Articles

Found 18 Documents
Search

Tracking System for Indoor TV Antenna Based on CVBS Signal Processing Miawarni, Herti; Hidayat, M. Mahaputra; Sumpeno, Surya; Setijadi, Eko
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v17.48-55

Abstract

Analog terrestrial TV is still a popular choice for urban societies although the migration to digital system has already begun. Video quality of analog TV was heavily influenced by performance of the antenna. Most users prefer to use indoor antenna due to its simplicity. The disadvantage of this type of antenna is the users may need to change the antenna direction repeatedly when they change to different TV channel. In this research, we designed and developed tracking system that enable indoor TV antenna to adjust its direction automatically to get optimum video clarity. This system is built by several servo motors and telescopic antennas. Composite Video Baseband Signal (CVBS) processing is used to obtain reference information regarding video clarity level conditions on TV screen. The results show that CVBS signal processing has performance in describing video clarity level. System performance has been verified from trial results on some UHF channels. Minimum tracking time is reach 23.4 second and the maximum reach 24.6 second.
Perbandingan Topologi WSN (Wireless Sensor Network) Untuk Sistem Pemantauan Jembatan Amalina, Evy Nur; Setijadi, Eko; ., Suwadi
PROSIDING CSGTEIS 2013 CSGTEIS 2013
Publisher : PROSIDING CSGTEIS 2013

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Peristiwa runtuhnya Jembatan Kutai Kertanegara sepanjang 720 meter memberikan pelajaran tentang pentingnya sistem pemantauan jembatan sehingga dapat diketahui penyebab-penyebab kerusakan jembatan. Jika diketahui penyebabnya maka akan dapat mengurangi kerusakan jembatan dan mencegah keruntuhan. Sistem Pemantauan Jembatan telah diteliti oleh para peneliti di luar negeri dan telah diimplementasikan pada beberapa jembatan baik berbasis kabel juga nirkabel. Namun, Sistem Pemantauan Jembatan yang mudah dan murah adalah dengan teknologi berbasis nirkabel. Pada Sistem Pemantauan Jembatan berbasis nirkabel biasanya menggunakan WSN (Wireless Sensor Network) dimana WSN adalah jaringan yang terdiri dari sensor node yang dilengkapi dengan peralatan seperti memori, prosesor, ADC, dan baterai. Bentuk WSN yang kecil mempunyai kelemahan yaitu terbatasnya energi dan bandwidth sehingga dibutuhkan topologi yang tepat. Topologi yang sering digunakan pada WSN adalah star, mesh dan tree. Pada simulasi yang telah dilakukan, didapatkan karakteristik dari ketiga topologi yang diamati berdasarkan parameter kinerjanya. Pada topologi star memiliki karakteristik packet loss yang dihasilkan adalah 140 paket atau 90,32% paket yang yang hilang, memiliki nilai throughput rata-rata sebesar 0,69 kbps, nilai delay rata-rata sebesar 0,843 ms dan konsumsi energi rata-rata adalah 0,0037 Joule. Topologi mesh memiliki karakteristik packet loss yang dihasilkan adalah 1 paket atau 0,641% paket yang hilang, memiliki nilai throughput rata-rata sebesar 7,21 kbps, nilai delay rata-rata sebesar 28,65 ms dan konsumsi energi rata-rata adalah 0,527 Joule. Sedangkan pada topologi tree memiliki karakteristik tidak terdapat packet loss, memiliki nilai throughput sebesar 6,43 kbps, nilai delay rata-rata yang terjadi adalah 26,36 ms dan konsumsi energi rata-rata sebesar 0,235 Joule. Berdasarkan karakteristik tersebut, topologi yang terbaik adalah topologi tree.Kata Kunci—SHM;WSN ;topologi
ANALISIS KINERJA PROTOKOL ROUTING AODV, DSR, DAN OLSR PADA MOBILE AD HOC NETWORK BERDASARKAN PARAMETER QUALITY OF SERVICE Zakaria, Alamsyah; Setijadi, Eko; Purnama, I Ketut Eddy; Purnomo, Mauridhi Hery
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 14, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17529/jre.v14i3.9798

Abstract

MANET is autonomous, self-configured, and applicable to emergency locations such as forest fires, earthquakes, floods, and health monitoring. However, challenges and difficulties faced by the mobile ad-hoc network (MANET) is a dynamically built network system, without the support of infrastructure in communicating between one node and other nodes, and limited energy sources. To overcome MANET problems and to obtain optimal network quality, the selections of routing protocols and quality of service (QoS) are significant in MANET design. This study aims to analyze the performance of routing protocols: dynamic source routing (DSR), ad-hoc on demand distance vector (AODV) and optimized link state routing (OLSR) based on QoS. The analyzed QoS parameters include packet delivery ratio (PDR), packet loss, throughput, and delay. Simulation results using network simulator version based on the number of node densities indicate that OLSR has better performance compared to AODV and DSR regarding PDR, packet loss, throughput, and delay.
Analisis Kinerja Protokol Routing Reaktif dan Proaktif pada MANET Menggunakan NS2 Alamsyah, Alamsyah; Setijadi, Eko; Purnama, I Ketut Eddy; Purnomo, Mauridhi Hery
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI) Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.423 KB) | DOI: 10.22146/jnteti.v7i2.414

Abstract

The development of mobile ad-hoc network (MANET) is becoming popular and interesting to research because it has a fast characteristic, cost-effective deployment, able to manage topology change independently, and can be applied to emergency locations such as forest fire detection, military operation, and health monitoring. However, the problems faced by MANET are dynamic network topology changes, limited energy consumption, and without the support of existing infrastructure. In order to overcome dynamic topology changes and to obtain reliable network quality, then routing protocol selection is critical in designing MANET. This study aims to analyze the performance of AODV, DSR, DSDV, and OLSR routing protocols based on the quality of service (QoS). Scenarios based on the number of vertices, packet size, a broad area of simulation, length of simulation, simulation speed, mobility model, and propagation model. The simulation has been done to produce four graphs, each of which describes the PDR, throughput, packet loss, and delay. The simulation results show that OLSR performs better than DSR, AODV, and DSDV in terms PDR, throughput, packet loss, and delay. OLSR average value in PDR by 39.997%, throughput by 417.383 Kbps, packet loss by 60.003%, and delay of 15.52 milliseconds.
MPR SELECTION TO THE OLSR QUALITY OF SERVICE IN MANET USING MINMAX ALGORITHM Alamsyah, Alamsyah; Purnama, I Ketut Eddy; Setijadi, Eko; Purnomo, Mauridhi Hery
International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE) Vol 9, No 1: February 2019
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.792 KB) | DOI: 10.11591/ijece.v9i1.pp417-425

Abstract

Optimized link state routing (OLSR) is a routing protocol that has a small delay, low traffic control, support the application of denser networks, and adopts the concept of multipoint relays (MPR). The problem of OLSR is routing table updating which continually causes excessive packet delivery, and energy consumption becomes increased. This article proposes the improvement of OLSR performance using the min-max algorithm based on the quality of service (QoS) with considering the density of the node. The Min-max algorithm works in selecting MPR nodes based on the largest signal range. The QoS parameters analyzed with a different number of nodes are packet delivery ratio (PDR), throughput, delay, energy consumption, and topology control (TC). Simulation result of network simulator version 2 (NS-2) shows that OLSR performance using the min-max algorithm can increase PDR of 91.17%, packet loss of 60.77% and reduce topology control packet of 8.07%, energy consumption of 16.82% compared with standard OLSR.
RANCANG BANGUN TRACKING ANTENNA SYSTEM DENGAN MANUAL TRACKING UNTUK SET TOP BOX DVB-T2 Miawarni, Herti; Setyawan, Dwi Edi; Setijadi, Eko
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelemahan menggunakan antena indoor pada perangkat Set Top Box DVB-T2 adalah, pengguna lebih sering mengubah arah antena pada setiap pergantian kanal untuk mendapatkan kualitas video yang optimal. Untuk itu, pada paper ini diusulkan rancang bangun tracking antenna system yang dapat mengubah arah antena tanpa harus menggunakan bantuan tangan pengguna. Tracking antenna system yang diusulkan adalah manual tracking. Dalam hal ini, arah azimuth dan elevasi antena diubah dengan menggunakan remote control. Pembahasan pada paper ini mencakup desain hardware dan algoritma yang direalisasikan dalam bentuk prototype. Tujuan dari paper ini adalah untuk menghasilkan teknologi tepat guna bagi pengguna set top box DVB-T2.
SISTEM DETEKSI KEJERNIHAN VIDEO PADA TELEVISI ANALOG BERBASIS PENGOLAHAN SINYAL CVBS DAN PENDEKATAN MOS VQS Miawarni, Herti; Hidayat, M Mahaputra; Sumpeno, Surya; Setijadi, Eko
Prosiding SNATIF 2017: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan informatika (BUKU 1)
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTracking antena otomatis untuk televisi analog membutuhkan parameter acuan yang dapat digunakan sebagai referensi. Salah satu parameter yang berpotensi untuk dapat digunakan adalah sinyal keluaran AV-Out pada perangkat televisi. Sinyal video analog CVBS pada AV-Out diubah menjadi deret pulsa agar dapat diolah oleh prosessor. Hasil pengolahan akan menghasilkan data yang dapat mendeskripsikan tingkat kejernihan video pada layar televisi. Selanjutnya, data tersebut akan digunakan oleh antena dalam menentukan arah terbaik guna mendapatkan kejernihan video maksimum. Sebagai upaya realisasi, maka dibangun sistem deteksi kejernihan video pada televisi berbasis pengolahan sinyal analog CVBS (Composite Video Baseband Signal) dan menggunakan pendekatan subyektif MOS-VQS (Mean Opinion Score - Video Quality Subjective). Beberapa hasil uji coba menunjukan bahwa, rangkaian CVBS to Pulse Converter yang telah didesain mampu mengkonversikan sinyal analog CVBS menjadi deret pulsa berlevel tegangan TTL (Transistor Transistor Logic). Secara keseluruhan, sistem dapat bekerja dengan baik saat tingkat kejernihan video pada kondisi jernih, kabur dan noisy. Akurasi dapat dicapai 100% saat kondisi jernih dan noisy, sementara akurasi mencapai 75% saat kondisi kabur. Kata kunci: Televisi  Analog, Tracking Antena , AV-Out, CVBS, MOS-VQS
DESAIN DAN UJI COBA SINK SEPARATOR SEBAGAI PENGKONDISI SINYAL UNTUK SISTEM PENDETEKSI KEJERNIHAN VIDEO PADA TELEVISI ANALOG Miawarni, Herti; Setyawan, Dwi Edi; Setijadi, Eko
Prosiding SNATIF 2017: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan informatika (BUKU 1)
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam upaya membangun sistem tracking antena otomatis pada televisi analog, proses deteksi kejernihan video memegang peran penting. Dari proses inilah sistem antena dapat memahami tingkat kejernihan video pada layar televisi. Menghitung jumlah pulsa sinkronisasi sinyal CVBS pada AV-Out perangkat televisi merupakan salah satu cara dalam mendeteksi tingkat kejernihan video. Pulsa sinkronisasi tidak dapat dihitung langsung secara presisi, dibutuhkan blok pengkondisi sinyal agar dapat diolah oleh prosesor penghitung. Pada penelitian ini dilakukan desain dan uji coba sink separator sebagai upaya untuk membangun blok pengkondisi sinyal yang handal. Sink separator didesain memiliki 1 input yang terhubung pada AV-Out televisi dan 2 output yaitu CSO (Composite Sink Output) dan VSO (Vertical Sink Output). Hasil uji coba menunjukan bahwa dalam mendeteksi tingkat kejernihan video, output CSO memiliki karakteristik yang deskriptif sementara output VSO memiliki karakteristik yang selektif. Perbedaan karakteristik sangat menguntungkan karena semakin memberi banyak opsi bagi pengembangan dan penerapan sistem tracking antena. Kata kunci: AV-Out, Blok Pengkondisi Sinyal, CVBS, Sink separator, Televisi Analog.
PEMROSESAN SINYAL ANALOG AUDIO VIDEO UNTUK TRACKING ANTENNA SYSTEM PADA SET TOP BOX DVB-T2 Miawarni, Herti; Setyawan, Dwi Edi; Setijadi, Eko
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 10, No 1 (2019): JURNAL SIMETRIS VOLUME 10 NO 1 TAHUN 2019
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/simet.v10i1.2975

Abstract

Penelitian ini membahas tentang tracking antenna system dengan  kemampuan auto-tracking yang didesain untuk Set Top Box DVB-T2. Tracking antenna system membutuhkan parameter input yang harus didapat secara plug and play. Sinyal analog video dan audio diusulkan untuk dapat digunakan sebagai parameter input bagi tracking antenna system. Sinyal analog audio dan video kemudian diolah agar dapat mendeskripsikan dan membedakan kondisi freeze maupun kondisi normal. Uji coba karakteristik sinyal analog audio dan video dilakukan untuk memastikan kelayakan sebagai parameter input bagi tracking antenna system. Penelitian ini meliputi desain sistem, realisasi dan uji coba. Hasil uji coba menunjukan bahwa sinyal analog audio dan video layak digunakan sebagai parameter input bagi tracking antenna system. Hal ini dibuktikan dari uji coba karakteristik dan uji coba pada blok analog signal processing yang menunjukan adanya perbedaan nilai ADC secara signifikan baik saat kondisi freeze maupun kondisi normal.
Perancangan Filter Bandpass dengan Teknik Penggabungan Filter Lowpass dan Highpass Farida, Fitri; Setijadi, Eko
Jurnal Sustainable: Jurnal Hasil Penelitian dan Industri Terapan Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Sustainable: Jurnal Hasil Penelitian dan Industri Terapan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.026 KB) | DOI: 10.31629/sustainable.v7i1.436

Abstract

UWB technology started to become an attraction in the field of research since the Federal Communications Commission (FCC) allowing this communication is used for commercial communications at a frequency (3.1 GHz - 10.6 GHz). UWB has a very wide frequency range so that in practice there is often interference due to signal interference. Therefore in UWB system filter design is required to maintain UWB device. In telecommunications, filter is a transmission device that has the function to pass the desired frequency. In this paper designed bandpass filter which is applied for UWB technology. The designed bandpass filter is a combination of a lowpass filter (LPF) and a highpass filter (HPF). The lowpass filter has the characteristic of passing a frequency lower than its cut-off frequency. The highpass filter has the characteristic passing a frequency higher than its cut-off frequency. Considering the characteristics of both filters, the bandpass filter (BPF) is a combination of lowpass and highpass filters. In this research designed lowpass filter in microstrip technology with step impedance method, that is by combining high impedance microstrip and low impedance microstrip with a certain length. As for designing HPF using the distribution method of short circuit stubs by adding via ground on each stub. The design of this filter uses Roger substrate RT 5880 with dielectric constant εr = 2,2 with thickness (h) = 0.508 mm. In this research it can be concluded that bandpass filter can be designed with lowpass and highpass filter incorporation method, although at the merging of highpass and lowpass structures is disturbed by each other, but overall design shows matching bandpass.