Iman Setiono
Jurusan teknik elektro program diploma III Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Jalan Prof. Sudharto, SH Tembalang- Semarang 50275

Published : 26 Documents
Articles

Found 26 Documents
Search

PERENCANAAN DAN PENGELOLAAN PEMAKAIAN ENERGI PADA RUMAH TINGGAL SUATU TINJAUAN DARI PEMAKAIAN ENERGI LISTRIK Setiono, Iman
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan sumber energy yang semakin langka menyebabkan kemungkinan terjadinya krisis energy. Pemakaian energy yang semakin meningkat setiap tahunnya, sejalan dengan semakin banyaknya jumlah penduduk dan majunya peralatan yang menggunakanan bahan bakar langsung dari alam, baik secara langsung maupun tidak langsung. Khusus untuk pembangkitan tenaga listrik hamper 90 % masih menggunakan bahan bakardari fosil yang suatu saat akan habis, sementara untuk bahan bakar terbarukan hingga dewasa ini belum bisa dikembangkan untuk tujuan komersiil. Sebagai salah satu solusi adalah melakukan upaya penghematan pemakaian listrik di rumah tinggal, karena rumah tinggal merupakan jumlah konsumen terbanyak dai seluruh pelanggan listrik. Upaya penghematan listrik di rumah tinggal ini dimulai dari perencanaan dengan aplikasi konsep hemat energy dan pengelolaannya pada saat pengoperasiannya. Perencanaan dengan menerapkan konsep hemat energy diantaranya adalah dengan memberdayakan energy dari alam berupa sinar matahari guna keperluan penerangan di siang hari. Agar sinar matahari dapat semaksimal mungkin digunakan untuk penerngan pada siang hari, maka perlu perencanaan desain tata ruang dan ventilasi yang memungkiinkan sinar matahari dapat masuk ke dalam rumah. Selain membuat perencanaan desain rumah, yang tidak kalah pentingnya adalah pengelolaan pada saat pengoperasiannya, diantaranya adalah dimulai dengan memilih peralatan yang hemat listrik dan pengaturan waktu menyalakan peralatan tersebut, sesuai dengan kebutuhan. Apabila perencanaan dan pengelolaan dapat dilaksanakan dengan baik, maka hal ini akan menguntungkan baik bagi konsumen sendiri dapat menekan beaya rekening listrik , terlebih lagi dengan akan dilnaikkannyaTDL pada bulan Juni mendatang , juag bagi suksesnya program 17-22 PLN.Kata kunci : Penghematan listrik ; rumah tinggal.
EFISIENSI PEMAKAIAN ENERGI LISTRIK PADA LAMPU PENERANGAN Setiono, Iman
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan kemajuan teknologi, dengan banyak diciptakan peralatan kerja yang banyak menggunakan energy listrik, ternyata menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap peningkatan konsumsi energy listrik di berbagai sektor kehidupan. Makin banyak peralatan yang di produksi, semakin tinggi pula pemakaian energy listrik yang digunakan, bahkan lebih cenderung ke pola konsumerisme. Tingkat komsumerisme yang tinggi ini membayangi akan munculnya krisis energy listrik di kemudian hari. Agar terhindar dari krisis energy listrik, maka upaya penghematan pemakaian energy listrik perlu digalakan. Salah satu cara adalah dengan menciptakan peralatan yang hemat pemakaian energy listriknya tetapi dapat menghasilkan keluaran yang maksimal. Sebagai salah satu contohnya adalah lampu penerangan hemat energy.Lampu merupakan peralatan penting yang sangat dibutuhkan pada berbagai sektor kehidupan yang dapat mencapai 100 % , artinya semua orang menggunakan. Sehubungan dengn hal tersebut maka penelitian tentang tingkat effisiensi pemakaian energy listrik pada lampu penerangan ini dilakukan. Sampel penelitian diambil dari lima merek lampu yang ada dipasaran dengan berbagai daya yang masing –masing merek ada yang mewakili. Dari hasil analisa data , tingkat penghematan energy listrik yang dapat dicapai adalah sampai 500 %, bila dibandingkan dengan lampu pijar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa : lampu hemat energy hanya menggunakan energy listrik sebesar seperlima dari lampu pijar , tetapi dapat menghasilkan tingkat kecahayaan yang sama dengan lampu pijar pada daya yang lima kali lebih tinggi.Kata kunci : Lampu penerangan ; penghematan pemakaian energy listrik.
PERENCANAAN DAYA LISTRIK PADA KAWASAN PEMUKIMAN DENGAN INTERPRETASI FOTO UDARA Setiono, Iman
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada  perkembangan  dewasa  ini  banyak  sekali  perkembangan  pembangunan  kawasan pemukiman  terutama  di  kota  –  kota  besar,  termasuk  diantaranya  adalah  kota  Semarang. Semarang    sebagai  ibu  kota propinsi  Jawa Tengah dengan  segala aktivitas warganya, maka kebutuhan akan pemukiman akan  semakin meningkat. Pemukiman dengan  segala utilitasnya, termasuk  penyediaan  tenaga  listrik  menjadi  kebutuhan  yang  sangat  vital,  karena  hampir semua kegiatan kehidupan ini semuanya sangat tergantung kepada ketersediaan tenaga listrik.  Selama  ini  penyediaan  tenaga  listrik  hanya  disediakan  oleh  PLN  sebagai  satu-satunya perusahaan    BUMN  yang  melayani  akan  kebutuhan  tenaga  listrik.  Sebagai  satu-satunya sumber tenaga listrik maka semua pelanggan akan tergantung kepada sistem yang ada di PLN, termasuk  bila  di  dalamnya  bila  terdapat  pemadaman  baik  dengan  pemberitahuan  maupun tanpa  pemberitahuan  ,  atau  jenis  gangguan  lainnya  yang  menyebabkan  sistem  penyaluran tenaga  listrik menjadi  terganggu, maka  sehubungan dengan hal  ini, maka muncul pemikiran untuk  mengurangi  tingkat  ketergatungan  kepada  PLN  ,  yaitu  dengan  membuat  sistem penyaluran sistem tenaga listrik sendiri , khususnya untuk kawasan pemukiman yang di kelola oleh real estate. Perencanaan daya  listrik pada kebanyakan model masih menggunakan cara terestrial,  namun  pada  kesempatan  ini  penulis  ingin  menyampaikan  sistem  perencanaan dengan  menggunakan  metode  foto  udara.  Foto  udara  mempunyai  kelebihan  dibandingkan dengan cara terrestrial, karena dapat mempunyai daerah cakupan yang sangat luas dan dapat menampilkan  kenampakan  lahan  sesuai  dengan  keadaan  aslinya,  bahkan  foto  udara  dapat juga  digunakan  sebagai  alat  bantu  untuk  survey  pendahuluan  bagi  pembangunan  kawasan pemukiman.  Dengan  menentukan  parameter-parameter  dari  perencanaan  daya  listrik, kemudian  dilakukan  interpretasi  foto  udara,  dari  tiap-tiap  parameter  yang  dimaksud,  baru setelah  itu  dilakukan  over  lay  antar  parameter  tersebut  dan    hasilnya  adalah  berupa  peta tematik  tentang  perencanaan  daya  listrik.  Tingkat  ketelitian  dari  interpretasi  foto  udara  ini dapat  dilakukan  dengan  membandingkan  antara  hasil  interpretasi  dengan  peninjauan lapangan. Untuk hasil yang akurat biasanya tingkat ketelitian dapat mencapai lebih dari 80 %. Kata kunci : daya listrik, foto udara, pemukiman.
ANALISIS PERBANDINGAN PEMAKAIAN LISTRIK ANTARA LAMPU HEMAT ENERGI DENGAN LAMPU PENDAR TANPA KAPASITOR Setiono, Iman
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemakaian listrik pada lampu hemat energi dengan lampu pendar tanpa kapasitor. Penelitian menggunakan metode pengumpulan data dengan melakukan eksperimen di laboratorium instalasi tenaga listrik, pada rancangan percobaan yang telah dipersiapkan. Sampel penelitian diambil secara acak dengan menggunakan berbagai merek lampu yang ada dipasaran. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif.  Hasil yang diperoleh ternyata bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara pemakaian listrik pada lampu hemat energi dengan lampu pendar tanpa kapasitor. Pada lampu hemat energi pemakaian listrriknya lebih sedikit, dengan menghasilkan kuat cahaya penerangan yang tinggi , sementara pada lampu pendar penggunaan listriknya lebih banyak pada daya lampu yang sama. Untuk lampu pendar dibutuhkan daya yang lebih besar apabila diinginkan untuk dapat mempunyai kuat cahaya penerangan yang sama besarnya dengan lampu hemat energi. Kata kunci : lampu hemat energi, lampu pendar.
AKUMULATOR, PEMAKAIAN DAN PERAWATANNYA Setiono, Iman
METANA Vol 11, No 01 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.733 KB) | DOI: 10.14710/metana.v11i01.12579

Abstract

Abstrak                     Akumulator merupakan sumber tegangan arus searah yang meliputi sumber tegangan sekunder, keberadaannya diperoleh karena sumber tegangan yang lain.Fungsi dari akumulator pada saat ini semakin banyak, terutama sebagai sumber tegangan untuk jenis peralatan yang fleksibel. Dengan semakin banyak jenis peralatan yang menggunakan akumulator, maka akan menjadi lebih banyak jenis akumulator yang ada  di pasar. Suatu hal yang paling penting dalam akumulator adalah masalah optimalisasi penggunaan dan pemeliharaan dimana  memerlukan perhatian. Sehingga akumulator dapat hidup tahan lama, maka pemeliharaan/perawatan  memegang peranan penting, terutama untuk perangkat bergerak, sebagai sarana transportasi yang menggunakan akumulator sebagai sumber energi. Dengan adanya  perawatan yang tepat, diharapkan bahwa daya tahan akumulator dapat bertahan hidup dalam  jangka waktu cukup lama. Kata kunci: akumulator, pemeliharaan, sumber tegangan. Abstract Accumulator is a direct current voltage source which includes a secondary voltage source, because its existence is obtained due to the voltage source to another. Accumulator on nowadays more and more functions, especially as a voltage source for the type of equipment that is flexible. With more and more types of equipment that use accumulators, then will be the more types of accumulators in the market. A most important thing in the accumulator is a matter of optimizing the use and maintenance that need attention. So that the accumulator can be durable lifetime, then a treatment holds an important role, especially for the move tool, as a means of transportation that use the accumulator as an energy source. With the proper care, it is expected that the durability of the accumulator can survive a period of time long enough. Keywords: accumulator, maintenance, voltage source.
GAS SF 6 (SULFUR HEXA FLUORIDA) SEBAGAI PEMADAM BUSUR API PADA PEMUTUS TENAGA (PMT) DI SALURAN TRANSMISI TEGANGAN TINGGI Setiono, Iman
METANA Vol 13, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.561 KB) | DOI: 10.14710/metana.v13i1.14676

Abstract

Keberadaan Pemutus Tenaga (PMT) pada saluran transmisi mutlak diperlukan, karena untuk menyalurkan dan memutuskan sistem penyaluran tenaga listrik dari pusat pembangkitan sampai ke konsumen harus bisa di atur dengan menggunakan PMT ini. PMT adalah sebuah alat yang berfungsi untuk memutus-hubungkan aliraan listrik yang melalui saluran transmisi tegangan tinggi. Karena faktor tegangan tinggi , yaitu untuk Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT)  adalah 150 KV dan untuk Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) adalah 500 KV, maka setiap kali menghubungkan dan memutuskan kontak di dalam PMT  gesekan pada kontak-kontak tersebut yang terbuat dari logam. Akibat dari gesekan ini akan muncul bunga api yang sangat berbahaya dapat menimbulkan kebakaran dan kerusakan peralatan. Untuk memadamkan bunga api ini , maka di gunakan gas SF6 yang bersifat isolator , sehingga bunga api padam dan dapat mencegah terjadinya kebakaran dan kerusakan peralatan.  Gas SF6 (Hexa Fluoride Sulfur) As Fire Extinguisher On Power Breaker (PMT) On High Voltage Transmission Channel The existence of Power Circuit breaker (PMT) in the transmission line is absolutely necessary, because to channel and decide the system of electricity distribution from the power station  to the consumer must be managed by using this PMT. PMT is a device that serves to break-up the electricity supply through high voltage transmission lines. Due to the high voltage factor, that is for High Voltage transmission line (SUTT) is 150 KV and for Extra High Voltage Transmission line (SUTET) is 500 KV, then every time connect and disconnect the contact inside the friction PMT on those contacts made from metal. As a result of this friction will appear very dangerous sparks can cause fire and equipment damage. To extinguish this spark, then in use SF6 gas that is an isolator, so the sparks out and can prevent the occurrence of fire and equipment damage.
PENGARUH PERBAIKAN INSTALASI PENERANGAN TERHADAP TAHANAN ISOLASI, TEGANGAN DAN KUAT CAHAYA YANG DIHASILKAN Setiono, Iman; Moedijono, Moedijono
METANA Vol 12, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.441 KB) | DOI: 10.14710/metana.v12i1.17508

Abstract

Fungsi dari lampu adalah untuk membuat penerangan buatan khususnya pada malam hari. Tingkat kualitas pencahayaannya menjadi prioritas agar supaya lampu dapat diberdayakan se maksimal mungkin. Beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas tingkat pencahayaan pada lampu adalah keandalan instalasi, stabilitas besarnya tegangan listrik dan kualitas lampunya sendiri. Dengan berdasarkan faktor yang tersebut diatas , maka dilakukan  perbaikan instalasi penerangan.Yang menjadi tujuan dari program ini adalah untuk memperbaiki instalasi penerangan sehingga dapat di berdayakan semaksimal mungkin. Metode yang digunakan adalah teknis aplikatif, artinya dilakukan dengan langsung terjun kelapangan untuk memberikan contoh cara-cara memperbaiki lampu penerangan yang baik dan benar sesuai dengan kaidah yang ada.Hasilyang diperoleh ternya ada pengaruh antara kualitas instalasi penerangan dengan tahanan isolasi , tegangan kerja lampu , serta kuat cahaya yang dihasilkan.Harga tahanan isolasi meningkat secara signifikan berkisar antara 200 sampai 218 M ohm, tegangan kerja antara 198 sampai dengan 220 volt , sedangkan kuat cahaya yang dihasilkan adalah ntara 1460 sampai dengan 1500 lumen. Hal ini dapat dipahami karena dengan instalasi yang bagus , maka kerugian-kerugian yang ditimbulkan karena instalasi sudah saat diganti dapat dihindari , hal sesuai ketentuan yang ada di Peraturan Umum Instalasi Listrik.(PUIL). Abstract Effect of Improvement of Lighting Installation on Isolation Resistant, Voltage And Strong Light Generated The function of the lamp is to make artificial lighting especially at night. The level of lighting quality is a priority so that the lights can be empowered to the maximum possible. Some of the factors that affect the quality of the lighting level on the lamp are the reliability of the installation, the stability of the magnitude of the voltage and the quality of the lamp itself. Based on the factors mentioned above, the repair of lighting installation is done. The goal of this program is to improve the lighting installation so that it can be done as much as possible. The method used is technical applicative, meaning that is done with direct plunge spaciousness to give examples of ways to improve the lighting of good and correct in accordance with existing rules. The result is that there is an influence between the quality of the lighting installation with the isolation resistance, the working voltage of the lamp, and the resulting light strength. The insulation resistance rate increases significantly between 200 to 218 M ohms, the working voltage is between 198 to 220 volts, Resulting from 1460 to 1500 lumens. This can be understood because with a good installation, the losses caused by the installation when replaced can be avoided, in accordance with the provisions of the General Electric Installation Regulations (PUIL). 
EVALUASI PEMAKAIAN LISTRIK PADA RUANG KULIAH JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM DIPLOMA III FAKUTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO Setiono, Iman; Ariyanto, Eko; Subali, Subali; Sasmoko, Priyo
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengadakan evaluasi terhadap pemakaian listrik pada ruamg kuliah di jurusan teknik elektro program diploma III Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Ruang kuliah yang digunakan untuk juruan teknik elektro sebanhyak dua buah ruangan yaitu  ruang 203 dan 204, sehingga dalam penelitian ini tidak digunakan sampel, tetapi langsung pada populasinya. Variabel penelitian terdiri atas besarnya daya listrik pada lampu penerangan, besarnya kuat cahaya yang dihasikan, besarnya daya listrik pada kipas angin, suhu ruangan, besarnya daya yang digunakan pada pengeras suara, dan besarnya daya listrik yang digunakan pada LCD Proyektor.  Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan melakukan pengukuran langsung diruangan, dengan variabel yang diukur adalah : daya listrik pada pemakaian untuk lampu penerangan, besarnya lumen yang dibutuhkan, daya listrik untuk penggunaan kipas angin, suhu udara diruangan. Sementara untuk daya listrik pada pengers suara dan LCD Proyektor tidak dilakukan pengukuran karena masih dayanya kecil.Metode analisis data adalah denganm metode analisis deskriptif kualitatif, yaitu dengan membandingkan besarnya daya yang digunakan dengan daya yang seharusnya digunakan.Hasil yang diperoleh ternyata bahwa besarnya daya listrik yang digunakan ternyata masih dibawah standar, karena itu maka perlu diadakan peningkatan, dengan memperbesar daya lampu penerangan dan mengganti kipas angin dengan pendingin udara. Kata kunci :evaluasi pemakaian listrik,  kuat cahaya, lampu penerangan.
PERHITUNGAN KERUGIAN ENERGI PADA PENYULANG TAMBAK LOROK-03 SEBAGAI SALAH SATU PILOT PROJECT PROGRAM REVASS (REVENUE ASSURANCE) DALAM PROGRAM REKONSILIASI ENERGI PT. PLN (PERSERO) AREA SEMARANG Putranti, Ruri Diana; Setiono, Iman
Gema Teknologi Vol 18, No 1 (2014): April 2014 - October 2014
Publisher : Vocational School Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.071 KB) | DOI: 10.14710/gt.v18i1.8810

Abstract

Ruri Diana Putranti, Iman Setiono, in paper calculation of energy losses of Tambak Lorok - 03 feeder as one of the pilot project program REVASS (revenue assurance) in energy reconciliation program of PT . PLN (persero) semarang area explain that in an electric power system there is a factor called the loss factor or energy depletion . This shrinkage can be found in various places on the electricity network , from generation, transmission and distribution of both to consumers . The release of energy or commonly referred to as shrinkage , the harm to the company for commercial and service in large and small quantities . Pond feeder Lorok - 03 is one of the feeders are thought to have a large enough energy depletion . This feeder is in the working area of ??PT . PLN Rayon East Semarang and is a feeder into the pilot established REVASS ( Revenue Assurance ) PT . PLN Semarang area . Based on mathematical calculations that have been carried out in February 2013 the amount of power loss in the feeder is 2,316,319 KWH , while in the month of March 2013 is 4,765,637 KWH and in April 2013 amounted to 18,809,238 KWH . The amount of power loss raises the average monthly percentage losses in the feeder that is between 10-20 % . This of course lead to a loss for the company , especially on the commercial side that is the size of the company to the customer's receivables . Therefore , a program in which reconciliation is REVASS this project , is one attempt to get the suitability amount of energy from the power sent to the power received at the customer . Keywords : Electric Power System , Network Distribution , Energy Losses , Reconciliation of Energy
RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI ALAT PENYORTIR BARANG BERWARNA MERAH DAN HIJAU DENGAN SENSOR TCS230 BERBASIS PLC SCHNEIDER Tarigan, Agri Denada Br; Setiono, Iman
Gema Teknologi Vol 20, No 1 (2018): April 2018 - October 2018
Publisher : Vocational School Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.776 KB) | DOI: 10.14710/gt.v20i1.21078

Abstract

Agri Denada Br Tarigan, Iman Setiono, in this paper explain that temperature regulation is one of the most important needs for the industry. Lots of processes and production are carried out under certain temperature conditions and free from interference. Industrial temperature controller is one of the basic equipment to meet these needs. On the market there are various types, specifications, and brands of temperature controllers, but have similarities with one another mainly lies in the basic functions of temperature regulation capabilities. This article describes the background of industrial temperature controllers principal, also covers control concepts, basic controller configurations, control methods, actuator equipment support, and examples of sensor parameter settings and controls on the Autonics TC4S series temperature controllers.