lahan garapan yang menjadi ruang hidup bagi tanaman tumpang sari tidak selalu berubah-ubah sesuai dengan pola tanam yang digunakan. Oleh sebab itu perhitungan nilai pendapatan dari tanaman tumpang sari hanya dapat di perkirakan melalui hasil panen yang sudah ada. Usaha Hutan Rakyat di lokasi penelitian yang ditumpangsarikan dengan beberapa komoditi seperti bawang, jahe, mangga, singkong dan jagung telah menambah penghasilan bagi petani untuk setiap musim tanamnya. produksi untuk jenis komoditas yang paling besar adalah jenis Jahe yaitu sebesar 921,88 Kg/Ha dengan pendapatan sebesar Rp 921.875/Ha Sedangkan untuk jenis komoditas dengan produksi paling rendah adalah jenis jagung dengan jumlah produksi sebesar 363,64 Kg/Ha dengan pendapatan sebesar Rp 909.091/Ha. Terdapat 7 jenis tanaman tumpang sari yang di garap oleh 11 orang petani desa Rambatan pada lahan hutan rakyat di peroleh pendapatan bersih dari komoditi tumpang sari tersebut sebesar Rp 60.180.000 setiap satu kali musim panen. Komoditi terbesar berasal dari jenis tanaman bawang, yaitu sebsar Rp 30.500.000 dan komoditi terendah berasal dari jenis tanama singkong yaitu sebesar Rp 250.000. Kata Kunci : Ekonomi, Hutan Rakyat, Tumpang Sari, Komoditas
Keanekaragaman Aves di Kawasan Cagar Alam Pananjung Pangandaran Kurniawan, Iwan Setia; Tapilouw, Fransisca Sudargo; Hidayat, Topik; Setiawan, Wawan
Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 11 No 1 (2019): Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences - January 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.212 KB) | DOI: 10.30599/jti.v11i1.393

Abstract

Aves memiliki potensi yang menarik untuk diamati dengan berbagai jenisnya. Penurunan populasi aves banyak disebabkan karena perburuan liar untuk keperluan komersil. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aves di kawasan Cagar Alam Pananjung kabupaten Pangandaran. Metode yang digunakan deskriptif dengan desain penelitian menggunakan desain point count pada 10 stasiun (titik pengamatan). Hasil penelitian menunjukan terdapat 43 jenis aves yang berhasil diamati pada seluruh stasiun dari 26 famili. Terdapat beberapa jenis aves yang termasuk dalam kategori terancam punah dan rentan. Hasil analisis setiap stasiun dapat disimpulkan bahwa beberapa jenis aves banyak ditemukan dikawasan hutan dengan vegetasi pohon-pohon tinggi hal ini dikarenakan mereka lebih aman untuk berkembang biak dan bertahan hidup daripada didekat pemukiman atau kawasan wisata. Perlu adanya tindak lanjut dari pemerintah setempat untuk upaya konservasi yang lebih serius dimasa yang akan datang agar supaya dapat mencegah penurunan populasi yang signifikan.
ODOR SENSOR DIGITAL (OSD) SEBAGAI PENDETEKSI BAU LUKA UNTUK MENGETAHUI GRADE INFEKSI Setiawan, Wawan; Leksono, Cipto; Firdaus, Doni Fitri; Saryono, Saryono
Program Kreativitas Mahasiswa - Karsa Cipta PKM-KC 2014
Publisher : Ditlitabmas, Ditjen DIKTI, Kemdikbud RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.23 KB)

Abstract

Odor Sensor Digital (OSD) is a device used to detect the smell of injuries that reflect the level of infection. How it works OSD in detecting the level of infection is to capture odors contained in the wound, then the result is sent to the laptop and will be translated and summarized by the software (Software). The goal is to determine the level of infection as a basis for determining an accurate diagnosis. OSD will provide convenience for all healthcare professionals who manage patients, both patients with burns and wound infections. This tool is more efficient in detecting the level of infection and treatment more quickly and accurately, so that complications can be prevented Keywords: sensor, wound odor, Odor Sensor Digital (OSD)
MAKNA GURU DALAM KONSEP TA’LIM, TARBIYYAH DAN TAZKIYYAH Setiawan, Wawan
Jurnal Pendidikan Islam Vol 28, No 3 (2013): MEDIA PENDIDIKAN JURNAL PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Universitas Islam Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpi.v28i3.553

Abstract

This paper intends to analyze concepts associated to the duties and functions of a teacher such as, tarbiyyah, and tazkiyyah in al-Quran based on philosophical and pedagogical. There are a number of new challenges to interpret these concepts in order contextual with the demands and needs of the times. The results showed that the study groups is not just imparting knowledge and skills, but also emphasize the empowering sense. Empowering mind will enable students to develop skills in solving everyday problems. Empowering mind can deliver students aware of Gods wisdom. Orientation tarbiyyah intends to develop the potential of physical, psychological, and affective concerns such as moods, feelings, self-image, motivation, mental toughness as a characteristic ribbiyyûn. Tazkiyyah aims to develop heart as a place of faith, and avoiding polytheism. The activity was done by planting a religious duty to practice the habit of the practice of worship with the appreciation will be Gods wisdom.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI : STUDI PADA BADAN KELUARGA BERENCANA DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KABUPATEN GARUT Setiawan, Wawan; Saryono, Oyon
Management Review Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Magister Manajement Studies Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.264 KB) | DOI: 10.25157/jmr.v1i1.512

Abstract

Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa kinerja pegawai Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan  Perempuan (BKBPP) kabupaten Garut belum optimal hal ini diduga disebabkan oleh gaya kepemimpinan, Motivasi dan Disiplin Kerja yang kurang menunjang penyelenggaraan pelayanan program Keluarga Berencana (KB). Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui :  Pengaruh gaya kepemimpinan, motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan  (BKBPP) Kabupaten Garut.Dengan menggunakan metode survey (explanatory survey method) penelitian ini dilaksanakan yang disesuaikan dengan tujuan penelitian yang akan menjelaskan dan mengalisis pengaruh variable bebas (independent variable) terhadap variable terikat (dependent variable). Dengan demikian maka penelitian ini menjelaskan dan mengalisis pengaruh gaya kepemimpinan, motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai Badan KBPP Kabupaten Garut. Dalam penelitian ini yang dijadikan populasi adalah pegawai Badan Keluarga Berencana Kabupaten Garut sebanyak 300 orang. Berdasarkan jumlah populasi tersebut penulis menggunakan responden sebanyak 75 orang. Hasil penelitian tentang pengaruh gaya kepemimpinan, motivasi dan disiplin kerja  pegawai terhadap kinerja pada badan KBPP kabupaten Garut menemukan bahwa terdapat pengaruh gaya kepemimpinan, motivasi, dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai. Artinya semakin baik gaya kepemimpinan, motivasi dan disiplin kerja maka kinerja pegawai BKBPP akan meningkat.